spot_imgspot_img
Jumat 1 Mei 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 416

Sekda Garut: Pentingnya Perubahan Pola Pikir Bagi Aparatur Pemerintah

0
Sekda garut@fokusjabar.id
Sekda Nurdin Yana, jajaran Forkopimda, pimpinan SKPD, Camat, hingga Kepala Sekolah SD dan SMP se-Kabupaten Garut menghadiri Rapat Koordinasi Pengawasan Daerah (Rakorwasda) Tahun 2025 di Aula Dinas Kesehatan, Selasa (30/12/2025)

GARUT, FOKUSJabar.id: Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Garut, Nurdin Yana, menekankan pentingnya perubahan pola pikir bagi seluruh aparatur pemerintah. Mengutip pesan Bupati Garut, Nurdin meminta jajaran birokrasi mulai mengadopsi cara berpikir layaknya seorang entrepreneur.

“Harapan kami adalah setiap rupiah yang di belanjakan harus memiliki nilai yang signifikan bagi pembangunan dan kemaslahatan masyarakat. Inilah poin penting yang di tekankan pimpinan,” ujar Nurdin dalam Rapat Koordinasi Pengawasan Daerah (Rakorwasda) Tahun 2025 di Aula Dinas Kesehatan, Selasa (30/12/2025).

Nurdin Yana menegaskan, peran Inspektorat kini telah bertransformasi. Tidak lagi sekadar menjadi institusi yang mencari kesalahan, Inspektorat di posisikan sebagai konsultan dan penasihat (advice) bagi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

Baca Juga: Polsek Garut Kota Damaikan Keributan Keluarga di Cimuncang

“Inspektur tidak hanya mengawasi, tetapi juga bertindak sebagai wadah konsultasi. Tujuannya agar kesalahan serupa tidak terulang dan kualitas pelayanan publik terus terjaga karena kita berada dalam satu warna perjuangan yang sama,” tambahnya.

Capaian MCP KPK dan SPI Meningkat

Sementara itu, Inspektur Daerah Kabupaten Garut, Didit Fajar Putradi, memaparkan sejumlah capaian prestisius di penghujung tahun 2025.

Berdasarkan penilaian Monitoring Center Surveillance for Prevention (MCSP) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kabupaten Garut sukses meraih skor tinggi sebesar 91.

Selain itu, indeks Survei Penilaian Integritas (SPI) Kabupaten Garut juga menunjukkan tren positif. Angka SPI naik dari 69,00 pada tahun sebelumnya menjadi 70,51 di tahun 2025. Capaian ini menempatkan Garut dalam jajaran 15 besar daerah terbaik di Jawa Barat dalam hal integritas.

“Alhamdulillah, kita memiliki kemajuan nilai di SPIP, manajemen risiko, hingga MCSP. Ini menunjukkan tugas-tugas mandatori nasional berjalan dengan baik,” ungkapnya.

Baca Juga: Fenomena Inden PPDB SDIT Al Mashduqi hingga 2028, Ini Kata Bupati Garut

Fokus Pengawasan 2026

Menatap tahun 2026, Inspektorat Garut akan memperketat penjaminan mutu melalui berbagai instrumen, mulai dari audit, monitoring, hingga review perencanaan pembangunan sejak awal tahun.

“Kami sampaikan rencana di 2026 mengenai aspek apa saja yang harus kita jamin mutunya. Fokus kami adalah memastikan hasil audit dan evaluasi menjadi landasan perbaikan ke depan,” tegasnya.

Acara Rakorwasda ini di fokuskan pada evaluasi pengawasan tahun berjalan serta pemantapan strategi pengawasan untuk tahun anggaran 2026. Di hadiri jajaran Forkopimda, pimpinan SKPD, Camat, hingga Kepala Sekolah SD dan SMP se-Kabupaten Garut.

Acara ini menghadirkan narasumber dari Inspektur IV Itjen Kemendagri, Deputi Pencegahan KPK RI, Inspektorat Jabar, Kejaksaan Negeri, dan Polres Garut.

(Y.A. Supianto)

Gagal Mendarat, Atlet Terjun Payung Tewas di Perairan Batu Karas Pangandaran

0
atlet terjun payung@fokusjabarid
Pesawat pencarian atlet terjun payung yang hilang di perairan pantai Batukaras Pangandaran.(foto:Sajidin/fokusjabar.id)

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Seorang atlet terjun payung meninggal dunia di perairan dekat Batu Karas, Kabupaten Pangandaran Jawa Barat Selasa, (30/12/2025).

Sebelumnya atlet tersebut mengudara bersama empat rekan atlet dan satu kameramen. Dari rekaman video amatir, terlihat keempatnya turun menggunakan pesawat berwarna putih.

Keempat atlet membuat formasi melingkar dan saling berpegangan tangan. Namun saat itu kondisi angin kencang, dan satu atlet terpisah dari formasi tersebut. Sontak membuat ketiga rekannya langsung mengeluarkan parasit.

Baca Juga: Jembatan Sodongkopo Persingkat Waktu Tempuh Pangandaran-Batu Karas

Kapolres Pangandaran AKBP Andri Kurniawan membenarkan terkait adanya kejadian insiden tersebut. Awalnya Ia mengaku mendapat laporan dari panitia pelaksana kegiatan Pekan Olahraga Nasional (PON) Kejurda Jabar.

“Dari laporan awal bahwa ada aktivitas terjun payung yang mengakibatkan satu atlet meninggal dunia dan satu orang belum di ketemukan,” ujar AKBP Andri Kurniawan di lokasi TKP.

Saat ini, pihaknya bersama Basarnas, Satpolairut dan rekan Polres Pangandaran sedang mencari atlet yang hilang.

Menurut Kapolres, kondisi di lokasi menunjukkan gelombang ombak cukup tinggi serta arus laut cukup kuat.

Baca Juga: SPP Tanam Bibit Pohon Kelapa, Begini Kata Bupati Pangandaran

“Kita akan melakukan pencarian di sekitaran pantai di wilayah Cijulang,” katanya.

Atas insiden tersebut, kegiatan terjun payung yang seharusnya berlangsung selama dua hari kedepan akhirnya di hentikan lebih awal.

“Karena adanya kejadian ini kami berhentikan sementara sampai dengan batas waktu,” pungkasnya.

(Sajidin)

Terungkap! Bekti Alamsyah Direkomendasikan Kemendagri Jadi Direktur Perumda Tirta Sukapura

0
Ketua Panitia Seleksi Calon Direksi BUMD Lembaga Non Keuangan Kabupaten Tasikmalaya Drs. H. Nana Heryana, MM.
Ketua Panitia Seleksi Calon Direksi BUMD Lembaga Non Keuangan Kabupaten Tasikmalaya Drs. H. Nana Heryana, MM.

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Misteri siapa sosok yang akan menakhodai Perumda Air Minum Tirta Sukapura Kabupaten Tasikmalaya, akhirnya terjawab.

Dari tiga kandidat yang mengikuti seluruh rangkaian seleksi, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) secara resmi merekomendasikan Bekti Alamsyah, ST sebagai Direktur terpilih.

Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Calon Direksi BUMD Lembaga Non Keuangan Kabupaten Tasikmalaya, Nana Heryana mengatakan, penetapan tersebut merupakan hasil akhir dari tahapan seleksi panjang yang diawali uji kelayakan dan kepatutan (UKK), wawancara akhir bersama Bupati Tasikmalaya, hingga proses permohonan pertimbangan ke pemerintah pusat.

BACA JUGA: 

Perumda Air Minum Tirta Sukapura Kabupaten Tasikmalaya, Perusahaan Sehat dan Baik

“Berdasarkan hasil wawancara akhir dengan Bupati Tasikmalaya selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM) dan diperkuat rekomendasi Kemendagri, ditetapkan bahwa Bekti Alamsyah, ST menjadi calon Direktur Perumda Air Minum Tirta Sukapura untuk masa jabatan 2025–2030,” ujar Nana, Selasa (30/12/2025).

Rekomendasi tersebut tertuang dalam Surat Kemendagri Nomor 900.1.13.2/10112/Keuda tertanggal 22 Desember 2025 tentang Pertimbangan Atas Penetapan Calon Direktur Perumda Air Minum Tirta Sukapura Kabupaten Tasikmalaya.

Menurut Nana, proses ini telah sesuai dengan Permendagri Nomor 23 Tahun 2024 tentang Organ dan Kepegawaian BUMD Air Minum. Mewajibkan kepala daerah menyampaikan calon direksi terpilih kepada Menteri Dalam Negeri melalui Dirjen Bina Keuangan Daerah sebelum penetapan.

BACA JUGA: Oplos LPG, 2 Bersaudara di Tasikmalaya Diringkus Polisi

“Seluruh tahapan seleksi berjalan sesuai regulasi dan prinsip transparansi. Ini untuk memastikan BUMD air minum dipimpin figur yang kompeten dan berintegritas,” katanya.

Rencananya, sambung Nana, pelantikan Direktur Perumda Air Minum Tirta Sukapura akan dilaksanakan pada Rabu (31/12/2025) di Pendopo Baru Kabupaten Tasikmalaya.

(F Kamil)

Polsek Garut Kota Damaikan Keributan Keluarga di Cimuncang

0
Polsek Garut Kota fokusjabar.id
Jajaran Polsek Garut Kota berhasil meredam keributan warga yang terjadi di Kampung Babakan Nagerang, Kelurahan Cimuncang, Kabupaten Garut, pada Senin malam (29/12/2025).

GARUT, FOKUSJabar.id: Jajaran Polsek Garut Kota Pores Garut Polda Jabar bergerak cepat merespons laporan masyarakat melalui layanan darurat Kepolisian 110.

Personel kepolisian berhasil meredam keributan warga yang terjadi di Kampung Babakan Nagerang Kelurahan Cimuncang, Kecamatan Garut Kota, Senin (29/12/2025) malam.

BACA JUGA:

Disdamkar Garut Evakuasi Ular Sanca di Tarogong Kidul

Keributan yang sempat memicu kekhawatiran warga tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 19.30 WIB.

Mendapati laporan, petugas piket Polsek Garut Kota bersama Unit Reskrim dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Cimuncang langsung menuju lokasi untuk mengamankan situasi.

Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, insiden tersebut dipicu oleh kesalahpahaman antara dua pemuda yang masih memiliki hubungan keluarga. Yakni D (18) dan B (16).

“Setelah dilakukan pengecekan, keributan bersumber dari selisih paham antaranggota keluarga. Kami langsung mengambil langkah mediasi agar situasi tidak memanas,” ungkap Kapolsek Garut Kota, AKP Zainuri, Selasa (30/12/2025).

Petugas kepolisian mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif dalam menangani kasus ini.

Melalui musyawarah kekeluargaan, kedua belah pihak akhirnya sepakat untuk berdamai dan menyelesaikan permasalahan secara baik-baik tanpa menempuh jalur hukum.

BACA JUGA:

Fenomena Inden PPDB SDIT Al Mashduqi hingga 2028, Ini Kata Bupati Garut

Zainuri menegaskan, respons cepat ini merupakan komitmen Polri dalam memberikan pelayanan prima serta menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

“Alhamdulillah, permasalahan dapat diselesaikan dengan kondusif. Kami mengimbau masyarakat agar tidak ragu memanfaatkan layanan 110 apabila menemukan gangguan Kamtibmas di lingkungan sekitar,” tutup Zainuri.

(Y.A. Supianto)

Oplos LPG, 2 Bersaudara di Tasikmalaya Diringkus Polisi

0
oplosan lpg fokusjabar.id
Polres Tasikmalaya sedang melakukan press release terkait penangkapan pelaku tindakan 'Suntik' Gas subsidi ke Non-subsidi (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Praktik kotor yang dilakukan dua bersaudara (adik kakak) berinsial IS dan SN di Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat (Jabar) berujung di dalam jeruji. Keduanya mengoplos LPG 3 kg ke tabung 12 kg.

IS dan SN berhasil ditangkap Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tasikmalaya saat melakukan penggerebekan di lokasi pengoplosan. Yakni, Desa Sirnagalih Kecamatan Cigalontang Kabupaten Tasikmalaya sekitar pukul 21.30 WIB.

BACA JUGA:

Wali Kota Tasikmalaya Ajak Masyarakat Berdoa pada Malam Pergantian Tahun

Kasatreskrim Polres Tasikmalaya, AKP Ridwan Budiarta mengungkapkan, pengerebekan dan penangkapan berawal dari kecurigaan serta laporan masyarakat yang resah akibat aktivitas para pelaku.

“Kami gerak cepet menindaklanjuti laporan dari masyarakat. Keduanya kedapatan sedang melakukan pemindahan gas dari tabung subsidi ke 12 kg,” ungkap Ridwan Budiarta saat press release di Mapolres Tasikmalaya Selasa (30/12/2025).

Menurut Ridwan, aksi suntik gas ini sudah dilakukan dua bersaudara tersebut selama satu tahun.

“Adik kakak ini sudah melakukan pengoplosan dari tabung subsidi ke tabung non subsidi sudah satu tahun (Desember 2024),”ujarnya.

BACA JUGA:

Perumda Air Minum Tirta Sukapura Kabupaten Tasikmalaya, Perusahaan Sehat dan Baik

Ridwan menjelaskan, modus pelaku yakni membeli gas melon dari sejumlah agen lokal seharga Rp20 ribu. Kemudian dioplos ke tabung 12 kg. Setelah itu, mereka jual ke seorang pemodal di wilayah Bandung yang kini sudah menjadi DPO.

“Hasil oplosan tersebut dijual ke seorang pemodal di Bandung seharga Rp129 ribu per tabung. Oleh pemodal dijual ke konsumen dengan harga normal non-subsidi di atas Rp200 ribu,” ungkapnya.

Ridwan mengungkapkan, motif pelaku melakukan tindakan ilegal tersebut murni karena faktor ekonomi. Mereka ingin mendapatkan keuntungan yang besar dari LPG subsidi.

BACA JUGA:

Kota Tasikmalaya Dapat Bus Sekolah Baru di Hari Bela Negara

“Dari tempat pengoplosan, kami mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya, 158 tabung 3 kg , 75 tabung LPG 12 kg, 27 unit regulator (alat pemindah gas), timbangan digital, pisau congkel serta mobil pengangkut,” terang Ridwan.

Pelaku dijerat pasal 55 UU RI Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. Keduanya diancam hukuman penjara paling lama enam tahun serta denda maksimal Rp60 milyar.

(Seda)

Hartono Soekwanto Kirim Koi ‘Monster’ Chagoi Ginrin untuk Irfan Hakim

0
Hartono Soekwanto fokusjabar.id
Ikan Koi jenis Chagoi Ginrin milik Bos Koi Hartono Soekwanto yang akan diberikan kepada Irfan Hakim

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Dunia ikan hias tanah air kembali dihebohkan dengan kabar dari pembudidaya koi kenamaan, Bos Koi Hartono Soekwanto.

Tak main-main, Dia menyiapkan seekor Ikan Koi raksasa jenis Chagoi Ginrin untuk diserahkan kepada presenter sekaligus pencinta satwa, Irfan Hakim.

BACA JUGA:

Garut dan Blitar Komitmen Kembangkan Budidaya Ikan Koi

Ikan premium yang didatangkan langsung dari Jepang ini kini telah mencapai ukuran yang jarang ditemukan di Indonesia. Yakni lebih dari satu meter.

Menariknya, ukuran koi ini ternyata melampaui janji awal. Bos Koi  mengungkapkan, awalnya Dia hanya memprediksi ikan tersebut akan mencapai panjang sekitar 90 sentimeter. Namun, berkat perawatan intensif, hasil pengukuran terbaru menunjukkan angka yang mengejutkan.

“Awalnya saya hanya menjanjikan ukuran sekitar 90 sentimeter. Tapi saat diukur ulang, ternyata pertumbuhannya luar biasa hingga mencapai 1,5 meter,” kata dia.

Dengan ukuran tubuh yang mencapai satu meter lebih, koi “monster” ini memerlukan ruang gerak yang sangat luas.

Hartono Soekwanto menilai, kolam luas yang berada di Aviary milik Irfan Hakim adalah tempat yang paling representatif untuk menjaga kenyamanan dan menunjang pertumbuhan ikan tersebut di masa depan.

BACA JUGA:

AmPlus Gandeng BUMDes di Cipaku Budidaya Ikan Koi

Saat ini, koi Chagoi Ginrin tidak langsung dikirim. Ikan sedang menjalani prosedur standar yang ketat untuk menjamin kualitasnya saat tiba di tujuan.

“Jadi sekarang masa karantina berlangsung selama satu minggu. Tujuannya adalah memastikan kondisi kesehatan tetap prima dan bebas stres. Dan yang tidak kalah pentingnya, pola makan khusus Ikan ini diberikan pakan berbentuk pasta yang tenggelam ke dasar kolam,” kata dia.

“Ikan ini membutuhkan perlakuan ekstra. Karakter pakannya pun khusus. Yaitu pasta yang langsung tenggelam, sesuai dengan kebutuhan nutrisi dan kebiasaan makannya,” Hartono menambahkan.

Langkah Bos Koi mengirimkan koi berkelas internasional ini bukan sekadar pemenuhan janji. Melainkan bukti dedikasinya dalam menjaga standar tinggi industri koi di Indonesia.

Kolaborasi antara pembudidaya profesional dan figur publik seperti Irfan Hakim diharapkan mampu memicu gairah masyarakat terhadap hobi koi premium.

BACA JUGA:

Kisah Shiro Hartono Soekwanto, Koi Ginrin yang Bersinar Lewat Konsistensi dan Kualitas

“Pengiriman ini adalah bentuk komitmen dan profesionalisme kami dalam mengelola koi kualitas dunia,” kata dia.

Kehadiran koi raksasa ini di Aviary Irfan Hakim diprediksi akan menjadi daya tarik baru bagi komunitas ikan hias. Sekaligus mempertegas posisi Indonesia sebagai salah satu pasar koi premium yang diperhitungkan di kancah global.

(Anthika Asmara)

Jembatan Sodongkopo Persingkat Waktu Tempuh Pangandaran-Batu Karas

0
jembatan sodongkopo pangandaran@fokusjabar.id
Jembatan Sodongkopo di Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran.(foto; Yud's/fokusjabar.id)

PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Waktu tempuh dari Pangandaran menuju Batu Karas akan lebih singkat dengan menggunakan akses Jembatan Sodongkopo yang di prediksi akan selesai pada akhir Januari 2026 mendatang.

Pangandaran batu karas, biasanya menghabiskan waktu tempuh 45 menit hingga 1 jam. Jika lewat jembatan Sodongkopo kurang lebih 20 menit.

Selain mempersingkat waktu, perekonomian masyarakat juga akan meningkat jika jembatan Sodongkopo yang menghubungkan antara Nusawiru dan pantai batu karas Kecamatan Cijulang sudah resmi bisa di pergunakan.

Jembatan dengan panjang 140 meter dan lebar 7 meter serta jalur bagi para pejalan kaki, masing-masing 2,5 meter. Akan menjadi ikon baru bagi Kabupaten Pangandaran.

Baca Juga: SPP Tanam Bibit Pohon Kelapa, Begini Kata Bupati Pangandaran

Walaupun jembatan Sodongkopo yang berada di Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran. Pembangunannya sempat terhenti di era kepemimpinan Gubernur Jawa Barat, Mochammad Ridwan Kamil.

Karena memang, proyek jembatan Sodongkopo yang menghubungkan Nusawiru dan pantai Batu karas di biayai oleh anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Provinsi Jabar.

Dan untuk nilai anggaran proyek jembatan Sodongkopo tahap kedua yaitu Rp55,4 miliar, dengan lama pekerjaan 255 hari kalender, terhitung sejak tanggal 21 April 2025.

“Kalau di prediksi jembatan Sodongkopo selesainya akhir Januari 2026, berarti tidak bisa di pergunakan pada saat menyambut tahun baru 2026. Menunggu kurang lebih satu bulan lagi,” ungkap Dadi Abidarda aktivis eksponen 96 pituin Cijulang, Selasa (30/12/2025).

Namun, pada intinya, lanjut Dadi Abidarda, masyarakat sangat menantikan jembatan Sodongkopo untuk segera di resmikan. Karena bisa mempersingkat waktu tempuh antara pangandaran dan batu karas Kecamatan Cijulang.

Baca Juga: Ada Satu Pohon di Sodongkopo Pangandaran Tak Bisa Dirobohkan, Konon Tempatnya Kerajaan Jin

“Semoga saja awal Februari, jembatan Sodongkopo sudah resmi bisa di lintasi kendaraan,” ucap Dadi Abidarda.

Pekerjaan Pagar Atas

Sebelumnya, Pengawas proyek jembatan Sodongkopo, Hendra menyampaikan, bahwa saat ini proyek jembatan Sodongkopo Pangandaran dengan panjang 140 meter, tinggal tahap pengerjaan pagar di bagian atas.

“Pekerjaan jembatan Sodongkopo, 100 persen selesai diprediksi pada tanggal 28 Januari 2026 mendatang. Dan semoga saja tidak ada kendala hingga nanti di resmikan,” jelasnya.

Walaupun, secara kasat mata jembatan Sodongkopo Pangandaran sudah bisa di gunakan. Pada kenyataannya belum bisa di pergunakan untuk di lintasi.

“Jadi, kita tunggu hasil dari uji kelaikan kemarin. Kenapa? Karena semuanya harus ada sertifikat laik fungsi. Jangan sampai sertifikat itu belum keluar sudah di gunakan,” pungkasnya.

(Yud’s)