spot_imgspot_img
Senin 19 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 7946

Kemendes PDTT Dan bank bjb MoU Layanan Perbankan

0

JAKARTA, FOKUSJabar.id : Kementerian Desa, Pembangunan Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), melakukan kerja sama dengan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. (bank bjb) terkait penggunaan produk jasa layanan perbankan.

Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dilakukan di Kantor Kemendes PDTT, Jakarta. Penandatanganan nota kesepahaman antara kementrian desa pembangunan daerah tertinggal dan transmigrasi republik indonesia bertujuan untuk memenuhi sistem pelayanan penggunaan produk jasa perbankan melalui mekanisme pemberian fasilitas penggunaan produk jasa layanan perbankan bank bjb.

Pada kesempatan itu bank bjb menyerahkan dana Corporate Social Responsibility(CSR) secara simbolis untuk dua desa tertinggal yaitu Desa Montor, Kabupaten Pandeglang dan Desa Cisungsang, Kabupaten Lebak dalam rangka program pembangunan sumber air bersi. Hal ini merupakan wujud dukungan dan kepedulian bank bjb kepada desa tertinggal, bank bjb pun menyerahkan sertifikat Agen Lakupandai kepada perwakilan dua desa tertinggal yaitu Desa Sindangsari Jaya dan Desa Sinarsih Kabupaten Rangkasbitung serta akan melakukan pendampingan kepada BUMDES berupa pelatihan manajemen Usaha BUMDES, upaya pembentukan badan hukum bagi unit usaha BUMDES dan pelatihan peningkatan kualitas produksi BUMDES.

(HW)

Sebelum 5 September, Emil Akan Tuntaskan Permasalahan Olahraga

0
Pertemuan insan olahraga Jabar dengan Gubernur Jabar terpilih, Ridwan Kamil di Pendopo Kota Bandung. (FOKUSJabar/Ageng)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Gubernur Jabar terpilih, Ridwan Kamil mengaku akan secepatnya melakukan penyelesaian masalah yang dikeluhkan insan olahraga Jabar terkait dugaan pelanggaran UU Nomor 3 tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional serta PP Nomor 16 tahun 2007 tentang Penyelenggaraan Keolahragaan. Emil (sapaan Ridwan Kamil) menegaskan akan menuntaskan sebelum rencana pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) pada Rabu (5/9/2018) dilaksanakan.

Emil menuturkan, pihaknya ingin membangun masyarakat dengan cara-cara yang baik. Termasuk dalam penyelenggaraan keorganisasian olahraga. Pasalnya, suatu hal yang dimulai dengan niat yang tidak lurus dan tidak bersih karena sebuah ambisi dipastikan menghasilkan sebuah organisasi yang rapuh.

“Dan di tanah Jabar, yang namanya sebuah musyawarah harus selalu menjadi nilai. Silah asah, asih, asuh, dan silih wawangi itu harus menjadi sebuah cara yang ditempuh,” ujar Emil saat menerima insan olahraga yang terdiri dari pengurus provinsi cabang olahraga, pengurus KONI Kota/Kabupaten dan badan fungsional olahraga di Pendopo Kota Bandung, Jalan Dalem Kaum Kota Bandung, Jumat (31/8/2018) malam.

Hal tersebut, lanjut Emil, dibuktikannya pasca kemenangannya bersama Uu Ruzhanul Ulum pada gelaran Pemilihan Gubernur (Pilgub) jabar 2018 lalu. Emil menambahkabn, jabar juara merupakan masa depan dan Pilgub Jabar 2018 adalah masa lalu.

“Untuk itu, saya bikin dewan pertimbangan gubernur yang isinya adalah mantan yang nyalon. Ini sebagai rasa saya merangkul. Saya punya hak untuk tidak melakukan itu, tapi saya melihat negeri ini harus ada contoh. Langkah itu pun banyak yang tidak dipahami banyak orang. Tapi saya memandang, saya hidup di jaman ini dan setiap pemimpin ada jamannya serta setiap jaman ada pemimpinnya. Apalagi negeri ini butuh keteladanan,” terangnya.

Emil mengatakan, pihaknya ingin pola penyelesaian masalah di bidang olahraga dilakukan dengan cara-cara tersebut. Untuk itu, beberapa langkah akan dilakukannya untuk mengkaji keluhan-keluhan yang disampaikan insan olahraga di Jabar.

Langkah pertama yang akan dilakukan yakni meneliti dari aspek hukum dengan berdiskusi dengan orang hukum untuk memastikan argumentasi yang saya pahami pada saat ini, Jika permasalahan terkait hukum tersebut sudah jelas hitam putihnya, maka siapapun dengan status yang tidak diperbolehkan aturan tersebut maka tidak memaksakan diri.

“Mau rekayasa rapat atau rekayasa apapun, itu menjadi tidak sah. Tapi sebagai pemimpin adil, saya akan verifikasi itu dulu. Jika pada akhirnya semua pintu itu mentok, saya seorang tipe petarung. Santun bukan berarti takut, hanya saja kita punya adat,” tambahnya.

Langkah selanjutnya, karena secara aturan belum jadi gubernur, Emil mengaku akan menghadap ke PJ Gubernur Jabar, M Iriawan untuk menyampaikan permasalahan ini. Pihaknya pun akan meminta Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda (Dispora) Jabar melalui PJ Gubernur Jabar untuk memanggil dan menasehati pihak terkait agar situasi yang terjadi seperti yang kita harapkan semua.

“Kalau saya yang perintahkan Pak Kadispora, saya belum memiliki ada landasan hukum. Intinya, RAT atau Musorprov itu harus dilaksanakan tidak berdasar saat ada keinginan, tidak berdasar saat ada nafsu. Kunaon sih hayang-hayang teuing jadi Ketua KONI,” tegasnya.

Langkah lain yang akan ditempuh Emil yakni dengan bertemu Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD). Dirinya akan berkonsultasi langsung meminta penjelasan dan pandangan untuk mendapatkan pandangan-pandangan terkait keterlibatan seorang TNI aktif dalam jajaran kepengurusan olahraga.

“Saya akan tempuh langkah-langkah tersebut dan Insha Allah sebelum tanggal 5 September sudah ada keputusan,” pungkasnya.

(ageng/DAR)

Puncak Ulang Tahun Viking Digelar di Pantai Timur Pangandaran

0

BANDUNG, FOKUSJabar.id :  Viking Persib Club (VPC) akan merayakan puncak ulang tahunnya ke-25 di Pantai Timur Pangandaran, Sabtu-Minggu (1-2/9/2018). Kegiatan bertajuk Turn Into Gold ini dipastikan akan dihadiri ribuan anggota Viking dan Bobotoh lainnya, sejak Jumat (30/8/2018) sore sebanyak bobotoh viking sudah berangkat ke Pangandaran. Ada 10 bus yang berangkat secara rombongan.

Selain menggunakan bus, tak sedikit distrik Viking yang berangkat menggunakan kendaraan pribadi dari daerahnya masing-masing. Karena, selain dari Bandung dan sekitar Jawa Barat, anggota Viking ini akan berdatangan dari berbagai daerah di Indonesia.

“Sudah ada skitar 3000 orang bahkan lebih, tapi itu belum termasuk yang berangkat dari luar pulau Jawa dan luar Bandung,” kata salah seorang pengurus Viking, Agus Ompong, Jumat (31/8/2018).

Kegiatan ulang tahun Viking ini akan menyuguhkan berbagai macam hiburan dan juga akan ada kegiatan sosialnya. Selain itu, puncak ulang tahun ini diharapkan menjadi ajang silaturahmi bagi anggota Viking maupun Bobotoh.

(Arif/dar)

Pemain Persib Berharap Timnas Korsel Raih Emas Asian Games

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Partai puncak cabang olah raga sepak bola Asian Games 2018 akan mempertemukan Timnas Jepang U-23 dan Korea Selatan U-23 di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Sabtu (1/9/2018).

Gelandang asing Persib Bandung, Oh In-Kyun berharap Timnas Korea bisa meraih hasil maksimal pada pertandingan tersebut dan kebali mempertahankan mendali emas Asian Games, setelah pada event sebelumnya berhasil meraih mendali Emas.

“Harus menang. Apalagi lawan Jepang. Bukan cuma sepakbola. Cabang olahraga apapun tidak boleh kalah kalau lawannya Jepang,” kata In-kyun, Jumat (31/8/2018).

Pemain yang sempat berkostum Mitra Kukar ini menambahkan, pertandingan final sepak bola Asian Games 2018 akan berlangsung ketat. Meski begitu, dia optimis dengan Song Heung Min cs bisa mengamankan kemenangan.

“Laga pasti seru. Tapi saya percaya Korea Selatan bisa menang 2-0,” tegas pemain yang menggunakan nomor punggung 33 ini.

(Arif/dar)

Menpora Pastikan Bonus Asian Games 2018 Cair Lebih Cepat

0
Menpora Imam Nahrawi (Istimewa/viva.co.id)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Menpora Imam Nahrawi memastikan bonus bagi para pahlawan olahraga Indonesia dengan total raihan 89 medali (30 emas, 22 perak, 37 perunggu) akan cair lebih cepat.

“Biasanya dalam ajang multieven, seperti SEA Games, bonus dicairkan setelah seluruh rangkaian pertandingan hingga ASEAN Para Games (untuk penyandang disabilitas) selesai, yang kira-kira membutuhkan waktu kira-kira dua hingga tiga bulan. Namun, untuk Asian Games 2018 ini akan kami percepat, sesuai dengan instruksi dari Bapak Presiden Joko Widodo yang ingin bonus ini dicairkan sebelum keringat atlet mengering,” kata Imam Nahrawi, Jumat (31/08/2018).

Menpora memastikan pekan depan bonus atlet peraih medali sudah cair. “Bonus ini diberikan baik bagi atlet maupun pelatih dan asisten pelatihnya,” jelasnya.

Ia menjelaskan pemberian bonus ini diberikan dengan rincian, sebagai berikut: Peraih Emas perorangan mendapatkan Rp 1,5 miliar, Peraih Medali Emas untuk Pasangan/Ganda sebesar 1 Miliar Rupiah per-orang, dan Emas beregu 750 juta Rupiah per-orang.

Peraih perak perorangan mendapatkan Rp 500 juta, Perak untuk Ganda sebesar Rp 400 juta per-orang, dan perak beregu Rp 300 juta per-orang. Untuk peraih perunggu perorangan mendapatkan Rp 250 juta, Perunggu Ganda Rp 200 juta per orang, dan peraih perunggu beregu sebesar Rp 150 juta per orang.

Pemerintah juga akan memberikan bonus kepada pelatih dan asisten pelatih, dimana para pelatih perorangan/ganda mendapatkan Rp 450 juta untuk emas, Rp 150 juta untuk perak, dan Rp 75 juta untuk perunggu. Para pelatih beregu mendapatkan Rp 600 juta untuk emas, Rp 200 juta untuk perak, Rp 100 juta untuk perunggu.

Setiap medali kedua dan seterusnya, para pelatih mendapatkan Rp 225 juta untuk emas, Rp 75 juta untuk perak, dan Rp 37,5 juta untuk perunggu. Untuk asisten pelatih perorangan/ganda mendapatkan Rp 300 juta untuk emas, Rp 100 juta untuk perak, dan Rp 50 juta untuk perunggu.

Para asisten pelatih beregu mendapatkan Rp 375 juta untuk emas, Rp 125 juta untuk perak, dan Rp 62,5 juta untuk perunggu. Setiap medali kedua dan seterusnya, para asisten pelatih mendapatkan Rp 150 juta untuk emas, Rp 50 juta untuk perak, dan Rp 25 juta untuk perunggu.

Menpora juga menegaskan seluruh bonus akan dikirim langsung ke rekening masing-masing dan nominal yang akan diterima adalah bonus bersih tanpa potongan pajak.

Selain berbentuk uang, bonus yang diberikan pemerintah kepada atlet juga berupa pengangkatan status sebagai Pegawai Negeri Sipil dan bonus rumah bagi setiap peraih medali.

Dengan total 30 medali emas yang telah diraih hingga saat ini, menjadikan Indonesia sebagai negara Asia Tenggara terbaik sepanjang sejarah Asian Games yang memperoleh pencapaian sebanyak 30 medali. Sebelumnya, tidak pernah ada negara di kawasan Asia Tenggara yang mampu meraih 30 emas di ajang Asian Games. (Vetra)

Ngagubyag Jadi Tradisi Tahunan Saat Maulid Abah Aos

0
ngagubyag
ratusan warga turun ke kolam menangkap ikan di Desa Ciomas Kecamatan Panjalu Ciamis. (Dadang A Rasyid)

CIAMIS, FOKUSjabar.co.id: Ngobeng lauk atau ngagubyag tampaknya sudah menjadi tradisi ikhwan TQN Suryalaya saat memperingati Maulid Syekh mursyid. Tradisi ngagubyak itu juga dilakukan Saat Abah Anom jumeneng (masih hidup), acara milad tak lengkap rasanya kalau tak ada ngagubyagnya.

Begitupun ketika Mursyid ke 38 TQN Suryalaya Syekh Muhamad Abdul Gaos SM ulang tahun atau milad ke 76. Tradisi ngobeng lauk pun dilakukan dengan meriah. Seperti yang digelar Jumat (30/8/2018). Ratusan warga dan ikhwan TQN Suryalaya-Sirnarasa turun ke kolam untuk menangkap ikan dengan tangan kosong. Berbeda dengan tahun sebelumnya, kali ini pesertanya lebih banyak dan ikannya besar-besar.

Kolam seluas sekitar 20×50 meter itu diisi dengan berbagai macam ikan sebanyak 1 ton. Sementara yang ngobengnya ada sekitar 200 orang, maka keriuhan pun tak terelakan. Tua-muda laki-laki perempuan saling berburu ikan. Mereka dengan sukacita melakukakannya. Bahkan beberapa wakil talqin dan para ustadz ikut berbaur. Katanya ini sebagai bentuk kaul atau partisipasi atau milad Abah Aos.

Saking banyaknya peserta ngagubyag, maka ikan sebanyak 1 ton itu habis dalam satu jam. Peserta yang berhasil mendapatkan lele dumbo dihadiahi oleh Abah Aos Rp 165 ribu. Nilai hadiah itu sebagai simbol TQN yakni dzikir yang kerap dilakukan habis shalat fardu 165 kali.

“Tradisi ngagubyag adalah bagain untuk membahagiakan masyarakat,” kata KH Dadang Mulyawan Ketua panitia penyelenggara. Ngagubyag memang diadakan satu tahun sekali setiap milad, berat ikannya disesuaikan dengan usia Abah Aos saat milad. Adapun ikan yang disebar ke kolam berasal dari para ikhwan yang mencintai Abah.

Asep Suherman, warga Ciomas mengaku gembira setiap tahun bisa mendapatkan ikan gratis. “Asyik juga, meski basah-basahan dan kotor-kotoran, dapat ikan banyak dan hadiah,” ujar Ahmad. Dia berharap budaya Ngagubyag itu dilakukan tahun depan.

“Ini kan membuat kita bahagia, hatur nuhun Abah,” timpal Undang peserta lainnya.

(dar)

Lagi, BKKBN Sosialisasi Program KKBPK di Garut

0
(FOKUUSJabar/Budi)

GARUT, FOKUSJabar.id:  terus berkomitmen untuk menggalakan program keluarga berencana. Kali ini program sosialisasi dan pengembangan program KKBPK diselenggarakan di Desa Kadongdong Kec Banjarwangi Kab. Garut, Jumat (31/8/2018)

Kegiatan berlangsung di lapangan desa kadongdong pada pukul 09.00 WIB tersebut dihadiri total 300 peserta.

Acara sosialisasi tersebut dihadiri oleh perwakilan dari BKKBN Jawa Barat, perwakilan, OPD KB, Muspika Kecamatan Samarang Kader-kader KB perwakilan Kecamatan Banjarwangi.

Acara yang berlangsung tersebut turut dihadiri oleh Bapak Haerudin (Anggota Komisi IX DPR RI)

Bapak Haerudin menjelaskan bahwa ada 8 fungsi KB

Selain itu, ada materi yang disampaikan juga oleh Bapak sugilar bahwasanya fungsi keluarga ini harus benar-benar dijalan karna hal tersebut menjadi pondasi pembangunan suaru keluarga berencana

Selain itu Bapak Alan dari Bkkbn Kab. Garut menambahkan bahwa selalu ingat KB itu 2 anak cukup bahagia sejahtera

Di akhir acara, Event Organizer (EO) dari kegiatan ini membagikan dorprize berupa sepeda, televisi, smartphone, kompor gas dan jam dinding yang membuat acara semakin meriah.

(Budi/DAR)