spot_imgspot_img
Selasa 13 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 8128

Idul Fitri, Wali Kota Tasik ajak Muslim Tingkatkan Ketaatan Kepada Allah SWT

0
Jpeg
TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Ribuan umat Muslim Kota Tasikmalaya penuhi halaman dan jalan sekitar Masjid Agung Kota Tasikmalaya untuk menunaikan Salat Idul Fitri 1 Syawal 1439 H, Jumat (15/06/18).

Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman- Muhammad Yusuf pun melaksanakan Salat Ied di masjid tersebut.

Dalam kesempatan tersebut Wali Kota mengajak seluruh umat Muslim di Kota Tasikmalaya untuk mengikuti  perintah Alloh SWT dan melaksanakan sunnah Rasullnya.

“Ibadah shaum yang telah kita lalui bersama dan selanjutnya merayakan Idul Fitri dapat melahirkan pribadi yang Muttaqin, berakhlak mulia, cerdas, sehat dan kuat, sehingga mampu menjadi rahmatan lil’alamin untuk mewujudkan Kota Tasikmalaya yang religius, dan maju, ” kata dia.

Dia mengatakan bahwa Hari Raya Idul Fitri tidak hanya hari kemenangan setelah sebulan penuh berpuasa. Lebih dari itu Idul Fitri bisa dimaknai sebagai hari kemenangan yang menjadikan pribadi suci dan bersih dari segala hal yang bertentangan dengan Al Quran.

“Momentum Idul Fitri kita jadikan ‘pertarungan’ melawan hawa nafsu dari menyakiti, mencurangi, saling sikut, menjatugkan, menginjak dan saling meruntugkan di antara kita. Idul Fitri pun harus mampu melahirkan pribadi dan jiwa yang bersih,” jelas Budi.

Dalam Salat Ied di Masjid Agung Kota Tasikmalaya, bertindak sebagai Imam dan Khotib, Kyai Ateng Jaelani yang juga Pimpinan Ponpes Madbaul Ulum.

(Seda/LIN)

Curhat Pemudik: Jakarta-Tasik Ditempuh 15 Jam

0
Kemacetan di jalur Limbangan. (FOKUSJabar/Ibenk)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Budaya mudik dilakukan setiap tahun menjelang Idul Fitri. Namun perjalanan menuju kampung halaman tidak selamanya nyaman lantaran harus merasakan macet panjang arus mudik.

Seperti yang dirasakan oleh Acep (25) asal Gobras, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmakaya yang bekerja sebagai perawat di salah satu Rumah Sakit di Jakarta. Sudah empat tahun dia bekerja di Ibu Kota dan setiap tahun juga dia merasakan macetnya arus mudik Jakarta-Tasikmalaya.

Acep berangkat ke Tasikmalaya dari Terminal Lebak Bulus mulai pukul 20.00 WIB, H-3 lebaran. Berangkat malam hari dengan harapan arus lancar. Tetapi karena H-3 adalah puncak arus mudik, Acep tiba di Kota Tasik pada H-2 lebaran pukul 11.00 WIB.

Menurutnya, perjalanan mulai terjadi macet sudah dia rasakan pada saat masuk ke Gerbang Tol Bekasi hingga keluar Gerbang Tol Purbaleunyi.

“Perjalanan dari Tol Bekasi ke Tol Purbaleunyi yang biasanya hanya dua jam. Ini hampir empat jam. Terus mulai Cicalengka sampai Nagreg juga macet,” kata Acep.

Dia menuturkan, titik-titik kemacetan terparah mulai dari Tol Bekasi, Nagrek, Limbangan, dan Malangbong. Hampir setiap tahun daerah tersebut macet saat arus mudik.

Sementara, informasi dari Dinas Pehubungan Garut arus mudik akan tetap padat sampai hari ini, Kamis (14/6/2018), H-1 lebaran.

(Ibenk/Bam’s)

Masalah Pangandaran saat Lebaran: Pungli dan Macet

0
Bupati Pangandaran, H. Jeje Wiradinata (FJ/Boip)

PANGANDARAN, FOKUSjabar.co.id : Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata ingin liburan kali ini bebas dari masalah di Pangandaran. Masalah yang kerap terjadi yakni kemacetan dan pungutan liar bagi wisatawan yang berlibur ke pantai Pangandaran.

“Pangandaran akan menghadapi masalah pada saat liburan Lebaran nanti, ada kemacetan dan pungli. Saya bertekad liburan kali ini bebas dari dua masalah itu.   Oleh karena itu lahan parkir sudah kita siapkan dan kita terus pantau lalu lintas yang ada. Adapun mobil besar yang masuk seperti bus pariwisata, nantinya akan ditempatkan di sekitar Katapang Doyong. Sementara hotel yang tidak memiliki lahan parkir akan ditempatkan di sekitar pasar wisata,” katanya.

Jeje bersama Jajaran Polres Ciamis sudah menyiapkan sejumlah strategi untuk mengatasi masalah yang kerap terjadi saat Liburan. Jauh-jauh hari Polres Ciamis menggelar apel pasukan Operasi Ketupat Lodaya 2018. Kapolres Ciamis, AKBP. Bismo, mengatakan, bahwa pihaknya menerjunkan sebanyak 580 personil di wilayah hukum Ciamis bersama instansi terkait, baik Satpol PP, Dishub serta sejumlah ormas yang ada.

“Kita ingin memberikan rasa aman dan nyaman dalam perayaan Hari Raya Idul Fitri ini,” kata Bismo.

(boip/dar)

Jamaah Tarekat Naqsabandiyah Al Kholidiyah Jalaliyah Sudah Rayakan Lebaran

0
Jamaah Tarekat Naqsabandiyah di Bogor sudah rayakan lebaran (foto detik.com)

BOGOR, FOKUSJabar.id : Meskipun Pemerintah belum mengumumkan hasil sidang isbat untuk menentukan 1 Syawal 1439 H atau Lebaran 2018, tapi Jamaah Tarekat Naqsabandiyah Al Kholidiyah Jalaliyah telah berlebaran hari ini. Salat id salah satunya digelar di Rumah Ibadah Suluh Darussalam, Kampung Pasir Jawa, Cigombong, Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/6) pagi. Mereka tampak bersalam-salaman seusai salat id.

Syekh Muda Maulana Syarif Alam, perwakilan jemaah Tarikat Naqsabandiyah Al-Kholidiyah, mengatakan, berdasarkan hasil penghitungan pergantian bulan menggunakan metode hisab, mereka bersepakat bahwa 1 Syawal jatuh pada hari ini.

“Jadi metode untuk menentukan tanggal itu kan ada dua. Pertama, hisab; dan kedua, hilal. Kita itu menggunakan metode hisab, metode hisab kamariah. Dan, berdasarkan hisab kamariah, tarekat Naqsabandiyah Al-Kholidiyah menggenapkan puasa selama 30 hari itu kemarin dan insyaallah tanggal 1 Syawal itu hari ini,” katanya saat ditemui di Majelis Darussalam, Rabu (13/6).

Maulana menyebut ada tiga lokasi yang menjadi pusat kegiatan salat Idul Fitri untuk Tarekat Naqsabandiyah Al-Khalidiyah di Indonesia. Untuk Pulau Jawa, kata Maulana, dipusatkan di Bogor.

“Jadi ada tiga tempat yang menjadi pusat pelaksanaan salat id untuk Tarekat Naqsabandiyah. Pertama, di Sumatera Utara, kemudian di Kepulauan Riau, lalu di Pulau Jawa, yang dipusatkan di Bogor,” kata Maulana.

Selain di Bogor, salat id digelar oleh jemaah Tarekat Naqsabandiyah di Padang. Salat id bertempat di Musala Baitul Makmur, Pauh, Padang, Sumatera Barat.

(dar/dtc)

Puncak Arus Mudik Nagreg Masih Macet

0
Nagreg

BANDUNG, FOKUSjabar.co.id: Puncak kemacetan di jalur mudik selatan Nagreg, Kabupaten Bandung, Jawa Barat mulai terjadi Rabu (13/6) pukul 18.00 hingga pukul 22.10. Tampak kendaraan mengular dari kawasan Nagrek sampai Limbangan Garut.

Dari informasi yang dihimpun, kemacetan ini terjadi hingga Jalan Cagak Nagreg. Kemacetan terjadi di jalur Limbangan arah Tasikmalaya.

Sementara, dari imbauan petugas di lapangan, kendaraan yang melintas di jalur Nagreg dialihkan dan diarahkan menuju Garut Kota via Kadungora-Leles dan langsung Singaparna Kabupatn Tasikmalaya. Meski mengalami kemacetan, perlahan kendaraan dapat berjalan.

Memang dari H-7 hingga H-3 volume kendaraan yang melintas di jalur penghubung Kabupaten Bandung dan Kabupaten Garut ini terus meningkat.

Dari data di Pos Induk Dishub Kabupaten Bandung, jumlah kendaraan yang melintas di jalur selatan Nagreg pada H-3 meningkat dari pada hari sebelumnya, sekitar 102.250 unit kendaraan.

Pada H-7 jumlah kendaraan yang melintas sekitar 35.092 unit, H-6 sekitar 57.800 unit, H-5 sekitar 70.915 unit dan H-4 sekitar 80.849 unit.

Meski pada pada H-3 volume kendaraan di jalur tersebut meningkat sekitar 102.250 unit kendaraan. Namun, jika dibandingkan dengan tahun 2017 lalu volume kendaraan menurun sekitar 17.67 persen. Pasalnya pada tahun 2017 lalu, di H-3 lebar sekitar 124.193 unit kendaraan melintas di jalur Nagreg.

Penurunan volume kendaraan itu terjadi karena libur cuti lebaran tahun 2018 ini panjang, sehingga masyarakat bisa leluasa untuk memilih pulang kampung lebih awal.

(DAR/dtc)

Pemudik Didominasi Sepeda Motor, Ini Tips Mudik dari Brotherhood

0
(FOKUSJABAR/AS)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Mudik lebaran tahun 2018 tetap didominasi oleh pengendara roda dua, pemudik dengan sepeda motor sering juga mendominasi sebagai jumlah kecelakaan paling banyak. Ada tips dan trik dari Bikers Brotherhood Motorcycle Club (BBMC) Indonesia agar mudik selamat sampai tujuan.

El Presidente BBMC Pegi Diar mengatakan, yang paling pertama dan utama adalah safty riding, pakai semua peralatan berkendara mulai dari helm, sarung tangan dan sepatu, dan pendukung lainnya seperti surat-surat kendaraan.

“Utamakan dahulu alat keselamatan pengendara, tetap safty riding saat melaju di jalan raya,” kata Pegi usai acara perayaan hari Jadi BBMC ke 30 di Taman Hutan Raya, Rabu (13/6) malam.

Pegi menjelaskan, hal yang kedua adalah pengecekan pada kendaraan yang akan di pakai mulai kondisi mesin, lampu, rem oli, ketebalan ban dan kelistrikan. Jangan paksakan menggunakan motor dalam kondisi yang tidak sehat.

“Yang tidak kalah penting adalah jaga kondisi fisik, jika memungkinkan dalam berkendara sepeda dua jam sekali istirahat,” ucapnya.

Menurut Pegi, dalam kondisi mudik jalanan yang ramai seperti sekarang ini serta kondisi sedang puasa tak jarang pengendara kehilangan fokus. Maka untuk memulihkan fokus itu harus cukup istirahat.

“Jangan sampai bekendara dalam kondisi yang tidak sehat dan tidak cukup istirahat, karena itu bisa membahayakan pengendara itu sendiri dan pengendara lain terlebih menggunakan motor besar yang memerlukan tenaga yang cukup,” tuturnya.

(AS)

BPBD Kota Tasik Siap Bantu Korban Bencana Alam Saat Lebaran

0
BPBD Ikut Berpartisipasi membantu kelancaran arus Mudik dan Balik Lebaran (fokusjabar - Seda)

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id : Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya ikut berpartisipasi dalam  membantu kelancaran arus mudik lebaran tahun 2018 ini dengan membuka Posko di Bunderan Linggajaya atau Jalan Sutisna Senjaya Kota Tasikmalaya.

”BPBD siap mengantisipasi kalau selama mudik lebaran ada  hujan lebat, longsor dan banjir atau kejadian bencana alam lainnya,” kata Koordinator PB BPBD Kota Tasikmalaya Harisman.

Dia menjelaskan, pembukaan Posko di Linggajaya itu dari tanggal 09 s/d 20 Juni. Posko tersebut  untuk mempermudah akses petugas BPBD jika suatu saat terjadi bencana yang dapat mengganggu keamanan dan kelancaran lalu lintas para pemudik yang melintas di wilayah Kota Tasikmalaya.

Ditambahkan, Posko BPBD Linggajaya ini selain menjadi Posko pemantauan petugas relawan bencana, dapat juga dimanfaatkan bagi para pemudik yang ingin beristirahat jika pemudik kelelahan dan butuh istirahat, Posko ini bisa dimanfaatkan.

Untuk mengantisipasi jika terjadi bencana lanjutnya, setiap hari Posko BPBD di jaga 10 (sepuluh) personil di dua lokasi yakni di Kantor BPBD dan di Posko Linggajaya ini. “Kita libatkan 40 Personil yang ditugaskan secara bergiliran selama 24 jam on time, mereka siap siaga melakukan pencegahan jika terjadi bencana,”pungkasnya.

(Seda/DAR)