spot_imgspot_img
Selasa 28 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 372

Gagal Seleksi, Khairun Nisa Nekat jadi Pramugari Gadungan

0
Khairun Nisa fokusjabar.id
Khairun Nisa (foto: web)

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Karena merasa malu belum bekerja, seorang gadis cantik berumur 23 tahun, Khairun Nisa (Nisya) nekat menyamar menjadi pramugari maskapai Batik Air, Selasa (6/1/2026).

mengutip tvonenews.com, Bandara Soekarno Hatta sempat dihebohkan dengan aksi penyamaran Khairun Nisya sebagai pramugari.

BACA JUGA:

Akibat Bandara Husein Ditutup, Kota Bandung Kehilangan 800 Ribu Wisatawan Mancanegara

“Yang bersangkutan mengenakan baju maskapai agar keluarganya percaya,” ungkap Yandri.

Seragam pramugari lengkap tersebut diketahui dibeli Nisya secara online. Dia kenakan ketika masuk ke pesawat Batik Air rute Palembang menuju Jakarta.

Saat diinterograsi, Khairun Nisa mengaku pernah mengikuti tes menjadi pramugari Batik Air. Namun gagal seleksi.

Sebelumnya, Nisya diketahui bisa masuk ke pesawat karena dia telah membeli tiket penumpang biasa. Namun saat di pesawat, gadis cantik itu berlaku menjadi pramugari.

“Jadi kalau pengakuannya, dia sebenarnya setelah sampai Bandara di Palembang itu dia mau ganti (baju). Namun, karena waktunya mepet sehingga naik pakai seragam itu sampai ke Bandara Soekarno-Hatta,” ungkap Yandri.

Meski sempat diamankan, kasus ini berakhir damai karena pihak kepolisian tidak menemukan adanya unsur pidana dalam peristiwa tersebut.

BACA JUGA:

Pedagang Pasar Baru Sambut Positif Rencana Reaktivasi Bandara Husein Sastranegara

Pihak Batik Air sendiri memilih untuk tidak melanjutkan proses hukum terhadap perempuan asal Muara Kuang, Sumatera Selatan tersebut.

Sebelum penyamarannya terbongkar, Khairun Nisya sempat mengaku sebagai cabin crew lewat jalur fast track.

“Saat proses boarding, Nisya lolos karena memiliki boarding pass. Namun ketika berada di dalam pesawat dan ditanya oleh crew aktif, jawabannya ngawur dan tidak sinkron dengan standar pramugari,” tulis keterangan dalam unggahan di akun @jabodetabek24info.

(Cita Amalia)

Warga Ciamis Ketemu Macan Tutul, Apa Yang Terjadi?

0
macan tutul ciamis@fokusjabar.id
Beberpa waktu lalu warga Cikupa berhasil menangkap seekor macan tutul.

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Saat sedang beraktivitas di hutan sekitar kaki gunung sawal. Sodik dan Sahidin warga Desa Cikupa Kecamatan Lumbung Kabupaten Ciamis Jawa Barat, bertemu sekor macan tutul.

Sontak saja Sodik dan Sahidin langsung lari terbirit-birit meghindari kejaran Macan Tutul yang terlihat seperti sedang mencari mangsa buruan.

“Dua hari yang lalu terjadinya. Mereka langsung lari karena ketemu seekor macan tutul,” ungkap Kasi Ekbang Desa Cikupa Dodi, Kamis (8/1/2026).

Baca Juga: Hade! Realisasi Pajak UPTD Ciamis 123,2 Persen

Dodi menceritakan, bahwa kedua warga tersebut saat itu akan mengambil sadapan aren di hutan sekitar gunung sawal. Tepatnya di blok Cikupa.

Baca Juga: Tebing Longsor di Dayeuhluhur Ciamis Ganggu Arus Lalu Lintas

“Dua orang warga tersebut, sedang berjalan sekitar pukul 10.00 WIB. Tiba-tiba di lokasi seputaran hutan, mereka melihat seekor Macan Tutul menuju arah sungai di sekitar hutan tersebut,” jelasnya.

Pada saat itu juga, kedua orang warga tersebut, langsung kembali ke perkampungan. Dan melaporkan adanya Macan Tutul di sekitar hutan kaki gunung sawal ke Pemerintahan Desa Cikupa.

Beberapa waktu lalu, warga Desa Cikupa berhasil menagkap seekor macan tutul di hutan sekitaran gunung sawal Kabupaten Ciamis.

“Dengan kejadian tersebut, maka Pemerintah Desa Cikupa menghimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati. Saat beraktivitas memasuki hutan, karena saat ini seekor macan tutul kembali di temukan,” pungkasnya.

(Husen Maharaja) 

Virus Super Flu Masuk Indonesia, Ini Kata Menteri Kesehatan

0
menteri kesehatan fokusjabar.id
Ilustrasi (foto: web)

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin mengatakan, virus super flu varian H3N2 subclade K berbeda dengan Corona Virus Disease (Covid-19).

Menurut Menteri Kesehatan, angka kematian karena virus Super Flu sangat rendah.

BACA JUGA:

Dinkes Garut Perketat Skrining Super Flu

Dia menerangkan, super flu pada dasarnya sama dengan influenza tipe A. Tetapi varian K.

Seperti halnya saat pandemi Covid-19. Di mana banyak varian seperti Omicron, Delta, Betha hingga Alpha.

“Super flu memang menular dengan cepat. Namun angka kematiannya sangat rendah,” kata Budi.

“Jadi bukan satu virus baru,” Menkes menambahkan.

Budi menyebut, kejadian super flu kerap terjadi saat musim dingin dan di negara-negara maju.

Berdasarkan laporan yang diaterima, di Indonesia sudah teridentifikasi. Namun jumlahnya masih puluhan.

Penyembuhan flu dapat dilakukan dengan pengobatan biasa. Meski begitu, Dia mengimbau masyarakat agar tetap hati-hati dan tidak perlu panik.

Untuk menghindarinya, lakukan imunisasi, rajin mencuci tangan dan mengenakan masker.

“Tidak usah panik. Super Flu bukan Covid-19,” ungkapnya.

BACA JUGA:

Waspada Musim Hujan, 6 Penyakit yang Sering Muncul dan Cara Menghindarinya

Mengutip bisnis.com, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, Aji Rokomyanmas mengatakan, pihaknya telah mendapatkan 800 sampel influenza dari seseorang yang positif influenza di beberapa daerah.

Sampel dikirimkan ke Lab Biokesehatan yang ada di Jakarta. Sekitar 40 persen disampling dan ditemukan influenza A PDM 09.

Meskipun tidak seperti Covid-19, pihaknya tetap melakukan pemantauan melalui surveillance setiap hari dengan menghimpun laporan dari setiap daerah.

Thermal scanner, juga telah diaktifkan kembali untuk mendeteksi seseorang yang diduga tidak dalam keadaan sehat. Terutama di pintu masuk-keluar negara (Bandara).

BACA JUGA:

Tetap Sehat di Musim Hujan: Tips Ampuh Hadapi Cuaca Ekstrem

Aji mengatakan, pihaknya juga memantau laporan dari WHO dan CDC untuk nantinya disandingkan dengan laporan hasil uji sampai di laboratorium di Jakarta.

“Nanti situasinya kita pantau secara epidemiologis. Apakah situasi ini masih ringan, sedang atau sudah tinggi. Kewaspadaannya kita lakukan,” tutup Aji.

(Bambang Fouristian)

Progres Flyover Nurtanio Kota Bandung Capai 97 Persen

0
nurtanio kota bandung@fokusjabar.id
Pembangunan Flyover Nurtanio di Kota Bandung hampir rampung. Hingga saat ini, progres pengerjaan proyek tersebut telah mencapai 97 persen, dengan seluruh pekerjaan struktur dinyatakan selesai.

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pembangunan Flyover Nurtanio di Kota Bandung hampir rampung. Hingga saat ini, progres pengerjaan proyek tersebut telah mencapai 97 persen, dengan seluruh pekerjaan struktur di nyatakan selesai.

Humas PT Modern Widya Tehnical, Gillen, mengatakan sisa pekerjaan hanya berupa tahap penyelesaian akhir atau finishing, termasuk pekerjaan minor serta penataan taman di sekitar area flyover.

“Progress Flyover Nurtanio sudah sampai 97 persen. Tiga persennya tinggal finishing-finishing kecil dan pembuatan taman. Untuk struktur, sudah 100 persen beres,”kata Gillen Kamis (8/1/2026).

Baca Juga: Pemkot Bandung Tertibkan Kabel Udara

Dalam proses pembangunan, Gillen mengakui terdapat sejumlah kendala. Namun kendala tersebut lebih di sebabkan faktor cuaca, khususnya hujan, yang sempat mempengaruhi target waktu pekerjaan.

“Kendalanya kemarin di cuaca. Saat kita harus mengejar waktu, hujan cukup berpengaruh ke jadwal pekerjaan,” katanya.

Terkait penutupan akses jalan di kawasan Flyover Nurtanio, pihak pelaksana juga menyiapkan langkah antisipasi keselamatan bagi pengguna jalan. Sosialisasi dan pemahaman lalu lintas di lakukan agar masyarakat tidak kebingungan saat penutupan di berlakukan.

Baca Juga: Akses Jalan Bawah Flyover Nurtanio Kota Bandung Ditutup Permanen

“Kita melakukan pemahaman lalu lintas terlebih dahulu. Setelah di tutup, kita memberikan arahan kepada pengendara supaya lebih tahu jalur yang harus di lalui,” jelasnya.

Gillen menambahkan, kebingungan pengendara pada masa awal penutupan merupakan hal yang wajar. Namun selama masa transisi, pihaknya telah melakukan pengaturan dan pengarahan di lapangan.

“Di awal memang ada kebingungan arah. Tapi selama ini, saat masih di buka, kita sudah mulai mengarahkan pengguna jalan,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Pemkot Bandung Tertibkan Kabel Udara

0
bandung@fokusjabar.id
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mulai melakukan penertiban infrastruktur telekomunikasi dengan memotong kabel udara di Jalan Merdeka Kota Bandung Kamis (8/1/2026)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mulai melakukan penertiban infrastruktur telekomunikasi dengan memotong kabel udara di sejumlah ruas jalan.

Langkah ini merupakan tindak lanjut dari amanat Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 43 Tahun 2023 tentang penyelenggaraan infrastruktur pasif telekomunikasi.

Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bandung Mahyudin mengatakan, pemotongan kabel di lakukan setelah batas waktu pemanfaatan sarana ducting bawah tanah terpenuhi. Sesuai aturan, kabel udara wajib di turunkan maksimal tiga bulan setelah ducting di bangun.

Baca Juga: Akses Jalan Bawah Flyover Nurtanio Kota Bandung Ditutup Permanen

“Hari ini kita menindaklanjuti amanat Perwal 43 Tahun 2023. Setelah tiga bulan di bangunnya sarana ducting, kabel-kabel di udara harus turun ke bawah. Karena waktunya sudah memenuhi syarat, maka di lakukan pemotongan,”kata Mahyudin di Jalan Merdeka Kota Bandung Kamis (8/1/2026).

Mahyudin menjelaskan, proses penertiban di lakukan melalui tahapan panjang, termasuk komunikasi dan koordinasi dengan para operator telekomunikasi. Pemkot memastikan sarana ducting bawah tanah telah tersedia dan siap di gunakan sebelum pemotongan di lakukan.

“Kita tidak sembarangan memotong. Kita pastikan dulu sarana di bawah sudah siap. Kabel yang di potong adalah kabel yang seharusnya sudah di pindahkan ke bawah,” jelasnya.

Mahyudin menegaskan, pemotongan kabel merupakan bentuk sanksi bagi operator yang tidak mematuhi aturan. Jika jaringan tidak di pindahkan ke bawah tanah, maka layanan internet kepada pelanggan akan terhenti.

“Sanksinya jelas, kita gunting. Artinya layanan mereka tidak akan aktif lagi jika masih menggunakan kabel udara,” tegasnya.

Pemotongan Secara Bertahap

Lebih lanjut Mahyudin mengatakan, untuk ruas Jalan Merdeka, pemotongan di lakukan secara bertahap. Pasalnya, proyek ducting di kawasan tersebut baru di kick off oleh Wali Kota Bandung pada 8 Desember 2025. Operator masih di beri waktu untuk mengaktifkan jaringan di bawah tanah.

“Kita pastikan pelayanan internet tidak terganggu. Kabel yang masih dalam proses aktivasi di tandai dan tidak kita potong,” katanya.

Baca Juga: Bantuan Pemprov Terhenti, Farhan Telusuri Status Aset dan Anggaran Masjid Raya Bandung

Sementara itu, Tim Operasional PT Bandung Infrastruktur Investama (PT BII), Boby Suryo menyampaikan, hingga kini sarana ducting telah tersedia di 36 ruas jalan. Rinciannya, 15 ruas di bangun pada tahun sebelumnya dan 21 ruas tambahan dari pembangunan IPT.

“Untuk pengendalian kabel udara, saat ini baru di lakukan di empat lokasi, yakni Jalan Merdeka, Tera, Lembong, dan Jalan Aceh Pendek,” ujarnya.

Ke depan, pembangunan ducting akan terus di perluas. Pada tahun 2026 di targetkan mencakup 65 ruas jalan, dan di lanjutkan 30 ruas jalan tambahan pada 2027.

“Target penyelesaian seluruh pembangunan infrastruktur ducting ini pada April 2027,”ucapnya.

(Yusuf Mugni)

Kabar Baik Beckham Putra Nugraha kontra Persija Jakarta

0
Beckham Putra Nugraha fokusjabar.id
Beckham Putra Nugraha (foto: web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Kabar baik datang dari Gelandang Persib Bandung, Beckham Putra Nugraha. Kondisinya semakin membaik setelah sempat mengalami cedera pada pertandingan kontra Persik Kediri di Stadion Brawijaya.

Beckham Putra Nugraha siap kembali tampil melawan Persija Jakarta pada pertandingan pekan ke-17 Super League 2025/2026.

BACA JUGA:

Persib Bandung versus Persija, The Jakmania Dilarang ke GBLA

Pertandingan kurisal tersebut bakal digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Kota Bandung Jawa Barat (Jabar), Minggu (11/1/2926) sore hari.

Menurut Beckham Putra Nugraha, Dia siap mengerahkan seluruh kemampuan terbaiknya untuk membantu tim meraih kemenangan.

“Hampir sama saja seperti pertandingan sebelumnya. Yang terpenting, kita bisa memenangkan pertandingan,” ungkap  Beckham Putra Nugraha.

Dia mengakui, jika tekanan selalu datang menjelang pertemuan dengan Persija Jakarta. Namun, tekanan seperti itu biasanya dirasakan pada pertandingan-pertandingan lain. Meskipun levelnya berbeda.

BACA JUGA:

Persib Bandung vs Persija, Bojan Hodak Bilang Begini

“Tekanan jika bermain untuk Persib adalah hal yang wajar. Bukan hanya lawan Persija, setiap pertandingan ada tekanan besar untuk kita. Sebagai pemain, kita nikmati pertandingan ini. Tugas kita adalah terus memberikan semua kemampuan terbaik,” pungkasnya.

Sebelumnya FOKUSJabar mengabarkan, Kiper andalan Persib Bandung, Teja Paku Alam sudah melupakan hasil imbang kontra Persik Kediri pada laga pekan ke-16 Super League 2025/2026.

Teja Paku Alam kini tengah fokus menatap laga krusial melawan Persija Jakarta

Kiper berdarah Minang, kelahiran 14 Maret 1994 ini bertekad tampil lebih baik.

“Kita harus terus belajar. Pertandingan sebelumnya kita kehilangan poin 2. Kita perbaiki untuk lebih fokus di pertandingan selanjutnya,” kata Teja Paku Alam.

Laga kontra Persik benar-benar jadi ajang pembelajaran bagi Teja. Dia mengaku enggan lengah agar tetap menjaga persaingan di papan atas klasemen.

“Setiap pertandingan tidak mudah. Pastinya setiap penjaga gawang dituntut untuk sangat fokus selama 90 menit, 95 menit. Bahkan lebih,” pungkas Teja.

(Bambang Fouristian)

2 Kebakaran Hebat Landa Garut, Kerugian Ratusan Juta Rupiah

0
kebakaran garut fokusjabar.id
Disdamkarmat Kabupaten Garut menangani dua kebakaran

GARUT, FOKUSJabar.id: Musibah kebakaran melanda dua wilayah berbeda di Kabupaten Garut Jawa Barat (Jabar) dalam satu malam. Yakni di Kecamatan Bungbulang dan Garut Kota.

Dugaan sementara, kedua peristiwa kebakaran tersebut dipicu dari  hubungan pendek arus listrik (korsleting).

BACA JUGA:

Ini Penyebab Rumah Warga di Banjarwangi Garut Ludes Terbakar

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Garut, Usep Basuki Eko mengatakan, personelnya bekerja ekstra keras mengamankan kobaran api agar tidak merambat lebih luas ke pemukiman warga.

Peristiwa pertama terjadi di Kampung Ciawi Desa Mekarbakti Kecamatan Bungbulang, Rabu (7/1/2026) sekitar pukul 21.00 WIB.

Api dengan cepat menghanguskan bangunan permanen milik Ikin dan Mimid.

kebakaran garut fokusjabar.id
Disdamkarmat Kabupaten Garut menangani dua kebakaran

“Api diduga berasal dari korsleting listrik. Karena konstruksi awal rumah merupakan tipe panggung atau bilik. Api menjadi sangat cepat merambat ke bangunan semi permanen di sebelahnya,” kata Eko.

Unit Pelaksana Teknis (UPT) Wilayah II Bungbulang mengerahkan satu unit kendaraan pancar ke lokasi.

Meskipun tidak ada korban jiwa, kerugian materiil akibat kejadian tersebut mencapai Rp200 juta.

Petugas berhasil melakukan pendinginan selama 110 menit untuk memastikan api benar-benar padam.

BACA JUGA:

Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Lansia di Cinunuk Wanaraja

Belum berselang lama, kebakaran kembali terjadi pada Kamis (8/1/2026)dini hari. Lokasinya di Jalan Kiansantang Desa Paminggir Kecamatan Garut Kota.

Objek yang terbakar adalah rumah milik Ny Rita (50) dan sebagian lantai dua rumah milik Otang (72).

Eko menjelaskan, kronologi bermula saat pemilik rumah menyadari adanya gangguan listrik. Dia sempat meminta bantuan kerabatnya untuk memperbaiki. Namun saat bantuan tiba, api sudah terlanjur membesar.

“Kami menerjunkan tiga unit kendaraan. Termasuk unit water supply dari Pos Kota. Berkat respons cepat petugas, aset warga senilai Rp600 juta berhasil diselamatkan dari rambatan api,” jelas Eko.

Total kerugian diperkirakan mencapai Rp100 juta. Operasi pemadaman dinyatakan selesai pada pukul 05.15 WIB setelah proses pendinginan selama 149 menit.

BACA JUGA:

Dinkes Garut Perketat Skrining Super Flu

Menyikapi dua kejadian yang diduga akibat arus pendek ini, Usep Basuki Eko mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap instalasi listrik.

“Kami minta warga rutin mengecek kondisi kabel dan beban listrik di rumah. Jika ada kerusakan, segera panggil ahli untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya.

(Y.A. Supianto)