spot_imgspot_img
Selasa 5 Mei 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 472

Bupati Garut Tinjau Proyek Jalan Prof Anwar Musaddad

0
bupati garut fokusjabar.id
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, didampingi Kepala Dinas PUPR, Agus Ismail, melakukan monitoring langsung ke lokasi rehabilitasi Jalan Prof. Anwar Musaddad

GARUT, FOKUSJabar.id: Bupati Garut Jawa Barat (Jabar), Abdusy Syakur Amin terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan infrastruktur jalan.

Komitmen tersebut untuk mendorong aksesibilitas dan perekonomian masyarakat.

BACA JUGA:

Diskop UKM: Digitalisasi UMKM Garut Melesat 632 Persen

Terbaru, Bupati Garut melakukan monitoring langsung ke lokasi rehabilitasi Jalan Prof. Anwar Musaddad di Kecamatan Tarogong Kaler, Jumat (19/12/2025).

Tujuannya untuk memastikan kualitas pengerjaan proyek sesuai dengan standar nasional serta memantau progres pembangunan di lapangan.

Bupati Garut didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Agus Ismail.

Pada kesempatan itu, Syakur menyapa para pekerja dan memberikan arahan agar pengerjaan jalan tersebut berjalan optimal dan selesai tepat waktu.

Bupati Garut menjelaskan, rehabilitasi Jalan Prof. Anwar Musaddad merupakan bagian dari prioritas pembangunan daerah tahun 2025.

BACA JUGA:

Wabup Garut: Anggap Alam Sebagai “Ibu”

Proyek tersebut bersumber dari bantuan pemerintah pusat. Mengingat keterbatasan anggaran daerah untuk mencakup seluruh kebutuhan infrastruktur secara bersamaan.

“Kami ingin jalan ini benar-benar memiliki kualitas standar nasional. Dengan ketebalan sekitar 40 cm. Terdiri dari lapisan bawah 10 cm dan lapisan beton atas 30 cm,” katanya.

Syakur berharap, jalan ini bisa awet dan kuat menahan beban kendaraan dalam jangka panjang.

bupati garut okusjabar.id
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, didampingi Kepala Dinas PUPR, Agus Ismail, melakukan monitoring langsung ke lokasi rehabilitasi Jalan Prof. Anwar Musaddad

Menurut Bupati, pembangunan infrastruktur yang serius akan menghemat biaya pemeliharaan di masa depan.

“Kita ingin pembangunan yang tidak setengah-setengah. Dengan jalan yang berkualitas, kita tidak perlu setiap tahun melakukan perbaikan di titik yang sama. Sehingga anggaran bisa difokuskan ke lokasi lain,” imbuhnya.

Menjelang momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Jalan Prof. Anwar Musaddad diproyeksikan mulai bisa digunakan secara terbatas.

Bupati Syakur mengungkapkan, sekitar satu kilometer dari ruas jalan tersebut direncanakan siap dilalui kendaraan saat Nataru guna mengurai kepadatan arus lalu lintas.

BACA JUGA:

Jaga Arus Libur Nataru, Truk Bertonase Besar Dibatasi di Garut

Syakur meminta masyarakat untuk bersabar. Karena seluruh ruas jalan belum dapat dibuka sepenuhnya.

“Kita harus menunggu ‘umur beton’ agar benar-benar matang dan siap dilalui beban berat. Pengerjaan secara menyeluruh diperkirakan tuntas pada pertengahan Januari 2026. Ini dilakukan demi keamanan dan kenyamanan pengguna jalan dalam jangka panjang,” terangnya.

Syakur berharap, pembangunan Jalan Prof. Anwar Musaddad tidak hanya memperlancar arus transportasi. Namun juga memberikan dampak signifikan bagi ekonomi lokal.

Sebagai salah satu akses vital di wilayah Tarogong Kaler, kelancaran mobilitas barang dan orang menjadi kunci pertumbuhan sektor perdagangan dan jasa di Garut.

“Infrastruktur jalan adalah urat nadi perekonomian. Dengan akses yang lebih baik, kami berharap distribusi barang semakin cepat, biaya logistik berkurang dan masyarakat dapat beraktivitas dengan lebih nyaman,” katanya.

“Garut harus terus maju melalui pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan,” pungkas Bupati.

(Y.A. Supianto)

Polres Cimahi Gelar Apel Pasukan Operasi Lilin Lodaya 2025 

0
operasi lodaya@fokusjabar.id
Polres Cimahi Gelar Apel Pasukan Operasi Lilin Lodaya 2025. (Arif)

CIMAHI, FOKUSJabar.id: Polres Cimahi menggelar apel pasukan Operasi Lilin Lodaya 2025. Halitu sebagai bentuk kesiapan pelayanan kepada masyarakat selama perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

Apel yang berlangsung di Mapolres Cimahi, Jumat (19/12/2025), di pimpin langsung oleh Kapolres Cimahi AKBP Niko Nurallah Adi Putra.

Selain itu, apel di ikuti personel gabungan dari TNI-Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan. Pemadam Kebakaran dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat.

Baca Juga: Buntut Penutupan, Karyawan Bandung Zoo Unjuk Rasa ke BBKSDA Jabar

AKBP Niko Nurallah Adi Putra mengatakan, bahwa Polres Cimahi menerjunkan 528 personel dalam Operasi Lilin Lodaya 2025. Yang bakal di gelar selama 14 hari, mulai 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026.

“Dengan jumlah personil yang terlibat dalam Operasi Lilin kurang lebih ada 528 personel. Yang mana nanti seluruh personil tersebut akan di tempatkan di 11 pos,” katanya.

“Satu pos terpadu, empat pos pelayanan, dan enam pos PAM (Pengamanan Masyarakat). Kurang lebih ada 14 hari pelaksanaan kegiatan, 12 hari di tahun 2025. Mulai dari tanggal 20 sampai tanggal 31 dan dua hari ada di tahun 2026 yaitu tanggal 1 dan 2,” jelasnya.

Lebih lanjut, kata Niko, bahwa operasi ini menjadi bukti kehadiran negara di tengah masyarakat. Terutama ketika banyak saudara di Aceh, Sumatera Barat, dan Utara sedang berduka karena bencana.

“Dan juga guna mengurangi fatalitas kaitan dengan masalah adanya kecelakaan. Karena kita tahu saat ini kita sedang di landa kaitan dengan bencana hidrometeorologi. Dan curah hujan yang sangat tinggi sekali,” ujarnya.

Meliputi Tiga Wilayah

Selain itu, Niko menjelaskan, bahwa operasi ini meliputi tiga wilayah, yakni Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat. Juga Kecamatan Margaasih (Kabupaten Bandung), yang di bagi menjadi empat rayon (utara, barat, timur, dan selatan). 

Baca Juga: Antisipasi Macet Jelang Nataru, Pemkot Bandung Stop Proyek Galian

“Untuk Selatan, daerah yakni mulai Gunung Halu, Sindangkerta. Dan Cililin itu tidak ada tempat ibadah, sehingga kita fokus hanya di tiga lokasi lainnya,” ucapnya.

Sementara itu, untuk pengamanan tempat ibadah akan di fokuskan pada tanggal 24-26 Desember (termasuk Natal kedua-red). Dan 28 Desember (Minggu-red), sesuai agenda yang di susun oleh Sat Intel. 

“Untuk lokasi wisata, khususnya di wilayah utara (Cisarua, Parompong, Lembang-red) yang paling ramai. Di bentuk Satgas Kamsel dan Kamseltibcarlantas dengan jumlah 66 personil dan di bagi menjadi tiga kelompok, masing-masing 22 orang,” ujarnya.

“Di tambah 10 anggota Raimas yang mengendalikan kendaraan dengan mobilitas tinggi untuk memastikan kelancaran,” jelasnya.

(Arif)

Diskop UKM: Digitalisasi UMKM Garut Melesat 632 Persen

0
Diskop UKM fokusjabar.id
kegiatan Diskop UKM Kabupaten Garut dalam pembinaan Koperasi dan UKM

GARUT, FOKUSJabar.id: Menutup tahun 2025, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Diskop UKM) Kabupaten Garut mencatatkan rapor positif dalam upaya penguatan ekonomi kerakyatan.

Sektor UMKM di wilayah Garut mengalami lonjakan signifikan. Terutama dalam aspek digitalisasi dan akses permodalan.

BACA JUGA:

Pemkab Garut Bidik 2027 sebagai Tahun Penurunan Pengangguran, Investasi Jadi Kunci

Kepala Diskop UKM Garut, Hendra S. Gumilang mengungkapkan, sepanjang tahun 2025 pihaknya sukses memfasilitasi 443 Usaha Mikro untuk masuk ke dalam ekosistem digital.

Angka tersebut mencakup digitalisasi keuangan, pemasaran hingga aktivasi media sosial.

“Jika dibandingkan tahun 2024 yang hanya mencapai 70 unit usaha, capaian tahun ini melesat tajam sebesar 632 persen. Ini adalah hasil kolaborasi intensif Pemkab Garut, Pemprov Jabar dan dukungan pemerintah pusat melalui program gemuk.id,” kata Hendra kepada FOKUSJabar, Jumat (19/12/2025).

Modernisasi Koperasi dan Penguatan Kelembagaan

Selain UMKM, sektor koperasi menjadi fokus utama transformasi. Hendra menjelaskan, strategi Diskop dan UKM berpusat pada penguatan tata kelola melalui pemaksaan rutin Rapat Anggota Tahunan (RAT) dan peningkatan kapasitas pengurus melalui pelatihan akuntansi sederhana.

diskop ukm fokusjabar.id
Kegiatan Diskop UKM Kabupaten Garut dalam pembinaan Koperasi dan UKM

“Kami ingin koperasi tidak hanya sekadar nama. Tapi menjadi penopang permodalan yang sehat dan akuntabel bagi anggotanya. Oleh karena itu, digitalisasi pencatatan keuangan dan sistem keanggotaan mulai kami wajibkan agar manajemen lebih transparan,” ungkap Hendra.

BACA JUGA:

Produk Lokal Garut Makin Percaya Diri, Aprindo Siap Buka Akses Pasar

Pihaknya juga menerapkan sistem insentif dan evaluasi. Koperasi yang dinilai sehat secara kelembagaan akan mendapatkan prioritas akses modal dan pelatihan lanjutan, sementara koperasi yang tidak aktif diberikan pendampingan intensif atau penataan ulang.

Disisi permodalan, data Diskop dan UKM menunjukkan dinamika yang menggembirakan. Sepanjang Januari hingga Desember 2025, total realisasi akad Kredit Usaha Rakyat (KUR) menembus angka Rp1,7 triliun dengan total 58.714 debitur.

Sektor perdagangan besar dan eceran menjadi penyerap modal terbesar dengan nilai akad mencapai Rp808,49 milyar.

Selanjutnya sektor Pertanian, Perburuan dan Kehutanan yang menyerap Rp490,17 milyar.

“Sektor industri pengolahan. Termasuk produk unggulan seperti Kulit Sukaregang dan Batik Garutan juga menunjukkan kontribusi signifikan dengan realisasi Rp176,52 milyar. Ini membuktikan bahwa pelaku usaha kriya kita semakin berani melakukan inovasi produk,” jelas Hendra.

Meski mencatatkan angka pertumbuhan yang impresif, Hendra memberikan catatan khusus terkait tingginya rasio outstanding kredit yang mencapai 82 persen dari total nilai akad.

BACA JUGA:

Putri Karlina Ajak Pemuda Garut Pulang Kampung dan Berkontribusi untuk Daerah

“Tantangan ke depan adalah penguatan literasi keuangan. Kami tidak ingin pelaku UMKM hanya bisa mengakses modal. Tapi juga harus mampu mengelolanya secara produktif. Hal itu untuk meningkatkan standar produk mereka hingga siap ekspor,” pungkasnya.

Dengan realisasi penyaluran modal yang stabil melalui BRI, Bank Mandiri hingga bank bjb, Pemkab Garut optimis ekonomi lokal akan semakin tangguh menghadapi fluktuasi pasar.

(Y.A. Supianto)

Wabup Garut: Anggap Alam Sebagai “Ibu”

0
Wabup Garut fokusjabar.id
Wabup Garut, Putri Karlina

GARUT, FOKUSJabar.id: Wabup Garut Jawa Barat (Jabar), Putri Karlina mengeluarkan peringatan keras sekaligus ajakan menyentuh bagi seluruh elemen masyarakat terkait kondisi lingkungan saat ini.

Alam harus dipandang sebagai sosok “Indung” atau Ibu yang wajib disayang dan dilindungi.

BACA JUGA:

Putri Karlina Ajak Pemuda Garut Pulang Kampung dan Berkontribusi untuk Daerah

Menurut Wabup Garut, kerusakan alam bukan lagi isu yang bisa dipandang sebelah mata. Oleh karena itu, Dia menginstruksikan masyarakat untuk segera kembali ke gerakan peduli lingkungan secara masif.

“Lingkungan kita sudah tidak bisa dipakai main-main. Harus serius. Kita harus menganggap alam kita sebagai ibu yang harus disayang,” kata Putri Karlina saat menghadiri aksi penanaman pohon  Gabungan Organisasi Wanita (GOW) di Perkebunan Teh PTP Nusantara I Dayeuhmanggung, Kamis (18/12/2025) kemarin.

BACA JUGA:

Dari Garut ke Negeri Sakura, Kerja Sama Internasional Buka Jalan Tenaga Terampil

Putri menambahkan, melestarikan alam adalah tanggung jawab kolektif. Baginya, aksi GOW merupakan contoh nyata bagaimana nilai-nilai kasih sayang seorang ibu diimplementasikan dalam menjaga bumi agar tetap bisa dipijak oleh generasi mendatang.

Ketua GOW Kabupaten Garut, Diana Ratna Inten menyatakan, aksi penanaman 1.000 bibit pohon kayu keras ini adalah bentuk bakti perempuan Garut kepada negeri.

BACA JUGA:

Strategi Disnakertrans Garut Perkuat Kesejahteraan Pekerja

Tak ingin berhenti pada seremonial, Diana membeberkan program jangka panjang GOW.

Pihaknya berencana membangun green house khusus pohon kayu keras. Selain itu, dalam kaderisasi lingkungan, akan melibatkan anak-anak sekolah serta siswa SLB untuk melakukan penanaman di area rawan longsor dan bantaran sungai.

Manajer PTPN I Dayeuhmanggung, Adi Sukmawadi mendukung penuh visi Wabup Garut.

Pihaknya telah mewajibkan petani penggarap untuk menanam pohon keras dengan pola 5×5 sebagai bagian dari program recovery aset dan pencegahan alih fungsi lahan.

Ketua Panitia, Rita Sulastri Anwar optimisme bahwa kegiatan ini adalah “investasi oksigen.”

BACA JUGA:

Wabup Garut Tegaskan APBD Bukan Segalanya, ASN Diminta Ubah Mindset

“Setiap bibit adalah amal jariyah dan warisan untuk menjaga keseimbangan ekosistem di Garut,” singkat Rita.

Acara ini menjadi momentum bersatunya berbagai organisasi wanita di bawah payung GOW, BPBD, Perhutani dan pemerintah setempat untuk memastikan “Ibu Pertiwi” di wilayah Garut tetap lestari dan hijau.

(Y.A. Supianto)

Kasus Dugaan Rudapaksa Oknum Kepala SDN, ICMI Kabupaten Tasikmalaya Usulkan Regulasi

0
rudapaksa, ICMI Kabupaten Tasikmalaya@fokusjabar.id
Ketua ICMI Kabupaten Tasikmalaya, H. Suherman, S.Ag, S.Pd. (foto; Dok)

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Menyikapi kasus dugaan rudapaksa terhadap anak dibawah umur oleh oknum Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) inisial UR (55) yang terjadi di Pangandaran. Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kabupaten Tasikmalaya, mengusulkan harus adanya regulasi.

“Terkait kasus dugaan rudapaksa yang di lakukan oknum Kepada SDN terhadap anak di bawah umur, ini harus menjadi perhatian khusus bagi semua juga Pemkab Tasikmalaya,” ungkap Ketua ICMI Kabupaten Tasikmalaya, H. Suherman, S.Ag, S.Pd, Jumat (19/12/2025).

Untuk mencegah kasus tersebut terulang kembali, lanjut dia, maka ICMI Kabupaten Tasikmalaya mengusulkan kepada Bupati Tasikmalaya (Cecep Nurul Yakin-red) untuk segera mengeluarkan regulasi.

Baca Juga: Kasus Dugaan Rudapaksa Oknum Kepala SDN, Begini Sikap Disdik Kabupaten Tasikmalaya

“Hubungan guru dan murid itu harus ada sekat, juga antara siswa dan siswi harus terpisah karena di khawatirkan mengundang syahwat. Dan dalam ajaran Islam itu harus di ajarkan kepada anak mulai sejak dini, sehingga mereka memiliki batasan,” jelasnya.

selain itu, Suherman menyampaikan, bahwa dengan latar belakang para pendidik yang berbeda. Semestinya di Sekolah di buat jadwal pengajian rutin, tujuannya yaitu untuk siraman rohani terhadap Kepala Sekolah, Guru dan murid.

“Dengan mengaktualisasikan ajaran Islam di tempat kerja, tentu itu akan menjadi perisai bagi semua untuk menjauhkan diri dari perbuatan yang tidak terpuji,” tuturnya.

Kenapa harus ada regulasi, kata Suherman, karena jangan sampai Kepala Sekolah juga guru hanya membahas tanggung jawab kerja saja. Sementara terkait adab para pelajar tidak di ajarkan.

“Dan tentunya, harus adanya sekat antara laki-laki dan perempuan itu harus di terapkan bagi pelajar SD, SMP hingga SMA. Karena dalam Al-Qur’an Surat Al Isra ayat 32, Wala taqrabu zina dan itu harus di terapkan sejak dini,” ucapnya.

Baca Juga: Pemkab Tasikmalaya Siap Menindaklanjuti Kebijakan Gubernur Jabar Tentang Tata Ruang

Halaqah Pendidikan Rasullulah

Tidak hanya bagi para pendidik, Suherman menegaskan, bahwa hal tersebut harus di berlakukan bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di lingkungan Pemeritahan Kabupaten Tasikmalaya.

“ASN ini sebagai pelayan masyarakat harus menjadi contoh yang baik. Maka sekatan antara laki-laki dan perempuan itu harus di mulai dari seluruh pegawai di lingkungan Pemkab Tasikmalaya,” ujarnya.

ICMI Kabupaten Tasikmalaya juga menyoroti terkait pembinaan bagi para ASN yang semestinya harus lebih di tingkatkan. Maka dengan adanya kegiatan rutin seperti Halaqoh di setiap Sekolah atau tempat kerja. Sebagai salah satu metode bimbingan akidah dan akhak secara intensif.

“Halaqoh ini merupakan metode pendidikan yang di contohkan Rasullulah, Nabi Besar Muhammad SAW. untuk pembinaan akidah dan akhlak. Maka sebagai ummatnya kenapa kita tidak meniru apa yang telah di contohkan kekasih Allah SWT,” pungkasnya.

(Yud’s)

Jaga Arus Libur Nataru, Truk Bertonase Besar Dibatasi di Garut

0
Keterangan Foto: Kasatlantas Polres Garut, Iptu Aang Andi Suhandi, memberikan keterangan terkait kesiapan pengamanan jalur Nataru 2025/2026.
Keterangan Foto: Kasatlantas Polres Garut, Iptu Aang Andi Suhandi, memberikan keterangan terkait kesiapan pengamanan jalur Nataru 2025/2026.

GARUT,FOKUSJabar.id: Lonjakan mobilitas masyarakat saat libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 mendorong Polres Garut mengambil langkah pengendalian lalu lintas. Salah satunya dengan membatasi jam operasional kendaraan angkutan barang berat di sejumlah ruas jalan non-tol yang rawan padat.

Harapannya kebijakan ini demi untuk melindungi pengguna jalan umum, khususnya pemudik dan wisatawan, agar aktivitas perjalanan selama libur panjang Nataru berlangsung lebih aman dan lancar. Pembatasan tersebut merupakan implementasi dari Surat Keputusan Bersama (SKB) Kementerian Perhubungan, Bina Marga, dan Korlantas Polri.

Baca Juga: Tak Hanya Birokrasi, ASN Garut Tunjukkan Kelas Lewat Prestasi Seni di Level Jabar

Kasat Lantas Polres Garut, Iptu Aang Andi Suhandi, menyebutkan bahwa dominasi kendaraan berat di jam-jam sibuk berpotensi memicu kemacetan dan meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.

“Tujuan utama pengaturan ini adalah menjaga kelancaran arus kendaraan masyarakat yang jumlahnya meningkat signifikan saat Nataru,” kata Iptu Aang, Kamis (18/12/2024).

Pembatasan diberlakukan terhadap kendaraan barang bertonase besar. Khususnya mobil dengan tiga sumbu atau lebih, kendaraan dengan gandengan atau tempelan, serta angkutan material galian, tambang, dan bahan bangunan. Kendaraan-kendaraan tersebut dilarang melintas pada pukul 05.00 hingga 22.00 WIB di jalur-jalur yang telah ditentukan.

Jadwal dan Waktu Pembatasan

Operasional kendaraan tersebut dilarang melintas mulai pukul 05.00 hingga 22.00 WIB. Kebijakan ini dibagi dalam tiga tahap krusial:

(Libur Natal): Jumat–Sabtu, 19–20 Desember 2025.

(Menjelang Tahun Baru): Selasa–Minggu, 23–28 Desember 2025.

(Arus Balik): Jumat–Minggu, 2–4 Januari 2026.

Penerapan kebijakan ini secara bertahap mengikuti pola pergerakan masyarakat. Tahap pertama berlangsung saat libur Natal, menyusul fase menjelang pergantian tahun, hingga pengamanan arus balik awal Januari 2026. Pola ini menyesuaikan dengan prediksi puncak kepadatan lalu lintas di wilayah Garut.

Meski demikian, kepolisian memastikan roda distribusi kebutuhan masyarakat tetap berjalan. Kendaraan yang mengangkut logistik vital seperti bahan bakar minyak, gas, bahan pangan pokok, pupuk, pakan ternak, hewan ternak, hingga logistik kebencanaan tetap mendapat kelonggaran untuk melintas.

“Distribusi kebutuhan dasar masyarakat tidak boleh terganggu. Karena itu, kendaraan logistik strategis tetap mendapat pengecualian dari pembatasan,” tegas Aang.

Polres Garut juga akan meningkatkan pengawasan di titik-titik rawan kemacetan dan jalur wisata. Polres Garut juga meminta pengusaha angkutan dan pengemudi menyesuaikan jadwal perjalanan. Serta mematuhi aturan demi menjaga kenyamanan dan keselamatan bersama selama masa libur panjang.

(Y.A. Supianto

Cuaca Ekstrem Bayangi Nataru, Polres Tasikmalaya Perkuat Mitigasi Bencana

0
Ket foto : Polres Tasikmalaya menggelar Rakor Lintas Sektoral Persiapan Sambut Nataru di Aula GPW Polres Tasikmalaya.
Ket foto : Polres Tasikmalaya menggelar Rakor Lintas Sektoral Persiapan Sambut Nataru di Aula GPW Polres Tasikmalaya.

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Perayaan Natal 2025 dan pergantian Tahun Baru 2026 di Kabupaten Tasikmalaya berlangsung di bawah ancaman cuaca ekstrem. Kondisi ini mendorong Polres Tasikmalaya menggeser fokus pengamanan tak hanya pada aspek kamtibmas, tetapi juga pada mitigasi bencana dan perlindungan keselamatan masyarakat.

Sebanyak ratusan personel gabungan dikerahkan untuk mengawal mobilitas warga, aktivitas ibadah, hingga kawasan wisata yang diprediksi mengalami lonjakan pengunjung. Langkah ini diambil sebagai antisipasi risiko berlapis, mulai dari kepadatan arus lalu lintas hingga potensi bencana alam.

Baca Juga: Wali Kota Tasikmalaya Ajak DWP Jadi Teladan Hidup Sederhana

Kepala Bagian Operasi Polres Tasikmalaya, Kompol Glatiko Nagiewanto, menegaskan bahwa peringatan Nataru tahun ini membutuhkan kesiapsiagaan ekstra mengingat intensitas hujan dan potensi bencana hidrometeorologi yang masih tinggi di sejumlah wilayah.

“Kami memprioritaskan dua hal utama, yaitu keamanan kegiatan ibadah dan wisata, serta kesiapan menghadapi kemungkinan bencana alam akibat cuaca ekstrem,” ujar Glatiko usai rapat koordinasi sektoral di Mapolres Tasikmalaya, Kamis (18/12/2025).

Menurutnya, kepolisian telah melakukan pemetaan wilayah rawan, baik rawan gangguan keamanan maupun rawan bencana seperti longsor dan banjir. Pemetaan tersebut menjadi dasar penempatan personel dan sarana pendukung di lapangan.

Sebagai langkah mitigasi, Polres Tasikmalaya menyiagakan pos pengamanan bencana di beberapa titik strategis, di antaranya kawasan Tapal Kuda Salawu, Markas Polres Tasikmalaya, serta wilayah pesisir Pantai Pasanggrahan, Kecamatan Cipatujah. Sejumlah alat berat juga disiapkan untuk mempercepat penanganan jika terjadi situasi darurat.

Pendirian Pos Terpadi di Sejumlah Titik

Selain itu, pengamanan terpadu diterapkan dengan pendirian Pos Terpadu di Alun-alun Singaparna dan Pos Pelayanan di kawasan wisata Pantai Sindangkerta. Sebanyak 11 pos pengamanan dan puluhan pos pemantauan disebar di jalur utama serta lokasi yang diperkirakan menjadi titik konsentrasi massa.

Dalam Operasi Lilin Lodaya, ratusan personel Polri diturunkan dan diperkuat oleh unsur TNI, BPBD, Satpol PP, serta instansi terkait lainnya. Total personel gabungan yang terlibat dalam pengamanan Nataru mencapai lebih dari 600 orang.

Pengamanan akan diperketat pada momen krusial, terutama saat puncak perayaan Natal dan malam pergantian tahun. Kepolisian juga mengantisipasi dampak libur panjang awal Januari 2026 dengan melanjutkan pengamanan rutin yang ditingkatkan.

“Malam tahun baru menjadi perhatian khusus karena mobilitas masyarakat meningkat tajam. Pengamanan sudah kami siapkan sejak siang hari untuk meminimalkan risiko,” pungkas Glatiko.

(Seda)