spot_imgspot_img
Rabu 29 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 376

Cigembor Libatkan 49 Petani Kembangkan Padi Organik 

0
Ciamis FOKUSJabar.id
Keterangan Foto: Lurah Cigembor, Nandra Orlando bersama PPL usai melihat lahan padi organik, Rabu (07/01/2026)

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Upaya mewujudkan Kabupaten Ciamis sebagai Kabupaten Organik 2026 terus digencarkan hingga ke tingkat kelurahan dan desa. Salah satu wilayah yang menunjukkan progres signifikan adalah Kelurahan Cigembor, Kecamatan Ciamis, yang kini semakin agresif memperluas pengembangan padi organik.

Jika sebelumnya padi organik di Cigembor hanya dibudidayakan di lahan seluas sekitar 300 bata, pada tahun 2026 pengembangan tersebut ditargetkan melonjak menjadi 1,3 hektare dan melibatkan 49 petani organik.

Lurah Cigembor, Nandra Orlando, menyebut langkah ini merupakan inovasi kebijakan kelurahan sekaligus bentuk dukungan konkret bagi visi Bupati Ciamis dalam membangun pertanian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

“Awalnya hanya sekitar 300 bata dan hasilnya lebih banyak untuk konsumsi sendiri. Tahun 2026 kami tingkatkan menjadi 1,3 hektare dengan 49 petani organik yang terlibat,” ujar Nandra.

Sebagai bentuk penguatan regulasi, Kelurahan Cigembor menetapkan bahwa lahan sawah bengkok milik kelurahan yang disewakan kepada masyarakat wajib ditanami padi organik. Kebijakan ini bukan sekadar aturan administratif, melainkan juga sebagai sarana edukasi agar petani terbiasa dengan pola tanam berkelanjutan.

“Kami memberi harga sewa lebih ringan, tetapi dengan ketentuan menggarap lahan harus secara organik. Ini komitmen kami mendukung Program Kabupaten Organik 2026,” jelasnya.

Nandra menyebut sebagian besar petani telah mengikuti sosialisasi awal dan akan mendapatkan pelatihan lanjutan. Sebab, sistem pertanian organik membutuhkan perlakuan berbeda, mulai dari teknik budidaya hingga pengelolaan hama.

Pendampingan Intensif

Pendampingan intensif berjalan bersama Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), mencakup teknik menanam hingga pemetaan peluang pemasaran beras organik.

“Fokus kami saat ini membangun pemahaman petani. Jika pemahamannya kuat, maka ke depan beras organik Cigembor punya nilai ekonomi yang menjanjikan,” katanya.

Pendampingan teknis diperkuat oleh PPL Wilayah Binaan Cigembor, Deden Fajar Arief, yang menyebut kebutuhan pupuk organik petani dapat dipenuhi dari limbah kotoran hewan (kohe) yang tersedia cukup melimpah.

“Bahan baku pupuk organik tersedia dari limbah kohe di Balai Pembibitan Sapi Pasundan dan RPH. Petani bisa mengolahnya sendiri,” ujar Deden.

Dalam waktu dekat, pihaknya bersama kelurahan akan menggelar pelatihan budidaya padi organik serta pembuatan pupuk organik agar petani makin mandiri dan mampu menekan biaya produksi.

“Pendampingan harus berkelanjutan karena penanganan padi organik berbeda dengan non-organik,” tambahnya.

Bahkan, koordinasi lintas pihak terus berjalan. Pertemuan lanjutan bersama praktisi organik akan terselenggara di Kelurahan Cigembor untuk memastikan kesiapan teknis di lapangan berjalan optimal.

Salah satu petani organik, Elan Maulana, menyampaikan apresiasi atas dukungan kelurahan dan PPL dalam pengembangan pertanian organik.

“Pertanian organik ini banyak manfaatnya. Tanah jadi lebih gembur, pH tanah lebih stabil,” ujarnya.

Elan berharap pengembangan padi organik di Cigembor terus bertambah seiring meningkatnya pemahaman petani serta kuatnya sinergi kelurahan, PPL, praktisi, RPH, dan masyarakat.

“Semoga pertanian organik di Cigembor semakin berkembang, tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga bernilai ekonomi, sehingga berkontribusi untuk mewujudkan Ciamis sebagai Kabupaten Organik,” pungkasnya.

(Nank Irawan)

Warga Keluhkan Penutupan Total Akses di Flyover Nurtanio Bandung

0
Flyover Nurtanio FOKUSJabar.id
Warga Keluhkan Penutupan Akses Jalan di Kawasan Flyover Nurtanio Kota Bandung

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Warga mengeluhkan penutupan total akses pejalan kaki di sekitar Flyover Nurtanio yang mulai diberlakukan sejak Selasa (6/1/2026). Kebijakan tersebut dinilai menyulitkan mobilitas harian warga, terutama pelajar, mahasiswa, pedagang kecil, hingga mereka yang membutuhkan akses darurat.

Maman (48), warga setempat, mengatakan ketiadaan jalur penyeberangan membuat aktivitas menuju kawasan Husein Sastranegara semakin berat.

Baca Juga: Belanja Efektif Pemprov Jabar, SilPa APBD Rp500 Ribu

“Yang mau nyebrang ke arah Husein enggak ada penyeberangan. Anak sekolah kasihan, mau stop angkot juga susah,” ujarnya, Rabu (7/1/2026).

Tak hanya itu, Maman menyebut sejumlah mahasiswa yang tinggal di sekitar lokasi terpaksa mencari jalur alternatif yang berbahaya.

“Ada mahasiswa sampai lewat gorong-gorong. Banyak yang ngekos di sini, kalau harus muter itu jauh dan ongkos nambah,” tuturnya.

Keluhan senada disampaikan Udeng (57). Menurutnya, penutupan total tersebut berdampak besar terhadap kehidupan sosial masyarakat.

“Bukan cuma pejalan kaki. Pedagang kecil juga kesulitan. Kalau ada warga meninggal, mengantar jenazah pun harus memutar jauh,” kata Udeng.

Menanggapi keluhan tersebut, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menjelaskan bahwa penutupan akses di Flyover Nurtanio bersifat sementara, sembari menunggu penyelesaian fasilitas pendukung jalan.

“Semalam saya lihat separonya masih tutup karena kelengkapan jalan belum selesai. Tapi sejauh ini sudah sangat membantu, terutama saat arus Natal dan Tahun Baru,” ujar Farhan, Rabu (7/1/2026).

Farhan mengakui kebutuhan akses penyeberangan menjadi aspirasi yang paling banyak masyarakat sampaikan. Salah satu usulan adalah pembangunan jembatan penyeberangan orang (JPO) yang memungkinkan warga melintasi jalur kereta api.

“Alhamdulillah ada banyak masukan dari warga, salah satunya permintaan JPO. Itu akan kami pertimbangkan,” katanya.

Namun, ia menekankan bahwa pembangunan JPO membutuhkan kajian teknis mendalam karena konstruksinya harus sejajar dengan flyover untuk bisa melintasi jalur kereta api. Hal ini membuat ketinggian struktur menjadi tantangan tersendiri.

“Masalahnya, tingginya harus sejajar dengan flyover. JPO-nya harus benar-benar melintasi jalur kereta api,” jelas Farhan.


(Yusuf Mugni)

Operasional Masjid Raya Bandung tak lagi Dibiayai Pemprov Jabar

0
Masjid Raya Bandung fokusjabar.id
Masjid Raya Bandung (foto: web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) menyatakan, Pemprov Jabar tidak lagi membiayai operasional Masjid Raya Bandung.

Pasalnya, lahan tersebut diketahui berstatus wakaf. Sehingga bukan merupakan aset Pemprov Jabar.

BACA JUGA:

Lindungi Hutan dan Pangan, Pemprov Jabar Sinkronkan Tata Ruang Terpadu

Kejelasan status lahannya diketahui setelah pengurus wakaf Masjid Raya Bandung menemui Biro Kesejahteraan Rakyat Provinsi Jawa Barat.

Pengurus wakaf meminta agar dikelola oleh ahli waris yang mewakafkannya.

Hal itu menimbulkan konsekuensi, masjid tersebut tidak lagi tercatat sebagai aset Pemprov Jabar.

“Aset yang tidak tercatat, tidak boleh lagi dibiayai oleh Pemprov,” kata Dedi Mulyadi, Rabu (7/1/2026).

BACA JUGA:

Keterbukaan Informasi Publik, Pemprov Jabar Peringkat 3 Nasional

Setelah tak lagi dibiayai Pemprov, kini pengelola Masjid mengupayakan sendiri pemasukan untuk membiayai operasional masjid.

Gubernur optimistis, pengelola bisa memanfaatkan lahan wakaf yang luas untuk menghasilkan pemasukan.

Dia mengucapkan terima kasih kepada pihak yang telah mewakafkan lahan.

“Saya harap, pemberi wakaf bisa mengelola masjid dengan baik,” pungkas Gubernur Jabar.

(Bambang Fouristian)

Belanja Efektif Pemprov Jabar, SilPa APBD Rp500 Ribu

0
Pemprov Jabar fokusjabar.id
Ilustrasi (foto: web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pemprov Jabar berhasil melaksanakan belanja secara efektif. Sehingga SilPa pada APBD 2025 hanya Rp500 ribu.

Minimnya SilPa Pemprov Jabar menandakan bahwa APBD telah digunakan seoptimal mungkin untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

BACA JUGA:

Pemprov Jabar-Kuba Jajaki Kolaborasi Strategis Bidang Kebencanaan

Sekda Jawa Barat, Herman Suryatman mengatakan, keuangan daerah merupakan instrumen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

SilPa yang minim pada 2025 menandakan belanja APBD dilakukan secara efektif.

“Artinya uang yang dikelola benar-benar didistribusikan untuk kesejahteraan masyarakat melalui berbagai kegiatan di kabupaten/kota. Catatan penggunaan APBD tetap akuntabel,” tegas Herman, Rabu (7/1/2026).

Kondisi SilPa 2025 lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Di mana rata-rata sekitar Rp1 trilyun.

Herman berharap, pemanfaatan APBD yang maksimal untuk kebutuhan masyarakat dapat mempercepat terwujudnya Jabar istimewa.

Meski demikian, masih ada belanja pembangunan 2025 yang belum dibayarkan. Yakni senilai Rp621 milyar.

BACA JUGA:

Dukung Media Massa, Pemprov Jabar Segera Gelar UKW

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) memastikan, kurang bayar belanja pembangunan tersebut akan dibayarkan pada tahun 2026.

Pada Januari 2026, akan ada pemasukan ke kas daerah Pemprov Jabar sebesar Rp2 trilyun.

Dana tersebut akan dipakai untuk belanja gaji, tunjangan penghasilan pegawai dan lainnya. Sehingga menyisakan dana Rp800 milyar di kas daerah.

“Sisa dana tersebut untuk membayar belanja pada 2025,” ungkap KDM.

Menurut KDM, adanya belanja pembangunan yang belum dibayar karena berkurangnya Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat pada 2025.

“Dari pemerintah pusat DBH tidak disalurkan hampir Rp400 milyar. Andaikan uang ini disalurkan, maka tidak akan ada potensi untuk tunda bayar,” tutupnya.

(Bambang Fouristian)

Tahun Pertama! Gubernur Jabar Fokus Pelestarian Alam

0
Gubernur Jabar fokusjabar.id
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) berkomitmen membangun infrastruktur sejalan dengan upaya pelestarian alam pada tahun pertama pemerintahannya.

Oleh karena itu, sejumlah program pembangunan infrastruktur telah dituntaskan beriringan dengan program pelestarian alam sepanjang 2025.

BACA JUGA:

Situ Cipanten Majalengka Diserbu 19 Ribu Wisatawan, Jadi Magnet Wisata Jabar

Kondisi jalan menjadi perhatian Gubernur Jabar pada tahun lalu. Panjang jalan yang direkonstruksi mencapai 223 kilometer dengan anggaran Rp1,2 trilyun.

Pemeliharaan jalan berkala juga dilakukan. Dengan anggaran Rp520 milyar, 211 kilometer mendapat pemeliharaan berkala.

Dedi Mulyadi juga memperlebar 4,7 km ruas jalan dengan anggaran Rp6,1 milyar.

Selain itu, membangun jalan di Kota Bekasi (0,4 km) dan Kabupaten Sukabumi sepanjang 6,6 kilometer.

Pembangunan infrastruktur yang dilakukan juga meliputi pembangunan jembatan. Terdapat 11 unit jembatan yang diganti dengan anggaran Rp94 milyar.

Selanjutna, 16.043 Penerangan Jalan Umum (PJU) dibangun dengan anggaran Rp493 milyar.

Pemasangan sambungan listrik juga telah dirampungkan dengan total 76.038 satuan.

BACA JUGA:

Gubernur Jabar Bangun Jembatan Sodongkopo Pangandaran, “Terimakasih Bapak Aing”

Penguatan infrastruktur menjadi fokus Gubernur Jabar untuk mendukung kehidupan yang layak bagi masyarakat.

“Dengan infrastruktur yang memadai, kebutuhan sektor pendidikan, kesehatan hingga perekonomian dapat terpenuhi dengan baik,” katanya, Rabu (7/1/2026).

Sejalan dengan pembangunan infrastruktur, program-program pelestarian lingkungan juga telah rampung dilaksanakan pada tahun 2025.

Salah satunya, peremajaan perkebunan teh. Program tersebut dilaksanakan di Kebun Teh Malabar, Kabupaten Bandung (5 hektare) dan Kecamatan Ciater, Subang seluas 5 hektare.

Tak sampai di situ, KDM merehabilitasi hutan seluas 1,2 hektare dan mereboisasi 7,8 hektare hutan bambu.

BACA JUGA:

Junjung Transparansi dan Akuntabilitas, Jamkrida Jabar Raih Anugerah KIP 2025

Upaya pelestarian lingkungan juga meliputi normalisasi sungai, situ dan embung.

Sedikitnya 17 sungai, 55 situ, 1 oxbow dan 2 embung yang dinormalisasi sepanjang tahun 2025.

KDM juga membangun pos pantau curah hujan, pos duga air, pos hidrologi dan sumur bor. Total anggaran yang digunakan untuk semua pembangunan itu mencapai Rp168 milyar.

BACA JUGA:

Anugerah Gapura Pancawaluya jadi Motor Transformasi Karakter di Jabar

Gubernur Jabar mengatakan, normalisasi sungai, situ dan embung untuk mencegah meluapnya air sungai. Sehingga mengakibatkan banjir.

Upaya penting lainnya, pembebasan dan pengelolaan mata air. Kegiatan tersebut dilakukan di dua wilayah sungai dengan biaya Rp1,2 milyar.

(Bambang Fouristian)

Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Lansia di Cinunuk Wanaraja

0
Tim SAR Gabungan fokusjabar.id
Tim SAR gabungan mengevakuasi Titi (65), warga Desa Karangsari yang dilaporkan hanyut di aliran Sungai Cimanuk, Kabupaten Garut. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia

GARUT, FOKUSJabar.id: Setelah melakukan pencarian intensif selama tiga hari, tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan Titi (65), warga Desa Karangsari yang dilaporkan hanyut di aliran Sungai Cimanuk Kabupaten Garut Jawa Barat (Jabar).

Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di wilayah Desa Cinunuk Kecamatan Wanaraja, Rabu (7/1/2026).

BACA JUGA:

Pencarian Hari ke-2 Lansia Hanyut di Sungai Cimanuk Garut Nihil

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Garut, Daris mengatakan, jasad korban ditemukan cukup jauh dari titik awal kejadian.

“Alhamdulillah, memasuki hari ketiga pencarian, survivor atas nama Ibu Titi telah ditemukan. Jasad korban ditemukan sekitar 2 kilometer dari titik awal pengarungan atau lokasi jatuhnya korban,” ujar Daris kepada FOKUSJabar.

Sebagai informasi, peristiwa tersebut bermula pada Senin (6/1/2026) sekitar pukul 08.00 WIB.

tim sar gabungan fokusjabar.id
Tim SAR gabungan mengevakuasi Titi (65), warga Desa Karangsari yang dilaporkan hanyut di aliran Sungai Cimanuk, Kabupaten Garut. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia

Berdasarkan keterangan saksi,  korban terlihat berlari menuju arah sungai di kawasan Bojong Kalapa.

Seorang warga yang sedang memancing sempat berupaya menolong dengan menahan korban. Namun arus sungai yang kuat membuat pegangan terlepas hingga korban hanyut terbawa arus.

Korban diduga terpeleset saat berada di pinggir sungai. Informasi dari pihak keluarga menyebutkan, korban sebelumnya memiliki riwayat gangguan pada bagian kepala akibat terjatuh.

Proses Evakuasi

Upaya pencarian melibatkan puluhan personel dari berbagai unsur. Mulai dari BPBD Garut, Damkar, Basarnas Pos Tasikmalaya, Brimob Kompi A hingga relawan dari Tagana, PMI, MDMC, Jenggala dan FAJI.

BACA JUGA:

Dinkes Garut Perketat Skrining Super Flu

“Tim di lapangan melakukan penyisiran melalui jalur darat dan pengarungan sungai menggunakan perahu karet dari titik TKP hingga ke wilayah Patrol, Kecamatan Banyuresmi,” jelas Daris.

Setelah ditemukan, jenazah korban langsung dievakuasi oleh petugas gabungan untuk kemudian diserahkan kepada pihak keluarga guna proses pemulasaraan.

Atas kejadian tersebut, BPBD mengimbau kepada seluruh masyarakat. Terutama yang tinggal atau beraktivitas di sekitar bantaran sungai untuk selalu meningkatkan kewaspadaan.

BACA JUGA:

Lupa Matikan Kompor, Rumah di Bayongbong Garut Hangus Terbakar

“Kami meminta warga lebih berhati-hati. Terutama saat debit air sungai sedang tinggi,” katanya.

“Bagi keluarga yang memiliki anggota lansia agar lebih diawasi aktivitas di sekitar area berbahaya. Salah satunya,  aliran sungai,” pungkasnya.

(Y.A. Supianto)

Apel Pedang Pora Sambut Kapolres Tasikmalaya, Haru Warnai Pergantian Pimpinan

0
Kapolres Tasikmalaya fokusjabar.id
Tradisi pedang pora menyambut Kapolres baru Tasikmalaya AKBP Wahyu Pristha Utama di Mapolres Tasikmalaya, Rabu (7/1/2026).

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Suasana khidmat dan penuh kehangatan menyelimuti Markas Komando (Mako) Polres Tasikmalaya di awal tahun 2026. Seluruh jajaran personel berkumpul dalam Apel Farewell Parade dan Serah Terima Jabatan Kapolres Tasikmalaya, Rabu (7/1/2026).

Dalam prosesi tersebut, AKBP Haris Dinzah, SH, SIK, MH, secara resmi menyerahkan jabatan Kapolres Tasikmalaya kepada AKBP Wahyu Pristha Utama, SH, SIK, MH.

BACA JUGA: Kriminalitas di Kabupaten Tasikmalaya Naik! Sepanjang 2025 Polres Tangani 402 Kasus, Narkoba dan Laka Lantas Jadi Sorotan

Tradisi pedang pora dan pengalungan bunga yang dipimpin Wakapolres Tasikmalaya, Kompol Sukmawijaya, menjadi simbol penyambutan nakhoda baru Polres Tasikmalaya.

Apel ini tak sekadar seremoni, namun juga menjadi momen penuh makna sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian AKBP Haris Dinzah selama memimpin dan membangun kedekatan dengan masyarakat Tasikmalaya.

Kompol Sukmawijaya menegaskan kesiapan seluruh jajaran untuk mendukung penuh kepemimpinan Kapolres yang baru.

“Kami siap melanjutkan dan meningkatkan kinerja, menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, serta memberikan pelayanan terbaik yang humanis,” tegasnya.

Kapolres Tasikmalaya AKBP Wahyu Pristha Utama pun menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat yang diterimanya.

Ia berharap soliditas yang telah terbangun dapat terus dijaga.

“Dengan kerja sama yang kuat, kami optimistis Polres Tasikmalaya akan semakin profesional dan responsif dalam melayani masyarakat,” ujar Wahyu.

Sertijab ini juga menjadi momen perpisahan bagi AKBP Haris Dinzah yang mendapat kepercayaan mengemban tugas baru sebagai Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat.

BACA JUGA: Heboh! Julia Prastini buka Hijab dan ke Bali Bareng Jefri Nichol

“Tasikmalaya memiliki tempat tersendiri di hati saya. Terima kasih atas kebersamaan, doa, dan dukungan seluruh anggota selama ini,” ungkap Haris.

Diketahui, AKBP Wahyu Pristha Utama sebelumnya menjabat Kasat Lantas Polrestabes Bandung. Sementara AKBP Haris Dinzah melanjutkan pengabdian di tingkat Polda Jawa Barat.

(F Kamil)