spot_imgspot_img
Rabu 29 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 374

Kasus Dugaan Pemerasan Proyek Hewan Kurban Seret Nama Bupati Tasikmalaya, Naik ke Polda Jabar

0
kasus dugaan pemerasan fokusjabar.id
Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Tasikmalaya, AKP Ridwan Budiarta, SH.

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Lama tak terdengar dalam pusaran pemberitaan, penanganan kasus dugaan pemerasan dalam proyek pengadaan hewan kurban Idul Adha 2025 di Kabupaten Tasikmalaya, memasuki babak baru.

Kasus yang menyeret nama pejabat tinggi daerah itu, akan dgelar di tingkat Polda Jawa Barat.

Penyidik Satreskrim Polres Tasikmalaya saat ini tengah mempersiapkan pelaksanaan gelar perkara di Polda Jabar guna membedah secara komprehensif konstruksi hukum kasus dugaan pemerasan tersebut.

BACA JUGA: Kebijakan Cut Off Anggaran Kabupaten Tasikmalaya, Di duga Jadi Alat Pemerasan? Begini Kata Kuasa Hukum

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya, AKP Ridwan Budiarta menegaskan, penanganan perkara masih terus berjalan.

“Kasusnya masih berproses. Kami sudah berkoordinasi dengan Polda Jabar untuk pelaksanaan gelar perkara demi memastikan kepastian hukum, sambil menunggu jadwal resminya,” ujar AKP Ridwan, Kamis (8/1/2026).

Menurut Ridwan, pelaksanaan gelar perkara di tingkat Polda bertujuan agar proses terpimpin langsung pembina fungsi satuan atas. Sekaligus memberikan asistensi apabila ada kekurangan dalam penanganan perkara di level Polres.

Pemberitaan sebelumnya, kasus dugaan pemerasan ini pertama kali mencuat pada Senin (11/8/2025). Hal itu setelah SG, salah satu rekanan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, melaporkan dugaan tindak pidana tersebut ke Polres Tasikmalaya, melalui kuasa hukumnya.

Pengacara SG Laporkan Bupati

Kuasa hukum SG, Firman Nurhakim, menyatakan laporan tersebut secara resmi ditujukan kepada Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin.

“Kami melaporkan Bupati Tasikmalaya atas dugaan tindak pidana pemerasan yang berkaitan langsung dengan proyek pengadaan hewan kurban klien kami,” kata Firman.

BACA JUGA: Satreskrim Polres Tasikmalaya Usut Dugaan Kasus Pemerasan

Ia menjelaskan, dugaan pemerasan terjadi dalam proyek pengadaan hewan kurban Idul Adha 1446 Hijriah/2025. Nilai proyeknya terbilang besar, meliputi pengadaan 250 ekor domba, 100 ekor sapi, serta dua ekor sapi jumbo.

Namun, pasca penetapan pemenang proyek, kliennya menghadapi serangkaian permintaan dana di luar kontrak.

Di antaranya permintaan uang “kompensasi” sebesar Rp50 juta dengan dalih penetapan titik Calon Penerima dan Calon Lokasi (CPCL).

BACA JUGA: Presiden Prabowo Beri Penghargaan kepada Bupati Tasikmalaya atas Capaian Produksi Beras 2025

Tak berhenti di situ, muncul pula dugaan permintaan dana sebesar 3 persen dari total nilai proyek, atau sekitar Rp126 juta, yang disebut-sebut untuk kepala daerah.

Selain itu, dugaan gratifikasi juga mengemuka setelah adanya permintaan tambahan hewan kurban di luar spesifikasi yang tercantum dalam kontrak resmi.

(F Kamil)

Presiden Prabowo Beri Penghargaan kepada Bupati Tasikmalaya atas Capaian Produksi Beras 2025

0
Bupati Tasikmalaya fokusjabar.id
Penghargaan Presiden Prabowo Subianto kepada Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin, atas peningkatan produksi beras nasional tahun 2025.

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Komitmen Kabupaten Tasikmalaya dalam menjaga ketahanan pangan nasional berbuah apresiasi dari pemerintah pusat.

Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin menerima penghargaan langsung dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto atas keberhasilan daerahnya dalam meningkatkan produksi beras nasional sepanjang 2025.

Penghargaan tersebut diberikan pada Rabu (7/1/2026), dalam agenda nasional yang menyoroti capaian sektor pertanian dan keberhasilan Indonesia menjaga stabilitas pangan di tengah tantangan global.

BACA JUGA: Bupati Cecep Nurul Yakin Verifikasi Dokter Umum, Revolusi Layanan Kesehatan

Kabupaten Tasikmalaya dinilai konsisten memperkuat sektor pertanian berbasis kerakyatan dengan menjadikan petani sebagai aktor utama pembangunan.

Presiden Prabowo menegaskan, keberhasilan produksi beras tidak hanya di tentukan oleh kebijakan pusat. Tetapi juga oleh keseriusan kepala daerah dalam memastikan program pertanian berjalan efektif hingga tingkat desa.

“Negara yang kuat adalah negara yang mampu memberi makan rakyatnya sendiri. Daerah-daerah yang mampu meningkatkan produksi pangan harus kita beri penghargaan,” tegas Presiden Prabowo.

Sementara itu, Bupati Cecep Nurul Yakin menyatakan, penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa kerja keras petani Kabupaten Tasikmalaya mendapat pengakuan nasional.

Penghargaan Milik Petani Kabupaten Tasikmalaya

Ia menekankan, peningkatan produksi beras di Kabupaten Tasikmalaya lahir dari sinergi antara pemerintah daerah, penyuluh, kelompok tani, dan dukungan kebijakan pemerintah pusat.

“Capaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh elemen pemerintah daerah, para petani, serta seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung terwujudnya ketahanan dan swasembada pangan nasional,” ujar Cecep.

Ia berharap, semoga prestasi tersebut menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kinerja dan kontribusi bagi kesejahteraan masyarakat.

“Kami tegaskan, ini adalah penghargaan untuk petani Kabupaten Tasikmalaya. Kami hanya memastikan kebijakan, sarana, dan pendampingan berjalan. Ke depan, kami akan terus memperkuat sektor pertanian agar kabupaten ini tetap menjadi lumbung pangan strategis,” kata Cecep.

BACA JUGA: Apel Pedang Pora Sambut Kapolres Tasikmalaya, Haru Warnai Pergantian Pimpinan

Menurutnya, sebagai salah satu sentra padi di Jawa Barat, Kabupaten Tasikmalaya mencatat peningkatan hasil panen melalui optimalisasi lahan. Kemudian perbaikan irigasi, penggunaan benih unggul, serta penguatan kelembagaan petani sepanjang 2025.

Penghargaan dari Presiden Prabowo ini, terang Cecep, sekaligus menegaskan posisi Kabupaten Tasikmalaya sebagai salah satu daerah penopang utama ketahanan pangan nasional. Hal itu, sejalan dengan visi pemerintah menuju swasembada beras yang berkelanjutan.

(F Kamil)

Tebing Longsor di Dayeuhluhur Ciamis Ganggu Arus Lalu Lintas

0
dayeuhluhur ciamis fokusjabar.id
Longsor tebing di ruas jalan Kawali-Dayeuhluhur

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Hujan deras dengan intensitas yang cukup tinggi mengakibatkan tebing pinggir jalan Kabupaten penghubung Desa Linggapura Kecamatan Kawali dan Desa Dayeuhluhur Kecamatan Jatinegara longsor.

Lokasi tebing longsor di Dusun/Desa Dayeuhluhur Kecamatan Jatinagara.

BACA JUGA:

Bahu Jalan Desa Bunter Ciamis Longsor, Lahan Pertanian di 3 Desa Kekeringan

Matrial longsor menimbun sebagian bahu jalan. Sehingga arus lalu lintas kendaraan sedikit terganggu.

Kodisi tersebut dibenarkan Kepala Desa Dayeuhluhur, Mumu Rohman.

Menurut Dia, Rabu (7/1/2026) sekitar pukul 17.00 WIB pihaknya menerima informasi kejadian tebing longsor.

“Mendapat laporan ada kejadian tebing longsor, Saya langsung menuju lokasi,” katanya.

Tiba di lokasi, tumpukan material longsor menutupi bahu jalan. Sehingga harus segera dibersihkan agar tidak terjadi kecelakaan.

“Saat ini jalan ditutup sementara,” katanya.

BACA JUGA:

Angin Kencang Ngamuk di Taman Surawisesa Kawali Ciamis

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis, Ani Supiani mengaku, pihaknya telah mencatat beberapa kejadian bencana. Termasuk tebing longsor.

(Husen Maharaja)

Karantina Mewah 72 Ribu Liter Air Mineral, Ribuan Koi Segera Menghuni Situ Cipanten Majalengka

0
Karantina Koi Majalengka FOKUSJabar.id
Situ Cipanten Majalengka Sambut Calon Penghuni Baru, Karantina Koi Mewah Gunakan 72 Ribu Liter Air Mineral

MAJALENGKA,FOKUSJabar.id: Objek wisata Situ Cipanten di Desa Gunungkuning, Kecamatan Sindang, Majalengka, tengah bersiap menyambut perubahan besar. Bukan hanya penataan area wisata, tetapi hadirnya “penghuni baru” yang nilainya menembus miliaran rupiah, 2.000 ekor ikan koi premium keturunan Jepang.

Ribuan ikan koi tersebut merupakan hibah dari kolektor koi nasional, Hartono Sukwanto, sosok yang dikenal sebagai Bos Koi. Beberapa ikan di antaranya bahkan memiliki nilai fantastis, setara dengan satu unit mobil mewah seperti Mitsubishi Pajero.

Baca Juga: Bakal Ada Koi Seharga Pajero di Situ Cipanten, Begini Kata Bupati Majalengka 

Karantina Super Ketat: 20 Kolam & 72 Ribu Liter Air Mineral

Karena nilai dan kualitas ikan yang sangat tinggi, Pemerintah Desa Gunungkuning menerapkan standar karantina luar biasa ketat. Sebelum dilepas ke Situ Cipanten pada 11 Januari 2026, seluruh koi akan menjalani perawatan khusus di 20 kolam karantina yang diawasi langsung oleh ahli profesional.

Yang membuat proses ini unik adalah penggunaan air mineral layak minum untuk mengisi kolam tersebut.

“Kami memesan sekitar lima tangki air mineral, ditambah tiga mobil lagi. Total 72 ribu liter air mineral kami siapkan. Ini agar suhu dan kondisi air benar-benar stabil untuk ikan-ikan mahal tersebut,” ujar Kepala Desa Gunungkuning, Rudi Yudistira Gozali, Rabu (7/1/2025).

Penggunaan air mineral ini dipilih untuk menghindari perubahan suhu dan kualitas air yang dapat membuat koi stres pada tahap awal adaptasi.

Mengapa Hibah Bernilai Miliaran? Ini Alasannya

Bos Koi Hartono Sukwanto menjelaskan alasan di balik keputusan mengejutkan yang dianggap sangat “nekat” oleh banyak orang: kejernihan alam Situ Cipanten.

Air Situ Cipanten dikenal “herang pisan” sangat jernih, dengan gradasi hijau kebiruan dan suhu dingin khas kaki Gunung Ciremai. Kondisi tersebut dinilai ideal untuk pertumbuhan koi kelas kontes, terutama dalam mempertahankan intensitas warna tubuh.

Baginya, melepas koi di tempat seindah Cipanten justru menjadi kebanggaan tersendiri.

Wisata Cipanten Melejit ke Level Dunia

Kehadiran 2.000 koi premium ini akan mengubah wajah wisata Majalengka. Situ Cipanten tidak hanya menyuguhkan keindahan alam, tetapi juga menjadi destinasi edukasi ikan hias kelas dunia.

Pengunjung nantinya dapat menikmati pemandangan tak biasa melihat ikan koi seharga mobil Avanza hingga Pajero berenang bebas di perairan jernih, bahkan dari perahu kaca atau spot foto khusus.

Situ Cipanten pun berpotensi menjadi magnet baru wisatawan mancanegara, terutama komunitas pecinta koi internasional.

“Saya bermimpi Situ Cipanten penuh dengan ikan berkualitas tinggi. Saya yakin Cipanten akan mendunia,” ujar Rudi optimistis.

Peristiwa Bersejarah 11 Januari

Momen pelepasan koi pada 11 Januari 2026 disebut-sebut sebagai momentum penting. Karena menjadi kali pertama ikan koi kualitas kontes dilepasliarkan dalam jumlah besar ke perairan terbuka.

Pemerintah desa berharap masyarakat turut menjaga aset bernilai tinggi ini, agar Situ Cipanten menjadi laboratorium alam unik yang membawa manfaat jangka panjang untuk pendidikan, pariwisata, dan ekologi.

(Abdul)

Gaji ASN Ciamis Terlambat, Pemkab Tegaskan Bukan Kendala Daerah

0
Gaji ASN CIamis FOKUSJabar.id
Keterangan Foto: Plt Kepala BPKD Ciamis, Dr Aef Saefuloh

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Keterlambatan pembayaran gaji Aparatur Sipil Negara (ASN), baik Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), pada awal tahun anggaran 2026 di Kabupaten Ciamis dipastikan bukan disebabkan oleh kendala di tingkat pemerintah daerah.

Plt Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Ciamis, Dr. Aef Saefuloh, M.Si., menegaskan bahwa keterlambatan tersebut murni persoalan teknis-administratif yang berkaitan dengan mekanisme transfer Dana Alokasi Umum (DAU) dari pemerintah pusat.

Baca Juga: Cigembor Libatkan 49 Petani Kembangkan Padi Organik 

“Secara normal, gaji ASN dibayarkan setiap tanggal 1. Namun khusus awal Januari 2026, DAU baru kami terima pada Kamis sore, 2 Januari 2026,” ujar Aef, Rabu (07/01/2026).

Terlambatnya DAU dari Pusat, Bukan Masalah Daerah

Aef menjelaskan, kondisi serupa juga dialami sejumlah daerah lain. Setelah dana masuk ke kas daerah, pemerintah masih harus menjalani serangkaian proses administrasi sebelum gaji dapat dicairkan.

Prosedur tersebut meliputi penginputan data pada aplikasi Sistem Informasi Pemerintahan Daerah Republik Indonesia (SIPD RI), penyusunan anggaran kas, penerbitan Surat Penyediaan Dana (SPD), hingga penetapan pejabat pengelola keuangan seperti Pengguna Anggaran (PA), Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), dan bendahara.

“Semua tahapan ini wajib diverifikasi sesuai ketentuan sistem penganggaran,” jelasnya.

Libur Tahun Baru Ikut Memperlambat Proses

Aef menambahkan, rangkaian libur nasional dan akhir pekan pada 3–4 Januari 2026 turut memengaruhi kecepatan proses administrasi, sehingga pekerjaan baru bisa dimulai pada Senin, 5 Januari 2026.

Tahapan diawali dengan penerbitan Surat Perintah Membayar (SPM) oleh masing-masing PA di setiap OPD. Setelah seluruh proses verifikasi rampung, gaji ASN akhirnya dapat dicairkan.

“Alhamdulillah, gaji PNS dan PPPK sudah masuk ke rekening masing-masing pada Selasa sore, 6 Januari 2026,” katanya.

Hak ASN Dibayarkan Penuh dan Serentak

Aef memastikan, keterlambatan tersebut bukan akibat kelalaian daerah. Seluruh hak ASN dibayarkan lengkap dan serentak untuk PNS maupun PPPK.

“Ini murni karena faktor awal tahun anggaran dan waktu transfer dana dari pusat. Kami tetap berkomitmen menjaga ketepatan waktu, transparansi, dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan daerah,” tegasnya.

(Nank Irawan)

Siswa MI Nurul Falah Tasikmalaya Bertarung dengan Debu dan Lumpur Akibat Jalan Rusak

0
Jalan Rusak Taikmalaya FOKUSJabar.id
Jeritan Hati Guru MI Nurul Falah Soal Jalan Rusak Dijawab Diky Chandra

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Di balik kemeriahan peresmian gedung baru MI Nurul Falah di Cipeuteuy, Kelurahan Sukalaksana, Kecamatan Bungursari, tersimpan kisah perjuangan yang tak kalah besar dari pembangunan itu sendiri.


Bukan tentang megahnya bangunan baru, melainkan tentang jalan rusak parah yang setiap hari harus dilalui para siswa jalan berdebu saat kemarau dan berubah menjadi kubangan lumpur ketika hujan turun.

Baca Juga: Wawalkot Tasikmalaya Soroti Kerusakan Parah Jalan Cipeuteuy: “Tidak Layak Dilalui Kendaraan”

Jalan Rusak, Ancaman Serius bagi Kesehatan Siswa

Kepala MI Nurul Falah, Solihin, tak bisa menyembunyikan keprihatinannya. Ia menuturkan, buruknya kondisi jalan telah memberikan dampak langsung pada kesehatan peserta didik.

“Saat kemarau, debu yang beterbangan membuat beberapa siswa terkena ISPA. Kalau hujan, jalannya jadi becek dan membahayakan,” ujar Solihin, Rabu (7/1/2026).

Bagi Solihin dan para guru, perbaikan jalan bukan sekadar soal kenyamanan, tetapi bagian dari hak anak untuk menempuh pendidikan dengan aman dan sehat.

Respons Cepat dari Wakil Wali Kota Tasikmalaya

Keluhan tersebut langsung mendapatkan perhatian Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd. Diky Chandra Negara. Mendengar laporan tentang kondisi jalan yang memprihatinkan, ia segera mengambil tindakan cepat.

Diky mengakui bahwa kondisi infrastruktur jalan masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi Pemkot Tasikmalaya. Tanpa menunda waktu, ia langsung menghubungi Kepala Dinas PUPR melalui pesan WhatsApp untuk memprioritaskan perbaikan jalan di wilayah Bungursari.

“Mudah-mudahan bisa segera terealisasi. Kami ingin kualitas pendidikan dan infrastruktur berjalan beriringan,” tegasnya.

Ia menambahkan, pembangunan gedung sekolah harus diselaraskan dengan aksesibilitasnya sebab jalan yang layak menjadi penentu utama kenyamanan dan keselamatan siswa.

Harapan Baru bagi Warga Bungursari

Janji Pemkot Tasikmalaya memberi angin segar bagi masyarakat setempat. Akses jalan yang baik bukan hanya membantu kelancaran pendidikan, tetapi juga menjadi kunci penggerak ekonomi warga.

Warga berharap, dengan kombinasi antara gedung sekolah yang representatif dan infrastruktur jalan yang baik, MI Nurul Falah dapat menjadi lingkungan belajar yang aman, sehat, dan mudah dijangkau.

(Abdul)

Wawalkot Tasikmalaya Soroti Kerusakan Parah Jalan Cipeuteuy: “Tidak Layak Dilalui Kendaraan”

0
Tasikmalaya FOKUSJabar.id
Ket foto : Kondisi jalan Bengkok Cipeuteuy Bungursari Kota Tasikmalaya rusak parah, sudah puluhan tahun belum pernah tersentuh perbaikan

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Dicky Chandra Negara, menyoroti buruknya kondisi infrastruktur jalan di Kecamatan Bungursari, khususnya Jalan Bengkok Cipeuteuy di Kelurahan Sukalaksana, yang kini rusak berat dan dinilai sangat membahayakan pengguna jalan.

Kerusakan parah terlihat sepanjang ruas jalan tersebut, yang menyerupai kubangan air besar dan sulit dilalui baik oleh kendaraan roda dua maupun roda empat. Kondisi semakin memprihatinkan saat malam hari karena minimnya penerangan.

Baca Juga: Pemkot Tasikmalaya Resmikan Rehabilitasi Kelas MI Nurul Palah, Bukti Serius Dukung Pendidikan Keagamaan

Situasi ini disaksikan langsung oleh Dicky ketika melintas menuju acara peresmian gedung baru Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Falah, Cipeuteuy, pada Rabu (7/1/2026).

“Saya melihat langsung kondisinya. Jalan ini rusak parah dan tidak layak dilalui,” ujar Dicky usai meresmikan gedung MI Nurul Falah.

Pemkot Diminta Segera Turun Tangan

Menurut Dicky, kerusakan tersebut harus menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Tasikmalaya karena menyangkut mobilitas masyarakat Bungursari.

“Ini menjadi PR Pemerintah Kota. Jalan ini harus menjadi prioritas untuk segera diperbaiki. Pemerintah harus hadir ketika masyarakat membutuhkan, termasuk dalam perbaikan infrastruktur,” tegasnya.

Dicky mengaku telah menghubungi Kepala Dinas PU dan menindaklanjuti usulan perbaikan dari pihak kecamatan.

“Ada beberapa ruas jalan di Kota Tasikmalaya yang kondisinya tidak baik. Mudah-mudahan kita bisa segera melakukan perbaikan,” tambahnya.

Ia menegaskan, Jalan Bengkok Cipeuteuy merupakan akses vital masyarakat, terutama karena di kawasan tersebut terdapat fasilitas umum seperti sekolah, pesantren, dan perkantoran.

Camat Bungursari: Kerusakan Sudah Puluhan Tahun

Camat Bungursari, Sodik Sunandi, membenarkan bahwa jalan tersebut sudah lama mengalami kerusakan parah.

“Jalan ini sudah puluhan tahun rusak. Kondisinya semakin memburuk karena sering dilalui truk pengangkut galian pasir dengan tonase berat yang tidak sebanding dengan kekuatan aspal,” ungkap Sodik.

Ia menjelaskan bahwa pihak kecamatan telah berulang kali mengusulkan perbaikan melalui Musrenbang, namun hingga kini belum masuk prioritas pembangunan pemerintah kota.

“Kami sudah mengajukan perbaikan, dan berharap tahun ini mendapat perhatian khusus dari Pemkot,” ujarnya.

Tingginya Tonase Jadi Penyebab Utama Kerusakan

Sodik menuturkan, truk galian C yang melintas menjadi faktor utama cepatnya kerusakan jalan, sehingga meski dilakukan pengaspalan, kondisinya akan kembali rusak dalam waktu singkat.

Ia pun menyebutkan, warga dan pengusaha galian C telah beberapa kali duduk bersama untuk mencari solusi.

“Sudah dimusyawarahkan. Diperlukan jalur alternatif bagi truk pengangkut galian agar tidak melewati Jalan Cipeuteuy. Muatan juga harus dikurangi agar tidak membebani jalan,” jelasnya.

Meski ada kesepahaman awal, implementasi solusi tersebut dinilai masih lemah, sehingga kerusakan terus berlanjut.

“Selama truk bertonase tinggi masih lewat sini, jalan akan rusak lagi dan lagi,” tandasnya.

Sodik berharap Pemkot Tasikmalaya segera menindaklanjuti persoalan tersebut agar masyarakat kembali mendapatkan akses transportasi yang layak dan aman.

(Seda)