spot_imgspot_img
Senin 19 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 7894

Sertijab Wali Kota Bandung Digelar Jumat

0
Wali Kota Bandung terpilih Yana Mulyana dan Oded M Danial (Istimewa)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, akan melantik 6 kepala daerah terpilih di Jawa Barat hasil Pilkada Serentak 2018, di Gedung Merdeka, Jalan Asia – Afrika Kota Bandung, Kamis (20/09/2018) besok. Salah satu kepala daerah yang dilantik adalah Wali Kota Bandung Oded M Danial.

Asisten Pemerintahan dan Kesra Pemkot Bandung Kamalia Purbani menyebutkan, acara pelantikan ini sepenuhnya diinisiasi Pemprov Jabar. Namun, ada beberapa bagian acara yang dibagi ke masing-masing daerah yang kepala daerahnya dilantik besok.

“Kota Bandung sendiri berkontribusi di dalam menyediakan bandros pada saat setelah pelantikan selesai, para bupati/wali kota yang dilantik akan diarak beriringan menggunakan delman hias, kemudian di belakangnya ada bandros,” ucap Kamalia, Rabu (19/09/2018).

Dijelaskannya, para kepala daerah dan istri saat pawai atau arak-arakan dari Gedung Merkdeka ke Gedung Sate akan menaiki delman hias. Sedangkan Bandros, akan ditumpangi oleh para pejabat dari masing-masing daerah.

Selepas pelantikan, lanjut Kamalia, pada hari Jumat (20/09/2018) pihaknya akan melakukan acara serah terima jabatan (Sertijab) dan juga pisah sambut. Setelah itu akan disusul dengan sidang paripurna istimewa.

“Pada saat sidang paripurna istimewa itu agendanya adalah pidato pertama dari kepala daerah terpilih,” lanjutnya.

Untuk serah terima jabatan, Kamalia menyebut akan dilakukan pada pagi hari. Sedangkan untuk sidang paripurna istimewa akan digelar pada siang hari pukul 14.00.

“Sertijabnya tetap dari pa Ridwan Kamil ke Pa Oded,” ujarnya.

Sedangkan untuk jabatan beberapa kepala dinas lain yang baru terpilih, Kamalia mengaku hal tersebut akan dilakukan seusai pelantikan Wali Kota Bandung. Namun untuk waktu pastinya, Kamalia belum mengetahuinya, karena banyak tahapan yang harus dilakukan mulai dari tingkat kota, provinsi, hingga tingkat pusat di Kemendagri.

(Vetra)

Polres Cimahi Dalami Kasus Pembunuhan Karyawati Bank di Lembang

0
Ilustrasi pembunuhan (istimewa)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Polres Cimahi masih melakukan penyelidikan dan pendalaman terkait kasus pembunuhan seorang karyawan bank yang terjadi di Kayu Ambon, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (11/9/2018) lalu.

Polisi saat ini sudah sudah memeriksa 14 orang saksi serta dua orang ahli, salah seorang saksi yaitu anak korban yang merupakan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).

Kasatreskrim Polres Cimahi AKP Niko N Adiputra mengatakan pihaknya berhasil menemukan alat bukti yang bisa dijadikan petunjuk untuk mengungkap pelaku pembunuhan sadis tersebut.

“Ada alat bukti petunjuk yang kami dapat, kami masih terus melakukan agenda. Hari demi hari mengalami kemajuan untuk progres pengungkapan,” kata Niko, Rabu (19/9/2018).

Polisi juga melakukan kembali olah TKP didampingi orang terdekat korban. Setelah dilakukan olah TKP, ditemui bahwa peristiwa tersebut murni pembunuhan. Sedangkan untuk motif, masih dalam penyelidikan.

“Didampingi orang terdekat korban, kita lakukan olah TKP dan memastikan apakah ada barang berharga yang hilang. Lalu kami pastikan, tidak ada satupun barang hilang, terkait masalah susunan barang peralatan rumah, masih terlihat rapi. Kami pastikan ini bukan curas,” ungkapnya.

Diberitakan, warga Jalan Kayu Ambon, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, digegerkan penemuan mayat perempuan bersimbah darah, Selasa (11/09/2018) lalu. Bahkan, foto yang diduga korban viral di media sosial.

Kapolsek Lembang, Kompol Dedi Hermayadi mengatakan dari hasil olah TKP, ditemukan banyak luka tusuk pada tubuh korban yang mengindikasikan korban dibunuh.

“Ada beberapa luka tusukan pada bagian tubuh yang kami tadi temukan saat tadi olah TKP,” jelasnya. (Vetra)

BKKBN Jabar : Batasan Usia Menikah Harus Diperhatikan

0

BANDUNG,FOKUSJabar. co. id : Perwakilan BKKBN Jawa Barat (Jabar) Wawan Ridwan mengungkapkan sosialiasi program KB lebih menekankan pada perencanaan pernikahan, dimana batasan usia menikah harus diperhatikan.

“Untuk perempuan 21 tahun dan laki-laki 25 tahun,” katanya dalam acara sosialisasi, Rabu (19/09/2018) di
Desa Kiangroke Kecamatan Banjaran Kabupaten Bandung.

Menurutnya, kematangan usia pernikahan sangat penting. Sebab, dalam membina rumah tangga harus diperhatikan kesiapan dalam usia matang. Sehingga, secara psikologis dan fisik sudah siap.

“Jangan menikahkan anak terlalu dini apalagi masih diusia remaja, menilah itu butuh persiapan yang matang,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala dinas DP2AKB KB Kabupaten Bandung, Arindi Purwanto
mengatakan pentingnya mengikuti program KB. Khususnya program KKBPK yang terus di lakukan oleh BKKBN bersama komisi IX DPR RI

“Dengan mengikuti program KB maka kita telah turut menekan angka kelahiran, mengendalikan ledakan penduduk yang kian hari kian meningkat,” katanya.

Selain itu perwakilan Komisi IX DPR RI Agung Yanyasusan menyatakan
Komisi IX merupakan Mitra strategis bagi BKKBN, khususnya mengenai pengendalian pertumbuhan penduduk.

Kendati begitu, kata ia program KKBPK merupakan tanggung jawab kita semua, baik sebagai aparatur pemerintah maupun sebagai masyarakat biasa.

Menurutnya, untuk membangun Indonesia yang sejahtera dapat dimulai dari hal yang terkecil salah, satunya adalah dari keluarga.

“Mari kita membangun Indonesia, dimulai dari keluarga. Dua anak cukup, bahagia sejatehra,” pungkasnya.

Di akhir acara, BKKBN Perwakilan Jawa Barat memberikan berbagai macam doorprise kepada peserta sosialisasi sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat yang telah menjadi pejuang KB. Doorprise terdiri dari Sepeda 2 Unit, Penanak Nasi 2 Unit, dan TV 1 Unit serta bantuan berupa timbangan dan nebulizer.

Sebelum acara sosialisasi, BKKBN Perwakilan Jawa Barat melakukan Pelayanan KB secara gratis dan membagikan sembako berupa beras 5kg dan minyak kemasan 2L untuk 50 paket.

(Budi)

Pemkab Ciamis Rekomendasikan Tuntutan Honorer ke Pusat

0

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten Ciamis merekomendasikan tuntutan honorer yang berkeinginan diangkat menjadi pegawai negeri sipil ( PNS ) dan menolak test CPNS untuk diajukan ke pemerintah pusat di Jakarta.

“Kami atas nama pemeritahan kabupaten merekomendasikan tuntutan honorer untuk dibawa ke pemerintah pusat,” kata Ketua DPRD Kabupaten Ciamis Nanang Permana, Rabu (19/9/2018).

Nanang mengatakan bahwa tuntutan yang diajukan para honorer cukup beralasan, terlebih jika dilihat dari lamanya pengabdian mereka.

“Karena pemerintah Kabupaten Ciamis tidak mempunyai kewenangan untuk mengangkat PNS, maka kami atas nama pemerintah daerah merekomendasikan mereka untuk membawa aspirasinya ke pusat,” ucapnya.

Adapun keberangkatan perwakilan honorer dari Kabupaten Ciamis akan difasilitasi, salah satunya dengan memberikan ongkos menuju ke Jakarta.

“Ini sebagai bentuk dorongan kami kepada mereka untuk memperjuangkan haknya,” jelas Nanang.

(Husen Maharaja/LIN)

Progres Pembangunan Masjid Apung di Gedebage Sudah 50 Persen

0
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memimpin rapat progres pembangunan Masjid Raya Al Jabbar di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (19/9/18). Terungkap, progres pembangunan Masjid Raya Al Jabbar sudah mencapai 50% dan proyek masjid terapung ini akan selesai pada 2020. (Humas Jabar)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Emil) menyebut bahwa progres pembangunan Masjid Raya Al Jabbar sudah mencapai 50 persen. Proyek masjid terapung ini akan selesai pada 2020.

“Kalau keseluruhan (progres pembangunan) sudah 50 persen. Dan kalau lihat anggaran bertahap, mungkin baru bisa beres akhir 2020,” kata Emil usai rapat progres pembangunan Masjid Raya Al Jabbar di Gedung Sate, Jalan Diponegoro No. 22, Kota Bandung, Rabu (19/9/18).

Untuk memastikan rencana pembangunan sesuai dengan desain awal, Emil, akan meninjau langsung ke lokasi proyek masjid di kawasan Gede Bage, Kota Bandung itu.

“Minggu depan saya ke lapangan untuk memastikan apa yang didesain sesuai dengan yang ada di lapangan,” kata Emil.

Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Provinsi Jawa Barat Eddy Nasution mengatakan, proses pembangunan masjid saat ini sudah mencapai tahap pengerjaan atap atau konstruksi space frame. Adapun kendala pembangunan yang dihadapi saat ini, yakni ada material atap yang harus impor langsung dari Tiongkok.

“Space frame itu gabungannya kayak bola-bola yang mesti diimpor. Tapi sekarang sudah datang. Agak terlambat sedikit jadi harus agak ngejar,” kata Eddy.

Pemprov Jabar tahun ini menganggarkan Rp511 milyar untuk pembangunan masjid tersebut. Sementara tahun depan akan dianggarkan Rp90 milyar.

“Termasuk masalahnya alokasi anggarannya. Dulu alokasinya Rp900 milyar, tapi baru dialokasikan Rp511 milyar Sisanya dianggarkan 2019, kita sudah mengusulkan tapi dialokasikan cuma Rp90 milyar. Makanya Pak Gubernur bilang 2020 baru bisa,” jelas Eddy.

“Untuk penuntasan pengerjaan itu alokasi anggarannya belum tuntas,” imbuhnya.

(LIN)

Demokrat Ciamis Dukung aksi Tenaga Honorer

0
Ketua DPC Demokrat Ciamis (tengah)

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Ciamis Sopwan Ismail mendukung aksi tenaga honorer di Kantor Bupati Ciamis, Rabu (19/9/2018). Untuk diketahui, ribuan honorer turun ke jalan untuk meminta diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Mereka juga menolak digelar rekrutmen calon pegawan negeri sipil (CPNS) tahun 2018.

Menurut Sopwan, seharusnya pemerintah segera medengar suara para honorer yang melakukan aksi yang digelar tidak hanya di Kabupaten Ciamis.

“Demokrat Ciamis mendukung upaya yang dilakukan tenaga honorer yang medesak pemerintah membuat regulasi yang pro tenaga honorer,” kata Sopwan di Kantornya, Jalan Ir. H Djuanda, Ciamis, Rabu (19/9/2018).

Dia menyontohkan kebijakan yang dilakukan pada masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sejak 2004 sebanyak 1.163.883 tenaga honorer diangkat menjadi CPNS.

“Pemerintah SBY tidak abai terhadap nasib para tenaga honorer. Faktanya sudah mengangkat 1 juta honorer menjadi PNS,” pungkasnya.

(Ibenk/LIN)

Besok, Oded-Yana Resmi Memimpin Kota Bandung

0
Oded-Yana Resmi Pimpin Bandung (Istimewa)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Oded M Danial dan Yana Mulyana bakal memimpin Kota Bandung mulai Kamis (20/9/2018). Pasangan ini akan memimpin Kota Bandung setelah Gubernur Jawa Barat melantiknya di Gedung Merdeka Jalan Asia-Afrika.

Oded bakal memimpin Kota Bandung untuk periode 2018-2023. Ia akan menjadi Wali Kota Bandung ke-27. Ia juga akan menjadi Wali Kota ketiga yang melalui proses pemilihan secara langsung. Ketiga Wali Kota Bandung yang terpilih melalui pemilihan umum langsung yaitu Dada Rosada (2008-2013), dan Ridwan Kamil.

Pada Pemilihan Wali Kota Bandung lalu, Oded-Yana meraih sebanyak 634.682 suara. Di Pilwalkot Bandung lalu, sebanyak 1.305.872 warga Kota Bandung menyalurkan aspirasinya. Dari jumlah tersebut, Sebanyak 1.266.830 surat suara dinyatakan sah dan 39.042 surat suara tidak sah.

Dari suara yang sah, Oded memperoleh sekitar 50,1 Persen dukungan.

Pada pelantikan, Kamis (20/9/2018) sekitar pukul 09.00 WIB, Oded dan Yana bakal didampingi oleh istri dan anak-anaknya. Oded dan Yana bakal menggunakan Pakaian Dinas Upacara Besar (PDUB). PDUB adalah pakaian dinas berwarna putih, lengkap dengan topi dan atribut lainnya.

Sementara itu, Siti Muntamah Oded juga bakal menjadi Ketua Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bandung Masa Bakti 2018-2023. Ia bakal dilantik oleh Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat Atalia Praratya di Gedung Sate Jalan Diponegoro.

Pelantikan Ketua TP PKK Kota Bandung ini juga dirangkaikan dengan pelantikan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Bandung. Kedua jabatan tersebut secara ex officio diisi oleh istri kepala daerah. (Vetra)