spot_imgspot_img
Senin 19 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 7918

Gubernur Sebut Jabar Selatan Perlu Dimekarkan, Bupati Garut Dukung DOB Garsel

0
Bupati Garut, Rudy Gunawan

GARUT, FOKUSJabar.id : Bupati Garut, Rudy Gunawan menyebut, ada tiga daerah di Provinsi Jawa Barat yang mengajukan Daerah Otonomi Baru (DOB). Salah satunya, Garut Selatan (Garsel) yang sudah diusulkan sejak tahun 2004 silam.

Persoalan Jabar Selatan sambung Rudy, sebelumnya sudah rampung dan mendapat persetujuan dari pemerintah pusat. Hanya saja, saat ini terganjal moratorium.

” Sebelumnya persoalan Jabar Selatan sudah selesai dan mendapatkan persetujuan. Hanya saja pada saat itu terganjal moratorium. Kini, hanya tinggal menunggu administrasi saja,” beber Rudy Gunawan.

Rintisan DOB Garsel sudah muncul sejak kepemimpinan Bupati Agus Supriadi (2004). Artinya, pemekaran wilayah mulai dibahas. Namun dengan berbagai pertimbangan akhirnya, rencana tersebut belum terlaksana.

“Sebenarnya, September 2014 Garut lolos (pemekaran). Namun karena moratororium, akhirnya ditangguhkan,” ungkap Rudy Gunawan.

Terkait DOB Garut Selatan, pihaknya akan mendukung penuh. Termasuk kesiapan melepas belasan kecamatan di wilayah Selatan Garut dalam upaya pemerataan pembangunan di wilayah Jawa Barat.

” Kami mendukung. Terlebih sudah diperdakan,” kata Bupati.

Sebelumnya FOKUSJabar mengabarkan, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menilai, perlu ada pemekaran daerah khususnya di wilayah Jabar bagian Selatan. Menurutnya, jumlah penduduk di Jabar sebanyak 48 Juta jiwa atau terbesar se-Indonesia tidak sebanding dengan jumlah daerah saat ini yaitu 27 Kota/ Kabupaten.

“Jadi akan kita perjuangkan untuk pemekaran, prioritasnya di Jabar Selatan,” kata Emil, di Bandung, Jumat (7/9/2018).

Gubernur mengatakan, pemekaran perlu dilakukan agar tidak terjadi kekosongan dalam pelayanan publik. Contohnya masyarakat di pelosok yang mengurus administrasi kependudukan harus menempuh jarak yang jauh untuk sampai ke ibu kota daerah.

“Ada yang sampai menempuh waktu 8 jam, kasian kan,” ujarnya.

Dipilihnya Jabar Selatan untuk pemekaran karena selain memiliki daerah luas, potensi kepariwisataan pun sangat besar untuk dikembangkan dan alamnya sangat subur. Hal tersebut bisa berdampak pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat.

” Jika pemekaran tersebut terealisasi, maka tidak akan ada ketimpangan antara wilayah utara, tengah dan selatan,” kata Emil.

Mengenai berapa daerah yang akan dimekarkan, Emil belum menyebut jumlahnya. Dia akan membahasnya terlebih dulu dengan DPRD Jabar.

(Andian/Bam’s)

Malam Ini, Musorprov KONI Jabar 2018 Dibuka Gubernur

0
(foto web)
BANDUNG, FOKUSJabar.id : Gelaran Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI Jabar 2018 akhirnya digelar, Rabu (12/9/2018).
Sebelumnya, Ketua Umum KONI Jabar, Ahmad Saefudin menyebut, jika rencana Musorprov KONI Jabar 2018 akan digelar seiring dengan arahan Gubernur Jabar, Ridwan Kamil.
“Untuk pelaksanaan Musorprov KONI Jabar 2018 sendiri, Ketua Umum sudah melakukan komunikasi dengan Gubernur Jabar. Termasuk dengan leading sector olahraga di tingkat provinsi yakni Dispora Jabar,” ujar Wakil Ketua I Bidang Organisasi KONI Jabar, M Budhiana saat ditemui di gedung KONI Jabar, Jalan Pajajaran Kota Bandung, Rabu (12/9/2018).
Budhiana menambahkan, Ketua Umum KONI Jabar (Ahmad Saefudin) sudah menyerahkan bahan dan dokumen kepada Kepala Dispora Jabar (Yudha M Saputra) saat perayaan Haornas 2018 tingkat Jabar di halaman Gedung Sate, Jalan Diponegoro Kota Bandung, Senin (10/9/2018).
Dengan demikian, pihak pemerintah provinsi melalui Dispora Jabar pun sudah memiliki bahan terkait pelaksanana Musorprov KONI Jabar 2018 tersebut.
“Dan itu, harus disampaikan oleh Dispora Jabar kepada Pak Gubernur (Ridwan Kamil). Jadi, Alhamdulillah terkait rencana pelaksanaan Musorprov KONI Jabar 2018 ini sudah kami lakukan secara on the track dan akan digelar sesuai rencana semula yakni mulai hari ini Rabu (12/9/2018) hingga Jumat (14/9/2018) di Hotel Grand Aquila,” tegasnya.
Pelaksanaan Musorporov KONI Jabar 2018 sendiri, lanjutnya, merupakan amanat dari Rapat Anggota Tahunan (RAT) KONI Jabar 2018 yang dihadiri mayoritas anggota KONI Jabar pada Rabu (5/9/2018) lalu. Gelaran Musorprov pun merupakan salah satu rekomendasi dari hasil rapat Komisi A pada RAT KONI Jabar 2018.
“Jadi artinya, sudah sah untuk dilanjutkan dan sudah dikomunikasikan kepada Dispora Jabar. Terkait kehadiran Gubernur Jabar untuk membuka pelaksanaan Musorprov KONI Jabar 2018, kita sudah sangat jelas mengundang mereka. Tapi kalau misalkan beliau (Gubernur Jabar, Ridwan Kamil) menugaskan pak wakil gubernur (Uu Ruzhanul Ulum) atau siapapun, itu wilayah beliau. Yang pasti, kami berharap Musorprov KONI Jabar 2018 ini bisa dibuka langsung oleh Pak Gubernur,” terangnya.
Untuk itu, pihaknya berharap dukungan dari semua pihak dan stakeholder terkait untuk pelaksanaan Musorprov KONI Jabar 2018 yang rencananya dibuka pada Rabu (12/9/2018) malam ini. Dengan demikian, gelaran Musorprov KONI Jabar 2018 ini pun bisa menghasilkan sesuatu yang terbaik bagi Jabar untuk melengkapi prestasi enam medali emas yang diraih atlet Jabar di ajang Asian Games 2018 lalu.
“Sehingga atlet berprestasi, pelatih berprestasi, dan KONI Jabar pun berprestasi. Itu yang harus kita bangun sekarang,” pungkasnya.
Berdasarkan rundown acara yang diterima FOKUSJabar, Musorprov KONI Jabar 2018 rencananya dibuka secara langsung oleh Gubernur Jabar, Ridwan Kamil pada Rabu (12/9/2018) malam ini sekitar pukul 19.00 WIB. Musorprov KONI Jabar 2018 sendiri akan menggelar beberapa agenda. Mulai dari laporan pertanggungjawaban pengurus KONI Jabar 2014-2018, pembahasan program kerja KONI Jabar empat tahun kedepan, hingga agenda utama yakni pemilihan Ketua Umum KONI Jabar 2018-2022.
(ageng/bam’s)

Kota Tasikmalaya Raih Skor Tertinggi Penilaian Tuan Rumah Porda XIV Jabar 2022

0
Ketua Umum KONI Jabar, Ahmad Saefudin. (Dok.FOKUSJabar.com)
BANDUNG, FOKUSJabar.id : Kota Tasikmalaya mendapatkan skor tertinggi dari hasil penilaian tim verifikasi tuan rumah Pekan Olahraga Daerah (Porda) XIV Jawa Barat tahun 2022 dibanding dua daerah calon tuan rumah lain yakni Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Subang.
Meski demikian, KONI Jabar tidak secara otomatis menjadikan Kota Tasikmalaya sebagai tuan rumah tunggal dari multieven olahraga tingkat Jabar edisi ke-14 tersebut.
Berdasarkan penilaian tim yang dikepalai Prof. Rusli Rutan, Kota Tasikmalaya yang mengikutsertakan lima daerah di Priangan Timur (Kabupaten Tasikmalaya, Garut, Ciamis, Pangandaran dan Kota Banjar) meraih skor penilaian 367,15. Posisi kedua ditempati oleh Kabupaten Bandung Barat dengan skor 337 dan Kabupaten Subang di posisi terakhir dengan skor penilaian 325,75.
Ketua Umum KONI Jabar, Ahmad Saefudin menuturkan, penilaian dilakukan tim melalui berbagai tahapan dan cara. Mulai dari pengisian angket atau quesioner hingga pada visitasi atau kunjungan ke daerah setempat untuk melihat kesiapan fisik kota/kabupaten bersangkutan.
Aspek-aspek primer yang menjadi parameter penilaian diantaranya kebijakan publik dalam pembinaan olah raga, integritas proses pengajuan, kapabilitas organisasi dan manajemen olah raga, kapabilitas organisasi dan manajemen pembinaan prestasi, kapabilitas manajemen persiapan Porda, hingga kapabilitas manajemen pascaporda.
“Dari hasil penilaian tersebut keluar skor dan setelah kita konsultasikan kelebihan serta kekurangan dari setiap calon tuan rumah, maka kita memutuskan jika Porda XIV tahun 2022 itu akan digelar di tiga wilayah yang bersangkutan. Yakni di Kota Tasikmalaya cs, Kabupaten Bandung Barat, serta Kabupaten Subang. Tapi dengan prosentase jumlah cabang olahraga di setiap wilayah yang berbeda-beda sesuai dengan urutan skor penilaian,” ujar Ahmad saat ditemui di gedung KONI Jabar, Jalan Pajajaran Kota Bandung, Rabu (12/9/2018).
Pemilihan ketiga daerah tersebut sebagai tuan rumah Porda XIV Jabar tahun 2022, lanjut Ahmad, dinilai cukup realistis dan ilmiah. Penetapan ketuiag daerah sebagai tuan rumah Porda XIV Jabar tahun 2022 tersebut pun bukan berdasar pada like-dislike atau kedekatan KONI Jabar dengan satu daerah, tapi berdasarkan ukuran dari berbagai aspek penilaian.
“Aspek penilaian itu menjadi tolok ukur kemampuan daerah dalam menyelenggarakan multuieven olahraga Porda. Kita ingin, penyelenggaraan Porda ,menjadi bagian penting dalam pembangunan kewilayah termasuk pembangunan pembinaan olahraga. Kami tidak asal-asalan dalam menilai, tak mau serba cepat, dan hasil ini pun akan kita konsultasikan dengan pemerintah provinsi karena berkaitan dengan relokasi anggaran,” terangnya.
Dengan penyelenggaraan Porda Jabar yang menerapkan konsep tuan rumah bersama, Ahmad berharap bisa memacu kutub-kutub pertumbuhan pembinaan prestasi olahraga serta penyebaran pembanguan infrastruktur olahraga secara merata di setiap kota/kabupaten di Jabar.
Dengan semakin banyaknya sentra olahraga yang tersebar di setiap kota/kabupaten tersebut, masing-masing daerah diharapkan bisa memiliki minimal satu cabang olahraga unguulan sesuai dengan ketersediaan infrastruktur olahraga di daerahnya.
“Jika Porda digelar secara terpusat di satu daerah, akan identik dengan stereotip tuan rumah menghalalkan segala cara demi prestise menjadi juara umum. Tapi dengan digelar di lebih dari satu daerah, Porda akan menjadi lebih kompetitif dan mengikis anggapan minor ihwal sisi ambisius tuan rumah. Intinya, bagaimana Porda Jabar ke depan bisa menjaga kesinambungan pembinaan atlet sekaligus pertumbuhan ekonomi sekaligus pemerataan pembangunan infrastruktur di daerah. Kita berharap, dengan konsep ini maka Porda Jabar menjadi daya tarik semua daerah dan menjadi multieven yang menguntungkan. Tidak hanya dari sisi kelengkapan sarana olahraga, menumbuhkan kutub-kutub pertumbuhan atlet, tapi dari sisi peningkatan perekonomian dan kesejahteraan warga,” pungkasnya.
(ageng/bam’s)

Tahun Baru Islam, Wagub Uu Berencana Undang UAS

0

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum menginginkan ada peringatan khusus di tanggal 10 Muharam.

Tidak tanggung-tanggung, mantan Bupati Tasikmalaya ini berencana mengundang Ustadz Abdul Somad (UAS) sebagai penceramah.

Meski di sejumlah tempat ada penolakan terhadap ceramah UAS yang dianggap keras, namun Uu meyakini bahwa di Jawa Barat tidak akan terjadi (penolakan).

“Apa yang disampaikan oleh UAS ini semuanya ilmu. Saya pikir UAS ini memberikan pencerahan dalam setiap ceramahnya,” kata Uu saat ditemui di kediamannya di komplek Ponpes Miftahul Huda, Tasikmalaya, Selasa (11/9/2018) malam.

Menurut dia, isi ceramah UAS itu keras, tetapi yang disampaikannya itu kebenaran sesuai ajaran agama.

“Kalau dianggap keras, memang itu adanya, tapi tidak tendisius dengan suatu kelompok atau golongan,” kata dia.

Uu menyebut bahwa keinginannya itu sudah diajukan ke Sekda Jabar Iwa Karniwa dan masih menunggu persetujuan dari Gubernur Jabar Ridwan Kamil.

“Saya sudah komunikasi dengan pak Sekda, nanti tinggal menunggu persetujuan dari pak Gubernur,” kata Uu.

(LIN)

Musisi Peduli Tasikmalaya Gelar Khitanan Massal

0
Khitanan massal uang digelar Musisi Peduli Tasikmalaya (fokusjabar-Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id : Musisi Peduli Tasikmalaya menggelar kegiatan bakti sosial sunatan massal dan donor darah dengan tajuk September Ceria Bersama Anak-anak Yatim Piatu di area Parkir pusat perbelanjaan Plaza Asia Tasikmalaya, Jalan HZ. Mustofa, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, Selasa (11/09/18).

Gelaran ini pun disambut antusias masyarakat, tercatat puluhan anak-anak yatim piatu mendapatkan pelayanan sunnat secara gratis. Peserta yang dikhitan diberikan  santunan berupa uang saku, alat-alat perlengkapan sekolah, sarung dan baju koko.

Panitia Pelaksana Atik Suwardi Kadarman mengatakan, kegiatan ini lahir dari niat dan kepedulian para musisi Tasikmalaya untuk membantu anak-anak yatim piatu yang kurang mampu untuk mendapatkan layanan sunatan.

” Kegiatan ini merupakan sumbangsih kita dalam membantu sesama guna meringankan beban hidup anak-anak kurang mampu,”ungkap Atik. Selain sunatan massal digelar juga donor darah dengan menggandeng PMI Kota Tasikmalaya

” Mudah-mudahan kepedulian yang sekecil ini bisa berarti bagi anak-anak kita dan mendapatkan pahala yang berlipat dari Allah SWT untuk bekal di akhirat kelak,”ucapnya.

(Seda/DAR)

‎Gol Tunggal Evan Dimas Taklukkan Mauritius

0
ilustrasi (web)

BEKASI, FOKUSJabar.id : Timnas Indonesia berhasil meraih kemenangan pada pertandingan uji coba internasional setelah menaklukkan Mauritius dengan skor tipis 1-0 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Bekasi, Selasa (11/9/2018).

Pada pertandingan tersebut, Timnas Indonesia mampu menguasai jalannya laga, beberapa peluang mampu diciptakan. Hanya saja, peluang yang didapat belum bisa dimaksimalkan menjadi gol.

Skuad Garuda kembali membangun serangan, dan mencoba melakukan sepakan ke arah gawang, namun bola sepakan pemain Timnas masih bisa diantisipasi penjaga gawang dan pemain belakang Mauritius, skor 0-0 bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, tim besutan Bima Sakti dan Danurwindo ini tidak menurunkan intensitas serangannya, Febri Hariyadi dan Boaz Salossa kembali membangun serangan. Laga-lagi mereka kesulitan merobek gawang Mauritius.

Timnas Indonesia akhirnya bisa memecah kebuntuan pada menit-menit akhir babak kedua, Evan Dimas berhasil merobek gawang Mauritius yang membuat Indonesia unggul 1-0. Keunggulan tersebut bertahan hingga laga usai.

(Arif)

Hanya BJB yang Mendapat Penyertaan Modal

0
Ilustrasi (istimewa)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Dari sekian BUMD milik Pemprov Jabar yang akan mendapatkan penyertaan modal dari Perubahan APBD Tahun Anggaran 2018 adalah Bank bjb.”Iya bjb saja. Mengingat keterbatasan dana itu pun hanya Rp15 miliar,” ujar Iwa di Gedung DPRD Jabar,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar Iwa Karniwa,   Senin (10/9/2018).

Menurutnya ada beberapa lembaga yang harus dievaluasi salah satunya adalah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jabar. Dari sekian banyak BUMD di Jabar hanya Bank bjb yang akan mendapat penyertaan modal dari Perubahan TA 2018.

BACA JUGA: BIJB Salurkan Bantuan bagi 375 KK di Dua Desa di Kertajati

Menurut Iwa, Pemerintah Provinsi Jabar sedang mengevaluasi BUMD. Supaya pada 2019 sudah bisa berjalan dengan baik jika saat ini ada efisiensi dan efektivitas kinerja BUMD.

Sebelumnya, sesaat setelah dilantik Gubernur Jabar Ridwan Kamil langsung menyoroti kinerja BUMD Jabar. Menurutnya hanya bjb yang mampu mendapat keuntungan sesuai dengan ekspektasi.

(Ibenk/DAR)