Usai Taklukan Sriwijaya, Persib Semakin Kokoh di Puncak Klasemen Sementara
Popda XII Jabar Berjalan Baik dan Sukses, Ini Indikatornya
BANDUNG, FOKUSJabar.id: Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jawa Barat menilai pelaksanaan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) XII Jawa Barat tahun 2018 berjalan dengan baik dan sukses. Beberapa indikator pun memperlihatkan jika pelaksanaan Popda XII Jabar tahun 2018 ini berjalan tanpa ada hambatan berarti.
Kepala Dispora Jabar Yudha M Saputra mengatakan, kesuksesan penyelenggaraan Popda XII Jabar tahun 2018 terlihat dari unsur obyektifitas yang cukup berjalan bagus. Bahkan penyelenggaraan pun memberikan kepuasan kepada seluruh pihak terkait.
“Yang paling memuaskan, hasil dari Popda XII Jabar ini tidak menimbulkan ekses yang negatif. Kalau hasil Popda XII Jabar menimbulkan ekses negatif, berarti ada ketidakpuasan dari beberapa pihak. Ini berarti semua unsur mulai dari atlet, pelatih, ofisial, wasit, hingga perangkat terkait bersikap objektif,” kata Yudha saat ditemui di Grand Aquila Hotel, Jalan Pasteur Kota Bandung, Sabtu (4/8/2018).
Selain itu, gelaran Popda XII Jabar tahun 2018 diikuti oleh 4.529 orang yang 3.038 di antaranya merupakan atlet. Mereka akan membela 27 kota dan kabupaten yang bertanding di 284 nomor pertandingan di 21 cabang olahraga.
Jumlah peserta tersebut, diakui Yudha, lebih banyak dibandingkan gelaran Popda XI Jabar tahun 2016 yang digelar di Kabupaten Bogor. Hal ini membuktikan jika pola pembinaan olahraga yang dilakukan di kota/kabupaten sudah berjalan.
“Memang masih ada dominasi Kota Bandung dengan torehan medali dengan selisih yang cukup signifikan karena Kota Bandung memiliki sarana prasarana yang cukup lengkap sehingga masih unggul. Ini berarti belum terjadinya pemerataan di 27 kota/kabupaten di Jabar. Tapi setidaknya dari aspek pola pembinaan sudah ada dan berjalan dan untuk ke depan kita akan lakukan persiapan Popnas XV tahun 2019 dengan sistem sentralisasi di kota dan kabupaten,” tegasnya.
Seperti diketahui, gelaran Popda XII Jabar tahun 2018 secara resmi ditutup pada Jumat (3/8/2018) malam di stadion SPOrT Jabar, Arcamanik, dengan mengukuhkan Kota Bandung sebagai juara umum.
Kontingen Kota Bandung mengumpulkan 78 medali emas, 47 medali perak dan 62 medali perunggu diikuti Kabupaten Bogor di posisi runner up dengan raihan 33 medali emas, 34 medali perak, dan 33 medali perunggu. Sementara peringkat ketiga ditempati kontingen Kabupaten Bandung dengan raihan 20 medali emas, 23 medali perak dan 35 medali perunggu.
(Ageng/LIN)
Sekretaris DPC Lanni: Sasaran Pengedar Narkoba adalah Generasi Muda
TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Sekretaris DPC Lembaga Anti Narkotika Nasional (Lanni) Kabupaten Tasikmalaya Novie Dewi Fariani menyebut bahwa sasaran para pengedar narkoba adalah para generasi muda, maka pengawasan dari berbagai pihak harus lebih ditingkatkan.
“Pengedaran Narkotika bagaikan gunung es di lautan, hanya terlihat puncaknya saja. Maka kita semuanya harus lebih meningkatkan perhatian dari mulai lingkungan keluarga maupun masyarakat luas,” ungkap Novie Dewi Fariani, Sabtu (4/8/2018).
Narkotika katadia, adalah ancaman bagi generasi muda penerus bangsa, maka penyuluhan dan pencegahan terhadap masyarakat harus lebih ditingkatkan agar mereka lebih berhati-hati akan bahaya narkoba.
“Bila penyuluhan pencegahan terhadap bahaya narkoba kepada masyarakat lebih ditingkatkan, maka yang tidak tahun akan menjadi tahu bahaya narkoba,” jelas dia.
(Nanang Yudi/LIN)
Targetkan Zero Kematian Ibu dan Anak, Pemkot Tasik Dorong Kompetensi Tenaga Medis
TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id : Masih tingginya angka kematian bayi dan ibu di Kota Tasikmalaya menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Tasikmalaya untuk menekan jumlah kasus tersebut.
Berdasarkan data, jumlah kematian bayi dan ibu di Kota Tasikmalaya masih saja terjadi, di tahun 2016 lalu jumlahnya 16 kasus kematian, tahun 2017 ada 14 kasus dan sampai Agustus tahun 2018 ini sudah ada 9 kasus kematian.
“Kita harus punya program dan langkah untuk mengurangi dan menekan angka kematian bayi dan ibu, bagaimana pun ini menjadi perhatian khusus untuk menyelamatkan bayi dan ibu saat melakukan persalinan dengan penanganan yang tepat dan cepat,” ungkap Wali Kota di acara HUT Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Ke – 67 Cabang Kota Tasikmalaya di Hotel Horison Sabtu (04/08/18).
Ditambahkan, walaupun kasus kematian di Kota Tasikmalaya angkanya masih di bawah angka kematian di tingkat provinsi dan nasional, namun ini tetap menjadi PR Pemerintah Kota Tasikmalaya untuk menanggulangi sampai benar-benar tidak ada kasus kematian lagi.
”Semua stakeholder harus terlibat dan berperan mewujudkan zero kematian bayi dan ibu, jangan terputus mata rantai pelayanan kesehatan ibu dan anak, Dinas Kesehatan dengan program-programnya, para dokter kandungan dan anak serta para tenaga medis dan tenaga bidan harus bersinergi dalam meningkatkan derajat kesehatan Masyarakat,” harapnya.
Sementara itu, Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Kota Tasikmalaya Dr. Atit Tajmiati mengatakan, untuk menekan angka kematian bayi dan ibu tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga bidan. Lebih dari itu memerlukan peran serta dari seluruh tenaga medis untuk meningkatkan pelayanan kesehatan ibu dan bayi, baik pra dan paska melahirkan.
“Target zero kematian bayi dan ibu di Kota Tasikmalaya akan tercapai bilamana semua elemen terkait dan tenaga medis berkomitmen bersama untuk itu,” ungkap Atit.
Dia menambahkan bahwa tenaga bidan adalah garda terdepan dalam mengawal kesehatan Maternal Neonatal, sehingga bidan diharapkan meningkatkan kompetensinya dalam pelaksanaan pendampingan ibu hamil.
”IBI Kota Tasikmalaya terus berupaya meningkatkan kompetensi para bidan dengan mengupdate pengetahuan keterampilannya, melakukan penelitian-penelitian, melaksanakan pelatihan yang sifatnya soft skill supaya dalam memberikan pelayanan bisa memberikan kenyamanan sesuai dengan Germas yakni kualitas SDM dan kualitas pelayanan,” pungkasnya.
(Seda/LIN)
Persib Taklukkan Sriwijaya FC
BANDUNG, FOKUSJabar.id: Persib Berhasil mengamankan poin penuh pada laga kandang Liga 1 2018 seusai menaklukkan Sriwijaya FC dengan skor 2-0 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Sabtu (4/8/2018).
Persib yang bermain sebagai tuan rumah, langsung mengabil inisiatif serangan lebih dulu. Beberapa peluang langsung didapatkan oleh skuad Maung Bandung, namun belum ada yang bisa dimaksimalkan menjadi gol.
Persib akhirnya mampu memecah kebuntuan pada menit 16, setelah Jonathan Bauman merobek gawang Sriwijaya FC memanfaatkan bola liar sepakan Agung Mulyadi. 1-0 untuk keunggulan Persib.
Tertinggal satu gol, Sriwijaya berusaha membalas, mereka membangun serangan untuk mengancam gawang Persib. Namun, Maung Bandung malah memperbesar keunggulannya menjadi 2-0 melalui sundulan Patrich Wanggai, skor tersebut bertahan hingga babak pertama usai.
Memasuki babak kedua, Persib kembali menekan pertahanan Sriwijaya dan menciptakan beberapa peluang emas. Sayang, peluang tersebut belum bisa dimaksimalkan menjadi gol.
Pelatih Mario Gomez memasukan tenaga baru Muclis Hadi masuk menggantikan Agung Mulyadi, dan Eka Ramdani menggantikan Patrich Wanggai.
Sriwijaya FC hampir memperkecil ketertinggalannya, sayang peluang yang didapat masih membenturtiang gawang, sehingga skor 2-0 untuk keunggulan Persib tetap bertahan.
(Arif/LIN)









