Minggu 20 September 2020

Pulang Kampung, Fakhri Husaini Jabat Direktur Teknis Tim PON XX Aceh

BANDA ACEH, FOKUSJabar.id: Sempat menolak untuk kembali melatih Timnas U-19, Fakhri Husaini kini memiliki ‘tambatan’ tim yang akan ditanganinya. Tim PON XX Provinsi Aceh menjadi pilihan mantan gelandang tim nasional Indonesia ini melanjutkan karir kepelatihannya.

Ketua Asosiasi Provinsi PSSI Aceh, Nazir Adam mengatakan, pria kelahiran Lhokseumawe, Aceh tersebut akan menempati posisi Direktur Teknik dalam tim PON XX Provinsi Aceh. Fakhri akan berkolaborasi dengan pelatih kepala, Muhammad Azhar.

“Kami sudah berkomunikasi dengan Fakhri Husaini dan menyatakan kesediaan menjadi bagian dari tim tim sepak bola Aceh. Ini akan menjadi motivasi bagi pemain sepak bola PON Aceh,” ujar Nazir Adam di Banda Aceh, Rabu (17/6/2020).

Fachri Husaini yang dihubungi manajer tim PON XX Provinsi Aceh, Agustin melalui panggilan video mengatakan, dirinya termotivasi ketika diajak melatih tim sepak bola Aceh yang dipersiapkan ke PON XX di Papua.

BACA JUGA: Tolak Rangkap Jabatan, Akhmad Hadian Lepas Posisi Dirut LAPI Divusi 

“Saya termotivasi ketika ada kepercayaan dari daerah kelahiran saya. Saya sudah banyak melakukan untuk bangsa dan negara. Sedangkan untuk daerah kelahiran, saya belum melakukan apa-apa. Mungkin ini saatnya saya berkontribusi untuk Aceh,” ujar Fakhri Husaini.

Kendati sudah menyampaikan kesediaannya melatih tim sepak bola PON XX Aceh, Fakhri mengaku belum bisa sepenuhnya bergabung karena masih menajalani tugas sebagai karyawan di Kalimantan Timur.

Fakhri Husaini mengaku, dirinya baru bisa bergabung penuh pada Januari 2021. Pasalnya, saat itu sudah memasuki masa persiapan pensiun. Namun dirinya akan berupaya meminta izin di perusahaan tempatnya bekerja untuk memantau pelatda tim sepak bola PON XX Aceh.

“Saya coba nanti minta izin untuk memantau pelatihan tim. Berbeda ketika melatih timnas, saya diizinkan karena untuk kepentingan bangsa dan negara,” tambahnya.

Dalam perbincangan tersebut, Fakhri Husaini mengaku sangat merindukan Aceh. Termasuk kuliner khas kota berjuluk Serambi Mekkah seperti gulai ‘pliek u’ dan lepat ‘timphan’.

“Terakhir saya pulang pada 2019. Saat itu, saya menjenguk orang tua, tetapi tidak lama, hanya dua tiga hari,” pungkas mantan kapten timnas tersebut.

(ars/ant)

Berita Lainnya

Artikel Lainnya

Kasus DBD Kota Tasikmalaya Tinggi, Kemenkes Turun Tangan

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Kementerian Kesehatan RI meminta Pemerintah Kota Tasikmalaya agar...

BLUPPB Karawang Lirik Kelompok Marga Putera Banjarharja Pangandaran

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id:  Balai Layanan Usaha Produksi Perikanan Budidaya (BLUPPB) Karawang dibawah naungan Dirjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan meninjau kolam ikan Kelompok Marga Putera...

Positif Covid-19, Ketua KPU RI Jalani Isolasi Mandiri

JAKARTA,FOKUSJabar.id: Pejabat negara kembali terkonfirmasi positif Covid-19. Kali ini, virus yang menyebabkan infeksi saluran pernafasan, pneumonia berat, hingga kematian ini menimpa Ketua Komisi Pemilihan...

Kapulaga, Tanaman Rempah Bernilai Ekonomi

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Kapulaga, salah satu jenis tanaman rempah-rempah yang sering digunakan untuk campuran masakan dan jamu. Selain itu, hasil tanaman memiliki nilai ekonomis yang cukup...

Heboh! Dinar Candy Lelang Celana Dalam Miliknya Rp50 juta

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Dinar Candy kembali hebohkan jagat maya. Kali ini, DJ sensual itu menjual celana dalam bekasnya dengan harga bombastis, Jumat (18/9/2020). Dinar Candy menyampaikan hal...

Camat Dolo Selatan: Warga Terdampak Banjir Sigi Butuh Air Bersih

SIGI,FOKUSJabar.id: Camat Dolo Selatan, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng), Ali Nurdi mengatakan, korban bencana banjir saat ini membutuhkan air bersih menyusul sumber dan jaringan...

Kapulaga, Tanaman Rempah Bernilai Ekonomi

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Kapulaga, salah satu jenis tanaman rempah-rempah yang sering digunakan untuk campuran masakan dan jamu. Selain itu, hasil tanaman memiliki nilai ekonomis yang cukup...