spot_imgspot_img
Rabu 29 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 377

Heboh! Julia Prastini buka Hijab dan ke Bali Bareng Jefri Nichol

0
Julia Prastini fokusjabar.id
Julia Prastini (foto: web)

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Selegram Julia Prastini (Jule) kembali bikin sensasi. Dia membuat heboh warganet dengan penampilan terbarunya di Instagram.

Dari unggahan akun gosip@lambe_turah terlihat Julia Prastini yang selama ini dikenal hijabers tampil berani mengunggah video lipsing tanpa hijab dengan mengenakan baju terbuka.

BACA JUGA:

Millen Cyrus Salat Jumat, Jamaah Jadi Salfok

Julia Prastini juga nampak memamerkan rambutnya yang berwarna merah dengan poni yang imut.

Warganet heboh dan mengecam perbuatan dari ibu 3 anak tersebut yang bercerai dari suami Oppa nya karena kasus perselingkuhan.

Warganet heboh ingin Julia Prastini mendapat cancel culture karena dianggap meresahkan.

Selain itu, mantan istri Na Daehoon tersebut juga dikabarkan sedang ada hubungan spesial dengan aktor ganteng, Jefri Nichol setelah akun instagram @ajiss** menulis komentar “Gaesss jule lagi di bali sama jefri nichol. Valid 100% ya. Tinggal tunggu aja ada yang ketemu di beach club atau cafe wkwkwk.

BACA JUGA:

Diduga Prostitusi, Artis TA Ditangkap di Kamar Hotel di Bandung

Liat aja mereka saling follow kok, di sebuah unggahan akun @exclusivetimnasartis.

Isu ini semakin terlihat menjadi fakta saat Jule mengunggah foto sedang di sebuah pantai yang diduga benar ada di Bali bersama Jefri Nichol yang sebelumnya dikabarkan sudah putus dengan kekasihnya, Ameera Khan.

(Cita Amalia)

Dinkes Garut Perketat Skrining Super Flu

0
Dinkes Garut fokusjabar.id
Kepala Dinkes Garut, Leli Yuliani

GARUT, FOKUSJabar.id: Kepala Dinkes Garut Jawa Barat (Jabar), Leli Yuliani menjelaskan soal teknis deteksi varian Influenza A H3N2 sub-clade K atau yang sering disebut sebagai Super Flu.

Menurut Leli, hingga saat ini belum ditemukan laporan kasus positif varian tersebut yang berasal dari spesimen pasien di wilayah Kabupaten Garut.

BACA JUGA:

Pencarian Hari ke-2 Lansia Hanyut di Sungai Cimanuk Garut Nihil

Kepala Dinkes Garut mengungkapkan, kepastian mengenai keberadaan varian ini hanya bisa diketahui melalui pengujian DNA atau Whole Genome Sequencing (WGS)

Namun untuk wilayah Garut, hasil pengujian tersebut sejauh ini masih nihil.

“Belum ada laporan dari hasil tes laboratorium secara DNA atau WGS yang dilakukan RSHS dan Labkesda Provinsi Jawa Barat terkait pasien dari Garut,” kata Leli kepada FOKUSJabar, Rabu (7/1/2026).

Dia menjelaskan, selama ini pemeriksaan WGS di Jawa Barat diprioritaskan bagi pasien yang dirawat di rumah sakit rujukan provinsi.

“Pemeriksaan WGS dilaksanakan pada pasien yang dirawat di RS rujukan provinsi. Yaitu RSHS sebagai RS sentinel lokus pemeriksaan WGS. Sementara itu, sampai saat ini seluruh rumah sakit di Garut belum dijadikan sentinel sampel WGS,” ungkapnya.

Upaya Deteksi dan Skrining 

Meski belum menjadi lokus pemeriksaan WGS, langkah antisipasi di tingkat kabupaten sudah berjalan ketat.

Dinkes Garut telah menginstruksikan seluruh fasilitas kesehatan untuk melakukan pemantauan terhadap pasien dengan gejala yang mengarah pada influenza berat.

BACA JUGA:

Lantik 88 Pejabat, Bupati Garut Tekankan Pelayanan Prima dan Integritas

“Upaya yang dilakukan untuk mendeteksi kasus ‘Super Flu’ di rumah sakit adalah melalui skrining ketat,” jelasnya.

“Rumah sakit yang merawat pasien suspek diwajibkan mengisi form laporan khusus yang terkoneksi langsung ke Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat,” tambahnya.

Situasi Epidemiologi dan Data Nasional

Secara nasional, sub-clade K ini memang telah terdeteksi di 8 provinsi di Indonesia sejak Agustus 2025 dengan total 62 kasus hingga akhir Desember.

BACA JUGA:

Soal Rotasi Jabatan, Bupati Garut Bilang Begini

Jawa Barat termasuk dalam jajaran tiga besar provinsi dengan temuan kasus terbanyak bersama Jawa Timur dan Kalimantan Selatan.

Data surveilans menunjukkan karakteristik penyebarannya. Yakni, kelompok rentan terbanyak ditemukan pada perempuan (64 persen).

Usia Dominan (anak-anak usia 1-10 tahun) mencakup 35 persen dari total kasus dan karakteristik varian. Berdasarkan 843 spesimen positif influenza secara nasional, sebanyak 172 sampel adalah tipe A(H3). Di mana 62 di antaranya (36 persen) merupakan sub-clade K.

BACA JUGA:

Bawa Program Taman Pendidikan, Siswi SMPN 1 Garut Menuju Grand Final Duta Siswa Indonesia 2026

Kepala Dinkes Garut mengingatkan, meski tren nasional cenderung menurun dalam dua bulan terakhir, kewaspadaan masyarakat jangan sampai kendor.

Masyarakat diminta segera ke fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) jika gejala flu tidak membaik dalam tiga hari. Terutama jika disertai sesak napas atau demam tinggi yang menetap.

“Vaksinasi influenza tahunan tetap menjadi tameng utama bagi kelompok rentan. Seperti lansia, ibu hamil dan pemilik komorbid agar terhindar dari risiko rawat inap atau kematian,” pungkasnya.

(Y.A. Supianto)

Wali Kota Bandung Tanggapi Keluhan Warga Soal Akses Flyover Nurtanio

0
Wali kota bandung fokusjabar.id
Penutupan Sementara Akses Jalan di Kawasan Flyover Nurtanio Kota Bandung

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Wali Kota Bandung Jawa Barat (Jabar), Muhammad Farhan merespons keluhan warga terkait akses di kawasan Flyover Nurtanio yang masih ditutup sebagian.

Wali Kota Bandung memastikan penutupan dilakukan sementara sambil menunggu kelengkapan fasilitas jalan selesai.

BACA JUGA:

Soal Sungai Cijangjawa, Wali Kota Bandung Bilang Begini

“Semalam saya lihat sebagian masih ditutup karena kelengkapan jalan masih belum selesai. Tapi sejauh ini sudah banyak membantu. Terutama selama arus Natal dan Tahun Baru,” kata Farhan, Rabu (7/1/2026).

Meski begitu, pihaknya mengaku banyak masukan dari masyarakat terkait kebutuhan akses penyeberangan di kawasan tersebut.

BACA JUGA:

Parkir Liar Tak Terkendali, Wali Kota Bandung Dorong Pembangunan Park and Ride

Salah satu usulan yang disampaikan warga adalah pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) bagi pejalan kaki untuk melintasi jalur kereta api.

“Alhamdulillah ada beberapa masukan dari warga. Katanya minta dibuatkan JPO. Itu akan kita pikirkan,” kata Farhan.

Oleh karena itu, pihaknya akan mengkaji lebih lanjut masukan tersebut dengan mempertimbangkan aspek teknis dan keselamatan.

BACA JUGA:

Sidang Praperadilan Wawalkot Bandung, Kuasa Hukum Paparkan Tujuh Materi Gugatan

Pasalnya, JPO harus dibangun sejajar dengan flyover agar bisa melintasi jalur kereta api. Sehingga membutuhkan konstruksi dengan ketinggian yang cukup ekstrem.

“Masalahnya sangat tinggi karena harus sejajar dengan flyover. JPO-nya harus benar-benar menyeberangi kereta api,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Puluhan Tahun jadi Tukang Sol Sepatu, Ini Curhatan Supri Efendi

0
Supri Efendi fokusjabar.id
Supri Efendi

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Puluhan tahun Supri Efendi warga Bojongmengger Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis Jawa Barat (Jabar) berprofesi menjadi tukang sol sepatu.

Menurut Supri Efendi, profesi tersebut sebagai mata pencaharian sehari-hari untuk biaya hidup keluarganya.

BACA JUGA:

Angin Kencang Ngamuk di Taman Surawisesa Kawali Ciamis

“Berangkat pagi pulang sore menjadi rutinitas Saya sehari-hari untuk menghidupi istri dan dua anaknya di Lorong Blok B Pasar Manis Kabupaten Ciamis.

Pekerjaan sebagai tukang sol sepatu Supri Efendi tetap lakoni. Walaupun pendapatannya jauh dari kata mencukupi.

“Walapun pendapatan sehari-hari jauh dari kata cukup tetap saya jalani. Saya tak punya keahlian lain,” ungkapnya, Rabu (7/1/2026).

“Untuk menambah pendapatan. Saya sering membersihkan sampah,” katanya.

Supri mengaku, pendapatan dari sol sepatu atau sandal sangat jauh jika dibanding dengan  beberapa tahun yang lalu.

“Dulu sehari bisa mengerjakan 30-40 pasang. Kini rata-rata hanya 5 pasang,” kenang Supri.

BACA JUGA:

Bahu Jalan Desa Bunter Ciamis Longsor, Lahan Pertanian di 3 Desa Kekeringan

“Dulu penghasilan sehari-hari bisa mencukupi biaya hidup,” kata Supri Efendi.

(Husen Maharaja)

Pengisian Jabatan Sekda Kabupaten Tasikmalaya Disorot Akademisi, DPRD Diminta Tak Diam

0
sekda kabupaten tasikmalaya fokusjabar.id
Akademisi Tasikmalaya, Dr. Basuki Rahmat, M.Si menyoroti proses pengisian jabatan Sekda Kabupaten Tasikmalaya dan mendorong DPRD aktif melakukan pengawasan.

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Dinamika pergantian Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tasikmalaya terus menjadi sorotan.

Akademisi Tasikmalaya, Dr. Basuki Rahmat, mengingatkan agar proses pengisian jabatan strategis tersebut terlaksana secara transparan, objektif, dan profesional.

Basuki menilai, dukungan politik terhadap kepala daerah harus selaras dengan kebijakan birokrasi yang mengedepankan keterbukaan serta kepatuhan terhadap aturan.

BACA JUGA: 

Jabatan Sekda Kabupaten Tasikmalaya Berganti, Moh Zen Resmi Jadi Staf Ahli Bupati

Menurutnya, pengisian jabatan Sekda definitif maupun kepala dinas tidak boleh lepas dari prinsip meritokrasi dan regulasi yang berlaku.

Ia menegaskan, konsolidasi birokrasi memang dibutuhkan untuk memperkuat kinerja pemerintahan. Namun demikian, proses tersebut harus terlaksana secara akuntabel agar tidak memunculkan penilaian negatif dari masyarakat.

“Jabatan Sekda sangat strategis karena menjadi penggerak utama roda birokrasi daerah. Karena itu, figur yang terpilih harus memiliki kompetensi manajerial dan integritas yang tinggi,” ungkapnya.

Selain itu, Basuki juga menyoroti peran DPRD Kabupaten Tasikmalaya. Ia berharap lembaga legislatif dapat menjalankan fungsi pengawasan secara seimbang dan bertanggung jawab terhadap setiap tahapan seleksi jabatan.

Termasuk, sambung Basuki, proses lelang jabatan terbuka (open bidding) yang saat ini tengah berlangsung di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya.

Pengisian Jabatan Melalui Mekanisme Rekrutmen ASN

Seperti diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya memastikan seluruh proses pengisian jabatan strategis, mulai dari Sekda hingga kepala dinas, dilakukan melalui mekanisme rekrutmen ASN karier berbasis sistem nasional Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Hal tersebut disampaikan Kepala BKPSDM Kabupaten Tasikmalaya, Iing Farid Khozin, menyusul perubahan jabatan Mohammad Zen dari Sekda menjadi Staf Ahli Bupati.

Menurut Iing, kebijakan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan undang-undang serta reformasi birokrasi nasional yang menekankan transparansi, kompetensi, dan keterbukaan.

“Proses ini tidak hanya berlaku di Kabupaten Tasikmalaya, tapi merupakan sistem kepegawaian nasional yang diterapkan oleh BKN,” jelasnya.

Saat ini, lanjut Iing, jabatan Sekda Kabupaten Tasikmalaya dijalankan oleh Pelaksana Harian (Plh), yakni Roni A Sahroni, sembari menunggu proses penetapan Penjabat Sekda yang telah diusulkan kepada Gubernur.

Iing menyebutkan, untuk pengisian jabatan Sekda definitif, pemerintah daerah akan menggunakan pola rekrutmen terbuka melalui aplikasi BKN, sehingga setiap ASN yang memenuhi persyaratan memiliki kesempatan yang sama untuk mendaftar.

BACA JUGA: Gerindra Kabupaten Tasikmalaya Angkat Bicara: Sekda Jenderal Birokrasi

Tak hanya itu, seleksi terbuka juga tengah berlangsung untuk mengisi sejumlah jabatan Kepala Dinas dan pejabat eselon II lainnya, termasuk Asisten I Setda, Kepala Dinas Pendidikan, dan Kepala Dinas PUTRLH.

Proses seleksi dilakukan melalui tahapan uji kompetensi dengan melibatkan Universitas Padjadjaran (Unpad) atau lembaga penguji yang dipersyaratkan BKN, dengan kriteria minimal grade A.

(F Kamil)

Sampah Menggunung di Sejumlah TPS Kota Banjar

0
sampah kota banjar fokusjabar.id
Tumpukan sampah di TPS Parles Terminal Banjar

BANJAR, FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota Banjar Jawa Barat (Jabar) semestinya menjadi cerminan kota yang tertib, bersih dan sehat.

Masalah sampah mungkin terlihat remeh. Yakni, hanya soal tumpukan plastik, sisa makanan atau kardus bekas yang menumpuk.

BACA JUGA:

Lapas Banjar Selaraskan Kebijakan Nasional dan 15 Program Aksi Kemenimipas

Namun di Kota Banjar sampah sudah menjelma menjadi masalah yang serius. Lebih dari itu, tumpukan sampah menjadi simbol lemahnya pemimpin.

Tumpukan sampah bukan hanya mengganggu keindahan kota. Namun menimbulkan dampak ekologis, sosial bahkan mengancam kesehatan.

Belum turunnya anggaran BBM untuk armada pengangkut sampah dari TPS ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cibeureum mengakibatkan terjadinya penumpukan sampah di sejumlah Tempat Penampungan Sementara (TPS).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjar, Asep Tatang tak menampik soal tumpukan sampah di sejumlah TPS.

Asep beralasan, penumpukan sampah di TPS itu terjadi akibat belum turunnya anggaran BBM.

“Kemarin belum ada anggaran BBM. Jadi menumpuk belum diangkut ke TPA,” ungkapnya, Rabu (7/1/2026).

Menurut Dia, tumpukan sampah sudah mulai diangkut ke TPA, Selasa (6/1/2026) malam tadi.

BACA JUGA:

Kades Raharja Kota Banjar Lantik Sekdes dan Kasi Kesmas

Pihaknya berjanji, per hari ini tumpukan sampah akan diangkut ke TPA Cibeureum.

“Tadi malam juga dari TPS sudah mulai diangkut ke TPA. Hari ini beres semua,” janji Dia.

Pantauan di TPS Parles Terminal Banjar,  sampah masih menumpuk dan meluber ke bahu jalan.

Kondisi tersebut mengeluarkan bau menyengat. Armada pengangkut sampah tampak terlihat sedang mengangkut sampah.

(Agus)

Ini Tekad Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Andi Purwanto

0
Kapolres Tasikmalaya Kota fokusjabar.id
AKBP Moh Faruk Rozi dan AKBP Andi Purwanto

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Kapolres Tasikmalaya Kota Polda Jabar, AKBP Moh Faruk Rozi diganti oleh AKBP Andi Purwanto.

Moh Faruk Rozi pindah tugas sebagai Kapolres Klaten. Sedangkan Andi Purwanto sebelumnya bertugas di Bareskrim Mabes Polri.

BACA JUGA:

Kasus Korupsi Pupuk Bersubsidi Kabupaten Tasikmalaya, Masuk Babak Baru

Andi Purwanto berjanji membawa Polres Tasikmalaya Kota semakin baik. Terutama dalam mewujudkan keamanan dan kenyamanan di wilayah hukumnya.

“Kami akan melanjutkan prestasi dan keberhasilan pemimpin terdahulu. Di mana Polres Tasikmalaya Kota dicintai dan dipercaya masyarakat,” ungkapAndi Purwanto.

Menurut Dia, keberhasilan institusi tidak ditentukan oleh individu. Namun berkat kerja sama dan kerja keras dari seluruh jajaran Polres Tasikmalaya Kota.

Untuk itu, Dia meminta dukungan dan support dari seluruh jajarannya serta masyarakat Tasikmalaya.

“Tentu saya tidak bisa bekerja sendiri. Kami butuh dukungan dan kerja sama dari semua unsur dan elemen masyarakat. Kebersamaan dan gotong royong merupakan modal utama untuk menciptakan kondisi keamanan dan ketertiban,” ungkapnya.

BACA JUGA:

Gerindra Kabupaten Tasikmalaya Angkat Bicara: Sekda Jenderal Birokrasi

Dia menegaskan akan terus memaksimalkan pencapaian yang sudah terjalin dengan baik di Kota Tasikmalaya. Seperti sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak. Terutama dengan unsur ulama, tokoh agama serta para pemuda dan elemen masyarakat lainnya demi, mewujudkan wilayah yang aman dan kondusif.

“Kondusivitas Kamtibmas wilayah tidak hanya tanggung jawab kami di Kepolisian. Namun merupakan tanggung jawab kita bersama. Mari kitamenjaga Kamtibmas demi keamanan dan kenyamanan seluruh masyarakat,” pungkasnya.

(Seda)