spot_imgspot_img
Rabu 6 Mei 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 481

Hadir di Wisuda IPI, Bupati Garut Luncurkan Program 1.000 Beasiswa

0
Keterangan Foto: Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menghadiri Sidang Terbuka Senat Wisuda III Sarjana dan Pascasarjana Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut. Acara berlangsung khidmat di Ballroom Hotel Santika, Jalan Cipanas Baru, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Rabu (17/12/2025).
Keterangan Foto: Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menghadiri Sidang Terbuka Senat Wisuda III Sarjana dan Pascasarjana Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut. Acara berlangsung khidmat di Ballroom Hotel Santika, Jalan Cipanas Baru, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Rabu (17/12/2025).

GARUT,FOKUSJabar.id: Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menyoroti masih rendahnya Angka Partisipasi Kasar (APK) perguruan tinggi di Kabupaten Garut. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Sidang Terbuka Senat Wisuda III Sarjana dan Pascasarjana Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut yang digelar di Ballroom Hotel Santika, Rabu (17/12/2025).

Di hadapan para wisudawan, orang tua, serta civitas akademika, Syakur mengungkapkan bahwa capaian kelulusan memang patut dirayakan. Namun di sisi lain, data pendidikan di Garut masih menyisakan keprihatinan. Dari sekitar 50 ribu lulusan sekolah menengah setiap tahun, hanya sekitar 8.000 orang yang dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

“Kita tentu bangga dengan para lulusan hari ini. Namun, kita juga dihadapkan pada tantangan besar terkait rendahnya partisipasi pendidikan tinggi di Kabupaten Garut,” ujar Syakur.

Baca Juga: Pesokab 2025 Jadi Ajang Pembinaan Atlet Disabilitas Berbakat di Garut

Dorong Akses Pendidikan Tinggi

Untuk menekan kesenjangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Garut telah menyiapkan sejumlah langkah strategis melalui kebijakan pendidikan, salah satunya dengan meluncurkan program beasiswa.

“Kita punya tantangan ke depan. Karena itu, saya meluncurkan Program 1.000 Beasiswa, termasuk program Satu Desa Satu Sarjana, agar semakin banyak warga Garut yang bisa mengenyam pendidikan tinggi,” tegasnya.

Syakur berharap program tersebut mampu membuka akses pendidikan yang lebih luas. Sekaligus mencetak sumber daya manusia unggul yang siap berkontribusi dalam pembangunan daerah.

Tambahan Energi Pembangunan Daerah

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Garut menyampaikan rasa bangga atas kelulusan 810 wisudawan baru dari IPI Garut. Menurutnya, tambahan lulusan sarjana dan pascasarjana ini menjadi modal penting dalam mempercepat pembangunan di berbagai sektor.

“Ini adalah kehormatan dan kebahagiaan bagi saya bisa hadir di sini. Kita mendapatkan tambahan lebih dari 800 SDM berkualifikasi sarjana dan S2. Ini merupakan energi baru bagi pembangunan Kabupaten Garut,” ucap Syakur di hadapan para wisudawan.

IPI Garut Luluskan 810 Wisudawan

Sementara itu, Rektor IPI Garut, Prof. Nizar Alam Hamdani, melaporkan Wisuda III tahun ini diikuti oleh total 810 lulusan dari berbagai program studi. Untuk menjaga kekhidmatan dan kelancaran prosesi, pelaksanaan wisuda dibagi ke dalam dua sesi.

Pada sesi pertama, sebanyak 473 wisudawan mengikuti prosesi, sementara sesi kedua diikuti oleh 337 wisudawan.

Prof. Nizar juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua dan keluarga yang telah memberikan dukungan penuh kepada mahasiswa selama menempuh pendidikan.

“Keberhasilan ini merupakan hasil dari ketekunan mahasiswa. Terlebih dukungan luar biasa dari keluarga, baik secara moril maupun materil,” tutup Prof. Nizar.

(Y.A. Supianto)

Pesokab 2025 Jadi Ajang Pembinaan Atlet Disabilitas Berbakat di Garut

0
Keterangan Foto: Kepala Dinsos Kabupaten Garut, Aji Sukarmaji, membuka resmi Pekan Special Olympics Kabupaten (Pesokab) Garut Tahun 2025 di SOR RAA Adiwijaya, Rabu (17/12/2025).
Keterangan Foto: Kepala Dinsos Kabupaten Garut, Aji Sukarmaji, membuka resmi Pekan Special Olympics Kabupaten (Pesokab) Garut Tahun 2025 di SOR RAA Adiwijaya, Rabu (17/12/2025).

GARUT,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten Garut secara resmi membuka Pekan Special Olympics Kabupaten (Pesokab) Garut 2025 di SOR RAA Adiwijaya, Rabu (17/12/2025). Ajang olahraga tahunan ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan ruang yang inklusif bagi atlet disabilitas untuk menyalurkan bakat dan meraih prestasi.

Pembukaan Pesokab 2025 dilakukan oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Garut, Aji Sukarmaji. Ia memberikan apresiasi tinggi kepada 236 atlet dari 36 Sekolah Luar Biasa (SLB) se-Kabupaten Garut yang turut ambil bagian dalam ajang tersebut.

Baca Juga: Dari Zona Merah ke Prestasi Nasional, Garut Sukses Tekan Angka Stunting

“Antusiasme para atlet ini menunjukkan bahwa Kabupaten Garut sangat mendorong prestasi olahraga inklusif. Harapannya, atlet-atlet disabilitas kita mampu bersaing dan meraih prestasi, tidak hanya di tingkat provinsi, tetapi juga nasional hingga Asia,” ujar Aji dalam sambutannya.

Wujud Pemberdayaan dan Kesetaraan

Pelaksanaan Pesokab 2025 bertepatan dengan peringatan Hari Disabilitas Internasional. Dengan mengusung tema “Setara Berkarya, Berdaya, Tanpa Batas”, ajang ini tidak hanya mempertandingkan cabang olahraga, tetapi juga menjadi panggung ekspresi seni bagi para peserta, termasuk penampilan seni tari.

Ketua Special Olympics Indonesia (SOIna) Jawa Barat, Abdul Karim, menegaskan dukungan terhadap atlet disabilitas merupakan tanggung jawab bersama. Sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Sistem Keolahragaan Nasional.

“Mereka adalah bagian dari anak bangsa yang harus kita dukung bersama. Melalui Pesokab, hak-hak atlet disabilitas untuk berprestasi dan berkembang melalui olahraga dapat terwujud,” tegas Abdul Karim.

Pembinaan Menuju Ajang Lebih Tinggi

Sementara itu, Ketua SOIna Kabupaten Garut, Tati Narwati, menjelaskan Pesokab tahun keempat menjadi bagian penting dari proses pembinaan jangka panjang. Ajang ini tidak hanya berfungsi sebagai kompetisi, tetapi juga sebagai sarana penjaringan atlet potensial.

“Dari Pesokab ini, kami akan memilih atlet-atlet terbaik untuk dibina secara berkelanjutan dan dipersiapkan menuju ajang yang lebih tinggi. Mulai dari Pesoda tingkat provinsi, Pesonas tingkat nasional, hingga ke level internasional,” ungkap Tati.

Pesokab Garut 2025 menghadirkan konsep yang berbeda dengan memadukan olahraga dan seni. Cabang olahraga yang dipertandingkan meliputi atletik, bulu tangkis, tenis meja, bola basket, dan renang. Sementara itu, ruang ekspresi seni diwujudkan melalui penampilan seni tari.

Tati berharap, melalui ajang ini para atlet, baik yang berasal dari SLB, alumni, maupun peserta home schooling, dapat meningkatkan kepercayaan diri. Kemudian mereka memperluas pergaulan, serta menumbuhkan semangat sportivitas dan persaudaraan.

(Y.A. Supianto)

Dari Zona Merah ke Prestasi Nasional, Garut Sukses Tekan Angka Stunting

0
Kepala DPPKBPPPA Kabupaten Garut Yayan Waryana
Kepala DPPKBPPPA Kabupaten Garut Yayan Waryana

GARUT,FOKUSJabar.id: Menjelang akhir tahun 2025, sektor kesehatan Kabupaten Garut menorehkan capaian membanggakan. Salah satu prestasi paling menonjol adalah keberhasilan menurunkan prevalensi stunting secara signifikan, dari 24,1 persen menjadi 14,2 persen.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, dr. Leli Yuliani, menegaskan bahwa penurunan tajam tersebut merupakan hasil kerja kolektif berbagai pihak, khususnya Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di seluruh tingkatan pemerintahan dan layanan kesehatan.

Baca Juga: Urat Nadi Ekonomi jadi Prioritas, Pemkab Garut Segera Bedah Infrastruktur Jalan

“Capaian ini tidak berdiri sendiri. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam upaya percepatan penurunan stunting di Garut,” ujar dr. Leli.

Senada dengan itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Kabupaten Garut, Yayan Waryana, mengungkapkan bahwa Garut sempat berada pada kondisi paling mengkhawatirkan. Pada 2021, angka stunting bahkan mencapai 35,2 persen, tertinggi di Jawa Barat.

Namun melalui perpaduan intervensi spesifik dan sensitif, lahirlah inovasi Temukan, Obati, dan Sayangi Balita Stunting (TOSS) yang menjadi titik balik penanganan stunting di daerah tersebut.

“Alhamdulillah, dengan inovasi TOSS dan keterlibatan berbagai pihak, kami bisa melakukan intervensi langsung kepada sasaran,” kata Yayan saat mengisi talkshow di salah satu stasiun radio.

Upaya ini membuahkan hasil. Pada 2022, angka stunting berhasil ditekan menjadi 23,6 persen. Penurunan tersebut didukung oleh pendataan balita secara detail melalui sistem by name by address, sehingga intervensi dapat dilakukan tepat sasaran.

“Kami sudah tahu siapa yang harus ditangani dan di mana lokasinya. Dari situlah kami temukan, obati, dan dampingi balita stunting hingga angkanya terus menurun,” jelasnya.

Tiga Inovasi Kunci Penurunan Stunting

dr. Leli menjelaskan, strategi penurunan stunting di Garut dijalankan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir, mulai dari remaja putri, ibu hamil, hingga balita. Tiga inovasi utama menjadi penggerak di tingkat Puskesmas dan Posyandu, yakni:

  • Rissa (Remaja Putri Sehat Bebas Anemia), berfokus pada pencegahan anemia sejak usia remaja.
  • Melani (Memastikan Semua Ibu Hamil Terlayani Sesuai Standar), untuk menjamin kualitas pelayanan kesehatan ibu selama kehamilan.
  • TOSS (Temukan, Obati, Sayangi Balita Stunting), sebagai langkah penanganan dan pendampingan intensif balita stunting.

Seluruh program tersebut diperkuat dengan tata kelola Puskesmas dan Posyandu berbasis Integrasi Layanan Primer (ILP) yang menitikberatkan pada pendekatan preventif dan edukatif.

“Kami memastikan inovasi ini berjalan berkelanjutan dan terus diperkuat pada 2026,” ungkap dr. Leli kepada FokusJabar.id.

Menembus Tantangan Wilayah Garut Selatan

Kondisi geografis Garut Selatan yang menantang kerap menimbulkan kesenjangan layanan kesehatan. Untuk mengatasinya, Dinas Kesehatan Garut menerapkan strategi jemput bola dalam pemenuhan tenaga medis, baik dokter umum maupun spesialis.

Sejumlah langkah strategis telah dijalankan sepanjang 2025, di antaranya membuka formasi ASN dengan penempatan khusus di wilayah terpencil, menjalankan Program Dokter Desa bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan FK Unpad, serta menyediakan beasiswa kedokteran bagi mahasiswa yang berkomitmen mengabdi di Garut.

Selain itu, Dinkes juga merekrut tenaga kesehatan non-ASN untuk menutup kekurangan minimal tenaga di Puskesmas.

Fokus Penyakit Menular dan Kesehatan Jiwa

Di tengah keberhasilan menekan stunting, dr. Leli mengakui masih terdapat tantangan lain yang harus dihadapi, terutama penyakit menular seperti TBC dan DBD, serta isu kesehatan jiwa.

Strategi utama yang diterapkan adalah skrining secara masif. Untuk DBD, pengendalian vektor dilakukan melalui Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), sementara fogging hanya digunakan sebagai langkah terakhir. Pada penanganan TBC, dilakukan investigasi kontak serumah secara ketat dan pemanfaatan layanan rontgen bergerak bagi kelompok berisiko.

Sementara dalam penanganan kesehatan jiwa, Dinkes tidak hanya melakukan skrining dan edukasi ke sekolah-sekolah, tetapi juga aktif mengevakuasi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) ke rumah sakit jiwa.

“Kami berkomitmen memastikan tidak ada lagi kasus pemasungan di Kabupaten Garut,” tegasnya.

Menatap tahun 2026, Dinas Kesehatan Kabupaten Garut bertekad terus memperkuat layanan kesehatan primer. Agar akses pelayanan medis yang berkualitas dapat seluruh masyarakat Garut rasakan tanpa terkecuali.

(Y.A. Supianto)

Atlet Menembak Asal Ciamis, Putri Azzizah Raih Medali Perak di SEA Games 2025

0
atlet asal ciamis@fokusjabar.id
Puteri Azzizah.

CIAMIS, FOKUSJabar: Cabang olahraga menembak terus menunjukkan performa konsisten. Dan menjadi salah satu penyumbang prestasi penting bagi Indonesia di ajang SEA Games 2025 yang berlangsung di Thailand. Hingga 16 Desember 2025.

Salah satu capaian gemilang datang dari Putri Azzizah. Atlet menembak asal Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, ini berhasil mempersembahkan medali perak. Bagi Indonesia setelah tampil kompetitif pada nomor TR (Tembak Reaksi) Divisi Standard Women.

Hasil tersebut menegaskan kualitas dan daya saing atlet menembak Indonesia di level regional.

Keberhasilan Putri Azzizah tidak hanya bermakna bagi kontingen Merah Putih. Tetapi juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga dan masyarakat daerah asalnya.

Baca Juga: Soal Konsolidasi Akbar dan Jambore, Pengurus DPC Demokrat Ciamis Bilang Begini

Prestasi tersebut sekaligus mencerminkan kerja keras dan konsistensi yang telah dibangun selama masa persiapan menuju SEA Games 2025.

Kabar perolehan medali perak ini di benarkan oleh kakek Putri Azzizah, H. Tatang, yang di kenal sebagai pemilik Rumah Makan Ampera.

Ia menyampaikan rasa syukur atas pencapaian cucunya yang mampu mengharumkan nama Indonesia di ajang internasional.

“Putri Azzizah adalah cucu kami. Alhamdulillah, dia berhasil meraih medali perak di SEA Games,” ujar H. Tatang saat di konfirmasi pada Selasa (16/12/2025) kemarin.

Baca Juga: Ketua KDMP Muktisari Ciamis Hibahkan Tanah untuk Aset Desa dan Program Pemerintah

H. Tatang Sampaikan Apresiasi

Lebih lanjut, H. Tatang menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dalam perjalanan karier olahraga Putri Azzizah. Mulai dari keluarga, pelatih, hingga organisasi olahraga terkait.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Kabupaten Ciamis. Pengurus Perbakin, para pelatih, serta semua pihak yang telah memberikan bimbingan, arahan, dan doa. Alhamdulillah, prestasi ini menjadi kebanggaan bagi keluarga dan juga bangsa Indonesia,” tuturnya.

Raihan medali perak dari Putri Azzizah semakin memperkuat posisi Indonesia. Sebagai salah satu kekuatan utama cabang olahraga menembak di kawasan Asia Tenggara.

Konsistensi prestasi atlet menembak di SEA Games 2025 di harapkan dapat menjadi modal penting bagi pembinaan atlet ke depan. Serta memacu lahirnya prestasi-prestasi baru di tingkat regional maupun internasional.

(Antika Asmara)

Dikirim di Tengah Krisis Anggaran, 6 Petinju Kabupaten Tasikmalaya Tantang Nasib di BK Porprov Jabar 2025

0
Ketua Pertina Kabupaten Tasikmalaya, Arief Sudrajat, S.Ip (ujung kiri) foto bersama para atlet tinju.
Ketua Pertina Kabupaten Tasikmalaya, Arief Sudrajat, S.Ip (ujung kiri) foto bersama para atlet tinju.

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Di tengah tekanan keterbatasan anggaran daerah, KONI Kabupaten Tasikmalaya secara resmi melepas kontingen atlet tinju Pertina untuk berlaga pada Babak Kualifikasi (BK) Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2025.

Ajang penentuan tiket Porprov tersebut akan digelar di Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, pada 19–22 Desember 2025.

Sekretaris Umum KONI Kabupaten Tasikmalaya, Nana Sumarna menegaskan, keterbatasan fiskal tidak boleh menjadi alasan untuk meredupkan semangat juang atlet.

BACA JUGA: Viral Soal Bayar Darah, RSUD KHZ Musthafa Kabupaten Tasikmalaya Jelaskan Fakta Sebenarnya

Justru kata Nana, kondisi tersebut harus menjadi pemicu untuk membuktikan bahwa prestasi lahir dari tekad dan konsistensi, bukan semata sokongan anggaran.

“Kita semua tahu kondisi keuangan daerah sedang tidak ideal, banyak anggaran yang terpangkas. Tapi ini justru tantangan bagi kita untuk tetap berprestasi dan membawa nama harum Kabupaten Tasikmalaya,” ujar Nana saat pelepasan atlet di Kantor KONI Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (17/12/2025).

Pria yang akrab disapa Nana Magadir ini menekankan, target bukan sekadar angka, melainkan motivasi kolektif agar atlet mampu tampil maksimal di tengah keterbatasan.

Ia meminta para petinju menjaga konsistensi performa, disiplin pola latihan, serta fokus saat bertanding di arena.

“Dukungan dari berbagai pihak, termasuk Bank BPR Artha Galunggung, juga diapresiasi sebagai energi tambahan bagi perjuangan atlet.

Sementara itu, Ketua Pertina Kabupaten Tasikmalaya, Arief Sudrajat, memastikan kesiapan penuh tim tinju yang akan turun pada BK Porprov XV Jabar.

Kontingen terang Arief dipimpin pelatih Dede Chema, dibantu asisten pelatih Iwan AK, dengan kekuatan enam atlet, terdiri dari lima petinju putra dan satu petinju putri.

“Alhamdulillah, seluruh atlet dalam kondisi siap tempur. Mereka adalah hasil seleksi terbaik dari sasana-sasana yang ada di Kabupaten Tasikmalaya,” kata Arief.

Enam atlet tersebut akan turun di berbagai kelas, yakni Zildan di kelas 60 kg, Langlang Buana kelas 67 kg, Yusuf dan Puja di kelas 63 kg, Pian di kelas 54 kg, serta Desti di kelas 45 kg.

“Para petinju ini merupakan representasi kualitas pembinaan tinju daerah yang terus berkembang,” katanya.

Arief juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh sasana tinju yang berkontribusi dalam pembinaan atlet, di antaranya Saga Boxing, CBC, RBC, Bojay Boxing, Red Ant Boxing, Laskar Langit Boxing, dan Manonjaya Boxing Camp.

Dukungan pemerintah daerah melalui Disparpora dan KONI Kabupaten Tasikmalaya, serta kontribusi para bapak asuh dan mitra perbankan seperti Bank BPR Artha Galunggung, Artha Sukapura, dan Bank CIJ, disebut Arief sebagai faktor penting keberlangsungan pembinaan atlet.

BACA JUGA: Aksi Tak Pantas Sepasang Remaja di Teras Cihampelas, Satpol PP Perketat Patroli

“Ini menjadi tonggak sejarah bagi Pertina Kabupaten Tasikmalaya. Biasanya kami hanya mengirim tiga hingga empat atlet, sekarang bisa enam atlet sekaligus. Target realistis kami empat tiket, tapi cita-cita kami maksimal, enam atlet bisa lolos semua. Kami optimistis,” tuturnya.

Dengan modal semangat, ungkap Arief, kesiapan teknis, dan dukungan kolektif, kontingen tinju Kabupaten Tasikmalaya diharapkan mampu menembus kerasnya persaingan BK Porprov XV Jabar, dan membuka jalan menuju prestasi di level provinsi.

(F Kamil)

Jelang Puncak Musim Hujan, BPBD Kota Bandung Ajak Warga Selalu Siaga

0
musim hujan@fokusjabar.id
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Bandung, Amires Pahala.(Yusuf Mugni/fokusjabar.id)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Jelang puncak musim hujan pada Maret 2026 mendatang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandung. Telah meningkatkan kesiapsiagaan sejak awal November untuk mengantisipasi adanya banjir, longsor, dan cuaca ekstrem.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Bandung, Amires Pahala mengatakan, bahwa langkah antisipasi di lakukan lebih awal. Agar aparat dan masyarakat punya waktu cukup untuk bersiap menghadapi potensi bencana.

“Kami sudah melakukan kesiapsiagaan sejak awal November dan menyampaikan himbauan kepada masyarakat. Serta aparat wilayah agar siaga menghadapi musim hujan,”kata Amires Rabu (17/12/2025).

Baca Juga: Aksi Tak Pantas Sepasang Remaja di Teras Cihampelas, Satpol PP Perketat Patroli

Pihaknya juga akan terus memperkuat koordinasi dengan aparat kewilayahan untuk memastikan kesiapan di tingkat kelurahan dan kecamatan.

“Koordinasi dengan aparat wilayah sangat penting karna mereka berada di lapangan dan bersentuhan langsung dengan masyarakat,”katanya.

Selain koordinasi internal, BPBD Kota Bandung juga mengintensifkan penyebaran informasi dan peringatan dini kepada masyarakat. Melalui berbagai platform media sosial, seperti Instagram dan TikTok agar informasi dapat di terima secara cepat dan luas.

Baca Juga: Inspektorat Jabar Perkuat Pengawasan Keuangan Daerah 2026

“Kami memanfaatkan media sosial untuk menjangkau masyarakat lebih luas, sekaligus sebagai sarana edukasi kebencanaan,”ucapnya.

Pihaknya juga meminta warga untuk meningkatkan kewaspadaan. Terutama di wilayah rawan banjir dan longsor, dan segera melaporkan potensi bahaya kepada aparat setempat.

“Dengan kesiapsiagaan sejak dini dan keterlibatan seluruh pihak, kami berharap dampak bencana dapat di tekan dan keselamatan masyarakat tetap terjaga,”pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Aksi Tak Pantas Sepasang Remaja di Teras Cihampelas, Satpol PP Perketat Patroli

0
teras cihampelas@fokusjabar.id
Teras Cihampelas Kota Bandung (Yusuf Mugni/fokusjabar.id)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Aksi tak pantas sepasang remaja di kawasan Teras Cihampelas, Kota Bandung, terekam kamera hingga videonya viral di media sosial.

Sebelumnya, kedua remaja itu sempat di tegur warga. Namun, akhirnya melarikan diri.

Menanggapi kejadian tersebut, Kasatpol PP Kota Bandung, Bambang Sukardi, memastikan pihaknya telah menurunkan petugas untuk melakukan patroli rutin dan pengamanan di lokasi.

Baca Juga: Inspektorat Jabar Perkuat Pengawasan Keuangan Daerah 2026

“Pada prinsipnya kami sudah mem-plotting petugas. Tidak setiap pintu di jaga karena sistemnya mobile. Pintu masuk ke Teras Cihampelas ada sembilan titik. Memang ada pengunjung yang datang dengan niat tidak baik dan kucing-kucingan,”kata Bambang  Rabu (17/12/2025).

Bambang menegaskan, Teras Cihampelas bukan tempat untuk perilaku asusila. Ia mengakui petugas kerap mendapati pengunjung yang melakukan tindakan tidak senonoh.

“Mudah-mudahan kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” katanya.

Terkait anggapan Satpol PP kecolongan, Bambang menyebut luasnya area Teras Cihampelas yang memanjang dengan banyak akses menjadi tantangan tersendiri. Menurutnya, orang yang berniat berbuat tak pantas biasanya sudah merencanakan aksinya.

“Kalau di sebut kecolongan, luas Teras Cihampelas itu memanjang dan ada sembilan pintu. Mulai pukul 22.00 WIB, semua pintu tersebut di tutup, tinggal satu pintu akses saja. Orang yang berniat melakukan seperti itu biasanya mencuri-curi kesempatan,” jelasnya.

Baca Juga: Atalia Praratya dan Ridwan Kamil Absen di Sidang Perdana

Bambang menegaskan patroli akan di perketat dengan pola berkeliling dan penempatan petugas di titik-titik strategis mulai dari tengah hingga ujung barat dan timur.

Selain itu, Satpol PP juga akan melakukan pembinaan kepada petugas lapangan yang berjaga 24 jam dengan sistem tiga shif.

“Banyak modus. Ada yang datang bukan sekadar mencari pemandangan, tapi punya niat yang tidak bagus,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)