spot_imgspot_img
Selasa 7 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 7585

Di Kediaman Tersangka Pembuat Miras Oplosan Ada Bunker

0
miras oplosan (ilustrasi LIN)
miras oplosan (ilustrasi LIN)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Polda Jabar menggeledah rumah HM, tersangka pembuat miras yang menewaskan puluhan jiwa di Jalan Raya By Pass No. 40 Kampung Bojong Asih RT03/08, Desa Cicalengka Wetan Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Kamis (12/4/2018).

Dalam penggeledahan tersebut diitemukan sebuah bunker di bawah Gazebo (Saung) ukuran 2,5 m x 2,5 m samping kolam renang. Bunker dengan ukuran Panjang 18 m x Lebar 4 m x Tinggi 3,20 m itu diduga tempat untuk menyimpan bahan baku, memproduksi minuman oplosan dan menyimpan minuman oplosan siap distribusi.

Dari hasil penggeledahan itu, Penyidik Polres Bandung dan Direktorat Narkoba Polda Jawa Barat menemukan sejumlah barang bukti, berupa minuman oplosan siap edar sebanyak 224 Dus (5.376 Botol kemasan 600 ml), bahan dasar air mineral merk minola sebanyak 115 Dus.

Selain itu, polisi pun menemukan Pewarna Makanan sebanyak 39 Dus (468 Botol Kecil), Alkohol sebanyak 23 Jerigen ukuran 25 Liter (akan dilakukan pemeriksaan ke Laboratorium Forensik untuk mengetahui kadar Alkoholnya), minuman berenergi sebanyak 66 Dus dan alat ukur Alkohol sebanyak 3 Buah. Kemudian ada ember besar sebanyak 27 buah, ember kecil 3 buah, teko plastik 20 buah, jerigen kosong bekas Alkohol sebanyak 34 jerigen.

Lalu, botol Kosong sebanyak 6 Dus, Tutup Botol Plastik warna Biru (jumlah banyak), segel Plastik warna Putih, Lakban Kuning dan Lakban Putih. Dalam kasus ini, selain HM yang berperan sebagai pemilik, Polisi menetapkan JS sebagai tersangka yang berperan menjual miras.

Kapolda Jabar Irjen Agung Budi Maryoto mengatakan, keedua orang tersebut diduga melanggar Pasal 204 KUHP dengan ancaman 15 tahun Penjara dan atau Pasal 141 Sub Pasal 142 UU No. 18 Tahun 2012 tentang Pangan dengan ancaman 2 tahun Penjara.

(LIN)

Viking Sumedang Dukung Hasanah

0
Viking

SUMEDANG, FOKUSJabar.id: Dukungan untuk pasangan Cagub-Cawagub nomor urut 2 Tubagus Hasanuddin-Anton Charliyan (Hasanah) di Pilgub Jabar 2018 terus mengalir.

Dukungan kali ini datang dari komunitas suporter sepakbola Persib Bandung di Sumedang (Viking Sumedang). Mereka mendeklarasikan dukungannya untuk Hasanah. Deklarasi dilakukan di kediaman Manajer Persi Umuh Muchtar di Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Kamis (12/4/2018).

Ketua Viking Sumedang Hendri mengatakan, deklarasi yang dihadiri 400 anggotanya itu sengaja digelar sebagai sikap komunitas suporter sepakbola Sumedang di Pilgub Jabar 2018.

“Di Stadion kita dukung Persib, di Pilgub Jabar kita dukung Hasanah,” kata Hendri.

Pihaknya pun akan segera mensosialisasikan sikap dukungannya tersebut kepada sekitar 5 rinu anggotanya yang tersebar di seluruh desa di Kabupaten Sumedang.

BACA JUGA: Viking Bagikan Sembako Bagi Anggotanya Yang Terdampak Covid-19

Hendri menyebut bahwa sikap tersebut tidak terlepas dari penilaian atas kepedulian yang lebih dari Hasanah di antara pasangan lainnya di Pilgub Jabar.

Viking Sumedang pun ingin mengundang Hasan dan Anton untuk bersilaturahmi di kediaman Umuh.

“Kita berdialog, apa saja yang bisa kita lakukan untuk pemenangan Hasanah di Pilgub Jabar,” singkatnya.

Hal ini langsung dibenarkan Umuh Muchtar, yang mengatakan bahwa pasangan Hasanah menjadi pembeda di antara kontestan lainnya di Pilgub Jabar 2018.

Menurut dia, pasangan nomor urut dua mempunyai karatker Sunda asli.

“Kita orang Sunda, ya pasti ingin orang Sunda yang memimpin Jawa Barat. Orang Sunda yang peduli dengan kemajuan Jawa Barat, khususnya peduli dengan prestasi Persib Bandung,” jelas Umuh seperti dalam rilis.

Meski begitu, Umuh mengakui bahwa Persib bukanlan organisasi politik. Namun di ajang pesta demokrasi ini, bobotoh Persib juga mempunyai hak politik masing-masing.

“Saya juga bukan orang parpol. Saya orang independen, tapi saya mempunyai sikap politik dan pendukung Persib tidak boleh anti politik. Dan sikap saya adalah mendukung pasangan nomor 2 di Pilgub Jabar ini,” kata dia.

(LIN)

Proliga 2018: Bandung Bank BJB Pakuan Bakal Lawan Pertamina Energi

0
Tim Bandung Bank BJB Pakuan. (FOKUSJabar/Ageng)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Gelaran kompetisi bola voli profesional di Indonesia, Proliga 2018 tinggal menyisakan laga Grand Final yang akan digelar di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Minggu (15/4/2018). Di kelompok putri akan berhadapan antara Bandung Bank BJB Pakuan kontra Jakarta Pertamina Energi, dan kelompok putra akan berhadapan antara Surabaya Bhayangkara Samator versus Palembang Bank Sumsel Babel.

Tim putri Bandung Bank BJB Pakuan berhasil melaju ke babak Grand Final setelah menempati posisi runner up di akhir klasemen Final Four Proliga 2018. Wilda S Nurfadhilah dan kolega mengoleksi empat kemenangan dan dua kekalahan, dibawah Jakarta Pertamina Energi yang melakukan sapu bersih enam kali kemenangan.

Laga grand final antara Bandung Bank BJB Pakuan kontra Jakarta Pertamina Energi sendiri merupakan pertemuan keempat pada musim kompetisi Proliga 2018. Dari empat pertemuan tersebut, Jakarta Pertamina Energi memimpin dengan skor 3-1. Satu-satunya kemenangan yang diraih Bandung Bank BJB Pakuan atas Jakarta Pertamina Energi yakni saat bertemu di GOR PSCC, Palembang, Minggu (11/3/2018), dengan kemenangan 3-0 (25-20, 25-21, 25-18).

Di partai puncak, tim asuhan Octavian siap mengembalikan supremasi bola voli profesional ke tanah Priangan dengan mengalahkan Jakarta Pertamina Energi. Berbagai persiapan pun sudah dilakukan pihaknya untuk menghadapi laga puncak di kompetisi bola voli profesional Indonesia, Proliga 2018.

“Salah satu fokus persiapan kita saat ini adalah pengembalian kondisi fisik pemain karena cederanya Wilda S Nurfadhilah, Aprilia Manganang dan Shella Bernadetha. Kita terus tingkatkan kondisi fisik pemain, terutama tiga pemain tadi. Apalagi Shella kan baru gabung pada hari ini setelah mengikuti pelaksanaan UNBK,” ujar Pelatih Bandung Bank BJB Pakuan, Octavian saat dihubungi melalui telepon selularnya, Kamis (12/4/2018).

Meski demikian, lanjutnya, pihaknya tetap optimis bisa mengulang sukses kemenangan atas Jakarta Pertamina Energi seperti saat bersua di GOR PSCC, Palembang. Apalagi, kondisi kedua pemain intinya sudah semakin membaik dan mental para pemainnya pun sudah sangat siap menghadapi grand final Proliga 2018.

“Kalau soal optimisme, kita semua harus optimis bisa mengulang kemenangan waktu di Palembang dan menjadi juara Proliga 2018 mengulang kesuksesan Bandung Artdeco Bank Jabar di tahun 2003 dan 2006. Semoga pas nanti hari H nanti, mental tim dan kepercayaan diri mereka terus naik sehingga bisa bermain maksimal,” tegasnya.

Laga puncak Proliga 2018 di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Minggu (15/4/2018), akan dimulai dengan laga tim putri antara Bandung Bank BJB Pakuan versus Jakarta Pertamina Energi pada pukul 11.00 WIB. Sedangkan untuk partai puncak di kelompok putra antara Palembang Bank Sumsel Babel menghadapi Surabaya Bhayangkara Samator akan digelar sesudahnya yakni pada pukul 13.00 WIB.

Pada partai penutup Proliga 2018, akan dipilih pemain terbaik (MVP) untuk kelompok putra dan putri. Selain itu, akan dipilih juga pelatih terbaik untuk masing-masing tim putra dan putri. Sedangkan untuk pemain terbaik di masing-masing posisi sudah dipilih pada final four putaran kedua di Solo, pekan lalu.

(ageng)

Ratusan Liter Miras Disita Polres Banjar

0
(FOKUSJabar/Boip)

BANJAR, FOKUSJabar.id: Ratusan liter Minuman Keras (Miras) Oplosan berhasil disita tim Saber Miras Polres Banjar. Miras tersebut berjenis Tuak dan Ciu yang mengandung zat berbahaya tersebut menjadi barang bukti dari hasil oprasi razia miras di Banjar.

“Ada 394 liter miras berjenis Ciu dan Tuak, serta 43 botol miras berbagai jenis telah kami sita untuk dijadikan barang bukti pengembangan kasus tersebut,” kata Kapolres Banjar, AKBP Matrius, Kamis (12/04/2018).

Matrius menmbahkan, miras oplosan ini merupakan peredaran miras ilegal. Tidak memiliki ijin serta diduga mengandung zat berbahaya terhadap kesehatan.

Oleh karena itu, tim Saber Miras Polres Banjar telah melakukan penangkapan pada 5 (lima) orang tersangka pengedar miras oplosan. Dan kasus ini sedang diselidiki juga dikembangkan.

(Boip/Bam’s)

Polres Banjar Tangkap Lima Tersangka Pengedar Miras Oplosan

0
(FOKUSJabar/Boip)

BANJAR, FOKUSJabar.id: Polres Banjar berhasil menangkap lima orang tersangka pengedar miras oplosan. Tersangka pengedar minuman haram itu kini mendakam di balik jeruji besi Mapolres Banjar.

Kapolres Banjar, AKBP Matrius mengungkapkan bahwa lima orang tersangka tersebut diamankan dalam gelar oprasi Saber Miras yang dilakukan beberapa dalam waktu dekat lalu.

“Peredaran miras oplosan begitu masif perkembanganya. Miras yang beredar pun adalah minuman yang sangat berbahaya bagi kesehatan,” jelasnya, Kamis (12/04/2018).

Kemudian menurut Matrius, saat ini tim Sapu Bersih Minuman Keras (Miras) terus melakukan penyelidikan dan mengembangkan kasus tersebut. Karena perendaran miras oplosan sudah banyak memakan korban salah satunya di wilayah Jawa Barat.

“Meski di Banjar belum ada. Kita terus melakukan tindakan sapu bersih peredaran miras agar tidak ada korban jiwa,” tutur dia.

(Boip/Bam’s)

Rumah Sakit Umum Daerah Siap Layani Korban Miras Oplosan

0
(HUMAS JABAR)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Sejak Minggu (8/4/2018) media massa di Jawa Barat memberitakan banyaknya korban jiwa yang ditimbulkan akibat keracunan Minuman Keras (Miras) Oplosan, di beberapa daerah di Jabar dengan jumlah korban terbesar di Kabupaten Bandung.

Kepala Dinas Kesehatan, Dodo Suhendar mengaku prihatin dan berharap ini kejadian terakhir menyangkut miras oplosan.

” Dapat dibayangkan ada alkohol murni, autan dan spirtus di dalamnya. Saya sangat prihatin dan kaget,” katanya di Kantor Dinkes Jabar, Jalan Pasteur No25 Kota Bandung, Rabu (11/4/18).

Miras memiliki kadar alkohol lebih dari 20 persen dan memiliki sifat adiktif. Dodo mengatakan, pecandu Alkohol tidak akan mengurangi dosisnya tiap kali mereka minum. Sebaliknya, mereka akan cenderung menambah jumlah atau dosis. Jika dirasa alkohol biasa tidak memuaskan, maka miras oplosan pun diciptakan.

Dengan anggapan akan mendongkrak efek alkohol, beberapa orang menambahkan obat-obatan ke dalam minuman keras. Mulai dari minuman berenergi, spirtus, obat tetas mata, obat sakit kepala, hingga obat nyamuk.

Untuk menghadapi Kejadian Luar Biasa (KLB) Sosial ini, pihaknya mengupayakan seluruh rumah sakit dapat memberikan pelayanan. Namun demikian, Dodo berharap, dengan adanya kejadian ini dapat menyadarkan kita bersama mengapa bisa sampai terjadi hal semacam ini. Jangan sampai ada gejolak dan stress di masyarakat sehingga melarikan masalah ke minuman keras.

“Apakah ini ada suatu gejolak adanya kekurangan daya tahan masyarakat terhdap stress sehingga melarikan ke miras,” tutup Dodo.

Kepala Bidang Layanan Masyarakat Dinkes Jabar Marion Sinaga menambahkan, semua Rumah Sakit tetap siap 24 jam. Sesuai dengan Undang-Undang, Rumah Sakit harus siap menampung.

“Untuk menghadapi ledakan kasus, pastinya dibutuhkan obat-obatan, untuk pengobatan pasien. Syukur semua rumah sakit dapat menampung seluruh korban. Rumah Sakit di Jawa Barat siap melayani kasus-kasus kesehatan apapun di Jawa Barat dan Dinkes siap membantu,” kata Marion.

Data sementara per 10 April 2018, Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung mencatat sedikitnya 41 orang meninggal dunia, 114 orang dirawat, dan telah ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) Sosial, berdasarkan Permenkes No 2 tahun 2013.

(Bam’s)

Diakhir Masa Jabatannya, Gubernur Jabar akan Terima Penghargaan dari Presiden

0
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan saat memberikan sambutan di Musrenbang 2018. (FOKUSJabar/Ibenk)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Diakhir masa jabatannya, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) akan menerima penghargaan Parasamya Purnakarya Nugraha dari Presiden Repulik Indonesia.

Direktur Jenderal Otonomi Daerah (Ditjen Otda) Kementerian Dalam Negeri, Soni Sumarsono menjelaskan, Aher mendapat penghargaan tertinggi pejabat eksekutif karena telah membawa Provinsi Jawa Barat peraih penghargaan Pelaksanaan Pemerintahan dan Pembangunan dengan nilai tertinggi selama tiga tahun berturut-turut.

“Jawa Barat pada tahun ini akan terpilih sebagai provinsi yang mendapatkan penghargaan tertinggi dari Presiden Republik Indonesia Parasamya Purnakarya Nugraha,” kata Soni usai menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Jawa Barat tahun 2018 di Dago Kota Bandung, Kamis (12/4/2018).

Penghargaan tersebut akan diterima pada 25 April 2018 itu dihitung berdasarkan 70 indikator penilaian.

“Ini kan penghargaan tertinggi, dihitung berdasarkan 70 indikator. Berdasarkan penilaian, seluruh performance SKPD dan kepemimpinan Pak Aher ini sangat baik. Selama tiga tahun berturut-turut Provinsi Jawa Barat meraih penghargaan Pelaksanaan Pemerintahan dan Pembangunan,” ucapnya.

Dia menilai, konsistensi yang dilakukan Aher dengan menjadi peraih penghargaan selama tiga tahun berturut-turut termasuk pada kategori yang luar biasa. “Mengalahkan Jawa Timur, sekarang Jawa Barat nomor satu,” ujarnya.

Sementara, Aher mengaku bersyukur atas penghargaan yang diterimanya itu, baginya penghargaan tersebut merupakan kado terindah dihari-hari terakhirnya menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat.

“Saya bersyukur bisa menjadikan Provinsi Jawa Barat ini lebih baik. Sehingga bisa mendapatkan penghargaan tertingho dari Presiden. Ini kado bagi saya meninggalkan Gedumg Sate,” pungkasnya.

(Ibenk/Bam’s)