spot_imgspot_img
Selasa 28 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 370

Roti MBG Dari SPPG Bunirasa Ciamis Diduga Sudah Kadaluarsa

0
mbg ciamis@fokusjabar.id
Roti MBG dari SPPG Bunirasa Ciamis.

CIAMIS,FOKUSJabar id: Ada kejanggalan, sejumlah orang tua siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pawindan 3 Kecamatan Ciamis. Mempertanyakan terkait roti Makan Bergizi Gratis (MBG) yang di duga sudah kadaluarsa yang di kirim oleh SPPG Bunirasa.

Pada umumnya, kadaluarsa roti hanya beberapa hari saja. Namun dalam MBG yang di terima pelajar SDN Pawindan 3 kadaluarsanya cukup panjang.

Ada juga informasi roti jatah MBG yang di terima sejumlah siswa di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pawindan 3. Di duga sudah kadaluarsa.

Baca Juga: Polres dan Pemkab Ciamis Laksanakan Panen Jagung

“Batas kadaluarsa roti jatah anak Saya kok sepertinya tidak masuk akal,” kata Himawan, Kamis (8/1/2026).

Salah seorang guru SDN Pawindan 3 Ciamis, Sri membenarkan, bahwa, beberapa roti MBG sudah kadaluarsa.

“Untuk kelas kami tadi hanya ada dua siswa yang rotinya seperti telah habis masa kadaluarsanya,” ungkapnya.

Selain itu, Sri menyampaikan bahwa sajian roti MBG yang di berikan ke pelajar SDN Pawindan 3. Saat itu juga langsung di ambil kembali oleh pihak SPPG.

Baca Juga: Warga Ciamis Ketemu Macan Tutul, Apa Yang Terjadi?

“Memang tadi saat ada informasi ada roti yang sudah kadaluarsa, pihak SPPG langsung menarik kembali roti untuk pelajar, ,”jelasnya.

Dan roti MBG yang sudah di bagikan kepada seluruh pelajar di SDN Pawindan 3. Semuanya sudah di kembalikan ke SPPG Bunirasa sebagai penanggungjawab program tersebut.

“Sampai sore ini belum ada informasi lanjutan kapan roti itu akan di ganti oleh SPPG yang mengirimkan ke sekolahnya,” pungkasnya.

(Husen Maharaja) 

Polres dan Pemkab Ciamis Laksanakan Panen Jagung

0
jagung ciamis@fokusjabar.id
Kapolres Ciamis AKBP. Hidagatulah saat panen raya jagung

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Ciamis Polda Jawa Barat, terus menunjukkan peran aktif dalam mendukung. Program strategis nasional di bidang ketahanan pangan.

Salah satu wujud nyata dukungan tersebut di tunjukkan melalui pelaksanaan kegiatan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal I Tahun 2026. Tingkat Polres Ciamis yang di laksanakan di Dusun Cariang Desa Sukamulya Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis.

Rangkaian kegiatan di awali dengan pembukaan dan doa bersama yang di lanjutkan dengan. Sambutan Kapolres Ciamis dan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ciamis. Kemudian pelaksanaan panen jagung secara simbolis, serta penyampaian arahan dari Kapolri secara virtual.

Baca Juga: Warga Ciamis Ketemu Macan Tutul, Apa Yang Terjadi?

Dalam arahannya, Kapolri menegaskan bahwa panen raya jagung tersebut merupakan bagian dari strategi nasional dalam mewujudkan swasembada pangan. Khususnya komoditas jagung sebagai kelanjutan dari keberhasilan peningkatan swasembada beras.

Kapolri juga menekankan pentingnya peran Polri sebagai mitra strategis masyarakat dalam pengembangan sektor pertanian guna memperkuat ketahanan pangan nasional.

Kapolres Ciamis AKBP. Hidayatullah, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh stakeholder serta masyarakat Desa Sukamulya. Yang telah berperan aktif menyukseskan program ketahanan pangan Polres Ciamis.

” Jagung merupakan salah satu komoditas prioritas Polri karena memiliki pemanfaatan yang sangat luas termasuk untuk mendukung kebutuhan pakan ternak,”katanya. Kamis (8/1/2026)

Hidayatulah melanjutkan, pemanfaatan lahan darat atau lahan tidur menjadi lahan produktif tidak hanya mendukung program pemerintah. Tetapi juga berdampak langsung pada peningkatan perekonomian masyarakat.

Panen Jagung Berkelanjutan

“Saya harap kegiatan panen jagung ini dapat terus berkelanjutan sehingga manfaatnya dapat di rasakan secara luas oleh masyarakat Kabupaten Ciamis,”ucapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ciamis Ape Ruswanda,  sangat mengapresiasi Polres Ciamis atas dukungan dan keseriusannya. Dalam membantu pengembangan budidaya jagung di wilayah Kabupaten Ciamis.

Baca Juga: Hade! Realisasi Pajak UPTD Ciamis 123,2 Persen

Karena sinergi antara Polri dan Dinas Pertanian merupakan bentuk implementasi nyata program prioritas Presiden Republik Indonesia di bidang swasembada pangan

“Kerja sama ini dapat terus di perkuat ke depannya demi kesejahteraan petani dan masyarakat,”jelasnya.

Ape juga menjelaskan, panen jagung secara simbolis di lahan Desa Sukamulya Kecamatan Baregbeg. Dengan luas lahan sekitar 1,5 hektare dan hasil panen kurang lebih mencapai 5 ton.

“Panen jagung ini menjadi bukti konkret bahwa kolaborasi antara Polri, pemerintah daerah dan masyarakat. Mampu menghasilkan dampak positif bagi ketahanan pangan dan ekonomi lokal,” pungkasnya.

(Husen Maharaja) 

Bupati Garut Tutup KKN Gradasi 2025

0
garut@fokusjabar.id
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menutup resmi program Kuliah Kerja Nyata Gotong Royong Akademisi Bersinergi dan Berinovasi (KKN Gradasi) Tahun 2025, di Halaman Gedung Pendopo Garut, Kecamatan Garut Kota, Kamis (8/1/2026).

GARUT, FOKUSJabar.id: Kehadiran mahasiswa di lapangan merupakan pilar penting bagi visi pembangunan Kabupaten Garut yang maju dan berkelanjutan.

Mengingat kondisi daerah yang masih menghadapi tantangan ketertinggalan, dan mendorong adanya akselerasi di segala lini.

Hal tersebut di sampaikan Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin saat menutup resmi program Kuliah Kerja Nyata Gotong Royong Akademisi Bersinergi dan Berinovasi (KKN Gradasi) Tahun 2025, di Halaman Gedung Pendopo Garut, Kecamatan Garut Kota, Kamis (8/1/2026).

Baca Juga: Sopir Truk Galian C Unjuk Rasa, Ini Janji Bupati Garut

“Kita harus bergerak lebih cepat daripada orang lain. Mengapa? Karena kondisi kita masih tertinggal. Ibarat mobil, kita tertinggal jauh di belakang, maka tidak ada pilihan lain selain meningkatkan kecepatan,” tegas Abdusy Syakur.

Bupati menggarisbawahi bahwa inti dari kemajuan daerah terletak pada pemberdayaan desa. Dengan angka lulusan sarjana di Garut yang baru menyentuh angka 3 persen.

Keterlibatan akademisi lintas disiplin ilmu melalui KKN menjadi solusi strategis untuk mengisi celah sumber daya manusia (SDM) di tingkat bawah.

“Pembangunan sejatinya ada di desa. Desa harus kita dorong dan majukan. Di pemikiran saya, mereka yang mampu membawa perubahan hebat adalah orang-orang yang memiliki pendidikan lebih,” tambahnya.

Dampak Nyata Durasi Panjang

Koordinator KKN Gradasi, Gugun Geusan Akbar, memaparkan bahwa program tahun ini melibatkan mahasiswa yang tersebar di 25 desa. Berbeda dengan KKN reguler yang biasanya hanya berlangsung satu hingga dua bulan, KKN Gradasi dilaksanakan selama empat hingga enam bulan.

“Durasi yang lebih panjang memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memberikan dampak nyata. Manfaatnya sangat dirasakan oleh masyarakat dan aparatur desa, sesuai dengan tagline kami agar KKN Gradasi benar-benar berdampak,” jelas Gugun.

Meski sukses, Gugun memberikan catatan evaluasi terkait pentingnya sinkronisasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah. Ia berharap ke depannya Pemerintah Kabupaten Garut tidak hanya berperan dalam pembiayaan, tetapi juga terlibat lebih dalam secara teknis agar program lebih terintegrasi.

Prestasi Gemilang di Desa Pangauban

Salah satu capaian fenomenal dilaporkan oleh Kelompok 10 KKN Gradasi di Desa Pangauban, Kecamatan Cisurupan. Furqon, Ketua Kelompok 10 dari Institut Teknologi Garut (ITG), mengungkapkan bahwa kolaborasi antarperguruan tinggi berhasil membawa Desa Pangauban meraih prestasi tingkat provinsi.

Baca Juga: 2 Kebakaran Hebat Landa Garut, Kerugian Ratusan Juta Rupiah

Selama empat bulan, mereka melakukan pendampingan pada sektor kepemimpinan, administrasi, digital marketing, hingga edukasi kesehatan.

“Puncaknya, kami membantu Desa Pangauban menjadi juara di ajang Anugerah  Sri Baduga Tingkat Provinsi Jawa Barat dengan hadiah senilai Rp9 Miliar. Kami juga mengawal kegiatan desa hingga meraih Juara 1 di tingkat Kabupaten Garut,” papar Furqon.

Acara penutupan diakhiri dengan sesi masukan konstruktif dari para peserta mengenai efisiensi koordinasi kepanitiaan dan ketepatan distribusi dukungan operasional untuk pelaksanaan program di masa mendatang.

(Y.A. Supianto) 

Kampung Pengrajin Tahu Pasir Jati Kota Bandung Terancam Limbah

0
bandung@fokusjabar.id
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan saat monitoring kewilayahan terkait Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) pabrik tahu.

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memberi perhatian serius terhadap persoalan pengelolaan limbah pabrik tahu. Di Kelurahan Pasir Jati, Kecamatan Ujungberung Kota Bandung.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, hingga saat ini Kota Bandung belum memiliki instalasi pengolahan limbah tahu. Yang terpadu dan bersifat komunal, meskipun aktivitas produksi tahu telah berlangsung bertahun-tahun.

Padahal, kawasan Pasir Jati terdapat komunitas warga yang mayoritas berprofesi sebagai pengrajin tahu. Namun, belum tersedia sistem pengolahan limbah yang memadai sehingga berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan.

Baca Juga: Tangis Istri Wawalkot Bandung Pecah di Sidang Praperadilan

Selama ini, lanjut Farhan, bahwa belum pernah melihat di Kota Bandung ada instalasi pengolahan limbah. Khusus tahu yang terpadu dan komunal.

“Di Pasir Jati ini, sekitar empat tahun terakhir saya perhatikan ada satu komunitas kampung. Yang hampir seluruh warganya pengrajin tahu,” ujar Farhan saat monitoring kewilayahan terkait Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) pabrik tahu. Di Kelurahan Pasir Jati, Kecamatan Ujungberung Kota Bandung Kamis (8/1/2026).

Farhan mengungkapkan, sebelumnya komunitas pengrajin sempat membangun IPAL secara mandiri. Namun, operasionalnya harus di hentikan karena lokasinya berada di kawasan sempadan sungai dan tidak sesuai ketentuan.

Di sekitar lokasi tersebut, terdapat lahan milik pemerintah yang berpotensi di manfaatkan sebagai lokasi IPAL baru. Meski demikian, Farhan menegaskan penyelesaian persoalan ini harus di lakukan melalui mekanisme yang jelas dan sesuai aturan.

Langkah awal yang akan di tempuh Pemkot Bandung adalah pemberian teguran resmi. Oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung terkait indikasi pencemaran lingkungan.

“Harus ada teguran dulu secara resmi dari DLH. Setelah itu, pengrajin berembuk dengan pembina wilayah, yakni kecamatan dan kelurahan, untuk mengusulkan solusi seperti pembangunan atau perbaikan IPAL,” jelasnya.

Baca Juga: PAD 2025 Rp 3,05 Triliun, Ini Target Pemkot Bandung 2026

Lahan Milik Pemerintah

Menurutnya, usulan tersebut nantinya akan di bahas DLH dengan melibatkan sejumlah perangkat daerah terkait. Seperti Badan Pengelolaan Aset Daerah terkait pemanfaatan lahan milik pemerintah.

Serta Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) dan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP). Terkait tata ruang dan infrastruktur.

Terkait pembangunan IPAL ke depan, Farhan menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah. Dan komunitas pengrajin tahu agar solusi yang di hasilkan berkelanjutan.

“IPAL ini di buat bersama komunitas. Jadi bukan seratus persen oleh pemerintah, tetapi kerja sama supaya bisa di rawat dan di kelola bersama,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Polres Pangandaran Panen Raya Jagung Kwartal IV Capai 20 Ton

0
pangandaran@fokusjabar.id
Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar Potawa panen raya jagung Kwartal IV.

PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Dalam rangka menyukseskan program ketahanan pangan nasional. Polres Pangandaran melaksanakan Panen Raya Jagung Serentak Kwartal IV di Dusun Ciguha, Desa Campaka, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Pangandaran. Pada Kamis (08/01/2026).

Kapolres Pangandaran, AKBP Ikrar Potawar mengatakan, lahan seluas 7 hektar yang merupakan tanah negara ini. Di kelola secara produktif oleh kelompok tani setempat.

Menurutnya, jagung yang di panen merupakan jenis hibrida Asia Gold 77 yang telah di tanam sejak September 2025 lalu.

Baca Juga: Kok Bisa Hilang Spanduk Penyitaan Videotron di Pangandaran?

“Hari ini kita melaksanakan panen raya di lahan seluas 7 hektar dengan estimasi hasil. Mencapai kurang lebih 20 ton pipil kering, ini merupakan wujud nyata sinergi Polri dengan masyarakat dan pemerintah daerah. Dalam menjaga stabilitas pangan di wilayah Pangandaran,”. ujar kapolres

Kegiatan ini melibatkan Kelompok Tani (Poktan) Pasir Hanjuang yang beranggotakan 25 petani lokal.

“Saya berharap Keberhasilan panen ini dapat memotivasi masyarakat untuk memanfaatkan lahan-lahan tidur. Menjadi lahan produktif yang memberikan nilai ekonomi tinggi,” ucapnya.

Selain di hadiri oleh pihak kepolisian, hadir pula Kepala Cabang Dinas Kehutanan Wilayah VII Jabar. Dan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pangandaran untuk memantau langsung produktivitas lahan di wilayah tersebut.

Baca Juga: Realisasi Pajak 2025 Sentuh 96 Persen, Sektor Wisata Jadi Penyumbang Besar

Pihak Bulog Cabang Ciamis yang hadir dalam kesempatan tersebut juga memberikan dukungan penuh. Terhadap hasil panen ini guna memastikan distribusi dan ketersediaan stok pangan di wilayah Jawa Barat tetap terjaga.

Acara yang di mulai pukul 10.00 Wib tersebut berjalan dengan aman dan lancar. Kapolres Pangandaran menegaskan bahwa Polri akan terus mendampingi para petani melalui peran Bhabinkamtibmas. Dan koordinasi lintas sektoral guna memastikan program ketahanan pangan terus berkelanjutan.

Turut hadir dalam acara tersebut, sejumlah instansi terkait, mulai dari Dinas Pertanian. Dinas Ketahanan Pangan, Bulog Cabang Ciamis, hingga unsur Muspika Kecamatan Cigugur.

(Sajidin)

Tangis Istri Wawalkot Bandung Pecah di Sidang Praperadilan

0
bandung@fokusjabar.id
Fitriana Dewi, istri Wakil Wali Kota Bandung Erwin, Saat menyampaikan pernyataannya dalam sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Bandung Kamis (8/1/2026)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Suasana ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Bandung mendadak hening dan mencekam pada Kamis (8/1/2026). Saat Fitriana Dewi, istri Wakil Wali Kota Bandung Erwin, berdiri menyampaikan pernyataannya dalam sidang praperadilan.

Dengan suara bergetar dan air mata yang terus menetes, ia mengungkapkan luka batin yang selama ini di pendam keluarganya.

Fitriana mengawali pernyataannya bukan sebagai ahli hukum, melainkan sebagai seorang istri dan ibu yang mengaku hidupnya terguncang sejak suaminya terseret proses hukum.

Baca Juga: PAD 2025 Rp 3,05 Triliun, Ini Target Pemkot Bandung 2026

Tangisnya pecah ketika ia menceritakan bagaimana keluarganya, menurut dia, seolah “lebih dulu di hakimi” oleh pemberitaan sejak 31 Oktober 2025.

“Sejak saat itu, hidup kami berubah secara drastis. Stigma tentang OTT menyebar begitu masif, sementara sebagai keluarga kami tidak pernah menerima penjelasan resmi apa pun,”kata Fitriana.

Fitriana mengaku kesedihan terdalamnya bukan hanya karena nama suaminya di seret ke ruang publik, tetapi karena proses yang di jalani penuh kejanggalan dan sulit di pahami oleh orang awam sepertinya.

“Kami seperti tidak di beri ruang untuk bernapas, tidak di beri waktu untuk memahami apa yang sebenarnya sedang terjadi,” katanya.

Momen paling mengguncang batin Fitriana terjadi saat rumah dinas mereka di geledah. Dengan mata berkaca-kaca, ia menceritakan saat itu tidak ada orang dewasa di rumah, kecuali kakaknya yang tengah bertamu. Di dalam rumah, hanya ada anak-anak mereka yang masih kecil.

“Saya tidak bisa membayangkan ketakutan dan tekanan psikologis yang mereka rasakan. Anak-anak yang seharusnya merasa aman di rumahnya sendiri justru mengalami peristiwa yang membuat mereka trauma,”ungkapnya.

Fitriana juga mengaku terpukul saat mengetahui penetapan tersangka terhadap suaminya justru lebih dulu di ketahui melalui pemberitaan media, bukan melalui surat resmi kepada keluarga.

“Kami merasa tidak di hargai. Seolah proses ini berjalan tanpa mempertimbangkan dampak kemanusiaan yang kami alami,”ucapnya.

Dalam pernyataannya, Fitriana turut menyinggung adanya ketimpangan dalam penegakan hukum. Sebagai orang awam, ia mempertanyakan mengapa suaminya selaku Wakil Wali Kota Bandung di proses.

Hanya Minta Keadilan

Sementara atasan yang secara struktural memiliki kewenangan lebih besar, menurut pengetahuannya, belum tersentuh pemeriksaan.

“Saya tidak sedang membela kesalahan siapa pun. Saya hanya meminta keadilan dan kewajaran. Jika hukum ingin di tegakkan, lakukanlah secara adil, terbuka, dan manusiawi,” tegasnya.

Fitriana menambahkan, di balik jabatan publik, suaminya adalah seorang ayah yang selalu hadir untuk anak-anaknya dan seorang kepala keluarga yang bekerja untuk Kota Bandung.

Perlakuan yang ia nilai penuh kejanggalan itu menjadi pukulan berat bagi keluarganya.

Pihaknya juga mengaku hanya bisa berserah diri kepada Allah SWT dan memohon doa dari masyarakat Kota Bandung agar perkara ini di selesaikan seadil-adilnya.

Baca Juga: Progres Flyover Nurtanio Kota Bandung Capai 97 Persen

Ia juga menyampaikan kekagumannya kepada Jaksa Agung RI yang kerap mengingatkan jajaran jaksa untuk menjunjung tinggi hak asasi manusia.

“Hati nurani memang tidak tertulis di buku hukum, tapi keadilan harus tetap di perhatikan,” ucapnya.

Tangis Fitriana sore itu meninggalkan keheningan panjang di ruang sidang, di balik proses hukum yang tengah berjalan, pernyataannya menjadi pengingat bahwa ada keluarga, anak-anak.

Dan luka batin yang ikut menanggung beban menunggu keadilan di tegakkan tanpa prasangka dan tanpa kehilangan rasa kemanusiaan.

(Yusuf Mugni)

Terharu! Bupati Majalengka Apresiasi Kedermawanan Bos Koi Hartono Sukwanto

0
bos koi majalengka@fokusjabar.id
Bupati Majalengka, Eman Suherman.

MAJALENGKA, FOKUSJabar.id: Bupati Majalengka, Eman Suherman, memberikan apresiasi setinggi-tingginya. Atas aksi kedermawanan luar biasa yang di tunjukkan oleh pengusaha sukses, Hartono Sukwanto. 

Bos Koi ternama tersebut secara sukarela menghibahkan ribuan ekor ikan Koi kelas premium. Untuk mempercantik destinasi wisata kebanggaan warga kota angin, Situ Cipanten.

​Bagi Eman Suherman, hibah ini bukan sekadar bantuan biasa, melainkan bentuk dukungan nyata. Terhadap visi besar membangun pariwisata Majalengka yang berkelas dunia.

Baca Juga: Bakal Ada Koi Seharga Pajero di Situ Cipanten, Begini Kata Bupati Majalengka

​Dalam pernyataannya, Bupati Eman Suherman tidak bisa menyembunyikan rasa syukurnya atas kepedulian Bos Koi Hartono Sukwanto. Terhadap kelestarian dan keindahan alam di Desa Gunungkuning tersebut.

​”Saya merasa sangat bersyukur atas dukungan dan perhatian yang luar biasa bagi pariwisata kita di Majalengka. Terima kasih sebesar-besarnya kepada Bos Koi Hartono,” ungkap Eman Suherman.

Atas kedermawanan Bos Koi Hartono Sukwanto, lanjut Eman, yang telah menghibahkan 2.500 ekor ikan koi berkualitas untuk mempercantik Situ Cipanten.

​Menurut Eman Suherman, langkah kedermawanan ini sejalan dengan semangat pemerintah daerah dalam melakukan pembenahan di berbagai sektor.

 “Langkah ini adalah bagian dari ikhtiar kita mewujudkan Majalengka Langkung Sae. Kita ingin Situ Cipanten semakin mempesona dan menjadi daya tarik bagi wisatawan lokal, nasional, bahkan mancanegara,” jelasnya.

Koi “Sultan” untuk Rakyat

​Kedermawanan Bos Koi Hartono Sukwanto terbilang fenomenal karena ikan yang di hibahkan bukanlah jenis sembarangan. Ribuan Koi tersebut merupakan garis keturunan Jepang dengan kualitas “high-end”.

​Bahkan, beberapa koleksi yang akan di tebar memiliki nilai ekonomi yang sangat fantastis, setara dengan harga mobil mewah seperti Pajero. 

Hibah ini sebagai salah satu aksi pelepasan ikan hias premium terbesar yang pernah di lakukan di lokasi terbuka di Indonesia.

​Bupati Eman Suherman menilai, kerelaan Bos Koi Hartono Sukwanto melepaskan aset berharganya ke alam bebas. Adalah teladan bagi para pelaku usaha lainnya, untuk ikut berkontribusi membangun daerah.

​Untuk merayakan momen bersejarah ini, Eman Suherman secara khusus mengajak masyarakat. Untuk menyaksikan prosesi penebaran ikan yang juga melibatkan pesohor tanah air.

Baca Juga: Bos Koi Hartono Soekwanto Siap Tebar 2 Ribu Ikan Koi Kelas Premium di Situ Cipanten 

​”Mari bergabung bersama saya dan Bos Koi Hartono, serta sahabat kita Irfan Hakim dan Audrey King of the Jungle. Dalam proses penebaran ini, kita akan laksanakan pada hari Minggu, 11 Januari 2026 di Situ Cipanten,” ajak Eman.

​Menutup pernyataannya, Bupati Eman Suherman berpesan agar masyarakat Majalengka bersama-sama menjaga hibah berharga ini. Kejernihan air Situ Cipanten yang herang pisan harus tetap di rawat agar ribuan Koi premium tersebut dapat tumbuh dengan baik.

​”Mari kita jaga alam kita, kita majukan wisata Majalengka. Ini adalah kado indah untuk kita semua, mari kita pelihara demi mewujudkan Majalengka Langkung Sae,” pungkasnya.

​Hadirnya ribuan “permata hidup” di Situ Cipanten ini di prediksi akan mengubah wajah pariwisata Majalengka. Menjadi lebih elegan dan eksklusif, sekaligus menjadi ikon edukasi lingkungan yang baru di Jawa Barat.

(Abdul)