spot_imgspot_img
Rabu 6 Mei 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 479

Geng Motor Kembali Berulah, Akademisi Minta Pemkot Tasikmalaya Bersikap

0
geng motor@fokusjabar.id
Dekan Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Tasikmalaya (IAIT), Taufiq Rohman. (Dok)

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Menyikapi persoalan geng motor yang kembali berulah hingga adanya jatuh korban, Dekan Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Tasikmalaya (IAIT), Taufiq Rohman menilai seharusnya Pemerintah Kota Tasikmalaya segera bertindak tegas.

“Pemkot Tasikmalaya harus segera bersikap terkait geng motor. Wali Kota dengan kekuasaannya seharusnya bisa bekerja sama dengan aparat kepolisian untuk membereskan,” ungkap Taufiq Rohman, Kamis (18/12/2025).

Menurutnya, kejadian serupa jangan sampai terus muncul tenggelam. Sehingga menjadi teror yang tidak pernah berakhir dan tidak membuat situasi nyaman dan aman.

Baca Juga: Keren! Ulot Bikers Community Jabar Resmi Berdiri

“Kalau di biarkan dan tidak ada epek jera, nanti siapa lagi yang akan menjadi korban keganasan geng motor. Sasarannya selama ini para pekajar, kasian mereka,” ucapnya.

Dengan demikian, lanjut dia, Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadan dengan sosoknya yang masih muda, di harapkan mampu menyelesaikan permasalahan geng motor. Sehingga tidak ada lagi korban berjatuhan.

“Ini menyangkut keamanan dan kenyamanan Kota Tasikmalaya. Dengan itu dengan kekuasaan Wali Kota dan tentu ucapannya akan di dengar oleh siapa pun termasuk para penegak hukum,” tuturnya.

Taufiq melanjutkan, permasalahan geng motor harus di tangani secara serius. Kenapa demikian, karena telah banyak korban yang berjatuhan karena ulah mereka.

“Maka dengan itu, Pak Wali Kota sebagai orang nomor satu harusnya cepat tanggap dan bergerak dengan unsur Forkopimda dalam menyelesaikan masalah geng motor,” tegasnya.

Dia juga menegaskan terkait permasalahan geng motor, jika para pemimpinnya serius dalam menangani geng motor dengan bekerja sama dengan berbagai elemen tentunya masalah ini akan segera teratasi.

“Sepertinya geng motor ini tidak takut dengan aparat kepolisian. Kalau takut pasti mereka tidak akan lagi berulah, karena konsekwensinya jelas hukum berbicara,” ujarnya.

Gubernur Jabar Jadi Contoh

Untuk itu, Taufiq mendorong Wali Kota Tasikmalaya untuk segera menyelesaikan permasalahan geng motor yang selalu membuat onar hingga jatuhnya korban.

Baca Juga: Anggota Tarung Derajat Satlat Dokar Tasikmalaya, Wajib Kuasai 5 Unsur Daya Gerak

“Pak Wali Kota juga harus mencontoh juga Gubernur Jabar Kang Dedi Mulyadi, beliau selalu turun tangan dalam menyelesaikan segala bentuk permasalahan, dan sosok pemimpin harus seperti itu,” jelas mantan Presiden Mahasiswa Universitas Siliwangi (Unsil) ini.

Taufiq juga menambahkan bahwa beberapa waktu yang lalu, geng motor pernah berhadapan dengan Tarung Derajat dan berakhir di pengadilan, juga di sweeping para santri.

“Maksudnya memang harus ada epek jera. Maka dari itu, sudah menjadi sebuah keharusan Wali Kota Tasikmalaya sebagai pemimpin turun tangan menyelesaikan masalah geng motor,” pungkasnya.

Sebelumnya, pelajar kelas XI MA (17) warga Kecamatan Cibereum dan F (17) jadi korban pengeroyokan geng motor sehingga kedua korban tersebut harus di rawat di RSUD dr. Soekarjo Kota Tasikmalaya. Karena patah tulang dan luka di bagian kepala.

(Yud’s)

Gubernur Jabar Hentikan Pembangunan Rumah

0
gubernur jabar fokusjabar.id
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) menyatakan, pembangunan rumah di beberapa daerah sudah saatnya tidak lagi fokus ke rumah tapak melainkan hunian vertikal.

Menurut Dedi Mulyadi, hal itu menjadi solusi masalah keterbatasan lahan di Jabar.

BACA JUGA:

Gubernur Jabar Resmikan Rekonstruksi Situs Megalitikum Gunung Padang

“Bukan hanya di Bandung, pembangunan rumah vertikal juga perlu dilakukan di Bogor, Kota Bekasi, Karawang, Purwakarta, Subang dan semua daerah yang tanahnya habis,” kata Gubernur Jabar.

Apabila pengambang terus membangun rumah tapak, maka lahan akan habis. Termasuk lahan berupa sawah, rawa, bukit dan daerah aliran sungai.

Kondisi tersebut menurut Gubernur bisa memicu bencana yang lebih besar.

BACA JUGA:

Atasi Banjir, Gubernur Jabar Bakal Pulihkan Sempadan Sungai

Untuk mencegah bencana, KDM telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) terkait penghentian sementara penerbitan izin perumahan di Jabar.

Menurutnya, kebijakan tersebut perlu diambil sebagai langkah cepat antisipasi bencana sambil menata dan mengevaluasi tata ruang di Jawa Barat.

“Untuk melakukan perubahan tata ruang perlu Perda. Di mana pembuatannya tentu memerlukan waktu lama, minimal setahun. Tetapi banjir kan tidak melihat waktunya kapan. Maka saya ambil langkah setop dulu (pembangunan rumah), jeda sebentar,” tegasnya.

BACA JUGA:

Hari Ini Gubernur Jabar Jemput 45 Warga Terdampak Banjir Aceh

KDM akan berdiskusi dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional terkait evaluasi tata ruang di Jabar.

Gubernur mengatakan, dalam pembangunan perumahan di Jawa Barat harus tetap memperhatikan harmoni dengan alam, tidak semua lahan dihabiskan.

(Bambang Fouristian)

Program MBG di Jawa Barat Libatkan Petani dan Sekolah

0
program MBG fokusjabar.id
Ilustrasi (foto: web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Gedung Sate, Rabu (17/12/2025) kemarin.

Rakor tersebut dihadiri para pimpinan/kepala daerah di 27 Kabupaten/kota di Jawa Barat bersama para penanggungjawab pelaksanaan MBG.

BACA JUGA:

Sopir MBG Apresiasi Bupati Pangandaran yang Turun Tinjau Jalan Rusak di Cimerak

Dedi Mulyadi mengatakan, program MBG harus dapat menciptakan peningkatan daya saing, peningkatan kualitas kesehatan warga dan membangun rasa keadilan.

Menurutnya, ada tiga hal yang menjadi titik pokok dalam Rakor. Yakni, dana beredar untuk kebutuhan program MBG cukup besar (Rp54 trilyun).

KDM berharap, pihak perbankan ikut membantu kebutuhan pendanaan program MBG melalui pinjaman berbunga ringan.

program mbg fokusjabar.id
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi

Program MBG harus menjadi siklus ekonomi masyarakat yang saling menguntungkan. Para petani kecil di perdesaan dilibatkan untuk memasok kebutuhan. Seperti beras hingga sayuran. Kemudian peternak memasok kebutuhan telur, daging dan ikan.

“MBG menjadi pasar bagi petani. Petani dapat menjual langsung kepada penyedia jasa MBG. Hal ini akan melahirkan harga yang relatif kompetitif yang menguntungkan kedua belah pihak,” kata KDM.

Terakhir dapat melibatkan pihak sekolah dalam menyediakan kebutuhan bahan baku bagi mitra penyedia jasa MBG.

Anak sekolah didorong untuk pemelihara ayam, menanam sayuran, menanam pohon pisang, menanam padi sebagai bagian dari pembelajaran sekolah.

BACA JUGA:

Bappenas dan BGN Evaluasi Program MBG di Garut

“Jika itu berjalan, maka uang yang beredar dalam program MBG itu akan beredar dari tangan ke tangan, dari saku ke saku masyarakat. Sehingga akan melahirkan daya dukung dan daya dorong pertumbuhan ekonomi Jawa Barat,” ujarnya.

Menko Pangan, Zulkifli Hasan menambahkan, semua pihak dapat terlibat dalam pelaksanaan program MBG setelah pemerintah mulai mengimplementasikan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 115 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Program MBG.

“Keberhasilan program hanya dapat dicapai bila pusat dan daerah memahami perannya masing-masing secara jelas. Tentu pelaku utama BGN, tapi kita semua terlibat untuk mendukung agar ini sukses,” katanya.

Zulkifli menjelaskan, Perpres tersebut mempertegas berbagai aspek tata kelola. Termasuk kewajiban penggunaan bahan baku dari koperasi sebagai bagian dari integrasi rantai pasok.

BACA JUGA:

DKPP Kota Bandung Optimalkan Buruan SAE untuk Penuhi Kebutuhan Dapur MBG

Pemerintah juga menyiapkan 13 regulasi turunan yang mencakup percepatan Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS), pemenuhan tenaga ahli gizi hingga pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah 3T.

“Pak Gubernur dan Kepala BGN juga mengatakan, kalau ini pekerjaan kita bersama. Maka ini akan menimbulkan gerakan ekonomi rakyat. Masyarakat tanam sayur, buah, pelihara ayam dan bisa pasok ke MBG,” jelasnya.

(Bambang Fouristian)

Strategi Disnakertrans Garut Perkuat Kesejahteraan Pekerja

0
Disnakertrans Garut fokusjabar.id
Pekerja Reksa Jaya mengoperasikan salah satu mesin jahit berbasis komputer di PT. Changshin Reksa Jaya Garut

GARUT, FOKUSJabar.id: Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kabupaten Garut pada tahun 2025 menurun 0,42 persen dari level 6,96 persen (2024) menjadi 6,54 persen. Meski persentasenya menurun, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Garut mencatat jumlah penganggur masih mencapai angka sekitar 100 ribu orang.

Hal ini dipicu oleh besarnya jumlah lulusan SMA sederajat yang mencapai 60 ribu orang setiap tahunnya. Di mana mayoritas langsung mencari kerja dibandingkan melanjutkan pendidikan.

BACA JUGA:

Dari Garut ke Negeri Sakura, Kerja Sama Internasional Buka Jalan Tenaga Terampil

Untuk itu, pemerintah menargetkan 20 ribu warga terserap kerja sepanjang tahun 2025 melalui berbagai sektor formal maupun informal.

Menutup tahun 2025, Disnakertrans Garut menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah melalui penguatan kesejahteraan pekerja dan optimalisasi penyerapan tenaga kerja.

TPT Garut fokusjabar.id
Kepa;a Disnakertrans Garut, Muksin

Kepala Disnakertrans Garut, Muksin mengungkapkan, tantangan terbesar saat ini adalah menyeimbangkan kesejahteraan buruh dengan daya saing pelaku UMKM serta industri lokal.

Muksin menjelaskan, pihaknya terus berupaya mencari titik temu yang adil bagi pengusaha dan pekerja. Salah satu strategi utamanya adalah mengusulkan Upah Minimum Kabupaten (UMK) yang selaras dengan pertumbuhan ekonomi Garut.

“Kami ingin memastikan UMK tidak membebani pelaku UMKM. Namun di sisi lain tetap mampu meningkatkan kesejahteraan para pekerja,” katanya kepada FOKUSJabar, Kamis (18/12/2025).

BACA JUGA:

Hadir di Wisuda IPI, Bupati Garut Luncurkan Program 1.000 Beasiswa

Khusus bagi sektor UMKM, pembayaran upah dapat dilaksanakan melalui kesepakatan antara pemberi kerja dan pekerja sesuai dengan regulasi PP 36 Tahun 2021.

Selain masalah upah, Disnakertrans juga fokus pada peningkatan produktivitas melalui program pelatihan keterampilan agar pekerja memberikan nilai tambah bagi perusahaan.

Salah satu capaian membanggakan di tahun 2025 adalah keberhasilan program pelatihan vokasi berbasis penempatan.

Muksin menyoroti program pelatihan menjahit upper sepatu yang diikuti oleh 64 peserta.

“Tingkat keterserapan lulusan pelatihan ini mencapai 100 persen. Sebanyak 64 orang kini telah ditempatkan di industri formal,” ungkapnya.

Hal tersebut menurut Mukin menjadi bukti efektivitas pelatihan yang disesuaikan langsung dengan kebutuhan dunia kerja.

Menekan Pengangguran Lulusan SMA/SMK

Guna menekan angka pengangguran terbuka di kalangan lulusan SMA/SMK, Disnakertrans menjalankan langkah-langkah strategis melalui Bursa Kerja Khusus (BKK).

Upaya tersebut meliputi:

  • Penyuluhan Jabatan dengan memberikan bimbingan bagi siswa kelas 12 dan alumni mengenai dunia usaha dan industri.
  • Penguatan Jejaring, mendorong BKK (Bursa Kerja Khusus) untuk menjalin MoU dengan perusahaan lokal maupun nasional.
  • Digitalisasi, yang mewajibkan sekolah mendaftarkan BKK mereka di e-bkk Kemnaker RI dan mendorong perusahaan melaporkan lowongan kerja secara rutin.
  • Fasilitasi, melalui penyelenggaraan Job Fair atau bursa kerja secara berkala.

Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI)

Di sektor penempatan luar negeri, Muksin menekankan pentingnya jalur legal dan aman bagi masyarakat Garut.

Disnakertrans gencar melakukan sosialisasi hingga ke tingkat desa untuk mendeteksi dini keberangkatan non-prosedural.

BACA JUGA:

Dari Zona Merah ke Prestasi Nasional, Garut Sukses Tekan Angka Stunting

“Kami meminta pemerintah desa lebih teliti dalam menandatangani izin bekerja ke luar negeri,” tegasnya.

Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan BP3MI  (Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia) dan LTSA (Layanan Terpadu Satu Atap) Jawa Barat untuk meningkatkan perlindungan bagi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI).

Dengan berbagai langkah ini, Disnakertrans Garut optimistis dapat menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif sekaligus mendorong kemandirian produksi lokal yang berdaya saing.

(Y.A. Supianto)

Teras Cihampelas Kian Terabaikan, Ini Kata Warga dan Pedagang

0
Teras Cihampelas fokusjabar.id
Kondisi Teras Cihampelas Kota Bandung

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Kawasan Teras Cihampelas yang dulu dikenal sebagai salah satu ikon wisata Kota Bandung, kini mulai kehilangan pesonanya.

Ruang publik yang sempat menjadi kebanggaan warga tersebut terlihat tidak terurus. Sejumlah fasilitas rusak, minim aktivitas pengunjung serta lemahnya pengawasan keamanan.

BACA JUGA:

Jelang Puncak Musim Hujan, BPBD Kota Bandung Ajak Warga Selalu Siaga

Pantauan di lokasi menunjukkan banyak fasilitas umum mengalami kerusakan. Coretan vandalisme tampak di berbagai sudut. Mulai dari tempat duduk, dinding hingga area tangga yang kondisinya membahayakan pengunjung.

Kondisi tersebut berdampak langsung pada menurunnya minat masyarakat untuk datang ke Teras Cihampelas.

Salah seorang pengunjung asal Garut, Cecep mengaku, Teras Cihampelas sudah tidak lagi menjadi primadona seperti beberapa tahun lalu.

“Sekarang stagnan ya pengunjungnya. Paling juga anak-anak sekolah. Teras Cihampelas bukan primadona lagi,” kata Cecep di lokasi, Kamis (18/12/2025).

Selain sepi, faktor keamanan juga menjadi kekhawatiran tersendiri. Kerusakan pada tangga dan minimnya aktivitas membuat pengunjung merasa waswas. Terutama saat malam hari.

BACA JUGA:

Aksi Tak Pantas Sepasang Remaja di Teras Cihampelas, Satpol PP Perketat Patroli

“Takut juga kalau ada apa-apa, misalnya jatuh. Apalagi malam, kesannya serem,” katanya.

Cecep menilai perlu ada langkah serius dari Pemerintah Kota Bandung untuk menghidupkan kembali kawasan tersebut. Baik melalui renovasi fisik maupun penataan ulang konsep.

“Ini kan dulu ikon Kota Bandung. Sayang kalau dibiarkan padam. Kalau direnovasi dan ditata ulang, pasti lebih baik,” ucapnya.

Cecep mengungkapkan, sepinya pengunjung turut berdampak pada roda perekonomian. Pasalnya, hampir tidak terlihat pedagang yang berjualan di kawasan Teras Cihampelas akibat minimnya keramaian.

“Nggak ada yang jualan di sini. Karena pengunjungnya juga kurang,” ungkapnya.

Seorang pedagang, Linda (52) menyoroti persoalan lemahnya pengawasan. Da menyebut, kawasan Teras Cihampelas kerap disalahgunakan untuk aktivitas yang tidak semestinya.

“Tempat ini banyak dipakai untuk hal-hal yang nggak benar. Ada anak-anak sekolah nongkrong saat jam pelajaran. Ada juga yang mabuk. Bahkan pernah terjadi kejadian yang nggak diinginkan,” ungkap Linda.

Menurutnya, keberadaan aparat keamanan belum dirasakan optimal. Meski sesekali terlihat patroli Satpol PP, pengawasan dinilai belum berjalan rutin dan menyeluruh.

“Satpol PP memang ada, tapi pengawasannya saya rasa belum maksimal,” katanya.

BACA JUGA:

Atalia Praratya dan Ridwan Kamil Absen di Sidang Perdana

Linda berharap, pemerintah tidak hanya fokus pada perbaikan tampilan luar. Namun juga memperbaiki kerusakan struktural dan meningkatkan keamanan.

“Keamanan itu yang paling utama. Renovasi juga perlu, tapi jangan cuma pengecatan. Banyak bagian yang bocor dan rusak. Itu yang harus dibereskan dulu,” jelasnya.

Sebagai pedagang yang pernah terlibat dalam aktivitas di Teras Cihampelas, Linda berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret.

“Saya harap, pemerintah segera mengambil langkah konkret agar Teras Cihampelas kembali hidup sebagai ruang publik yang aman, nyaman dan layak dikunjungi,” ucapnya.

(Yusuf Mugni)

Damkar Kawali Evakuasi Ular Sanca dari Kandang Ayam

0
ular sanca fokusjabar.id
Personel Damkar pos WMK Kawali

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Personel Damkar pos WMK Kawali  berhasil mengevakuasi seekor ular Sanca (Pythonidae) dari kandang ayam milik Saepul Ahmad, warga Dusun Indrayasa Desa/Kecamatan Kawali Kabupaten Ciamis Jawa Barat (Jabar), Kamis (18/12/2025).

Ular Sanca berukuran cukup besar tersebut ditemukan oleh pemilik bangunan. Penemuan tersebut langsung dilaporkan kepada petugas Damkar.

BACA JUGA:

Ayah Tiri di Ciamis Ditangkap Polisi, Diduga Rudapaksa Anak Sambung hingga Hamil

Menurut Kasi Pengendalian dan Penanganan Kebakaran Trisyanto, sekitar pukul 05.45 WIB petugas piket Damkar pos WMK Kawali menerima laporan dari warga soal penemuan ular.

“Tidak menunggu lama, 3 petugas piket langsung bergerak menuju lokasi kejadian,” katanya.

“Saat mengevakuasi cukup memakan waktu. Karena ular tersebut melakukan perlawanan dan kondisi kandang cukup sempit,” ucapnya.

Trisyanto melanjutkan, dengan tindakan profesional akhirnya ular itu berhasil ditangkap.

“Reptil tersebut berhasil ditangkap tanpa ada luka di tubuh ular,” jelasnya.

BACA JUGA:

Mantap! STIKes Muhammadiyah Ciamis Segera Jadi Universitas

Setelah berhasil dievakuasi, ular sanca tersebut selanjutnya dibawa ke Mako  Damkar pos WMK Kawali. Rencananya akan dilepas liarkan dihabitat aslinya yang jauh dari pemukiman penduduk.

“Ular sanca itu keberadaanya cukup berbahaya. Karenanya akan dilepas liarkan di habitat aslinya,” ungkap Dia.

(Husen Maharaja)

Kondisi Adam Alis Semakin Membaik

0
adam alis fokusjabar.id
Adam Alis (foto: web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Persib Bandung mendapatkan kabar baik terkait kondisi Adam Alis menjelang pertandingan kandang menghadapi Bhayangkara FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Minggu (21/12/2025).

Pemain yang berposisi sebagai gelandang itu kondisinya saat ini sudah mulia pulih dan telah bergabung latihan bersama .

BACA JUGA:

Kalah dari Malut United, Thom Haye Siap Bangkit

Pada sesi latihan tersebut, Adam Alis begitu antusias menjalani seluruh program yang diberikan tim pelatih.

Pemain yang menggunakan nomor punggung 18 ini mengaku bersyukur karena proses pemulihan cedera lututnya berjalan dengan baik. Sehingga saat ini kondisinya semakin membaik.

Seperti diketahui, Adam Alis cedera usai menghadapi Selangor FC di ajang AFC Champions League Two (ACL Two), pertengahan November lalu. Akibatnya, dia harus melalui beberapa pertandingan.

“Alhamdulillah, sekitar satu bulan saya beristirahat. Kondisi sekarang terus membaik dan menunjukkan progress yang positif,” kata Adam Alis.

Meski demikian, Adam Alis mengaku kondisinya belum 100 persen. Sehingga dalam beberapa hari kedepan dia akan berusaha untuk mengembalikan kondisinya.

BACA JUGA:

Ini Kata Igor Tolic Setelah Persib Bandung Kalah dari Malut United

Dia juga berjanji akan berusaha menampilkan permainan terbaiknya.

“Ya, saya rasa saat ini tentunya masih belum 100 persen. Bertahap. Tapi, masih ada waktu untuk mempersiapkan diri agar terus lebih baik lagi menuju pertandingan selanjutnya lawan Bhayangkara FC,” tegasnya.

Sebelumnya FOKUSJabar mengabarkan, Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak  kembali menggelar latihan setelah meliburkan aktivitasnya selama dua hari usai pertandingan tandang menghadapi Malut United di Stadion Kie Raha, Ternate, Minggu (14/12/2025).

Sesi latihan tersebut sebagai persiapan Persib Bandun untuk pertandingan lanjutan kompetisi Super League 2025/2026 melawan Bhayangkara FC di Stadion GBLA, Minggu (21/12/2025).

Bojan Hodak mengatakan, kekalahan pada pertandingan sebelumnya merupakan dampak dari padatnya jadwal pertandingan.

“Kalian bisa lihat di pertandingan terakhir lawan Malut. Pemain semua kelelahan. Bayangkan enam pertandingan hanya dalam waktu 23 hari,” kata Bojan Hodak.

“Penerbangan ke Ternate pun saat tengah malam. Kita kehilangan satu malam dua hari sebelum pertandingan hanya untuk perjalanan,” Bojan Hodak menuturkan.

(Arif)