spot_imgspot_img
Selasa 7 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 7584

Kapten Bandung Bank BJB Pakuan Bicara Soal Laga Grand Final Proliga 2018

0
Wilda Siti Nurfadhilah. (FOKUSJabar/Ageng)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Menjalani partai puncak di kompetisi bola voli profesional, Proliga menjadi kali kelima bagi kapten tim Bandung Bank BJB Pakuan, Wilda S Nurfadhilah. Atlet bola voli asal klub Alko Bandung ini pertama kali menjalani laga final di kompetisi Proliga saat membela Manokwari Valeria Papua Barat pada tahun 2014.

Pada laga grand final Proliga 2014 tersebut, Wilda gagal membawa tim Manokwari Valeria Papua Barat menjadi juara setelah dikalahkan Jakarta Pertamina Energi. Namun kegagalan di tahun 2014, berhasil ditebus pebolavoli yang berposisi sebagai quicker ini dengan membawa tim Jakarta Electric PLN menjadi juara kompetisi Proliga dalam tiga tahun berturut-turut yakni musim 2015, 2016, dan 2017.

Pada Proliga 2015, Wilda S Nurfadhilah bersama tim Jakarta Electric PLN mengalahkan Jakarta PGN Popsivo dan dua tahun berikutnya mengalahkan Jakarta Pertamina Energi dengan tim yang sama, Jakarta Electric PLN. Pada laga Grand Final Proliga 2018 yang akan digelar di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Minggu (15/4/2018), timnya kembali akan menjajal kekuatan Jakarta Pertamina Energi.

Wilda mengaku, laga grand final Proliga kelima ini memiliki arti dan kesan yang berbeda. Pasalnya, tim yang dibelanya kali ini merupakan tim yang berasal dari kota kelahirannya dan tempat dirinya menimba ilmu bolavoli bersama klub Alko Bandung.

“Memang ada yang berbeda untuk grand final Proliga kali ini, karena aku membela tim asal ‘rumah’ saya sendiri. Kalau sebelumnya kan atas nama Manokwari dan Jakarta. Apalagi Bandung, khususnya BJB, sudah lama tidak ada perwakilan di Proliga dan sekarang masuk final,” ujar Wilda saat dihubungi melalui telepon selularnya, Kamis (12/4/2018).

Untuk persiapan tim, anak kedua dari pasangan Wiwi Lestiani dan Ugan Sugandi ini mengaku jika dirinya bersama rekan-rekannya sudah sangat siap menghadapi partai puncak Proliga 2018. Baik persiapan dari sisi teknik, strategi, fisik, hingga kesiapan mental menghadapi laga grand final.

“Untuk persiapan, kita sudah melakukan latihan keras untuk memperbaiki kekuarang tim kita. Untuk porsi latihan, lebih banyak meningkatkan dari sisi teknis termasuk persiapan mental baik di luar maupun di dalam lapangan,” tambahnya.

Dari empat pertemuan sebelumnya, pebolavoli berhijab yang memiliki tinggi badan 176 cm ini mengaku sudah mengetahui karakter permainan lawannya di grand final, Jakarta Pertamina. Bahkan diantaranya sempat menjadi rekan satu tim, baik di tim nasional maupun di klub.

“Sedikit banyak, kita sudah bisa membaca kekuatan lawan dari empat pertemuan sebelumnya, termasuk kekurangan di tim kita. Salah satunya bagaimana kita menahan serangan dari pemain asing mereka yakni Anna Stepaniuk yang cukup dominan meraih angka bagi Jakarta Pertamina Energi. Tapi kita tetap antisipasi pemain lain seperti pemain asing lain, Kyla, Novi, atau Agustin,” terangnya.

Meski belum fit 100 persen setelah cidera kaki saat laga Final Four namun Wilda siap mengerahkan seluruh kemampuannya untuk meraih gelar juara Proliga 2018.

“Insha Allah, aku sudah bisa main di grand final nanti dan pasti memberikan yang terbaik buat tim. Meski belum 100 persen fit, tapi saya dan teman-teman semua akan semaksimal mungkin. Yang jelas kita akan habisin semua di laga grand final ini, mau kapan lagi. Apalagi akan ada dukungan dari mantan atlet Bandung Artdeco Bank Jabar yang dulu menjadi juara Proliga tahun 2003 dan 20016, makin semangat lah ingin mengulang juara di tahun 2018 ini,” pungkasnya.

(ageng/DH)

Persib Akan Bawa 18 Pemain ke Malang

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Persib Bandung akan membawa sebanyak 18 pemainnya untuk menghadapi Arema FC pada pertandingan tandang kompetisi Liga 1 2018 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Minggu (15/4/2018).

Menurut pelatih Persib, Roberto Carlos Mario Gomez, daftar pemain yang akan dibawa ke Malang sudah dikantongi olehnya, hanya saja dia belum bisa menyebutkan satu persatu pemain tersebut.

Karena menurut pelatih asal Argentina ini, pihaknya akan melihat kembali kesiapan pemainnya pada sesi latihan terakhir yang akan digelar di Stadion Siliwangi, Kota Bandung, jumat (13/4/2018).

“Kita bawa 18 pemain. Saya sudah bicara dengan Soler dan Herrie (asisten), dia yang punya daftarnya. Herrie yang mengurus pemain yang tidak dibawa,” kata pelatih yang sempat menangani Johor Darul Ta’zim ini, Kamis (12/4/2018).

Rombongan Persib rencanannya meninggalkan kota Bandung menuju Malang, Jumat (13/4/2018) siang. Maung Bandung pun kemungkinan akan kembali berlatih pada uji coba lapangan satu hari menjelang pertandingan.

(Arif/DH)

PKK Jaman Now Versi Netty Heryawan

0
(HUMAS JABAR)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Tantangan bagi kader gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di era modernisasi semakin berat. Bukan hanya menyesuaikan rancangan kegiatan masyarakat dalam menyukseskan program pemerintah, kader PKK juga harus mampu menangani pergantian kader yang DO (drop out), hingga mengikutsertakan pemuda dalam kegiatan-kegiatan PKK.

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat Netty Heryawan mengungkapkan hal tersebut saat ditemui usai menjadi pembicara pada acara pertemuan rutin Ikatan Wanita Bank (IWABA) Bandung, di Sierra Cafe & Lounge Jl. Bukit Pakar Timur No.33 Bandung, Rabu (11/04).

Netty memaparkan, PKK di jaman now harus lebih responsif terhadap permasalahan di masyarakat, baik itu permasalahan yang terkait bidang kesehatan, bidang sosial, termasuk ketenagakerjaan. Bukan hanya menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang ada di empat pokja, Netty menyebutkan PKK juga harus bisa merespon ketika ada sesuatu yang belum tercover oleh empat pokja tersebut beserta turunan-turunannya, seperti posyandu dan Hatinya PKK.

“Kan ada posyandu, posyandunya juga harus jaman now, posyandu generasi ketiga. Termasuk kalau ada Hatinya PKK, halaman asri teratur indah nyaman, itu bagaimana supaya masyarakat tergerak untuk bisa memanfaatkan pekarangannya, berarti harus ada strategi. Itu yang harus dipikirkan oleh PKK jaman now,” jelas Netty.

“Strategi men-deliver program supaya sesuai dengan kemampuan masyarakat, itu yang menjadi tantangan PKK jaman now,” lanjutnya.

Selain itu, prinsip gerakan PKK yang berdasarkan pada kesukarelaan menjadi faktor utama tingginya tingkat DO pada kader PKK, karena tidak ada upah sebagaimana pegawai pada umumnya. DO dalam konteks ini disebutkan oleh Netty sebagai proses putus sambung kaderisasi. Misalnya si ibu sudah sibuk dengan anak-anaknya kemudian memutuskan keluar dari PKK, atau mereka yang terjepit persoalan ekonomi dan menjadi TKW, sehingga mau tidak mau harus keluar dari PKK. Ada pula kader yang sukses di tingkat daerah lokal, ganti RW, ganti Kades atau bedol desa, hingga alasan seperti buku panduan yang hilang, serta tidak adanya dacin (timbangan balita).

Permasalahan ini, kata Netty, dapat diselesaikan jika kader PKK mampu menggandeng organisasi pemuda, seperti Karang Taruna, PIK-Remaja (Pusat Informasi Kesehatan Remaja), maupun GenRe (Generasi Berencana) yang berisi anak-anak muda yang sudah terbiasa aktif di kegiatan-kegiatan kemasyarakatan. Netty menilai hal ini cukup sulit, mengingat anak muda masa kini lebih mementingkan urusan ide kreatif daripada kegiatan-kegiatan PKK.

“Ini menjadi tantangan PKK di jaman now, bagaimana caranya agar PKK bisa menggandeng kekuatan-kekuatan yang lain tanpa harus kekurangan kader,” pungkas Netty.

“Saya belum melihat bahwa generasi muda itu tertarik pada PKK. Kalau sekarang anak muda disuruh nerima pendaftaran ibu-ibu balita, nungguin giliran ditimbang di dacin, mana ada yang mau kan,” ujarnya lagi.

(DH)

Angka Kemiskinan Jawa Barat Menurun

0
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan saat memberikan sambutan di Musrenbang 2018. (FOKUSJabar/Ibenk)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mensyukuri hasil kerja kerasnya selama menjabat gubernur tren angka kemiskinan di Jawa Barat terus menurun.

“Kita syukuri angka kemiskinan Jawa Barat trennya terus menurun. Pada tahun 2008 angkanya mencapai 13 persen, sekarang 7,8 persen. Hampir separonya kita selesaikan,” ujar Aher usai Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Dago, Kota Bandung, Kamis (12/4/2018).

Menurutnya, mengecilnya angka kemiskinan di Jawa Barat merupaka berkat kerja keras Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama-sama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat.

“Akhirnya dengan kerja keras kita semua angka kemiskinan di Jawa Barat terus menurun. Masih ada tentu, tapi kan dibandingkan pada tahun 2008 sangat jauh sekali,” ucapnya.

Dia menjelaskan, menurut catatan Bappenas ada beberapa daerah di Jawa Barat yang menjadi kantong-kantong kemiskinan yakni, Kabupaten Indramayu, Cirebon, dan Kabupaten Cianjur.

“Saya kira di kabupaten-kabupaten tertentu harus menjadi perhatian kita ke depan,” pungkasnya.

(Ibenk/dar)

Peringati KAA, Pemkot Bandung Gelar AAC di Akhir Bulan Ini

0
Ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Bulan April jadi bulan yang istimewa bagi Kota Bandung. Sebab, pada bulan April, tepatnya tanggal 18-24 April 1955, digelar Konferensi Asia Afrika (KAA) di Kota Bandung dan selalu diperingati setiap tahun sejak tahun 2009.

Peringatan KAA tahun 2018, puncak peringatannya pada tanggal 29 April akan digelar Asia Africa Carnival (AAC) di Jalan Asia Afrika Kota Bandung.

“‎Acara ini merupakan yang keempat kali digelar dengan menghadirkan delegasi-delegasi negara tetangga. Hingga saat ini, sudah 74 peserta yang mendaftar mengikuti gelaran AAC 2018,” ujar Kepala Bidang Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung, Aswin Sulaeman saat ditemui di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana Kota Bandung, Kamis (12/4/2018).

Aswin menambahkan, pihaknya sudah mengirimkan undangan kepada 109 negara yang menjadi peserta KAA. Namun tidak semua negara bisa mengirimkan wakilnya karena kendala waktu.

“Tapi kalau dari kota-kota di Indonesia dan kelompok masyarakat di Bandung sendiri, Insha Allah sudah mendaftar,” tambahnya.

‎Kegiatan AAC sendiri akan menghadirkan berbagai kreatifitas masyarakat yang akan diarak di jalan-jalan Kota Bandung sejauh 3,1 kilometer. Parade karnaval tersebut, berbagai kreatifitas akan berada di jalan utama saat pelaksanaan KAA tahun 1955.

“‎Rutenya itu mulai dari Savoy Homann (Jalan Asia Afrika, lalu ke Banceuy, Braga Pendek, melewati Hotel Preanger dan kembali finish di dean Savoy Homann,” tegasnya.

Acara AAC sendiri akan dimulai pukul 09.00 WIB. Untuk itu, ‎warga diminta mengantisipasinya karena akan ada penutupan jalan di sepanjang area yang dilintasi sejak pagi.

(Ageng/DAR)

Lawan Arema, Bojan Akan Bertopeng

0
ilustrasi (Web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Pelatih Persib Bandung Roberto Carlos Mario Gomez, menuturkan kondisi Bojan Malisic sudah semakin membaik dan bisa berlatih kembali dengan tim Maung Bandung.

Pemain yang menggunakan nomor punggung 4 ini terlihat berlatih di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Kamis (12/4/2018) dan akan disiapkan untuk pertandingan tandang menghadapi Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Malang, Minggu (15/4/2018).

Meski begitu, Mali sapaan akrabnya membutuhkan pelindung berbentuk topeng untuk melindungi hidungnya yang sebelumnya sempat patah dan mengalami pendarahan saat pertandingan kandang menghadapi Mitra Kukar di Stadion GBLA, Kota Bandung, Minggu (8/4/2018).

Pelindung berbentuk topeng ini menuru Gomez dalam proses pembuatan, sehingga saat pertandingan menghadapi Arema, sudah dipastikan Mali menggunakan topeng pelindung.

“Ya dia bisa bermain, topengnya mungkin besok atau lusa sudah selesai,” kata pelatih yang mengantarkan Johor Darul Ta’zim meraih gelar juara Piala AFC 2015 ini, Kamis (12/4/2018).

(Arif/Dar)

Deddy Mizwar Minta Dua Pengedar Miras Dihukum Berat

0
ilustrasi (web)

BOGOR, FOKUSJabar.id – Calon Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar meminta dua pelaku pengedar miras ‘ginseng’ di Cicalengka Kabupaten Bandung dihukum berat karena sudah mengakibatkan 216 korban 41 di antaranya mati.

Menurutnya, kasus tersebut harus menjadi pelajaran bagi Pemerintah, aparat kepolisian dan masyarakat agar semakin responsif memberantas peredaran miras oplosan.

“Persoalan oplosan ini bukan sesuatu yang tidak diketahui, sesuatu yang diketahui bahwa itu ilegal. Kemudian aparat penegak hukum Insya Alloh tahu, terus kemana?, masyarakat (sekitar) juga tahu, ada pembiaran,” ujar Deddy Mizwar saat di Kota Bogor, Kamis (12/4/2018).

Aparat kepolisian menetapkan, dua penjual miras ‘ginseng’ Julianto Silalahi dan pemilik miras ‘ginseng’ yaitu Hamciak Manik ditetapkan sebagai tersangka dengan ancaman hukuman penjara minimal 17 tahun penjara sebagaimana diatur dalam pasal pasal 204 Kitab Undang – Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Pasal 142 Undang – Undang RI nomor 18/2012 tentang Pangan.

Menurutnya, untuk menindak peredaran miras oplosan di daerah, sudah tidak perlu membuat Perda – Perda. Pasalnya, dengan regulasi yang berlaku saat ini, pemerintah maupun aparat kepolisian mempunyai kekuatan penuh untuk menindak.

“Begitu korban (banyak), baru teriak – teriak. Dijualnya di mana jelas, (ini) kesalahan berjamaah, gak perlu ada (Perda) macem – macem. Jelas, ini ilegal, tutup. Tahan orangnya,” katanya.

(Adie)