spot_imgspot_img
Senin 4 Mei 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 446

Prestasi Gemilang, Jamkrida Jabar Sukses Gandakan Target Laba

0
Direktur Utama PT Jamkrida Jabar (Perseroda), Bobby Cahyadi
Direktur Utama PT Jamkrida Jabar (Perseroda), Bobby Cahyadi

BANDUNG,FOKUSJabar.id: PT Jamkrida Jabar (Perseroda) kembali menegaskan posisinya sebagai penggerak ekonomi Jawa Barat. Hingga November 2025, perusahaan penjaminan kredit milik Pemprov Jabar ini berhasil mencatatkan laba bersih Rp25,87 miliar, sebuah capaian yang melesat hingga 250 persen dari target tahunannya.

Lonjakan kinerja tersebut menjadi bukti bahwa Jamkrida Jabar mampu bertahan dan tumbuh di tengah kondisi ekonomi nasional yang fluktuatif. Pencapaian ini merupakan hasil dari kombinasi strategi perusahaan yang semakin matang, mulai dari efisiensi operasional hingga manajemen risiko yang menguat.

Baca Juga: Pemkot Bandung Ajukan Kenaikan UMK 2026 ke Gubernur Jabar

Direktur Utama PT Jamkrida Jabar (Perseroda), Bobby Cahyadi, menyebutkan bahwa peningkatan laba tidak terjadi secara kebetulan. Ekspansi penjaminan pada sektor produktif, khususnya UMKM, menjadi penopang utama pertumbuhan.

“Peningkatan laba ini ditopang oleh ekspansi penjaminan pada sektor produktif, khususnya UMKM di Jawa Barat, dengan tingkat klaim yang tetap terkendali,” ujar Bobby.

Menurutnya, strategi pertumbuhan perusahaan tidak lepas dari prinsip kehati-hatian.

“Kami tidak hanya mengejar angka. Penerapan prinsip kehati-hatian dalam underwriting menjaga portofolio perusahaan tetap sehat,” tegasnya.

Dari sisi fundamental, Jamkrida Jabar berada pada kondisi yang sangat kuat. Sesuai standar Otoritas Jasa Keuangan (OJK), perusahaan kembali meraih predikat “Sangat Sehat”, dengan dukungan dari rasio keuangan yang solid, cadangan teknis yang memadai, serta struktur keuangan berkelanjutan.

Menjelang penutupan tahun, Jamkrida Jabar menegaskan komitmennya untuk terus hadir sebagai jembatan akses pembiayaan bagi para pelaku UMKM, sejalan dengan agenda pembangunan ekonomi Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Dengan waktu tersisa satu bulan menuju akhir tahun, manajemen optimistis dapat menutup Tahun Buku 2025 dengan hasil lebih gemilang.

“Prestasi ini saya harap menjadi fondasi kokoh bagi pertumbuhan perusahaan yang lebih progresif ke depannya,” ujar Bobby.

Siswi SMAN 8 Garut Panggil Petugas Damkar ke Sekolah, Ada Apa?

0
petugas damkar garut@fokusjabar.id
Kepala Dinas Damkar Garut, Usep Basuki ngambil raport Citra.

GARUT, FOKUSJabar.id: Citra Zakiatul Fitriah, siswi kelas XI SMAN 8 Garut panggil petugas pemadam kebakaran (Damkar) untuk datang ke sekolahnya.

Bukan karena ada kebakaran, melainkan kedatangan petugas Damkar tersebut di minta Citra Zakiatul Fitriah untuk mengambil raport miliknya.

Padahal petugas Damkar Kabupaten Garut tersebut bukan orangtua atau wali murid dari Citra Zakiatul Fitriah.

Baca Juga: Gasspoll! Kabupaten Garut Bangun 42 Gerai Koperasi Merah Putih

Kenapa hal itu terjadi, karena Citra Zakiatul Fitriah mengaku bingung karena ayahnya yang bekerja di luar kota, sementara ibunya sedang mengambil raport adik-adiknya.

Awalnya Citra Zakiatul Fitriah mengirim pesan melalui medsos kepada pihak Damkar untuk membantu dirinya mengambil raport di sekolah.

Dan gayung pun bersambut, permintaan Citra Zakiatul Fitriah langsung dapat respon dari Kepala Dinas Damkar Kabupaten Garut, Usep Basuki Eko yang langsung datang ke SMAN 8 untuk ngambil raport.

Berdasarkan dialog antara Usep Basuki Eko dengan wali kelasnya, Citra ternyata bukan sekadar siswi biasa. Ia di kenal sebagai anak yang pandai dan aktif. Prestasinya pun terus menanjak, dari peringkat 8 kini berhasil menembus peringkat 6 besar.

“Anaknya aktif, tidak pernah bolos, pergaulannya baik, dan tidak pernah ada persoalan. Sikap dan perilakunya juga sangat membanggakan,” ujar Usep Basuki Eko, Rabu (24/12/2025).

Bentuk Penghargaan untuk Dunia Pendidikan

Selain itu, Usep Basuki Eko, menjelaskan bahwa pihaknya memiliki kebijakan khusus terkait permintaan bantuan pengambilan raport.

Ia langsung menginstruksikan agar tugas tersebut di tangani unsur pimpinan atau Komandan Regu (Danru), bukan oleh anggota biasa.

“Hal ini sebagai bentuk penghargaan kami kepada institusi sekolah dan guru, juga bentuk kebanggaan bagi siswa. Kami juga perlu berdialog dengan guru agar tahu perkembangan siswa tersebut,” jelasnya.

Baca Juga: Darurat Longsor, Sekolah Sungai Cimanuk Gencar Sosialisasi Mitigasi Bencana

Barangkali, lanjut dia, membutuhkan bantuan penanganan dari instansi lain, seperti terkait kasus perundungan dan yang lainnya.

“Dan kasus perudungan itu pernah kami tangani sebelumnya,” ucapnya. 

Dalam kesempatan tersebut, Citra sendiri mengaku sangat terharu dan berterima kasih atas bantuan tersebut. Meski awalnya sempat merasa sungkan di khawatirkan merepotkan.

“Saya katakan, ini suatu kehormatan dan bentuk kepercayaan. Saya bangga bisa membantu harapan bangsa di masa depan. Citra bercita-cita menjadi pengacara, mari kita doakan semoga tercapai,” pungkas Eko. 

(Y.A. Supianto) 

Pemkot Bandung Ajukan Kenaikan UMK 2026 ke Gubernur Jabar

0
pemkot bandung UMK Gubernur jabar fokusjabar.id
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan.

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengusulkan kenaikan Upah Minimum Kota (UMK) Tahun 2026. Sebesar 5,68 persen setelah Dewan Pengupahan Kota menyepakati besaran tersebut bersama unsur pengusaha, pemerintah hingga serikat pekerja. 

Usulan tersebut kini telah di serahkan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk di tetapkan oleh Gubernur.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyampaikan, kenaikan UMK telah melalui proses pembahasan mendalam. Dan di sepakati berada di kisaran lima persen lebih.

“Sudah di bahas, UMK akan naik sekitar lima koma sekian persen,” kata Farhan di Balai Kota Bandung,” Rabu, (24/12/2025).

Baca Juga: Ratusan Ton Sampah di Kota Bandung Masih Menumpuk

Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung Andri Darusman, menyatakan. Bahwa rapat Dewan Pengupahan Kota di lakukan secara pleno dengan melibatkan seluruh unsur. Di antaranya APINDO, Kadin, serikat pekerja, pemerintah daerah, Badan Pusat Statistik (BPS), serta akademisi.

Dari hasil rapat tersebut, seluruh pihak sepakat mengusulkan kenaikan UMK Kota Bandung Tahun 2026 sebesar 5,68 persen.

Dengan persentase tersebut, UMK Kota Bandung di proyeksikan meningkat dari kisaran. Rp4,48 juta menjadi sekitar Rp4,73 juta, atau bertambah kurang lebih Rp250 ribu.

Meski begitu, pihaknya menegaskan bahwa besaran final UMK masih menunggu keputusan Gubernur Jawa Barat.

“Untuk Kota Bandung, rapat pleno sudah di lakukan dan semua unsur sepakat. Usulan kenaikan UMK sebesar 5,68 persen sudah kami sampaikan ke provinsi,” kata Andri.

Andri menjelaskan, bahwa formulasi penetapan UMK 2026 pada prinsipnya masih mengacu pada mekanisme sebelumnya. Dengan memperhitungkan laju pertumbuhan ekonomi dan inflasi, serta faktor pengali yang di sebut alfa.

Perbedaannya, nilai alfa tahun ini memiliki rentang lebih besar di bandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Kalau sebelumnya alfa berada di kisaran 0,1 sampai 0,3, sekarang rangenya naik menjadi 0,5 hingga 0,9. Untuk Kota Bandung, Dewan Pengupahan menyepakati alfa di angka 0,7,” jelasnya.

Penentuan Nilai Alfa

Lebih lanjut Andri mengatakan, penentuan nilai alfa tersebut mempertimbangkan sejumlah indikator, antara lain. Daya beli masyarakat, tingkat penyerapan tenaga kerja, serta tingkat pengangguran terbuka (TPT), yang seluruhnya bersumber dari data resmi BPS.

Baca Juga: Perayaan Natal 2025 di Kota Bandung, Momentum Toleransi dan Kebersamaan

Ia menegaskan penetapan UMK 2026 juga mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2025. Sebagai dasar hukum terbaru dalam penyesuaian upah minimum, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

Selain UMK, Andri menyebut upah minimum sektoral turut di usulkan mengalami kenaikan di atas UMK. Dengan tambahan sekitar 0,5 persen, menyesuaikan karakteristik masing-masing sektor usaha.

Usulan tersebut juga telah di sampaikan kepada Gubernur Jawa Barat sebagai satu paket rekomendasi.

“Usulan dari Pak Wali Kota sudah kami serahkan ke provinsi. Penetapan akhirnya akan di putuskan oleh Gubernur, apakah besaran kenaikannya sama dengan usulan atau ada penyesuaian,”ungkapnya.

(Yusuf Mugni)

Libur Sekolah, Inilah Imbauan Bagi Pelajar SMKN 1 Padaherang Pangandaran

0
SMKN 1 Padaherang Pangandaran@fokusjabar.id
Kepala SMK Negeri 1 Padaherang, Drs. Ngadino Riyadi. (dok)

PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Kepala SMK Negeri 1 Padaherang, Drs. Ngadino Riyadi, mengimbau kepada seluruh peserta didik. Agar memanfaatkan masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026 secara aman, damai dan positif.

Dalam arahannya, Ngadino Riyadi menekankan pentingnya peran orang tua dalam memastikan anak tetap berada dalam kondisi aman selama libur sekolah.

Dia juga meminta pihak orang tua dapat mengawasi aktivitas anak serta mengarahkan pada kegiatan yang bersifat edukatif dan membangun karakter.

Baca Juga: Cinyusu Kabuyutan Pantai Batu Karas Pangandaran, Tempat Mandi Aktris Ibu Kota

“Siswa di anjurkan mengisi waktu libur dengan kegiatan positif, seperti berkumpul bersama keluarga. Membaca buku, berolahraga, serta mengembangkan minat dan bakat yang di miliki,” ujar Ngadino Rabu, (24/12/2025).

Selain itu, pihak sekolah juga mengingatkan orang tua untuk memperhatikan keselamatan anak, baik saat bepergian maupun ketika menggunakan perangkat elektronik.

Menurutnya, pengawasan terhadap penggunaan handphone di nilai sangat penting guna mencegah paparan konten negatif dan risiko pergaulan yang tidak sehat.

Baca Juga: Wow! Sadati Home Stay Batu Karas Pangandaran Ownernya Asal Swedia

“Orang tua di harapkan dapat melindungi anak dari pergaulan berisiko, tindak kekerasan. Serta aktivitas lain yang dapat mengganggu hak belajar dan waktu istirahat peserta didik,” tambahnya.

Pengumuman ini juga memuat informasi lain yang berkaitan dengan Kompetensi Keahlian di SMK Negeri 1 Padaherang. Yang akan di sampaikan lebih lanjut oleh pihak sekolah sesuai dengan kebutuhan dan agenda pendidikan.

“Kami berharap kerja sama yang baik antara sekolah dan orang tua dalam mendukung. Pendidikan, pembentukan karakter, serta masa depan peserta didik,” pungkasnya.

(Sajidin)

Gasspoll! Kabupaten Garut Bangun 42 Gerai Koperasi Merah Putih

0
koperasi merah putih@fokusjabar.id
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Garut, Hendra S.kecamatan, sata berkunjung ke Kemenkop UKM di Jakarta. (dok)

GARUT, FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten Garut melalui Satuan Tugas (Satgas) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih bekerja sama dengan Kodim 0611 Garut.

Terus mempercepat penyediaan lahan untuk operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Dan hingga saat ini, sebanyak 245 usulan lahan telah terdata melalui sistem digital SIMKOPDES.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Garut, Hendra S. Gumilang, menjelaskan bahwa jumlah usulan tersebut mencapai 55,43% dari total target.

Baca Juga: Darurat Longsor, Sekolah Sungai Cimanuk Gencar Sosialisasi Mitigasi Bencana

Hal itu mencakup 234 desa dan 11 kelurahan. Dari ratusan usulan tersebut, sebanyak 42 lokasi telah memasuki tahap pembangunan fisik gerai.

“Kami terus berupaya melakukan percepatan sesuai arahan pusat agar koperasi desa ini memiliki sarana fisik yang memadai untuk mendukung ketahanan pangan,” ujar Hendra kepada FOKUSJabar.id, Rabu (24/12/2025).

Meski progres pembangunan fisik mulai berjalan, Hendra mengakui masih terdapat 197 desa yang lahannya belum siap bangun. Sejumlah kendala teknis dan administratif menjadi faktor utama penghambat proses tersebut.

Antara lain, Ketidaksesuaian kriteria lahan dengan standar minimal, Proses perizinan dari pemilik lahan yang masih berjalan. dan kendala dalam legalitas lahan dan proses verifikasi pada sistem SIMKOPDES.

Ekonomi Desa Mulai Menggeliat

Di sisi lain, Hendra memberikan apresiasi kepada pihak-pihak yang proaktif dalam pendataan. Saat ini, tercatat 47 Koperasi Desa/Kelurahan sudah mulai beroperasi secara mandiri.

Baca Juga: KSB Jaringao Garut Gelar Mitigasi Longsor Skala Besar

“Beberapa sudah beroperasi menggunakan modal sendiri, memanfaatkan bangunan milik desa, bahkan ada yang sudah mampu menyewa bangunan secara mandiri,” tambahnya.

Antusiasme masyarakat terhadap program ini juga tergolong tinggi. Hendra mencatat terdapat satu koperasi yang anggotanya telah mencapai 1.000 orang.

Secara akumulatif, total anggota Koperasi Merah Putih di seluruh Kabupaten Garut kini mencapai 56.000 orang dan di prediksi akan terus bertambah.

Pemerintah Kabupaten Garut berkomitmen untuk terus mendampingi desa-desa yang masih terkendala. Langkah ini dilakukan guna memastikan target digitalisasi dan pembangunan gerai melalui SIMKOPDES dapat segera tuntas demi menggerakkan ekonomi kerakyatan di tingkat akar rumput.

(Y.A. Supianto) 

Ratusan Ton Sampah di Kota Bandung Masih Menumpuk

0
sampah kota bandung@fokusjabar.id
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan.(foto: Yusuf Mugni/fokusjabar.id)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Persoalan sampah masih menjadi tantangan besar bagi Pemerintah Kota Bandung. Dari total timbulan sampah harian yang mencapai sekitar 1.500 ton, kapasitas pengolahan yang ada saat ini baru mampu menangani sekitar 325 ton per hari atau setara 20 persen dari total sampah yang di hasilkan.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, dari 1.500 ton per hari, sebanyak 980 ton sampah telah di tangani melalui Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti, sementara sisanya masih membutuhkan solusi pengolahan yang berkelanjutan.

“Hari ini, per hari ini, kita sudah bisa mengolah 325 ton sampah per hari. Tapi 325 ton itu masih sedikit sekali, karena baru sekitar 20 persen dari total timbulan sampah baru,”kata Farhan Rabu (24/12/2025).

Baca Juga: Perayaan Natal 2025 di Kota Bandung, Momentum Toleransi dan Kebersamaan

Menurutnya, dari rata-rata timbulan sampah 1.500 ton per hari, masih terdapat sekitar 225 ton sampah yang belum tertangani secara optimal. Sampah tersebut berpotensi menimbulkan penumpukan apabila tidak segera di atasi dengan langkah konkret.

“Sehari-hari rata-rata 1.500 ton sampah. Dari jumlah itu, 980 ton sudah di olah di Sarimukti. Sisanya, sekitar 225 ton lagi, itulah yang sekarang sedang kita cari solusinya supaya tidak menjadi tempat penumpukan-penumpukan,”katanya.

Sebagai upaya jangka menengah dan panjang, Pemkot Bandung terus mendorong pengolahan sampah menjadi produk bernilai guna, seperti kompos dan medium tanam.

Pentingnya Edukasi

Namun demikian, Farhan menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat agar hasil pengolahan tersebut benar-benar di manfaatkan.

Baca Juga: Sampah jadi Sorotan, Pemkot Bandung Minta Tambahan Anggaran Rp96 M

“Salah satu solusinya adalah menjadikan sampah ini sebagai produk-produk yang berguna. Tapi kita juga harus memberikan edukasi kepada masyarakat tentang bagaimana caranya menggunakan medium tanam ini supaya benar-benar bermanfaat,”ucapnya.

Farhan menambahkan, penanganan sampah tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Partisipasi aktif masyarakat dalam memilah sampah dari sumber, mengurangi timbulan sampah, serta memanfaatkan hasil olahan menjadi kunci utama dalam mengurangi beban pengelolaan sampah di Kota Bandung.

“Dengan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan, persentase pengolahan sampah dapat terus di tingkatkan sehingga persoalan sampah di Kota Bandung dapat di tangani secara berkelanjutan,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Setelah Terima SK, PPPK Paruh Waktu Pangandaran Asyik Berjoget

0
PPPK paruh waktu pangandaran@fokusjabar.id
Tangkapan layar seorang PPPK paruh waktu berjoget riang usai terima SK.

PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Raut bahagia terpancar dari ribuan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu usai menerima Surat Keputusan (SK). Bahkan salah seorang dari mereka asyik berjoget terbawa suasana bahagia.

Pantauan FOKUSJabar.id, terlihat seorang pria PPPK paruh waktu berjoget sambil di iringi lagu yang bersumber dari sound sistem. Dia yang mengenakan peci berambut putih itu nampak luwes bergoyang mengikuti irama lagu.

Penampilannya sontak menyita perhatian masyarakat yang hadir, termasuk juga dari lensa kamera para awak media yang meliput di lokasi.

Baca Juga: 2.730 PPPK Paruh Waktu di Pangandaran Terima SK

Selain itu, kebahagiaan juga di rasakan Heryanto, yang menerima SK PPPK paruh waktu. Dia merupakan pelajar di salah satu SMP yang telah mengabdi selama puluhan tahun.

“Alhamdulillah, saya sudah 20 tahun mengabdi sebagai guru akhirnya bisa mendapat SK,” kata Heryanto kepada wartawan dengan nada riang Rabu, (24/12/2025).

Baca Juga: Wow! Sadati Home Stay Batu Karas Pangandaran Ownernya Asal Swedia

Heryanto mengaku, bahwa dirinya sudah mengikuti test PPPK selama empat kali. Dia bersyukur pada tahun 2025 bisa di angkat, meski statusnya PPPK paruh waktu.

“Harapan kami cuma satu, yaitu bisa di angkat menjadi PPPK penuh waktu, harapan kami itu saja. Karena kami ini sudah tua,” ucapnya.

(Sajidin)