spot_imgspot_img
Selasa 2 Juni 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Air Doa Ustadzah Umi Selawat Garut Jitu dan Paten

GARUT, FOKUSJabar.id: Pimpinan Majelis Taklim Al kharomah Aulia Kampung Cimaragas Tengah, RT 001/006 Desa Karangsari Kecamatan Pangatikan Kabupaten Garut Jawa Barat (Jabar), Ustadzah Ai Inten (Umi Selawat) belakangan ini jadi perbincangan warga.

Banyak warga datang ke majelisnya bukan hanya sekedar untuk mengaji, namun juga curhat masalah hidup. Mulai dari penyakit medis yang tak kunjung sembuh, stres, konflik keluarga hingga urusan usaha.

BACA JUGA:

Hari Lahir Pancasila, SSC Garut Soroti Banyak Anak Putus Sekolah

Ustadzah Umi Selawat mengaku tidak pernah mengklaim bisa “mengobati” secara medis. Kesembuhan hakikatnya datang dari Allah SWT. Sementara manusia dan obat-obatan hanyalah perantara atau ikhtiar.

“Saya bukan dokter. Ranah Umi hanya menguatkan batin lewat dzikir, ruqyah syar’iyyah dan nasihat agama,” katanya kepada FOKUSJabar, Selasa (2/6/2026).

“Untuk penyakit lahir, wajib berobat ke dokter. Obat lahir-batin itu harus jalan bareng, bukan di pilih salah satu,” Dia menambahkan.

Metode yang di lakukan fokus pada tiga hal. Yakni, penguatan tauhid dan sabar, Ruqyah Syar’iyyah (metode penyembuhan dan perlindungan diri dalam Islam dengan cara membacakan ayat-ayat Al-Qur’an) serta konseling.

Tidak sedikit jemaah mengaku lebih tenang setelah ikut pengajian atau konseling. Kondisi tersebut sesuai dengan semboyan Umi Selawat “Cari Aman Jaga Iman.”

Kegiatan rutin yang di lakukan ustradzah kelahiran 1 Juli 1971 ini, selain pegajian, tawasul dan selawatan setiap Kamis malam juga ziarah ke Makam Wali Songo.

Semua kegiatannya banyak di ikuti ratusan jemaah dari berbagai daerah. Mulai dari Tangerang, Bekasi, Purwakarta, Cianjur, Bandung, Sumedang, Tasikmalaya, Ciamis, Subang dan Garut.

BACA JUGA:

Ketum Paguyuban Masyarakat Garut Utara Ketuk Pintu Sila ke-5 Pancasila

Nyaris setiap hari banyak yang datang yang mengeluhkan berbagai masalah. Baik kesehatan, perjodohan, kerukunan rumah tangga, kenakalan remaja hingga menginsafkan orang jahat.

Ustadzah yang usianya sudah setengah abad lebih, namun terlihat masih nampak muda ini di sebut bisa menyembuhkan penyakit guna-guna (ilmu hitam).

Pengobatan Jarak Jauh

Seorang warga Nusa Tenggara Timur (NTT) yang enggan di sebut identitasnya mengatakan, anaknya (Putri Rahayu) sudah sembilan hari koma karena gangguan sistem saraf.

Anaknya sudah menjalani pengobatan ke sejumlah medis. Namun penyakit yang di deritanya tak kunjung membaik. Namun setelah di beri air doa Umi Selawat, Putri Rahayu langsung sadar dari koma dan sembuh total.

Waktu itu, Dia menghubungi ustadzah melalui sambungan telpon meminta untuk mengobati anaknya yang tengah koma.

Selanjutnya ustadzah memintanya untuk video call agar bisa melihat kondisi Putri Rahayu dan meminta membaca doa (ayat-ayat Al-Qur’an) yang di berikan.

“Maaf Ustadzah, kami bukan muslim. Apakah ada cara lain agar bisa menyembuhkan Putri?,” Ada katanya. Siapkan saja air minum, nanti Umi membaca doa dari Garut.

“Air minum yang sudah di beri doa tersebut selanjutnya di minumkan. Anak saya yang koma Sembilan hari langsung siuman dan sehat sampai sekarang,” kisahnya.

Sejak itu, Dia dan keluarganya mualaf yang di bimbing oleh ulama setempat di NTT. Bahkan, Putri Rahayu berkunjung ke majelis Taklim Al kharomah Aulia.

Bagi masyarakat yang ingin berobat secara alternatif bisa datang ke Kampung Cimaragas Tengah, RT 001/006 Desa Karangsari Kecamatan Pangatikan Kabupaten Garut Jawa Barat (Jabar), Telpon/WA (0813-1203-3971).

(Bambang Fouristian)

spot_img

Berita Terbaru