spot_img
Minggu 8 Februari 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 7520

Asyik Dinilai Terlalu Normatif dan Tidak Spesifik di Debat Publik

0
Ilustrasi LIN/FOKUSJabar.id
Ilustrasi LIN/FOKUSJabar.co.id

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pakar ilmu pemerintahan dari Unpar Bandung Asep Warlan Yusuf mengkritik pasangan calon gubernur dan wakil gubernur nomor urut 3 Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) dalam debat publik petama Pilgub Jabar di Sabuga Kota Bandung, Senin (12/3/2018) malam.

Asep menilai Asyik menjawab pertanyaan atau beradu argumen dengan pemaparan yang normatif dan tidak spesifik, terlalu memiliki arti yang luas.

“Sehingga keunggulannya sulit terbaca, karena bisa dibilang text book banget. Tidak menggigit dan orang pun jadi bingung apa yang bisa ditangkap,” kata Asep di Bandung, Selasa (13/3/2018).

Asep menduga pasangan Asyik hanya melontarkan ujaran formal, karena dalam posisi serba salah. Di satu sisi, didukung partai petahana, dan di sisi lain ada keinginan untuk memperbaiki hal-hal yang masih kurang dari kepemimpinan gubernur saat ini.

(LIN)

Pakar Ilmu Pemerintahan Sayangkan Hasanah Tak Manfaatkan Debat untuk Kritik Petahana

0
Ilustrasi (lin/FOKUSJabar.id)
Ilustrasi (lin/FOKUSJabar.co.id)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pakar ilmu pemerintahan dari Unpar Bandung Asep Warlan Yusuf menyayangkan pasangan nomor urut 2 TB Hasanuddin-Anton Charliyan (Hasanah) yang tidak memanfaatkan posisinya sebagai satu-satunya pasangan yang bukan berasal dari kepala daerah.

Seharusnya dalam debat publik di Sabuga, Senin (12/3/2018) malam itu, Tubagus Hasanuddin yang juga anggota DPR RI serta Anton yang mantan Kapolda Jabar bisa melontarkan banyak kritik untuk pasangan lainnya yang adalah petahana kepala daerah.

“Sayang sekali mereka tidak mengkritik sejumlah persoalan yang ada hari ini kepada petahana. Mereka hanya menjelaskan program dan itu pun terlalu cair, sehingga konsepnya malah tidak keluar,” kata Asep di Bandung, Selasa (13/3/2018).

Pasangan Hasanah, kata dia, harus lebih mengangkat persoalan kekininan dan membuat ‘jembatan’ antara pasangan ini yang sudah dibilang generasi senior oleh kalangan muda.

(LIN)

Asep Warlan: Ridwan Kamil Tak Berbagi Porsi dengan Wakilnya di Debat Publik

0
Ilustrasi LIN/FOKUSJabar.id
Ilustrasi LIN/FOKUSJabar.co.id

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pakar ilmu pemerintahan dari Unpar Bandung Asep Warlan Yusuf mengatakan bahwa dominasi calon gubernur terhadap wakilnya, kurangnya kritik terhadap para petahana serta pemaparan yang terlalu normatif menjadi catatan pada penampilan para kandidat Cagub-Cawagub Jabar di Debat Publik Pertama Pilgub Jabar di Sabuga, Bandung, Senin (12/3/2018) malam.

Menurut dia, secara keseluruhan, keempat pasangan calon, yakni Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Rindu), TB Hasanuddin-Anton Charliyan (Hasanah), Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) dan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi (DM4 Jabar) telah menyampaikan semua substansi yang dibutuhkan publik untuk mengenal mereka.

Namun, keterbatasan waktu debat justru membuat persoalan yang diutarakan tidak terlalu dibahas setiap pasangan. Kendati begitu, substansi yang diungkapkan setiap pasangan sudah bisa diterima publik untuk bisa mengenal dan memahami lebih baik setiap program yang ditawarkan masing-masing pasangan.

Guru besar Unpar ini pun mengkritik pasangan nomor urut 1 Rindu. Ridwan Kamil, kata dia, dalam banyak kesempatan terlalu mendominasi pemaparan programnya. Ridwan dinilai belum bisa berbagi peran dengan Uu di acara tersebut.

“Persiapan matang dan peran Ridwan Kamil tidak dibagi dengan wakilnya. Seharusnya Ridwan Kamil mau berbagi porsi pembahasan dengan UU, misalnya memberikan porsi untuk hal-hal yang dikuasai Uu dalan debat,” kata Asep di Bandung, Selasa (13/3/2018).

Menurut Asep, Uu harus lebih aktif dalam debat selanjutnya. Hal itu penting untuk mengimbangi Cawagub dari pasangan lainnya yang lebih aktif dan berbagi peran dengan setiap Cagubnya.

(LIN)

Teknis Pelayanan Perizinan Berbasis Online Sulit Diterapkan

0
ilustrasi (web)
CIAMIS, FOKUSJabar.id : Instruksi Pemerintah Pusat terkait pelayanan berbasis Online tampaknya memerlukan usaha ekstra dari dinas terkait. Pasalanya, Sumber Daya Manusia (SDM) masyarakat di daerah belum semua memahami teknis pengoperasian teknologi secara merata.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang perizinan pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (DPMPT) Kabupaten Ciamis, Agus Yani. Menurutnya, segala bentuk pelayanan masyarakat berbentuk online memang agak sulit diterapkan di daerah.
” Pemerintah pusat menginstruksikan perizinan atau segala bentuk pelayanan terhadap masyarakat diimbau untuk tidak langsung berhadapan atau bertatap muka. Namun hal itu bisa dibilang sulit karena perlu sosialisasi secara menyeluruh,” paparnya.
Agus menjelaskan, selain SDM masyarakat yang belum semua mengerti tentang Teknologi Informasi, kultur masyarakat sunda di Kabupaten Ciamis ini kan bersilaturahmi, bertatap muka dan saling bertemu untuk saling mengenal.
” Kultur sunda di Ciamis itu kan sangat kental dengan persaudaraan, bersilaturahmi saling tegur sapa, jadi masyarakat kebanyakan banyak yang memproses perizinan banguna, usaha dan lainya itu sekalian bersilaturahmi,” pungkas Agus Yani.
(Riza M Irfansyah/Bam’s)

Untuk Bangun Rumah Nek Isah, Anggota Polsek Pataruman Ini Gadaikan Sepeda Motornya

0
Polisi Gadai Nmax Demi Bantu Renovasi Rutilahu di Banjar. (FOKUSJabar/Riza M Irfansyah)

BANJAR, FOKUSJabar.id : Seorang anggota Babhinkamtibmas Polsek Pataruman Polres Banjar, Brigadir Polisi Ivan Handoko rela menggadaikan sepeda motornya Rp3 juta untuk membantu pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) milik Nek Isah (80), warga binaannya di Lingkungan Panatasan, RT2/20, Kelurahan/Kecamatan Pataruman.

Ivan mengaku, hatinya terketuk melihat rumah nenek tua berukuran 3 x 6 m2 yang hidup sebatang kara dan serba kekurangan. Selanjutnya, dia berinisiatif untuk membantu membangunnya. Karena jika dibiarkan sangat membahayakan keselamatan si-pemilik rumah.

Hasil gadai sepeda motor Yamaha Nmax dia belanjakan bahan-bahan material seperti triplek, bata merah, semen, pasir, kayu dan lain-lain.

“Alhamdulillah, sekarang pembangunan rumah milik Nek Isah bisa terlaksana, dengan bantuan warga sekitar yang menyambut positif ikut bergotong-royong melaksanakan pembangunan. Meski semi permanen, tapi mudah-mudahan kokoh,” kata Ivan disela-sela kegiatan renovasi, Selasa (13/3/2018).

Untuk bertahan hidup, Nek Isah berjualan pisang di pasar.

“Saya sangat tersentuh melihat Nek Isah yang sangat tabah menjalani hidup. Meski serba kekurangan, dia tidak mau mengemis. Selama pembangunan, Nek Isah tinggal bersama keponakannya di Rajadesa,” ungkapnya.

Ivan menambahkan setelah pembangunan berjalan, warga juga ada yang ikut menyumbang kayu dan warga lainnya menyumbang tenaga untuk membangun rumah Nek Isah.

Sementara itu Dedi Junaedi, Ketua RT setempat mengaku bangga kepada Ivan Handoko yang rela menggadaikan sepeda motornya untuk membantu membedah rumah milik Nek Isah.

Menurutnya, masih jarang yang melakukan hal seperti itu. Diharapkan lebih banyak lagi yang mengikuti jejak Babhinkamtibmas Brigadir Ivan Handoko.

“Selaku Ketua RT dan warga disini mengucapkan terimakasih kepada pak Ivan. Kami juga sebisanya ikut membantu, semoga amalnya bisa menjadi ibadah,” pungkasnya.

(Riza M Irfansyah/Bam’s)

DPMPT Ciamis Terus Tingkatkan Pelayanan

0

CIAMIS, FOKUSJabar.id : Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (DPMPT) Kabupaten Ciamis melalui Kepala Bidang perizinan, Agus Yani mengungkapkan, pihaknya terus berinovasi mengoptimalkan pelayanan masyarakat dibidang perizinan.

Menurut Agus, hingga kini belum ada keluhan yang signifikan terkait teknis pelayanan perizinan, meski terkendala anggaran dan fasilitas.

” Kami terus bekerja dengan segala keterbatasan yang ada. Alhamdulillah, sampai sekarang tidak ada keluhan. Komunikasi dengan masyarakat dibangun dengan basis kekeluargaan sehingga alur dari proses teknis bisa dinikmati secara transparan,” kata Agus Yani, Selasa (13/3/2018).

Agus menjelaskan, meski ada beberapa perizinan (pembangunan mini market dan perumahan) memerlukan rekomendasi dari Dishub, Dinas Lingkungan Hidup, Pertanian dan lainya, tidak menjadi permasalahan yang krusial.

” Alur perizinan seperti analisa dampak lingkungan, lalu lintas dan yang lannya kita sosialisasikan dengan baik dan benar kepada masyarakat. Dengan begitu, alur teknisnya bisa dijalankan sesuai prosedur,” jelasnya.

(Riza M Irfansyah/Bam’s)

Pool Bus Budiman di Pangandaran Terbakar

0
Pool Bus Budiman di Pangandaran Terbakar. (Boip)

PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Pool Bus Budiman di Pangandaran terbakar, Selasa (13/03/2018) pukul 10.00 WIB.

Asap hitam pekat membumbung dan membuat suasana disekitar tempat kejadian mencekam lantaran api terus membesar. Akibatnya sedikitnya 3 unit kendaraan hangus terbakar.

Menurut Joysulistio (42) warga Pangandaran, kebakaran ini berawal dari para mekanik yang sedang memperbaiki mesin kendaraan. Hendak mengangkat mesin, pada waktu yang sama dilakukan aktivitas las.

“Percikan api las itu mengenai bensin yang berada disekitar kendaraan. Dan terjadilah kebakaran dahsyat yang mengakibatkan 3 unit kendaraan bus terbakar,” terang dia.

Hingga berita ini diturunkan, tim pemadam kebakaran terus melakukan pemadaman api. Dan warga pun ikut membantu proses evakuasi kebakaran tersebut dan berapa nilai kerugian belum dapat dipastikan. Tetapi diprediksi mencapai ratusan juta rupiah.

(BOIP/Bam’s)