spot_imgspot_img
Senin 4 Mei 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 444

Emil Salim Puji Kreativitas Perajin Kulit Garut

0
Emil Salim fokusjabar.id
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menerima Kunjungan Tokoh Nasional Indonesia Prof. Emil Salim

GARUT, FOKUSJabar.id: Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin menerima kunjungan kehormatan tokoh nasional, Emil Salim di Fiazza Firenze, Kecamatan Garut, Rabu (24/12/2025) kemarin.

Pertemuan tersebut menjadi momentum apresiasi terhadap potensi besar industri kreatif dan alam di wilayah Priangan. Khususnya Kabupaten Garut.

BACA JUGA:

BNNK Garut Fokus Rehabilitasi dan Perkuat Ketahanan Remaja

Emil Salim mengaku terkesan dengan kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) dan kreativitas masyarakat lokal.

Menurutnya, masyarakat Priangan memiliki kemampuan seni yang luar biasa dalam mengolah bahan kulit menjadi produk bernilai tinggi seperti pakaian dan tas.

“Saya melihat kekhasan di daerah Priangan ini yang tidak akan kita temukan secara masif di daerah luar Priangan,” tegas mantan Menteri Lingkungan Hidup.

Emil Salim secara khusus memberikan apresiasi kepada desainer senior Poppy Dharsono yang dinilai berhasil mengolaborasikan seni, kedaerahan dan keterampilan masyarakat lokal.

“Kenapa (kreativitas ini) tidak muncul di tempat lain? Karena dipertemukan oleh orang seperti Poppy Dharsono yang menangkap potensi tersebut dan menggabungkannya dengan kreativitas masyarakat di sini,” katanya.

Garut Menuju Ecotourism City

Pendiri Yayasan Poppy Dharsono sekaligus Ketua Koperasi Artisan Kulit Indonesia, Poppy Dharsono menjelaskan, membangun pusat fesyen kulit yang berkualitas bukanlah perkara mudah.

Dia menekankan pentingnya memberikan nilai tambah bagi pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM).

BACA JUGA:

Bupati Garut dan Wabup Pantau Kesiapan Gereja

“Proses yang saya lakukan adalah memastikan UKM menghasilkan produk yang memiliki nilai tambah. Kualitas kulit asli Garut sering kali mendapat apresiasi dari pengunjung. Termasuk istri para duta besar,” ujar Poppy.

Melihat tingginya minat pasar internasional dan keunggulan lokal, Poppy memiliki visi besar untuk membawa Garut ke level yang lebih tinggi.

Dia menargetkan transformasi daerah ini menjadi kota wisata berbasis lingkungan.

“Saya berpikir Garut harus bisa menjadi Ecotourism City. Kami berharap dalam dua tahun ke depan ada sesuatu yang besar yang bisa kami persembahkan untuk Kabupaten Garut,” katanya.

BACA JUGA:

Wabup Garut Ingatkan Risiko Hukum dalam Pengelolaan APBD

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin menyambut hangat kehadiran Emil Salim. Dia mengaku bangga atas perhatian tokoh nasional terhadap potensi lokal Garut.

Pemerintah Daerah berkomitmen untuk terus mendukung sinergi antara tokoh kreatif dan masyarakat guna meningkatkan perekonomian daerah melalui sektor kerajinan kulit dan pariwisata.

(Y.A. Supianto)

BNNK Garut Fokus Rehabilitasi dan Perkuat Ketahanan Remaja

0
BNNK Garut fokusjabar.id
Press Release BNNK Garut

GARUT, FOKUSJabar.id: Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Garut usai gelar press release capaian kinerja dan strategi kebijakan sepanjang tahun 2025.

Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor BNNK Garut, Jalan Patriot, Kecamatan Tarogong Kidul.

BACA JUGA:

Bupati Garut dan Wabup Pantau Kesiapan Gereja

Plt. Kepala BNNK Garut, Ai Suspiati menjelaskan, tahun 2025 pihaknya menitikberatkan pada fungsi pencegahan dan rehabilitasi.

Sesuai kebijakan pemerintah pusat terkait optimalisasi anggaran, BNNK Garut tidak melakukan fungsi penyidikan mandiri. Namun bersinergi dengan aparat penegak hukum lainnya.

“Untuk penangkapan dilaksanakan oleh Polres Garut. Hampir setiap hari ada penangkapan kasus narkotika di sana. Kami fokus pada langkah-langkah strategis lainnya guna memutus mata rantai peredaran,” kata Ai Suspiati.

Hasil Tes Urine dan Program Unggulan

Terkait pelaksanaan tes urine diberbagai instansi, BNNK Garut memastikan tidak ditemukan adanya penyalahgunaan. Meski sempat ditemukan indikasi positif, hal tersebut murni karena faktor medis.

“Hasil positif tersebut disebabkan penggunaan obat medis karena sakit atau tindakan seperti operasi gigi. Jadi bukan penyalahgunaan narkotika,” tegasnya.

BACA JUGA:

Wabup Garut Ingatkan Risiko Hukum dalam Pengelolaan APBD

BNNK Garut juga mencatat keberhasilan signifikan pada bidang demand reduction (menekan permintaan):

  • Indeks Ketahanan Diri Remaja (DEKTARI): Mencapai 58,90 (Melampaui target 55,72).
  • Indeks Kota Tanggap Ancaman Narkoba (IKOTAN): Mencapai 5,2 (Kategori Sangat Tanggap).
  • Rehabilitasi: Melayani 19 klien rawat jalan di Klinik Pratama dan 38 klien rehabilitasi sosial di Lapas Kelas IIA Garut.
  • Pemberdayaan: Membentuk 89 penggiat anti-narkoba dan melakukan sosialisasi kepada 6.912 orang.

Ancaman Proxy War dan Zona Merah

Kepala Bakesbangpol Kabupaten Garut, Nurrodhin mengingatkan, narkotika adalah instrumen proxy war untuk menghancurkan masa depan bangsa.

“Menghancurkan suatu bangsa tidak lagi harus dengan senjata. Namun dengan merusak generasinya melalui narkoba,” kata Nurrodhin.

Dia menambahkan, ke depan pihaknya mendorong penggunaan Dana Desa tahun 2026 untuk memperkuat program ‘Desa Bersinar’ (Bersih Narkoba).

Penyidik Ahli Muda BNNK Garut, Ipan Soeparsono mengungkapkan hasil pemetaan kerawanan wilayah. Menurutnya, wilayah perkotaan di Kabupaten Garut saat ini masuk dalam kategori Zona Merah.

BACA JUGA:

Jelang Nataru, Polairud Garut Perketat Pengamanan Pantai Selatan dengan Bendera Merah

“Daerah kota mendominasi penyalahgunaan karena persoalannya kompleks dan menjadi pasar yang diminati. Ini menjadi prioritas utama pengawasan kami,” kata Ipan.

BNNK Garut mengealkan sejumlah inovasi digital dan edukasi. Seperti Sieban, Khujumar hingga sistem integrasi SIIP untuk mempermudah akses layanan bagi masyarakat Garut.

(Y.A. Supianto)

Wabup Tasikmalaya: Jika Ingin Bekerja di Luar Negeri Harus Melalui Jalur Resmi

0
wabup tasikmalaya asep sopari al ayubi@fokusjabar.id
Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al Ayubi.(foto:Yud's/fokusjabar.id)

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al Ayubi selalu mengingatkan masyarakat. Bahwa jika ingin bekerja di luar negeri harus melalui jalur yang resmi.

“Dalam setiap kegiatan saya selalu berpesan itu, saat ini memang untuk bekerja di luar negeri sangat terbuka. Hanya saja harus melalui jalur dan agen yang legal atau resmi,” ungkap Asep Sopari Al Ayubi kepada FOKUSJabar.id, Kamis (25/12/2025).

Dan terkait ada warga Kabupaten Tasikmalaya yang di duga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Kamboja. Asep Sopari megatakan bahwa pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Republik Indonesia.

Baca Juga: Warga Tasikmalaya Diduga Korban TPPO Kamboja Minta Pemerintah Bergerak Cepat

“Kami sudah koordinasi dengan Kemenlu RI, BP2 MI dan Naker Jabar. Selama ini kami tidak bosan-bosannya menyampaikan kepada masyarakat untuk memakai jalur resmi,” ucapnya.

Karena memang, lanjut Asep, kesempatan untuk kerja di luar negeri begitu besar. Dan terkait infomasi yang resmi sebetulnya sangat terbuka juga aman.

“Dalam kegiatan saresehan ketenagakerjaan di Taman Pico beberapa waktu yang lalu. Kami selalu berpesan dan menyampaikan bagi siapa pun yang ingin bekerja di luar negeri harus pakai jalur resmi,” tuturnya.

Dan Pemerintah, Asep menegaskan, bahwa selalu berupaya menjadi jembatan. Bagi tenaga migran yang ahli dan terlatih untuk bekerja di luar negeri.

Baca Juga: Pengusaha Jadi Kunci Tekan Kemiskinan, Pemkab Tasikmalaya Gelar Entrepreneur Awards 2025

“Jadi pemerintah sangat terbuka dan pasti menjembatani bagi masyarakat yang ingin bekerja di luar negeri supaya ahli dan terlatih,” tegasnya.

Wabup Tasikmalaya ini juga menyampaikan bahwa ada tujuh orang warganya yang saat ini berada di Kamboja. Yang di duga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

“Empat orang asal Kecamatan Karangnunggal, dua dari Bojongasih dan satu warga Kecamatan Salawu. Kami Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya sekali lagi mengingatkan masyarakat supaya lebih hati-hati dan pakai jalur resmi,” pungkasnya.

(Yud’s)

Bupati Garut dan Wabup Pantau Kesiapan Gereja

0
Bupati Garut fokusjabar.id
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, bersama Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, melakukan peninjauan langsung (monitoring) ke sejumlah gereja di Kecamatan Garut

GARUT, FOKUSJabar.id: Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin bersama Wakil Bupati, Putri Karlina usai meninjau (monitoring) ke sejumlah gereja di Kecamatan Garut Kota, Rabu (24/12/2025).

Langkah tersebut diambil untuk memastikan rangkaian ibadah Natal 2025 berjalan aman, nyaman dan kondusif.

BACA JUGA:

Wabup Garut Ingatkan Risiko Hukum dalam Pengelolaan APBD

Dua titik utama yang dikunjungi Bupati dan Wakil Bupati Garut adalah Gereja Kristen Pasundan dan Gereja Santa Maria.

Dalam kunjungannya, Bupati dan Wakil Bupati mengecek kesiapan fasilitas serta koordinasi keamanan di lokasi.

Pesan Kedamaian dan Toleransi

Bupati Garut mengucapkan selamat Natal kepada seluruh umat Kristiani. Dia mendoakan agar momentum suci ini membawa berkah bagi keluarga dan masyarakat.

“Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa hadir untuk menyelamatkan keluarga kita semua,” kata Syakur.

Bupati menegaskan, Pemerintah Kabupaten Garut menaruh perhatian penuh terhadap jaminan keamanan selama prosesi ibadah berlangsung.

Menurutnya, kerukunan antarumat beragama adalah fondasi kekuatan bangsa.

BACA JUGA:

Jelang Nataru, Polairud Garut Perketat Pengamanan Pantai Selatan dengan Bendera Merah

“Bagi kami, umat yang saleh akan memberikan keamanan dan kenyamanan bagi bangsa Indonesia. Mengapa? Karena tidak ada satu agama pun yang mengajarkan hal-hal yang kurang baik,” tegasnya.

Harapan untuk Jemaat

Bupati berharap, umat Kristiani senantiasa teguh dalam menjalankan keyakinannya dan mengimplementasikan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Artinya, dengan melaksanakan semua ajaran Yesus Kristus, pasti akan mengarahkan kita semua kepada kebaikan,” pungkasnya.

Kegiatan monitoring ini diakhiri dengan koordinasi bersama aparat keamanan setempat untuk memastikan penjagaan tetap ketat namun humanis hingga seluruh rangkaian perayaan Natal selesai.

(Y.A. Supianto)

Bojan Hodak: Maung Bandung Berada Dalam Posisi yang Bagus

0
bojan hodak maung bandung@fokusjabar.id
Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak.(foto:Arif/fokusjabar.id)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Memasuki pekan ke-14 kompetisi Super League 2025/2026, tim Persib Bandung berada di peringkat dua klasemen sementara. Dengan mengumpulkan 31 poin dan terpaut tiga poin dari pemuncak klasemen Borneo FC.

Menurut pelatih Persib, Bojan Hodak, skuat Maung Bandung saat ini berada dalam posisi yang bagus. Karena sebelumnya poin timnya dengan Borneo FC terpaut cukup jauh.

“Bagus, masih ada Borneo (di atas) dan tiga pekan lalu. Kami terpaut sebelas angka dengan mereka, sekarang hanya tiga,” kata Bojan Hodak.

Baca Juga: Persib Bandung vs PSM Makassar, Federico Barba Bugar

Lebih lanjut Bojan Hodak menuturkan, Persib dalam waktu dekat akan melakoni pertandingan kandang kompetisi Super League 2025/2026 menghadapi PSM Makassar.

Pertandingan lanjutan kompetisi Super League 2025/2026 dijadwalkan. Akan berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Sabtu (27/12/2025) mendatang.

Sedangkan Borneo FC, pada pertandingan selanjutnya akan menghadapi Malut United. Laga tersebut menurut Bojan Hodak akan menjadi tantangan bagi Borneo FC.

Baca Juga: Tampil Apik, Bojan Hodak Puji Eliano Reijnders

“Sekarang mereka akan bertandang ke Malut yang mana itu pertandingan sulit,” ujarnya.

Meski demikian, pelatih berpaspor Kroasia ini memilih untuk fokus mempersiapkan timnya. Agar di laga sisa putaran pertama kompetisi Super League 2025/2026 bisa meraih hasil maksimal.

“Jadi kita akan lihat, kami akan fokus ke pertandingan tim kami sendiri,” tegas Bojan Hodak.

(Arif)

Warga Tasikmalaya Diduga Korban TPPO Kamboja Minta Pemerintah Bergerak Cepat

0
Tangkapan Layar Unggahan Video Viral Warga Tasikmalaya Diduga Menjadi Korban TPPO di Kamboja
Tangkapan Layar Unggahan Video Viral Warga Tasikmalaya Diduga Menjadi Korban TPPO di Kamboja

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Di balik gemerlapnya media sosial, sebuah video yang beredar, Rabu (24/12/2025) membuka kenyataan pahit yang dialami sekelompok pemuda asal Kabupaten dan Kota Tasikmalaya. Wajah-wajah lelah dan mata yang penuh ketakutan itu datang dari negeri jauh, Kamboja, tempat mereka diduga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Dalam video tersebut, seorang pemuda bernama Oki Warisman, yang diketahui warga Desa Cikupa, Kecamatan Karangnunggal, berdiri bersama beberapa rekannya. Tidak ada yang bisa mereka tunjukkan selain kegelisahan dan harapan yang hampir padam. Dengan suara bergetar, Oki memohon agar nasib mereka tidak diabaikan.

Baca Juga: Pengusaha Jadi Kunci Tekan Kemiskinan, Pemkab Tasikmalaya Gelar Entrepreneur Awards 2025

“Tolong saya Pak. Kami di sini sudah tidak punya bekal lagi. Kami hanya ingin pulang ke Indonesia,” ucapnya yang ia bisa kirimkan kepada Bupati dan Wali Kota Tasikmalaya.

Mereka bukan hanya meminta bantuan, tetapi menyampaikan jeritan hati. Dalam unggahan itu, mereka menandai para pemimpin negeri, Presiden Prabowo Subianto, Kapolri, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, hingga Bupati Tasikmalaya semua demi satu hal yakni harapan untuk pulang hidup-hidup ke tanah air.

Bekal yang semakin menipis membuat mereka hanya bisa bertahan dari hari ke hari. Mereka berharap cepat mendapatkan perlindungan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kamboja, tempat mereka bergantung penuh untuk proses pemulangan.

Seruan itu langsung mengundang keprihatinan warganet. Banyak yang mendesak Pemerintah Daerah Tasikmalaya untuk bergerak lebih cepat mengamankan warganya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya, AKP Ridwan Budiarta, melalui pesan WhatsApp menegaskan bahwa kasus ini sudah berada dalam penyelidikan bahkan sebelum videonya viral.

“Sedang kami selidiki dan koordinasikan. Mereka diduga berangkat melalui agen tidak resmi,” ujarnya singkat.

Pelum ada Kontak Dari Pemerintah Setempat

Di sisi lain, seorang pemuda lain yang juga diduga menjadi korban TPPO, Agam, warga Desa Cikupa, memberikan kabar berbeda. Saat dihubungi, ia memastikan bahwa dirinya dan rekan-rekannya dalam keadaan sehat.

“Kami sekarang di penginapan dekat KBRI. Awalnya ada delapan orang, sekarang bertambah satu dari Jawa Barat. Jadi total sembilan orang. Belum ada pihak dari Pemkab Tasikmalaya yang menghubungi,” tuturnya sekitar pukul 00.19 WIB, Kamis (25/12/2025).

Namun, Agam mengaku kegelisahan tetap menyelimuti mereka. Proses pemulangan belum jelas waktunya, sementara kebutuhan hidup di negeri orang terus menguras saku.

“Kami berharap cepat ditangani. Pengeluaran buat makan dan penginapan sehari-hari cukup besar. Kami takut tidak bisa bertahan lama,” kata Agam.

(Irfansyahriza)

Pengusaha Jadi Kunci Tekan Kemiskinan, Pemkab Tasikmalaya Gelar Entrepreneur Awards 2025

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Bupati Tasikmalaya, H. Cecep Nurul Yakin

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tasikmalaya menggelar Tasikmalaya Entrepreneur Awards 2025 di Hotel Al Hambra, Rabu (24/12/2025) petang.

Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin.

Ajang penghargaan itu diikuti oleh 24 komunitas wirausahawan dari berbagai sektor usaha.

Para penerima penghargaan dinilai telah memberikan dampak signifikan terhadap penguatan ekonomi masyarakat, penciptaan lapangan kerja serta pengembangan usaha berkelanjutan di Kabupaten Tasikmalaya.

Penghargaan diberikan dalam sejumlah kategori. Di antaranya Dayasetra Utama, Dayasetra Madya, Dayasetra Lestari, Dayasetra Inovatif, Muda Inspiratif, serta Life Achievement bagi pelaku usaha yang dinilai memiliki dedikasi dan kontribusi jangka panjang bagi perekonomian daerah.

BACA JUGA: 

Akademisi Nilai APBD Kabupaten Tasikmalaya 2025 Tinggi Serapan, Minim Dampak

Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin menegaskan komitmen untuk terus memperkuat sektor kewirausahaan sebagai pilar utama pembangunan ekonomi.

Menurutnya, program kewirausahaan diarahkan tidak hanya untuk pertumbuhan usaha. Tetapi juga untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Program kewirausahaan ini diarahkan untuk membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat serta memperkuat ekonomi keluarga. Khususnya bagi kelompok rentan dan masyarakat berpenghasilan rendah,” ujar Cecep.

Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh penerima penghargaan. Dan berharap capaian tersebut dapat menjadi pemicu semangat untuk terus berinovasi dan berkontribusi bagi daerah.

“Penghargaan ini diharapkan menjadi motivasi agar para pelaku usaha terus berkembang dan berperan aktif dalam pembangunan ekonomi Kabupaten Tasikmalaya,” katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al-Ayubi, menegaskan pentingnya kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah dan pelaku usaha sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menekan angka kemiskinan yang hingga kini masih berada di atas 10 persen.

Asep menjelaskan, kehadiran para pengusaha dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari undangan resmi pemerintah daerah untuk mempererat silaturahmi dan membangun komunikasi yang lebih intensif.

“Hadir atas undangan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, intinya ingin bersilaturahmi antara pemerintah dengan para pengusaha,” jelas Asep Sopari.

BACA JUGA:

Warga Tasikmalaya Diduga Korban TPPO Kamboja Minta Pemerintah Bergerak Cepat

Ia mengapresiasi ketangguhan para pelaku usaha yang tetap bertahan dan membuka lapangan kerja di tengah berbagai tantangan ekonomi. Kontribusi tersebut dinilai sangat berarti bagi perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat.

“Di tengah kendala pertumbuhan ekonomi dan penanggulangan kemiskinan, Bapak Ibu semua tetap tangguh menjalankan usaha dan memberikan lapangan kerja bagi masyarakat Kabupaten Tasikmalaya. Untuk itu kami sangat berterima kasih,” tuturnya.

Asep juga berharap peran pengusaha dapat menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya agar semakin banyak masyarakat yang terjun ke dunia usaha.

BACA JUGA:

GOW Kota Tasikmalaya Meriahkan Hari Ibu dengan Peragaan Kebaya dan Aksi Penuh Keberkahan

Ia mengungkapkan, sebuah daerah umumnya dikatakan maju apabila jumlah pengusahanya mencapai minimal 15 persen dari total penduduk, sementara Kabupaten Tasikmalaya saat ini masih berada di kisaran 3 hingga 5 persen.

Dalam kesempatan tersebut, Wabup Asep menugaskan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Kepala Dinas KUKM dan Perindag, Endang Syahrudin, agar para penerima penghargaan mendapatkan dukungan dan kontribusi nyata dari pemerintah daerah, sehingga dapat menambah motivasi dan semangat berusaha.

Lebih lanjut Wabup Asep Sopari Al Ayubi mengemukakan, Pemkab Tasikmalaya juga berencana menggelar sarasehan atau seminar bersama para pengusaha sebelum agenda serupa kembali dilaksanakan.

BACA JUGA: Gasspoll! Kabupaten Garut Bangun 42 Gerai Koperasi Merah Putih

Forum tersebut kata Asep, diharapkan menjadi ruang dialog agar pelaku usaha dapat menyampaikan masukan dalam proses perumusan kebijakan daerah.

“Kami tidak ingin berjalan sendiri dalam mengambil kebijakan. Para pengusaha harus terlibat, sehingga kita bisa bersama-sama menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Tasikmalaya melalui keterlibatan seluruh stakeholder,” ujar Asep.

(F Kamil)