spot_imgspot_img
Rabu 29 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 375

Pemkot Tasikmalaya Resmikan Rehabilitasi Kelas MI Nurul Palah, Bukti Serius Dukung Pendidikan Keagamaan

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Sinergi Membangun Generasi: Dicky Chandra Resmikan Rehabilitasi MI Nurul Palah Bungursari

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Komitmen Pemerintah Kota Tasikmalaya dalam memperkuat mutu pendidikan keagamaan kembali dibuktikan. Pada Rabu (7/1/2026), Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd. Diky Chandra Negara meresmikan hasil rehabilitasi sejumlah ruang kelas di MI Nurul Palah, Kecamatan Bungursari.

Peresmian ini menunjukkan bahwa meski secara struktural Madrasah Ibtidaiyah berada di bawah Kementerian Agama, Pemerintah Kota Tasikmalaya tetap memandang madrasah sebagai fondasi penting dalam pembentukan karakter generasi muda.

Baca juga: Harumkan Tasikmalaya, Alifia Valmai Wakili Jabar di Beauty Muslimah Indonesia 2026

Madrasah Tanggung Jawab Moral Pemerintah Daerah

Dalam sambutannya, Diky Chandra menegaskan bahwa persoalan kewenangan tidak boleh menjadi batas dukungan pemerintah daerah terhadap lembaga pendidikan berbasis keagamaan.

“Para guru madrasah membina dan mendidik anak-anak warga Kota Tasikmalaya. Karena itu, keberadaan madrasah tetap menjadi tanggung jawab moral Pemerintah Kota, termasuk perhatian terhadap kesejahteraan para tenaga pendidiknya,” tegas Diky.

Ia menambahkan, Pemkot saat ini tengah menyusun konsep dukungan berkelanjutan agar madrasah dapat berkembang dari sisi kualitas kurikulum maupun infrastruktur pendukung.

Wajah Baru MI Nurul Palah: 5 Kelas Direhabilitasi

Kepala MI Nurul Palah, Solihin, menyampaikan rasa syukur atas tuntasnya rehabilitasi yang diajukan sejak Oktober tahun lalu.

Poin penting perbaikan ruang kelas:

  • Jumlah ruang: 5 kelas teleh mendapat rehabilitasi total
  • Tujuan: menciptakan suasana belajar lebih nyaman dan kondusif
  • Harapan: mendorong peningkatan prestasi akademik dan akhlak peserta didik

Meski demikian, Solihin berharap Pemkot dapat memperhatikan akses jalan menuju sekolah yang masih mengalami kerusakan sehingga menghambat mobilitas siswa dan guru.

Sinergi Lintas Sektor untuk Dunia Pendidikan

Kehadiran Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Andi Purwanto, dalam agenda tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi banyak pihak untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan tertib. Ia mengajak masyarakat menjaga kondusivitas sekolah serta mendukung aktivitas belajar mengajar.

Hadir juga dalam acara tasyakuran ini sejumlah tokoh penting, di antaranya:

  • AKBP Faruk Rozi, mantan Kapolres yang sebelumnya menginisiasi dukungan bagi madrasah
  • Dr. H. Agus Bukhori, Kepala Kemenag Kota Tasikmalaya
  • Tokoh masyarakat dan jajaran pejabat daerah lainnya

Penandatanganan prasasti oleh Wakil Wali Kota dan peninjauan langsung ke ruang kelas baru menjadi penutup prosesi peresmian. Keceriaan para siswa yang menyambut peresmian ini menjadi bukti bahwa peningkatan fasilitas belajar sangat berarti bagi mereka.

Dengan selesainya rehabilitasi tersebut, Harapannya MI Nurul Palah menjadi madrasah unggulan yang mampu menyelaraskan kecerdasan intelektual dengan nilai-nilai keislaman di Kota Tasikmalaya.

(Abdul)

Harumkan Tasikmalaya, Alifia Valmai Wakili Jabar di Beauty Muslimah Indonesia 2026

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Harumkan Tasikmalaya, Alifia Valmai Wakili Jabar di Beauty Muslimah Indonesia 2026

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Kabar membanggakan datang dari Bumi Sukapura. Alifia Valmai Putri Hermawan, mahasiswi berprestasi asal Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya, resmi terpilih menjadi wakil Jawa Barat pada ajang nasional bergengsi Beauty Muslimah Indonesia (BMI) 2026.

Gadis berhijab yang akrab disapa Alifia itu akan bertolak ke Bandung untuk mengikuti babak Grand Final BMI 2026 yang digelar pada 12–14 Februari 2026. Di panggung tersebut, ia akan bersaing dengan para finalis terbaik dari seluruh Indonesia.

Baca Juga: Apel Pedang Pora Sambut Kapolres Tasikmalaya, Haru Warnai Pergantian Pimpinan

Lebih dari Sekadar Kecantikan: Membawa Gagasan untuk Perempuan dan Gen Z

Di balik pesona dan pembawaannya yang anggun, Alifia membawa misi sosial yang kuat. Melalui advokasi bertajuk “Beauty Muslimah Branding Action”, ia bertekad menggugah kepercayaan diri perempuan muslimah dan menghapus stigma bahwa berhijab adalah penghalang untuk tampil percaya diri dan berprestasi.

“Saya ingin menunjukkan bahwa berhijab bukan batasan. Perempuan muslimah bisa tampil menarik, berkarakter, sekaligus berdaya di era digital,” ujar Alifia.

Tak berhenti di isu pemberdayaan perempuan, Alifia juga memberikan perhatian besar pada kesehatan mental di kalangan Generasi Z—isu yang menurutnya semakin mendesak. Ia merancang sejumlah program edukatif yang akan dibawanya dalam kompetisi, di antaranya:

  • Seminar & Workshop Interaktif tentang tekanan sosial dan perundungan.
  • Ruang Diskusi Aman untuk anak muda berbagi cerita tanpa takut dihakimi.
  • Kampanye Semangat Bangkit untuk menguatkan mental Gen Z agar tidak merasa berjuang sendirian.

Rekam Jejak Prestasi: Dari Paskibraka hingga Finalis Nasional

Perjalanan Alifia menuju panggung nasional bukanlah hal instan. Deretan prestasi yang ia raih menunjukkan dedikasi serta kerja kerasnya selama ini. Di antaranya:

  • Purna Paskibraka Kabupaten Tasikmalaya 2022
  • Winner Mojang Kecamatan Cineam 2024
  • Duta Manajemen Universitas Perjuangan Tasikmalaya 2025
  • Muslimah Ter-Standout 2025
  • Finalis Beauty Muslimah Indonesia 2026 (Wakil Jawa Barat)

Selain karya dan prestasinya, Alifia membawa misi untuk memperkenalkan UMKM lokal dan kekayaan budaya Tasikmalaya kepada panggung nasional.

Dukungan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya

Langkah Alifia mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Daerah. Kepala Disparpora Kabupaten Tasikmalaya, Aam Rahmat Selamet, memberikan apresiasi saat menerima kunjungan Alifia pada Selasa (6/1/2026).

“Alifia adalah representasi generasi muda Tasikmalaya yang religius sekaligus kompetitif. Kami mengajak seluruh masyarakat mendoakan agar ia dapat memberikan yang terbaik untuk Jawa Barat,” tutur Aam.

Bagi Alifia, ajang ini bukan semata kompetisi kecantikan, melainkan perjalanan untuk terus berkembang. Meski pernah mengalami kegagalan, ia menegaskan bahwa setiap tantangan justru membentuk dirinya menjadi lebih kuat.

“Kegagalan tidak membuat saya berhenti. Dari sana saya belajar dan memperbaiki diri,” ujarnya optimis.

(Abdul)

Bio Farma Suplai 1.000 Dosis Vaksin Influenza untuk Satgas Kemendagri di Aceh Tamiang

0
bio farma fokusjabar.id
Bio Farma menyalurkan lebih dari 1.000 dosis vaksin influenza

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Bio Farma menyalurkan lebih dari 1.000 dosis vaksin influenza untuk Tim Satuan Tugas (Satgas) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang bertugas dalam pemulihan layanan publik pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang.

Vaksinasi diberikan kepada 1.134 praja dan pegawai Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) yang diterjunkan ke wilayah terdampak bencana pada pekan pertama Januari 2025.

Langkah ini dilakukan untuk melindungi kesehatan petugas yang bekerja di lingkungan rawan penyakit.

Penugasan sebagai Tindak Lanjut Arahan Mendagri

Rektor IPDN Halilul Khairi mengatakan,  penugasan praja dan pegawai IPDN merupakan tindak lanjut arahan Mendagri untuk mengaktifkan kembali layanan pemerintahan, kesehatan, dan pendidikan yang terdampak bencana.

Vaksinasi menjadi upaya pencegahan agar petugas dapat menjalankan tugas secara optimal.

BACA JUGA: Bio Farma Gandeng Poltekkes Kemenkes RI, Cetak Inovasi Kesehatan dari Kampus ke Industri

Direktur Pemasaran Bio Farma Kamelia Faisal menegaskan, dukungan vaksin influenza ini merupakan komitmen perusahaan dalam mendukung program pemerintah, khususnya pemulihan pascabencana.

“Kami berharap perlindungan kesehatan ini dapat membantu mempercepat pemulihan dan memastikan layanan publik kembali berjalan normal,” kata Kamelia.

(LIN)

MUI Garut 2025–2030 Resmi Dilantik, Siap Perkuat Sinergi Ulama dan Pemerintah

0
MUI Garut FOKUSJabar.id
Keterangan Foto: Ketua MUI Provinsi Jawa Barat, Aang Abdullah Zein, Melantik dan Pengukuhan Pengurus MUI Kabupaten Garut Masa Khidmat 2025-2030, yang dilaksanakan di Gedung Pendopo Garut, Jalan Kabupaten, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Rabu (7/1/2026).

GARUT,FOKUSJabar.id: Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Barat resmi melantik jajaran pengurus MUI Kabupaten Garut masa khidmat 2025–2030. Prosesi pengukuhan dipimpin langsung Ketua MUI Jabar, KH. Aang Abdullah Zein, di Gedung Pendopo Garut, Jalan Kabupaten, Kecamatan Garut Kota, Rabu (7/1/2026).

Pelantikan berlangsung khidmat dan disaksikan jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah Garut Nurdin Yana, anggota DPRD, Kepala Kantor Kemenag Garut, serta para tokoh ulama dan masyarakat.

Baca Juga: Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Lansia di Cinunuk Wanaraja

Empat Pilar Sinergi MUI

Dalam sambutannya, KH. Aang menegaskan pentingnya harmonisasi antara MUI Jabar dan MUI Garut yang dibangun melalui empat pilar utama:

  1. Bersatu dalam satu aqidah.
  2. Berjamaah dalam ibadah.
  3. Mengutamakan toleransi dalam khilafiyah.
  4. Bekerja sama dalam dakwah.

“Saya mengajak seluruh pengurus yang baru dilantik untuk bekerja keras, kemudian bekerja cerdas, tuntas, dan ikhlas. Berikan warna dan rasa pada masyarakat melalui kolaborasi erat dengan pemerintah,” ujar KH. Aang.

Komitmen MUI Garut sebagai Mitra Pemerintah

Ketua Umum MUI Garut terpilih, KH. Rd. Amin Muhyiddin Maolani, menegaskan bahwa MUI Kabupaten Garut akan menjalankan peran strategis sebagai Khadimul Ummah (Pelayan Umat) sekaligus Shadiqul Hukumah (Mitra Pemerintah).

“MUI hadir untuk menjaga marwah ulama dan menjadi mitra strategis pemerintah daerah. Pada periode 2025–2030, kami mengusung transformasi lembaga yang adaptif terhadap perkembangan digital, namun tetap berpegang pada nilai keulamaan,” tegasnya.

Ia menambahkan, kemajuan Garut bisa tercipta oleh kekuatan moral dan spiritual agar tercipta kehidupan masyarakat yang harmonis.

Apresiasi dan Pesan Estafet Kepemimpinan

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, yang kini menjabat Ketua Dewan Pertimbangan MUI Kabupaten Garut, turut memberikan apresiasi kepada pengurus sebelumnya dan berharap kepengurusan baru segera merumuskan program kerja yang relevan dengan tantangan zaman.

“Terima kasih kepada pengurus 2020–2025 atas dedikasinya. Kepada pengurus baru, mari kemudian bersama mengemban amanah ini demi kemaslahatan masyarakat Garut,” ujar Syakur.

Senada, Ketua MUI Garut periode sebelumnya, A. Abdul Mujib Muhamad, menekankan bahwa pemimpin MUI harus mampu menjadi perintis, kemudian menjadi penyelaras, pemberdaya, sekaligus teladan bagi umat.

Struktur Kepengurusan MUI Garut 2025–2030

  • Ketua Dewan Pertimbangan: Dr. Ir. H. Abdusy Syakur Amin, M.Eng., IPU (28 anggota)
  • Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian: KH. Rd. Amin Muhyiddin Maolani (16 anggota)
  • Sekretaris Umum: H. Mohamad Yusuf Sapari, S.Pd., M.M.Pd. (16 anggota)
  • Bendahara Umum: H. Ropiudin Soleh, S.Ag., MM. (3 anggota)

(Y.A. Supianto)

Realisasi Pajak 2025 Sentuh 96 Persen, Sektor Wisata Jadi Penyumbang Besar

0
Pangandaran, FOKUSJabar.id
Poto: Kepala Bidang Pajak Daerah dan Lainnya Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Pangandaran, Asep Rusli.

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Realisasi pendapatan pajak daerah Kabupaten Pangandaran pada Tahun Anggaran 2025 tercatat mencapai Rp107,41 miliar, atau 96,29 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp111,54 miliar.

Capaian tersebut ditopang oleh dua sektor utama, yaitu Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) serta Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), yang realisasinya berhasil melampaui target tahunan.

Baca Juga: PT. Putra Borneo Sakti, Pemenang Proyek Jembatan Sodongkopo Pangandaran

Kepala Bidang Pajak Daerah dan Lainnya Bapenda Kabupaten Pangandaran, Asep Rusli, mengatakan bahwa secara keseluruhan kinerja penerimaan pajak daerah pada 2025 tergolong positif, meski sejumlah jenis pajak masih belum mencapai target maksimal.

“Dari seluruh jenis pajak daerah, PBB-P2 dan BPHTB menjadi penopang utama. Karena realisasinya melebihi target yang ditetapkan,” ujar Asep Rusli, Rabu (7/1/2025).

Berdasarkan data Bapenda, realisasi PBB-P2 mencapai Rp19,94 miliar atau 95,56 persen dari target. Sementara BPHTB membukukan pendapatan Rp14,09 miliar, atau 128,14 persen, melampaui target lebih dari Rp3 miliar.

Untuk kelompok Pajak Daerah dan Lainnya (PJDL), pendapatan tercatat sebesar Rp53,11 miliar, atau 91,84 persen dari target. Beberapa jenis pajak menunjukkan performa baik, seperti PBJT Makanan dan Minuman yang mencatat realisasi 114,26 persen. Namun, PBJT Tenaga Listrik dan PBJT Jasa Perhotelan masih belum mencapai target.

Pergerakan Sektor Pariwisata

Asep menambahkan, pergerakan sektor pariwisata juga memberikan dorongan signifikan terhadap penerimaan pajak daerah. Sepanjang 2025, total pendapatan dari kawasan wisata mencapai Rp47,06 miliar.

Kontribusi terbesar berasal dari Kawasan Wisata Pangandaran dengan pendapatan Rp33,78 miliar. Kemudian menyusul dari Batukaras sebesar Rp5,32 miliar, dan Batu Hiu sebesar Rp3,66 miliar.

Menurutnya, peningkatan pendapatan wisata terutama terjadi pada bulan April dan Desember. Yakni saat volume kunjungan melonjak akibat libur panjang dan libur akhir tahun.

Meski demikian, Bapenda Kabupaten Pangandaran mengakui masih menghadapi sejumlah tantangan. Terutama dalam optimalisasi pemungutan pajak jasa tertentu serta peningkatan kepatuhan wajib pajak.

Untuk Tahun Anggaran 2026, Bapenda berencana memperkuat strategi intensifikasi dan ekstensifikasi pajak. Beriringan dengan peningkatan pengawasan serta peningkatan kualitas pelayanan kepada wajib pajak.

“Kami akan terus melakukan evaluasi dan perbaikan sistem pemungutan pajak. Agar pendapatan daerah ke depan dapat lebih optimal dan berkelanjutan,” pungkas Asep Rusli.

(Sajidin)

Bantuan Pemprov Terhenti, Farhan Telusuri Status Aset dan Anggaran Masjid Raya Bandung

0
Bandung, FOKUSJabar.id
Pemerintah Kota Bandung Tengah Menelusuri Status Aset dan Sumber Biaya Pengelolaan Masjid Raya Bandung

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tengah mencermati dampak penghentian bantuan operasional dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat terhadap pengelolaan Masjid Raya Bandung. Langkah ini diambil setelah muncul pertanyaan mengenai keberlanjutan operasional masjid terbesar di Kota Bandung tersebut.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengungkapkan bahwa hingga saat ini pihaknya belum menerima informasi lengkap mengenai status Masjid Raya Bandung, baik terkait kepemilikan aset maupun sumber anggaran operasionalnya.

Karena itu, Pemkot Bandung memilih untuk mempelajari secara menyeluruh dua aspek tersebut sebelum menentukan langkah lanjutan.

“Saya tanya dulu. Saya belum dapat informasi secara lengkap apa yang terjadi, karena ada dua hal yang perlu kita amati betul,” ujar Farhan di Hutanika, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Rabu (7/1/2026).

Farhan menjelaskan, dua aspek utama yang harus jelas adalah status kepemilikan aset dan sumber pembiayaan operasional, karena keduanya merupakan komponen berbeda dalam sistem manajemen keuangan pemerintah.

“Satu, masalah status. Status itu artinya tercatat sebagai aset di mana, itu penting. Kedua, anggaran, karena dua hal itu terpisah secara manajemen keuangan. Jadi saya ingin tahu dulu asetnya berada di mana, kedua anggarannya berasal dari mana,” jelasnya.

Terkait potensi pengambilalihan pembiayaan operasional oleh Pemkot Bandung, Farhan menegaskan bahwa pengelolaan rumah ibadah seyogianya menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah daerah.

“Yang namanya rumah ibadah itu harus kita urus sama-sama. Saya akan ajak semua pihak yang peduli kepada Masjid Raya Bandung untuk kita pelihara bersama,” katanya.

Sebagai seorang muslim, Farhan juga menegaskan komitmen moralnya terhadap keberlangsungan masjid. Ia menyebut bahwa memakmurkan masjid adalah bagian dari kewajiban umat.

“Saya kan muslim. Jadi bukan hanya kewajiban, salah satunya kita memakmurkan masjid,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Wali Kota Bandung Minta Maaf, Sementara Baksil dan Alun-alun Tutup

0
Bandung, FOKUSJabar.id
Pemerintah Kota Bandung Tutup Sementara Taman Hutan Kota Babakan Siliwangi (Baksil) dan Alun-alun Kota Bandung Untuk Dilakukan Perbaikan

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyampaikan permohonan maaf kepada warga dan wisatawan atas kondisi Taman Hutan Kota Babakan Siliwangi (Baksil) dan Alun-alun Kota Bandung yang dinilai belum layak namun terlanjur dibuka serta dipromosikan ke publik.

Farhan mengakui, promosi yang dilakukan Pemkot Bandung tidak sejalan dengan kondisi riil di lapangan. Fasilitas yang tersedia belum mampu menampung tingginya jumlah pengunjung yang datang sejak dibuka.

Baca Juga: Warga Keluhkan Penutupan Total Akses di Flyover Nurtanio Bandung

“Baksil dan Alun-alun saya harus minta maaf, karena promosinya lebih bagus daripada kenyataannya. Itu harus kita akui,” ujar Farhan saat ditemui di Hutanika, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Rabu (7/1/2026).

Ia menegaskan bahwa Pemkot Bandung telah memberikan teguran dan melakukan evaluasi menyeluruh kepada Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) selaku penanggung jawab. Menurut Farhan, pembukaan dan promosi fasilitas publik tidak semestinya dilakukan ketika kondisi fasilitas belum mencapai kesiapan penuh.

Farhan menjelaskan, sebuah fasilitas publik idealnya memiliki kapasitas minimal 110 persen dari potensi jumlah pengunjung. Namun, kapasitas fasilitas di Baksil dan Alun-alun baru sekitar 65 persen, sementara jumlah pengunjung yang datang sudah mencapai batas maksimal.

“Kalau potensi yang datang 10 ribu orang, kapasitasnya harus bisa menampung 11 ribu. Ini malah sebaliknya, sehingga muncul kecelakaan-kecelakaan yang tidak perlu,” katanya.

Sebagai langkah perbaikan, Pemkot Bandung memutuskan untuk menutup sementara Baksil dan Alun-alun selama beberapa minggu ke depan. Perbaikan akan dilakukan menggunakan anggaran APBD serta mengacu pada ketentuan kontrak yang masih berada dalam masa pemeliharaan.

“Kita lihat kontraknya karena masih masa pemeliharaan dan belum serah terima. Kalau masih bisa diperbaiki, akan kita perbaiki,” jelas Farhan.

Ia menambahkan, penutupan sementara ini merupakan bentuk tanggung jawab Pemkot Bandung kepada masyarakat.

“Sekarang bukan sekadar pesan, tapi permohonan maaf. Dua tempat itu untuk sementara kita tutup dulu untuk dilakukan perbaikan ulang,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)