spot_imgspot_img
Selasa 5 Mei 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 474

Cuaca Ekstrem Bayangi Nataru, Polres Tasikmalaya Perkuat Mitigasi Bencana

0
Ket foto : Polres Tasikmalaya menggelar Rakor Lintas Sektoral Persiapan Sambut Nataru di Aula GPW Polres Tasikmalaya.
Ket foto : Polres Tasikmalaya menggelar Rakor Lintas Sektoral Persiapan Sambut Nataru di Aula GPW Polres Tasikmalaya.

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Perayaan Natal 2025 dan pergantian Tahun Baru 2026 di Kabupaten Tasikmalaya berlangsung di bawah ancaman cuaca ekstrem. Kondisi ini mendorong Polres Tasikmalaya menggeser fokus pengamanan tak hanya pada aspek kamtibmas, tetapi juga pada mitigasi bencana dan perlindungan keselamatan masyarakat.

Sebanyak ratusan personel gabungan dikerahkan untuk mengawal mobilitas warga, aktivitas ibadah, hingga kawasan wisata yang diprediksi mengalami lonjakan pengunjung. Langkah ini diambil sebagai antisipasi risiko berlapis, mulai dari kepadatan arus lalu lintas hingga potensi bencana alam.

Baca Juga: Wali Kota Tasikmalaya Ajak DWP Jadi Teladan Hidup Sederhana

Kepala Bagian Operasi Polres Tasikmalaya, Kompol Glatiko Nagiewanto, menegaskan bahwa peringatan Nataru tahun ini membutuhkan kesiapsiagaan ekstra mengingat intensitas hujan dan potensi bencana hidrometeorologi yang masih tinggi di sejumlah wilayah.

“Kami memprioritaskan dua hal utama, yaitu keamanan kegiatan ibadah dan wisata, serta kesiapan menghadapi kemungkinan bencana alam akibat cuaca ekstrem,” ujar Glatiko usai rapat koordinasi sektoral di Mapolres Tasikmalaya, Kamis (18/12/2025).

Menurutnya, kepolisian telah melakukan pemetaan wilayah rawan, baik rawan gangguan keamanan maupun rawan bencana seperti longsor dan banjir. Pemetaan tersebut menjadi dasar penempatan personel dan sarana pendukung di lapangan.

Sebagai langkah mitigasi, Polres Tasikmalaya menyiagakan pos pengamanan bencana di beberapa titik strategis, di antaranya kawasan Tapal Kuda Salawu, Markas Polres Tasikmalaya, serta wilayah pesisir Pantai Pasanggrahan, Kecamatan Cipatujah. Sejumlah alat berat juga disiapkan untuk mempercepat penanganan jika terjadi situasi darurat.

Pendirian Pos Terpadi di Sejumlah Titik

Selain itu, pengamanan terpadu diterapkan dengan pendirian Pos Terpadu di Alun-alun Singaparna dan Pos Pelayanan di kawasan wisata Pantai Sindangkerta. Sebanyak 11 pos pengamanan dan puluhan pos pemantauan disebar di jalur utama serta lokasi yang diperkirakan menjadi titik konsentrasi massa.

Dalam Operasi Lilin Lodaya, ratusan personel Polri diturunkan dan diperkuat oleh unsur TNI, BPBD, Satpol PP, serta instansi terkait lainnya. Total personel gabungan yang terlibat dalam pengamanan Nataru mencapai lebih dari 600 orang.

Pengamanan akan diperketat pada momen krusial, terutama saat puncak perayaan Natal dan malam pergantian tahun. Kepolisian juga mengantisipasi dampak libur panjang awal Januari 2026 dengan melanjutkan pengamanan rutin yang ditingkatkan.

“Malam tahun baru menjadi perhatian khusus karena mobilitas masyarakat meningkat tajam. Pengamanan sudah kami siapkan sejak siang hari untuk meminimalkan risiko,” pungkas Glatiko.

(Seda)

Tak Hanya Birokrasi, ASN Garut Tunjukkan Kelas Lewat Prestasi Seni di Level Jabar

0
Keterangan Foto: Tim DWP Kabupaten Garut berhasil meraih Juara III dalam ajang Lomba Harmonisasi Lagu "Rindu Purnama" karya cipta Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), yang digelar di GOR Saparua, Bandung, Selasa (16/12/2025)
Keterangan Foto: Tim DWP Kabupaten Garut berhasil meraih Juara III dalam ajang Lomba Harmonisasi Lagu "Rindu Purnama" karya cipta Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), yang digelar di GOR Saparua, Bandung, Selasa (16/12/2025)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Prestasi yang diraih kontingen Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Garut di tingkat Provinsi Jawa Barat bukan sekadar capaian lomba, melainkan cermin kuatnya kolaborasi lintas instansi dan ruang aktualisasi talenta seni di kalangan ASN perempuan.

Dalam ajang Lomba Harmonisasi Lagu Rindu Purnama karya Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang digelar di GOR Saparua, Bandung, Selasa (16/12/2025), tim vokal DWP Garut berhasil meraih Juara III, bersaing dengan perwakilan kabupaten/kota se-Jawa Barat.

Baca Juga: Pemkab Garut Bidik 2027 sebagai Tahun Penurunan Pengangguran, Investasi Jadi Kunci

Capaian tersebut menarik perhatian karena personel tim berasal dari latar belakang profesi berbeda di lingkungan Pemkab Garut. Mulai dari unsur protokol, perhubungan, hingga tenaga pendidik. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa potensi seni dapat tumbuh di luar ruang formal kerja birokrasi.

Tim vokal DWP Garut diperkuat oleh Rika Mawarika dari Protokol Pemda Garut, Yuli dari Dinas Perhubungan, serta Reri, guru SD dari Pangatikan. Dengan persiapan intens dan pembagian peran yang solid, mereka tampil percaya diri di tengah kompetisi yang ketat.

Rika Mawarika menyebutkan, pencapaian tersebut merupakan hasil dari komitmen tim untuk menampilkan performa terbaik. Meski harus bersaing dengan peserta lain yang menampilkan konsep lebih kompleks.

“Kami tahu peserta lain sangat kreatif, bahkan membawa alat musik tradisional. Tapi kami fokus pada kekompakan vokal dan penyampaian lagu dengan maksimal,” ujarnya kepada FOKUSJabar.id, Kamis (18/12/2025) malam.

Dukungan Penuh dari Ketua DWP Garut

Ia menambahkan, dukungan penuh dari Ketua DWP Kabupaten Garut, Hj. Lina Marlina Nurdin Yana, menjadi faktor penting dalam menjaga semangat tim sejak proses latihan hingga penampilan di panggung utama.

“Dari awal latihan sampai kami turun panggung, beliau selalu hadir dan memberi dukungan penuh. Itu yang membuat kami merasa dihargai dan semakin percaya diri,” tutur Rika.

Keunikan penampilan tim Garut juga terletak pada aransemen musik yang digarap oleh musisi muda asal Garut, Farid Ridwan. Sentuhan aransemen baru tersebut memberi nuansa segar pada lagu Rindu Purnama. Tanpa menghilangkan karakter dan pesan utama karya aslinya, sehingga mampu menarik perhatian dewan juri.

Bagi Rika dan rekan-rekannya, Harapannya prestasi ini menjadi pemicu munculnya lebih banyak ASN yang berani mengembangkan bakat di bidang seni maupun bidang lainnya.

“Potensi itu banyak, tinggal diberi ruang. Mudah-mudahan ke depan semakin banyak PNS di Garut yang berprestasi dan membawa nama daerah ke tingkat yang lebih tinggi,” pungkasnya.

(Y.A. Supianto

Pemkab Garut Bidik 2027 sebagai Tahun Penurunan Pengangguran, Investasi Jadi Kunci

0
Ketfot: ick Off Meeting Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Garut Tahun 2027 , di Aula Bappeda, Jalan Patriot, Kamis (18/12/2025).
Ketfot: ick Off Meeting Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Garut Tahun 2027 , di Aula Bappeda, Jalan Patriot, Kamis (18/12/2025).

GARUT,FOKUSJabar.id Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut mulai menyusun arah pembangunan tahun 2027 dengan target ambisius: menekan angka pengangguran secara signifikan. Fokus tersebut ditegaskan Bupati Garut Abdusy Syakur Amin dalam forum perencanaan awal pembangunan daerah yang digelar di Aula Bappeda, Kamis (18/12/2025).

Berbeda dari sekadar agenda rutin tahunan, proyeksi perencanaan 2027 sebagai fase krusial untuk memastikan kebijakan daerah benar-benar berdampak langsung bagi masyarakat. Syakur menekankan pentingnya kesinambungan program agar pembangunan tidak berjalan parsial dan terputus dari hasil yang telah tercapai sebelumnya.

Menurutnya, kunci utama penurunan pengangguran terletak pada terciptanya iklim investasi yang sehat dan produktif. Dengan masuknya investasi, harapannya lapangan kerja tumbuh, sekaligus menggerakkan sektor-sektor ekonomi lokal.

“Kalau ekonomi bergerak, efek dominonya akan terasa ke sektor lain. Pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial akan ikut terdorong,” ujar Syakur.

Ia menyebut sektor pertanian, perikanan, dan peternakan sebagai tulang punggung ekonomi Garut perlu penguatan yang serius. Ketiga sektor tersebut memiliki daya serap tenaga kerja tinggi, sekaligus potensi besar untuk dikembangkan menjadi basis industri berbasis sumber daya lokal.

Percepatan Digitalisasi

Selain ekonomi, Syakur juga menyinggung percepatan digitalisasi birokrasi. Implementasi aplikasi Srikandi disebut sebagai langkah awal menuju tata kelola pemerintahan yang lebih efisien dan transparan. Ia berharap transformasi digital tidak berhenti di internal ASN, tetapi juga berdampak pada kualitas pelayanan publik yang masyarakat rasakan.

Di sisi lain, tantangan pembangunan infrastruktur masih menjadi pekerjaan rumah. Pemkab Garut, kata Syakur, akan terus mendorong dukungan pemerintah pusat melalui jalur koordinasi lintas kementerian dan DPR RI, khususnya Komisi V, guna mempercepat pembangunan fisik yang menunjang aktivitas ekonomi warga.

Sementara itu, Kepala Bappeda Kabupaten Garut, Natsir Alwi, menjelaskan susunan perencanaan 2027 mengacu pada RPJMD 2025–2029 dengan tema pemerataan akses layanan dasar dan peningkatan produktivitas daerah. Ia menegaskan, kualitas perencanaan menjadi faktor penentu keberhasilan pembangunan jangka menengah.

Empat pendekatan digunakan dalam penyusunan rencana tersebut, mulai dari pendekatan teknokratik berbasis data, partisipasi publik, keselarasan politik kebijakan, hingga sinkronisasi arah pembangunan nasional dengan aspirasi masyarakat di tingkat bawah.

“Dokumen perencanaan ini tidak boleh elitis. Aspirasi masyarakat harus benar-benar terakomodasi agar rancangan pembangunan bisa menjawab kebutuhan nyata,” kata Natsir.

Tahapan berikutnya, Pemkab Garut akan menyusun rancangan awal perencanaan yang akan melalui pengujian pada forum konsultasi publik pada Januari 2026. Proses tersebut harapannya menghasilkan kebijakan yang lebih tajam, aplikatif, dan berkelanjutan demi terwujudnya visi Garut Hebat dan Berkelanjutan.


(Y.A. Supianto

Wali Kota Tasikmalaya Ajak DWP Jadi Teladan Hidup Sederhana

0
Ket foto : Ketua DWP Kota Tasikmalaya Eris Rismiati Goparullah bersama Ketua TP PKK Kota Tasikmalaya dr. Elvira Kamarrow Putri, memotong kue HUT DWP Ke-26, yang di saksikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tasikmalaya (fokusjabar/Seda)
Ket foto : Ketua DWP Kota Tasikmalaya Eris Rismiati Goparullah bersama Ketua TP PKK Kota Tasikmalaya dr. Elvira Kamarrow Putri, memotong kue HUT DWP Ke-26, yang di saksikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tasikmalaya (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang masih penuh tantangan, Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan menegaskan pentingnya peran Dharma Wanita Persatuan (DWP) sebagai contoh nyata pola hidup sederhana sekaligus penggerak ketahanan keluarga dan sosial.

Pesan tersebut disampaikan Viman saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 DWP Kota Tasikmalaya di Graha Soebandi, Kamis (18/12/2025). Dalam kesempatan itu, ia menekankan posisi istri aparatur sipil negara (ASN) memiliki pengaruh besar dalam membentuk citra birokrasi di mata publik.

Baca Juga: Pemkab Tasikmalaya Siap Menindaklanjuti Kebijakan Gubernur Jabar Tentang Tata Ruang

Menurut Viman, DWP tidak boleh hanya dipahami sebagai organisasi pendamping pejabat, melainkan sebagai kekuatan sosial yang berperan langsung dalam membangun karakter keluarga dan generasi masa depan. Ia mengingatkan agar anggota DWP mampu menunjukkan empati terhadap kondisi masyarakat, terutama dengan menjauhi budaya pamer kemewahan.

“Kesederhanaan hari ini bukan sekadar pilihan, tapi sikap moral. Ibu-ibu DWP harus hadir sebagai teladan, bukan simbol kemewahan, melainkan contoh hidup yang membumi dan berempati,” ujar Viman.

Ia menilai, peran ibu dalam keluarga sangat strategis karena menjadi pendidik pertama bagi anak-anak. Dari lingkungan keluarga yang kuat dan berkarakter, lanjutnya, akan lahir generasi yang menentukan arah pembangunan Kota Tasikmalaya ke depan.

Sinergi Pemerintah dan DWP Kota Tasikmalaya

Viman juga menyoroti pentingnya sinergi antara Pemerintah Kota Tasikmalaya dan DWP dalam menjalankan program-program yang berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya perempuan dan anak. Ia berharap DWP semakin aktif dalam kegiatan pemberdayaan, bukan hanya dalam lingkup internal organisasi, tetapi juga menyentuh kebutuhan riil warga.

Sementara itu, Ketua DWP Kota Tasikmalaya, Eris Rismiati Goparullah, menyampaikan peringatan HUT ke-26 menjadi momentum refleksi. Sekaligus penguatan peran DWP sebagai mitra strategis pemerintah daerah.

Mengusung tema “Peran Strategis Dharma Wanita Persatuan dalam Pendidikan Anak Bangsa untuk Indonesia Emas 2045”, Eris menegaskan DWP berkomitmen memperkuat kapasitas perempuan dalam berbagai sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi keluarga, hingga sosial budaya.

“Kami fokus pada pemberdayaan keluarga dan peningkatan kualitas perempuan agar mampu berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah yang berkelanjutan,” ujarnya.

Eris menambahkan, penguatan organisasi dan peningkatan kapasitas anggota DWP menjadi kunci agar peran perempuan tidak berhenti pada pendampingan. Namun berkembang sebagai aktor pembangunan yang aktif dan berdampak.

(Seda)

Pemkab Tasikmalaya Siap Menindaklanjuti Kebijakan Gubernur Jabar Tentang Tata Ruang

0
pemkab tasikmalaya@fokusjabar.id
Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al Ayubi saat menghadiri Rakor di Gedung Sate. (foto:Dok)

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Setelah rapat koordinasi tata ruang dan pertahanan, bersama Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) RI, Nusron Wahid dan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi di Gedung Sate, Kota Bandung. Kamis (18/12/2025).

Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al Ayubi menyampaikan bahwa Pemkab Tasikmalaya siap menindaklanjuti kebijakan Gubernur Jabar. Yang tujuannya yaitu untuk mengakhiri tumpang tindih kebijakan tata ruang antara Provinsi dan Kabupaten/Kota.

“Pemaparan dari Menteri ATR/BPN, Bapak Nusron Wahid begitu jelas. Sama halnya apa yang di sampaikan Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi yang intinya harus melindungi kawasan hutan,” ungkap Asep Sopari, Asep Al Ayubi.

Baca Juga: Wabup Tasikmalaya Berikan Tablet Penambah Darah ke Pelajar SMPN 1 Manonjaya

Serta untuk melindungi area pesawahan serta sumber air. Dan langkah dari Pemprov Jabar itu, lanjut Asep, telah mendapat dukungan dari Kementerian ATR/BPN.

“Jadi, saya menegaskan kembali, bahwa Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, siap menindaklanjuti hasil rakor bersama Menteri ATR/BPN dan Gubernur Jabar,” tegasnya.

Sebelumnya, Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi mengatakan, bahwa penataan ruang induk di tingkat provinsi akan menjadi acuan tunggal bagi 27 kabupaten/kota di Jawa Barat.

Langkah strategis tersebut telah mendapat atensi dan dukungan penuh dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

“Orientasi utama tata ruang Jawa Barat adalah melindungi kawasan hutan, area persawahan serta sumber air. Seperti rawa, Daerah Aliran Sungai dan kawasan resapan,” kata Gubernur Jabar setelah Rakor Tata Ruang dan Pertanahan di Bale Gemah Ripah, Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (18/12/2025).

Menciptakan Harmoni

Dedi Mulyadi menjelaskan, kebijakan tersebut di rancang untuk menciptakan harmoni antara pembangunan berkelanjutan dengan konservasi lingkungan.

Dengan adanya induk tata ruang yang kuat, pemerintah kabupaten/kota di harapkan memiliki pedoman yang tegas dalam menjaga ekosistem di wilayahnya masing-masing.

“Kabupaten dan kota tinggal mengikuti tata ruang induk provinsi. Orientasi tata ruang kita adalah melindungi kawasan hutan dan melindungi area persawahan,” ungkap KDM.

gubernur jabar@fpkusjabar.id
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi bersama Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid.

Selain penataan kawasan hijau, Pemprov Jabar juga mendorong Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk segera menetapkan garis sempadan sungai di seluruh wilayah Jawa Barat.

“Ketetapan ini akan menjadi dasar hukum dalam penertiban sertifikat lahan yang berada di area terlarang sesuai aturan perundang-undangan,” katanya.

Penyelamatan Aset Negara

Dalam Rakor tersebut tercapai kesepakatan antara Kanwil ATR/BPN Jawa Barat, Perhutani dan PTPN untuk mempercepat sertifikasi aset-aset negara di wilayah Jawa Barat.

Menurut KDM, hal ini di lakukan untuk meminimalisir sengketa lahan di masa depan.

“Hari ini sudah bersepakat untuk segera melakukan penanganan terhadap aset-aset negara di Jawa Barat agar segera tersertifikatkan,” katanya.

Baca Juga: Tablet Tambah Darah, Perhatian Wabup Tasikmalaya untuk Pelajar

Terkait isu alih fungsi lahan, Gubernur Jabar menekankan pentingnya ketegasan di tingkat daerah.

KDM menyatakan, fungsi ruang tidak boleh di negosiasikan jika berisiko menimbulkan bencana bagi masyarakat. Meski secara administratif mungkin terlihat memungkinkan.

“Jika aturannya membolehkan tapi faktanya bisa menimbulkan bencana, saya lebih memilih menangani (mencegah) bencana. Kita harus berpihak pada keselamatan warga,” tegas Gubernur Jabar.

Berdasarkan data peta kawasan, luas kawasan hutan di Jawa Barat mencapai sekitar 700 ribu hektare.

Gubernur mengingatkan bahwa kebijakan perlindungan harus berbasis kondisi riil tutupan pohon di lapangan. Bukan sekadar data administratif di atas kertas.

(Yud’s)

Warga Segel Tower BTS di TPU Kota Tasikmalaya, Keluhkan Dampak Kesehatan

0
Puluhan warga Padasuka RT 04/RW 13 Kelurahan Lengkongsari, Kecamatan Tawang melakukan aksi penyegelan terhadap sebuah tower Base Transceiver Station (BTS) yang berdiri di area Tempat Pemakaman Umum (TPU)
Puluhan warga Padasuka RT 04/RW 13 Kelurahan Lengkongsari, Kecamatan Tawang melakukan aksi penyegelan terhadap sebuah tower Base Transceiver Station (BTS) yang berdiri di area Tempat Pemakaman Umum (TPU)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Ketegangan antara warga dan pengelola menara telekomunikasi memuncak di Kelurahan Lengkongsari, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya. Puluhan warga Padasuka RT 04/RW 13 melakukan aksi penyegelan terhadap sebuah tower Base Transceiver Station (BTS) yang berdiri di area Tempat Pemakaman Umum (TPU), Kamis (18/12/2025).

Aksi penyegelan dengan gembok tersebut merupakan bentuk protes warga atas dugaan dampak kesehatan dan kebisingan yang ditimbulkan menara BTS, serta sikap pengelola yang dinilai mengabaikan keluhan masyarakat sekitar.

Baca Juga: BPS Rilis IPM 2025, Tasikmalaya Masuk Papan Bawah Nasional, Wali Kota Janjikan Reformasi Besar

Keluhan Kesehatan dan Kebisingan

Salah satu warga terdampak, Ratna (38), mengaku mengalami gangguan kesehatan sejak tower tersebut beroperasi. Ia menyebut pendengarannya terganggu dan sering mengalami sakit kepala hebat.

“Sejak ada tower ini, pendengaran saya bermasalah dan sering pusing. Kami khawatir ini akibat radiasi dan suara mesin yang terus berbunyi,” keluh Ratna saat menyampaikan aduannya kepada Komisi III DPRD Kota Tasikmalaya.

Ketua RW 13 Padasuka, H. Oman Rohman, menjelaskan polemik bermula dari kurangnya transparansi pihak pengelola. Tower yang telah berdiri sejak 2012 itu awalnya hanya digunakan oleh satu provider. Namun, persoalan mencuat setelah adanya penambahan provider baru tanpa sosialisasi kepada warga.

Tak hanya itu, warga juga mengaku tersinggung dengan pernyataan oknum dari pihak perusahaan yang dianggap tidak menghargai aspirasi masyarakat.

“Pernah ada ucapan yang menyakitkan seperti, ‘kalau mau uang, kerja, jangan premanisme’. Padahal yang kami tuntut adalah hak atas kesehatan,” tegas H. Oman.

Ia menambahkan, janji perusahaan untuk bertanggung jawab terhadap dampak lingkungan hingga kini belum direalisasikan. Keluhan warga terkait gangguan pendengaran pun belum mendapat penanganan serius.

DPRD Lakukan Sidak

Menanggapi situasi tersebut, Ketua Komisi III DPRD Kota Tasikmalaya, Anang Sapa’at, langsung turun ke lokasi untuk melakukan inspeksi mendadak. Ia menegaskan DPRD tidak akan membiarkan persoalan tersebut berlarut-larut dan merugikan masyarakat.

Anang menyampaikan, DPRD akan segera memfasilitasi proses mediasi dengan memanggil pihak pengelola BTS, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), serta perwakilan warga.

Langkah lanjutan juga mencakup peninjauan ulang izin lingkungan, pengukuran tingkat radiasi, serta kebisingan yang ditimbulkan tower BTS tersebut.

“Investasi tidak boleh mengorbankan keselamatan dan kesehatan warga. Itu prinsip yang tidak bisa ditawar,” tegas Anang.

Warga Minta Tower Dibongkar

Hingga kini, warga Padasuka tetap bersikeras meminta agar tower BTS tersebut dibongkar atau direlokasi. Mereka menilai keberadaan menara di tengah permukiman, bahkan di area pemakaman umum, telah mengganggu kenyamanan dan rasa aman.

Kasus ini menjadi sorotan sekaligus peringatan bagi Pemerintah Kota Tasikmalaya agar lebih ketat dalam pengawasan perizinan dan dampak lingkungan pembangunan tower BTS, khususnya di kawasan padat penduduk.

(Abdul)

Persib Bandung versus Bhayangkara FC, Robi Darwis Siap

0
Robi Darwis fokusjabar.id
Robi Darwis (foto: persib.co.id)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Dua pemain Persib Bandung, Robi Darwis dan Kakang Rudianto sudah bergabung dengan tim setelah memperkuat Tim Nasional Indonesia U23 di SEA Games 2025 di Thailand.

Setelah menjalani dua sesi latihan bersama Persib Bandung, Robi Darwis menyatakan siap tampil melawan Bhayangkara FC pada pekan ke-15 Super League 2025/26 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Kota Bandung Jawa Barat (Jabar), Minggu (21/12/2025).

BACA JUGA:

Kondisi Adam Alis Semakin Membaik

“Alhamdulillah kondisi juga baik. Sudah berapa pekan tidak ikut latihan, sekarang kembali lagi. Setelah timnas saya kembali fokus lagi pada tim.  Saya senang kembali gabung ke tim,” kata Robi Darwis.

Dia menyebut, soal peluang tampil dalam pertandingan melawan Bhayangkara FC merupakan kewenangan pelatih. Namun, Dia bakal menyiapkan diri sebaik mungkin untuk berkontribusi di pertandingannanti.

“Pasti siap kapanpun dipercaya pelatih untuk bermain,” kata Robi.

Sebelumnya FOKUSJabar mengabarkan, Frans Putros harus absen dalam dua pertandingan Super League 2025/2026 kontra Bhayangkara FC dan PSM Makassar.

BACA JUGA:

Bojan Hodak Beri Program Khusus Jelang Laga vs Bhayangkara FC

Pemain yang biasa dimainkan di posisi bek kanan dan gelandang bertahan ini harus absen karena hukuman akumulasi empat kartu kuning.

Sedangkan pada saat menjamu PSM yang merupakan laga tunda pekan kedelapan, Frans Putros absen akibat hukuman kartu merah saat menghadapi Arema FC di Stadion Kanjuruhan Malang (22/9/2025) lalu.

Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak mengaku tak khawatir dengan absennya Frans Putros. Menurutnya, Dia masih memiliki opsi pemain pengganti.

(Bamban Fouristian)