spot_imgspot_img
Selasa 16 Juni 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Ini Startegi Baru Penanganan Citarum Harum

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo mengatakan bahwa Sungai Citarum sudah mengalami perubahan ke arah lebih baik sejak 2017 lalu. Kendati begitu, pihaknya meminta agar masyarakat tidak cepat puas dengan prestasi saat ini, terlebih masih ada beberapa permasalahan yang belum selesai.

Dia menyebut ada 27 juta jiwa penduduk Jawa Barat dan sekitar 8 juta penduduk Jakarta yang hidup tergantung dari Sungai Citarum. Jika dibiarkan kualitas air Citarum jelek, akan banyak masyarakat mengalami gangguan kesehatan. Bahkan sama dengan meracuni diri sendiri, keluarga dan anak bangsa.

Doni pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bekerjasama mewujudkan Citarum Harum demi kemajuan sumber daya manusia.

“Kemajuan sumber daya manusia tidak akan terwujud jika kualitas air semakin jelek,” kata Doni saat menghadiri bedah buku dan seminar nasional tentang model sinergitas ‘Pentahelix’ serta merawat alam dan mitigasi bencana, di Bandung, Jumat (22/2/2019).

Sementara itu, Gubernur Jabar Ridwan Kamil (Emil) menyebut bahwa kolaborasi Pentahelix bisa membantu mengurangi risiko kebencanaan. Terlebih, kata dia, urusan lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja. Salah satu solusinya melalui sinergitas pentahelix.

“Sinergi Pentahelik ini meliputi peran pemerintah, peran pebisnis, peran universitas peran komunitas dan peran media. Tanpa salah satu peran itu, kemajuan akan lamban. Nah, gerakan Citarum Harum sedang mempraktikan teori pentahelik ini,” kata Emil.

Dia optimistis strategi dan sinergitas pentahelix ini akan menjadi salah satu solusi dalam penanganan kebencanaan dan kerusakan sungai Citarum. Apalagi semua elemen dirangkul untuk bergerak mewujudkan gerakan Citarum Harum.

“Kalau semua elemen kita rangkul, Insya Alloh dalam waktu 5 tahun kita bisa berhasil. Apalagi kita punya dokumen rencana aksi Citarum Harum yang di dalamnya memuat masing-masing peran. Kita harus ada progres, setiap tahunnya 15-20 persen, sehingga di akhir proses bisa sesuai harapan,” jelas dia.

Saat ini, kata Emil, sinergitas Pentahelix tersebut sedang dikaji sehingga bisa menyasar seluruh lapisan masyarakat. Bahkan sedang didiskusikan (FGD).

(LIN)

spot_img

Berita Terbaru