spot_imgspot_img
Rabu 29 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 378

Pengisian Jabatan Sekda Kabupaten Tasikmalaya Disorot Akademisi, DPRD Diminta Tak Diam

0
sekda kabupaten tasikmalaya fokusjabar.id
Akademisi Tasikmalaya, Dr. Basuki Rahmat, M.Si menyoroti proses pengisian jabatan Sekda Kabupaten Tasikmalaya dan mendorong DPRD aktif melakukan pengawasan.

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Dinamika pergantian Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tasikmalaya terus menjadi sorotan.

Akademisi Tasikmalaya, Dr. Basuki Rahmat, mengingatkan agar proses pengisian jabatan strategis tersebut terlaksana secara transparan, objektif, dan profesional.

Basuki menilai, dukungan politik terhadap kepala daerah harus selaras dengan kebijakan birokrasi yang mengedepankan keterbukaan serta kepatuhan terhadap aturan.

BACA JUGA: 

Jabatan Sekda Kabupaten Tasikmalaya Berganti, Moh Zen Resmi Jadi Staf Ahli Bupati

Menurutnya, pengisian jabatan Sekda definitif maupun kepala dinas tidak boleh lepas dari prinsip meritokrasi dan regulasi yang berlaku.

Ia menegaskan, konsolidasi birokrasi memang dibutuhkan untuk memperkuat kinerja pemerintahan. Namun demikian, proses tersebut harus terlaksana secara akuntabel agar tidak memunculkan penilaian negatif dari masyarakat.

“Jabatan Sekda sangat strategis karena menjadi penggerak utama roda birokrasi daerah. Karena itu, figur yang terpilih harus memiliki kompetensi manajerial dan integritas yang tinggi,” ungkapnya.

Selain itu, Basuki juga menyoroti peran DPRD Kabupaten Tasikmalaya. Ia berharap lembaga legislatif dapat menjalankan fungsi pengawasan secara seimbang dan bertanggung jawab terhadap setiap tahapan seleksi jabatan.

Termasuk, sambung Basuki, proses lelang jabatan terbuka (open bidding) yang saat ini tengah berlangsung di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya.

Pengisian Jabatan Melalui Mekanisme Rekrutmen ASN

Seperti diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya memastikan seluruh proses pengisian jabatan strategis, mulai dari Sekda hingga kepala dinas, dilakukan melalui mekanisme rekrutmen ASN karier berbasis sistem nasional Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Hal tersebut disampaikan Kepala BKPSDM Kabupaten Tasikmalaya, Iing Farid Khozin, menyusul perubahan jabatan Mohammad Zen dari Sekda menjadi Staf Ahli Bupati.

Menurut Iing, kebijakan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan undang-undang serta reformasi birokrasi nasional yang menekankan transparansi, kompetensi, dan keterbukaan.

“Proses ini tidak hanya berlaku di Kabupaten Tasikmalaya, tapi merupakan sistem kepegawaian nasional yang diterapkan oleh BKN,” jelasnya.

Saat ini, lanjut Iing, jabatan Sekda Kabupaten Tasikmalaya dijalankan oleh Pelaksana Harian (Plh), yakni Roni A Sahroni, sembari menunggu proses penetapan Penjabat Sekda yang telah diusulkan kepada Gubernur.

Iing menyebutkan, untuk pengisian jabatan Sekda definitif, pemerintah daerah akan menggunakan pola rekrutmen terbuka melalui aplikasi BKN, sehingga setiap ASN yang memenuhi persyaratan memiliki kesempatan yang sama untuk mendaftar.

BACA JUGA: Gerindra Kabupaten Tasikmalaya Angkat Bicara: Sekda Jenderal Birokrasi

Tak hanya itu, seleksi terbuka juga tengah berlangsung untuk mengisi sejumlah jabatan Kepala Dinas dan pejabat eselon II lainnya, termasuk Asisten I Setda, Kepala Dinas Pendidikan, dan Kepala Dinas PUTRLH.

Proses seleksi dilakukan melalui tahapan uji kompetensi dengan melibatkan Universitas Padjadjaran (Unpad) atau lembaga penguji yang dipersyaratkan BKN, dengan kriteria minimal grade A.

(F Kamil)

Sampah Menggunung di Sejumlah TPS Kota Banjar

0
sampah kota banjar fokusjabar.id
Tumpukan sampah di TPS Parles Terminal Banjar

BANJAR, FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota Banjar Jawa Barat (Jabar) semestinya menjadi cerminan kota yang tertib, bersih dan sehat.

Masalah sampah mungkin terlihat remeh. Yakni, hanya soal tumpukan plastik, sisa makanan atau kardus bekas yang menumpuk.

BACA JUGA:

Lapas Banjar Selaraskan Kebijakan Nasional dan 15 Program Aksi Kemenimipas

Namun di Kota Banjar sampah sudah menjelma menjadi masalah yang serius. Lebih dari itu, tumpukan sampah menjadi simbol lemahnya pemimpin.

Tumpukan sampah bukan hanya mengganggu keindahan kota. Namun menimbulkan dampak ekologis, sosial bahkan mengancam kesehatan.

Belum turunnya anggaran BBM untuk armada pengangkut sampah dari TPS ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cibeureum mengakibatkan terjadinya penumpukan sampah di sejumlah Tempat Penampungan Sementara (TPS).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjar, Asep Tatang tak menampik soal tumpukan sampah di sejumlah TPS.

Asep beralasan, penumpukan sampah di TPS itu terjadi akibat belum turunnya anggaran BBM.

“Kemarin belum ada anggaran BBM. Jadi menumpuk belum diangkut ke TPA,” ungkapnya, Rabu (7/1/2026).

Menurut Dia, tumpukan sampah sudah mulai diangkut ke TPA, Selasa (6/1/2026) malam tadi.

BACA JUGA:

Kades Raharja Kota Banjar Lantik Sekdes dan Kasi Kesmas

Pihaknya berjanji, per hari ini tumpukan sampah akan diangkut ke TPA Cibeureum.

“Tadi malam juga dari TPS sudah mulai diangkut ke TPA. Hari ini beres semua,” janji Dia.

Pantauan di TPS Parles Terminal Banjar,  sampah masih menumpuk dan meluber ke bahu jalan.

Kondisi tersebut mengeluarkan bau menyengat. Armada pengangkut sampah tampak terlihat sedang mengangkut sampah.

(Agus)

Ini Tekad Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Andi Purwanto

0
Kapolres Tasikmalaya Kota fokusjabar.id
AKBP Moh Faruk Rozi dan AKBP Andi Purwanto

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Kapolres Tasikmalaya Kota Polda Jabar, AKBP Moh Faruk Rozi diganti oleh AKBP Andi Purwanto.

Moh Faruk Rozi pindah tugas sebagai Kapolres Klaten. Sedangkan Andi Purwanto sebelumnya bertugas di Bareskrim Mabes Polri.

BACA JUGA:

Kasus Korupsi Pupuk Bersubsidi Kabupaten Tasikmalaya, Masuk Babak Baru

Andi Purwanto berjanji membawa Polres Tasikmalaya Kota semakin baik. Terutama dalam mewujudkan keamanan dan kenyamanan di wilayah hukumnya.

“Kami akan melanjutkan prestasi dan keberhasilan pemimpin terdahulu. Di mana Polres Tasikmalaya Kota dicintai dan dipercaya masyarakat,” ungkapAndi Purwanto.

Menurut Dia, keberhasilan institusi tidak ditentukan oleh individu. Namun berkat kerja sama dan kerja keras dari seluruh jajaran Polres Tasikmalaya Kota.

Untuk itu, Dia meminta dukungan dan support dari seluruh jajarannya serta masyarakat Tasikmalaya.

“Tentu saya tidak bisa bekerja sendiri. Kami butuh dukungan dan kerja sama dari semua unsur dan elemen masyarakat. Kebersamaan dan gotong royong merupakan modal utama untuk menciptakan kondisi keamanan dan ketertiban,” ungkapnya.

BACA JUGA:

Gerindra Kabupaten Tasikmalaya Angkat Bicara: Sekda Jenderal Birokrasi

Dia menegaskan akan terus memaksimalkan pencapaian yang sudah terjalin dengan baik di Kota Tasikmalaya. Seperti sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak. Terutama dengan unsur ulama, tokoh agama serta para pemuda dan elemen masyarakat lainnya demi, mewujudkan wilayah yang aman dan kondusif.

“Kondusivitas Kamtibmas wilayah tidak hanya tanggung jawab kami di Kepolisian. Namun merupakan tanggung jawab kita bersama. Mari kitamenjaga Kamtibmas demi keamanan dan kenyamanan seluruh masyarakat,” pungkasnya.

(Seda)

Damkar UPTD Ciamis Padamkan Api di Atap Rumah Warga

0
Damkar UPTD Ciamis fokusjabar.id
Titik api di atas rumah berhasil dipadamkan Damkar UPTD Ciamis

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Personel Damkar UPTD Ciamis berhasil memadamkan api di titik sambung konektor SR di atas rumah milik Fuad Anwar (70), Selasa (6/1/2026) malam.

Lokasinya di Lingkungan Bangunsari Kelurahan Benteng Kecamatan/Kabupaten Ciamis Jawa Barat (Jabar).

BACA JUGA:

Pengunjung Astana Gede Kawali Ciamis Menurun

Beruntung api dari korsleting arus listrik di titik sambung konektor SR tersebut tidak membesar berkat laporan pemilik rumah ke pihak Damkar UPTD Ciamis.

Kepala Satpol PP Kabupaten Ciamis, Ega Anggara Alqausar melalui Kasi pengendalian dan penanganan Kebakaran, Trisyanto mengatakan, petugas piket Damkar UPTD Ciamis menerima laporan kejadian korsleting listrik di atas rumah.

“Mendapat laporan, 4 petugas piket dan 1unit mobi tangki panar langsung menuju lokasi,” katanya, Rabu (7/1/2026).

“Api memang kecil. Namun kalau tidak secepatnya ditangani akan mengakibatkan kebakaran besar,” Dia menambahkan.

Menurut Trisyanto, titik api dari korsleting listrik pertama kali diketahui oleh tetangganya. Waktu itu, mendengar suara letupan di atas genting.

BACA JUGA:

Bahu Jalan Desa Bunter Ciamis Longsor, Lahan Pertanian di 3 Desa Kekeringan

“Karena takut terjadi kebakaran besar, saksi langsung memberitahu pemilik rumah danmelapor ke Damkar UPTD Ciamis,” ungkapnya.

Sebelumnya FOKUSJabar mengabarkan, angin kencang menerjang wilayah Desa/Kecamatan Kawali. Akibatnya, sejumlah tenda dan roda para pedagang di Taman Surawisesa porak poranda.

Kejadian angin kencang tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka.

(Husen Maharaja)

Antisipasi Super Flu, Dinkes Kota Bandung Perkuat Edukasi PHBS

0
dinkes kota bandung fokusjabar.id
Ilustrasi (foto: web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Dinkes Kota Bandung Jawa Barat (Jabar) memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus super flu.

Kepala Dinkes Kota Bandung, Sony Adam mengatakan, wilayahnya merupakan salah satu daerah sentinel Influenza Like Illness (ILI) yang ditunjuk Kemenkes.

BACA JUGA:

Soal Sungai Cijangjawa, Wali Kota Bandung Bilang Begini

Melalui program tersebut, Puskesmas yang ditetapkan secara rutin mengambil sampel pasien dengan gejala influenza untuk diperiksa di laboratorium Kemenkes.

“Setiap waktu tertentu kami mengambil sampel dari pasien yang diduga influenza. Sampel itu dikirim ke Kemenkes untuk diperiksa dengan alat yang canggih. Kemudian hasilnya dikembalikan ke kami,” kata Sony, Rabu (7/1/2026).

Menurut Dia, pihaknya belum menerima hasil sampel dari Kemenkes terkait adanya temuan strain super flu di Kota Bandung.

“Belum ada feedback dari Kementerian Kesehatan bahwa flu di Kota Bandung ini adalah super flu. Jadi sampai sekarang belum ada informasi kasus tersebut,” jelasnya.

Berdasarkan laporan Puskesmas, tidak ada peningkatan signifikan kasus influenza.

“Datanya relatif datar. Tidak ada lonjakan dan tidak ada indikasi super flu,” katanya.

BACA JUGA:

Kuota Sarimukti Kembali Normal, DLH Bandung Alihkan Sampah ke Luar Kota

Meski begitu, pihaknya terus mengintensifkan promosi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) kepada masyarakat.

Upaya tersebut meliputi pola makan teratur, olahraga, istirahat cukup, menutup mulut saat batuk, memperbanyak minum air serta rajin mencuci tangan dengan sabun setelah beraktivitas atau kontak dengan orang sakit.

“Ini bagian dari pencegahan karena influenza adalah virus yang mudah bermutasi,” ucapnya.

Sony menjelaskan, secara umum gejala super flu tidak jauh berbeda dengan flu biasa. Seperti demam, sakit kepala, nyeri badan, batuk, pilek dan bersin.

Namun virus ini dapat menjadi lebih berisiko bila menyerang kelompok usia rentan. Seperti lansia, balita serta penderita penyakit tertentu.

“Pada kelompok rentan, sakitnya bisa lebih berat dan berlangsung lebih lama. Karena daya tahan tubuhnya rendah,” kata Sony.

Dia menegaskan, meski memiliki kemiripan dengan Covid-19, tingkat keparahan super flu tidak seberat Covid-19.

Menurutnya, influenza umumnya dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu sekitar satu minggu.

BACA JUGA:

Pemkot Bandung Siap Rutin Umumkan Pengeluaran Anggaran ke Publik

Terkait sosialisasi, Dinkes Kota Bandung memilih pendekatan edukatif tanpa menimbulkan kepanikan di masyarakat.

“Kami tidak ingin membuat masyarakat resah. Lebih baik fokus pada promosi kesehatan. Dengan begitu, daya tahan tubuh masyarakat tetap terjaga,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Angin Kencang Ngamuk di Taman Surawisesa Kawali Ciamis

0
taman surawisesa fokusjabar.id
Tenda pedagang taman Surawisesa Kawali yang diterjang angin kencang

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Angin kencang menerjang wilayah Desa/Kecamatan Kawali Kabupaten Ciamis Jawa (Jabar). Akibatnya, sejumlah tenda dan roda para pedagang di Taman Surawisesa porak poranda.

Kejadian angin kencang tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka.

BACA JUGA:

Pengunjung Astana Gede Kawali Ciamis Menurun

Informasi yang terhimpun, pada pedagang di Taman Surawisesa mengalami kerugian materi belasan juta rupiah.

Kepala BPBD Kabupaten Ciamis, Ani Supiani menerangkan, pihaknya menerima laporan dari Camat Kawali soal kejadian angin kencang.

“Laporan kejadian angin kencang, Selasa (6/1/2026) sore kamrin,” kata Ani.

Selanjutnya, pihak BPBD menerjunkan personel untuk melakukan asesmen.

“Dampak terjangan angin kencang cukup parah terhadap sejumlah fasilitas pedagang Taman Surawisesa,” ucapnya.

Berdasarkan hasil pendataan, fasilitas  yang rusak yakni:

  1. Roda Cipaku Koceak (Pecah Kaca) kerugian Rp200 ribu

2.Tenda Mochi (Terpal rusak) kerugian Rp200 ribu

  1. Roda Mpe Mpe (Pecah kaca) kerugian Rp200 ribu
  2. Tenda minuman es jeruk (Terpal rusak) kerugian Rp200 ribu
  3. Tenda lukisan (Rusak parah) kerugian Rp700 ribu
  4. Tenda pancingan (Rusak parah) kerugian Rp700 ribu

BACA JUGA:

Pohon Petai Raksasa Tumbang Menimpa Rumah Warga di Cimari Ciamis

  1. Tenda bebek mainan (Terpal rusak) kerugian Rp300 ribu
  2. Tenda mainan pasir (Terpal rusak) kerugian Rp300 ribu
  3. Tenda pasakan (Terpal rusak) kerugian Rp300 ribu
  4. Tenda tembakan mainan (Rusak parah) kerugian Rp700 ribu
  5. Tenda trampolin (Terpal rusak) kerugian Rp1,5 juta
  6. Tenda payung kopi (Tenda rusak) kerugian Rp200 ribu
  7. Dagangan minuman kerugian Rp200 ribu.

“Kerugian materi itu berdasarkan hasil asesmen di lapangan yang dilaksanakan pihak BPBD, Kecamatan dan Paguyuban Pedagang,” jelasnya.

Ani menjelaskan, untuk tindakan selanjutnya fasilitas para pedagang yang mengalami kerusakan sudah dilaporkan.

“Sudah kami laporkan peristiwa itu kepada Pak Bupati,” pungkasnya.

(Husen Maharaja)

Pencarian Hari ke-2 Lansia Hanyut di Sungai Cimanuk Garut Nihil

0
sungai cimanuk fokusjabar.id
Proses pencarian korban terseret Sungai Cimanuk

GARUT, FOKUSJabar.id: Tim SAR Gabungan kembali melakukan upaya pencarian terhadap seorang lansia yang dilaporkan terbawa arus Sungai Cimanuk Kabupaten Garut Jawa Barat (Jabar), Selasa (6/1/2026).

Hingga hari kedua, pencarian korban belum membuahkan hasil.

BACA JUGA:

Lupa Matikan Kompor, Rumah di Bayongbong Garut Hangus Terbakar

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Kabupaten Garut, Usep Basuki Eko mengatakan, korban diketahui bernama Titi (60), warga Kampung Bojong Kalapa, Desa Cipicung Kecamatan Banyuresmi.

“Tim gabungan menyisir area sungai. Kami mengerahkan Regu 2 dari unit Rescue Damkar untuk bergabung dengan unsur SAR lainnya,” kata Eko kepada FOKUSJabar.

Kronologi Kejadian

Peristiwa tersebut bermula pada Senin (5/1/2026) pagi. Berdasarkan laporan saksi mata, Nanang, korban terlihat jatuh ke area Sungai Cimanuk.

Karena khawatir akan keselamatan korban, saksi segera melaporkan kejadian tersebut kepada Babinsa setempat. Selanjutnya koordinasi dengan pihak Damkar dan instansi terkait.

Operasi pencarian pada hari Selasa dimulai pukul 09.00 WIB dengan waktu respons cepat sekitar 10 menit setelah tim tiba di lokasi.

Petugas menyisir aliran sungai yang berjarak sekitar 12 kilometer dari titik awal kejadian.

BACA JUGA:

Bawa Program Taman Pendidikan, Siswi SMPN 1 Garut Menuju Grand Final Duta Siswa Indonesia 2026

“Metode pencarian dilakukan dengan menyusuri sungai menggunakan perahu karet. Petugas juga melakukan pengecekan di titik-titik kedalaman sungai dengan menggunakan jangkar. Namun, hingga pukul 14.00 WIB, keberadaan korban masih belum terdeteksi,” kata Eko.

Dalam operasi tersebut Disdamkar bersinergi dengan BPBD, TNI/Polri, Basarnas, PMI, Tagana, relawan dan warga setempat.

Mengingat kondisi di lapangan dan hasil koordinasi antarunsur terkait, operasi pencarian dihentikan sementara.

BACA JUGA:

Soal Rotasi Jabatan, Bupati Garut Bilang Begini

“Pencarian akan dilanjutkan Rabu (7/1/2026). Kami berharap cuaca mendukung dan korban bisa segera ditemukan,” pungkas Usep Basuki Eko.

(Y.A. Supianto)