spot_imgspot_img
Senin 19 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 7892

Polsek dan Koramil Panumbangan Patroli Bareng

0
(FOKUSJabar/Husen Maharaja)

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Untuk menjaga kondusifitas wilayah, jajaran Polsek Panumbangan Kabupaten Ciamis dan Koramil 1304 Panumbangan menggelar patroli bersama. Kegiatan patroli bersama ini menunjukan sinergitas TNI-Polri di wilayah Panumbangan kompak.

Menurut Kapolsek Panumbangan AKP. Tata Ruhiadi Widodo, patroli bersama yang dilaksanakan jajaran Polsek dan Koramil Panumbangan dalam upaya menjaga kondusifitas wilayah Panumbangan Kabupaten Cimis.

BACA JUGA:

Leg Pertama Championship Series, Persib Bawa 22 Pemain

Widodo mengatakan, dengan adanya sinergitas yang kuat dijajaran TNI-Polri bisa meminimalisir ancaman keamanan yang bisa mengganggu dari kelompok yang tidak bertanggungjawab.

“Alhamdullilah berkat dukungan semua pihak kami TNI-Polri bisa bekerja dengan baik dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” ucapnya.

Widodo menambahkan, selain berpatroli untuk tetap bisa menjaga keamanan dan ketertiban jajarannya pun melakukan sambang kesejumlah tokoh masyarakat.

” Tadi juga kami ikut memberikan santunan kepada anak yatim piatu yang diadakan oleh tokoh masyarakat,” ungkapnya.

(Husen Maharaja)

Reaktivasi Jalur Kereta Api Cibatu-Garut, Ini Komentar Warga

0
Foto Andian

GARUT, FOKUSJabar.id : PT Kereta Api Indonesia (Persero) segera mereaktivasi empat jalur kereta api di wilayah Provinsi Jawa Barat. Ke-empat jalur tersebut yakni, Banjar-Cijulang-Pangandaran-Parigi, Garut-Cikajang, Cikudapateuh Bandung-Banjaran-Ciwidey dan Rancaekek-Tanjungsari.

Reaktivasi tersebut mendapat dukungan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (Emil). Dia menilai, sangat menguntungkan bagi masyarakat untuk lebih memudahkan transportasi.

Selain itu, daerah-daerah yang di lalui kereta pun perekonomiannya bisa tumbuh karena ada pergerakan orang dan barang dengan aksesibilitas yang semakin mudah.

BACA JUGA:

Kenangan Indah Garut Tempo Doeloe

Tidak hanya Gubernur Jabar, sebagian besar warga pun menyambut baik reaktivasi jalur kereta api tersebut. Salah satunya jalur Cibatu-Garut.

Menurut istri Diky Chandra, mantan Wakil Bupati Garut, Rani Permata, rencana pengaktifan kembali kereta api jalur Cibatu-Garut memang baik. Dengan begitu, masyarakat memiliki alternatif road selain Angkutan Kota (Angkot) atau ojek.

Hanya saja, sambung Rani, reaktivasi tersebut mesti gencar di sosialisasikan kepada masyarakat. Terutama mereka yang sudah kadung puluhan tahun menempati lahan Right of Way (RoW) milik PT KAI.

Artinya, harus di lakukan pendekatan dari hati ke hati, di berikan pemahaman bahwa lahan yang mereka tempati bukan haknya agar tidak menimbulkan kesalahpahaman. Sehingga nantinya menghambat reaktivasi tersebut.

“ Mereka harus di berikan pemahaman bahwa lahan yang di tempati bukan haknya,” ucap Line Produser FTV “ Hidayah Untuk Suami Tercinta,” Kamis (20/9/2018).

Rani mencontohkan, karena minim sosialisasi pembangunan gedung Pedagang Kaki Lima (PKL) menjadi mubazir karena mungkin masyarakat belum memahaminya karena saat pembangunan belum sepenuhnya diajak berunding dari hati ke hati.

Senada disampaikan warga Desa Keresek, Kecamatan Cibatu, Didi Akhdiat yang juga Ketua LSM Putera Garut. Menurut dia, secara regulasi memang itu hak PT KAI. Meski begitu, tetap perlu sosialisasi agar masyarakat yang  terkena dampak bisa paham dan mengerti.

Didi menambahkan, meski secara transportasi tidak terlalu signifikan, namun menggunakan jasa Kereta Api memiliki kecepatan, kenyamanan dan biaya transportasi lebih murah.

Sementara Ketua Paguyuban Pemuda dan Pemudi Sucinaraja (P3S), Engkus Kusnadi menyebut, rencana reaktivasi sangat bagus. Selain terjangkau juga terhidar dari kemacetan. Artinya akan menguntungkan masyarakat.

“ Kami setuju jalur Cibatu-Garut diaktifkan kembali. Hanya saja, perlu dibangun juga stasiun-stasiun kecil untuk memudahkan para pengguna jasa Kereta Api,” singkat Kusnadi.

(Andian/Bam’s)

Jabar Siap Angkat Kualitas Perempuan Melalui Sekolah Ibu

0
(humas Jabar)

BANDUNG – Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat memiliki satu program yang dirancang guna mengangkat kualitas perempuan, yakni program sekolah bagi para ibu. Mengingat pentingnya sekolah ibu ini, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menginstruksikan agar para Bupati dan Walikota turut mendukung pembangunan sekolah perempuan ini.

Emil, sapaan akrabnya, menyebutkan bahwa program ini sebagai bentuk upaya perlindungan perempuan melalui edukasi. Para ibu rumah tangga nantinya akan mengikuti sekolah ini selama dua sampai tiga bulan. Untuk kurikulum yang akan digunakan, Emil mengatakan masih dalam tahap pembahasan. Menurutnya, program ini menjadi salah satu langkah mensukseskan semangat Jabar Juara Lahir dan Batin.

“Pak Bupati, Pak Walikota, tolong dirikan sekolah perempuan, sekolah untuk ibu-ibu rumah tangga, selama dua sampai tiga bulan untuk menguatkan kekuatan keluarga, nilai-nilai ekonomi dan kekuatan melindungi anak-anaknya,” pesan Emil pada acara Pelantikan Ketua TP PKK dan Ketua Dekranasda Kabupaten Kota, di Aula Barat Gedung Sate Bandung, Kamis (20/9/18).

“Suatu hari, keberhasilan ini akan menjadi panen dari sebuah semangat Jabar juara lahir dan batin,” lanjutnya.

Menyambung pernyataan Emil, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat Atalia Praratya memaparkan, program ini berawal dari keprihatinannya akan banyaknya para ibu yang putus sekolah. Bagi Atalia, ilmu yang paling tinggi adalah ilmu yang didapat dari orang tua sendiri, seperti tata krama, sopan santun, nilai-nilai kejujuran hingga soft skill lainnya.

Selain itu, Atalia juga mengatakan bahwa para ibu cenderung kebingungan mengisi waktu luang mereka setelah mengantar anak mereka ke sekolah, sehingga sekolah ibu ini diharapkan menjadi solusi dalam mengisi quality time yang membangun kualitas perempuan Jabar.

“Awal ide ini adalah bagaimana saya melihat banyak sekali para ibu yang putus sekolah, dan mereka nampaknya belum cukup mumpuni dalam membangun keluarga dimulai dari rumah sendiri,” kata Atalia ditemui seusai acara.

“Kami kira ada baiknya para ibu rumah tangga ini belajar kembali terkait dengan ketahanan keluarga, bagaimana pembangunan perekonomian untuk mandiri, dan lain sebagainya. Kami sudah memiliki berbagai masukan, dan saya kira ini bisa dilakukan,” jelasnya.

Disinggung terkait target untuk pilot project program, Atalia menegaskan pihaknya akan menjadikan daerah terpencil di pedesaan sebagai target utama. Hal ini karena menurutnya perempuan di perkotaan dinilai sudah cukup mumpuni. Terlihat dari seringnya perempuan di perkotaan berkumpul untuk saling berbagi (sharing).

“Kita akan coba justru di daerah-daerah yang terpencil, karena itu yang paling membutuhkan. Kalau di kota-kota besar itu nampaknya sudah mumpuni, bahkan mereka (perempuan di perkotaan) ketika berkumpul pun banyak sekali saling berbagi, sharing, dan lain sebagainya. Tapi di pedesaan itu menjadi target utama kami,” ujar Atalia.

HUMAS JABAR

Antisipasi Gas Bumi Habis, Gubernur : Jabar Harus Siap dengan EBT

0
(Humas Jabar)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (Emil) mengatakan, Jawa Barat harus siap dengan Energi Baru Terbarukan (EBT). Artinya, Jabar perlu beralih dengan tidak lagi menggunakan energi berbahan baku fosil.

” Kalau nanti minyak dan gas bumi habis, kita harus sudah siap dengan energi baru,” tutur Emil.

Pemda Provinsi Jawa Barat mengajukan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Umum Energi Daerah (RUED) Provinsi Jawa Barat Tahun 2018-2050 ke DPRD Jawa Barat. RUED tersebut menyajikan berbagai data dan informasi mengenai EBT.

Melalui Raperda RUED, pengembangan energi daerah di Jawa Barat diarahkan pada kebijakan konservasi dan efisiensi pemanfaatan energi. Untuk itu, Pemda Provinsi Jawa Barat menginisiasi untuk membentuk kelembagaan energi di daerah dalam bentuk Forum Energi Daerah agar RUED Provinsi Jawa Barat dapat diimplementasikan.

Emil mengungkapkan bahwa Jawa Barat mempunyai berbagai potensi energi yang perlu dikembangkan. Seperti energi surya dan angin.

” Daerah Provinsi Jawa Barat memiliki beberapa sumber daya energi. Antara lain minyak dan gas bumi (migas), panas bumi, air, serta beberapa sumber energi lain yang masih perlu didorong yaitu energi surya, angin, dan bioenergi,” kata Emil dalam pidatonya tentang pengajuan Raperda RUED di hadapan 64 anggota DPRD Jabar yang hadir dalam Rapat Paripurna tersebut.

Berdasarkan baseline Tahun 2015, total penyediaan energi untuk daerah Provinsi Jawa Barat sebesar 28 juta Tonne Oil Equivalence (TOE). Energi ini bersumber dari konversi energi minyak bumi 31 persen, batu bara 24 persen, gas bumi 30 persen dan EBT 15 persen.

(Bam’s)

Historical Walk Meriahkan Pelantikan 6 Kepala daerah di Gedung Merdeka Bandung

0
foto: web

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melantik Enam Kepala Daerah dan Wakilnya di Gedung Merdeka,” jalan Asia Afrika, Kota Bandung (20/9/2018).

Saya senang kita mengespresikan peristiwa penting ini dengan seremoni yang baik, kebetulan karna dilaksanakan di Gedung Merdeka kami memutuskan memberikan sebuah ritual yang luar biasa yaitu Historical Walk dari Hotel Savoy Homan ke gedung merdeka,”ujar Emil.

Kita melantik sesuai dari keputusan menagri sementara gelombang satu ini tangal 20 September sekitar Enam kepala daerah nanti dilanjutkan di bulan Desember selanjutya bulan Maret taun depan.

Kemudian dalam kesan tadi saya sampaikan karna ukuran penilaian masyarakat kepada pemerintahan ada tiga yaitu sikap integritas dari segenap pimpinannya sampai bawahanya, kita tadi mendoakan jangan sampai ada kejadian-kejadian lagi urusan hukum aturan dari kepala daerah, yang ke dua adalah meningkatkan propesionalitas karna zaman sudah berubah lebih canggih harus lebih cepat contonya quick respon kita lakukan, yang ke tiga harus ikhlas melayani bukan minta dilayani maka saya bilang tadi layani rakyat bukan di layani rakyat,”ujar Emil.

Ridwan Kamil,” terharu yah khususnya dengan momen dengan mang Oded dulu sama-sama berjuang sama-sama dilantik saya melantik beliau jadi sudah takdirnya memang begitu, jadi punya rasa haru melantik sebagai Gubernur kepada Wali kota yang dulunya saya dilantik kira-kira itu perasakan saya.

(Yusuf Mugni)

100 Hari Pertama Kerja, Oded Janji Tak Akan Lakukan Program yang Boroskan Anggaran

0
(FOKUSJabar/Yusuf Mugni)

Wali Kota Bandung Oded M Danial mengatakan pada 100 hari kerja pasca pelantikannya oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, akan banyak melakukan gerakan moral bersama masyarakat untuk membangun Kota Bandung yang lebih baik.

“Kota Bandung, masih banyak PR yang harus kita selesaikan, kita tuntaskan, masa (Jabatan) Oded-Yana insyaAllah sudah siap untuk menuntaskan PR PR yang ada di Kota Bandung,” kata dia di Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (20/09/2018).

Pada 100 hari pertama, pihaknya mengaku tidak akan melakukan program yang banyak membutuhkan anggaran. “Karena tiga bulan ini anggaran juga sangat tidak memungkinkan, karena anggarannya sudah dibahas, saya akan melakukan program kegiatan yang bersifat tidak terlalu banyak menggunakan anggaran,” Ujar Oded.

Program tersebut diantaranya adalah melakukan gerakan bebersih Kota Bandung, gerakan taat aturan, dan gerakan moral lainnya. Menurutnya gerakan-gerakan ini harus terus dilakukan, terlebih ia berkomitmen untuk terjun langsung ke masyarkat.

“Bersama masyarakat insya Allah saat moralitas ini sudah terbangun, maka semangat kita untuk membangun pembangunan fisik juga akan lebih mudah,” Pungkasnya.

Adapun sejumlah program prioritas yang akan dilakukannya pada lima tahun ke depan adalah memfokuskan pembangunan pada permasalahan lingkungan, sampah, banjir, pembangunan infrastruktur, serta masalahan kemacetan.

“Beberapa flyover misalkan, kita pastikan insya Allah akan selalu berupaya bagaiamana jalan itu harus dilaksanakan untuk mengurai kemacetan,” Pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Umuh Instruksikan Panpel Pasang Layar Lebar

0
Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar. (foto web)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar telah menginstruksikan Panpel Persib untuk memasang layar lebar saat laga menghadapi Persija Jakarta di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Minggu (23/9/2018).

Kegininan manajer yang akrab disapa Pak Haji ini bukan tanpa alasan, pasalnya antusias Bobotoh untuk menyaksikan langsung pertandingan pekan ke-23 Liga 1 2018 ini sangat besar.

“Persiapan dari Polres kemarin ada layar lebar, kita akan siapkan lima sampai enam,” kata Umuh, Kamis (20/9/2018).

BACA JUGA:

Leg Pertama Championship Series, Persib Bawa 22 Pemain

Umuh menghimbau kepada Bobotoh untuk tidak memaksakan datang ke Stadion GBLA, jika tidak memiliki teket. Karena, pertandingan tersebut akan ditayangkan oleh salah satu stasiun televisi.

“Saya sudah tegaskan ke panpel jangan sampai kurang dari lima sampai enam, jadi supaya yang gak punya tiket, tapi sudah terlanjur datang ke Stadion tidak kecewa dan masih bisa nonton,” tegasnya.

(Arif)