spot_img
Minggu 8 Februari 2026
spot_img
Beranda blog Halaman 7521

Asyik: Majukan Koperasi dan UMKM Perlu Akses Permodalan

0
Pilgub

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pasangan Cagub-Cawagub Sudrajat Ahmad Syaikhu (Asyik) mendapatkan pertanyaan terkait koperasi dan UMKM pada debat publik Pilgub Jabar 2018 di Sabuga, Kota Bandung, Ssnin (12/3/2018) malam.

Cagub Jabar Sudrajat mengatakan bahwa koperasi di Jabar melemah hingga 20 persen.

Hal itu terjadi karena anggota koperasi yang lemah menjalankan manajemen. Artinya, kata Sudrajat, diperlukan penguatan SDM melalui pelatihan dan pembinaan.

Begitu pun dengan UMKM yang harus ditunjang akaes permodalan. Sebab, selain kemampuan yang harus dimiliki, permodalan menjadi penting untuk pengembangan UMKM dan wirausahawan.

Solusi lainnya, kata dia, Jabar harua 100 persen terkoneksi internet. Dengan begitu, semua informasi akan terbuka dan kebutuhan pasar akan diketahui.

“Saya yakin dengan Jabar 100 persen internet, maka koprasi dan UMKM akan menguasai pasar dagang baik di Jabar maupun secara nasional,” jelas dia.

(LIN)

Dua Jenderal Ini Siap Ciptakan Jabar yang Kondusif

0

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pasangan Cagub-Cawagub nomor urut 2 TB Hasanudin dan Anton Charliyan (Hasanah) mendapat amplop berisi pertanyaan terkait keamanan.

Kedua jenderal itu mengaku cukup berpengalaman di bidang tersebut.

Hasan menyebut bahwa salah satu keahlian pasangan Hasanah yang berasal dari unsur TNI/Polri adalah di bidang keamanan.

Adapun program yang ditawarkan untuk ketahanan tersebut, yakni menjaga keutuhan NKRI serta mempertahankan kondusifitas dan mencegah perpecahan.

“Soal ketahanan ini kami memang bidangnya,” kata Hasan berseloroh di acara debat publik Pilgub Jabar di Sabuga, Kota Bandung, Senin (12/3/2018) malam.

Sementara itu Cawagub Anton menambahkan, dengan adanya WNA sekitar 50 persen yang masuk untuk bekerja, maka dia dan pasangannya harus memperketat keamanan dengan manajemen kemanan yang baik.

“Kalau kondisinya aman, investor tidak akan takut berinvestasi,” jelas Anton.

(LIN)

Soal Pertanian, Rindu Tawarkan Akses Online ke Petani

0

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pasangan Cagub-Cawagub nomor urut 1 Ridwan Kamil (Emil) -Uu Ruzhanul Ulum mendapat pertanyaan terkait pertanian di segmen adu gagasan dalam acara debat publik Pilgub Jabar 2018, di Sabuga, Kota Bandung, Senin (12/3/2018).

BACA JUGA:

Bojan Hodak Beberkan Kondisi Nick Kuipers

Menanggapi pertanyaan itu, Emil menawarkan program online dengan akses langsung dari dan ke petani.

“Jadi warga bisa membeli langsung ke ke petani yang ada di Indramayu yang merupakan sentra beras, maka harga ke petani pun lebih naik,” kata Emil.

(LIN)

Deddy-Dedi Pastikan Tidak Ada Politik Balas Budi ala Sponsor

0

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Calon Wakil Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memastikan pasangan DM4Jabar tidak melakukan politik balas budi kepada sponsor. Terlebih, tidak ada sponsor politik yang membiayai kegiatan kampanye pasangan calon ini.

Demikian disampaikan Dedi dalam debat kandidat Pilgub Jabar 2018 di Sabuga, Kota Bandung, Senin (12/3/2018).

Dedi mengatakan bahwa politik balas budi sangat bisa dihidari, salah satunya dengan tidak melibatkan peran swasta yang memiliki kepentingan politik terhadap daerah Jabar.

“Kita bisa menjauhi politik balas budi asal dalam proses politik jangan melibatkan peran swasta. Kita tidak boleh mengajak sponsor yang memiliki kepentingan terhadap wilayah Jabar,” tegas dia.

Seorang pejabat publik, kata dia, harus berangkat dari proses kaderisasi politik dan sosial, baik di initernal kader maupun masyarakat.

Hal itu penting agar saat nanti menjabat, dirinya tidak tersandera kepentingan lain, selain kepentinhan masyarakat.

“Kalau seorang pejabat itu berangkat dari soliditas relawan dan kader, maka kita bekerja untuk kemajuan masyarakat. Berbeda halnya dentan seroang yang maju atas keinginan sponsor. Tentu saat menjabat akan ikut kepentingan sponsor,” jelas dia.

Menurut dia, program pro rakyat akan terganggu efektivitasnya saat tangan-tangan jahil sponsor mulai bermain.
Bahkan, keberlangsungan program tidak akan menuai kesuksesan ketika didasarkan pada asas hutang budi.

“Aplikasi atau sistem online memang akan bermanfaat. Tetapi, jika kita memiliki hutang budi kepada pihak berkepentingan, semua itu akan percuma,” tegas dia.

Pasangan Deddy-Dedi memang bukan pasangan bonafid secara finansial. Hal ini terbukti dari dana awal kampanye yang mereka laporkan ke KPU Jabar hanya RP750 juta.

(LIN)

Rindu Siap Bawa Jabar Jadi Provinsi Juara

0

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pasangan Cagub-Cawagub Jabar nomor urut 1 Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum berjanji membawa Jabar menjadi provinsi juara, terbaik dan terhebat di Indonesia.

Demikian disampaikan Ridwan Kamil dalam debat publik di Sabuga Kota Bandung, Senin (12/3/2018) malam.

Menurut dia, Jabar butuh perubahan pemerataan pembangunan.

“Kami hadir sebagai solusi untuk lima tahun ke depan. Kita berharap membawa Jabar terhebat di Indonesia,” kata dia.

Dengan visi misi keseimbangan fisik dan lahir batin, pihaknya tidak hanta akan membangun infrastruktur semata, tetapi pembangunan mental/moral sebagai agenda penting dalam membawa Jabar Juara.

” Selain infrastruktur fisik, kami pun akan membagun moral keagamaan. Sebagai masyarakat yang mengedeoankan ke emaran dan menjauhi kemungkaran,” jelas dia.

(LIN)

Pasangan Deddy-Dedi Siap Tuntaskan Persoalan di Jabar dengan 5 Visi Besar

0

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pasangan Cagub-Cawagub Jabar nomor urut 4 Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi memaparkan visi misinya dalam debat publik pertama kandidat Cagub-Cawagub Jabar 2018, di Sabuga Bandung, Senin (12/3/2018).

Dalam paparannya Cawagub Jabar Dedi Mulyadi menyebut bahwa perlu pemahaman yuridis, sosiologis dan psikologis untuk membangun Jabar yang baik.

Kaitannya dengan koordinasi dengan para kepala daerah di kabupaten/kota, menurut dia jangan ada lagi ‘rebutan’ program antara gubernur dengan bupati/wali kota.

Sebaliknya gubernur bisa memantau dan mengevaluasi, sehingga ujungnya bisa mengarahkan pembangunan yang utuh dan terintegrasi.

“Yakni pembangunan Jabar yang baik dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Jabar secara luas,” kata Dedi Mulyadi.

Sementara itu, Cagub Jabar Deddy Mizwar menegaskan akan menuntaskan semua persoalan yang terjadi selama ini.

Deddy pun menyebut sejumlah visi misi besar, di antaranya mewujudkan tata pemerintahan yang baik dengan reformasi birokrasi, mewujudkan SDM berkualitas dan berkarakter.

“Mewujudkan tata kelola ruang, lingkungan hidup dan meningkatkan daya saing daerah dengan pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan,” kata Deddy Mizwar.

Kaitannya dengan peningkatan ekonomi, Deddy Mizwar menegaskan bahwa harus ada reformasi.

Salah satunya perizinan yang harus dipangkas.

“Bagaimana ekonomi bisa maju jika mengurus perizinan hingga 600 hari. Itu harus dipangkas,” tegas Deddy.

(LIN)

Debat Publik: Asyik Bertekad Jadikan Jabar Provinsi Termaju

0

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pasangan Cagub-Cawagub nomor urut 3 Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) bertekad membuat Jabar menjadi provinsi termaju.

“Tentunya dengan tetap mengedepankan ketaqwaan dan memuliakan semua agama,” kata Ajat dalam debat publik di Sabuga, Kota Bandung, Senin (12/3/2018) malam.

Selain itu, pasangan Asyik pun ingin Jabar terkoneksi, dengan begitu warga Jabar bisa mem-publish produknya, dalam hal ini yang bernilai ekonomi secara luas.

” Begitupun dengan pesantren, kami akan mensuport dengan baik,” kata Syaikhu.

Kaitannya dengan persoalan kepala daerah kabupaten/kota dalam rapat koordinasi, Syaikhu menyebut bahwa selain koordinasi, faktor kepemimpinan pun menentukan.

“Bisakah nantinya gubernur menyamakan visi dengan kepala daerah di kabupaten/kota?“ jelas dia.

Saat ini Jabar menjadi provinsi di mana industri tumbuh. Namun, kata Sudrajat, di sana masih terdapat kesenjangan.

” Kuncinya adalah pembangunan ekonomi, salah satunya investasi, dan penanaman modal yang harus ditingkatkan,” jelas dia.

Tidak hanya itu, pasangan ini pun menyebut bahwa perizinan harus mulai terbuka dan singkat.

“Jangan lagi ada Pungli, kepala daerah pun harus pro kesejahteraan,” pungkasnya.

(LIN)