spot_imgspot_img
Kamis 15 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 8084

Kota Tasikmalaya Siap Jadi Tuan Rumah Porda Jabar 2022

0
Jpeg
TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Kota Tasikmalaya mengajukan permohonan menjadi tuan rumah Porda Jabar 2022 ke KONI.

Wakil Wali Kota Tasikmalaya Muhammad Yusuf mengaku sudah melayangkan surat ke KONI Jabar untuk menjadi tuan rumah Porda 2022.

“Kita siap jadi tuan rumah Porda dan siap bersaing dengan Kabupaten Subang, dan KBB yang juga mengajukan diri menjadi tuan rumah,” kata Yusuf, Kamis (5/7/2018).

Dia berharap, permohonan untuk menjadi tuan rumah Porda mendapat respon positif oleh KONI Jabar.

“Kami sangat berharap, terlebih ini akan berdampak terhadap perputRan ekonomi masyarakat Kota Tasikmalaya,” kata dia.

Untuk mewujudkan keinginan itu, Pemkot Tasikmalaya terus melakukan pembenahan infrastruktur dan penunjang sarana olahraga.

“Kita akui masih banyak venue yang tidak dimiliki Kota Tasikmalaya, tetapi kita bisa bekerjasama dengan daerah penyangga, seperti Pangandaran, Banjar, Garut, termasuk Kabupaten Ciamis yang memiliki banyak venue,” jelas dia.

Sambil menunggu waktu, Pemkot Tasikmalaya secara bertahap membangun sarana olahraga dengan anggaran daerah maupun bantuan dari provinsi dan pusat.

(Seda/LIN)

10 Camat Terbaik di Kota Bandung Segera Timba Ilmu Pemerintahan di Seoul

0
(FOKUSJabar/Andrian)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil mengirim 10 camat terbaiknya untuk mengikuti program On Innovation In Public Sector Administration di Seoul, Korea Selatan.

Para camat tersebut dikirim ke negeri gingseng untuk menimba ilmu tentang manajemen pemerintahan, kepemimpinan dan pelayanan publik selama lima hari pada 8-14 Juli 2018 mendatang.

“Selamat atas prestasi yang diraih para camat. Dengan nilai besar yang telah diraih merupakan hasil kerja keras seorang pemimpin kewilayah untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat,” kata Wali Kota Bandung yang karib disapa Emil, di Balai Kota Bandung Jalan Wastukancana, Kamis (5/7/2018).

Selama di Seoul, Emil berharap, para camat untuk mampu mempelajari ilmu baru terkait bagaimana menjalankan roda pemerintahan yang baik. Selain itu, ia juga memberi tugas tambahan yaitu memotret beberapa lingkungan dan infrastruktur di Kota Seoul.

“Hasil dari studi di Seoul nantinya dikumpulkan dalam bentuk digital, sehingga ada hasilnya selama kita belajar di sana,” kata Emil.

Sementara itu, Kepala Bagian Pemerintahan Setda Kota Bandung, Anton Sugiana menjelaskan, 10 camat terbaik tersebut dinilai berdasarkan bagaimana mereka menunjukan kualitas pelayanan publik, kinerja penyelenggaraan tugas umum pemerintahan, ketertiban, kebersihan dan keindahan lingkungan hidup. Selain itu juga inovasi, kreatifitas dan peningkatan indeks kebahagiaan juga menjadi dasar penilaian pihaknya.

Selama ini, pihaknya telah mengevalusi kinerja camat secara Sistem Informasi Penilaian (SIP) sesuai kriteria. Laporannya diverifikasi secara online dan juga diverifikasi secara langsung ke lapangan.

“Nilai yang baik salah satunya yaitu saat camat berinteraksi dengan warga. Seperti makan malam bersama keluarga pra sejahtera, subuh keliling, jumat keliling dan culinary night,” papar Anton.

Anton menambahkan, persentase kegiatan di kelurahan juga berpengaruh kepada kecamatan. Seluruh tingkat pelayanan akan mempengaruhi seluruh kinerja di wilayah masing-masing.

“Jadi kalau pelayanan dikelurahan baik, maka berpengaruh juga di kecamatan,” ujarnya.

Berikut 10 camat terbaik beserta capaian nilainya:
1. Camat Cinambo, Dadang Iradi (93,56)
2. Camat Batununggal, Enjang Mulyana (89,89)
3. Camat Lengkon g, Tubagus Agus Mulyadi (88,08)
4. Camat Antapani , Raden Sarjani saleh (87,36)
5. Camat Panyileukan, Hamdani (87,25)
6. Camat Cidadap, Yasa Hanafiah (87,18)
7. Camat Cibeunying Kaler, Maman Rohman (87,14)
8. Camat Sukajadi, Yudy Hermawan (87,13)
9. Camat Coblong, Dedi Priadi Nugraha (87,05)
10. Camat Bojongloa kidul, Aniya Rachmawati (87,04)

(Andrian/Bam’s)

Pj Bupati Sumedang Diminta Kawal Proyek Cisumdawu

0
(Humas Jabar)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat, Mochamad Iriawan meminta kepada Pj Bupati Sumedang, Sumarwan Hadisoemarto untuk mengawal proyek Cisumdawu. Targetnya, Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) bisa beroperasi pada 2019 nanti.

“ Saya akan arahkan secara detail, meskipun itu (Cisumdawu) proyek nasional, pasti saya akan arahkan secara terperinci salah satu akselerasi percepatan yang saya inginkan, yaitu segera tercapainya Cisumdawu,” kata Iriawan dalam keterangan persnya.

Iriawan berharap, proyek tol yang menghubungkan Sumedang dengan Tol Cipali tersebut tidak molor atau minimal sesuai target.

“ Tapi minimal target bulan dengan tahun jangan sampai molor lagi, sehingga nanti segera bisa dimanfaatkan. Paling terpenting untuk tersambungnya antara Bandung sampai dengan Sumedang, Cisumdawu dengan Tol Cipali. Itu paling penting,” ujar Iriawan.

Untuk itu, Iriawan juga meminta agar Penjabat Bupati Sumedang serta aparat terkait melakukan komunikasi intensif terkait lahan yang belum bisa dibebaskan. Terkait hal ini, menurut Iriawan komunikasi dua arah dengan masyarakat perlu dikedepankan.

“Sekarang masih ada lahan yang belum terbebaskan dan lain-lain. Saya minta Bupati dan perangkatnya, juga komponen masyarakatnya untuk menyelesaikan. Saya yakin masyarakat juga akan bisa diajak kerjasama apabila penyampaian atau komunikasi bisa dua arah,” tutur Iriawan.

Ditemui usai pelantikan, Pj Bupati Sumedang, Sumarwan mengatakan bahwa pihaknya akan mengawal proyek Tol Cisumdawu sebatas kewenangannya sebagai Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang. Pemkab Sumedang akan melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, terkait permasalahan di lapangan.

“Sebatas kewenangan Pemerintah Kabupaten (Sumedang), saya akan ikut mengawal dan menyukseskan (pembangunan) Cisumdawu. Kami akan berkoordinasi dengan berbagai pihak, kemarin juga sudah saya coba jajaki untuk inventarisasi permasalahannya apa,” ucap Sumarwan yang juga Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jawa Barat.

Selain itu, Sumarwan mengaku pihaknya telah menjajaki komunikasi dengan pihak terkait seputar permasalahan pembebasan lahan yang terjadi di lapangan. “Nanti kita akan seoptimal mungkin – apa kewenangan (pemerintah) kabupaten, kemudian nanti kita sampaikan ke pemerintah provinsi (Jawa Barat),” tutur Sumarwan.

Salah satu permasalan yang muncul terkait pembebasan lahan ini, kata Sumarwan, yaitu sinkronisasi pengosongan lahan antara pengembang dengan masyarakat. Hingga saat ini sisa pembebasan lahan sekitar 20% untuk Segmen I (Cileunyi-Tanjungsari).

“Salah satunya yang baru muncul adalah masalah sinkronisasi pengosohan lahan. Sementara pihak pelaksana yang di Segmen I dekat Cileunyi itu, pihak pengembang merasa sudah membebaskan tapi masyarakat masih belum keluar (penawaran harga lahannya). Kemarin katanya menawar sampai setelah Lebaran,” jelas Sumarwan.

Pelantikan Pj. Bupati Sumedang ini berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor: 131.32-1925 Tahun 2018 tentang Pengangkatan Penjabat Bupati Sumedang Provinsi Jawa Barat. Sebelumnya, Sumarwan juga ditunjuk sebagai Plt. Bupati Sumedang selama kurang lebih empat bulan.

Pengangkatan Penjabat Bupati Sumedang ini dilakukan karena Bupati Sumedang Sisa Masa Jabatan 2013-2018 berakhir pada 5 Juli 2018. Seperti yang tertuang dalam Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor: 131.32-1924 Tahun 2018 tentang Pemberhentian Bupati Sumedang Provinsi Jawa Barat.

(Bam’s)

Jabar-LKPP Teken MoU e-Katalog Daerah

0
(Humas Jabar)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Untuk mencegah tindakan penyimpangan pengadaan barang dan jasa, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat bersama Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) RI tandatangani MoU dalam rangka pengembangan e-Katalog atau Online Shop Barang dan Jasa daerah

Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat, Mochamad Iriawan bersama Kepala LKPP, Agus Prabowo menandatangani langsung MoU tersebut dalam acara Sosialisasi Katalog Daerah di Trans Luxury Hotel, Jalan Gatot Subroto, No289, Kota Bandung, Kamis (5/7/2018).

Menurut Iriawan, e-Katalog merupakan terobosan dalam sistem pengadaan barang dan jasa yang dilakukan oleh pemerintah. Terlebih hal tersebut bisa mencegah adanya tindakan penyimpangan seperti tindak pidana korupsi.

“Pengadaan barang dan jasa sekarang itu harus jelas, dan barang-barang yang dipasarkan juga harus unggulan. Terobosan ini (e-Katalog) penting dan harus diikuti oleh seluruhnya (perangkat daerah Jabar),” ujar Iriawan dalam sambutannya.

“E-Katalog ini juga penting sekali untuk menghindari penyimpangan-penyimpangan, memang tidak semua (barang dan jasa) masuk dalam e-Katalog,” lanjutnya.

Melalui e-Katalog ini, Jawa Barat juga bisa mempromosikan barang dan jasa yang dihasilkan ke daerah lain. “Dengan harapan semua produk-produk yang ada di kita (Jawa Barat) akan masuk dalam katalog yang ada, sehingga akan terkoneksi, seperti produk unggulan Jawa Barat bisa masuk ke katalog yang ada, kemudian bisa diambil (dibeli) provinsi lain. Demikian berputar terus, jadi seperti simbiosis mutualisme, ” papar Iriawan.

Di tempat yang sama, Kepala LKPP Agus Prabowo mengungkapkan bahwa e-Katalog ini seperti Online Shop. Di e-Katalog akan tertera jelas barang, merk, spesifikasi, hingga harga produk yang dipasarkan.

“Tapi isinya barang-barang yang dibutuhkan oleh pemerintah, baik pusat, daerah, atau sektor lainnya,” tutur Agus ditemui usai acara pembukaan Sosialisasi Katalog Daerah.

Dengan adanya MoU ini, nantinya LKPP akan ikut memasarkan produk barang dan jasa dari Jawa Barat. Kerjasama ini juga sebelumnya sudah dilakukan oleh LKPP bersama delapan pemda lain di Indonesia.

“Jadi, melalui e-Katalog ini produk-produk Jawa Barat dipasarkan oleh LKPP supaya dibeli oleh pembeli dari seluruh Indonesia, maupun oleh Pemda Jawa Barat sendiri,” kata Agus.

Agus meyakini e-Katalog ini bisa mengurangi tindak pindana korupsi dalam sistem pengadaan barang dan jasa pemerintah. “Apakah ini (e-Katalog) akan mengurangi korupsi? Pasti, karena semua dilakukan secara transparan. Seperti online shop-lah, kita beli barang akan tahu berapa harganya, seperti apa barangnya, kapan barang bisa diterima, kapan dikirim, bagaimana cara pembayarannya,” tukas Agus.

“Jadi, itu otomatis mengurangi hambatan-hambatan yang sebelumnya ada di tender. Zaman dulu semua harus tender, beli alat berat harus tender, tidak boleh menyebut merk. Tapi sekarang tinggal klik saja, jadi otomatis mengurangi potensi korupsi,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Unit Koordinasi dan Supervisi Bidang Pencegahan (Korsupgah) KPK Asep Rahmat Suwanda yang turut hadir pada sosialisasi tersebut, menyatakan harapannya agar Jawa Barat bisa segera menerapkan e-Katalog Daerah ini.

Jawa Barat akan bisa menjadi contoh dalam penerapan e-Katalog. Karena, kata Asep, sebelumnya sistem aplikasi e-Samsat, SKP Online, dan perizinan asal Jawa Barat telah berhasil direplikasi oleh daerah lain di Indonesia.

“Jawa Barat sudah memberikan kontribusi yang banyak untuk Indonesia. Untuk pengadaan barang dan jasa, kami mengharapkan sekali — walaupun tadi ada beberapa daerah lebih dahulu menerapkan e-Katalog lokal, tetapi saya yakin Provinsi Jawa Barat akan mampu mengakselerasi lebih cepat dan memperbanyak produk yang diberikan untuk contoh katalog lokal ini dan ini juga bisa direplikasi ke daerah lain,” harap Asep dalam sambutannya.

Lebih lanjut, Asep menuturkan ada delapan area yang menjadi fokus KPK dalam bidang pencegahan. Salah satunya yaitu pengadaan barang dan jasa, di samping pengelolaan APBD, perizinan, pendapatan, pengelolaan aset, pengelolaan dana desa, serta sektor strategis lainnya.

“Komposisi belanja modal barang dan jasa ini 24 persen dari total APBD. Di satu sisi ini sumber daya luar biasa untuk memajukan kesejahteraan rakyat, tapi di sisi lain kita harus hati-hati,” pinta Asep.

Asep mencontohkan kasus OTT (Operasi Tangkap Tangan) di salah satu provinsi yang dilakukan KPK beberapa waktu lalu. Hal itu terjadi, karena salah satunya masih dimungkinkannya praktek-praktek ijon. Sebenarnya penyimpangan tersebut bisa diminimalkan apabila ada kesepakatan dari semua pemangku kepentingan secara konsisten agar bisa memerangi praktek tersebut.

“Banyak tentu orang yang akan tergoda mengambil keuntungan secara tidak pantas dari angka 24 persen APBD itu. Dengan segala cara, karena ada yang namanya iming-iming, dan adanya ancaman,” tutur Asep.

“Maka dari itu para pelaku barang dan jasa yang diatur dalam peraturan perundang-undangan kita, kita akan pastikan mempunyai: pertama, adalah sistem atau komitmen yang kuat untuk sama-sama menjaga tata kelolanya; kedua, sistemnya kita perbaiki; dan yang ketiga; integritas,” pungkasnya.

(Bam’s)

Jalan Sudirman Kota Bandung Jadi Zona Parkir Non Tunai

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung menjadikan Jalan Sudirman sebagai zona parkir non tunai. Kini masyarakat yang memarkirkan kendaraan di sepanjang Jalan Sudirman harus menggunakan uang elektronik (e-money) untuk membayar biaya parkirnya.

Kepala UPT Parkir Kota Bandung, Nasrul Hasani mengatakan, pihaknya sudah menetapkan Jalan Sudirman sebagai zona parkir non tunai sejak Senin (2/7/2018) lalu.

“Setelah pertama di Braga, sekarang kita coba di Jalan Sudirman. Sejak Senin mulai diterapkan, berarti sudah empat hari sampai sekarang. Alhamdulilah ada peningkatan (pendapatan) dari biasanya,” ujar Nasrul kepada wartawan di Balai Kota Bandung, Kamis (5/7/2018).

Menurutnya, zona parkir non tunai di Jalan Sudirman disiapkan 16 mesin parkir yang telah terpasang untuk melayani pembayaran parkir.

Nasrul menilai, penerapan zona parkir non tunai ini menuai hasil positif di mana sejak diterapkan di Braga mampu menyerap pendapatan hingga empat kali lipat.

“Alhamdulillah, ada peningkatan. Di hari pertama bisa melampaui Rp2 juta dalam satu hari,” ucapnya.

Meski demikian, pihaknya mengakui saat ini masih banyak masyarakat yang belum mengetahui cara melakukan pembayaran parkir non tunai. Terutama pengendara kendaraan bermotor yang kebanyakan belum memiliki e-money.

“Kepemilikan kartu e-money ini masih belum semuanya. Penggunaan non tunai atau kartu e-money masih belum begitu familiar dengan masyarakat kita tapi kami coba dengan penekanan di Braga ternyata warga Bandung mengapresiasi. Dengan catatan ketika mereka (pengendara) tidak memiliki kita sediakan. Kami menggandeng empat bank. Alhamdulillah hasilnya cukup siginifkan,” pungkasnya.

(Adrian/Bam’s)

Gomez Kantongi Tiga Nama Pemain Anyar

0
ilustrasi (web)

‎BANDUNG, FOKUSJabar.id : Pelatih Persib, Mario Gomez sudah mengantongi beberapa nama pemain yang akan didatangkan dalam waktu dekat ini. Meski begitu, staf pelatih belum menyebutkan identitas pemain yang akan berlatih bersama Maung Bandung.

“Sudah ada beberapa nama. Sudah dari Mario dari saya sudah ada nama,” kata asisten pelatih Persib, Fernando Soler di Stadion Sport Jabar Arcamanik, Kota Bandung, Kamis (5/7/2018).

Soler menuturkan, ada tiga nama yang menjadi incaran pelatih. Kini, staf pelatih masih melakukan koordinasi dengan manajemen PT Persib Bandung Bermartabat (PBB).

“Ada tiga nama ya, nanti ada dikasih tahu nama ya, sekarang masih tunggu keputusan sama manajemen,” ucap asisten pelatih asal Argentina ini.

(Arif/DAR)

‎Calon Pemain Persib Roland Kabur? ini Kata Soler

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Persib Bandung kembali menggelar latihan di Stadion Sport Jabar Arcamanik, Kota Bandung, Kamis (5/7/2018), pada kesempatan tersebut pemain seleksi Roland Mandowen tidak terlihat berlati. Beredar kabar pemain yang berposisi sebagai striker ini kabur, asisten pelatih Persib, Fernando Soler belum bisa memastikan kabar tersebut.

Menurutnya, kemungkinan besar Roland tidak ikut berlatih karena salah informasi mengenai tempat latihan. “Mungkin salah (informasi), seperti saya bicara atas informasi kalian di latihan di Gelora (GBLA),” kata Soler di Stadion Sport Jabar Arcamanik, Kota Bandung, Kamis (5/7/2018).

Soler menuturkan, Roland tidak masuk dalam grup whatsapp tim Persib, sehingga tidak mengetahui perubahan tempat pertandingan. Meski begitu, pihaknya akan mencari tahu kemana pemain berusia 25 tahun tersebut pergi.

“Dia tidak punya satu grup (Whatsapp), pemain sama pelatih di grup itu masuk gantian di lapangan. Mungkin dia tidak ikut karena itu,” jelasnya.

(Arif)