spot_imgspot_img
Minggu 18 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 8027

DPRD Jabar: Korban PT BKN Ciamis Harus Diberi Asuransi Jiwa

0
(FOKUSJabar/Ageng)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Anggota Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat Didi Sukardi menegaskan bahwa PT KBN harus memberikan asuransi jiwa kepada keluarga korban meninggal dunia bernama Ilal Abdul Rosad (22). Demikian diungkapkan Didi menanggapi peristiwa meledaknya tungku pembakaran kayu PT KBN di Kabupaten Ciamis yang mengakibatkan seorang karyawan meninggal dunia.

“Harus diberikan asuransi jiwa,” tegas Didi melalui sambungan telepon, Senin (30/7/2018).

Pilitisi PKS itu menjelaskan bahwa asuransi jiwa sangat penting bagi pekerja di perusahaan, terlebih asuransi memberikan pergantian tunai kepada pegawai yang meninggal dunia saat bekerja.

Dari informasi yang terhimpun, hasil diagnosa dokter menyatakan bahwa Ilal mengalami luka bakar sekitar 70 persen. Beberapa hari korban dirawat di RS Margono, Purwokerto dan sempat sadar bahkan mulai membaik. Namun kondisi pemuda tersebut drop hingga tutup usia di RS Margono, Senin dini hari.

Selain Ilal, ada tujuh korban lainnya mengalami luka bakar setelah terkena percikan dari ledakan mesin oven pabrik kayu PT KBN di Desa Bojongmengger, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Sabtu malam (21/7/2018). Lima pegawai pabrik dan dua petugas Pusdalops BPBD Ciamis yang saat itu tengah menangani kobaran api.

Atas kejadian tersebut Didi mengucapkan duka cita kepada semua korban meledaknya tungku pembakaran kayu PT BKN, Ciamis. Dia berharap peristiwa kecelakaan kerja yang memakan korban jiwa tidak terulang.

(Ibenk/LIN)

Pj Gubernur Jabar: Seluruh Stakeholder Berkewajiban Melawan Peredaran Narkotika

0

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Komjen Mochammad Iriawan mengatakan bahwa Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2018 harus menjadi momentum untuk menunjukan keprihatinan, kepedulian, tanggung jawab dan tekad untuk memberantas penyalahgunaan dan peredaran narkoba.

Maka, setiap komponen masyarakat, dan seluruh stakeholder berkewajiban untuk melawan peredaran narkotika baik dari segi peredaran maupun pemberantasan.

“HANI, tentunya kita peringati setiap tahun. Kita prihatin terhadap peredaran narkotika yang ada di negara kita, khususnya di Jabar,” kata Iriawan saat memperingati HANI 2018 di Gedung Sate Bandung, Senin (30/7/2018).

Dia menegaskan bahwa diperlukan tekad yang maksimal untuk melawan bahaya narkotika. Jika tidak diberantas, bukan tidak mungkin peredarannya akan semakin merajalela dan mengancam masa depan bangsa.

“Narkotik adalah masalah dunia, jaringannya amat sangat hebat. Kita tahu beberapa sindikat, bahkan mengendalikan narkotika dari dalam lembaga permasyarakatan. Jadi mereka tidak dibatasi ruang dan gerak.  Harus ada penanganan khusus agar narkotika tidak berkembang. Strategi khusus tersebut, yaitu penanganan utuh antara suplly reduction dan demand reduction,” kata dia.

Suplly Reduction, yaitu memutus mata rantai pemasok Narkoba dari mulai produsen sampai dengan jaringannnya. Sementara Demand reduction, yaitu memutus mata rantai para pengguna narkoba. Kedua hal tersebut, kata dia, perlu didukung oleh multipihak baik pemerintah, penegak hukum, masyarakat dan yang paling utama adalah ketahanan keluarga.

“Untuk yang belum pernah, jangan coba -coba menggunakan natkotika, narkoba. Kalau punya masalah, jangan lari ke narkotika,” jelas dia.

Dari data BNN periode Januari – Desember 2017, diungkap sebanyak 46.537 kasus narkoba dan 27 kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang bersumber dari kejahatan Narkoba di Indonesia.

Dalam kasus tersebut, diamankan 58.365 orang tersangka kasus Narkoba, 34 tersangka TPPU dan 79 tersangka tewas akibat melakukan perlawanan saat penindakan.

BNN telah menemukan 739 zat narkotika jenis baru (new psychoactive substances (NPS) yang dilaporkan oleh 106 negara. Juga telah diidentifikasi 68 zat NPS telah masuk Indonesia dan beredar luas di masyarakat. Estimasi jumlah penyalahguna narkoba lebih dari 3 juta orang. Pada tahun 2017 11.071 orang mati karena narkoba atau 30 orang mati per hari.

Adapun Estimasi kerugian biaya ekonomi nasional akibat narkoba tahun 2017 sebesar Rp84,7 triliyun (Rp77,4 triliyun untuk kerugian biaya pribadi dan Rp7,27 triliyun untuk kerugian biaya sosial).

Jawa Barat , ungkap dia, menjadi provinsi dengan kerugian biaya sosial ekonomi tertinggi di Indonesia akibat penyalahgunaan narkoba, yakni sebesar Rp16,19 triliyun karena jumlah konsentrasi penyalahgunaan terbanyak di Indonesia, kemudian kedua di Provinsi Jawa Timur sebesar Rp12,34 Triliyun.

 

(LIN)

Ikadin Tasikmalaya: Advokat Harus Memegang Teguh Kode Etik Profesi

0
Para pengurus DPC Ikadin Tasikmalaya. (FOKUSJabar/Nanang Yudi)

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Ketua DPC Ikatan Advokat Indonesia (Ikadin) Tasikmalaya Meiman N Rukmana mengimbau agar seluruh pengacara yang tergabung dalam Organisasi Advokat (OA) yang dinaunginya lebih mengedepankan profesionalisme dan menjungjung tinggi kode etik.

Tidak hanya itu, dia pun menyarankan agar Advokat Ikadin terus bersinergi membangun kerjasama dengan institusi penegakkan hukum serta pelayanan terhadap pencari keadilan di wilayah Priangan Timur (Kabupaten/Kota Tasikmalaya, Ciamis, Banjar dan Pangandaran).

“Advokat Ikadin harus memberikan pelayanan kepada para pencari keadilan dan harus bersinergi dengan lembaga-lembaga hukum lainnya,” ungkap Meiman N Rukmana, Senin (29/7/2018).

Meiman menegaskan bahwa seluruh Advokat Ikadin Tasikmalaya siap membantu dan memberikan pelayanan kepada seluruh masyarakat di Priangan Timur.

“Para Advokat Ikadin Tasikmalaya harus mengedepankan dan menjungjung tinggi kode etik profesi dan memberikan yang terbaik bagi para pencari keadilan,” tegas dia.

(Nanang Yudi/LIN)

Pileg 2019, Masyarakat Ingin Wajah-wajah Baru?

0
pileg
Foto Web

GARUT, FOKUSJabar.id: Jelang Pemilihan Legislatif (Pileg) periode 2019-2024, seluruh Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) dari masing-masing Partai Politik (Parpol) peserta Pemilu sudah di daftarkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Namun sangat di sayangkan, sistem rekruitmennya minim idiologi. Para pengurus Parpol lebih mengutamakan popularitas. Padahal, mereka sama sekali tidak memiliki dasar pendidikan politik.

BACA JUGA:

Soal Isu Pemda Pecat PPPK, Ini Kata MenPAN-RB

Pola rekruitmen asal-asalan terjadi juga di Kabupaten Garut. Dampak negatifnya dapat di lihat dari rendahnya kepekaan para anggota DPRD periode 2009-2014 dan 2014-2019 terhadap masalah yang terjadi di masyarakat.

Momentum Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2018 kemarin, di pakai ajang penciteraan dan tebar pesona para Bacaleg dari seluruh Parpol pengusung maupun pendukung Pasangan Calon (Paslon).

Tak hanya incumbent, wajah-wajah baru pun dengan gencar terjun ke masyarakat agar bisa meraih simpatik dari calon pemilih.

Posisi incumbent bukan jaminan untuk dapat terpilih kembali, meski statusnya di untungkan dalam hal membangun simpul-simpul jaringan maupun pembangunan infrastruktur melalui pokok-pokok pikiran DPRD.

Masyarakat tentunya akan melihat kiprah mereka selama memangku jabatan wakil rakyat. Jika banyak janji yang tidak terealisasi, mungkin di situlah letak kelemahan sang incumbent.

Pileg 2019-2024, para incumbent selain di sibukkan dengan persaingan para pendatang baru, juga akan meladeni persaingan internal. Yakni, berburu nomor urut.

Berkaca pada Pileg dua periode sebelumnya, 60-65 persen di Gedung Patriot (DPRD Garut) di huni para pendatang baru. Kondisi tersebut di prediksi tidak akan jauh berbeda pada Pileg 2019-2024.

Sekarang tinggal bagaimana caranya para incumbent bisa kembali meraih simpatik dari masyarakat yang notabene sudah kurang percaya karena janji-janji mereka saat kampanye banyak yang tidak terpenuhi.

Kondisi tersebut, tentu saja di manfaatkan para pendatang baru. Mereka melakukan blusukan hingga ke akar rumput dan menggelar berbagai pertemuan dengan para tokoh masyarakat.

Di sini, masyarakat di tuntut cerdas dalam menentukan pilihannya. Artinya, harus benar-benar memilih wakilnya yang prorakyat. Jangan tergiur politik transaksional yang hanya untuk kepentingan sesaat.

Kompetisi antarparpol dan Calon Legislatif (Caleg) akan semakin panas dan ketat untuk kembali merebut suara rakyat di-tengah kecenderungan apatisme politik dan golput.

Terlebih, ketika muncul berbagai produk kompetitif berupa konsep, program solutif serta gagasan unik yang di tawarkan oleh rival-rival Parpol atau caleg lainnya.

Karenanya, di butuhkan sebuah strategi jitu dalam kampanye. Yakni, salah satunya komunikasi dua arah. Di mana masyarakat di beri ruang untuk memberikan komentar atau tanggapan.

Parpol dan para Caleg jangan selalu berfikir bisa meraih perolehan suara dalam skala besar. Tapi, berusaha menggarap kantong-kantong suara yang selama ini belum tersentuh. Selamat berjuang agar bisa meraih simpatik masyarakat.

(Bambang Fouristian)

Wali Kota Bekasi Laporkan Makar ke Bareskrim

0
makar

BEKASI FOKUSJabar.id: (Makar) Penjabat Wali Kota Bekasi Ruddy Gandakusumah mendatangi Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Senin (30/7/2018).

Didampingi lima pengacaranya, Ruddy ke Bareskrim untuk melaporkan dugaan makar yang dilakukan oknum pejabat ASN Kota Bekasi terhadap jabatannya sebagai Pj Wali Kota Bekasi.

Informasi yang terhimpun, Ruddy melaporkan Sekda Kota Bekasi Rayendra Sukarmaji dengan dugaan ujaran kebencian.

BACA JUGA:

Bey Machmudin Berduka Atas Kecelakaan Bus di Subang

Rayendra diduga menghasut para ASN untuk tidak mematuhi perintah Pj Wali Kota Bekasi Ruddy Gandakusumah sebagai pemimpin daerah, seperti yang diatur dalam UU ITE Pasal 28 ayat 2 dan Pasal 160, dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara.

“Saya sekarang sedang di Bareskrim, laporan saya terkait pasal 28 ayat (2) UU No 11 th 2008 tentang ITE dan Pasal 160 KUH Pidana tentang penghasutan,” kata Ruddy.

(LIN)

Tempatkan 11 Atlet di Semifinal, Kota Bandung Optimis Raih 4 Emas Tarung Derajat Popda XII Jabar

0
(FOKUSJabar/Ageng)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Tim Tarung Derajat Popda XII Jabar – Kota Bandung menargetkan untuk memperbaiki prestasi pada ajang multieven olahraga dua tahunan tingkat pelajar tahun 2018 dengan meraih minimal empat medali emas. Pasalnya, pada laga Popda XI Jabar tahun 2016, tim Tarung Derajat Kota Bandung hanya meraih satu medali emas, satu medali perak, dan dua medali perunggu.

Koordinator Tim Tarung Derajat Kota Bandung Popda XII Jabar, Yayan Hartayan menuturkan, peluang untuk meraih empat medali emas pada Popda XII Jabar tahun 2018 cukup terbuka. Pasalnya, dari 13 nomor tarung yang sudah menyelesaikan babak penyisihan, Kota Bandung berhasil menempatkan 11 atlet di babak semifinal.

“Di nomor tarung, kita kalah satu atlet di kelompok putra dan satu atlet di kelompok putri. Jadi 11 atlet kita berhasil lolos ke semifinal, yakni lima di kelompok putri dan enam di putra. Kalau untuk seni gerak, belum ada hasil dan kita masih menunggu,” ujar Yayan saat ditemui di venue Tarung Derajat Popda XII Jabar tahun 2018, Youth Center SPOrT Jabar, Jalan Pacuan Kuda, Arcamanik Kota Bandung, Senin (30/7/2018).

Dengan menempatkan 11 atlet di babak semifinal nomor tarung, Yayan mengaku jika target yang diemban diharapkan bisa tercapai. Bahkan saat melihat pesaing di Popda XII Jabar tahun 2018, pihaknya cukup yakni bisa meraih empat medali emas.

“Kita masih punya kans untuk mencapai 4 medali emas, apalagi untuk nomor seni gerak belum ada kepastian siapa yang masuk semifinal. Kalau prediksi saya, setidaknya ada enam kelas di nomor tarung yang bisa masuk final yakni di putra empat kelas dan di putri sebanyak dua kelas. Itu belum dari seni gerak,” terangnya.

Meski demikian, Yayan tetap mengantisipasi kekuatan dari daerah lain yang bisa menjadi batu sandungan untuk meraih empat medali emas di Popda XII Jabar tahun 2018. Kota/Kabupaten yang diprediksi akan menjadi ‎pesaing terkuat Kota Bandung di cabang olahraga Tarung Derajat Popda XII Jabar diantaranya Kabupaten Bandung, Kabupaten Garut, Koa Tasikmalaya dan Kabupaten Tasikmalaya.

“Target empat medali emas yang kita incar diharapkan bisa disumbangkan dari nomor tarung putra sebanyak dua medali emas, tarung putri sebanyak satu medali emas dan nomor seni gerak sebanyak satu medali emas,” tegasnya.

Seperti diketahui, babak final dari 17 nomor di cabang olahraga Tarung Derajat Popda XII Jabar tahun 2018, akan digelar secara serentak pada Selasa (31/7/2018). Baik di nomor tarung maupun nomor seni gerak.

(ageng/bam’s)

Besok, Tarung Derajat Perebutkan 17 Medali Emas Popda XII Jabar Tahun 2018

0
(FOKUSJabar/Ageng)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Pertandingan cabang olahraga Tarung Derajat pada gelaran Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) XII Jawa Barat tahun 2018, sudah memasuki babak akhir. Digelar sejak Minggu (29/7/2018) di Youth Center SPOrT Jabar,‎ Arcamanik Kota Bandung, babak final cabang olahraga Tarung Derajat Popda XII Jabar pun akan digelar Selasa (31/7/2018) besok.

Bidang Pertandingan Cabor Tarung Derajat Popda XII Jabar, Budi Rahmat menuturkan, cabang olahraga Tarung Derajat mempertandingkan sebanyak 17 nomor pertandingan. Terdiri dari tujuh nomor tarung putra, enam nomor tarung putri, dan empat nomor seni gerak.

“Untuk babak final di semua nomor, akan kita gelar secara bersamaan pada hari terakhir pertandingan, Selasa (31/7/2018). Karena ini olahraga yang keras, maka atlet pun maksimal bertandingan dalam sehari itu sebanyak dua kali,” ujar Budi saat ditemui di sela-sela pertandingan cabang olahraga Tarung Derajat Popda XII Jabar tahun 2018, Minggu (30/7/2018).

Budi menambahkan, pada hari ini (Minggu, 30/7/2018), pertandingan digelar hingga babak semifinal di semua nomor. Baik nomor tarung maupun nomor seni gerak.

“Untuk empat nomor seni gerak terdiri dari nomor rangkaian gerak putri, gerak tarung putra, gerak tarung mix, dan gerak bertahan menyerang putra,” tegasnya.

‎Saat berita ini diturunkan, pertandingan babak semifinal di cabang olahraga Tarung Derajat Popda XII Jabar tahun 2018 masih berlangsung. Baik untuk pertandingan di nomor tarung maupun di nomor seni gerak yang digelar di dua matras pertandingan.

Sementara itu, pertandingan di 20 cabang olahraga ‎masih menjalani babak penyisihan. Bahkan ada beberapa cabang olahraga yang baru menjalani pertemuan teknik (technical meeting) pada hari ini, Senin (30/7/2018) dan mulai menjalani pertandingan pada Selasa (31/7/2018) dan Rabu (1/8/2018) besok.

Popda XII Jabar tahun 2018 ini sendiri mempertandingkan sebanyak 21 cabang olahraga dengan jumlah nomor pertandingan sebanyak 284 nomor. Pertandingan pun tersebar di empat kota/kabupaten yakni di Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Karawang‎.

Popda XII Jabar tahun 2018, diikuti oleh 3.038 atlet yang mewakili 27 kota/kabupaten di Jabar. Kota Bandung menjadi kontingen terbanyak yang mengirim perwakilan atletnya sebanyak 307 orang , diikuti Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bogor dengan jumlah 221 orang atlet. Sedangkan cabang olahraga yang terbanyak diikuti atlet di cabang olahraga Atletik sebanyak 314 atlet, lalu Taekwondo sebanyak 284 atlet, dan karate sebanyak 258 atlet.

(ageng/bam’s)