spot_imgspot_img
Minggu 18 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 7987

Penasehat Hukum Pembunuh Aktivis Persis Minta Klienya Dibebaskan

0
Terdakwa Asep Maftuh pada saat akan memulai persidangan di Pengadilan Negeri Bandung Kelas 1 A Khusus, Kamis (16/8/2018). (FOKUSJabar/Ibenk)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Persidangan dengan agenda pembacaan duplik terdakwa Asep Maftuh yang diduga telah melakukan penganiayaan yang mengakibatkan kematian seorang ustaz dari Persatuan Islam (Persis), Prawoto digelar di Pengadilan Negeri Bandung Kelas 1 A Khusus, Kamis (16/8/2017).

Duplik atau pembelaan terdakwa terhadap replik yang telah dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandung pada persidangan sebelumnya, dibacakan oleh tim Penasihat Hukum terdakwa Asep Maftuh, Armita Ria Sibuea, Gun Gun Gunawan, dan Natasya Elya Fatin.

Mereka menilai, Pasal 351 ayat 3 KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan kematian yang didakwakan kepada Asep Maftuh tidak benar. Menurut mereka, korban yang bernama ustaz Prawoto tidak meninggal karena perbuatan yang dilakukan Asep Maftuh.

“Ada keterangan saksi juga, keterangan saksi ahli dr. Darmanto dalam persidangan sebelumnya menyatakan bahwa lukanya yang dialami korban (ustaz Prawoto) itu belum tentu mengakibatkan kematian,” ujar Armita.

Menurut Armita, tim Penasihat Hukum Asep Maftuh menilai, korban meninggal karena ada tindakan pulang paksa dari rumah sakit oleh keluarga dan adanya pembiaran dari pihak rumah sakit.

“Jadi kita asumsikan bahwa selama perjalanan dari rumah sakit ke rumah korban itu ada sesuatu yang tidak kita ketahui. Kematiannya pun tidak langsung kan (setelah penganiayaan ustaz Prawoto tidak langsung meninggal),” tambah Armita.

Dia juga menjelaskan, setelah kejadian dugaan penganiayaan korban tidak langsung dibawa ke rumah sakit. Sebelum dibawa ke rumah sakit korban dibawa ke rumahnya terlebih dahulu lalu dibawa ke rumah sakit Avesina kemudian dibawa ke rumah sakit Santosa.

“Pada saat di rumah sakit Santosa pun, korban dibawa paksa, alat-alat medisnya dibuka paksa oleh pihak keluarga. Tanpa sepengetahuan. Jadi kami menduga, bisa saja pada saat dibawa dari rumah sakit dia (korban) jatuh atau apa yang mengakibatkan kematian,” beber Armita.

Dia menegaskan, dengan adanya kejadian seperti itu maka Asep Maftuh harus bebas demi hukum. Lantaran apa yang disangkakan dan dituntutkan kepada Asep Maftuh tidak sesuai dengan kejadian yang sebenarnya

“Kalau permintaan kita, klient kami bebas demi hukum,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Persis Jawa Barat (Jabar) Iman Setiawan Latif menegaskan bahwa apa yang diceritakan oleh Penasihat Hukum Asep Maftuh di persidangan tidak benar.

“Oh itu tidak benar. Dari awal juga si pelaku telah mengaku bahwa dirinya melakukan pembunuhan. Kita menganggap ini adalah pembunuhan bukan sekedar penganiayaan,” kata Iman.

Dia juga mengatakan, Keluarga Besar Persis meminta agar Majelis Hakim memberikan putusan yang Ultra Petita. Walaupun JPU telah menuntut 6,6 tahun kepada terdakwa Asep Maftuh.

“JPU sekarang menuntut 6,6 tahun. Bagi kami itu terlalu ringan. Hakim harus memutuskan yang Ultra Petita, mengambil hukuman yang lebih berat dari tuntutan JPU,” ucapnya.

(Ibenk)

Anggota DPRD Jabar Banyak yang Bolos Rapat Paripurna Ditunda

0
: Suasana Rapat Paripurna DPRD Jabar yang hanya dihadiri 38 orang. (FOKUSJabar/Ibenk)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat (Jabar) dengan Agenda Laporan BP Perda dan Penetapan Perubahan Propem Perda Tahun 2018, di Ruang Sidang Paripurna DPRD Provinsi Jabar, Kamis (16/8/2018) harus ditunda.

Rapat yang dipimpin  Irfan Suryanagara itu ditunda sampai Senin (20/8/2018), lantaran hanya dihadiri 38 Anggota DPRD Jabar. Karena, sesuai dengan Tata Tertib DPRD Jabar kuorum memenuhi jika dihadiri oleh 50+1 dari jumlah Anggota DPRD Jabar sebanyak 100 orang.

Rapat Paripurna yang dihadiri Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Jabar Iwa Karniwa itu harusnya dimulai pukul 14.00 WIB., sempat ditunda selama dua kali dua menit oleh Irfan. Namun kuorum masih tetap belum terpenuhi.

Akhirnya, Irfan memutuskan untuk menunda Rapat Paripurna dengan Agenda Laporan BP Perda dan Penetapan Perubahan Propem Perda Tahun 2018 sampai Senin depan dan disetujui oleh anggota DPRD Jabar lain yang hadir.

Irfan yang juga politisa Partai Demokrat mengaku bahwa Rapat Paripurna hari ini harus ditunda lantaran banyak Anggota DPRD Jabar masih di sibukkan oleh suasana politik menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019.

“Kalau kita faham lah (anggota DPRD Jabar sedikit yang hadir). Hari-hari ini adalah hari-hari politik yah. Setelah Pilkada Serentak 2018, lalu mereka harus mempersiapkan Pileg dan Pilpres yang berabarengan. Karena ini tidak mudah kan berbarengan, dan harus mempersiapkan yang lain lain,” kata Irfan.

Alasan selanjutnya, Irfan menjelaskan, Anggot DPRD Jabar baru saja melakukan pengawasan ke banyak koordinator wilayah dan pengawasan relaita 2018 ke berbagai BUMD Jabar.

“Yang kedua kalau tidak salah kemarin anggota dewan baru memeriksa pengawasan realita 2018. Ada yang lima korwil kemarin itu, ada yang ke BUMD kemarin itu. Karena dalam rapat badan anggaran ada usulan untuk mengadakan Pansus BUMD seperti 2010,” kata Irfan.

(Ibenk)

Lolos ke Babak 64 Besar Piala Indonesia, Umuh Malah Bilang Dilema

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Persib Bandung meraih kemenangan pada babak 128 besar Piala Indonesia 2018 seusai menaklukkan PSKC Cimahi dengan skor tipis 2-1 di Stadion Wiradadaha, Kota Tasikmalaya, Rabu kemarin (15/8/2018).

Kemenangan tersebut membuat skuad Maung Bandung memastikan diri lolos ke babak 64 besar dan akan menghadapi Persibat Batang.

Manajer Persib, Umuh Muchtar mengaku dilema dengan hasil yang didapat tim kebanggan Bobotoh pada pertandingan tersebut. Pasalnya, dengan lolos ke babak 64 besar, jadwal Persib di musim ini semakin padat.

“Ya sebetulnya serba salah ya, kalau menang kita nambah waktu yang tidak jelas dan nanti harus ke Batang (Persibat), ke Batang bisa 8-10 jam (dari Bandung),” kata Umuh.

Manajer yang akrab disapa Pak Haji ini menambahkan, jika Persib gagal meraih kemenangan, maka hal itu akan membuat nama Maung Bandung tercoreng.

“Kalau kalah nama besar Persib di kemanakan, pemain juga belum kompak karena baru bergabung dan maen juga,” jelasnya.

Terlepas dari semua itu, Umuh memuji penampilan anak asuhnya yang bermain maksimal. Walaupun pemain yang diturunkan jarang mendapat kesempatan bermain.

(Arif/dar)

Menang Tipis Atas PSKC, Gomez Bilang Stadion Dadaha Jelek

0
ilustrasi (web)
BANDUNG, FOKUSJabar.id : Persib Bandung hanya mampu meraih kemenangan dengan skor tipis 2-1 atas PSKC Cimahi pada babak 128 besar Piala Indonesia 2018 di Stadion Wiradadaha, Kota Tasikmalaya, Rabu kemarin (15/8/2018).
Pelatih Persib, Mario Gomez tidak mempermasalahkan hasil akhir pada pertandingan tersebut. Pasalnya, yang terpenting bagi pelatih asal argentina ini timnya bisa meraih kemenangan dan lolos ke babak 64 besar.
“Mereka cukup menyulitkan kami dengan memasukan gol dulu ke gawang kami, tapi yang penting kita bisa memenangkan pertandingan,” kata mantan pelatih Johor Darul Ta’zim ini.
Pelatih berusia 61 tahun ini menambahkan, kondisi Stadion Wiradadaha kurang bagus. Sehingga, alur bola yang dimainkan pasukannya tidak berjalan dengan maksimal.
“Lapangan juga tidak terlalu bagus tim kesulitan,” jelas Gomez.
(Arif)

Lama tak Main Atep Cetak Gol saat Melawan PSKC Cimahi

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Setelah lama duduk di bangku cadangan, pemain Persib Atep akhirnya dipercaya Pelatih Persib Bandung Mario Gomez  saat menghadapi PSKC Cimahi di babak 128 besar Piala Indonesia 2018 di Stadion Wiradadaha, Kota Tasikmalaya, Rabu kemarin (15/8/2018). Dalam laga itu Atep pun mencetak satu gol.

“Sangat senang apalagi sudah cukup lama gak cetak gol untuk Persib walaupun ini di Piala Indonesia tapi satu gol ini, mudah-mudahan menambah saya termotivasi di Liga juga,” kata Atep.

Pemain yang menggunakan nomor punggung 7 ini mengaku bersyukur bisa mendapat kesempatan bermain kembali walaupun hanya di pertandingan turnamen.

Sebelumnya, pemain asal Cianjur ini lebih banyak duduk di bangku cadangan, bahkan dia juga jarang masuk dalam daftar susunan pemain di pertandingan Liga 1 2018.

Selain, itu Atep mengaku senang, karena bisa menjawab kepercayaan pelatih dengan mencetak satu gol dan membawa tim kebanggaan Bobotoh meraih poin penuh.

Pelatih Mario Gomez sengaja menurunkan pemain yang jarang mendapatkan kesempatan bermain di Liga 1 2018. Karena, mayoritas pemain andalannya sudah diliburkan seusai pertandingan kontra Mitra Kukar.

(Arif)

Ini Gaya Keluarga Tria Changcuters Rayakan Kemerdekaan RI

0
Keluarga Tria dan Dathu rayakan Kemerdekaan RI ke-73. (FOKUSJabar/Ageng)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : ‎Pasangan muda, Tria Changcuters dan Dhatu Rembulan memiliki cara tersendiri dalam merayakan peringatan Kemerdekaan RI. Salah satunya dengan menikmati waktu berkualitas bersama keluarga dengan menggelar berbagai permainan seru bareng dua anaknya, Lenonina dan Jaggira.

Bagi pasangan vokalis band Changcuters dan blogger ini, hari Kemerdekaan menjadi waktu untuk lebih menguatkan ‎keakraban dengan kedua anak mereka. Selain itu, Hari Kemerdekaan RI memiliki arti penting bagi negara Indonesia sekaligus menanamkan arti penting dari berbagai permainan yang biasa dilakukan saat perayaan hari Kemerdekaan.

‎”Kemerdekaan, misalnya, berkaitan erat dengan kebebasan untuk menjalankan berbagai aktivitas termasuk bermain. Lalu permainan Tarik tambang, itu merupakan sebuah contoh permainan klasik saat perayaan hari Kemerdekaan yang menyiratkan pentingnya sebuah kerja sama. Ini nilai yang pantas ditanamkan sejak usia sangat muda,” ujar Tria saat ditemui di Bandung, Kamis (16/8/2018).

Sang istri, Dhatu menambahkan, agar bisa menikmati waktu berkualitas dengan serta melakukan berbagai permainan dengan nyaman, dirinya pun memilih pakaian yang tepat dan tidak menghalangi gerak saat bermain. Yakni dengan memilih pakaian yang terasa ringan dan sejuk baik saat dipakai maupun disentuh. Selain itu, busana yang dipilih pun harus memberi ruang dan memiliki kelenturan untuk dipakai bergerak, dan tetap memberi kenyamanan saat cuaca panas.

“Untuk itu, saya memiliki AIRism innerwear dari UNIQLO‎. Sebagai orang tua, saya paling menyukai keunggulan AIRism berupa kecepatannya untuk menyerap keringat dan cepat kering sehingga anak-anak tetap merasa nyaman saat berkeringat banyak. AIRism untuk anak-anak juga dilengkapi bahan anti-odor jadi bebas bau keringat. Mereka tetap segar dan tidak rewel walaupun bergerak aktif,” terang Dhatu.

Dhatu mengakui jika kedua putrinya, Lenonina dan Jaggira, menyukai AIRism karena dirasakan nyaman, sejuk dan lembut di kulit merekam. Tak hanya itu, koleksi AIRism innerwear dari UNIQLO pun memberinya kebebasan dalam berbusana untuk gaya personalnya.

“Saya bisa mendapatkan semua yang saya perlukan dari koleksi AIRism. Tidak jarang juga saya memakai AIRism untuk dalaman maupun luaran untuk pakaian saya, dari atas sampai bawah karena AIRism mudah dipadu-padankan dengan busana lain. Apalagi warna-warna AIRism juga netral dan kenyamanannya tidak terkalahkan. Dan sebagai wanita berhijab, saya merasa headband atau bandana dan scarf AIRism sangat wearable,” tuturnya.

Sementara untuk sang suami, Dhatu lebih mengandalkan t-shirt dan jaket hoodie AIRism. Pasalnya, kedua koleksi itu berbahan ringan tetapi menyerap keringat dan cepat kering dengan DRY technology dan tekstur yang terasa lembut di kulit.

Menggunakan innerwear yang nyaman, diakui Dhatu sangat penting bagi suaminya untuk menjaga mood supaya tetap baik. Apalagi suaminya memiliki jam kerja panjang di industri musik.

“Suami saya sangat suka fitur antibakteri pada AIRism yang berfungsi seperti pelindung di tempat-tempat dan kondisi tidak terduga. Dengan busana seperti itu suami saya bisa tampil prima baik di atas maupun di luar panggung, maupun di studio. Dengan fitur anti-odor yang menjaga penampilan tetap segar, kami sekeluarga merasa lebih percaya diri saat harus bertemu orang-orang di tengah jadwal padat mereka setiap hari,” pungkasnya.

(ageng)

Sebaik-baiknya keluarga adalah keluarga berencana

0

BKKBN terus berkomitmen untuk menggalakan program keluarga berencana. Setelah sebelumnya, Rabu (15/8/2018) program promosi dan pelayanan KB dan KR diselenggarakan di Kp. Kubang Desa Nanjungjaya Kec Kersamanah Kab. Garut.

Kegiatan berlangsung di dua tempat yang berbeda, untuk pelayanan KB berada di pusat kesehatan yang bersebalahan dengan kantor desa nanjungjaya pada pukul 08.00 WIB, acara tersebut diberikan dengan cuma-cuma dan peserta yang berpartisipasi diberikan 5 Kg beras dan 2 L minyak goreng kemasan.

Selanjutnya acara sosialisasi berada di lapangan yang berada masih di lingkungan desa nanjungjaya disebuah lapangan milik warga dengan total 300 peserta hadir. Di awal acara Event Organizer (EO) menampilkan musik kasundaan untuk menyambut para peserta yang hadir.

Acara sosialisasi tersebut dihadiri oleh perwakilan dari BKKBN Jawa Barat, Perwakilan dari DKBPPPA (Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak) Kabupaten Garut, OPD KB, Kader-kader KB desa nanjungjaya dan perwakilan Kecamatan Kersamanah.

Acara yang berlangsung dari pukul 02.00 WIB siang tersebut turut dihadiri oleh Bapak Haerudin (Anggota Komisi IX DPR RI)

Bapak Haerudin menjelaskan bahwa tugas beliau ini di komisi 9 menangani khususnya kesehatan karna berkaitan dengan tema kali ini mengenai KB, bila melihat data bahwa garut menduduki peringkat ke3 terakhir permasalahan kesehatan, jadi acara kali ini sangat diperlukan masyarakat supaya warga masyarakat paham dan mengerti menjadi masyarakat yg sehat melalui kegiatan KB hari ini.

Selain itu, ada materi yang disampaikan juga oleh Ibu Pintauli Promosi pelayanan KB dan KR berkualitas, nah KR disini singkatan yg berarti Kesehatan Reproduksi lalu KR ini punya 4 program yakni terlalu terlalu cepat, terlalu muda, terlalu tua dan terlalu banyak.

Selain itu Bapak Wawan dari DKBPPPA Kab. Garut menambahkan mengenai contoh sistem KB yakni dengan cara penundaan usia perkawinan, beliau memberikan contoh bahwa seorang anak gadis setelah lulus sma mereka bekerja di desa minimal selama 2 tahun tanpa menikah, nah ini yang dialami beliau di kecamatan malangbong Kab. Garut.

Di akhir acara, Event Organizer (EO) dari kegiatan ini membagikan dorprize berupa sepeda, televisi, penanak nasi dan dorprize lainnya yang membuat acara semakin meriah.

(Budi)