spot_imgspot_img
Senin 19 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 7896

Usai Dilantik, Kepala Daerah Akan Diarak Delman Hingga Gedung Sate

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Kamis (20/9/2018) besok, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung terpilih periode 2018-2023, Oded M. Danial dan Yana Mulyana akan dilantik Gubernur Jabar, M. Ridwan Kamil. Sejumlah prosesi akan mengiringi acara pelantikan yang digelar di Gedung Merdeka, Jalan Asia-Afrika, Kota Bandung.

“Nanti, Kepala Daerah yang akan dilantik melakukan ‘historical walk’ dari Hotel Savoy Homann menuju lokasi pelantikan di Gedung Merdeka. ‎Di sepanjang jalur, akan dibarikade oleh pasangan mojang jajaka dari masing-masing daerah serta Paskibraka dari Pemprov Jabar,” ujar Asisten Pemerintahan dan Kesra Pemkot Bandung, Kamalia Purbani saat ditemui di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana Kota Bandung, Rabu (19/9/2018).

‎Saat memasuki Gedung Merdeka tepat pukul 09.00 WIB, Gubernur Jawa Barat, M Ridwan Kamil akan melakukan prosesi pelantikan kepala daerah hasil Pilkada Serentak 2018. Termasuk Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung, Oded M Danial dan Yana Mulyana.

“Prosesi pelantikan berlangsung sekitar 1,5 jam. Mulai dari pembacaan, pengambilan sumpah dan lain sebagainya. Proses‎i pelantikan diperkirakan selesai sekitar pukul 10.30 WIB,” tegasnya.

Usai pelantikan, lanjutnya, para kepala daerah akan diarak menggunakan delman menuju Gedung Sate di Jalan Diponegoro Kota Bandung. Sebanyak 14 delman sudah disiapkan untuk diisi para kepala daerah beserta istri‎ dan wakil kepala daerah beserta istri.

“Rutenya dari Gedung Merdeka menuju Cikapundung, lalu ke Braga, Wastukancana, Riau, Dago, Diponegoro dan finish di Gedung Sate. Untuk Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) setiap kota/kabupaten akan mengikuti menggunakan Bandros (Bandung Tour on Bus). Kami siapkan sebanyak tujuh Bandros,” pungkasnya.

(ageng/bam’s)

Beberapa Atlet Unggulan ‎Kota Bandung Berpotensi Gagal Berlaga di Porda XIII Jabar

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Beberapa atlet unggulan Kota Bandung kemungkinan besar tidak bisa bertanding pada ajang Pekan Olahraga Daerah (Porda) XIII Jawa Barat di Kabupaten Bogor, 6-15 Oktober mendatang. Kota Bandung pun berpotensi kehilangan lebih dari 10 medali emas.

“Kita sudah proyeksikan beberapa atlet unggulan kita untuk meraih medali emas, bahkan ada yang lebih dari satu medali emas. Tapi karena beberapa hal, kita berpotensi kehilangan peluang untuk meraih medali emas trsebut karena atlet unggulan kita kemungkinan besar gagal berlaga di Porda XIII Jabar,” ujar Wakil Ketua II Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) KONI ‎Kota Bandung, Nuryadi saat ditemui di sela-sela kegiatan ‘Gathering Wartawan KONI Kota Bandung 2018’ di Cipaku Garden Hotel, Jalan Cipaku, Ledeng, Kota Bandung, Rabu (19/9/2018).

Beberapa atlet yang berpotensi gagal berlaga di Porda XIII Jabar tahun 2018 diantaranya berasal dari cabang olahraga ‎golf, tennis, bulutangkis, pencak silat, dan boling. Dari lima cabang olahraga tersebut, lebih dari 10 medali emas terancam gagal diraih Kota Bandung di Porda XIII Jabar tahun 2018.

“Seperti Naradji di cabang olahraga golf yang kemungkinan besar tidak bisa bermain di Porda XIII Jabar 2018 karena bentrok dengan jadwal turnamen yang harus dia ikuti di luar negeri untuk bisa menjadi atlet golf profesional. Padahal, kita memprediksi jika Naradji bisa meraih minimal dua medali emas,” terangnya.

Selain Naradji, lanjut Nuryadi, atlet yang kemungkinan besar tidak bisa berlaga di Porda XIII Jabar ‎tahun 2018 diantaranya Jolita dan Samantha di cabang olahraga Tennis Lapangan, Gregoria Mariska di cabang olahraga bulutangkis, dan Hanifan Yudani Kusuma di cabang olahraga pencak silat. Mereka tidak bisa berlaga karena jadwal pertandingan di Porda XIII Jabar tahun 2018, bentrok dengan jadwal turnamen yang harus mereka ikuti.

“Kalau disebut rugi, ini jelas sebuah kerugian bagi kita. Tapi di sisi lain, kita ingin dan berharap kemampuan atlet Kota Bandung terus mengalami peningkatan. Ini jadi dilema bagi kita,” paparnya.

Untuk itu, Nuryadi mengaku akan memanggil cabang olahraga yang bersangkutan untuk memastikan atletnya bisa bertanding atau tidak. Selain itu, untuk menanyakan peluang medali dari cabang olahraga tersebut jika atlet andalannya tidak bisa berlaga.

“Kita akan verifikasi lagi untuk memastikan semuanya. Termasuk kemungkinan untuk mengganti atlet yang bersangkutan jika benar-benar tidak bisa bertanding serta peluang medalinya. Itu pun kalau masih memungkinkan untuk mengganti atlet,” tegasnya.

(ageng/bam’s)

Kota Bandung Dipastikan Kehilangan 161 Medali Emas di Porda XIII Jabar

0
(FOKUSJabar/Ageng)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Kontingen Kota Bandung dipastikan tidak mengikuti sebanyak 161 nomor pertandingan dari total 789 nomor yang dipertandingkan di Pekan Olahraga Daerah (Porda) XIII Jawa Barat pada 6-15 Oktober 2018 di Kabupaten Bogor.

Kota Bandung dipastikan hanya mengikuti sebanyak 628 nomor dengan target 174 medali emas.

Wakil Ketua II Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) KONI Kota Bandung‎, Nuryadi menuturkan, Kota Bandung dipastikan akan mengirimkan sebanyak 1288 orang. Terdiri dari 948 atlet, 228 pelatih, 60 mekanik dan 52 manajer.

“Dari total 948 atlet itu, kita hanya mengikuti 628 nomor sehingga selisihnya cukup banyak yakni 161 nomor dan dipastikan kehilangan medali di 161 nomor itu. Ini karena ada yang tidak lolos atau ikut babak kualifikasi serta atlet gagal menembus ranking 5 besar di babak kualifikasi,” ujar Nuryadi saat ditemui di sela-sela ‘Gathering Wartawan KONI Kota Bandung 2018’ di Cipaku Garden Hotel, Jalan Cipaku, Ledeng, Kota Bandung, Rabu (19/9/2018).

Tidak dikirimkannya atlet yang menempati ranking diatas 5 besar pada babak kualifikasi Porda XIII Jabar, lanjut Nuryadi, sesuai dengan ketentuan yang sudah disepakati. Pasalnya, pihak KONI Kota Bandung sudah sepakat dengan cabang olahraga untuk tidak mengirimkan atlet yang memiliki peluang kecil atau tidak sama sekali untuk meraih medali.

“Jadi kami ingin atlet yang dikirim ke Porda XIII Jabar nanti, benar-benar berpeluang meraih medali. Bukan hanya pelesiran atau jalan-jalan saja. Anggaran yang kami peroleh ini dari masyarakat Kota Bandung jadi harus bisa dipertanggungjawabkan dengan prestasi,” tegasnya.

‎Meski kehilangan 161 medali, Nuryadi mengaku jika pihaknya tetap optimistis bisa menembus target medali emas yang sudah ditetapkan. Pasalnya, pihaknya sudah melakukan perhitungan peluang dari setiap atlet yang dikirimkan ke ajang multieven olahraga empat tahunan di Jabar tersebut.

“Kalau tidak ada faktor non teknis, kami cukup yakin bisa mencapai target 174 medali emas dan merebut kembali supremasi juara umum Porda XIII Jabar tahun 2018. Kalau untuk pesaing, pasti kontingen tuan rumah Kabupaten Bogor dan Kabupaten Bekasi,” tegasnya.

(ageng/bam’s)

Ribuan Honorer di Ciamis Tolak Test CPNS

0
(FOKUSJabar/husen Maharaja)

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Ribuan honorer datangi kantor Bupati Ciamis di Jalan Jendral Sudirman Ciamis. Rabu (19/9/2018).

Mereka turun ke jalan untuk menuntut diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan menolak test CPNS secara umum.

“Kami menolak test karena kami telah mengabdi puluhan tahun, ” kata Ani korlap aksi.

BACA JUGA:

Leg Pertama Championship Series, Persib Bawa 22 Pemain

Ani mengatakan, para honorer menolak test karena selama penerimaan CPNS melalui jalur test ditengarai banyak kecurangan.

“Selama ini tersiar kabar untuk bisa masuk test CPNS harus mengeluarkan uang ratusan juta rupiah,” ungkapnya.

(Husen Maharaja/LIN)

Pemilu 2019, Kapolres Ciamis: TNI-Polri Harus Bersikap Netral

0
Foto Husen

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Polisi dan TNI serta ASN saat Pileg dan Pilpres harus bersikap netral, demikian dikatakan Kapolres Ciamis, AKBP. Bismo Teguh Prakoso.

Menuurt Bismo, netralitas TNI-Polri dan ASN sangat diperlukan untuk menjaga kondusivitas saat dan setelah pesta demokrasi  berlangsung.

” Seluruh rakyat akan melaksanakan pesta demokrasi untuk menentukan masa depan bangsa,” ucapnya, Rabu (19/9/2018).

BACA JUGA:

Leg Pertama Championship Series, Persib Bawa 22 Pemain

Bismo berharap, semua elemen masyarakat untuk bisa menjaga kondusivitas perhelatan Pemilu 2019.

“Jangan pernah saling hujat dan jangan sebarkan berita hoax agar kondusivitas Ciamis tetap terjaga,” ungkapnya.

(Husen Maharaja/Bam’s)

Realisasikan Citarum Harum, Gubernur Jabar akan Lakukan Rencana Ini

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id : Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (Emil) menyebut, Pemprov Jabar akan segera menyelesaikan upaya normalisasi Sungai Citarum seiring terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 15 Tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Daerah Aliran Sungai Citarum.
Saat ini, tengah dalam proses pembahasan bersama Satgas Citarum untuk menindaklanjuti Perpres tersebut. Menurut dia, dalam merealisasikan Citarum Harum dibutuhkan estimasi pencapaian jangka pendek, menengah dan panjang.
Untuk jangka pendek, pihaknya akan menyiapkan mesin pengeruk yang akan jadi alat pembersih sampah di bantaran sungai Citarum.
“Kami sedang menyiapkan, memetakan, dan salah satunya membuat mesin pengeduk sampah oleh Pindad,” ungkap Gubernur di Gedung Sate Bandung.
“Jadi nanti mengambil sampahnya bisa dibantu dengan teknologi. Mudah-mudahan ini mengawali peran saya sebagai Dan Satgas Citarum,” tuturnya.
Dengan mesin tersebut, Emil berharap urusan persampahan di Sungai Citarum bisa teratasi.
Adapun skala prioritas jangka menengah yakni penyelesaian persoalan limbah. Hingga dalam jangka panjang, Emil inginkan adanya pemindahan industri di sekitar Sungai Citarum ke lokasi baru. Di samping itu, penanganan Sungai Citarum membutuhkan kerjasama seluruh pemangku kepentingan.
(Bam’s)

13 Sekolah di Kota Tasikmalaya Terima Alat Musik Calung Renteng dari Sanggar Seni Asta Mekar

0
Ilustrasi (istimewa)

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Dalam rangka melestarikan Budaya Nusantara, Sanggar Seni Asta Mekar kembali menggebrag Tasikmalaya dengan membagikan 500 alat musik Calung Renteng ke 13 sekolah di Kota Tasikmalaya, Selasa (18/9/2018) kemaarin.

Pembagian tersebut merupakan salah satu program kerja Sanggar Seni Asta Mekar berkolaborasi dengan Mojang Jajaka Tasikmalaya dan Aliansi Pengiat Seni Mahasiswa dalam rangkaian menuju pagelaran akbar bertajug Festival Calung Renteng yang akan dimainkan 500 Siswa dari perwakilan SMA dan SMK se-Tasikmalaya di Taman Wisata Karangresik Tasikmalaya, 14 Oktober 2018 mendatang.

Program tersebut merupakan event akbar pertama di Kota Tasikmalaya yang berkenaan dengan seni tradisional dalam rangkaian Preanger Tourism Fair yang diselengarakan oleh beberapa komunitas di wilayah Priangan Timur.

Ketua Pembina Sanggar Seni Asta Mekar, Tomi Ahmad Saputra mengatakan, ini sebagai bentuk kepedulian terhadap alat musik tradisional di Tasikmalaya yang terancam punah yaitu Calung Renteng.

“Kami ingin mengedukasi kearifan lokal dan mengapresiasi Calung Renteng kepada semua orang terutama masyarakat Kota Tasikmalaya,” katanya ketika ditemui di Caffe D’Sugar.

Ketua Panitia Festival Calung Renteng, Riki Muhamad Hamzah menjelaskan, pembagian Calung Renteng ke Sekolah akan ditindak lanjut dengan pelatihan khusus oleh relawan yang sudah diberi pembekalan materi lagu yang akan ditampilkan di Karangresik, berkolaborasi dengan tari tradisional, perkusi dan angklung.

” Selama ini pemerintah sulit ikut serta dalam membantu program kami. Dalam acara ini juga, pemerintah tidak memberikan satu rupiah pun. Dana yang dikeluarkan ini hasil kreasi usaha kami sendiri,” kata Riki.

Preanger Tourism Fair Travelmart bertujuan untuk mengenalkan masing-masing daerah se-wilayah Priangan Timur dan membukakan mata dunia bahwa Priangan Timur berpotensi menjadi tempat pariwisata yang indah.

(Riza M Irfansyah/Bam’s)