spot_imgspot_img
Selasa 7 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 7583

Maung Bodas ” Hijrah atau Punah,” Ketua DPRD Ciamis: Mari Kita Hijrah Kejalan Allah

0
(FOKUSJabar/Riza M Irfansyah)

CIAMIS, FOKUSJabar.id : Ketua Yayasan Maung Bodas Indonesia, Wa Ano Lodaya Purnama menyebut, perayaan hari jadi ke-2 Maung Bodas mengusung tema ” Hijrah atau Punah ” digelar di Padepokan Maung Bodas  Dusun Cisema, Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis, Kamis (12/4/2018) malam.

Acara berjalan khidmat yang diisi dengan atraksi kesenian sunda, pengajian hingga peresmian rumah singgah anak yatim dan dihadiri sejumlah pejabat pemerintah dan tokoh masyarakat. Diantaranya, Ketua DPRD Ciamis, Nanang Permana, anggota DPRD dari Fraksi Demokrat, Sofwan Ismail dan Camat Rancah.

” Kami bukan orang baik, tapi ingin menyongsong keberkahan dunia yang lebih baik. Dulu kita hidup dekat dengan kemaksiatan, kini setelah masuk Yayasan berhijrah belajar dan berusaha mendekati kebaikan dengan jalan yang diridhoi Allah. Insya Allah, kita tak mau punah, tapi kita ingin dikenang dalam kebaikan,” kata Wa Ano.

Wa Ano mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya Milad ke-2 Maung Bodas.

” Jika melihat umur manusia, kita masih belajar berjalan, tapi kita memiliki tujuan sebagai fasilitator hijrah bagi mereka yang mau kembali kejalan Allah. Artinya, jika mereka tak mau hijrah, kita punahkan saja,” tegasnya.

Ketua DPRD Ciamis, Nanang Permana mengaku tertarik dengan tema yang diusung Yayasan Maung Bodas Indonesia. Yakni, Hijrah atau Punah.

” Pada hakekatnya kita semua akan kembali ke Allah. Kita ini hanya sebuah bayangan yang mengikuti dzat yang dimiliki sang pencipta. Jika bayangan sudah tidak beriringan dengan dzat, maka itu yang disebut nyaliwang. Untuk itu, mari berhijrah kejalan Allah,” ajak Nanang.

(Riza M Irfansyah/Bam’s)

Aher Segera Dapat Penghargaan Tertinggi dari Presiden

0

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pemerintah pusat memberikan penghargaan tertinggi ‘Parasamya Purna Karya Nugraha’ dari Presiden RI kepada Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher).

Dirjen Otda Kemendagri Soni Sumarsono mengatakan, Provinsi Jabar tahun ini terpilih sebagai provinsi yang mendapatkan penghargaan tertinggi dari Presiden RI.

“Kami akan memberikan penghargaan Parasamya Purna Karya Nugraha kepada Pak Aher. Ini penghargaan tertinggi,” kata Soni, Rabu (12/4/2018).

Biasanya, kata Soni, penghargaan diberikan secara parsial, tetapi penghargaan ini dihitung berdasarkan 700 indikator dengan menilai seluruh performence Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan kepemimpinan Aher.

“Penghargaan ini refleksi penghargaan sebelumnya didapat secara konsisten tiga tahun berturut-turut,” kata dia.

Dia mengatakan bahwa penghargaan ini hanya bisa didapat oleh kepala daerah yang konsisten berprestasi dan kategorinya luar biasa.

“Saat ini Jabar nomor satu. Penghargaan akan diberikan di hari otonomi daerah (25 April) oleh Presiden di Istana Negara, dan Jabar satu-satunya provinsi yang dapat,” kata dia.

(LIN)

Soal Peluang Tampil Igbonefo ini Kata Gomez

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Pelatih Persib Bandung, Roberto Carlos Mario Gomez menuturkan, kondisi pemain naturalisasinya Victor Igbonefo sudah semakin membaik setelah sebelumnya mengalami cedera lutut.

Gomez menuturkan, pemain yang berposisi sebagai center bek ini kemungkinan bisa bermain maksimal saat Maung Bandung menghadapi Borneo FC pada laga kandang di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Sabtu (21/4/2018).

“Victor mungkin minggu depan baru bisa bermain melawan Borneo, dia akan lebih baik (kondisinya) pekan depan,” kata Gomez di Stadion GBLA, Kota Bandung, Kamis (12/4/2018).

Meski begitu, pemain yang sempat dipanggil memperkuat Timnas Indonesia ini tetap berpeluang tampil saat Persib melakoni laga tandang kontra Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Malang, Minggu (15/4/2018).

Gomez akan melihat kembali kesiapan Igbonefo pada sesi latihan terakhir di Bandung tepatnya di Stadion Siliwangi, Jumat (13/4/2018).

“Tapi saya akan lebih dulu bicara dengan dia, kalau kondisinya bagus dia bisa bermain,” jelas pelatih yang mengantarkan Johor Darul Ta’zim meraih gelar juara AFC 2015 ini.

(Arif/DH)

Ini yang Diantisipasi Gomez dari Arema

0
ilustrasi (web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Pelatih Persib Bandung, Roberto Carlos Mario Gomez sudah mempersiapkan strategi untuk menghadapi Arema FC pada laga tandang Kompetisi Liga 1 2018 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Minggu (15/4/2018).

Salah satu yang disiapkan Gomez untuk menghadapi tim berjuluk Singo Edan ini adalah antisipasi set piece pemain Arema. Karena, menurutnya tendangan bebas pemain Singo Edan sangat berbahaya.

Sebelumnya pada laga perdana kompetisi Liga 1 2018 Arema berhasil menyarankan dua gol ke gawang Mitra Kukar melalui tendangan bebas yang dicetak Balsa Bojovic dan Syaiful Indra Cahya. Namun, dilaga tersebut Singo Edan gagal mengamankan poin penuh setelah tim tamu bisa menyamakan kedudukan menjadi 2-2.

“Yang penting jangan membuat pelanggaran dekat area (penalti) karena mereka punya penendang yang bagus,” kata Gomez, Kamis (12/4/2018).

Pelatih berusia 61 tahun ini menambahkan, selain tendangan bebas, tendangan sudut mereka patut diwaspadai. Karena, Arema memiliki pemain yang berpostur tubuh tinggi.

“Kami ingat mereka saat memainkan satu pertandingan bisa membuat dua-tiga peluang dari tendangan bebas atau corner kick untuk mencetak gol jadi jangan membuat pelanggaran karena mereka juga punya banyak pemain yang tinggi,” tegasnya.

(Arif/DH)

Aher Sedih, Di Akhir Masa Jabatannya Ada Dua Bupati Ditangkap KPK

0
(FOKUSJabar/Ibenk)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Bupati Kabupaten Bandung Barat (KBB) Abubakar ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lewat operasi tangkap tangan (OTT) pada Selasa (10/4/2018).

Sehingga, ada dua kepala daerah di Jawa Barat yang kena OTT di Jawa Barat setelah sebelumnya Bupati Subang Imas Aryumningsih yang sudah dijadikan tersangka oleh KPK.

Mendengar kabar tersebut Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) merasa sedih, lantaran di akhir masa jabatannya masih saja ada kepala daerah di Jawa Barat yang korup.

“Sedih lah, saya bercita-cita sampai akhir jabatan tidak terjadi apa-apa. Ternyata ada dua, kemarin Subang, sekarang KBB,” kata Aher usai menghadiri Musrenbang di Dago, Kamis (12/4/2018).

Bahkan, lanjutnya, OTT kedua Bupati tersebut ada kaitannya dengan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Dia menghimbau kepada seluruh kepala daerah di Jawa Barat untuk menghindari tindakan keuangan yang masuk dalam kategori korupsi.

“Tidak melakukan mark up, tidak menerima gratifikasi, tidak menyuap. Pokoknya semua tindakan-tindakan keuangan yang menyimpang, yang berkategori korupsi. Tinggalkan, tidak ada cara lain,” tegasnya.

Lebih jauh dia juga menghimbau kepada para calon kepala daerah di Jawa Barat agar tidak berperilaku korup demi mendapatkan suara dari masyarakat.

“Bekerja keras, kalau sebelum jadi saja sudah korupsi. Insyalloh kalau jadi pun akan korupsi. Tapi kalau menghindari perbuatan yang menyimpang (korupsi), kalau jadi tidak akan melakukan korupsi, Insyalloh,” ucapnya.

(Ibenk/DH)

PKPI Kembali Ikut Pileg, Deddy Mizwar Makin Optimis Menangkan Pilgub Jabar

0
ilustrasi (Web)

BOGOR, FOKUSJabar.id – Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta mengabulkan gugatan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) soal putusan KPU dan menetapkan PKPI bisa mengikuti Pileg 2019.

Dengan demikian, PKPI yang juga mendukung calon gubernur Deddy Mizwar di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat 2018, menjadi tenaga tambahan untuk menjemput kemenangan.

“Saya pikir ini satu kabar yang menggembirakan ya, bahwa PKPI melalui gugatannya di PTUN dikabulkan bisa jadi peserta pemilu,” ujar Deddy Mizwar di Kota Bogor, Kamis (12/4/2018).

Menurutnya, dengan demikian konsolidasi pemenangan Pilgub Jabar akan semakin matang. Bahkan, lanjut Deddy, tambahan dukungan di Pilgub Jabar muncul dari Partai Berkarya dan Garuda.

“Saya kira ini satu hal yang baik sehingga betul – betul mesin partai dari PKPI bisa berkontribusi terhadap Pilgub di Jawa Barat,” katanya.

Deddy menilai, perkembangan tersebut merupakan buah dari silaturahim. “Rezeki anak soleh lah, kadang – kadang yang gak mungkin jadi mungkin. Tambahan tenaga, tambahan energi yang bisa menggerakan mesin partai menggerakan masyarakat untuk bisa memenangkan Pilgub di Jabar,” katanya.

“Saya kira otomatis, begitu dinyatakan sebagai peserta pemilu, sudah otomatis kader sudah bersiap – siap, tinggal berkoordinasi saja nanti dengan Demokrat, Golkar juga Perindo. Insya Alloh juga mungkin partai Berkarya, kemarin juga bicara dengan Partai Garuda, akan lebih banyak,” tambahnya.

(Adie/DH)

Ini Prioritas Pembangunan Pemerntah Provinsi Jawa Barat Tahun 2019

0
(FOKUSJabar/Ibenk)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Jawa Barat tahun 2018 untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2019 digelar di Dago Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Kamis (12/4/2018).

Dalam pembahasannya, ada delapan poin yang menjadi prioritas pembangunan Pemerintah Provinsi Jawa Barat tahun 2019, yaitu, Penanggulangan kemiskinan dan pengangguran, pemanfaatan modal alam untuk pemantapan ketahanan pangan dan mendorong pertumbuhan agroindustri berkelanjutan, mendorong pembangunan pariwisata dan ekonomi kreatif berbasis koperasi dan usaha kecil (KUK), peningkatan interkoneksi pusat-pusat pertumbuhan dan infrastruktur wilayah pendukung kegiatan ekonomi, peningkatan akses dan kualitas pendidikan dan rintisan wajib belajar 12 tahun, pelayanan kesehatan masyarakat, dan pelayanan dasar, peningkatan kualitas lingkungan hidup dan pengendalian pemanfaatan ruang, peningkatan modal sosial masyarakat untuk meningkatkan daya saing Jawa Barat dan penguatan birokrasi reformasi.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan, Musrenbang yang diselenggarakan hari ini adalah rangkaian proses strategis yang dilaksanakan pra-Musrenbang di setiap Badan Koordinasi Perintah dan Pembangunan (BKPP).

“Berkumpul di sana tokoh-tokoh di masing-masing kewilayahan. Termasuk Bupati dan Wali Kota, juga peran-peran tokoh masyarakat sertaperguruan tinggi. Dan kemudian mengerucut dari sebuah pertemuan BKPP, sehingga inilah akhirnya,” ujarnya.

(Ibenk/DH)