spot_imgspot_img
Selasa 28 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 371

Tangis Istri Wawalkot Bandung Pecah di Sidang Praperadilan

0
bandung@fokusjabar.id
Fitriana Dewi, istri Wakil Wali Kota Bandung Erwin, Saat menyampaikan pernyataannya dalam sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Bandung Kamis (8/1/2026)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Suasana ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Bandung mendadak hening dan mencekam pada Kamis (8/1/2026). Saat Fitriana Dewi, istri Wakil Wali Kota Bandung Erwin, berdiri menyampaikan pernyataannya dalam sidang praperadilan.

Dengan suara bergetar dan air mata yang terus menetes, ia mengungkapkan luka batin yang selama ini di pendam keluarganya.

Fitriana mengawali pernyataannya bukan sebagai ahli hukum, melainkan sebagai seorang istri dan ibu yang mengaku hidupnya terguncang sejak suaminya terseret proses hukum.

Baca Juga: PAD 2025 Rp 3,05 Triliun, Ini Target Pemkot Bandung 2026

Tangisnya pecah ketika ia menceritakan bagaimana keluarganya, menurut dia, seolah “lebih dulu di hakimi” oleh pemberitaan sejak 31 Oktober 2025.

“Sejak saat itu, hidup kami berubah secara drastis. Stigma tentang OTT menyebar begitu masif, sementara sebagai keluarga kami tidak pernah menerima penjelasan resmi apa pun,”kata Fitriana.

Fitriana mengaku kesedihan terdalamnya bukan hanya karena nama suaminya di seret ke ruang publik, tetapi karena proses yang di jalani penuh kejanggalan dan sulit di pahami oleh orang awam sepertinya.

“Kami seperti tidak di beri ruang untuk bernapas, tidak di beri waktu untuk memahami apa yang sebenarnya sedang terjadi,” katanya.

Momen paling mengguncang batin Fitriana terjadi saat rumah dinas mereka di geledah. Dengan mata berkaca-kaca, ia menceritakan saat itu tidak ada orang dewasa di rumah, kecuali kakaknya yang tengah bertamu. Di dalam rumah, hanya ada anak-anak mereka yang masih kecil.

“Saya tidak bisa membayangkan ketakutan dan tekanan psikologis yang mereka rasakan. Anak-anak yang seharusnya merasa aman di rumahnya sendiri justru mengalami peristiwa yang membuat mereka trauma,”ungkapnya.

Fitriana juga mengaku terpukul saat mengetahui penetapan tersangka terhadap suaminya justru lebih dulu di ketahui melalui pemberitaan media, bukan melalui surat resmi kepada keluarga.

“Kami merasa tidak di hargai. Seolah proses ini berjalan tanpa mempertimbangkan dampak kemanusiaan yang kami alami,”ucapnya.

Dalam pernyataannya, Fitriana turut menyinggung adanya ketimpangan dalam penegakan hukum. Sebagai orang awam, ia mempertanyakan mengapa suaminya selaku Wakil Wali Kota Bandung di proses.

Hanya Minta Keadilan

Sementara atasan yang secara struktural memiliki kewenangan lebih besar, menurut pengetahuannya, belum tersentuh pemeriksaan.

“Saya tidak sedang membela kesalahan siapa pun. Saya hanya meminta keadilan dan kewajaran. Jika hukum ingin di tegakkan, lakukanlah secara adil, terbuka, dan manusiawi,” tegasnya.

Fitriana menambahkan, di balik jabatan publik, suaminya adalah seorang ayah yang selalu hadir untuk anak-anaknya dan seorang kepala keluarga yang bekerja untuk Kota Bandung.

Perlakuan yang ia nilai penuh kejanggalan itu menjadi pukulan berat bagi keluarganya.

Pihaknya juga mengaku hanya bisa berserah diri kepada Allah SWT dan memohon doa dari masyarakat Kota Bandung agar perkara ini di selesaikan seadil-adilnya.

Baca Juga: Progres Flyover Nurtanio Kota Bandung Capai 97 Persen

Ia juga menyampaikan kekagumannya kepada Jaksa Agung RI yang kerap mengingatkan jajaran jaksa untuk menjunjung tinggi hak asasi manusia.

“Hati nurani memang tidak tertulis di buku hukum, tapi keadilan harus tetap di perhatikan,” ucapnya.

Tangis Fitriana sore itu meninggalkan keheningan panjang di ruang sidang, di balik proses hukum yang tengah berjalan, pernyataannya menjadi pengingat bahwa ada keluarga, anak-anak.

Dan luka batin yang ikut menanggung beban menunggu keadilan di tegakkan tanpa prasangka dan tanpa kehilangan rasa kemanusiaan.

(Yusuf Mugni)

Terharu! Bupati Majalengka Apresiasi Kedermawanan Bos Koi Hartono Sukwanto

0
bos koi majalengka@fokusjabar.id
Bupati Majalengka, Eman Suherman.

MAJALENGKA, FOKUSJabar.id: Bupati Majalengka, Eman Suherman, memberikan apresiasi setinggi-tingginya. Atas aksi kedermawanan luar biasa yang di tunjukkan oleh pengusaha sukses, Hartono Sukwanto. 

Bos Koi ternama tersebut secara sukarela menghibahkan ribuan ekor ikan Koi kelas premium. Untuk mempercantik destinasi wisata kebanggaan warga kota angin, Situ Cipanten.

​Bagi Eman Suherman, hibah ini bukan sekadar bantuan biasa, melainkan bentuk dukungan nyata. Terhadap visi besar membangun pariwisata Majalengka yang berkelas dunia.

Baca Juga: Bakal Ada Koi Seharga Pajero di Situ Cipanten, Begini Kata Bupati Majalengka

​Dalam pernyataannya, Bupati Eman Suherman tidak bisa menyembunyikan rasa syukurnya atas kepedulian Bos Koi Hartono Sukwanto. Terhadap kelestarian dan keindahan alam di Desa Gunungkuning tersebut.

​”Saya merasa sangat bersyukur atas dukungan dan perhatian yang luar biasa bagi pariwisata kita di Majalengka. Terima kasih sebesar-besarnya kepada Bos Koi Hartono,” ungkap Eman Suherman.

Atas kedermawanan Bos Koi Hartono Sukwanto, lanjut Eman, yang telah menghibahkan 2.500 ekor ikan koi berkualitas untuk mempercantik Situ Cipanten.

​Menurut Eman Suherman, langkah kedermawanan ini sejalan dengan semangat pemerintah daerah dalam melakukan pembenahan di berbagai sektor.

 “Langkah ini adalah bagian dari ikhtiar kita mewujudkan Majalengka Langkung Sae. Kita ingin Situ Cipanten semakin mempesona dan menjadi daya tarik bagi wisatawan lokal, nasional, bahkan mancanegara,” jelasnya.

Koi “Sultan” untuk Rakyat

​Kedermawanan Bos Koi Hartono Sukwanto terbilang fenomenal karena ikan yang di hibahkan bukanlah jenis sembarangan. Ribuan Koi tersebut merupakan garis keturunan Jepang dengan kualitas “high-end”.

​Bahkan, beberapa koleksi yang akan di tebar memiliki nilai ekonomi yang sangat fantastis, setara dengan harga mobil mewah seperti Pajero. 

Hibah ini sebagai salah satu aksi pelepasan ikan hias premium terbesar yang pernah di lakukan di lokasi terbuka di Indonesia.

​Bupati Eman Suherman menilai, kerelaan Bos Koi Hartono Sukwanto melepaskan aset berharganya ke alam bebas. Adalah teladan bagi para pelaku usaha lainnya, untuk ikut berkontribusi membangun daerah.

​Untuk merayakan momen bersejarah ini, Eman Suherman secara khusus mengajak masyarakat. Untuk menyaksikan prosesi penebaran ikan yang juga melibatkan pesohor tanah air.

Baca Juga: Bos Koi Hartono Soekwanto Siap Tebar 2 Ribu Ikan Koi Kelas Premium di Situ Cipanten 

​”Mari bergabung bersama saya dan Bos Koi Hartono, serta sahabat kita Irfan Hakim dan Audrey King of the Jungle. Dalam proses penebaran ini, kita akan laksanakan pada hari Minggu, 11 Januari 2026 di Situ Cipanten,” ajak Eman.

​Menutup pernyataannya, Bupati Eman Suherman berpesan agar masyarakat Majalengka bersama-sama menjaga hibah berharga ini. Kejernihan air Situ Cipanten yang herang pisan harus tetap di rawat agar ribuan Koi premium tersebut dapat tumbuh dengan baik.

​”Mari kita jaga alam kita, kita majukan wisata Majalengka. Ini adalah kado indah untuk kita semua, mari kita pelihara demi mewujudkan Majalengka Langkung Sae,” pungkasnya.

​Hadirnya ribuan “permata hidup” di Situ Cipanten ini di prediksi akan mengubah wajah pariwisata Majalengka. Menjadi lebih elegan dan eksklusif, sekaligus menjadi ikon edukasi lingkungan yang baru di Jawa Barat.

(Abdul)

Kok Bisa Hilang Spanduk Penyitaan Videotron di Pangandaran?

0
pangandaran@fokusjabar.id
Spanduk penyitaan Videotron sudah tidak nampak di pintu masuk Pantai Pangandaran

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Spanduk penyitaan Videotron yang terpasang di depan pintu utama Pantai Pangandaran kini hilang entah kemana.

Hanya saja, setelah hilangnya spanduk penyitaan dari aparat Kepolisian. Kondisi Videotron di depan pintu utama masuk objek wisata Pantai Pangandaran, saat ini tidak menyala.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pangandaran, Dadan Sugistha. Saat di konfirmasi FOKUSJabar.id melalui WhatAap menyampaikan, bahwa dia tidak mengetahui hilangnya banner penyitaan tersebut..

Baca Juga: Realisasi Pajak 2025 Sentuh 96 Persen, Sektor Wisata Jadi Penyumbang Besar

“Saya kurang tahu kang, maaf,” ungkap Dadan Sughista singkat, Kamis, (8/1/2026)

Sebelumnya di kabarkan, bahwa sebuah videotron yang terpasang di depan pintu masuk Pantai Pangandaran. Telah di sita oleh Polresta Metro Jakarta Selatan.

Penyitaan tersebut di tandai dengan pemasangan spanduk besar berwarna merah bertuliskan hitam yang di pasang langsung pada videotron.

Dalam spanduk tersebut menjelaskan bahwa videotron di sita terkait dugaan tindak pidana penipuan dan/atau penggelapan. Sebagaimana di atur dalam Pasal 378 dan/atau Pasal 372 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Baca Juga: Konon, di Cijulang Pangandaran Bakal Dibangun Terminal Tipe A?

Terdapat tiga dasar hukum yang tercantum dalam spanduk penyitaan, yakni:

1. Laporan Polisi Nomor: LP/B/3468/XI/2024/SPKT/Polres Metro Jakarta Selatan/Polda Metro Jaya, tertanggal 7 November 2024.

2. Penetapan Ketua Pengadilan Negeri Ciamis Nomor: 301/Pid.B.Sita/2025/PN Cms, tertanggal 21 November 2025, tentang izin penyitaan.

3. Surat Penyitaan Nomor: SP.Sita/584/XI/2025/ReskrimJaksel, tertanggal 24 November 2025.

Selain itu, dalam spanduk tersebut juga tegas tertulis larangan untuk memperjualbelikan, mengubah bentuk, menggunakan, menguasai. Atau melakukan tindakan apa pun terhadap barang sitaan tanpa izin dari penyidik Unit 1 Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan.

(Sajidin)

Sopir Truk Galian C Unjuk Rasa, Ini Janji Bupati Garut

0
Bupati Garut fokusjabar.id
Sopir Truk Galian C unjuk rasa

GARUT, FOKUSJabar.id: Bupati Garut Jawa Barat (Jabar), Abdusy Syakur Amin bersama Ketua DPRD, Aris Munandar menerima aksi damai dari Solidaritas Pengemudi Truk Garut di Gedung DPRD, Kamis (8/1/2026).

Bupati Garut menegaskan komitmennya. Pemerintah akan mencari solusi bagi para pengemudi yang terdampak kebijakan penutupan tambang galian C.

BACA JUGA:

Ini Penyebab Rumah Warga di Banjarwangi Garut Ludes Terbakar

Aksi damai ini dipicu oleh penutupan sejumlah tambang galian C yang dinilai berdampak langsung pada penghasilan para sopir dan pengusaha truk di wilayah Garut.

Syakur menjelaskan, langkah penutupan diambil semata-mata untuk menegakkan aturan yang berlaku.

“Ini semata-mata bukan karena apa-apa. Tapi karena kita mendapat amanat untuk menegakkan aturan,” kata Bupati Garut.

Bupati Garut fokusjabar.id
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin

Meski penegakan aturan tetap berjalan, Syakur mengungkapkan adanya peluang solusi melalui jalur komunikasi dengan perusahaan tambang yang telah memiliki izin resmi (legal).

Berdasarkan hasil pemetaan, terdapat dua perusahaan tambang di Garut yang memiliki izin lengkap dan wawasan lingkungan yang luas.

Pemerintah Kabupaten Garut berencana memfasilitasi pertemuan antara perwakilan pengemudi dengan pihak perusahaan tersebut. Tujuannya agar para sopir truk bisa mendapatkan akses bahan material yang sah untuk mereka jual kembali.

BACA JUGA:

MUI Garut 2025–2030 Resmi Dilantik, Siap Perkuat Sinergi Ulama dan Pemerintah

“Kita akan komunikasikan. Sehingga mereka bisa memberikan kesempatan kepada saudara-saudara kita untuk mendapatkan bahan untuk mereka jual,” kata Syakur.

Selain solusi jangka pendek, Bupati juga menyoroti pentingnya regulasi yang proporsional agar manfaat ekonomi dari sektor pertambangan benar-benar dirasakan oleh warga Garut.

Dia menekankan, beban lingkungan akibat aktivitas tambang jangan sampai hanya ditanggung oleh masyarakat setempat tanpa adanya prioritas ekonomi bagi mereka.

“Kita akan bicarakan dasar hukumnya supaya memberikan prioritas kepada masyarakat Garut. Kita juga ingin proporsional,” tegasnya.

Syakur mengingatkan, terkait izin permanen atau penutupan tambang merupakan kewenangan dari Kementerian ESDM dan Pemerintah Provinsi.

Namun Pemkab Garut akan terus mengawal aspirasi masyarakat di lapangan.

Pertemuan lebih lanjut dalam skala yang lebih kecil direncanakan akan segera digelar untuk mematangkan teknis kerja sama antara pengemudi truk dan penyedia material legal

BACA JUGA:

Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Lansia di Cinunuk Wanaraja

Berdasarkan Berita Acara Penerimaan Aksi Damai yang ditandatangani oleh Ketua DPRD dan Ketua Fraksi Golkar terdapat beberapa poin.

  • Pemanggilan Perusahaan Tambang: Bupati dan Pemerintah Daerah Kabupaten Garut akan mengundang dua perusahaan tambang terkait untuk mencari solusi bagi para pengemudi truk yang terdampak.
  • Komitmen Solusi Secepat Mungkin: Pemerintah berkomitmen mencari solusi secepat mungkin dengan tetap berpedoman pada ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
  • Target Waktu: Bupati berharap dalam satu minggu ke depan sudah ada solusi yang jelas bagi para pengemudi.

(Y.A. Supianto)

Tak Tertarik jadi Pelatih, Lionel Messi Ikuti Jejak David Bechkam

0
Lionel Messi fokusjabar.id
Lionel Messi (foto: web)

ARGENTINA, FOKUSJabar.id: Megabintang Argentina, Lionel Messi mengaku tak tertarik menjadi seorang pelatih Sepakbola.

Dia lebih tertarik mengikuti jejak David Beckham. Yakni menjadi pemilik klub Sepakbola.

BACA JUGA:

Supermarket Milik Messi di Argentina Diserang Geng

Menurut ikon Inter Miami di Major League Soccer (MLS), kepemilikan klub jauh lebih menarik jika dibandingkan dengan meniti karier di pinggir lapangan sebagai pelatih.

Pesepakbola yang dijuluki La Pulga menegaskan, Dia tidakakan berhenti ketika karier bermainnya berakhir.

“Saya ingin punya klub sendiri. Memulai dari bawah dan membuatnya besar. Mampu memberi anak-anak kesempatan untuk berkembang dan mencapai sesuatu yang penting. Jika saya harus memilih, itu akan lebih menarik bagi saya,” kata Lionel Messi.

Saat ini, Linel Messi masih terikat kontrak bersama Inter Miami hingga 2028.

Namun, jauh sebelum masa baktinya berakhir, Dia sudah memikirkan peran strategis di balik layar. Peran yang memungkinkan dirinya membentuk masa depan sepakbola secara lebih struktural.

Keinginan itu bukan sekadar wacana. Dalam kontraknya bersama Inter Miami, Messi sudah memiliki saham minoritas di klub MLS tersebut.

Sebuah langkah awal yang memperlihatkan transisi halus dari megabintang lapangan hijau menuju figur pengambil keputusan.

BACA JUGA:

PSG Bertabur Bintang, Lionel Messi Teken Kontrak 2 Tahun

Messi juga telah mencicipi pengalaman langsung sebagai bagian dari proyek kepemilikan klub. Pada Mei lalu, Dia membantu sahabat sekaligus mantan rekan setimnya di Barcelona dan Inter Miami, Luis Suarez meluncurkan klub divisi empat Uruguay, Deportivo LSM.

“Saya ingin berterima kasih kepada Luis karena telah mengundang untuk bergabung dengannya dan berbagi proyek yang telah Dia kerjakan selama bertahun-tahun. Kini telah berkembang pesat,” kata Messi.

Mengutip republika, langkah Messi mengingatkan pada perjalanan David Beckham yang lebih dulu membangun Inter Miami sebagai pemilik bersama setelah pensiun sebagai pemain.

Kini, Messi berada di pusat proyek yang sama. Bukan hanya sebagai wajah klub. Melainkan juga sebagai arsitek masa depan.

BACA JUGA:

Lionel Messi Cerai Dengan Barcelona, Ini Alasannya

Saat merumput, Messi masih menjadi pusat perhatian. Dia membawa Inter Miami meraih gelar MLS Cup pertama dalam sejarah klub pada 2025.

Prestasi tersebut sebuah pencapaian monumental yang mengukuhkan pengaruhnya di sepakbola Amerika Serikat.

Musim baru pun menanti. Messi dan Inter Miami dijadwalkan membuka musim reguler MLS 2026 dengan laga tandang melawan Los Angeles FC pada 21 Februari.

(Bambang Fouristian)

PAD 2025 Rp 3,05 Triliun, Ini Target Pemkot Bandung 2026

0
pad bandung@fokusjabar.id
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bandung, Gun Gun Sumaryana

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bandung sepanjang 2025 menunjukkan kinerja positif. Hingga akhir tahun, PAD Kota Bandung tercatat mencapai Rp3,05 triliun, meningkat signifikan di bandingkan tahun sebelumnya.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bandung, Gun Gun Sumaryana mengatakan, capaian tersebut di topang oleh sejumlah sektor pajak utama.

Yaitu, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), serta Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).

Baca Juga: Progres Flyover Nurtanio Kota Bandung Capai 97 Persen

“Realisasi PAD tahun 2025 mencapai tiga triliun lima puluh miliar. Kontributor terbesar berasal dari PBB, BPHTB, dan pajak kendaraan bermotor. Pajak restoran dan hotel juga memberikan kontribusi cukup besar,”kata Gun Gun Kamis (8/1/2026).

Gun Gun menjelaskan, bahwa peningkatan PAD sejalan dengan membaiknya aktivitas ekonomi dan sektor pariwisata di Kota Bandung. Berbagai agenda besar yang di gelar Pemerintah Kota Bandung sepanjang 2025 di nilai berdampak langsung terhadap sektor jasa.

Sejumlah kegiatan seperti Pocari Sweat Run, Asia Africa Festival, perayaan Hari Jadi Kota Bandung ke-215, hingga momentum Natal dan Tahun Baru (Nataru) mendorong peningkatan okupansi hotel dan kunjungan wisatawan.

Pada masa libur Nataru, tingkat hunian hotel di pusat Kota Bandung di laporkan mencapai 100 persen, sementara di wilayah penyangga berada di kisaran 60 persen. Kondisi tersebut turut mendorong peningkatan penerimaan dari pajak hotel, restoran, hiburan, dan parkir.

“Fokus Pemkot Bandung pada penyelenggaraan event-event besar terbukti berdampak signifikan terhadap daya tarik wisatawan. Ini juga menjadi perhatian langsung Pak Wali Kota,”katanya.

Secara rinci, realisasi pajak restoran pada 2025 mencapai Rp434 miliar, naik di bandingkan 2024 sebesar Rp398 miliar. Pajak hiburan juga meningkat dari Rp67 miliar menjadi Rp78 miliar.

Limpahan Pemprov Jabar

Selain itu, pelimpahan PKB dan BBNKB dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat turut memperkuat struktur PAD Kota Bandung. PKB menyumbang sekitar Rp578 miliar, sementara BBNKB mencapai sekitar Rp199 miliar.

Baca Juga: Pemkot Bandung Tertibkan Kabel Udara

Dengan capaian tersebut, Pemkot Bandung menargetkan PAD tahun 2026 sebesar Rp3,6 triliun. Target tersebut masih mengandalkan PBB dan BPHTB yang masing-masing di patok Rp700 miliar, serta gabungan PKB dan BBNKB sekitar Rp800 miliar.

“Selain itu, kami juga menargetkan peningkatan dari sektor perhotelan dan restoran seiring dengan membaiknya tingkat hunian hotel dan meningkatnya kegiatan MICE di Kota Bandung,”ungkapnya.

Sementara itu, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan bahwa capaian PAD merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak. Ia optimistis target PAD 2026 dapat tercapai jika sinergi terus di perkuat.

“Kolaborasi menjadi kunci utama dan harus terus di lakukan,” ujar Farhan.

(Yusuf Mugni)

Gagal Seleksi, Khairun Nisa Nekat jadi Pramugari Gadungan

0
Khairun Nisa fokusjabar.id
Khairun Nisa (foto: web)

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Karena merasa malu belum bekerja, seorang gadis cantik berumur 23 tahun, Khairun Nisa (Nisya) nekat menyamar menjadi pramugari maskapai Batik Air, Selasa (6/1/2026).

mengutip tvonenews.com, Bandara Soekarno Hatta sempat dihebohkan dengan aksi penyamaran Khairun Nisya sebagai pramugari.

BACA JUGA:

Akibat Bandara Husein Ditutup, Kota Bandung Kehilangan 800 Ribu Wisatawan Mancanegara

“Yang bersangkutan mengenakan baju maskapai agar keluarganya percaya,” ungkap Yandri.

Seragam pramugari lengkap tersebut diketahui dibeli Nisya secara online. Dia kenakan ketika masuk ke pesawat Batik Air rute Palembang menuju Jakarta.

Saat diinterograsi, Khairun Nisa mengaku pernah mengikuti tes menjadi pramugari Batik Air. Namun gagal seleksi.

Sebelumnya, Nisya diketahui bisa masuk ke pesawat karena dia telah membeli tiket penumpang biasa. Namun saat di pesawat, gadis cantik itu berlaku menjadi pramugari.

“Jadi kalau pengakuannya, dia sebenarnya setelah sampai Bandara di Palembang itu dia mau ganti (baju). Namun, karena waktunya mepet sehingga naik pakai seragam itu sampai ke Bandara Soekarno-Hatta,” ungkap Yandri.

Meski sempat diamankan, kasus ini berakhir damai karena pihak kepolisian tidak menemukan adanya unsur pidana dalam peristiwa tersebut.

BACA JUGA:

Pedagang Pasar Baru Sambut Positif Rencana Reaktivasi Bandara Husein Sastranegara

Pihak Batik Air sendiri memilih untuk tidak melanjutkan proses hukum terhadap perempuan asal Muara Kuang, Sumatera Selatan tersebut.

Sebelum penyamarannya terbongkar, Khairun Nisya sempat mengaku sebagai cabin crew lewat jalur fast track.

“Saat proses boarding, Nisya lolos karena memiliki boarding pass. Namun ketika berada di dalam pesawat dan ditanya oleh crew aktif, jawabannya ngawur dan tidak sinkron dengan standar pramugari,” tulis keterangan dalam unggahan di akun @jabodetabek24info.

(Cita Amalia)