spot_img
Jumat 24 Mei 2024
spot_img
More

    BKKBN Jabar Kampanye KB di Garut

    GARUT,FOKUSjabar.id: BKKBN terus berkomitmen untuk menggalakan program keluarga berencana. Setelah sebelumnya, Rabu (15/8/2018) program promosi dan pelayanan KB dan KR diselenggarakan di Kp. Kubang Desa Nanjungjaya Kec Kersamanah Kab. Garut.

    Kegiatan berlangsung di dua tempat yang berbeda, untuk pelayanan KB berada di pusat kesehatan yang bersebalahan dengan kantor Desa Nanjungjaya pada pukul 08.00 WIB, acara tersebut diberikan dengan cuma-cuma dan peserta yang berpartisipasi diberikan 5 Kg beras dan 2 liter  minyak goreng kemasan.

    BACA JUGA:

    Bey Machmudin Berduka Atas Kecelakaan Bus di Subang

    Selanjutnya acara sosialisasi berada di lapangan yang berada masih di lingkungan desa nanjungjaya disebuah lapangan milik warga dengan total 300 peserta hadir. Di awal acara Event Organizer (EO) menampilkan musik kasundaan untuk menyambut para peserta yang hadir.

    Acara sosialisasi tersebut dihadiri oleh perwakilan dari BKKBN Jawa Barat, Perwakilan dari DKBPPPA (Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak) Kabupaten Garut, OPD KB, Kader-kader KB desa nanjungjaya dan perwakilan Kecamatan Kersamanah.

    Acara yang berlangsung dari pukul 02.00 WIB siang tersebut turut dihadiri oleh  Haerudin (Anggota Komisi IX DPR RI)

    Haerudin menjelaskan bahwa tugas beliau ini di komisi 9 menangani khususnya kesehatan karna berkaitan dengan tema kali ini mengenai KB, bila melihat data bahwa garut menduduki peringkat ke3 terakhir permasalahan kesehatan, jadi acara kali ini sangat diperlukan masyarakat supaya warga masyarakat paham dan mengerti menjadi masyarakat yg sehat melalui kegiatan KB hari ini.

    Selain itu, ada materi yang disampaikan juga oleh  Pintauli Promosi pelayanan KB dan KR berkualitas, nah KR disini singkatan yg berarti Kesehatan Reproduksi lalu KR ini punya 4 program yakni terlalu terlalu cepat, terlalu muda, terlalu tua dan terlalu banyak.

    Selain itu  Wawan dari DKBPPPA Kab. Garut menambahkan mengenai contoh sistem KB yakni dengan cara penundaan usia perkawinan, beliau memberikan contoh bahwa seorang anak gadis setelah lulus sma mereka bekerja di desa minimal selama 2 tahun tanpa menikah, nah ini yang dialami beliau di kecamatan malangbong Kab. Garut.

    Di akhir acara, Event Organizer (EO) dari kegiatan ini membagikan dorprize berupa sepeda, televisi, penanak nasi dan dorprize lainnya yang membuat acara semakin meriah.

    (Budi/Dar)

    Berita Terbaru

    spot_img