spot_imgspot_img
Minggu 18 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 7988

Massa Persis Kembali Berunjuk Rasa Kawal Sidang Lanjutan Asep Maftuh

0
Massa Aksi dari Persatuan Islam (Persis) mengawal jalannya sidang Asep Maftuh, terdakwa penganiayaan yang mengakibatkan kematian ustaz Prawoto. (FOKUSJabar/Ibenk)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Ratusan massa dari Persatuan Islam (Persis) Jawa Barat kembali melakukan aksi di depan Pengadilan Negeri Bandung Kelas 1 A Khusus, Kamis (16/8/2018), untuk mengawal jalannya sidang terdakwa penganiayaan yang mengakibatkan kematian Ustadz Prawoto.

Terdakwa Asep Maftuh akan menjalani sidang lanjutan dengan jadwal pembacaan duplik atau menanggapi replik dari jaksa penuntut umum yang telah dibacakan pada Kamis (9/8/2018).

Dari pantauan FOKUSJabar.id, kali ini massa Persis yang menggelar aksi lebih banyak ketimbang pada saat sidang pada Kamis lalu.

Ketua Teritorial Brigade Persis Pusat, Dedi Kusnursandi mengatakan, massa yang datang sekitar 310 orang. Mereka datang secara spontan untuk menyampaikan aspirasi tanpa dikoordinir terlebih dahulu.

“Aksi ini adalah aksi spontanitas. Dorongan dari keluarga besar Persis yang awalnya seluruh keluarga besar hanya memantau tidak melakukan pergerakan apa pun. Tetapi sejak adanya tuntutan 6,5 tahun penjara dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) kepada terdakwa kami terus melakukan aksi dengan harapan hukuman kepada terdakwa lebih berat,” kata Dedi.

Pada sidang yang beberapa minggu lalu dengan jadwal pembacaan tuntutan oleh JPU dari Kejaksaan Negeri Bandung, Dina B. A. Situmorang menuntut terdakwa Asep Maftuh dengan 6,5 tahun penjara.

Menurut Dedi, Persis tidak terima tuntutan tersebut. Persis ingin pelaku pembunuh ustaz Prawoto dihukum lebih berat. Dia berharap Majelis Hakim pimpinan sidang bisa mendengar tuntutan keadilan dari Keluarga Besar Persis.

(Ibenk/Bam’s)

RSUD Ciamis Ingin Perawat Kantongi STR

0
ilustrasi (web)

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Manajemen RSUD Ciamis kini lebih selektif dalam melakukan rekruitmen calon perawat/tenaga kesehatan.

Sebagai Rumah Sakit berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), tentunya tidak ingin main-main. Khususnya yang berhubungan dengan pelayanan keperawatan.

” Untuk rekruitmen perawat, kita hanya menerima yang sudah memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) tenaga kesehatan,” kata Direktur RS, Aceng Solehudin yang didampingi Kepala Bidang Keperawatan RSUD Ciamis, Osep Hernandi, Kamis (16/8/2018).

STR kata dia, adalah bukti seseorang telah dinyatakan lulus uji kompetensi oleh Majelis Tenaga Kesehatan Indonesia (MTKI) sebagai lembaga yang berwenang mengeluarkan STR.

“Banyak lulusan keperawatan yang sudah melamar ke sini, tapi mereka banyak yang belum memiliki STR. Ya, terpaksa belum bisa kami terima,” ucapnya.

Diakuinya, saat ini jumlah perawat di RSUD Ciamis sudah memadai dengan total 421 perawat. Terdiri dari perawat status PNS 162 orang, perawat status kontrak 152 dan perawat magang 107 orang, ditambah dengan bidan PNS 29 orang dan bidan kontrak 34.

Hanya saja, saat ini membutuhkan perawat baru untuk ditempatkan di lantai 2 paviliun Hasan Sobari dengan fasilitas VIP dan kelas 1. Ada 36 kamar dengan total 46 ranjang pasien. Perawat yang diperlukan adalah 2/3 dari jumlah tempat tidur.

” Saat ini paviliun Hasan Sobari lantai 2 belum dibuka lantaran SDM perawatnya belum ada. Kita masih butuh sekitar 30-35 perawat untuk ditempatkan di sana,” ungkap mantan Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Ciamis dua periode ini.

Menurutnya, rekruitmen perawat tetap dilaksanakan namun tidak terbuka karena beberapa pertimbangan.

” Yang melamar selalu ada, tapi ya itu, kita seleksi dulu kompetensinya. Termasuk kita juga ingin yang sudah punya STR,” beber dia.

Lanjutnya, pihak RSUD Ciamis tidak mau mengambil resiko dengan mempekerjakan perawat yang belum memiliki STR.

Sebab, perawat hanya boleh bekerja di lembaga pelayanan kesehatan kalau sudah memiliki STR, itu diatur di tiga undang-undang salahsatunya UU nomor 38 tahun 2014 tentang keperawatan. Jika dilanggar, tentu ancaman hukumanya cukup berat.

“STR ini fungsinya sebagai syarat bekerja untuk menyatakan bahwa lulusan itu sudah kompeten di bidang keilmuan dan keperawatan,” tandasnya.

(Riza M Irfansyah/Bam’s)

Semangat HUT RI, Kota Banjar Bentangkan Bendera Terpanjang di NKRI

0
(FOKUSJabar/Boip)

BANJAR, FOKUSJabar.id: Sepanjang 3.300 meter kain warna merah dan putih dijahit menjadi bendera. Ini dilakukan dalam rangka memperingati rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 Kemerdekaan Republik Indonesia di perbatasan Jawa Barat.

Wali Kota Banjar, Ade Uu Sukaesih menjelaskan bahwa penjahitan kain merah putih ini memiliki spirit kebangsaan. Bagaimana sebagai bangsa Indonesia harus tetap bisa mempertahankan keutuhan kemerdekaan.

” Dulu, Ibu Fatmawati istri Bung Karno menjahit sendiri. Kebayang perjuangan pahlawan kala itu,” ucap dia, Kamis (16/8/2018).

Menurut dia, pada era millennial spirit perjuangan diaktualisasikan pada gotong royong menjaga keutuhan NKRI dengan spirit kemerdekaan.

“Kebersamaan kita menjaga keutuhan bangsa harus tetap dijaga serta semangatnya semakin ditingkatkan. Dengan spirit kerja nyata prestasi bangsa,” katanya.

Kapolres Banjar, AKBP Martius menyebut bahwa kain merah putih yang dijahit sepanjang 3300 meter oleh 6600 orang ini merupakan terpanjang di Indonesia.

“Tentu ini terpanjang di Indonesia yakni 3300 meter,” ucap dia.

Matrius menerangkan penjahitan kain merah putih ini syarat dengan nilai makna. Seperti menumbuhkan jiwa nasionalisme, menumbuhkan rasa perjuangan bangsa bagaimana sulit nya menyambungkan merah putih.

“Nanti setelah dijahit akan digelorakan semangat merah putih, sebagai bentuk perjuangan bangsa Indonesia,” tutur dia.

(Boip/Bam’s)

Lima Pedagang Miras Diamankan Polisi

0
(FOKUSJabar/Husen Maharaja)

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Perang terhadap peredaran Minuman Keras (Miras) yang digelorakan jajaran Polres Ciamis terus dilakukan.

Hal tersebut kata Kapolres Ciamis, AKBP. Bismo Teguh Prakoso, sebagai upaya untuk memberantas peredaran Miras yang ada di wilayah hukumnya.

Menurut Bismo, peredaran Miras saat ini memang sudah cukup meresahkan sehingga perlu penindakan terhadap para pejual Miras.

” Dalam operasi malam tadi, kami di Pangandaran berhasil mengamankan lima pedagang yang ditenggarai berjualan Miras,” ucapnya, Kamis (16/8/2018).

Mereka yang terbukti menjual Miras sudah diamankan untuk proses hukum selanjutnya.

” Untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya, mereka kami amankan beserta barang buktinya,” sebut Kapolres.

Sementara itu barang bukti yang berhasil disita. Diantaranya, Killin 2 botol, Anggur Merah 3 botol, Arak Putih 1 botol, Gilbeys 2 botol, Ice Land 2 botol, Miras Oplosan jenis Ciu 6 botol bekas anggur orangtua, 4 botol bekas aqua dan 15 plastik ukuran 1,5 liter.

(Husen Maharaja/Bam’s)

Pensi SMA Informatika Ciamis untuk Gali Potensi Para Siswa

0
(FOKUSJabar/Husen Maharaja)

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Ratusan siswa SMA Informatika ikuti gelaran pentas seni dan musik (Pensi) bertempat di kampus sekolah yang berlokasi di Jalan Bojonghuni, Kelurahan Maleber, Kabupaten Ciamis.

Menurut Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Dadi Rusyadi, kegiatan tersebut untuk menggali potensi para siswa dibidang seni dan musik.

“Kegiatan ini rutin dilaksanakan dalam mencari talenta-talenta terbaik dibidang seni dan musik,” katanya, Kamis (16/8/2018).

Dadi menambahkan, awalnya kegiatan Pensi hanya bidang musik saja, namun seiring banyaknya minat dari siswa sudah beberapa tahun ini ditambah dengan kegiatan seni tari tradisional.

“Awalnya pentas seni ini hanya lomba Band saja, namun saat ini kesenian tradisional pun dilombakan,” ucapnya.

Kegiatan Pensi diakhiri dengan kegiatan jalan sehat. Pihaknya menyediakan door prize.

“Kami sediakan hadiah door prize yang menarik bagi peserta jalan sehat,” ungkapnya.

(Husen Maharaja/Bam’s)

Walikota Tasikmalaya Tunggu Status Hukum Usai Diperiksa KPK

0
Walikota Tasikmalaya Budi Budiman. (FOKUSJabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id:, Walikota Tasikmalaya Budi Budiman pun pasrah jika nanti dirinya kembali dipanggil oleh KPK. ”Iya saya parah sajalah jika ada panggilan lagi dari KPK, sebagai warga negara yang taat hukum, tentunya saya siapa memenuhi panggilan tersebut,dan saya buktikan panggilan pertama saya penuhi,”ungkap Budi Budiman Kamis (16/08/18) di Gedung DPRD Kota Tasikmalaya.

Terkait kasus hukum yang dihadapinya, dia pun menyerahkan sepenuhnya pihak hukum yang menyelidik dalam hal ini KPK. “Saya siap jika nanti dipanggil untuk memberikan keterangan dan menjadi saksi atas tersangka pejabat Kementerian Keuangan Yaya Purnomo (YP) di KPK,”ucapnya kepada Wartawan.

Saat ditanya terkait pemeriksaan perdananya di KPK Selasa (14/08) lalu, berapa pertanyaan yang di ajukan KPK, terus apa saja yang ditanyakan KPK, berapa lama menjalani pemeriksaan di KPK, Walikota Tasikmalaya dua periode tersebut hanya menjawab tidak tahu.

”Saya sudah tidak ingat lagi apa saja yang ditanyakan KPK, masalah itu saya no comment,”katanya sambil berlalu. (Seda)

BKKBN Jabar Kampanye KB di Garut

0

GARUT,FOKUSjabar.id: BKKBN terus berkomitmen untuk menggalakan program keluarga berencana. Setelah sebelumnya, Rabu (15/8/2018) program promosi dan pelayanan KB dan KR diselenggarakan di Kp. Kubang Desa Nanjungjaya Kec Kersamanah Kab. Garut.

Kegiatan berlangsung di dua tempat yang berbeda, untuk pelayanan KB berada di pusat kesehatan yang bersebalahan dengan kantor Desa Nanjungjaya pada pukul 08.00 WIB, acara tersebut diberikan dengan cuma-cuma dan peserta yang berpartisipasi diberikan 5 Kg beras dan 2 liter  minyak goreng kemasan.

BACA JUGA:

Bey Machmudin Berduka Atas Kecelakaan Bus di Subang

Selanjutnya acara sosialisasi berada di lapangan yang berada masih di lingkungan desa nanjungjaya disebuah lapangan milik warga dengan total 300 peserta hadir. Di awal acara Event Organizer (EO) menampilkan musik kasundaan untuk menyambut para peserta yang hadir.

Acara sosialisasi tersebut dihadiri oleh perwakilan dari BKKBN Jawa Barat, Perwakilan dari DKBPPPA (Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak) Kabupaten Garut, OPD KB, Kader-kader KB desa nanjungjaya dan perwakilan Kecamatan Kersamanah.

Acara yang berlangsung dari pukul 02.00 WIB siang tersebut turut dihadiri oleh  Haerudin (Anggota Komisi IX DPR RI)

Haerudin menjelaskan bahwa tugas beliau ini di komisi 9 menangani khususnya kesehatan karna berkaitan dengan tema kali ini mengenai KB, bila melihat data bahwa garut menduduki peringkat ke3 terakhir permasalahan kesehatan, jadi acara kali ini sangat diperlukan masyarakat supaya warga masyarakat paham dan mengerti menjadi masyarakat yg sehat melalui kegiatan KB hari ini.

Selain itu, ada materi yang disampaikan juga oleh  Pintauli Promosi pelayanan KB dan KR berkualitas, nah KR disini singkatan yg berarti Kesehatan Reproduksi lalu KR ini punya 4 program yakni terlalu terlalu cepat, terlalu muda, terlalu tua dan terlalu banyak.

Selain itu  Wawan dari DKBPPPA Kab. Garut menambahkan mengenai contoh sistem KB yakni dengan cara penundaan usia perkawinan, beliau memberikan contoh bahwa seorang anak gadis setelah lulus sma mereka bekerja di desa minimal selama 2 tahun tanpa menikah, nah ini yang dialami beliau di kecamatan malangbong Kab. Garut.

Di akhir acara, Event Organizer (EO) dari kegiatan ini membagikan dorprize berupa sepeda, televisi, penanak nasi dan dorprize lainnya yang membuat acara semakin meriah.

(Budi/Dar)