spot_imgspot_img
Rabu 29 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 379

Lupa Matikan Kompor, Rumah di Bayongbong Garut Hangus Terbakar

0
bayongbong garut fokusjabar.id
Proses pemadaman api di Bayongbong Garut

GARUT, FOKUSJabar.id: Sebuah bangunan rumah permanen milik Ny Imas di Kampung Cijeuleureun Desa Mekarsari Kecamatan Bayongbong Kabupaten Garut Jawa Barat (Jabar) hangus dilalap si jago merah, Selasa (6/1/2026).

Kebakaran diduga kuat dipicu oleh kelalaian pemilik rumah yang lupa mematikan kompor.

BACA JUGA:

Mantan Anggota DPRD Garut Deklarasi FK2PMD, Ada Apa?

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Kabupaten Garut, Usep Basuki Eko mengatakan, pihaknya menerima laporan dari warga soal kebakaran tersebut.

“Kami mengerahkan tiga unit armada. Yakni dua unit kendaraan pancar dari pusat dan Cikajang serta satu unit water supply. Api berhasil dikendalikan,” kata Eko.

Berdasarkan keterangan saksi, Iki mengatakan, api pertama kali terlihat muncul dari area dapur.

Menurutnya, pemilik rumah sedang memasak namun lupa mematikan kompor. Sehingga api dengan cepat membesar dan merambat ke struktur bangunan seluas 70 m2 tersebut.

Akibat kejadian tersebut, pemilik rumah menelan kerugian mencapai Rp50 juta.

“Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut,” ungkapnya.

BACA JUGA:

Garut Sambut Investasi Besar, Industri Garmen Siap Serap Ribuan Pekerja

Meski satu bangunan terdampak, kerja keras petugas Regu 2 Disdamkar Garut bersama unsur bantuan lainnya berhasil melokalisir api. Sehingga tidak merambat ke bangunan sekitar.

“Total aset yang berhasil kami selamatkan sekitar Rp350 juta. Termasuk bangunan milik Bidan Riska dan Ibu Uwar yang posisinya sangat berdekatan dengan titik api,” terang Eko.

Dalam proses pemadaman, Disdamkar dibantu warga sekitar, kepolisian, PLN, Satpol PP dan Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar).

Pihaknya mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan memastikan kompor serta instalasi listrik dalam keadaan aman sebelum meninggalkan dapur atau rumah.

(Y.A. Supianto)

Konon, di Cijulang Pangandaran Bakal Dibangun Terminal Tipe A?

0
Pangandaran@fokusjabar.id
Poto: Tugu Panser di bunderan Cijulang Pangandaran.

PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Wacana akan berdirinya terminal Tipe A di Kabupaten Pangandaran tepatnya di wilayah Kecamatan Cijulang kembali menjadi perbincangan publik.

“Dulu sempat mendengar ada wacana pembangunan terminal tipe A di Cijulang Kabupaten Pangandaran. Dan semoga saja benar akan di bangun,” ungkap Dadi Abidarda aktivis eksponen 96 pituin Cijulang, Rabu (7/1/2026).

Dadi menjelaskan, bahwa Cijulang merupakan ujung trayek dari angkutan umum. Contohnya yang sudah ada saat ini adalah Tasikmalaya-Cijulang dengan melitasi jalur Kota Banjar.

Baca Juga: PT. Putra Borneo Sakti, Pemenang Proyek Jembatan Sodongkopo Pangandaran

“Ada pula, Tasikmalaya-Cijulang dengan jalur jalan melintasi Cikalong Legok Jawa. Dan intinya bermuara di Cijulang sebagai ujung trayek di Kabupaten Pangandaran,” jelasnya.

Dengan wacana akan di bangunnya terminal tipe A di Cijulang, kata Dadi, Pemkab Pangandaran tentu akan menangkap peluang baik tersebut, apalagi dengan dukungan Pemprov Jawa Barat.

“Karena memang Terminal tipe A kan Kementerian Perhubungan, dan dulu wacananya untuk lokasi yaitu di Desa Kondangjajar Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran,” ujarnya.

Wacana pembangunan terminal tipe A tersebut kenapa akan di bangun di Cijulang, Dadi melanjutkan, karena dekat dengan bandara Nusawiru.

“Jadi ketika terminal tipe A di bangun di Cijulang, bisa terintegrasi dengan transportasi udara. Dan supaya mempermudah para pengunjung atau wisatawan datang ke Kabupaten Pangandaran,” tegasnya.

Jembatan Sodongkopo

Apalagi, lanjut Dadi, jika jembatan Sodongkopo sudah resmi bisa di pergunakan. Tentu para wisatawan akan lebih enjoy untuk datang berlibur ke objek wisata di Kabupaten Pangandaran.

Baca Juga: Banyak Sampah di Jembatan Sodongkopo, Bupati Pangandaran Gerak Cepat

“Memang masyarakat sudah sangat menantikan peresmian jembatan Sodongkopo. Kapan atuh Kang Dedi Mulyadi Gubernur Jabar akan segera gunting pita untuk di resmikan?,” pungkasnya.

Kabupaten Pangandaran saat memiliki dua ikon baru yaitu Masjid Jami Ar Rohman dan jembatan Sodongkopo yang berada di Kecamatan Cijulang.

Dan yang saat ini menjadi sorotan publik adalah keberadaan kendaraan tempur jenis panser yang kini jadi ikon alun-alun Kecamatan Cijulang.

Kendaraan tempur jenis Panser tersebut merupakan pemberian dari Panglima TNI Jenderal Agus Subianto yang merupakan putera terbaik Indonesia pituin Cijulang Kabupaten Pangandaran.

(Yud’s)

Soal Sungai Cijangjawa, Wali Kota Bandung Bilang Begini

0
Sungai Cijangjawa fokusjabar.id
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan Saat Meninjau Sungai Cijangjawa

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pemkot Bandung Jawa Barat (Jabar) akan melakukan pelebaran jalur sungai sekaligus pengerukan dasar aliran Sungai Cijangjawa di Kelurahan Pakemitan, Kecamatan Cinambo.

Langkah ini dilakukan untuk meminimalisir banjir yang kerap melanda kawasan tersebut.

BACA JUGA:

Wali Kota Bandung Antisipasi Dampak Proyek BRT

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, normalisasi Sungai Cijangjawa menjadi salah satu fokus penanganan banjir di wilayah timur.

“Sungai akan diperlebar, jalurnya dan dikeruk agar aliran air lancar. Dengan begitu, dampak banjir dapat dikurangi,” kata Farhan.

Menurutnya, kondisi Sungai Cijangjawa yang menyempit dan dangkal menyebabkan air mudah meluap saat hujan dengan intensitas tinggi.

Aliran sungai Cijangjawa berdampak langsung terhadap wilayah RW03, 04 dan RW05 Kelurahan Cisaranten Wetan serta RW05 Kelurahan Pakemitan.

BACA JUGA:

Pemkot Bandung Genjot Perbaikan Infrastruktur dan Pengelolaan Sampah 2026

Farhan juga menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk meningkatkan pengawasan terhadap sejumlah pabrik di sekitar aliran Sungai Cijangjawa.

“Pabrik dilarang membuang limbah ke sungai,” tegas Farhan.

Lurah Pakemitan, Ria Hentidara mengatakan, penanganan Sungai Cijangjawa telah dikoordinasikan dengan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Kota Bandung.

“Pak Wali meminta agar aliran Sungai Cijangjawa segera dikeruk dan diperlebar,” kata Ria.

BACA JUGA:

Parkir Liar Tak Terkendali, Wali Kota Bandung Dorong Pembangunan Park and Ride

Dia menjelaskan, persoalan banjir telah berlangsung lama. Bahkan sejak wilayah tersebut masih masuk dalam kawasan Cinambo lama.

Hingga kini, banjir belum sepenuhnya teratasi. Penyebabnya ada pertemuan aliran sungai di bagian hulu yang menyebabkan air berbalik ke arah permukiman warga.

“Salah satu kendalanya ada di pertigaan aliran sungai di bagian atas. Sehingga kembali ke arah belakang dan memicu genangan,” jelasnya.

(Yusuf Mugni)

Kasus Korupsi Pupuk Bersubsidi Kabupaten Tasikmalaya, Masuk Babak Baru

0
Korupsi pupuk bersubsidi Kabupaten Tasikmalaya fokusjabar.id
Kasi Intelijen Kejari Kabupaten Tasikmalaya, Nikodemus Damanik, SH, MH, umumkan tersangka baru kasus korupsi pupuk bersubsidi.

TASIKMALAYA, FOKUSJabar: Lama tak terdengar, kasus dugaan korupsi penyaluran pupuk bersubsidi di Kabupaten Tasikmalaya kembali mencuat dan memasuki fase krusial.

Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Tasikmalaya memastikan perkara tersebut resmi masuk Tahap II dan segera bergulir ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung.

Perkembangan itu terjadi setelah hasil audit kerugian keuangan negara dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) rampung pada Desember 2025.

BACA JUGA: 

Kejari Kabupaten Tasikmalaya Bongkar Skandal Pupuk Bersubsidi, Kerugian Negara Dperkirakan Lebih dari Rp16 Miliar

Audit tersebut menjadi dasar penyidik menyatakan seluruh berkas perkara lengkap (P21) dan layak masuk persidangan.

Sebelumnya, dalam perkara ini, Kejari Kabupaten Tasikmalaya telah menetapkan tiga orang tersangka yang kini menjalani masa tahanan titipan di Lapas Kelas IIB Tasikmalaya.

Mereka masing-masing berinisial EN (Direktur CV MMS), ES (Persero Komanditer CV MMS), dan AH (Direktur CV GBS).

Ketiganya dduga terlibat dalam penyimpangan penyaluran pupuk bersubsidi pada periode 2021–2024, yang menimbulkan kerugian negara miliaran rupiah.

BACA JUGA: Temui Tersangka di Balik Jeruji, Kejari Kabupaten Tasikmalaya Dalami Kasus Korupsi Pupuk Bersubsidi

Kepala Seksi Intelijen Kejari Kabupaten Tasikmalaya, Nikodemus Damanik, SH. MH, mengatakan, tahap II menandai berakhirnya proses penyidikan dan mulai masuk tahapan penuntutan.

“Setelah Laporan Hasil Pemeriksaan BPKP keluar, penyidik menyatakan berkas perkara lengkap atau P21. Saat ini Jaksa Penuntut Umum sedang mempersiapkan pelimpahan perkara ke Pengadilan Tipikor Bandung,” ujarnya. Rabu (7/1/2026).

Nikodemus menegaskan, meski perkara telah siap menuju persidangan Tipikor, pengembangan kasus Korupsi Pupuk Bersubsidi  belum sepenuhnya tertutup.

Penyidik terang Niko, masih melakukan analisis lanjutan terhadap hasil perhitungan kerugian negara dari BPKP.

“Apabila dari hasil perhitungan BPKP terdapat kerugian negara yang tidak dapat dipertanggungjawabkan oleh tiga tersangka, maka sangat mungkin adanya penambahan tersangka baru. Itu menjadi kewenangan penyidik,” tegasnya.

Bahkan, peluang munculnya tersangka lain juga bisa terbuka dalam proses persidangan apabila majelis hakim menemukan fakta hukum baru yang terungkap di persidangan.

BACA JUGA: Kejari Kabupaten Tasikmalaya Bongkar Skandal Pupuk Bersubsidi, Kerugian Negara Diperkirakan Lebih dari Rp16 Miliar

Ia menembahkan, dalam penanganan perkara korupsi, Kejaksaan tidak hanya berorientasi pada pemidanaan pelaku, tetapi juga pada upaya pemulihan kerugian keuangan negara.

“Tujuan utama penanganan perkara korupsi adalah mengembalikan kerugian negara. Namun demikian, proses pidana tetap berjalan sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” katanya.

(F Kamil)

Bahu Jalan Desa Bunter Ciamis Longsor, Lahan Pertanian di 3 Desa Kekeringan

0
Bahu jalan Desa bunter fokusjabar.id
Kondisi Bahu Jalan Desa Bunter yang longsor

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Bahu jalan Desa setinggi 4 meter dengan panjang 7 meter di Dusun/Desa Bunter Kecamatan Sukadana Kabupaten Ciamis Jawa Barat (Jabar) longsor.

Matrial longsor tumpah dan menyumbat saluran air Cikelebut. Kondisi tersebut mengancam lahan pertanian.

BACA JUGA:

Pemilik Pabrik Makaroni di Sadananya Ciamis Rugi Rp200 Juta

Berdasarkan keterangan BPBD Kabupaten Ciamis, lahan pertanian di Desa Bunter, Tanjungjaya dan Desa Kepel Kecamatan Cisaga terancam kekeringan.

Kepala BPBD Kabupaten Ciamis, Ani Supiani mengatakan, sebelumnya pada 25 Oktober 2025 lokasi tersebut diterjang longsor.

“Ini longsor yang kedua kali. Telah dilakukan penanganan dengan cara mengurug lokasi longsor,” katanya.

Menurut Ani, kondisi urugan tersebut belum stabil. Sehingga ketika diguyur hujan deras lokasi tersebut kembali longsor.

“Kejadian ke dua terjadi pada tanggal 3 Januari 2026,” kata Ani.

Pihaknya kembali melakukan penanganan sekaligus asesmen sebagai bahan laporan.

BACA JUGA:

Pohon Petai Raksasa Tumbang Menimpa Rumah Warga di Cimari Ciamis

“Untuk sementara, dipasang jembatan darurat dari bambu untuk akses lalu lintas,” tutup Ani.

Sebelumnya FOKUSJabar mengabarkan, bangunan rumah yang dijadikan pabrik Makaroni seluas 10 x 15 meter milik Herman Taufiq di Dusun Cikatomas, Desa/Kecamatan Sadananya Kabupaten Ciamis Jawa Barat (Jabar) kebakaran.

Kepala Satpol PP Kabupaten Ciamis, Ega Anggara Alqausar melalui Kasi Pengendalian dan Penanganan Kebakaran Trisyanto menyebut, musibah kebakaran yang menimpa Pabrik Makaroni tidak menelan korban jiwa maupun luka.

(Husen Maharaja)

PT. Putra Borneo Sakti, Pemenang Proyek Jembatan Sodongkopo Pangandaran

0
pangandaran@fokusjabar.id
Jembatan Sodongkopo Pangandaran.

PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Jembatan Sodongkopo penghubung antara Nusawiru dan pantai batu karas merupakan ikon baru Kabupaten Pangandaran Jawa Barat.

Siapakah yang mengerjakan proyek Jembatan Sodongkopo Pangandaran yang indah menawan tersebut?, pemenang tender tahap satu dan dua adalah PT. Putra Borneo Sakti.

Pembangunan Jembatan Sodongkopo Pangandaran di biayai oleh anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Provinsi Jawa Barat.

Baca Juga: Banyak Sampah di Jembatan Sodongkopo, Bupati Pangandaran Gerak Cepat

Senilai Rp55,4 miliar pada tahap kedua, dengan lama pekerjaan 255 hari kalender, terhitung sejak tanggal 21 April 2025. Dengan panjang jembatan 140 meter dan lebar 7 meter, dan jalur bagi para pejalan kaki, masing-masing 2,5 meter.

Peresmian jembatan Sodongkopo sangat di nantikan oleh warga Kabupaten Pangandaran. Karena akses tersebut bisa mempersingkat jarak tempuh pangandaran ke batu karas maupun sebaliknya.

“Kapan atuh Jembatan Sodongkopo Pangandaran di resmikan, sudah gak kuat ingin melintasi jalur tersebut,” ungkap Dede Aos Firdaus salah seorang warga Kabupaten Pangandaran, Rabu (7/1/2026)

Jembatan Sodongkopo di prediksi akan selesai pada akhir Januari 2026. Walaupun belum di resmikan, namun, warga Kabupaten Pangandaran sudah menyampaikan ucapan rasa terimakasihnya. Untuk Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi yang lebih di kenal Bapak Aing.

“Terimakasih atas perhatian dari Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi yang telah membangun jembatan Sodongkopo. Penghubung pangandaran dan batu karas Kecamatan Cijulang,” ungkap Dede Aos Firdaus salah seorang warga Kabupaten Pangandaran.

Membawa Dampak Positif

Dengan di bangunnya jembatan Sodongkopo yang di biayai APBD Provinsi Jabar, lanjut Dede. Tentunya akan mempersingkat waktu tempuh dari pangandaran ke batu karas ataupun sebaliknya.

Baca Juga: Kang Dedi Muyadi, Kapan Jembatan Sodongkopo Pangandaran Diresmikan?

Jembatan Sodongkopo jika sudah resmi bisa di gunakan, lanjut Dede, tentu akan membawa dampak positif bagi perekonomian masyarakat Kabupaten Pangandaran.

Sementara, salah seorang aktivis eksponen 96 pituin Cijulang, Dadi Abidarda juga menyampaikan rasa terimakasih kepada Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi. Yang telah melanjutkan pembangunan jembatan Sodongkopo Pangandaran.

“Saya sebagai pituin warga Cijulang, sangat berterimakasih kepada Gubernur Jabar, Kang Dedi Mulyadi. Alias Bapak Aing yang telah memberikan perhatian dengan membangun jembatan Sodongkopo,” kata Dadi Abidarda.

(Yud’s)

Gerindra Kabupaten Tasikmalaya Angkat Bicara: Sekda Jenderal Birokrasi

0
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Usman Kusmana soroti Sekretaris Daerah (Sekda)
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Usman Kusmana.

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Pasca pemberhentian Mohammad Zen dari jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tasikmalaya dan penunjukannya sebagai Staf Ahli Bupati, respons politik mulai bermunculan dari parlemen daerah.

Kali ini datang dari Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Usman Kusmana.

Ia menegaskan, langkah yang diambil Bupati dan Wakil Bupati Tasikmalaya harus dipahami sebagai bagian dari ikhtiar untuk membangun tata kelola birokrasi yang selaras dengan arah kepemimpinan daerah.

BACA JUGA: 

Jabatan Sekda Kabupaten Tasikmalaya Berganti, Moh Zen Resmi Jadi Staf Ahli Bupati

Menurut Usman, dalam sistem pemerintahan daerah, Sekda memiliki peran strategis sebagai “jenderal birokrasi” yang menjadi penggerak utama roda pemerintahan.

Karena itu, konsolidasi birokrasi merupakan keniscayaan dalam rangka memastikan visi dan misi kepala daerah dapat dijalankan secara efektif.

“Apa pun langkah yang diambil bupati, harus dipahami sebagai upaya membangun kerangka sistem birokrasi yang linier dengan spirit kepemimpinan beliau,” ujar Usman, Selasa (6/1/2026).

Ia menyebutkan, Fraksi Gerindra memandang kebijakan rotasi dan mutasi pejabat sebagai sesuatu yang sah dan wajar. Hal itu selama berjalan dalam koridor peraturan perundang-undangan dengan niatan untuk mempercepat terwujudnya visi misi pembangunan Kabupaten Tasikmalaya.

“Selama langkah itu diambil dalam koridor hukum dan semata-mata untuk kepentingan masyarakat, tentu harus didukung,” tegasnya.

Hadirkan Kepemimpinan Birokrasi Yang Satu Visi!

Usman menambahkan, membangun birokrasi yang solid harus diawali dengan menghadirkan kepemimpinan yang satu visi dengan bupati.

Sehingga, ucap Usman, setiap kebijakan pembangunan dapat dieksekusi secara terarah dan tidak terhambat oleh disharmoni internal pemerintahan.

Fraksi Gerindra, kata dia, memastikan akan menjadi bagian dari elemen politik yang mendorong sekaligus mengawal kebijakan-kebijakan strategis kepala daerah. Khususnya yang bertujuan memperbaiki tata kelola pemerintahan dan meningkatkan kualitas pembangunan daerah.

“Kami akan mengawal langkah-langkah yang menjamin terwujudnya tata kelola pemerintahan Kabupaten Tasikmalaya yang lebih baik. Serta terciptanya pembangunan yang benarbenar berpihak pada rakyat,” tandas Usman.

Fraksi Gerindra sambung Usman, menegaskan, dinamika pergantian Sekda dan rotasi pejabat bukan semata persoalan individu, melainkan bagian dari proses konsolidasi birokrasi dan politik demi keberhasilan kepemimpinan daerah ke depan

BACA JUGA: BKPSDM Kabupaten Tasikmalaya Luruskan Isu Pergeseran Sekda Moh Zen

Seperti diberitakan sebelumnya, kini posisi Sekretaris Daerah diisi oleh Pelaksana Harian (Plh) yang telah mendapatkan persetujuan, yakni Roni A Sahroni.

Roni saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kabupaten Tasikmalaya.

“Hari ini juga sudah diusulkan ke Gubernur agar Plh Sekda ditetapkan menjadi Penjabat Sekda,” ujar Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Tasikmalaya, Iing Farid Khozin.

<strong>(Farhan)