spot_imgspot_img
Senin 4 Mei 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Penderita Penyakit Konplikasi Warga Sukajadi Tasikmalaya, Tak Terdaftar PKH

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Penderita penyakit konplikasi Ai Dede Rohayati (39) warga kampung Sukamahi, RT001/002 Desa Sukajadi Kecamatan Cisayong Kabupaten Tasikmalaya. Ternyata tidak terdaftar dalam Program Keluarga Harapan (PKH) Kementerian Sosial.

“Selama bertahun-tahun, kami belum pernah mendapat Bansos PKH, hanya baru sekali dapat BLT Kesra,” ungkap Kusnadi (47) suami Ai Dede Rohayati, Senin (4/5/2026).

Terkait keluarga Ai Dede Rohayati tidak terdaftar dalam PKH, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Nanang Romli akan mendorong dan melakukan komunikasi.

“Iya, nanti akan komunikasi,” kata Nanang Romli yang juga merupakan anggota DPRD yang berangkat dari Daerah Pemilihan (Dapil) 2 yang meliputi, Kecamatan Cisayong, Sukahening, Rajapolah, Sukaratu, Leuwisari dan Padakembang.

Sebelumnya, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Nanang Romli. Turun langsung menjenguk Ai Dede Rohayati yang menderita konplikasi penyakit di kediamannya.

“Saya atas nama Fraksi PDI Perjuangan mengucapkan terimaksih dengan pemberitaanya. Untuk menjenguk saya harus menelusuri pematang sawah untuk sampai ke rumah Ibu ai Dede Rohayati,” jelasnya.

Kategori di Bawah Garis Kemiskinan

Pada kesempatan tersebut Nanang Romli di dampingi Ketua RW 002 Desa Sukajadi. Dan faktanya, lanjut Ia, memang keluarga Ai Dede Rohayati masuk kategori berada di bawah garis kemiskinan.

Tasikmalaya@fokusjabar.id
Penderita penyakit konplikasi, Ai Dede Rohayati.(Nanang Yudi/fokusjabar.id)

“Dengan demikian, semoga ada perhatian penuh dari pemerintah. Kami hadir langsung ke lokasi merupakan bentuk tanggung jawab ke masyarakat di dapil,” tuturnya.

Ai Dede Rohayati, lanjutnya, memang sudah di tangani oleh pihak rumah sakit Hermina. Tetapi harus terus kontrol terkait penyakit yang sedang di deritanya. Dan juga BPJS Kesehatannya pun aktif.

“Alhamdulilah, dari Puskesmas Cisayong sudah ada turun. Dan Insyaallah kami bertanggungjawab tentang pelayanan untuk masyarakat sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.

Tidak hanya itu, Nanang Romli juga mendoakan Ai Dede Rohayati segera sembuh dari penyakit yang di deritanya. Sehingga bisa beraktivitas kembali sebagaimana mestinya.

“Kami yakin setiap penyakit pasti ada obatnya, tetap semangat Ibu Ai Dede Rohayati. Kita doakan cepat sembuh dan semoga kita semua selalu dalam perlindungan Allah SWT, amin ya robal alamin,”

Begini Kata Wabup Tasikmalaya

Sebelumnya juga, Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al Ayubi menyampaikan bahwa akan mengutus tim untuk kroscek terkait warga yang menderita penyakit konpilkasi Ai Dede Rohayati.

“Akan di cek dulu sama tim,” ungkap Asep Sopari Al Ayubi singkat melalui sambungan WhatsAap.

Sementara, aktivis Eksponen 96, Dadi Abidarda menilai semestinya Wakil Bupati Tasikmalaya (Asep Sopari Al Ayubi-red). Tidak harus protokoler kalau memang ada perhatian terhadap warga yang menderita konplikasi penyakit.

“Kesannya Pak Wakil Bupati Tasikmalaya (Asep Sopari Al Ayubi-red) tidak percaya terhadap informasi yang muncul di media. Apalagi dengan mengutus timnya ke lapangan,” jelas Dadi Abidarda, Sabtu (2/5/2026).

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, lanjut Dadi, seharusnya menjadi contoh bagi para Bupati dan Wabup Tasikmalaya, yaitu tidak selalu protokoler. Apalagi ini jelas permasalahan warga yang menderita konplikasi penyakit sudah muncul dalam pemberitaan.

“Padahal tinggal turun saja langsung, tidak harus protokoler. Ngutus tim dan lain sebagainya terlalu muter kalau menurut saya. Alamatnya sudah jelas ada dalam pemberitaan,” ucapnya.

(Nanang Yudi)

spot_img

Berita Terbaru