spot_imgspot_img
Senin 27 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 354

Satpol PP Ciamis Tertibkan Pelajar Bolos dan ASN Keluyuran Saat Jam Kerja

0
pelajar FOKUSJabar.id
Ketpot: Puluhan pelajar dan sejumlah ASN yang terjaring operasi Gerakan Disiplin Nasional (GDN) yang digelar Satpol PP Kabupaten Ciamis

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Ciamis mengamankan puluhan pelajar yang kedapatan berkeliaran di luar lingkungan sekolah saat jam pelajaran berlangsung. Penertiban tersebut dalam rangka pelaksanaan Gerakan Disiplin Nasional (GDN), Senin (12/1/2026).

Kepala Satpol PP Kabupaten Ciamis, Rd. Ega Anggara Alqausar, mengatakan kegiatan GDN menyasar sejumlah titik keramaian yang kerap menjadi tempat berkumpul warga pada siang hari.

Baca Juga: Pusing! Banyak Biawak, Damkar Ciamis Bergerak

“Dalam operasi siang tadi, kami mengamankan 20 pelajar yang berada di luar sekolah dan tidak pada tempatnya saat jam belajar mengajar,” ujar Ega.

Puluhan pelajar tersebut kemudian dibawa ke Markas Komando Satpol PP Kabupaten Ciamis untuk mendapatkan pembinaan. Selanjutnya, pihak Satpol PP langsung memanggil masing-masing sekolah untuk menjemput para siswa tersebut.

“Pihak sekolah kami hubungi agar menjemput siswanya yang terjaring dalam kegiatan GDN,” ucapnya.

Selain menertibkan pelajar, Satpol PP Ciamis juga menjaring delapan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berada di luar kantor saat jam dinas tanpa kejelasan tugas. Mereka ditemukan di sejumlah lokasi seperti terminal, pasar, taman hutan kota, hingga warung internet.

“Dari delapan ASN yang terjaring, empat orang memiliki surat izin resmi dari atasannya. Sementara empat lainnya tidak dapat menunjukkan alasan yang jelas,” jelas Ega.

Untuk penanganan lebih lanjut, ASN yang tidak mengantongi surat tugas Pihaknya serahkan ke Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKSDM) Kabupaten Ciamis.

“Kami sudah berkoordinasi dengan BKSDM agar pelanggaran ASN tersebut mendapat tindaklanjut sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.


(Husen Maharaja)

Pj Sekda Kabupaten Tasikmalaya Dilantik, BKPSDM Pastikan Seleksi Definitif Tetap Jalan

0
kabupaten tasikmalaya fokusjabar.id
Kepala BKPSDM Kabupaten Tasikmalaya Drs. H. Iing Farid Khozin, M.Si (tengah) memberikan keterangan terkait pengangkatan Penjabat Sekda

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Kekosongan jabatan Sekretaris Daerah Kabupaten Tasikmalaya akhirnya terisi. Pemerintah daerah menunjuk Penjabat Sekda untuk memastikan roda pemerintahan tetap berjalan tanpa hambatan.

Kepala BKPSDM Kabupaten Tasikmalaya, Iing Farid Khozin menegaskan, penunjukan Penjabat Sekda bukan keputusan mendadak, melainkan langkah administratif yang telah melalui mekanisme hukum dan persetujuan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Penjabat Sekda ditunjuk untuk menjaga kesinambungan pemerintahan. Ini solusi sementara agar pelayanan publik dan koordinasi birokrasi tidak terganggu,” ujar Iing.

BACA JUGA: 

Pesan Mendalam Bupati Cecep Nurul Yakin Saat Lantik Pj Sekda Kabupaten Tasikmalaya

Ia menjelaskan, sesuai Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2018, masa jabatan Penjabat Sekda terbatas maksimal tiga bulan. Dalam rentang waktu tersebut, pemerintah daerah berkewajiban menyiapkan proses pengisian Sekda definitif.

“Penjabat ini sifatnya sementara. Secara paralel, kami di BKPSDM akan menyiapkan tahapan seleksi terbuka Sekda definitif sesuai ketentuan,” katanya.

Iing menambahkan, posisi Sekda memiliki peran sentral sebagai motor penggerak birokrasi daerah. Karena itu, proses pengisiannya harus terlaksana secara cermat, profesional, dan berlandaskan sistem merit.

BACA JUGA: 17 Ruas Jalan Destinasi Wisata Kota Bandung Akan Diperbaiki

“Sekda adalah jabatan karier tertinggi ASN di daerah. Maka seleksinya harus objektif, transparan, dan menghasilkan figur yang mampu mengonsolidasikan seluruh perangkat daerah,” jelasnya.

Dengan adanya Penjabat Sekda, pihaknya berharap stabilitas pemerintahan tetap terjaga, sementara proses menuju Sekda definitif dapat berjalan sesuai aturan tanpa tergesa-gesa namun tetap tepat waktu.

(F Kamil)

17 Ruas Jalan Destinasi Wisata Kota Bandung Akan Diperbaiki

0
terminal pemkot bandung@fokusjabar.id
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan di Balai Kota Jalan Wastukencana Kota Bandung Senin (12/1/2026)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota Bandung akan melakukan perbaikan dan perawatan khusus (beautification) di 17 ruas jalan yang menjadi destinasi wisata.

Kebijakan tersebut merupakan hasil rapat pimpinan yang di pimpin langsung Wali Kota Bandung Muhammad Farhan di Balai Kota Bandung Senin (12/1/2026).

Farhan menyebutkan, 17 ruas jalan tersebut meliputi Jalan Ir. H. Juanda, LLRE Martadinata, Merdeka, Lembong, Tamblong, Asia Afrika, Simpang Lima, Naripan, Jalan Sunda, Jalan Sumatera, Jalan Jawa, hingga Wastukencana beserta sayap-sayap jalannya.

Baca Juga: Perkara Wawalkot Bandung Berlanjut ke Sidang Tipikor

“Perbaikan di lakukan secara normal, tapi dengan perhatian khusus karena ruas-ruas ini adalah kawasan wisata,” kata Farhan.

Farhan mengungkapkan, keputusan tersebut juga di picu temuan persoalan kebersihan saat patroli akhir pekan lalu, di tengah tingginya kunjungan wisatawan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

“Saya menerima keluhan soal bau pesing. Setelah patroli, ternyata di banyak sudut di temukan kotoran manusia,”ungkapnya.

Beberapa lokasi yang menjadi sorotan antara lain kawasan Wastukencana, Braga, Taman Panda, serta Jalan Asia Afrika yang memiliki banyak bangunan kosong dan di salahgunakan sebagai toilet umum.

Baca Juga: Damkarmatan Kota Bandung Ajukan DAK Rp270 Miliar ke Pemerintah Pusat

Sebagai langkah penanganan, Pemkot Bandung akan melakukan operasi penertiban terhadap homeless dan manusia kardus, serta pembersihan menyeluruh di titik-titik bermasalah.

Farhan menambahkan, meski muncul dampak sosial dan kebersihan, tingginya kunjungan wisatawan selama libur Nataru membawa dampak positif bagi pendapatan daerah.

“Pendapatan Asli Daerah (PAD) kita Alhamdulillah di atas target. Ini menjadi modal untuk penguatan dan penambahan infrastruktur ke depan,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Pesan Mendalam Bupati Cecep Nurul Yakin Saat Lantik Pj Sekda Kabupaten Tasikmalaya

0
kabupaten tasikmalaya fokusjabar.id
Bupati Tasikmalaya, H. Cecep Nurul Yakin melantik Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kabupaten Tasikmalaya, Roni A Shahroni, di Oproom Setda, Senin (12/1/2026).

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Suasana khidmat menyelimuti Oproom Setda Kabupaten Tasikmalaya saat Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin melantik Penjabat Sekretaris Daerah Pj Sekda, Senin (12/1/2026).

Di balik prosesi resmi tersebut, tersimpan pesan mendalam meluncur deras dari orang nomor satu di Kabupaten Tasikmalaya, tentang arah masa depan birokrasi dan pelayanan publik di daerah.

Bupati Tasikmalaya menegaskan, jabatan Sekretaris Daerah bukan sekadar posisi struktural, melainkan amanah besar yang menentukan denyut pemerintahan dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

BACA JUGA: 

Gerindra Kabupaten Tasikmalaya Angkat Bicara: Sekda Jenderal Birokrasi

“Sekda adalah poros penggerak roda pemerintahan. Dari sinilah kebijakan harus berubah menjadi kerja nyata yang dirasakan langsung oleh rakyat,” ucap Cecep Nurul Yakin dengan nada tegas.

Ia menilai, keberhasilan pembangunan daerah sangat bergantung pada kemampuan Sekda menjembatani kepala daerah dengan seluruh perangkat daerah. Sekaligus memastikan setiap program berjalan seirama dan tidak saling tumpang tindih.

Bupati juga menyoroti pentingnya reformasi birokrasi dan digitalisasi pelayanan publik. Di tengah tuntutan masyarakat yang semakin cepat dan transparan, birokrasi dituntut meninggalkan cara-cara lama yang tidak lagi relevan.

“Kita dipaksa untuk terus berinovasi. Digitalisasi pelayanan publik melalui SPBE bukan pilihan, tetapi keharusan,” tegasnya.

Tak hanya soal sistem, Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini menaruh perhatian besar pada kualitas sumber daya manusia aparatur.

BACA JUGA: Pengisian Jabatan Sekda Kabupaten Tasikmalaya Disorot Akademisi, DPRD Diminta Tak Diam

Ia meminta Penjabat Sekda mengawal penerapan sistem merit ASN serta menanamkan nilai-nilai BerAKHLAK sebagai budaya kerja yang nyata, bukan sekadar slogan.

Dalam pengelolaan pemerintahan, Bupati Cecep juga menekankan pentingnya ketegasan dan keadilan.

“ASN yang berprestasi harus diapresiasi, sementara pelanggaran disiplin tidak boleh ditoleransi,” ucapnya.

Hal serupa, sambung Cecep, berlaku dalam pengelolaan keuangan daerah yang harus terealisasi secara transparan dan berintegritas.

BACA JUGA: BKPSDM Kabupaten Tasikmalaya Luruskan Isu Pergeseran Sekda Moh Zen

“Tidak ada keberhasilan yang diraih sendirian. Kesuksesan Kabupaten Tasikmalaya adalah hasil kerja bersama,” ujar Cecep.

Ia mengucapkan selamat bertugas kepada Penjabat Sekda yang baru dlantik, seraya berharap amanah besar tersebut dapat terwujudkan dengan penuh tanggung jawab demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Tasikmalaya.

(F Kamil)

Kunjungan Wisatawan ke Pangandaran Saat Libur Nataru 2026, Meningkat 116 Persen

0
pengunjung pangandaran@fokusjabar.id
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Dadan Sugistha(ajidin/fokusjabar.id)

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Wisatawan yang berkunjung masuk dengan tiket ke enam destinasi wisata di Kabupaten Pangandaran. Selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026 mengalami lonjakan signifikan di bandingkan dengan tahun sebelumnya.

Berdasarkan data kunjungan, total wisatawan pada periode 22 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 mencapai 337.011 orang. Sedangkan pada periode Nataru 2024–2025 tercatat sebanyak 156.355 orang.

Hal ini menunjukkan peningkatan sekitar 180.656 orang atau 116 persen pada periode 2025 – 2026.

Baca Juga: Inilah Jumlah WNA Yang Menikah Dengan Warga Pangandaran

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran, Dadan Sugistha menyampaikan. Bahwa lonjakan kunjungan tersebut mencerminkan tren positif sektor pariwisata daerah, sekaligus menunjukkan validitas data yang semakin baik.

“Sejak Januari 2024, sistem penghitungan tiket sudah menggunakan basis per orang, bukan lagi per kendaraan. Dengan metode ini, data yang di hasilkan menjadi lebih akurat. Dan bisa di bandingkan secara apple to apple antar periode,” ungkap Dadan Sugistha, Senin (5/1/2026).

Ia menjelaskan, peningkatan kunjungan terjadi di seluruh destinasi wisata utama milik Pemda Pangandaran. Bahkan, beberapa destinasi mencatat lonjakan sangat tinggi secara persentase.

Baca Juga: Operasi di Pangandaran, Terduga Pelaku Curanmor Ditangkap di Bandung

Berdasarkan data per destinasi, Batu Hiu mencatat kenaikan tertinggi dengan lonjakan mencapai 272 persen, di susul Madasari sebesar 217 persen. Batu karas naik 163 persen, Green Canyon 132 persen, Pantai Pangandaran 115 persen, dan Karapyak 108 persen.

“Angka ini di hitung pertanggal 4 Januari, karena proses rekonsiliasi data. Biasanya di lakukan maksimal setiap tanggal 10 bulan berikutnya,” katanya.

Menurutnya, peningkatan ini masih terus berjalan, terutama untuk transaksi non-tunai yang membutuhkan waktu lebih lama untuk tercatat. “Jadi, jumlah kunjungan masih berpotensi bertambah,” katanya.

(Sajidin)

Panggilan Jiwa Bos Koi Hartono Soekwanto untuk Situ Cipanten Majalengka 

0
bos koi situ cipanten majalengka@fokusjabar.id
Bos Koi Hartono Soekwanto bersama Irfan Hakim di Situ Cipanten Majalengka.(Abdul Latif/fokusjabar.id)

MAJALENGKA, FOKUSJabar.id:  Ada momen di mana logika materi menyerah pada panggilan hati nurani. Itulah yang di rasakan oleh Bos Koi Hartono Soekwanto.

Sosok “Sultan Koi” ternama di Indonesia, saat menjejakkan kaki di Situ Cipanten, Desa Gunungkuning, Kecamatan Sindang, Kabupaten Majalengka.

​Bagi banyak orang, Situ Cipanten mungkin hanyalah destinasi wisata air yang jernih. Namun bagi Hartono, tempat yang di kenal sebagai petilasan Prabu Siliwangi ini menyimpan “getaran” yang tak mampu ia lukiskan dengan kata-kata.

Baca Juga: Penebaran Ikan Koi Harga Miliaran di Situ Cipanten Majalengka, Disaksikan Ribuan Pengunjung

Sebuah ikatan batin yang membuatnya rela merogoh kocek hingga miliaran rupiah demi sebuah misi mulia, Membawa Situ Cipanten Mendunia.

Cinta Bersemi di Kedalaman Air

​Minggu, 11 Januari 2025, menjadi saksi sejarah baru bagi pariwisata alam Majalengka. 

Di hadapan lebih dari 4.000 pasang mata pengunjung, Hartono Soekwanto melepaskan 2.165 ekor Koi Sultan, ikan-ikan peranakan langsung dari Jepang dengan kualitas premium.

​Bukan sembarang ikan, beberapa di antaranya adalah koleksi pribadi Hartono yang sering menjuarai kontes nasional. 

Jika di konversi ke materi, harga satu ekornya bahkan setara dengan mobil Pajero Sport. Namun bagi Hartono, angka-angka itu seolah menguap saat ia bersentuhan dengan air Situ Cipanten.

​”Ada panggilan jiwa yang sangat luar biasa dari Situ Cipanten ini. Nilai materi yang saya keluarkan tidak sebanding dengan besarnya panggilan hati saya. Saya akan all out untuk tempat ini,” ungkap Hartono dengan nada bicara yang menyentuh.

Berenang dalam Keajaiban Alam

​Kedekatan spiritual Hartono dengan alam Majalengka terlihat jelas saat prosesi pelepasan ikan.

Alih-alih hanya berdiri di tepi dermaga, ia memilih menceburkan diri, berenang selama berjam-jam di air yang dingin menyegarkan, seolah sedang bercengkrama dengan leluhur dan alam semesta.

​Didampingi istri tercinta, serta kehadiran sahabat seperti Irfan Hakim, Audrey King of The Jungle, Hartono tampak sangat bahagia.

 Ia mengaku, kedamaian yang ia temukan di Situ Cipanten adalah pengalaman langka yang belum pernah ia temui di belahan dunia manapun.

Bahkan ia kuat berenang hingga berjam jam sambil terus menebar ikan koi. Dinginnya suhu air situ Cipanten tidak membuatnya untuk cepat beranjak. Justru menambah ikatan batin yang semakin dalam dengan Situ Cipanten.

“Ini momen pertama saya yang sangat berkesan dan di Situ Cipanten ini saya bisa menyaksikan keajaiban berbagi dengan alam. Sangat luar biasa,” tegasnya.

Seharian berada di Situ Cipanten membuat Hartono Soekwanto merasa betah dan menjadi momen yang sangat sulit untuk dilupakan.

Pengalaman ini menurut dia belum pernah di temui di belahan dunia manapun dan kebahagiaan itu justru muncul di Situ Cipanten.

“Saya sangat heppy di Situ Cipanten istri saya juga sangat heppy, pokoknya situ Cipanten sangat luar biasa dan akan support terus,” katanya.

​Berkah bagi Warga Gunungkuning

​Kepala Desa Gunungkuning, Rudi Yudistira Gozali, tidak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. Kehadiran “Bos Koi” dan ribuan ikan eksotis ini bukan sekadar menambah keindahan visual, tapi menjadi magnet ekonomi yang luar biasa bagi warga setempat.

​”Dampaknya sudah terasa nyata. Saat pelepasan saja pengunjung membludak. Ini adalah berkah bagi kemajuan desa kami,” ujar Rudi.

Baca Juga: Hartono Soekwanto Tebar Ikan Koi Asli Jepang ke Situ Cipanten Majalengka 

​Kombinasi antara legenda sejarah, kejernihan air yang biru, dan kini ribuan ikan Koi kelas dunia menjadikan Situ Cipanten destinasi yang wajib di kunjungi. 

Wisatawan kini tidak hanya bisa menikmati udara sejuk, tapi juga merasakan sensasi “berbagi dengan alam” lewat interaksi langsung dengan ikan-ikan sultan tersebut.

Situ Cipanten kini bukan lagi sekadar telaga. Ia telah bertransformasi menjadi simbol harmoni antara manusia, hobi, dan spiritualitas. 

Seperti yang di katakan Hartono Soekwanto, ini adalah momen ajaib tentang bagaimana kebahagiaan sejati muncul saat kita mampu memberi dan menjaga alam.

(Abdul)

Inilah Jumlah WNA Yang Menikah Dengan Warga Pangandaran

0
wna pangandaran@fokusjabar.id
Kepala bidang daftar penduduk Disdukcapil Pangandaran, Ruhandi.(foto: Sajidin/fokusjabar.id)

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Objek wisata di Kabupaten Pangandaran Jawa Barat di kenal sebagai wisata kelas dunia. Karena itu, banyak Warga Negara Asing (WNA) yang terpesona dengan keindahannya. Hingga menetap tinggal di Pangandaran.

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Pangandaran, mencatat sebanyak 94 orang WNA yang sudah memiliki Kartu Izin Tinggal Terbatas (Kitas) dan Kartu Izin Tinggal Tetap (Kitap).

Kepala bidang daftar penduduk Disdukcapil Pangandaran, Ruhandi mengatakan, WNA tersebut dari berbagai negara. Di antaranya dari Negara Jerman, Prancis, Belanda, Inggris, Austrlia, Korea Selatan dan Malaysia.

Baca Juga: Operasi di Pangandaran, Terduga Pelaku Curanmor Ditangkap di Bandung

“WNA yang terbanyak dari Prancis sekitar 14 orang, yang kedua dari Jerman ada 12 orang, dan yang terbanyak ketiga dari negara Belanda sekitar 9 orang,” kata Ruhandi di ruang kerjanya Senin, (12/1/2026).

Ruhandi menambahkan, dari sekian banyak WNA, ada sekitar 47 orang yang telah melangsungkan pernikahan secara resmi dengan warga Pangandaran dan memiliki keturunan. Ia mengatakan, WNA terbanyak tinggal di kecamatan Pangandaran.

Baca Juga: Satreskrim Polres Pangandaran Tangkap Pelaku Curanmor

“Kebanyakan WNA berjenis laki-laki yang menikah dengan warga Pangandaran. Mereka juga ada yang sudah memiliki keturunan,” kata Ruhandi.

Meski begitu, menurut Ruhandi, besar kemungkinan masih ada WNA yang sudah memiliki Kitap dan Kitas namun belum melaporkan ke Disdukcapil Pangandaran. Sehingga belum tercatatkan secara administrasi.

“Bagi WNA yang sudah memiliki Kitap dan Kitas, kami harapkan segera melaporkan ke Disdukcapil. Karena kita tidak ada pelayanan jemput bola bagi WNA,” kata Ruhandi.

(Sajidin)