BANDUNG,FOKUSJabar.id: Persoalan tidak masuknya beberapa
atlet paralimpik Jabar peraih medali di Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) 2016 dalam tim Asian Paragames 2018 sudah selesai.
Persoalan itu selesai setelah pihak National Paralimpik Commite Indonesia (NPCI) Jabar bertemu dengan para atlet yang menamakan diri Paguyuban Atlet Paralimpik Pemberani.
Kedua belah pihak pun sepakat untuk membangun olahraga bagi kalangan disabilitas lebih baik ke depan.
BACA JUGA:
Pengacara Sunda Lawyers Club yang mewakili atlet paralimpik, Kamal Sasmita menuturkan, permasalahan yang di alami atlet yang tidak terpanggil masuk Pelatnas Asian Paragames 2018 sudah terselesaikan.
Kronologis tidak masuknya atlet peraih medali di Peparnas 2016 tersebut sudah di ketahui dan di pahami para atlet.
“Setelah kami bertemu dengan pengurus NPCI Jabar dan mengetahui kronologisnya, maka kami pun paham dan sepakat untuk memikirkan atlet-atlet NPCI ini bersama-sama. Semua bisa di selesaikan dengan cara musyawarah,” kata Kamal di Sekretariat NPCI Jawa Barat, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Sabtu (3/1/2018)
Terkait permasalahan kontribusi atlet bagi organisasi, pihaknya menilai bahwa itu wajar sebagai kontribusi dan rasa memiliki atlet bagi organisasi yang sudah membesarkan namanya.
Meski demikian, pihaknya berharap sejumlah materi yang di berikan oleh para atlet harus di ketahui dan di setujui pengadilan sesuai amanat undang-undang disabilitas.
“Kontribusi ini hal yang wajar apa lagi tercantum dalam AD/ART organisasi. Tapi tetap harus ada izin dari pengadilan. Itu salah satu hal yang harus di benahi,” tegas dia.
Sementara itu, Sekratis Umum NPCI Jabar Supriatna Gumilar menyambut baik niat dari para atlet yang tidak masuk pelatnas Asian Paragames untuk membela negara.
Namun untuk bisa terpanggil dalam pelatnas Asian Paragames 2018 yang saat ini sudah di gelar di Solo, setiap atlet harus mengikuti tahapan-tahapan. Mulai dari kota/kabupaten asal, tingkat provinsi, hingga nasional.
“Kita akan mediasi para atlet ini dengan setiap kota/kabupaten masing-masing. Semoga mereka bisa tabayun dengan pengurus NPCI kota/kabupaten asal mereka. Kami akan sangat senang jika mereka bisa berkontribusi bagi negara dan mencetak prestasi di level internasional,” kata Supriatna.
(Ageng/LIN)