spot_imgspot_img
Rabu 29 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 380

Gerindra Kabupaten Tasikmalaya Angkat Bicara: Sekda Jenderal Birokrasi

0
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Usman Kusmana soroti Sekretaris Daerah (Sekda)
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Usman Kusmana.

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Pasca pemberhentian Mohammad Zen dari jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tasikmalaya dan penunjukannya sebagai Staf Ahli Bupati, respons politik mulai bermunculan dari parlemen daerah.

Kali ini datang dari Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Usman Kusmana.

Ia menegaskan, langkah yang diambil Bupati dan Wakil Bupati Tasikmalaya harus dipahami sebagai bagian dari ikhtiar untuk membangun tata kelola birokrasi yang selaras dengan arah kepemimpinan daerah.

BACA JUGA: 

Jabatan Sekda Kabupaten Tasikmalaya Berganti, Moh Zen Resmi Jadi Staf Ahli Bupati

Menurut Usman, dalam sistem pemerintahan daerah, Sekda memiliki peran strategis sebagai “jenderal birokrasi” yang menjadi penggerak utama roda pemerintahan.

Karena itu, konsolidasi birokrasi merupakan keniscayaan dalam rangka memastikan visi dan misi kepala daerah dapat dijalankan secara efektif.

“Apa pun langkah yang diambil bupati, harus dipahami sebagai upaya membangun kerangka sistem birokrasi yang linier dengan spirit kepemimpinan beliau,” ujar Usman, Selasa (6/1/2026).

Ia menyebutkan, Fraksi Gerindra memandang kebijakan rotasi dan mutasi pejabat sebagai sesuatu yang sah dan wajar. Hal itu selama berjalan dalam koridor peraturan perundang-undangan dengan niatan untuk mempercepat terwujudnya visi misi pembangunan Kabupaten Tasikmalaya.

“Selama langkah itu diambil dalam koridor hukum dan semata-mata untuk kepentingan masyarakat, tentu harus didukung,” tegasnya.

Hadirkan Kepemimpinan Birokrasi Yang Satu Visi!

Usman menambahkan, membangun birokrasi yang solid harus diawali dengan menghadirkan kepemimpinan yang satu visi dengan bupati.

Sehingga, ucap Usman, setiap kebijakan pembangunan dapat dieksekusi secara terarah dan tidak terhambat oleh disharmoni internal pemerintahan.

Fraksi Gerindra, kata dia, memastikan akan menjadi bagian dari elemen politik yang mendorong sekaligus mengawal kebijakan-kebijakan strategis kepala daerah. Khususnya yang bertujuan memperbaiki tata kelola pemerintahan dan meningkatkan kualitas pembangunan daerah.

“Kami akan mengawal langkah-langkah yang menjamin terwujudnya tata kelola pemerintahan Kabupaten Tasikmalaya yang lebih baik. Serta terciptanya pembangunan yang benarbenar berpihak pada rakyat,” tandas Usman.

Fraksi Gerindra sambung Usman, menegaskan, dinamika pergantian Sekda dan rotasi pejabat bukan semata persoalan individu, melainkan bagian dari proses konsolidasi birokrasi dan politik demi keberhasilan kepemimpinan daerah ke depan

BACA JUGA: BKPSDM Kabupaten Tasikmalaya Luruskan Isu Pergeseran Sekda Moh Zen

Seperti diberitakan sebelumnya, kini posisi Sekretaris Daerah diisi oleh Pelaksana Harian (Plh) yang telah mendapatkan persetujuan, yakni Roni A Sahroni.

Roni saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kabupaten Tasikmalaya.

“Hari ini juga sudah diusulkan ke Gubernur agar Plh Sekda ditetapkan menjadi Penjabat Sekda,” ujar Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Tasikmalaya, Iing Farid Khozin.

<strong>(Farhan)

Pengunjung Astana Gede Kawali Ciamis Menurun

0
Astana Gede kawali fokusjabar.id
Pintu gerbang masuk Astana Gede Kawali Ciamis

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Jumlah wisatawan yang mengunjungi lokasi wisata Astana Gede di  Desa/Kecamatan  Kawali Kabupaten Ciamis Jawa Barat (Jabar) tahun 2025 menurun dari tahun 2024.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis, Heryan melalui Kepala UPTD Pariwisata Kawali, Aan Kurniawan membenarkan kondisi penurunan jumlah wisatawan ke Astana Gede.

BACA JUGA:

Disdik Ciamis Genjot Pendidikan Coding, Melatih Cara Berpikir Logis Sejak Dini

Menurut Dia, pada tahun 2025 jumlah wisatawan yang berkunjung di Situs sejarah Astana Gede Kawali mengalami penurunan. Meski begitu, realisasi target kunjungan mencapai 100 persen.

“Capaian targetnya terealisasi 100 persen,” katanya, Selasa (6/1/2026).

Aan menuturkan, penyebab penurunan jumlah wisatawan ke Astana Gede Kawali karena tahun 2025 tidak ada mahasiswa yang melakukan penelitian. Sehingga berdampak kepada jumlah kunjungan.

“Pada tahun 2024 banyak mahasiswa lokal maupun luar daerah yang melakukan penelitian,” ungkapnya.

Dia menyebut, pada tahun 2024 tercatat 4.284 orang yang mengunjungi Astana Gede. Dan tahun 2025 sebanyak 3.442 orang.

“Untuk mendongkrak wisatawan, Kami akan koordinasi lagi dengan  kampus atau sekolah,” jelasnya.

BACA JUGA:

Balad Galuh Beri Warning Puncak Masih Rentan, PSGC Diminta Fokus Jelang Putaran Ketiga

Aan menerangkan, secara umum untuk jumlah kunjungan wisatawan ke lokasi wisata di bawah UPTD Pariwisata Kawali (Astana Gede, Situ Wangi dan Situ Lengkong) pada momen perayaan natal dan tahun baru tidak mengalami lonjakan yang cukup signifikan.

“Tercatat yang mengalami peningkatan pengunjung yakni Situ Panjalu. Karena momennya bertepatan dengan bulan yang banyak dikunjungi peziarah. Sedangkan Situ Wangi dan Astana Gede biasa saja,” ungkapnya.

(Husen Maharaja)

Arus Deras Sungai Citanduy Jadi Favorit Wisata Ekstrem di Kota Banjar

0
Arus Deras Sungai Citanduy Jadi Favorit Wisata Ekstrem di Kota Banjar
Arus Deras Sungai Citanduy Jadi Favorit Wisata Ekstrem di Kota Banjar

BANJAR,FOKUSJabar.id:Suasana libur tahun baru dan liburan sekolah masih terasa di Kota Banjar. Hal itu terlihat dari ramainya wisatawan yang datang untuk mencoba olahraga ekstrem arung jeram di Sungai Citanduy, salah satu destinasi petualangan yang kini tengah digemari.

Para pengunjung diajak menyusuri derasnya arus Sungai Citanduy, menghadapi bebatuan besar, hingga menaklukkan jeram-jeram menantang yang memacu adrenalin. Sensasi petualangan ini menjadi pengalaman berkesan bagi mereka yang hadir.

Baca Juga: Kades Raharja Kota Banjar Lantik Sekdes dan Kasi Kesmas

Ketua Komunitas Arung Jeram Kota Banjar, Asep Setiadi, mengatakan aktivitas arung jeram menawarkan perpaduan antara tantangan dan keindahan panorama alam.


“Wisata arung jeram ini tidak hanya memacu adrenalin. Tetapi juga menyuguhkan pemandangan indah di sepanjang aliran Sungai Citanduy,” ujarnya, Selasa (6/1/2026).

Asep menjelaskan, rute arung jeram dimulai dari wilayah Bojong, Kabupaten Ciamis, dan berakhir di Jembatan Karangpucung, Desa Jajawar, Kecamatan Banjar. Sepanjang perjalanan, peserta dapat menikmati hamparan alam yang menghubungkan dua daerah tersebut.

Rute ini terpilih karena menawarkan jeram yang menantang dengan panjang lintasan sekitar 12 kilometer dan durasi perjalanan kurang lebih tiga jam.


“Arusnya cukup deras, sehingga memberikan sensasi menegangkan sekaligus menyenangkan bagi para pengunjung,” jelas Asep.

Komunitas Pecinta Arung Jeram

Menurutnya, wisata ini tidak hanya diminati pelancong umum. Namun juga komunitas pecinta arung jeram dari luar daerah yang penasaran mencoba jalur Sungai Citanduy.


“Dengan pengalaman tersebut, rasa penasaran pengunjung benar-benar terbayar,” tambahnya.

Untuk mengikuti arung jeram, satu kelompok minimal terdiri dari enam orang dan akan didampingi seorang pemandu serta tim rescue demi keamanan.


“Pengunjung tidak perlu repot mencari titik keberangkatan. Tim kami akan mengantar menggunakan kendaraan sampai lokasi start,” kata Asep.

Setelah menyelesaikan perjalanan menantang ini, wisatawan dapat menikmati fasilitas tambahan berupa paket makan siang nasi liwet di tepi sungai dan es kelapa muda yang menyegarkan.


“Harganya sekitar Rp250 ribu per orang untuk menikmati paket lengkap arung jeram ini,” ungkapnya.

Asep memastikan wisata arung jeram di Sungai Citanduy aman karena dilengkapi peralatan keselamatan. Termasuk pelampung dan helm, serta telah melalui serangkaian uji coba dan survei rute oleh tim profesional.


“Keamanan menjadi prioritas. Semua peralatan dan tim rescue siap menjaga pengunjung sampai garis akhir,” pungkasnya.


(Agus)

Ancaman Super Flu H3N2 Mengintai, Dinkes Tasikmalaya Imbau Warga Waspada

0
Ancaman Super Flu H3N2 Mengintai, Dinkes Tasikmalaya Imbau Warga Waspada
Ancaman Super Flu H3N2 Mengintai, Dinkes Tasikmalaya Imbau Warga Waspada

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Munculnya varian baru virus influenza sebagai Super Flu (H3N2 sub-clade K) mulai menjadi perhatian serius di sejumlah daerah. Meski Kota Tasikmalaya masih dinyatakan nihil kasus, Pemerintah Kota melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) meminta masyarakat untuk tetap berada dalam kewaspadaan tinggi.

Kewaspadaan ini meningkat setelah terdeteksinya 10 kasus terkonfirmasi di Kota Bandung yang telah tervalidasi menggunakan metode Whole Genome Sequencing (WGS).

Baca Juga: Proyek Rumdin Wali Kota Molor, Pemkot Tasikmalaya Berlakukan Denda 0,1 Persen per Hari

Apa Itu Super Flu H3N2 Sub-clade K?

Varian H3N2 sub-clade K merupakan hasil mutasi virus influenza yang memiliki tingkat penularan jauh lebih cepat dari flu musiman. Meski gejalanya cenderung mirip dengan influenza pada umumnya, karakter virus yang lebih agresif membuatnya perlu kesiapan dan kewaspadaan dari masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, dr. Asep Hendra Hendriana, menjelaskan beberapa gejala utama yang harus diperhatikan, di antaranya:

  • Demam tinggi
  • Batuk dan pilek intens
  • Nyeri tenggorokan
  • Tubuh terasa lemas

“Secara klinis mirip flu biasa. Namun karena ini hasil mutasi dan penularannya lebih cepat, kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak menunggu sampai virus ini masuk ke Tasikmalaya,” tegas dr. Asep, Senin (5/1/2026).

Belajar dari Pengalaman Pandemi

Dinkes menilai pola penyebaran Super Flu memiliki kemiripan dengan Covid-19. Karena itu, kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan menjadi langkah utama untuk mencegah penularan.

“Jika merasa kurang sehat, jangan memaksakan diri beraktivitas di luar rumah. Langkah sederhana ini sangat efektif melindungi orang lain,” ujar dr. Asep.

Cuaca Ekstrem Ikut Memicu Kerentanan

Memasuki musim penghujan, suhu di Tasikmalaya kerap berubah ekstrem. Kelembapan tinggi, kemudian udara yang dingin dapat melemahkan sistem imun, membuat virus pernapasan lebih mudah menginfeksi.

Cara Mencegah Super Flu H3N2

Imbauan kepada masyarakat untuk kembali memperketat pola hidup sehat dengan langkah-langkah berikut:

  • Gunakan masker, terutama di kerumunan atau saat tubuh kurang fit.
  • Konsumsi nutrisi seimbang untuk meningkatkan imunitas.
  • Istirahat cukup, hindari kelelahan saat cuaca tidak menentu.
  • Terapkan PHBS, seperti rutin mencuci tangan dengan sabun.

Dinkes Kota Tasikmalaya memastikan pemantauan terus berjalan dan fasilitas kesehatan siap menangani jika muncul gejala yang mengarah pada varian baru tersebut. Kemudian masyarakat harus tetap waspada dan menjaga kesehatan.

(Abdul)

Pamit Tugas, AKBP Andri Kurniawan Apresiasi Warga dan Media di Pangandaran

0
Pangandaran@Fokusjabar.id
Poto: Kapolres Pangandaran AKBP Andri Kurniawan pamit kepada Masyarakat dan Media di Pangandaran.

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Kapolres Pangandaran AKBP Andri Kurniawan resmi berpamitan kepada jajaran kepolisian, masyarakat, serta insan media dalam acara lepas sambut yang digelar di lingkungan Polres Pangandaran, Selasa (6/1/2026).

Dalam kesempatan tersebut, AKBP Andri menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh masyarakat Pangandaran yang telah memberikan dukungan selama ia menjalankan tugas sebagai Kapolres. Ia menyebut masa pengabdiannya selama lima bulan enam hari merupakan pengalaman penting dalam perjalanan karier kepolisian yang ia jalani.

Baca Juga: Camat Cijulang Pangandaran Apresiasi Tugu Panser Pemberian Jenderal Agus Subianto

“Terima kasih kepada seluruh masyarakat Pangandaran yang telah membantu dan mendukung saya selama menjalankan tugas sebagai Kapolres. Banyak kegiatan berjalan lancar berkat kerja sama semua pihak,” ujar AKBP Andri.

Selama memimpin Polres Pangandaran, berbagai kegiatan kepolisian dikatakan dapat terlaksana dengan baik, mulai dari pengamanan wilayah, pelayanan publik, hingga program sosial dan kemasyarakatan. Ia juga terlibat dalam mendukung program pemerintah daerah serta menjaga stabilitas kamtibmas di wilayah pesisir tersebut.

Dalam momen perpisahan itu, AKBP Andri tak lupa mengapresiasi peran media yang sangat membantu tugas kepolisian melalui publikasi yang informatif, berimbang, dan konstruktif.

“Saya bangga pernah menjadi bagian dari masyarakat Pangandaran. Banyak kenangan dan pembelajaran yang saya dapatkan di sini, terutama dalam membangun komunikasi dan sinergi dengan masyarakat,” katanya.

Menurutnya, Pangandaran memberikan pelajaran berharga terutama dalam pelayanan kepolisian dan penyelesaian persoalan sosial. Serta penguatan kolaborasi antara Polri, pemerintah daerah, dan berbagai elemen masyarakat.

Menutup pesannya, AKBP Andri Kurniawan berharap silaturahmi yang telah terbangun selama ini tetap terjaga. Meski dirinya tak lagi bertugas di Polres Pangandaran. Ia juga mendoakan agar Kabupaten Pangandaran terus aman, nyaman, dan berkembang.

(Sajidin)

Jelang Ramadan 1447 H, Muhammadiyah Garut Siapkan Peluncuran Buku Sejarah

0
Garut FOKUSJabar.id
Dosen Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung sekaligus sejarawan muslim, Sopaat Rahmat Selamet, menjelaskan tentang metodologi penulisan sejarah

GARUT,FOKUSJabar.id: Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Garut tengah mematangkan penyusunan buku sejarah persyarikatan sebagai warisan intelektual bagi generasi mendatang. Upaya ini tidak hanya menjadi dokumentasi, tetapi juga langkah strategis untuk melestarikan jejak perjuangan Muhammadiyah di Garut.

Dosen Universitas Muhammadiyah Bandung sekaligus sejarawan muslim, Sopaat Rahmat Selamet, menegaskan pentingnya penulisan sejarah yang berbasis metodologi ilmiah. Menurutnya, sejarah tidak bisa ditulis secara serampangan.

Baca Juga: Bawa Program Taman Pendidikan, Siswi SMPN 1 Garut Menuju Grand Final Duta Siswa Indonesia 2026

“Menulis sejarah tidak bisa langsung menulis begitu saja. Ada tahapan penting yang harus dilalui, mulai dari heuristik atau pengumpulan sumber, verifikasi, kritik sumber primer maupun sekunder, hingga interpretasi dan historiografi,” ujar, Selasa (6/1/2026).

Dari proses kurasi naskah para peserta lomba, Sopaat mengungkapkan bahwa sekitar 80 persen karya sudah tergolong baik. Meski demikian, masih ada beberapa catatan teknis yang perlu diperbaiki sebelum buku naik cetak.

“Secara umum sudah bagus, tetapi tetap ada yang harus direvisi, terutama menyangkut prosedur riset sejarah. Ada naskah dengan narasi kuat namun analisisnya kurang, atau sumber-sumber yang belum dilengkapi,” tambahnya.

Target Peluncuran Februari 2026

Program penyusunan buku sejarah Muhammadiyah Garut ini ditargetkan rampung dan diluncurkan pada Februari 2026, menjelang Ramadan 1447 Hijriah. Buku tersebut dirancang dalam format antologi atau bunga rampai, yang menghimpun berbagai perspektif sejarah Muhammadiyah di Garut.

Untuk menjaga standar akademik, proses penyuntingan dipercayakan kepada tim sejarawan dari UM Bandung yang juga merupakan putra daerah Garut. Sopaat berharap karya ini menjadi pemicu munculnya riset-riset sejarah yang lebih komprehensif di masa mendatang.

“Buku sejarah ini bukan sekadar dokumentasi, tetapi juga warisan literasi bagi kader. Garut adalah salah satu daerah awal berkembangnya Muhammadiyah di Jawa Barat, sehingga catatan ini sangat penting,” tegasnya.

Langkah Strategis Persyarikatan

Aep Saepudin, mewakili MPI PDM Garut, menjelaskan bahwa pihaknya telah menggelar bimbingan teknis (bimtek) pada Senin (5/1/2026) sebagai persiapan penyusunan buku. Bimtek ini merupakan tindak lanjut dari lomba penulisan esai bertema Sejarah Muhammadiyah Garut yang sebelumnya digelar dalam rangka Milad ke-113 Muhammadiyah.

“Kami berharap kegiatan ini memberi dampak nyata, sehingga karya peserta tidak hanya berhenti pada lomba, tetapi juga menjadi referensi bermanfaat bagi masyarakat luas,” ujar Aep.

Setelah diluncurkan, buku sejarah Muhammadiyah Garut ini rencananya akan didistribusikan secara luas ke sekolah-sekolah Muhammadiyah, Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), dan organisasi otonom (ortom) di seluruh wilayah Garut.

(Y.A. Supianto)

Kuota Sarimukti Kembali Normal, DLH Bandung Alihkan Sampah ke Luar Kota

0
Bandung FOKUSJabar.id
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, Darto

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung memastikan telah menyiapkan langkah antisipatif menjelang berakhirnya masa relaksasi pembuangan sampah ke TPA Sarimukti pada 10 Januari 2026. Setelah relaksasi dihentikan, kuota pembuangan sampah Kota Bandung kembali normal, yakni sebesar 980 ton per hari.

Kepala DLH Kota Bandung, Darto, menjelaskan bahwa relaksasi sebelumnya diberikan lantaran adanya kerusakan peralatan di TPA Sarimukti yang berdampak pada operasional pengolahan sampah.

Baca Juga: Sidang Praperadilan Wawalkot Bandung, Kuasa Hukum Paparkan Tujuh Materi Gugatan

“Selama ini relaksasi diberikan karena ada alat yang rusak di Sarimukti. Relaksasi itu berlaku sampai 10 Januari, setelah itu kembali normal sesuai kuota,” ujar Darto di Balai Kota Bandung, Selasa (6/1/2026).

Menurutnya, selama masa relaksasi, volume sampah yang dikirim Kota Bandung menjadi yang terbesar dibandingkan daerah lain yang juga mendapat kelonggaran. Dengan berakhirnya kebijakan tersebut, Bandung menghadapi potensi sekitar 200 ton sampah per hari yang tidak dapat terangkut ke Sarimukti.

DLH Siapkan Exit Plan: 200 Ton Sampah Akan Dialihkan ke Luar Kota

Untuk mengatasi potensi penumpukan sampah, DLH Bandung telah menyiapkan skema penanganan atau exit plan. Salah satu rencana utama adalah mengalihkan sebagian sampah ke fasilitas pengolahan di luar wilayah Bandung.

“Kami sudah menyiapkan backup plan. Sekitar 200 ton sampah akan dikirim ke luar kota. Lokasinya resmi dan clear, hanya belum bisa kami sampaikan,” kata Darto.

Pengalihan sampah ini bersifat sementara, dengan estimasi berlangsung maksimal tiga bulan. Dalam periode tersebut, Pemkot Bandung akan melakukan pembenahan internal, mulai dari pengadaan peralatan hingga peningkatan kapasitas pengolahan sampah di dalam kota.

Optimalkan Pengolahan Sampah Internal

Selain pengiriman sampah ke luar kota, DLH juga akan memperkuat sistem pengolahan sampah lokal. Salah satu langkahnya adalah menambah petugas pemilah dan pengolah sampah, terutama untuk sampah organik.

“Ini sudah fix dan ditargetkan mulai Januari ini. Mereka akan berstatus sebagai penyedia jasa, bukan tenaga kontrak biasa,” jelas Darto.

DLH optimistis bahwa kombinasi antara pengalihan sampah sementara dan peningkatan kapasitas pengolahan internal dapat meminimalkan risiko penumpukan sampah setelah masa relaksasi berakhir.

“Asumsi sampah yang belum aman itu sekitar 200 ton, dan skemanya sudah kami siapkan,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)