spot_imgspot_img
Senin 4 Mei 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 452

Kolaborasi Pemkot Bandung dan Prosignal Olah Sampah Jadi Kompos, Produksi Tembus 14 Ton per Hari

0
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung Berkolaborasi Dengan CV Prosignal Karya Lestari ubah sampah Organik jadi Pupuk Kompos.
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung Berkolaborasi Dengan CV Prosignal Karya Lestari ubah sampah Organik jadi Pupuk Kompos.

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Upaya penanganan sampah di Kota Bandung kini memasuki fase baru yang lebih berkelanjutan. Melalui kolaborasi antara Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dan CV Prosignal Karya Lestari, sampah organik dari kawasan Gedebage mulai diolah menjadi pupuk kompos untuk mendukung pertanian, penghijauan, dan berbagai program lingkungan kota.

Operator CV Prosignal Karya Lestari, Aldi Ridwansyah, menjelaskan bahwa kerja sama ini berawal dari inisiatif komunikasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD). Dari sejumlah OPD yang dihubungi, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandung menjadi pihak pertama yang merespons positif dan meminta pasokan kompos hasil olahan sampah organik.

Baca Juga: Pesan Tegas Kapolri Listyo Sigit Prabowo di Apel 10.000 Banser: NKRI Tak Boleh Kalah oleh Radikalisme

“Minggu lalu kami sounding ke beberapa OPD. Alhamdulillah Diskominfo yang pertama berminat dan meminta bantuan kompos hasil pengolahan sampah kami di Gedebage,” ujar Aldi di Balai Kota Bandung, Selasa (23/12/2025).

Pada tahap awal, Prosignal menyalurkan dua ton kompos, masing-masing satu ton untuk Diskominfo dan satu ton lainnya direncanakan untuk Pendopo Kota Bandung. Kompos itu berasal dari pengolahan sampah organik berupa sisa makanan, sayur, dan buah dari Pasar Gedebage.

“Ini murni sampah organik dan kami berikan gratis. Ke depannya, kalau sudah memasuki skala komersial, harga satu karung 30 kilogram diperkirakan sekitar Rp25 ribu,” jelasnya.

Saat ini Prosignal mampu memproduksi hingga 14 ton kompos per hari. Selain pupuk organik, perusahaan tersebut juga mengolah limbah kelapa menjadi cocopeat dan cocofiber sebagai media tanam atau perbaikan struktur tanah. Produk ini telah diproduksi di pabrik mereka di Cileunyi dan bahkan menembus pasar ekspor.

“Selama ini banyak petani, termasuk dari wilayah Ciwidey, yang sudah memanfaatkan produk kami,” kata Aldi.

Kolaborasi Edukasi Pengelolaan Sampah dari Hulu ke Hilir

Aldi menambahkan, kerja sama dengan Diskominfo telah disepakati secara resmi melalui surat. Ia berharap kolaborasi serupa dapat diperluas dengan Dinas Pertamanan serta Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) untuk mendukung taman kota, kebun, dan program Buruan SAE.

Pada kesempatan yang sama, Humas Prosignal, Willy Aditya, menegaskan kolaborasi ini tidak hanya sebatas distribusi kompos. Namun juga mengedepankan edukasi pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir.

“Ini bentuk kolaborasi antara Pemkot Bandung, khususnya Pak Wali Kota, dengan CV Prosignal. Kami ingin masyarakat memahami bahwa masalah sampah bisa diselesaikan dari hulu, lalu di hilir menjadi kompos yang bermanfaat,” katanya.

Willy menyebut, Wali Kota Bandung mendorong setiap dinas menjadi pengguna kompos untuk memberi contoh penggunaan hasil pengolahan sampah organik. Diskominfo menjadi pelopor, disusul dinas-dinas lain yang berkaitan dengan pertamanan dan ketahanan pangan.

“Untuk sementara ini kami gratiskan. Masyarakat yang membutuhkan tinggal datang, bawa karung atau mobil, kompos kami siapkan,” ujarnya.

Saat ini Prosignal menerima sekitar 27 ton sampah per hari dari kawasan Gedebage. Mulai dari sampah Pasar Gedebage, daun kering dari Dinas Lingkungan Hidup, hingga sampah kiriman dari sejumlah kelurahan seperti Mekarmulya.

Sistem Barter Sampah

Salah satu inovasi yang sedang dalam persiapan adalah sistem barter sampah dengan pengelola berbasis insinerator atau thermal. Sampah organik yang tidak dapat dapat melalui proses thermal akan dikirim ke Prosignal. Sementara sampah residu yang bisa dibakar dikirim ke pengelola insinerator.

“Ini win-win solution. Harapannya seluruh sampah Kota Bandung bisa tertangani tanpa harus dikirim ke TPA Sarimukti,” ungkapnya.

Dari total sampah setiap hari, Prosignal mampu menghasilkan sekitar 14 ton kompos. Dengan total produksi yang telah mencapai sekitar 3.000 ton sejak pengolahan mulai pada Juni 2025.

Sementara itu, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan pemanfaatan hasil pengolahan sampah menjadi pekerjaan penting selanjutnya setelah proses pemilahan dan pengolahan berjalan.

“Setelah kita mampu memilah dan mengolah sampah, tahap berikutnya adalah pemanfaatan. Ini tidak mudah, karena belum tentu semua orang memahami cara memanfaatkannya. Oleh karena itu, kita harus terus mencari peluang agar dapat menggunakan kompos bisa secara optimal,” kata Farhan.

(Yusuf Mugni)

Posbakum Hadir di Pengadilan Negeri Kota Banjar, Warga Tak Mampu Kini Bisa Konsultasi Gratis

0
Caption: Ketua Pengadilan Negeri Kota Banjar Herman Siregar SH dan Ketua YLBH Panglima Asep Han Han SH menunjukan berkas MoU Posbakum
Caption: Ketua Pengadilan Negeri Kota Banjar Herman Siregar SH dan Ketua YLBH Panglima Asep Han Han SH menunjukan berkas MoU Posbakum

BANJAR,FOKUSJabar.id: Untuk meningkatkan kualitas layanan hukum bagi masyarakat, Pengadilan Negeri Kota Banjar menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH) Panglima Tasikmalaya terkait penyediaan layanan Pos Bantuan Hukum (Posbakum), Selasa (23/12/2025).

Kerja sama ini menjadi bentuk komitmen kedua lembaga dalam memperluas akses keadilan, terutama bagi masyarakat kurang mampu yang membutuhkan pendampingan hukum secara gratis di lingkungan Pengadilan Negeri Kota Banjar.

Ketua Pengadilan Negeri Kota Banjar, Herman Siregar, SH, menjelaskan bahwa Posbakum hadir sebagai upaya konkret untuk memperkuat layanan bantuan hukum di tingkat pengadilan.

“MoU ini untuk memperluas akses bantuan hukum bagi masyarakat, khususnya mereka yang kurang mampu,” ujarnya.

Herman menerangkan, Posbakum akan menyediakan berbagai layanan. Mulai dari layanan informasi dan konsultasi hukum, advis hukum, hingga membantu masyarakat dalam pembuatan dokumen hukum untuk proses beracara.

“Dengan adanya kerja sama ini, Pengadilan Negeri Kota Banjar berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh pencari keadilan. Terutama bagi masyarakat yang tidak mampu,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua YLBH Panglima Tasikmalaya, Asep Han Han, SH, menyampaikan masyarakat yang membutuhkan bantuan hukum cukup membawa identitas diri. Kemudian menjelaskan kronologis persoalan yang dihadapi, baik perkara pidana, perdata, maupun permohonan seperti ganti nama atau perbaikan data identitas.

“Untuk konsultasi hukumnya gratis, tinggal datang dan membawa identitas,” jelas Asep.

Ia juga mengungkapkan rencana YLBH Panglima untuk memperluas jangkauan layanan dengan membentuk Posbakum hingga tingkat desa pada tahun 2026.

“Kami akan melakukan sosialisasi ke desa dan kelurahan di Kota Banjar agar masyarakat semakin mudah mengakses layanan bantuan hukum,” pungkasnya.

(Agus)

Bawaslu Ciamis Temukan Banyak Data Keanggotaan Parpol Tak Valid, Ini Respons KPU

0
eterangan Foto: Ketua KPU, Oong Ramdani bersama Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Data dan Informasi Bawaslu Kabupaten Ciamis, Samsul Maarif ketika memberikan keterangan kepada wartawan di Aula KPU Ciamis, Selasa (23/12/2025).
eterangan Foto: Ketua KPU, Oong Ramdani bersama Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Data dan Informasi Bawaslu Kabupaten Ciamis, Samsul Maarif ketika memberikan keterangan kepada wartawan di Aula KPU Ciamis, Selasa (23/12/2025).

CIAMIS,FOKUSJabar.co.id: Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Ciamis menegaskan ketertiban administrasi partai politik merupakan kunci penting dalam mewujudkan penyelenggaraan pemilu yang berkualitas dan berintegritas.

Penegasan tersebut disampaikan saat kegiatan sosialisasi dan koordinasi pemutakhiran data partai politik berkelanjutan Semester II Tahun 2025 yang digelar di Aula KPU Ciamis, Selasa (23/12/2025). Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan 18 partai politik peserta Pemilu 2024.

Baca Juga: 32 Tahun Mengabdi, Any dan Ribuan Honorer Ciamis Akhirnya Mendapat Kepastian

Ketua KPU Kabupaten Ciamis, Oong Ramdani, menyatakan pemutakhiran data secara berkelanjutan tidak boleh dipandang sebagai formalitas belaka. Menurutnya, proses ini menjadi indikator awal kesiapan partai politik menghadapi tahapan pemilu.

“Pemutakhiran data ini adalah alarm kesiapan partai. Ada empat aspek utama yang perlu segera mendapat penataan serius, yaitu kepengurusan, keterwakilan perempuan minimal 30 persen, keanggotaan, serta keberadaan sekretariat partai,” jelas Oong.

Ia mengungkapkan, dari seluruh partai politik yang diundang, baru Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang telah menyatakan siap mengunggah data ke Sistem Informasi Partai Politik (SIPOL). Sementara partai lainnya masih mengalami kendala, mulai dari akses hingga menunggu instruksi dari struktur pusat.

“Kami memahami bahwa tidak semua kewenangan berada di tingkat kabupaten. Namun pembenahan data harus mulai dari sekarang agar tidak menjadi persoalan saat tahapan pemilu resmi berjalan,” ujarnya.

Oong juga menyoroti masih adanya partai yang belum memiliki kejelasan alamat sekretariat. Kondisi tersebut kerap menyulitkan tim verifikasi ketika melakukan pengecekan lapangan.

“Jika administrasi tertata dengan rapi, proses verifikasi akan jauh lebih mudah dan tidak merugikan partai itu sendiri,” tegasnya.

Data Anggota yang Tidak Memenuhi Syarat

Sementara itu, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Data dan Informasi Bawaslu Kabupaten Ciamis, Samsul Maarif, menuturkan bahwa pihaknya telah memperoleh akses viewer SIPOL untuk memastikan proses pemutakhiran berjalan sesuai ketentuan. Ia menekankan pengawasan berjalan secara dekat, terutama terkait keanggotaan dan keberadaan sekretariat.

“Masih banyak data keanggotaan yang tidak memenuhi syarat, seperti anggota yang sudah meninggal atau berstatus ASN tetapi tetap tercatat,” ungkap Samsul.

Menurutnya, sistem pemutakhiran berkelanjutan memberi kesempatan lebih luas bagi partai politik untuk membenahi administrasi tanpa tekanan tenggat waktu seperti pada pemilu sebelumnya.

“Kami berharap, dengan sistem ini, partai lebih tertib, lebih siap, dan tidak lagi terburu-buru mendekati batas waktu,” ujarnya.

Hingga Semester II Tahun 2025, Bawaslu mencatat belum ada partai yang tervalidasi sepenuhnya. Permasalahan terkait perubahan kepengurusan dan kejelasan sekretariat masih menjadi hambatan utama.

“Evaluasi akhir kemungkinan baru terlihat di akhir Desember. Ini menjadi catatan penting bagi seluruh partai politik,” pungkas Samsul.

(Nank Irawan)

Ketum GP Ansor Minta Banser Tetap Solid dan Disiplin

0
Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP), H. Addin Jauharudin, Minta Banser Tetap Solid dan Disiplin.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor, H. Addin Jauharudin, Minta Banser Tetap Solid dan Disiplin.

CIREBON,FOKUSJabar.id: Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan (GP) Ansor, Addin Jauharudin meminta seluruh kader Barisan Ansor Serbaguna (Banser) tetap solid, rapi, dan disiplin.

Pesan itu disampaikan saat apel kebangsaan di Kompleks Makam Sunan Gunung Jati, Cirebon. Selasa (23/12/2025).

“Tidak boleh ada satu pun kader Banser keluar dari barisan perjuangan GP Ansor,” tegas Addin.

BACA JUGA: 

Pesan Tegas Kapolri Listyo Sigit Prabowo di Apel 10.000 Banser: NKRI Tak Boleh Kalah oleh Radikalisme

Menurutnya, soliditas dan disiplin menjadi kekuatan utama Banser sebagai pasukan pengabdian bagi bangsa dan negara.

Ia juga mengingatkan perjuangan Banser hari ini merupakan kelanjutan dari pengorbanan para pendahulu, termasuk Presiden ke4 RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan almarhum Riyanto, kader Banser yang gugur saat menyelamatkan jemaat gereja pada peristiwa bom Natal 2000 di Mojokerto.

“Pengorbanan itu bukan untuk diratapi, tapi menjadi amanah perjuangan. Selama Indonesia berdiri, tugas Banser adalah menjaga keamanan, ketertiban, dan kebinekaan,” ujar Addin.

Addin menyebut Banser memiliki berbagai satuan khusus, mulai dari kebencanaan, lalu lintas, pemadam kebakaran, kesehatan, hingga maritim.

“Saat ini, sebanyak 1.000 personel Banser Tanggap Bencana (Bagana) dikerahkan membantu penanganan bencana di sejumlah wilayah Sumatera,” kata Addin.

Menghadapi cuaca ekstrem, Addin meminta seluruh jajaran Bagana di semua tingkatan tetap siaga.

Ia juga menegaskan Banser dan Ansor memiliki peran mendukung program pemerintah, termasuk penguatan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, serta pengawalan kebijakan nasional.

BACA JUGA: 32 Tahun Mengabdi, Any dan Ribuan Honorer Ciamis Akhirnya Mendapat Kepastian

“Ke depan, selain menjaga keamanan dan ketertiban, Banser dan Ansor juga memiliki tugas strategis lain, yakni menggerakkan anak muda, mendukung pertumbuhan ekonomi, ikut menciptakan lapangan kerja, serta mengawal dan menyukseskan program-program pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto,” ujarnya.

“Ini adalah kebutuhan kita bersama. Program negara harus kita turunkan sampai ke bawah dan kita kawal bersama,” sambung Addin.

(F Kamil)

32 Tahun Mengabdi, Any dan Ribuan Honorer Ciamis Akhirnya Mendapat Kepastian

0
Keterangan Foto: Any Randiany
Keterangan Foto: Any Randiany

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Momen haru menyelimuti Stadion Galuh Ciamis, Selasa (23/12/2025). Sebanyak 3.554 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu menerima SK secara langsung dari Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya.


Bagi ribuan honorer yang selama puluhan tahun bekerja tanpa kepastian, penyerahan SK ini bukan sekadar agenda administratif, melainkan bentuk pengakuan negara atas pengabdian panjang mereka.

Baca Juga: 18 Orang Tidak Lolos PPPK Paruh Waktu, Begini Kata BKPSDM Kabupaten Ciamis

Langkah ini menjadi penegasan komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ciamis untuk menghadirkan keadilan bagi tenaga honorer. Penyerahan SK yang dilakukan secara tatap muka dan serentak disebut sebagai simbol penghormatan atas jasa mereka dalam membangun pelayanan publik di Tatar Galuh.

Di tengah ribuan wajah yang berseri, Any Randiany, salah satu penerima SK, tidak mampu menyembunyikan rasa syukur. Setelah 32 tahun mengabdi di Kelurahan Ciamis, ia akhirnya merasakan kehadiran negara melalui kepastian status kerja.

“Alhamdulillah. Ini bukan soal paruh waktu atau penuh waktu, ini tentang pengakuan. Negara akhirnya hadir untuk kami,” ucapnya penuh haru.

Any menilai keputusan Pemkab Ciamis untuk menyerahkan SK secara langsung merupakan bentuk penghormatan yang selama ini mereka rindukan. Ia menyebut, momen sakral ini tidak akan terasa sama jika hanya diumumkan secara daring.

“Kami ingin merasakan momen ini sepenuhnya. Alhamdulillah pemerintah daerah cepat tanggap dan memahami perasaan kami,” tambahnya.

Peran Pemerintah dan DPRD Ciamis

Ia juga mengapresiasi peran pemerintah daerah dan DPRD Ciamis yang terus mengawal aspirasi honorer hingga ke tingkat pusat, termasuk melakukan advokasi kebijakan dan membuka ruang komunikasi dengan kementerian terkait.

“Perjuangan ini tidak mungkin berhasil tanpa dukungan penuh pemerintah daerah. Kami benar-benar dikawal,” katanya.

Meski saat ini berstatus PPPK Paruh Waktu, Any melihat pengangkatan ini sebagai langkah awal menuju penataan kepegawaian yang lebih adil, terlebih dengan banyaknya ASN yang akan pensiun mencapai hampir 400 orang.

“Kekosongan formasi ini seharusnya menjadi peluang bagi PPPK Paruh Waktu untuk diangkat penuh waktu ke depan,” ujarnya.

Any menegaskan, ia bersama rekan-rekannya siap terus berkolaborasi dengan Pemkab Ciamis agar persoalan honorer terselesaikan secara menyeluruh.

“Kami percaya pada komitmen Pak Bupati. Perjuangan belum selesai, tapi hari ini adalah tonggak penting. Terima kasih untuk semua pihak yang telah berjuang,” pungkasnya.

(Nank Irawan)

KSB Jaringao Garut Gelar Mitigasi Longsor Skala Besar

0
jaringao garut fokusjabar.id
Kegiatan Aksi Mitigasi Bencana di Kampung Jaringao, Desa Sukajaya, Kecamatan Sukaresmi,

GARUT, FOKUSJabar.id: Kondisi geografis Kampung Jaringao Desa Sukajaya Kecamatan Sukaresmi Kabupaten Garut Jawa Barat (Jabar), kini tengah dalam pengawasan ketat setelah munculnya titik longsor yang sangat mengkhawatirkan.

Longsor dengan ketinggian sekitar 60 meter dan lebar melebihi 110 meter ini dilaporkan terus bergerak dengan kemiringan vertikal yang mengancam rumah penduduk, bangunan madrasah serta akses jalan desa.

BACA JUGA:

Strategi BKD Garut Jamin Profesionalisme ASN Pascapilkada

Menyikapi hal tersebut, Kampung Siaga Bencana (KSB) Jaringao menyelenggarakan aksi mitigasi untuk meminimalisir risiko jatuhnya korban jiwa dan kerugian ekonomi, Selasa (23/12/2025).

Camat Sukaresmi, Iis Rahmawati mendukungan penuh terhadap langkah proaktif yang diambil oleh relawan KSB dan warga Desa Sukajaya.

jaringao garut fokusjabar.id
Lokasi longsor

Dia menekankan pentingnya sinergi antara masyarakat dan pemerintah dalam penanganan bencana. Terutama di wilayah dengan kerawanan tinggi seperti Kecamatan Sukaresmi.

“Kami apresiasi inisiatif KSB Jaringao dalam melakukan mitigasi mandiri. Pemerintah kecamatan akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait. Termasuk BPBD Kabupaten Garut untuk memastikan langkah-langkah teknis lebih lanjut dan memantau perkembangan di lapangan guna menjamin keselamatan warga,” kata Iis Rahmawati.

Direktur Sekolah Sungai Cimanuk (SSC) Garut, Mulyono Khaddafi turut memberikan perhatian khusus terhadap bencana tersebut.

Dia menekankan bahwa fenomena longsor di wilayah Sukajaya merupakan peringatan serius terkait tata kelola lingkungan dan kesiapan menghadapi bencana di daerah aliran sungai.

Pihaknya sangat mengapresiasi langkah cepat KSB Jaringao. Namun, mitigasi ini tidak boleh berhenti pada penanganan fisik saja.

jaringao garut fokusjabar.id
Direktur SSC, Mulyono Khaddafi

“Diperlukan edukasi berkelanjutan mengenai pentingnya menjaga vegetasi di area perbukitan dan pemantauan debit air serta pergerakan tanah secara berkala agar masyarakat memiliki waktu yang cukup untuk melakukan evakuasi mandiri,” tegas Mulyono.

BACA JUGA:

Pemkab Garut Percepat Pembangunan Jembatan Cibera di Cigaronggong

Ketua RT03/RW03 Kampung Jaringao, Sueb Rizal mengungkapkan, situasi di lapangan sangat mencemaskan bagi warga yang tinggal tepat di bawah tebing longsoran.

Dia menegaskan, mitigasi fisik sangat mendesak. Namun solusi jangka panjang tetap diperlukan.

BACA JUGA:

Sekjen GAS Beri Ungkapan Berkelas Soal Pengelolaan Teras Cimanuk

“Harapannya, warga yang berada di bawah lokasi longsor ini segera direlokasi ke tempat yang lebih aman karena kondisinya sudah sangat membahayakan. Kami minta Pemda segera meninjau lokasi agar ada penanganan yang lebih cepat,” ujar Sueb Rizal.

Upaya Penanganan Terpadu

Ketua KSB Jaringao, Khoer Kurniawan menjelaskan, pihaknya telah merancang langkah pencegahan melalui kegiatan fisik dan non-fisik.

Berikut langkah-langkah strategis yang dilakukan:

  1. Pembangunan Fisik

Pemasangan boronjong untuk menahan laju pergerakan tanah.

2. Mitigasi Alami

Penanaman pohon bambu guna memperkuat struktur tanah secara vegetatif.

3. Kesiapsiagaan Non-fisik

Edukasi masyarakat, perencanaan tanggap darurat serta penguatan sistem peringatan dini melalui deteksi dini yang matang.

4. Ketahanan Pangan

Menyiapkan Mitigasi Risiko Pangan (MRP) untuk membantu masyarakat yang rentan terhadap ketidakstabilan pasokan pangan saat bencana terjadi.

BACA JUGA:

Meriah! Turnamen FKKS SMA Cup 2025 Libatkan 28 Sekolah Swasta di Garut

Khoer mengungkapkan, aksi mitigasi ini dilakukan atas dasar kepedulian masyarakat dan merujuk pada Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.

Warga berharap, sinergi antara swadaya masyarakat, SSG dan instansi pemerintah dapat segera membuahkan solusi permanen sebelum puncak musim hujan tiba.

(Y.A. Supianto)

Pesan Tegas Kapolri Listyo Sigit Prabowo di Apel 10.000 Banser: NKRI Tak Boleh Kalah oleh Radikalisme

0
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menghadiri Apel Kebangsaan 10.000 Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dan Anugerah Kemanusiaan Riyanto (Riyanto Awards) 2025.
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menghadiri Apel Kebangsaan 10.000 Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dan Anugerah Kemanusiaan Riyanto (Riyanto Awards) 2025.

CIREBON,FOKUSJabar.id: Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, menghadiri Apel Kebangsaan 10.000 Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dan Anugerah Kemanusiaan Riyanto (Riyanto Awards), yang digelar di Kompleks Makam Sunan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon, Selasa (23/12/2025).

Kapolri menegaskan, apel kebangsaan itu bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan wujud nyata komitmen Banser dalam menjaga persatuan, keutuhan bangsa, serta memperkokoh peran strategisnya di berbagai sektor penting, khususnya dalam pelayanan kemanusiaan menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).

“Apel ini menunjukkan komitmen kuat Banser untuk terus menjaga persatuan, menjaga keamanan, dan memperkokoh keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Terlebih saat ini Banser hadir dalam operasi kemanusiaan pengamanan Natal dan Tahun Baru,” ujar Kapolri.

BACA JUGA: Sekolah Libur, Program MBG Jalan Terus dengan 2 Cara Distribusi

Jenderal Listyo Sigit juga menyoroti dinamika global yang semakin kompleks, baik di tingkat nasional, regional, maupun internasional.

Menurutnya, perkembangan teknologi informasi dan digitalisasi yang pesat, turut memunculkan ancaman disinformasi dan misinformasi yang berpotensi mengganggu stabilitas sosial dan keamanan dalam negeri.

Kapolri juga mengingatkan adanya tantangan krisis global yang berdampak pada sektor pangan dan energi, yang berimplikasi langsung terhadap stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Karena itu, ucap Listyo Sigit, seluruh elemen bangsa diminta meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat sinergi.

BACA JUGA:

Sekjen GAS Beri Ungkapan Berkelas Soal Pengelolaan Teras Cimanuk

“Yang harus kita antisipasi bersama adalah jangan sampai paham ekstremisme, radikalisme, intoleransi, dan upaya provokasi yang menggunakan isu agama berkembang dan memecah belah persatuan bangsa. Di sinilah peran strategis Banser sangat dibutuhkan,” tegasnya.

Kapolri menilai Banser memiliki peran penting tidak hanya dalam menjaga stabilitas keamanan dan persatuan nasional, tetapi juga berkontribusi aktif dalam mendukung program-program Asta Cita Presiden RI, mulai dari penguatan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, pendidikan, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Banser adalah simbol nyata Islam moderat yang inklusif dan rahmatan lil alamin. Sejarah mencatat peran Banser dalam memperjuangkan kemerdekaan, menjaga UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan hingga kini tetap berada di garda terdepan menjaga NKRI,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolri menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Banser yang menurunkan 10.000 kader terbaiknya untuk terlibat langsung dalam pelayanan masyarakat selama momentum Nataru.

BACA JUGA:

Polres Pangandaran Sterilisasi Gereja, Ada Apa?

Ia juga mengingatkan tantangan pengamanan akhir tahun yang dihadapkan pada potensi bencana alam, termasuk ancaman badai siklon yang diperkirakan berdampak di sejumlah wilayah Indonesia.

“Saya memahami dan mendengar Banser memiliki kemampuan dalam penanggulangan bencana, mulai dari evakuasi hingga penanganan darurat. Sinergi ini sangat dibutuhkan agar kita bisa menghadapi berbagai kemungkinan dengan baik,” ujarnya.

Pada momen Anugerah Kemanusiaan Riyanto, Kapolri memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada almarhum Riyanto, kader Banser yang gugur saat berupaya menyelamatkan umat Nasrani dalam peristiwa bom Natal 2000 di Mojokerto.

“Keberanian dan pengorbanan almarhum Riyanto adalah teladan nyata pengabdian tanpa pamrih. Beliau mengorbankan jiwa raganya demi kemanusiaan dan persatuan. Semangat ini harus terus kita kobarkan di dalam dada seluruh kader Banser,” kata Listyo Sigit.

Ia juga mengucapkan selamat kepada para kader Banser penerima Anugerah Kemanusiaan Riyanto 2025.

Penghargaan tersebut, ujar Listyo Sigit, diharapkan menjadi pengingat dan motivasi untuk terus menghidupkan semangat pengabdian, keberanian, dan loyalitas dalam menjaga NKRI dari masa ke masa.

BACA JUGA:

Angkot Libur 2 Hari, Pemkot Bandung Pusing untuk Kompensasi

Kapolri Listyo Sigit Prabowo juga menegaskan komitmen Polri untuk terus bersinergi dengan Banser di seluruh Indonesia. Ia menyebut Banser sebagai sahabat strategis Polri dalam menjaga stabilitas nasional.

“Polri sangat senang dapat terus bersinergi dengan Banser. Di mana pun Banser berada, mereka adalah sahabat Polri. Mari kita bergandengan tangan, bergotong royong, menjaga persatuan, dan bersama-sama menyongsong visi Indonesia Maju menuju Indonesia Emas,” ujarnya.

(F Kamil)