spot_imgspot_img
Selasa 5 Mei 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 473

Wabup Garut: Anggap Alam Sebagai “Ibu”

0
Wabup Garut fokusjabar.id
Wabup Garut, Putri Karlina

GARUT, FOKUSJabar.id: Wabup Garut Jawa Barat (Jabar), Putri Karlina mengeluarkan peringatan keras sekaligus ajakan menyentuh bagi seluruh elemen masyarakat terkait kondisi lingkungan saat ini.

Alam harus dipandang sebagai sosok “Indung” atau Ibu yang wajib disayang dan dilindungi.

BACA JUGA:

Putri Karlina Ajak Pemuda Garut Pulang Kampung dan Berkontribusi untuk Daerah

Menurut Wabup Garut, kerusakan alam bukan lagi isu yang bisa dipandang sebelah mata. Oleh karena itu, Dia menginstruksikan masyarakat untuk segera kembali ke gerakan peduli lingkungan secara masif.

“Lingkungan kita sudah tidak bisa dipakai main-main. Harus serius. Kita harus menganggap alam kita sebagai ibu yang harus disayang,” kata Putri Karlina saat menghadiri aksi penanaman pohon  Gabungan Organisasi Wanita (GOW) di Perkebunan Teh PTP Nusantara I Dayeuhmanggung, Kamis (18/12/2025) kemarin.

BACA JUGA:

Dari Garut ke Negeri Sakura, Kerja Sama Internasional Buka Jalan Tenaga Terampil

Putri menambahkan, melestarikan alam adalah tanggung jawab kolektif. Baginya, aksi GOW merupakan contoh nyata bagaimana nilai-nilai kasih sayang seorang ibu diimplementasikan dalam menjaga bumi agar tetap bisa dipijak oleh generasi mendatang.

Ketua GOW Kabupaten Garut, Diana Ratna Inten menyatakan, aksi penanaman 1.000 bibit pohon kayu keras ini adalah bentuk bakti perempuan Garut kepada negeri.

BACA JUGA:

Strategi Disnakertrans Garut Perkuat Kesejahteraan Pekerja

Tak ingin berhenti pada seremonial, Diana membeberkan program jangka panjang GOW.

Pihaknya berencana membangun green house khusus pohon kayu keras. Selain itu, dalam kaderisasi lingkungan, akan melibatkan anak-anak sekolah serta siswa SLB untuk melakukan penanaman di area rawan longsor dan bantaran sungai.

Manajer PTPN I Dayeuhmanggung, Adi Sukmawadi mendukung penuh visi Wabup Garut.

Pihaknya telah mewajibkan petani penggarap untuk menanam pohon keras dengan pola 5×5 sebagai bagian dari program recovery aset dan pencegahan alih fungsi lahan.

Ketua Panitia, Rita Sulastri Anwar optimisme bahwa kegiatan ini adalah “investasi oksigen.”

BACA JUGA:

Wabup Garut Tegaskan APBD Bukan Segalanya, ASN Diminta Ubah Mindset

“Setiap bibit adalah amal jariyah dan warisan untuk menjaga keseimbangan ekosistem di Garut,” singkat Rita.

Acara ini menjadi momentum bersatunya berbagai organisasi wanita di bawah payung GOW, BPBD, Perhutani dan pemerintah setempat untuk memastikan “Ibu Pertiwi” di wilayah Garut tetap lestari dan hijau.

(Y.A. Supianto)

Kasus Dugaan Rudapaksa Oknum Kepala SDN, ICMI Kabupaten Tasikmalaya Usulkan Regulasi

0
rudapaksa, ICMI Kabupaten Tasikmalaya@fokusjabar.id
Ketua ICMI Kabupaten Tasikmalaya, H. Suherman, S.Ag, S.Pd. (foto; Dok)

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Menyikapi kasus dugaan rudapaksa terhadap anak dibawah umur oleh oknum Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) inisial UR (55) yang terjadi di Pangandaran. Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kabupaten Tasikmalaya, mengusulkan harus adanya regulasi.

“Terkait kasus dugaan rudapaksa yang di lakukan oknum Kepada SDN terhadap anak di bawah umur, ini harus menjadi perhatian khusus bagi semua juga Pemkab Tasikmalaya,” ungkap Ketua ICMI Kabupaten Tasikmalaya, H. Suherman, S.Ag, S.Pd, Jumat (19/12/2025).

Untuk mencegah kasus tersebut terulang kembali, lanjut dia, maka ICMI Kabupaten Tasikmalaya mengusulkan kepada Bupati Tasikmalaya (Cecep Nurul Yakin-red) untuk segera mengeluarkan regulasi.

Baca Juga: Kasus Dugaan Rudapaksa Oknum Kepala SDN, Begini Sikap Disdik Kabupaten Tasikmalaya

“Hubungan guru dan murid itu harus ada sekat, juga antara siswa dan siswi harus terpisah karena di khawatirkan mengundang syahwat. Dan dalam ajaran Islam itu harus di ajarkan kepada anak mulai sejak dini, sehingga mereka memiliki batasan,” jelasnya.

selain itu, Suherman menyampaikan, bahwa dengan latar belakang para pendidik yang berbeda. Semestinya di Sekolah di buat jadwal pengajian rutin, tujuannya yaitu untuk siraman rohani terhadap Kepala Sekolah, Guru dan murid.

“Dengan mengaktualisasikan ajaran Islam di tempat kerja, tentu itu akan menjadi perisai bagi semua untuk menjauhkan diri dari perbuatan yang tidak terpuji,” tuturnya.

Kenapa harus ada regulasi, kata Suherman, karena jangan sampai Kepala Sekolah juga guru hanya membahas tanggung jawab kerja saja. Sementara terkait adab para pelajar tidak di ajarkan.

“Dan tentunya, harus adanya sekat antara laki-laki dan perempuan itu harus di terapkan bagi pelajar SD, SMP hingga SMA. Karena dalam Al-Qur’an Surat Al Isra ayat 32, Wala taqrabu zina dan itu harus di terapkan sejak dini,” ucapnya.

Baca Juga: Pemkab Tasikmalaya Siap Menindaklanjuti Kebijakan Gubernur Jabar Tentang Tata Ruang

Halaqah Pendidikan Rasullulah

Tidak hanya bagi para pendidik, Suherman menegaskan, bahwa hal tersebut harus di berlakukan bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di lingkungan Pemeritahan Kabupaten Tasikmalaya.

“ASN ini sebagai pelayan masyarakat harus menjadi contoh yang baik. Maka sekatan antara laki-laki dan perempuan itu harus di mulai dari seluruh pegawai di lingkungan Pemkab Tasikmalaya,” ujarnya.

ICMI Kabupaten Tasikmalaya juga menyoroti terkait pembinaan bagi para ASN yang semestinya harus lebih di tingkatkan. Maka dengan adanya kegiatan rutin seperti Halaqoh di setiap Sekolah atau tempat kerja. Sebagai salah satu metode bimbingan akidah dan akhak secara intensif.

“Halaqoh ini merupakan metode pendidikan yang di contohkan Rasullulah, Nabi Besar Muhammad SAW. untuk pembinaan akidah dan akhlak. Maka sebagai ummatnya kenapa kita tidak meniru apa yang telah di contohkan kekasih Allah SWT,” pungkasnya.

(Yud’s)

Jaga Arus Libur Nataru, Truk Bertonase Besar Dibatasi di Garut

0
Keterangan Foto: Kasatlantas Polres Garut, Iptu Aang Andi Suhandi, memberikan keterangan terkait kesiapan pengamanan jalur Nataru 2025/2026.
Keterangan Foto: Kasatlantas Polres Garut, Iptu Aang Andi Suhandi, memberikan keterangan terkait kesiapan pengamanan jalur Nataru 2025/2026.

GARUT,FOKUSJabar.id: Lonjakan mobilitas masyarakat saat libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 mendorong Polres Garut mengambil langkah pengendalian lalu lintas. Salah satunya dengan membatasi jam operasional kendaraan angkutan barang berat di sejumlah ruas jalan non-tol yang rawan padat.

Harapannya kebijakan ini demi untuk melindungi pengguna jalan umum, khususnya pemudik dan wisatawan, agar aktivitas perjalanan selama libur panjang Nataru berlangsung lebih aman dan lancar. Pembatasan tersebut merupakan implementasi dari Surat Keputusan Bersama (SKB) Kementerian Perhubungan, Bina Marga, dan Korlantas Polri.

Baca Juga: Tak Hanya Birokrasi, ASN Garut Tunjukkan Kelas Lewat Prestasi Seni di Level Jabar

Kasat Lantas Polres Garut, Iptu Aang Andi Suhandi, menyebutkan bahwa dominasi kendaraan berat di jam-jam sibuk berpotensi memicu kemacetan dan meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.

“Tujuan utama pengaturan ini adalah menjaga kelancaran arus kendaraan masyarakat yang jumlahnya meningkat signifikan saat Nataru,” kata Iptu Aang, Kamis (18/12/2024).

Pembatasan diberlakukan terhadap kendaraan barang bertonase besar. Khususnya mobil dengan tiga sumbu atau lebih, kendaraan dengan gandengan atau tempelan, serta angkutan material galian, tambang, dan bahan bangunan. Kendaraan-kendaraan tersebut dilarang melintas pada pukul 05.00 hingga 22.00 WIB di jalur-jalur yang telah ditentukan.

Jadwal dan Waktu Pembatasan

Operasional kendaraan tersebut dilarang melintas mulai pukul 05.00 hingga 22.00 WIB. Kebijakan ini dibagi dalam tiga tahap krusial:

(Libur Natal): Jumat–Sabtu, 19–20 Desember 2025.

(Menjelang Tahun Baru): Selasa–Minggu, 23–28 Desember 2025.

(Arus Balik): Jumat–Minggu, 2–4 Januari 2026.

Penerapan kebijakan ini secara bertahap mengikuti pola pergerakan masyarakat. Tahap pertama berlangsung saat libur Natal, menyusul fase menjelang pergantian tahun, hingga pengamanan arus balik awal Januari 2026. Pola ini menyesuaikan dengan prediksi puncak kepadatan lalu lintas di wilayah Garut.

Meski demikian, kepolisian memastikan roda distribusi kebutuhan masyarakat tetap berjalan. Kendaraan yang mengangkut logistik vital seperti bahan bakar minyak, gas, bahan pangan pokok, pupuk, pakan ternak, hewan ternak, hingga logistik kebencanaan tetap mendapat kelonggaran untuk melintas.

“Distribusi kebutuhan dasar masyarakat tidak boleh terganggu. Karena itu, kendaraan logistik strategis tetap mendapat pengecualian dari pembatasan,” tegas Aang.

Polres Garut juga akan meningkatkan pengawasan di titik-titik rawan kemacetan dan jalur wisata. Polres Garut juga meminta pengusaha angkutan dan pengemudi menyesuaikan jadwal perjalanan. Serta mematuhi aturan demi menjaga kenyamanan dan keselamatan bersama selama masa libur panjang.

(Y.A. Supianto

Cuaca Ekstrem Bayangi Nataru, Polres Tasikmalaya Perkuat Mitigasi Bencana

0
Ket foto : Polres Tasikmalaya menggelar Rakor Lintas Sektoral Persiapan Sambut Nataru di Aula GPW Polres Tasikmalaya.
Ket foto : Polres Tasikmalaya menggelar Rakor Lintas Sektoral Persiapan Sambut Nataru di Aula GPW Polres Tasikmalaya.

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Perayaan Natal 2025 dan pergantian Tahun Baru 2026 di Kabupaten Tasikmalaya berlangsung di bawah ancaman cuaca ekstrem. Kondisi ini mendorong Polres Tasikmalaya menggeser fokus pengamanan tak hanya pada aspek kamtibmas, tetapi juga pada mitigasi bencana dan perlindungan keselamatan masyarakat.

Sebanyak ratusan personel gabungan dikerahkan untuk mengawal mobilitas warga, aktivitas ibadah, hingga kawasan wisata yang diprediksi mengalami lonjakan pengunjung. Langkah ini diambil sebagai antisipasi risiko berlapis, mulai dari kepadatan arus lalu lintas hingga potensi bencana alam.

Baca Juga: Wali Kota Tasikmalaya Ajak DWP Jadi Teladan Hidup Sederhana

Kepala Bagian Operasi Polres Tasikmalaya, Kompol Glatiko Nagiewanto, menegaskan bahwa peringatan Nataru tahun ini membutuhkan kesiapsiagaan ekstra mengingat intensitas hujan dan potensi bencana hidrometeorologi yang masih tinggi di sejumlah wilayah.

“Kami memprioritaskan dua hal utama, yaitu keamanan kegiatan ibadah dan wisata, serta kesiapan menghadapi kemungkinan bencana alam akibat cuaca ekstrem,” ujar Glatiko usai rapat koordinasi sektoral di Mapolres Tasikmalaya, Kamis (18/12/2025).

Menurutnya, kepolisian telah melakukan pemetaan wilayah rawan, baik rawan gangguan keamanan maupun rawan bencana seperti longsor dan banjir. Pemetaan tersebut menjadi dasar penempatan personel dan sarana pendukung di lapangan.

Sebagai langkah mitigasi, Polres Tasikmalaya menyiagakan pos pengamanan bencana di beberapa titik strategis, di antaranya kawasan Tapal Kuda Salawu, Markas Polres Tasikmalaya, serta wilayah pesisir Pantai Pasanggrahan, Kecamatan Cipatujah. Sejumlah alat berat juga disiapkan untuk mempercepat penanganan jika terjadi situasi darurat.

Pendirian Pos Terpadi di Sejumlah Titik

Selain itu, pengamanan terpadu diterapkan dengan pendirian Pos Terpadu di Alun-alun Singaparna dan Pos Pelayanan di kawasan wisata Pantai Sindangkerta. Sebanyak 11 pos pengamanan dan puluhan pos pemantauan disebar di jalur utama serta lokasi yang diperkirakan menjadi titik konsentrasi massa.

Dalam Operasi Lilin Lodaya, ratusan personel Polri diturunkan dan diperkuat oleh unsur TNI, BPBD, Satpol PP, serta instansi terkait lainnya. Total personel gabungan yang terlibat dalam pengamanan Nataru mencapai lebih dari 600 orang.

Pengamanan akan diperketat pada momen krusial, terutama saat puncak perayaan Natal dan malam pergantian tahun. Kepolisian juga mengantisipasi dampak libur panjang awal Januari 2026 dengan melanjutkan pengamanan rutin yang ditingkatkan.

“Malam tahun baru menjadi perhatian khusus karena mobilitas masyarakat meningkat tajam. Pengamanan sudah kami siapkan sejak siang hari untuk meminimalkan risiko,” pungkas Glatiko.

(Seda)

Tak Hanya Birokrasi, ASN Garut Tunjukkan Kelas Lewat Prestasi Seni di Level Jabar

0
Keterangan Foto: Tim DWP Kabupaten Garut berhasil meraih Juara III dalam ajang Lomba Harmonisasi Lagu "Rindu Purnama" karya cipta Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), yang digelar di GOR Saparua, Bandung, Selasa (16/12/2025)
Keterangan Foto: Tim DWP Kabupaten Garut berhasil meraih Juara III dalam ajang Lomba Harmonisasi Lagu "Rindu Purnama" karya cipta Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), yang digelar di GOR Saparua, Bandung, Selasa (16/12/2025)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Prestasi yang diraih kontingen Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Garut di tingkat Provinsi Jawa Barat bukan sekadar capaian lomba, melainkan cermin kuatnya kolaborasi lintas instansi dan ruang aktualisasi talenta seni di kalangan ASN perempuan.

Dalam ajang Lomba Harmonisasi Lagu Rindu Purnama karya Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang digelar di GOR Saparua, Bandung, Selasa (16/12/2025), tim vokal DWP Garut berhasil meraih Juara III, bersaing dengan perwakilan kabupaten/kota se-Jawa Barat.

Baca Juga: Pemkab Garut Bidik 2027 sebagai Tahun Penurunan Pengangguran, Investasi Jadi Kunci

Capaian tersebut menarik perhatian karena personel tim berasal dari latar belakang profesi berbeda di lingkungan Pemkab Garut. Mulai dari unsur protokol, perhubungan, hingga tenaga pendidik. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa potensi seni dapat tumbuh di luar ruang formal kerja birokrasi.

Tim vokal DWP Garut diperkuat oleh Rika Mawarika dari Protokol Pemda Garut, Yuli dari Dinas Perhubungan, serta Reri, guru SD dari Pangatikan. Dengan persiapan intens dan pembagian peran yang solid, mereka tampil percaya diri di tengah kompetisi yang ketat.

Rika Mawarika menyebutkan, pencapaian tersebut merupakan hasil dari komitmen tim untuk menampilkan performa terbaik. Meski harus bersaing dengan peserta lain yang menampilkan konsep lebih kompleks.

“Kami tahu peserta lain sangat kreatif, bahkan membawa alat musik tradisional. Tapi kami fokus pada kekompakan vokal dan penyampaian lagu dengan maksimal,” ujarnya kepada FOKUSJabar.id, Kamis (18/12/2025) malam.

Dukungan Penuh dari Ketua DWP Garut

Ia menambahkan, dukungan penuh dari Ketua DWP Kabupaten Garut, Hj. Lina Marlina Nurdin Yana, menjadi faktor penting dalam menjaga semangat tim sejak proses latihan hingga penampilan di panggung utama.

“Dari awal latihan sampai kami turun panggung, beliau selalu hadir dan memberi dukungan penuh. Itu yang membuat kami merasa dihargai dan semakin percaya diri,” tutur Rika.

Keunikan penampilan tim Garut juga terletak pada aransemen musik yang digarap oleh musisi muda asal Garut, Farid Ridwan. Sentuhan aransemen baru tersebut memberi nuansa segar pada lagu Rindu Purnama. Tanpa menghilangkan karakter dan pesan utama karya aslinya, sehingga mampu menarik perhatian dewan juri.

Bagi Rika dan rekan-rekannya, Harapannya prestasi ini menjadi pemicu munculnya lebih banyak ASN yang berani mengembangkan bakat di bidang seni maupun bidang lainnya.

“Potensi itu banyak, tinggal diberi ruang. Mudah-mudahan ke depan semakin banyak PNS di Garut yang berprestasi dan membawa nama daerah ke tingkat yang lebih tinggi,” pungkasnya.

(Y.A. Supianto

Pemkab Garut Bidik 2027 sebagai Tahun Penurunan Pengangguran, Investasi Jadi Kunci

0
Ketfot: ick Off Meeting Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Garut Tahun 2027 , di Aula Bappeda, Jalan Patriot, Kamis (18/12/2025).
Ketfot: ick Off Meeting Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Garut Tahun 2027 , di Aula Bappeda, Jalan Patriot, Kamis (18/12/2025).

GARUT,FOKUSJabar.id Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut mulai menyusun arah pembangunan tahun 2027 dengan target ambisius: menekan angka pengangguran secara signifikan. Fokus tersebut ditegaskan Bupati Garut Abdusy Syakur Amin dalam forum perencanaan awal pembangunan daerah yang digelar di Aula Bappeda, Kamis (18/12/2025).

Berbeda dari sekadar agenda rutin tahunan, proyeksi perencanaan 2027 sebagai fase krusial untuk memastikan kebijakan daerah benar-benar berdampak langsung bagi masyarakat. Syakur menekankan pentingnya kesinambungan program agar pembangunan tidak berjalan parsial dan terputus dari hasil yang telah tercapai sebelumnya.

Menurutnya, kunci utama penurunan pengangguran terletak pada terciptanya iklim investasi yang sehat dan produktif. Dengan masuknya investasi, harapannya lapangan kerja tumbuh, sekaligus menggerakkan sektor-sektor ekonomi lokal.

“Kalau ekonomi bergerak, efek dominonya akan terasa ke sektor lain. Pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial akan ikut terdorong,” ujar Syakur.

Ia menyebut sektor pertanian, perikanan, dan peternakan sebagai tulang punggung ekonomi Garut perlu penguatan yang serius. Ketiga sektor tersebut memiliki daya serap tenaga kerja tinggi, sekaligus potensi besar untuk dikembangkan menjadi basis industri berbasis sumber daya lokal.

Percepatan Digitalisasi

Selain ekonomi, Syakur juga menyinggung percepatan digitalisasi birokrasi. Implementasi aplikasi Srikandi disebut sebagai langkah awal menuju tata kelola pemerintahan yang lebih efisien dan transparan. Ia berharap transformasi digital tidak berhenti di internal ASN, tetapi juga berdampak pada kualitas pelayanan publik yang masyarakat rasakan.

Di sisi lain, tantangan pembangunan infrastruktur masih menjadi pekerjaan rumah. Pemkab Garut, kata Syakur, akan terus mendorong dukungan pemerintah pusat melalui jalur koordinasi lintas kementerian dan DPR RI, khususnya Komisi V, guna mempercepat pembangunan fisik yang menunjang aktivitas ekonomi warga.

Sementara itu, Kepala Bappeda Kabupaten Garut, Natsir Alwi, menjelaskan susunan perencanaan 2027 mengacu pada RPJMD 2025–2029 dengan tema pemerataan akses layanan dasar dan peningkatan produktivitas daerah. Ia menegaskan, kualitas perencanaan menjadi faktor penentu keberhasilan pembangunan jangka menengah.

Empat pendekatan digunakan dalam penyusunan rencana tersebut, mulai dari pendekatan teknokratik berbasis data, partisipasi publik, keselarasan politik kebijakan, hingga sinkronisasi arah pembangunan nasional dengan aspirasi masyarakat di tingkat bawah.

“Dokumen perencanaan ini tidak boleh elitis. Aspirasi masyarakat harus benar-benar terakomodasi agar rancangan pembangunan bisa menjawab kebutuhan nyata,” kata Natsir.

Tahapan berikutnya, Pemkab Garut akan menyusun rancangan awal perencanaan yang akan melalui pengujian pada forum konsultasi publik pada Januari 2026. Proses tersebut harapannya menghasilkan kebijakan yang lebih tajam, aplikatif, dan berkelanjutan demi terwujudnya visi Garut Hebat dan Berkelanjutan.


(Y.A. Supianto

Wali Kota Tasikmalaya Ajak DWP Jadi Teladan Hidup Sederhana

0
Ket foto : Ketua DWP Kota Tasikmalaya Eris Rismiati Goparullah bersama Ketua TP PKK Kota Tasikmalaya dr. Elvira Kamarrow Putri, memotong kue HUT DWP Ke-26, yang di saksikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tasikmalaya (fokusjabar/Seda)
Ket foto : Ketua DWP Kota Tasikmalaya Eris Rismiati Goparullah bersama Ketua TP PKK Kota Tasikmalaya dr. Elvira Kamarrow Putri, memotong kue HUT DWP Ke-26, yang di saksikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tasikmalaya (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang masih penuh tantangan, Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan menegaskan pentingnya peran Dharma Wanita Persatuan (DWP) sebagai contoh nyata pola hidup sederhana sekaligus penggerak ketahanan keluarga dan sosial.

Pesan tersebut disampaikan Viman saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 DWP Kota Tasikmalaya di Graha Soebandi, Kamis (18/12/2025). Dalam kesempatan itu, ia menekankan posisi istri aparatur sipil negara (ASN) memiliki pengaruh besar dalam membentuk citra birokrasi di mata publik.

Baca Juga: Pemkab Tasikmalaya Siap Menindaklanjuti Kebijakan Gubernur Jabar Tentang Tata Ruang

Menurut Viman, DWP tidak boleh hanya dipahami sebagai organisasi pendamping pejabat, melainkan sebagai kekuatan sosial yang berperan langsung dalam membangun karakter keluarga dan generasi masa depan. Ia mengingatkan agar anggota DWP mampu menunjukkan empati terhadap kondisi masyarakat, terutama dengan menjauhi budaya pamer kemewahan.

“Kesederhanaan hari ini bukan sekadar pilihan, tapi sikap moral. Ibu-ibu DWP harus hadir sebagai teladan, bukan simbol kemewahan, melainkan contoh hidup yang membumi dan berempati,” ujar Viman.

Ia menilai, peran ibu dalam keluarga sangat strategis karena menjadi pendidik pertama bagi anak-anak. Dari lingkungan keluarga yang kuat dan berkarakter, lanjutnya, akan lahir generasi yang menentukan arah pembangunan Kota Tasikmalaya ke depan.

Sinergi Pemerintah dan DWP Kota Tasikmalaya

Viman juga menyoroti pentingnya sinergi antara Pemerintah Kota Tasikmalaya dan DWP dalam menjalankan program-program yang berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya perempuan dan anak. Ia berharap DWP semakin aktif dalam kegiatan pemberdayaan, bukan hanya dalam lingkup internal organisasi, tetapi juga menyentuh kebutuhan riil warga.

Sementara itu, Ketua DWP Kota Tasikmalaya, Eris Rismiati Goparullah, menyampaikan peringatan HUT ke-26 menjadi momentum refleksi. Sekaligus penguatan peran DWP sebagai mitra strategis pemerintah daerah.

Mengusung tema “Peran Strategis Dharma Wanita Persatuan dalam Pendidikan Anak Bangsa untuk Indonesia Emas 2045”, Eris menegaskan DWP berkomitmen memperkuat kapasitas perempuan dalam berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi keluarga, hingga sosial budaya.

“Kami fokus pada pemberdayaan keluarga dan peningkatan kualitas perempuan agar mampu berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah yang berkelanjutan,” ujarnya.

Eris menambahkan, penguatan organisasi dan peningkatan kapasitas anggota DWP menjadi kunci agar peran perempuan tidak berhenti pada pendampingan. Namun berkembang sebagai aktor pembangunan yang aktif dan berdampak.

(Seda)