spot_imgspot_img
Jumat 27 Maret 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 7654

Jadi Tersangka Mark Up, Oknum ASN Banjar Ini Dibui

0
Jadi Tersangka Kasus Pidana, Oknum ASN Banjar Dipenjara. (FOKUSJabar/Boip)

BANJAR, FOKUSJabar.id : Seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) ditetapkan sebagai tersangka kasus mark up pengadaan mesin fogging di Dinas Kesehatan Kota Banjar. Akibat perbuatannya, negara mengalami kerugian ratusan juta rupiah.

Kepala Kejaksaan Negeri Kota Banjar, Farhan menerangkan, tersangka berinisal AH yang merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

” Tersangka kami amankan jam 09.00 WIB,” kata Farhan didampingi Kasi Pidsus, Iwan Arto dan Kasi Intel, Tandiyo, Rabu (14/3/2018).

Menurut Farhan, tersangka diketahui telah melakukan mark up mesin fogging setelah hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dengan nilai anggaran sebesar Rp400 juta lebih.

Akibat perbuatannya, kini tersangka ditahan di Lapas kelas III Banjar selama 20 hari dari hari ini hingga 2 April 2018.

” Tersangka dijerat dengan pasal 2 jo pasal 3 UU tindak pidana korupsi ancaman kurungan empat tahun penjara,” pungkasnya.

(Boip/Bam’s)

Senin Depan, Pelajar Bawa Kendaraan ke Sekolah akan Diperiksa

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Pekan depan, Senin (19/3/2018), kampanye Disiplin Dimulai dari Sekolah akan dimulai. Selama empat pekan, tim akan intensif melakukan langkah persuasif, kolaboratif, dan represif kepada para siswa dan sekolah.

Kampanye Disiplin Mulai dari Sekolah sendiri digagas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung dan komunitas Gerakan Bandung Disiplin. Dalam pelaksanaannya, kampanye bekerjasama dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung dan Polrestabes Bandung.

“Tujuan kampanye ini untuk memberikan edukasi kepada anak-anak sekolah dan juga para orang tua agar keselamatan dan kedisiplinan ini harus diperhatikan oleh semua. Kami kan tidak punya akses kepada orang tua siswa, maka kami bekerja sama dengan Dinas Pendidikan untuk memberikan sosialisasi ke sekolah,” ujar Sekretaris Dishub Kota Bandung, Anton Sunarwibowo saat ditemui di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana Kota Bandung, Rabu (14/3/2018).

Langkah persuasi akan dilakukan tim melalui sosialisasi di berbagai media, salah satunya media sosial. Lalu aksi kolaboratif akan dilakukan bersama pihak sekolah dengan mendorong sekolah memperketat aturan soal izin membawa sepeda motor ke sekolah.

“Kalau bisa, dicek satu-satu yang boleh masuk hanya yang memakai SIM. Nanti didata lalu diberi kartu atau semacamnya,” tambahnya.

Sedangkan langkah represif yakni penegakan hukum bersama dengan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polrestabes Bandung di beberapa titik di sekitar sekolah yang telah ditentukan. Dalam sehari, akan ada dua sekolah yang dipilih secara acak untuk dilakukan pengawasan dan penindakan.

Relawan Gerakan Bandung Disiplin, Hendro Talenta menuturkan, kampanye Disiplin Dimulai dari Sekolah sendiri didasari banyaknya pelajar yang menjadi korban kecelakaan. Berdasarkan data dari kepolisian, dari 73 kecelakaan roda dua, lebih dari 30 persen korbannya berstatus pelajar.

“Kami menduga, para pelajar itu mendapat ‘restu’ dari orang tua untuk membawa sendiri kendaraan ke sekolah. Ini terlihat dari banyaknya pelajar yang membawa sepeda motor ke sekolah. Kalau sesekali, kita bisa anggap mereka curi-curi dari orang tua. Tetapi kalau setiap hari, artinya mereka memang dilegalkan dan difasilitasi oleh orang tua mereka,” ujar Hendro.

Hendro menambahkan, orang tua cenderung permisif dengan membiarkan anak-anaknya yang notabene dilarang mengendarai sepeda motor. Pembiaran itu kemudian mengajarkan anak-anak untuk merasa ‘boleh’ mengendarai motor sendiri meski di usia tersebut belum bisa membuat Surat Izin Mengemudi (SIM).

“Membuat SIM kan pasti ada syarat umur dan mereka belum cukup umur membuat SIM. Artinya, mereka tidak punya SIM,” tuturnya.

Kondisi diperparah dengan lemahnya pengawasan sekolah terhadap siswa yang membawa kendaraan dan tidak banyak sekolah yang melarang siswanya membawa kendaraan pribadi. Bahkan beberapa sekolah pun memiliki parkir yang cukup luas untuk menyimpan kendaraan. Sedangkan sekolah yang tidak memiliki lahan, membiarkan motor-motor siswa terparkir di pinggir jalan.

“Kalau sudah masuk ke badan jalan, artinya pemerintah memiliki peran untuk melakukan penindakan. Dan menghadapi situasi ini, Pemkot Bandung pun tidak bisa tinggal diam. Jika orang tua tidak mampu mendidik dengan baik kepada anak-anak, maka negara harus turun tangan. Ini (menjadi) peran negara untuk meluruskan mindset orang tua,” tegasnya.

(ageng/bam’s)

DLHK Kota Bandung Optimis Pertahankan Piala Adipura 2018

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Bandung optimis bisa mempertahankan penghargaan Adipura pada tahun 2018 setelah meraihnya dalam tiga tahun berturut-turut. Upaya optimal di berbagai sektor dalam menjaga kebersihan Kota Bandung sudah dilakukan.

Sekretaris DLHK Kota Bandung, Dedy Dharmawan menuturkan, ada 11 sektor yang menjadi perhatiannya dan tim Adipura. Yakni di pasar, perumahan, pertokoan, perkantoran, Tempat Pembuangan Sementara (TPS), Tempat Pembuangan Akhir (TPA), taman, hutan kota, rumah sakit/puskesmas, sekolah, terminal, stasiun, jalan, dan saluran terbuka/sungai.

“Di titik-titik tersebut, kita bersama tim melakukan serangkaian program untuk memperbaiki lingkungan sehingga lebih bersih dan sehat. Tim pun terus mengedukasi masyarakat untuk menghilangkan sampah sejak dari sumbernya. Karena selain kebersihan, ada juga penilaian untuk pemilahan sampah dimana penilai akan melihat dan menilai pola pemilahan sampah yang dilakukan Kota Bandung,” ujar Dedy saat ditemui di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana Kota Bandung, Rabu (14/3/2018).

Dedy mengaku, proses dan upaya-upaya tersebut tidak bisa dilakukan sendirian. DLHK Kota Bandung pun menggandeng berbagai pihak untuk turut mewujudkan Bandung yang bersih. Seperti sekolah, rumah sakit, dan dinas-dinas terkait.

“Pencapaian prestasi itu tidak akan berhasil kalau satu lembaga tidak berkolaborasi. Mutlak harus kolaborasi dengan masyarakat dan stakeholder. Kolaborasi inilah yang akan membuat Kota Bandung mendapat Adipura,” terangnya.

Meski demikian, lanjutnya, bagian tersulit dari proses tersebut adalah membangun kolaborasi dengan masyarakat. Pasalnya, masih ada sebagian masyarakat yang belum sadar akan kebersihan dan menjadi tantangan utama bagi pihaknya.

“Ini sampah kita, sampah Anda. Anda tahu tidak sampah ini nanti dipindahkan ke mana? Dan kebanyakan masyarakat tidak tahu, sampah yang mereka buang akan dibawa kemana. Mereka hanya tahu buang saja. Untuk itu, penting bagi semua pihak untuk bersama-sama menjaga lingkungan dengan menghilangkan sampah sejak dari sumbernya. Yang sederhana misalnya, kalau bisa jangan minum dari botol plastik tapi bawa botol sendiri dari rumah. Dengan itu, kita sudah mengurangi sampah,” tegasnya.

(ageng/bam’s)

Blusukan ke Pasar Indramayu, Deddy Mizwar Diarak Becak

0
Blusukan ke Pasar Indramayu, Deddy Mizwar Diarak Becak. (FOKUSJabar/Adi)

INDRAMAYU, FOKUSJabar.id : Calon Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar (Demiz) menyambangi kampung pengrajin petasan di RT15/04, Kampung/Desa Lohbener, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu.

Sebelumnya, Demiz blusukan ke pasar tumpah Jatibarang dan mendapat sambutan hangat para pedagang maupun pengunjung pasar. Tidak hanya diminta foto bersama, Deddy pun diarak warga pasar menggunakan becak.

Demiz meminta masyarakat Jatibarang Indramayu menggunakan hak suaranya dan menciptakan suasana kondusif. Jangan sampai kerukunan antar tetangga, saudara dan keluarga bertikai akibat berbeda pilihan.

” Jangan sampai suami istri saling memunggungi gara-gara beda pilihan. Percuma sekarang bilang siap, tapi pas pemilihan malah tidur. Yang lebih penting lagi, jangan lupa pilih nomor empat,” kata Deddy, Rabu (14/3/2018).

Sebagai wakil Gubernur Jawa Barat periode 2013 – 2018, Demiz mengucapkan terima kasih terhadap kontribusi Indramayu dalam peningkatan ketersediaan pangan. Khususnya beras.

” Terima kasih kepada Indramayu, sebentar lagi akan ada pelabuhan Patimban, artinya kita harus mempersiapkan diri memberikan produk-produk berkualitas supaya nilai jualnya tinggi,” kata dia.

Deddy menambahkan, dengan potensi pertanian yang di antaranya mulai dari beras dan mangga, Indramayu harus menambah wirausahawan untuk memasarkan produk berkualitas ke luar Indramayu.

“Sekarang mendorong menimbulkan wirausaha dari Indramayu. Pemerintah tidak bisa berjalan diri sendiri,” katanya.

(Adie/Bam’s)

Hiks! Seni Tradisional “Singa Lugay” Ciamis Nyaris Mati Suri

0
Seni Tradisi Singa Lugay Ciamis. (FOKUSJabar/Riza m Irfansyah)

CIAMIS, FOKUSJabar.id : Seni Tradisional yang dikembangkan dan menjadi salah satu kebanggaan warga Kecamatan Sukadana, Kabupaten Ciamis, yakni Singa Lugay. Keberadaanya terancam mati suri setelah regenerasi kepengurusan.

Seni tradisional yang kerap menjadi media promosi Kabupaten Ciamis itu mengalami penurunan kualitas dan kesenjangan regenerasi dari para pelakunya.

Kepala UPT Pariwisata Kecamatan Panjalu yang juga konseptor pembangkit Singa Lugay, Budi Utama membenarkannya. Setelah regenerasi kepengurusan, kini terjadi penurunan kualitas dari performing arts Singa Lugay.

” Saya dan istri sendiri sebagai pendiri yang mengembangkan Singa Lugay merasa prihatin, namun tidak bisa berbuat banyak. Pasalnya, untuk mengembangkan suatu kultur yang dikemas dengan seni pagelaran harus total dan tidak berorientasi pada materi,” ucapnya ketika ditemui di Kantor Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis, Rabu (14/3/2018).

Budi mengaku teringat beberapa tahun lalu ketika dirinya menemukan sebuah Singa terbuat dari kayu dengan ornamen – ornamen beserta sejarah tentang seni Singa Lugay yang sudah usang. Selanjutnya berjuang mengembangkanya hingga mampu membawa harum Ciamis saat tampil memukau di Taman Mini Indonesia Indah dan di Kabupaten/Kota lainnya.

” Melalui dukungan dari pemerintah melalui Dinas Pariwisata, saat itu kami merevitalisasi dan mengonsep ulang performing arts Singa Lugay hingga benar-benar menjadi seni yang diingat sekaligus menjadi kebanggaan masyarakat Ciamis, khususnya Sukadana,” kenang Budi.

Konsep penampilannya, empat orang pria memangku Singa yang terbuat dari kayu dan ditunggangi sambil menari diiringi lantunan musik tradisional dari Kabupaten Subang yang dikembangkan oleh salah satu warga Sukadana Ciamis di era 70-an.

Lalu mengalami masa vakum. Sekitar tahun 2014 direvitalisasi dengan konsep empat orang wanita yang memanggul Sisingaan yang ditunggangi dengan busana yang mengeluarkan aura tradisi khas Ciamis.

(Riza M Irfansyah/Bam’s)

Warga Sukamantri Ciamis Temukan Bayi di Pinggir Jalan

0
(Dok FOKUSJabar.co.id)

CIAMIS, FOKUSJabar.id : Bayi perempuan mungil dengan berat badan 2,7 kg, tinggi 47 cm ditemukan seorang pengendara sepeda motor di pinggir Kalan Panjalu-Sukamantri, Dusun Simpar, Desa/Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis.

Menurut Camat Panjalu, Erwin Hermawan, bayi tersebut ditemukan Jaya seorang warga Desa Mekarwangi, Kecamatan Sukamantri.

” Bayi tersebut ditemukan Jaya yang hendak pulang ke rumahnya, Selasa (13/3/2018) kemarin,” sebut Erwin, Rabu (14/3/2018).

Menurut keterangan Jaya, lanjut Erwin, bayi tersebut tergeletak dalam dus dan terdengar seperti ada suara yang memanggilnya.

Saat menghentikan laju kendaraannya, Jaya melihat sebuah dus yang mencurigakan karena terdengar seperti ada suara anak Kucing.

“Saksi langsung menghampiri dus itu dan terkejut karena di dalamnya ada bayi,” ucapnya.

(Husen Maharaja/Bam’s)

Gerindra Jabar Usung Prabowo di Pilpres 2019

0

BANDUNG,FOKUSJabar.id: DPD Gerindra Jawa Barat deklarasikan dukungan untuk Prabowo Subianto maju di Pilpres 2019. Deklarasi dilakukan di Grand Preanger, Kota Bamdung, Rabu (14/3/2018).

Seluruh pengurus ranting, dan DPC Partai Gerindra se Jabar hingga saya partai sepakat mendukung Prabowo.

Berikut pernyataan sikap yang disampaikan seluruh DPC Gerindra di 27 kabupaten/kota di Jabar:

Seluruh DPC dan PAC se-Jawa Barat mencalonkan Prabowo Subianto sebagai calon presiden 2019-2024.

Kedua, seluruh kader Gerindra Jawa Barat meminta kepada DPD Partai Gerindra Jabar agar menetapkan pernyataan sikap sebagai keputusan Partai Gerindra Jabar.

Ketiga, seluruh jajaran partai, sayap-sayap partai akan bahu membahu berjuang sepenuh hati memperjuangkan Prabowo Subianto sebagai capres.

Menyikapi hal itu, Ketua DPD Garindra Jabar Mulyadi sepakat menyampaikan hal itu sebagai keputusan ke DPP.

“Kita di Jabar sudah memutuskan bahwa satu-satunya Capres yang diperjuangkan adalah Pak Prabowo. Jabar siap berjuang mewujudkannya,” tegas Mulyadi.

Pihaknya berharap, dorongan kader Gerindra Jabar didengar DPP.

Sementara itu, Sekretaris Jendral partai Gerindra Ahmad Muzani menegaskan bahwa kemenangan Prabowo di Jabar pada Pilpres 2014 belum berbanding lurus dengan provinsi lain.

Kendati begitu, kata Muzani, semua provinsi menginginkan kembali Prabowo untuk maju sebagai capres. Pihaknya mengakui bahwa Prabowo belum memutuskan akan maju atau tidak di Pilpres 2019.

Saat ini, kata dia, Prabowo masih mendengarkan suara dan keinginan rakyat. Apakah rakyat masih menginginkan Prabowo kembali maju jadi capres atau tidak?.

“Tapi kalau melihat kondisi Indonesia yang serba susah saat ini, kita berkesimpulan harus ganti Presiden. Pak Prabowo adalah jawaban dari kesulitan bangsa Indonesia. Kita akan kembali yakinkan rakyat bahwa Pak Prabowo akan membawa Indonesia lebih baik,” tegas Muzani.

 (LIN)