spot_imgspot_img
Senin 27 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 353

Sepak Bola Lokal Terpinggirkan, Komunitas Cermin Kritik Pemkot Tasikmalaya

0
Tasikmalaya,FOKUSJabar.id
diskusi publik bertajuk “Sepak Bola dan Ruang Publik” yang digelar Komunitas Cermin di Buleud Galery

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Di balik gegap gempita laga El Clasico Indonesia antara Persib Bandung kontra Persija Jakarta, tersimpan kegelisahan mendalam mengenai masa depan sepak bola di Kota Tasikmalaya yang dikenal sebagai Kota Santri. Minimnya perhatian pemerintah daerah terhadap pengembangan sepak bola lokal menjadi sorotan utama.

Kegelisahan tersebut mengemuka dalam diskusi publik bertajuk “Sepak Bola dan Ruang Publik” yang digelar Komunitas Cermin di Buleud Galery, Minggu (11/1/2026). Forum ini dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, mulai dari Ketua Dewan Kesenian Kota Tasikmalaya (DKKT), Anggota DPRD yang juga Ketua PSSI Kota Tasikmalaya, hingga perwakilan Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar).

Pembina Komunitas Cermin, Asmansyah Timutiah atau akrab dengan sapaan Acong, menegaskan sepak bola tidak sekadar olahraga, melainkan bagian penting dari kesehatan sosial dan indeks kebahagiaan masyarakat. Namun, perhatian pemerintah terhadap penyediaan sarana dan prasarana masih sangat minim.

Baca Juga: Musrenbang RKPD 2027, Sukanagara Tasikmalaya Prioritaskan Infrastruktur dan Pemberdayaan Warga

“Kami belum melihat keberpihakan yang nyata. Ruang bermain bagi anak-anak dan remaja semakin menyempit, banyak yang beralih fungsi atau tidak terawat. Padahal ruang publik merupakan hak masyarakat untuk bersosialisasi sekaligus berolahraga,” ujar Acong.

Senada dengan itu, Ketua PSSI Kota Tasikmalaya H. Wahid, yang juga menjabat sebagai Anggota DPRD, menilai dukungan Pemkot Tasikmalaya terhadap sepak bola masih belum menyentuh akar rumput. Meski ada alokasi anggaran melalui KONI, menurutnya dampak tersebut belum terasa secara langsung oleh pembinaan sepak bola daerah.

“Kehilangan lapangan-lapangan representatif di tingkat kelurahan dan kecamatan membuat banyak potensi muda kehilangan ruang untuk berkembang,” ungkapnya.

Investasi Sosial Jangka Panjang

Sementara itu, Ketua DKKT Tatang Pahat menekankan bahwa ruang publik, termasuk lapangan sepak bola, bukan sekadar lahan fisik, melainkan bagian dari identitas kota. Menurutnya, investasi pada ruang publik adalah investasi sosial jangka panjang untuk membentuk karakter masyarakat.

Menanggapi berbagai kritik tersebut, Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Disporabudpar Kota Tasikmalaya, Momon Suryaman, mengakui ketersediaan lapangan sepak bola yang layak memang belum memenuhi harapan masyarakat. Namun, ia menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah perbaikan.

“Saat ini pemerintah telah menyusun Detail Engineering Design (DED) untuk pembangunan tiga lapangan sepak bola baru. Selain itu, kami juga terus berupaya meningkatkan fasilitas dengan menyesuaikan kebutuhan masyarakat dan kemampuan anggaran daerah,” jelas Momon.

Dari pembahasan ini menjadi sinyal kuat bahwa masyarakat Tasikmalaya merindukan kebangkitan sepak bola lokal yang mendapat dukungan fasilitas memadai. Harapannya, rencana teknis yang telah tersusun tidak berhenti sebagai dokumen. Melainkan segera terealisasi menjadi ruang publik yang menghidupkan kembali semangat sportivitas dan kebersamaan di Kota Tasikmalaya.


(Abdul)

Musrenbang RKPD 2027, Sukanagara Tasikmalaya Prioritaskan Infrastruktur dan Pemberdayaan Warga

0
Tasikmalaya,FOKUSJabar.id
Ket foto : Musrenbang Kelurahan Sukanagara Kota Tasikmalaya, masih fokus peningkatan infrastruktur dan kualitas Sumber Daya Manusia (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Kelurahan Sukanagara menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027 di Aula Kelurahan Sukanagara, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya, Senin (12/1/2026). Kegiatan ini menjadi forum strategis dalam merumuskan arah pembangunan kelurahan ke depan.

Musrenbang tersebut dihadiri oleh Camat Purbaratu Toni Kuswoyo, Lurah Sukanagara Hendi Junaedi, Anggota DPRD Kota Tasikmalaya Anang Safa’at, perwakilan Bappelitbangda, serta unsur RT, RW, LPM, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan undangan lainnya.

Baca Juga: Dari Ayam Petelur hingga Penanganan Stunting, Strategi Pembangunan Cikalang Tasikmalaya 2027

Lurah Sukanagara Hendi Junaedi menyampaikan peningkatan infrastruktur jalan dan pemberdayaan masyarakat masih menjadi prioritas utama dalam rencana pembangunan tahun 2027.

“Kami ingin meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui perbaikan infrastruktur jalan. Serta pemberdayaan masyarakat lewat berbagai pelatihan peningkatan sumber daya manusia,” ujar Hendi.

Selain infrastruktur, program Sistem Pengelolaan Air Limbah (SPAL) juga menjadi fokus perhatian. Pasalnya, masih terdapat sejumlah warga yang belum memiliki fasilitas sanitasi seperti septic tank yang layak.

“Kami ingin memastikan seluruh warga memiliki akses sanitasi yang memadai demi terwujudnya lingkungan yang sehat dan masyarakat yang berkualitas,” tambahnya.

Di sektor ekonomi, Kelurahan Sukanagara juga terus mendorong peningkatan kapasitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Melalui pelatihan kewirausahaan guna membangun kemandirian usaha dan meningkatkan daya saing.

Penurunan Angka Stunting

Musrenbang RKPD 2027 turut membahas upaya penurunan angka stunting. Berdasarkan data kelurahan, saat ini terdapat sekitar 70 anak yang mengalami stunting di wilayah Sukanagara.

“Penanganan stunting menjadi prioritas penting dengan meningkatkan asupan dan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak,” tuturnya.

Sementara itu, Camat Purbaratu Toni Kuswoyo mengapresiasi langkah-langkah yang telah dirancang Kelurahan Sukanagara dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kami mendukung penuh program-program yang telah direncanakan dan berharap dapat mendorong peningkatan kualitas hidup serta pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Anggota DPRD Kota Tasikmalaya Anang Safa’at. Politisi Partai Demokrat tersebut menegaskan komitmennya untuk terus mengawal dan mendukung program pembangunan yang berpihak pada kebutuhan masyarakat.

“Kami akan terus mendorong program-program yang mampu meningkatkan kualitas hidup dan sumber daya masyarakat agar memiliki daya saing,” tegasnya.

Melalui Musrenbang RKPD 2027 ini, harapannya aspirasi masyarakat dapat terakomodasi secara optimal. Sehingga pembangunan di Kelurahan Sukanagara berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan menuju kelurahan yang lebih maju dan sejahtera.


(Seda)

Dari Ayam Petelur hingga Penanganan Stunting, Strategi Pembangunan Cikalang Tasikmalaya 2027

0
Tasikmalaya,FOKUSJabar.id
Kelurahan Cikalang, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya bergerak cepat menyusun arah pembangunan masa depan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Kelurahan Cikalang, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya bergerak cepat menyusun arah pembangunan masa depan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027. Kegiatan yang digelar di Aula Kelurahan Cikalang, Senin (12/1/2026), menitikberatkan pada dua sektor utama, yakni pemberdayaan ekonomi kreatif dan pengelolaan lingkungan berbasis partisipasi masyarakat.

Musrenbang tersebut dihadiri langsung oleh Camat Tawang Boedi Santosa, Anggota DPRD Kota Tasikmalaya Hj. Evi Silviani, Lurah Cikalang Eri Hendrawan, serta unsur tokoh masyarakat, pemuda, dan perwakilan lembaga kemasyarakatan setempat.

Baca Juga: Bantuan Pendidikan Warnai Hari Pertama Sekolah di SDN Gunung Koneng Tasikmalaya

Dalam sambutannya, Camat Tawang Boedi Santosa menegaskan bahwa usulan pembangunan yang masyarakat sampaikan harus selaras dengan tujuh program prioritas Pemerintah Kota Tasikmalaya. Ia mengingatkan agar setiap program tidak bersifat seremonial atau jangka pendek semata.

“Musrenbang bukan sekadar daftar keinginan, tetapi harus menghasilkan program yang berdampak jangka panjang dan mampu mendorong kemandirian masyarakat,” tegas Boedi.

Salah satu kabar menggembirakan yang tersampaikan dalam forum tersebut adalah alokasi dana hibah Program Sri Baduga. Dengan anggaran sebesar Rp1 miliar untuk Kelurahan Cikalang. Dana tersebut akan terfokus pada dua sektor krusial. Yakni pengelolaan sampah berbasis lingkungan guna menciptakan kawasan yang bersih dan sehat. Serta peningkatan fasilitas pelayanan publik agar masyarakat lebih nyaman dalam mengakses layanan kelurahan.

Penguatan Ekonomi Masyarakat

Sementara itu, Lurah Cikalang Eri Hendrawan memaparkan rencana konkret penguatan ekonomi masyarakat melalui sektor ketahanan pangan. Salah satunya dengan pengembangan budidaya ayam ras petelur.

Menurut Eri, program tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan pendapatan warga, tetapi juga memiliki manfaat sosial yang luas. Hasil produksi telur akan dimanfaatkan untuk pemenuhan gizi masyarakat. Sebagai upaya menekan angka stunting, sekaligus mendukung pengendalian inflasi melalui penguatan ketahanan pangan keluarga.

“Pilot project di RW 06 sudah menunjukkan hasil yang positif. Ke depan, kami berharap program ini bisa terus berkembang dan direplikasi di wilayah lain di Kelurahan Cikalang,” ujarnya.

Melalui sinergi antara pemerintah kelurahan, kecamatan, DPRD, serta unsur masyarakat seperti RT, RW, dan LPM, harapannya Musrenbang RKPD 2027 menjadi titik awal transformasi Kelurahan Cikalang menuju wilayah yang tidak hanya berkembang secara fisik, tetapi juga mandiri secara ekonomi dan berkelanjutan secara lingkungan.


(Abdul)

Bantuan Pendidikan Warnai Hari Pertama Sekolah di SDN Gunung Koneng Tasikmalaya

0
Tasikmalaya,FOKUSjabar.id
Ket foto : Para pelajar SDN Gunung Koneng Tasikmalaya, foto bersama para guru, usai menerima bantuan peralatan sekolah dari Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya (fokusjabar/Seda)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Suasana ceria dan penuh semangat mewarnai hari pertama masuk sekolah usai libur panjang di SD Negeri Gunung Koneng, Kelurahan Cilembang, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, Senin (12/1/2026).

Keceriaan para siswa semakin bertambah setelah Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tasikmalaya menyalurkan bantuan peralatan sekolah kepada siswa-siswi dari keluarga kurang mampu. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian pemerintah dalam mendukung keberlangsungan pendidikan anak-anak.

Baca Juga: Pesan Mendalam Bupati Cecep Nurul Yakin Saat Lantik Pj Sekda Kabupaten Tasikmalaya

Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Kepala SDN Gunung Koneng, Caswita, di halaman sekolah usai pelaksanaan upacara bendera, disaksikan oleh para guru serta seluruh siswa.

Caswita mengatakan, harapannya bantuan peralatan sekolah tersebut dapat memacu semangat belajar siswa. Agar terus menuntut ilmu dan kelak tumbuh menjadi generasi penerus bangsa yang cerdas serta berkarakter.

“Bantuan ini kami salurkan khusus untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu. Kami berharap mereka tetap semangat dan rajin belajar meskipun kondisi ekonomi orang tuanya terbatas,” ujar Caswita.

Ia menjelaskan, bantuan ini meliputi tas sekolah, seragam, serta perlengkapan alat tulis guna menunjang aktivitas belajar siswa di sekolah.

“Mudah-mudahan bantuan ini bisa meningkatkan motivasi belajar siswa sekaligus membantu meringankan beban biaya orang tua,” katanya.

Pendidikan yang Optimal

Menurut Caswita, dukungan tersebut sangat berarti bagi peserta didik agar tetap dapat menempuh pendidikan secara optimal.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya atas perhatian dan bantuannya. Kami berharap dukungan seperti ini dapat terus berlanjut ke depannya,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Caswita menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari upaya membangun karakter siswa serta menanamkan nilai-nilai sosial dan kepedulian terhadap sesama di lingkungan sekolah.

“Kami ingin menumbuhkan rasa empati, kebersamaan, dan semangat saling membantu sejak dini,” paparnya.

Ia juga menambahkan, meski berasal dari keluarga kurang mampu, semangat belajar para siswa sangat tinggi. Bahkan, banyak di antaranya mampu menorehkan prestasi baik di bidang akademik maupun ekstrakurikuler.

“Semangat dan kemampuan mereka patut kita banggakan. Prestasi yang mereke raih menjadi kebanggaan bagi orang tua, guru, dan sekolah,” tandasnya.


(Seda)

Satpol PP Ciamis Tertibkan Pelajar Bolos dan ASN Keluyuran Saat Jam Kerja

0
pelajar FOKUSJabar.id
Ketpot: Puluhan pelajar dan sejumlah ASN yang terjaring operasi Gerakan Disiplin Nasional (GDN) yang digelar Satpol PP Kabupaten Ciamis

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Ciamis mengamankan puluhan pelajar yang kedapatan berkeliaran di luar lingkungan sekolah saat jam pelajaran berlangsung. Penertiban tersebut dalam rangka pelaksanaan Gerakan Disiplin Nasional (GDN), Senin (12/1/2026).

Kepala Satpol PP Kabupaten Ciamis, Rd. Ega Anggara Alqausar, mengatakan kegiatan GDN menyasar sejumlah titik keramaian yang kerap menjadi tempat berkumpul warga pada siang hari.

Baca Juga: Pusing! Banyak Biawak, Damkar Ciamis Bergerak

“Dalam operasi siang tadi, kami mengamankan 20 pelajar yang berada di luar sekolah dan tidak pada tempatnya saat jam belajar mengajar,” ujar Ega.

Puluhan pelajar tersebut kemudian dibawa ke Markas Komando Satpol PP Kabupaten Ciamis untuk mendapatkan pembinaan. Selanjutnya, pihak Satpol PP langsung memanggil masing-masing sekolah untuk menjemput para siswa tersebut.

“Pihak sekolah kami hubungi agar menjemput siswanya yang terjaring dalam kegiatan GDN,” ucapnya.

Selain menertibkan pelajar, Satpol PP Ciamis juga menjaring delapan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berada di luar kantor saat jam dinas tanpa kejelasan tugas. Mereka ditemukan di sejumlah lokasi seperti terminal, pasar, taman hutan kota, hingga warung internet.

“Dari delapan ASN yang terjaring, empat orang memiliki surat izin resmi dari atasannya. Sementara empat lainnya tidak dapat menunjukkan alasan yang jelas,” jelas Ega.

Untuk penanganan lebih lanjut, ASN yang tidak mengantongi surat tugas Pihaknya serahkan ke Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKSDM) Kabupaten Ciamis.

“Kami sudah berkoordinasi dengan BKSDM agar pelanggaran ASN tersebut mendapat tindaklanjut sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.


(Husen Maharaja)

Pj Sekda Kabupaten Tasikmalaya Dilantik, BKPSDM Pastikan Seleksi Definitif Tetap Jalan

0
kabupaten tasikmalaya fokusjabar.id
Kepala BKPSDM Kabupaten Tasikmalaya Drs. H. Iing Farid Khozin, M.Si (tengah) memberikan keterangan terkait pengangkatan Penjabat Sekda

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Kekosongan jabatan Sekretaris Daerah Kabupaten Tasikmalaya akhirnya terisi. Pemerintah daerah menunjuk Penjabat Sekda untuk memastikan roda pemerintahan tetap berjalan tanpa hambatan.

Kepala BKPSDM Kabupaten Tasikmalaya, Iing Farid Khozin menegaskan, penunjukan Penjabat Sekda bukan keputusan mendadak, melainkan langkah administratif yang telah melalui mekanisme hukum dan persetujuan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Penjabat Sekda ditunjuk untuk menjaga kesinambungan pemerintahan. Ini solusi sementara agar pelayanan publik dan koordinasi birokrasi tidak terganggu,” ujar Iing.

BACA JUGA: 

Pesan Mendalam Bupati Cecep Nurul Yakin Saat Lantik Pj Sekda Kabupaten Tasikmalaya

Ia menjelaskan, sesuai Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2018, masa jabatan Penjabat Sekda terbatas maksimal tiga bulan. Dalam rentang waktu tersebut, pemerintah daerah berkewajiban menyiapkan proses pengisian Sekda definitif.

“Penjabat ini sifatnya sementara. Secara paralel, kami di BKPSDM akan menyiapkan tahapan seleksi terbuka Sekda definitif sesuai ketentuan,” katanya.

Iing menambahkan, posisi Sekda memiliki peran sentral sebagai motor penggerak birokrasi daerah. Karena itu, proses pengisiannya harus terlaksana secara cermat, profesional, dan berlandaskan sistem merit.

BACA JUGA: 17 Ruas Jalan Destinasi Wisata Kota Bandung Akan Diperbaiki

“Sekda adalah jabatan karier tertinggi ASN di daerah. Maka seleksinya harus objektif, transparan, dan menghasilkan figur yang mampu mengonsolidasikan seluruh perangkat daerah,” jelasnya.

Dengan adanya Penjabat Sekda, pihaknya berharap stabilitas pemerintahan tetap terjaga, sementara proses menuju Sekda definitif dapat berjalan sesuai aturan tanpa tergesa-gesa namun tetap tepat waktu.

(F Kamil)

17 Ruas Jalan Destinasi Wisata Kota Bandung Akan Diperbaiki

0
terminal pemkot bandung@fokusjabar.id
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan di Balai Kota Jalan Wastukencana Kota Bandung Senin (12/1/2026)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota Bandung akan melakukan perbaikan dan perawatan khusus (beautification) di 17 ruas jalan yang menjadi destinasi wisata.

Kebijakan tersebut merupakan hasil rapat pimpinan yang di pimpin langsung Wali Kota Bandung Muhammad Farhan di Balai Kota Bandung Senin (12/1/2026).

Farhan menyebutkan, 17 ruas jalan tersebut meliputi Jalan Ir. H. Juanda, LLRE Martadinata, Merdeka, Lembong, Tamblong, Asia Afrika, Simpang Lima, Naripan, Jalan Sunda, Jalan Sumatera, Jalan Jawa, hingga Wastukencana beserta sayap-sayap jalannya.

Baca Juga: Perkara Wawalkot Bandung Berlanjut ke Sidang Tipikor

“Perbaikan di lakukan secara normal, tapi dengan perhatian khusus karena ruas-ruas ini adalah kawasan wisata,” kata Farhan.

Farhan mengungkapkan, keputusan tersebut juga di picu temuan persoalan kebersihan saat patroli akhir pekan lalu, di tengah tingginya kunjungan wisatawan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

“Saya menerima keluhan soal bau pesing. Setelah patroli, ternyata di banyak sudut di temukan kotoran manusia,”ungkapnya.

Beberapa lokasi yang menjadi sorotan antara lain kawasan Wastukencana, Braga, Taman Panda, serta Jalan Asia Afrika yang memiliki banyak bangunan kosong dan di salahgunakan sebagai toilet umum.

Baca Juga: Damkarmatan Kota Bandung Ajukan DAK Rp270 Miliar ke Pemerintah Pusat

Sebagai langkah penanganan, Pemkot Bandung akan melakukan operasi penertiban terhadap homeless dan manusia kardus, serta pembersihan menyeluruh di titik-titik bermasalah.

Farhan menambahkan, meski muncul dampak sosial dan kebersihan, tingginya kunjungan wisatawan selama libur Nataru membawa dampak positif bagi pendapatan daerah.

“Pendapatan Asli Daerah (PAD) kita Alhamdulillah di atas target. Ini menjadi modal untuk penguatan dan penambahan infrastruktur ke depan,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)