spot_imgspot_img
Senin 19 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 7890

Emil akan Ajak Anies Baswedan Nonton Persib vs Persija

0
(foto web)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil berencana mengajak Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan untuk menyaksikan langsung pertandingan Persib Bandung vs Persija Jakarta di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Minggu (23/9/2018)..

“Saya sedang kontak Pak Anis, kalau beliau berkenan ita nonton bareng di GBLA sebagai simbol persatuan,” ucapnya.

Kang Emil  memastikan pertandingan kandang Persib Bandung menghadapi Persija Jakarta akan berlangsung seusai jadwal yakni

Kang Emil sapaan akrabnya menuturkan, pertandingan kedua kesebelasan diprediksi akan berlangsung ketat. Dia pun berharap laga pekan ke-23 ini bisa berjalan lancar.

“Hari Minggu ada pertandingan, sudah di clearkan secara koordinasi. Alhamdulillah tidak diundur, jadi tetap hari Minggu. Mudah-mudahan lancar,” kata Kang Emil, Kamis (20/9/2018).

Sementara itu, Bobotoh sangat antusias untuk menyaksikan langsung pertandingan tersebut. Bahkan tempat pemesanan tiket di Graha Persib, Jalan Sulanjana, Kota Bandung diserbu Bobotoh yang ingin memesan.

(Arif/DAR)

Oded Pastikan Kemacetan Bandung Menjadi Agenda yang Bakal Dituntaskan

0
Oded M Danial saat pelantikan di Gedung Merdeka Jalan Asia-Afrika (Istimewa)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Wali Kota Bandung, Oded M Danial memastikan kemacaten menjadi salah satu agenda yang bakal dituntaskannya. Ia telah menyiapkan sejumlah program pengentasan masalah kemacetan yang saat ini masih sering dikeluhkan warga.

“Soal kemacetan, insya Allah. Kita masih punya beberapa proyek fly over. Kita pastikan selalu berupaya mengatasi kemacetan,” kata Oded di Gedung Sate, Kamis (20/9/2018).

Usai pelantikan di Gedung Merdeka Jalan Asia-Afrika, Oded bersama dengan Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana dan 5 kepala daerah lainnya memang diarak ke Gedung Sate. Di Gedung Sate, Oded menerima ucapan selamat dan dukungan dari Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, sesepuh, tokoh, dan pejabat lainnya.

“Insya Allah sudah siap menuntaskan PR yang ada di Kota Bandung. Mulai dari lingkungan, persampahan, dan banjir. Kita laksanakan pembangunan agar PR itu terselesaikan dengan baik,” tekadnya.

Pada misi mewujudkan Bandung nyaman melalui perencanaan tata ruang, pembangunan infrastruktur, Oded memasukan sejumlah kegiatan yang berkaitan dengan penuntasan masalah kemacetan. Kegiatan tersebut di antaranya, konversi Angkot, Pekan Tarif TMB Gope, dan 50 Sekolah Walk To School.

Di luar itu, Oded mengungkapkan, salah satu program utama ialah lingkungan Kota Bandung menjadi lebih bersih melalui program “Bandung Beresih”. Program ini mencakup berbagai aspek yakni lingkungan, infrastruktur, birokrasi, jaminan sosial, kerja sama dan terutama Sumber Daya Manusia (SDM).

“Saya akan melakukan program kegiatan yang tidak banyak anggaran. Di antaranya membuat gerakan moral, gerakan beberesih Kota Bandung, gerakan taat aturan. Insya Allah ketika moral sudah terbangun maka spirit untuk melaksanakan pembangunan fisik lebih mudah,” tutur Oded.

(Vetra)

Polsek Rajadesa Tanamkan Cinta Tanah Air kepada Anak PAUD

0
(FOKUSJabar/Husen Maharaja)

CIAMIS, FOKUSJabar.id : Puluhan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) datangi Mako Polsek Rajadesa di Jalan Rancah. Kedatangan mereka untuk dikenalkan kepada anggota kepolisian dan lingkungan kerja Polsek Rajadesa, Kamis (20/9/2018).

Menurut Kapolsek Rajadesa, AKP. Argono, mereka bersilaturahmi dengan jajaran anggota yang bertugas.

” Tadi, kami kedatangan anak-anak yang diantar oleh gurunya,” kata Argono.

Mereka lanjut Argono, dikenalkan dengan aturan-aturan lalu lintas dan ruangan kerja para anggota.

” Mereka sangat bergembira saat dikenalkan dengan anggota. Terlebih, saat diberi pengetahuan tentang aturan lalu lintas melalui gambar,” ucapnya.

Argono melanjutkan, selain diberi pengetahuan tentang aturan lalu lintas, mereka juga diberi pemahaman tentang wawasan bernegara dan cinta tanah air.

” Kami tanamkan juga wawasan kebangsaan agar mereka selalu cinta tanah air,” jelasnya.

Salah satu siswi RA Almuawanah, Rini mengaku sangat senang bisa bertemu langsung dengan anggota Polisi yang telah mengajarkan berbagai ilmu.

” Ternyata, Pak Polisi itu ramah-ramah, tidak seperti bayangan bahwa Polisi itu galak,” ungkapnya polos.

(Husen Maharaja/Bam’s)

Pengusaha Jaket Kulit Siap Wujudkan Aspirasi Masyarakat

0
H. Aman Nurjaman

GARUT, FOKUSJabar.id : Pengusaha Jaket di kawasan sentra kulit Sukaregang, Aman Nurjaman tercatat di Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai Calon Legislatif (Caleg) DPRD Kabupaten Garut Daerah Pemilihan (Dapil) 1 dari Partai Demokrat (PD).

Alumni Sekolah Pendidikan Guru (SPG) yang satu ini  siap menampung, memperjuangkan sekaligus mewujudkan aspirasi masyarakat. Dengan begitu, APBD Garut benar-benar dapat di rasakan manfaatnya oleh masyarakat.

BACA JUGA:

Sekolah Sungai Cimanuk Bakal Tanam 500 Pohon di Hari Bumi Sedunia

Selain itu, bakal memperjuangkan program pemberian bea siswa untuk para pelajar berprestasi, peningkatan kuantitas dan kualitas infrastruktur bagi daerah-daerah berbasis agribisnis serta akan melakukan pemerataan kesempatan mendapatkan prioritas pelayanan usaha lintas sektor bagi para calon/pelaku UKM.

“ Insya Allah, jika mendapat kepercayaan, saya akan perjuangkan dan mewujudkan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat Garut. Khususnya Kecamatan Cilawu, Garut Kota, Karangpawitan, Sucinaraja, Wanaraja, Pangatikan, Sukawening dan Kecamatan Karangtengah,” kata pria yang akrab disapa Haji Aman.

Dia juga berjanji akan melaksanakan  tugas dan kewajiban sebagai anggota DPRD dengan sebaik-baiknya. Di mana, tugas pokok anggota legeslatif adalah membentuk Peraturan Daerah (Perda) bersama-sama Bupati, menyusun APBD  serta melakukan pengawasan terhadap kinerja Pemerintahan Daerah.

“ Semua itu akan saya lakukan untuk kepentingan rakyat,” pungkas Bendahara Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Garut.

(Andian/Bam’s)

Lima Kali Berturut-turut Raih WTP, Pemprov Jabar Raih Penghargaan Menteri Keuangan

0
Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum menerima penghargaan yang diserahkan oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani, di Gedung Dhanapala Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (20/9/18), Pada Rapat Kerja Nasional Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Tahun 2018. Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendapat penghargaan atas prestasi raihan opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) 5 kali berturut-turut untuk Laporan Keuangan 2013-2017. (Humas Job)

JAKARTA, FOKUSJabar.id : Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat mendapat penghargaan atas prestasi raihan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) 5 kali berturut-turut untuk laporan keuangan 2013-2017.

Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum menerima penghargaan yang diserahkan Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani pada Rapat Kerja Nasional Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Tahun 2018 di Gedung Dhanapala Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (20/9/2018).

Uu bersyukur atas apresiasi tersebut. Dia menyebut, raihan opini WTP paling tidak mencerminkan laporan keuangan Pemprov telah memenuhi kualitas terbaik.

“ Predikat WTP memang bukanlah akhir dari tujuan setiap instansi terkait laporan keuangan. Namun, itu membuktikan bahwa laporan keuangan sudah menuju ke arah yang benar guna mewujudkan anggaran yang tepat sasaran,” katanya.

Menurut dia, pencapaian opini WTP  tersebut merupakan pencapaian yang ke-tujuh kalinya secara berturut turut dan ketiga kalinya untuk penerapan akuntansi berbasis akrual penuh. Dimana sebelumnya, tahun 2011, 2012, 2013, 2014, 2015 dan 2016 juga meraih opini WTP.

” Hal itu diraih karena LKPD sudah disajikan sesuai Standar Akuntansi Pemerintahan dan permasalahan yang ada relatif sudah dapat diselesaikan,” ungkap Uu.

Uu mengaku, Pemprov Jabar telah melaksanakan berbagai rencana aksi yang telah direkomendasikan BPK. Selain itu, telah berupaya terus untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan tahun-tahun sebelumnya serta senantiasa mempertahankan sekaligus meningkatkan upaya perbaikan terhadap hal-hal yang dapat mempengaruhi tingkat kewajaran penyajian laporan keuangan.

“ Tidak menjadi akhir tugas kita kalau WTP sudah tercapai. Kita harus pastikan apakah anggaran sudah tepat sasaran, apakah sudah cost effective, apakah sudah akuntabel/dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.

Uu berharap, penghargaan tersebut dapat terus meningkatkan kinerja sehingga tahun 2018 dapat meraih opini WTP untuk ke-delapan kalinya sebagai perwujudan Jawa Barat Juara Lahir Batin. Begitupun untuk seluruh Kabupaten/Kota di Jawa Barat dapat memperoleh opini WTP.

(Bam’s)

Bobotoh Serbu Tempat Pemesanan Tiket Persib vs Persija

0
(FOKUSJabar/Arif)
BANDUNG, FOKUSJabar.id : Persib Bandung akan melakoni pertandingan kandang Liga 1 2018 menghadapi Persija Jakarta di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Minggu (23/9/2018).
Menjelang pertandingan, Bobotoh langsung menyerbu salah satu tempat pemesanan tiket di Graha Persib, Jalan Sulanjana, Kota Bandung, Kamis (20/9/2018).
Pemesanan tiket di Graha Persib sendiri merupakan khusus member Persib. Sedangkan untuk Bobotoh lainnya, bisa memesan secara online dan di beberapa kelompok Bobotoh seperti Viking, Bomber dan The Bomb.
Bobotoh sudah berdatangan ke Graha Persib sejak pagi hari. Panpel Persib sendiri menyediakan sebanyak 34 ribu tiket dari kapasitas Stadion 38 ribu.
Antusias Bobotoh untuk menyaksikan laga ini sangat besar, pasalnya selain pertandingan berlangsung pada hari libur, lawan yang dihadapi adalah tim ibu kota. Sehingga, gengsi pertandingan selalu berbeda dengan laga lainnya.
(Arif/Bam’s)

Bandung Beresih, Program Awal Mang Oded dan Kang Yana

0
(FOKUSJabar/Ageng)

BANDUNG, FOKUSJabar.id : Oded M. Danial dan Yana Mulyana resmi menjadi Wali Kota-Wakil Wali Kota Bandung usai dilantik Gubernur Jabar, M. Ridwan Kamil di Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika Kota Bandung, Kamis (20/9/2018).

Pasangan OYa bertekad membawa Kota Bandung lebih unggul dalam berbagai bidang, nyaman dihuni, sejahtera warganya dan menjunjung nilai agamis.

Untuk merealisasikan visi tersebut, Oded dan Yana akan memulainya dengan program ‘Bandung Beresih’ yang mencakup berbagai aspek. Mulai dari lingkungan, infrastruktur, birokrasi, jaminan sosial, kerja sama dan terutama Sumber Daya Manusia (SDM).

“Beberesih Bandung tidak terlepas dari keterlibatan Mang Oded terhadap isu lingkungan. Salah satunya, saat bencana longsor di TPA Leuwigajah terjadi pada 13 tahun lalu. Saat itu, Mang Oded ikut mencari alternatif TPA pengganti Leuwigajah,” ujar Wali Kota Bandung, Mang Oded saat ditemui usai dilantik di Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika Kota Bandung, Kamis (20/7/2018).

Salah satu wujud nyata program penanggulangan sampah di Kota Bandung, Mang Oded akan mengoptimalkan program KangPisMan (Kurangi, Pisahkan dan Manfaatkan Sampah). Program ini ditujukan untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat Kota Bandung dan diharapkan jadi jawaban persoalan-persoalan persampahan yang menyentuh hingga faktor-faktor yang sifatnya mendasar.

“Kesadaran untuk menanggulangi persoalan sampah harus dari hal-hal mendasar, harus kita tumbuhkan secara terus menerus, konsisten, konsekuen dan masif. Kesadaran ini yang dapat melahirkan perilaku baru kita terhadap sampah,” terangnya.

Gerakan KangPisMan diawali dengan kesadaran warga untuk menggunakan kembali barang-barang yang masih bisa digunakan (Kurangi sampah). Setelah itu, warga kota Bandung memiliki kesadaran untuk memisah sampahnya ketika membuang sampah (Pisahkan sampah). Warga diharapkan bisa memisahkan sampah dalam beberapa jenis misalnya sampah organik, sampah kertas dan plastik, dan sampah residu.

“Terakhir, memanfaatkan sampah yang masih bisa didaurulang seperti sampah sisa makanan, daun dan ranting yang dapat diolah dengan biodigester, bata terawang, biopori, takakura, pipa komposter dan sejenisnya. Sampah kertas dan plastik dapat disalurkan melalui bank sampah induk yang direncanakan dibuat 1 unit per kecamatan, ataupun melalui program sedekah sampah. Sampah lainnya akan diangkut Pemerintah Kota melalui PD Kebersihan menuju TPA,” paparnya.

Gerakan KangPisMan sendiri, lanjut Mang Oded, bukan yang pertama dilakukan. Sebelumnya, para aktivis lingkungan mengenalnya dengan gerakan 3R atau Reduce, Reuse & Recycle. Bahkan sejumlah kawasan di Kota Bandung telah berstatus kawasan bebas sampah yang pada prinsipnya menerapkan praktek KangPisMan.

“Untuk itu, mari kita bersama-sama mewujudkan program KangPisMan ini. Seluruh masyarakat, tokoh-tokoh agama, pengurus tempat ibadah, RT, RW, kantor-kantor/gedung pemerintah dan swasta, komunitas, ormas untuk turut serta mendalami kepedulian bersama. Mari sukseskan dengan bergabung menjadi Balad Kang Pisman sehingga Bandung Beresih dapat kita wujudkan,” tegasnya.

(ageng/bam’s)