spot_imgspot_img
Sabtu 25 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 319

Antisipasi Penumpukan, Pemkot Bandung Kirim 100 Ton Sampah per Hari ke RDF Bekasi

0
Bandung, FOKUSJabar.id
Antisipasi Penumpukan Sampah, Pemkot Bandung Masifkan Pengolahan Sampah Mandiri dan Kirim 100 Ton Sampah Perhari ke RDF Bekasi

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota Bandung bergerak cepat mengantisipasi potensi penumpukan sampah menyusul evaluasi operasional fasilitas insinerator.

Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah memaksimalkan pengolahan sampah mandiri di tingkat sumber serta mengalihkan sebagian sampah ke fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) di Bekasi dengan kuota hingga 100 ton per hari.

Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan dan Limbah B3 (PPLB3) Kota Bandung, Salman Faruq, mengatakan bahwa penguatan pengelolaan sampah dari hulu menjadi fokus utama kebijakan, sejalan dengan arahan Menteri Lingkungan Hidup.

“Peran serta masyarakat akan terus kami dorong. Di kawasan permukiman, pengolahan sampah mandiri akan di masifkan, khususnya untuk sampah organik. Sampah harus di pilah terlebih dahulu, lalu di olah dari sumbernya,” ujar Salman, Senin (19/1/2026).

Baca Juga: Pemkot Bandung Uji Ulang 15 Insinerator dan Teknologi Termal

Kewajiban Pengelolaan Sampah untuk Sektor Usaha

Selain masyarakat, kewajiban pengelolaan sampah juga akan di berlakukan bagi sektor swasta, kawasan komersial, dan para pelaku usaha.

Untuk memperkuat kebijakan tersebut, Pemkot Bandung berencana menerbitkan surat edaran Wali Kota dalam waktu dekat.

“Sesuai arahan Pak Menteri, kami akan segera menerbitkan surat edaran Wali Kota yang menegaskan kewajiban pengelolaan sampah bagi kawasan usaha dan komersial,” katanya.

Kirim Sampah ke RDF Bekasi

Sebagai langkah tambahan, Pemkot Bandung telah menjalin kerja sama dengan pihak swasta di Bekasi untuk mengolah sampah menjadi RDF. Namun, volume sampah yang di kirim saat ini masih di batasi.

“Kerja sama RDF di lakukan dengan pihak swasta di Bekasi. Untuk sementara, Kota Bandung di batasi sekitar 100 ton sampah per hari,” jelas Salman.

Ia menyebutkan, kuota tersebut masih berpeluang di tingkatkan apabila terjadi penumpukan sampah secara kumulatif. Meski demikian, kondisi pembuangan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti saat ini masih di nilai aman dan terkendali.

“Kalau dampaknya kumulatif dan memang di perlukan, kuota bisa di tambah. Namun saat ini Sarimukti masih dapat menampung, sehingga kondisinya relatif terkendali,” ujarnya.

Sampah Campuran Masih Digunakan

Terkait jenis sampah yang di kirim ke RDF Bekasi, Salman menjelaskan bahwa untuk sementara masih berupa sampah campuran.

Hal ini menyesuaikan dengan kebutuhan pengolahan RDF yang memerlukan kandungan sampah organik sebagai bahan pencampur.

“Untuk saat ini masih sampah campuran, karena dalam proses RDF mereka membutuhkan sampah organik sebagai bahan mix,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa sampah yang di kirim ke RDF Bekasi tidak secara khusus berasal dari 15 titik insinerator yang saat ini tengah di evaluasi.

Distribusi sampah masih di lakukan secara menyebar, dengan sebagian tetap dialirkan ke TPA.

“Belum ada kajian khusus apakah seluruh sampah dari 15 titik itu akan dibawa ke RDF. Saat ini distribusinya masih tersebar, sebagian ke RDF dan sebagian ke TPA,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Pemkot Bandung Uji Ulang 15 Insinerator dan Teknologi Termal

0
Bandung, FOKUSJabar.id
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung akan melakukan pengujian ulang terhadap seluruh fasilitas pengolahan sampah berbasis insinerator dan teknologi termal yang saat ini beroperasi.

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota Bandung bersiap melakukan evaluasi menyeluruh terhadap fasilitas pengolahan sampah berbasis insinerator dan teknologi termal yang saat ini beroperasi.

Langkah ini di tempuh menyusul adanya perbedaan hasil pengukuran emisi udara antara Pemkot Bandung dan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).

Pengujian ulang tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan langsung dari Menteri Lingkungan Hidup, guna memastikan seluruh fasilitas pengolahan sampah di Kota Bandung beroperasi sesuai dengan standar lingkungan yang di tetapkan.

Baca Juga: Sekda Kota Bandung Tekankan Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan dan Limbah B3 (PPLB3) Kota Bandung, Salman Faruq, mengungkapkan bahwa terdapat 15 unit fasilitas yang akan masuk dalam proses kajian ulang. Fasilitas tersebut tidak hanya berupa insinerator, tetapi juga mencakup teknologi termal lainnya seperti pirolisis.

“Total ada 15 fasilitas yang akan kami uji ulang. Tidak hanya insinerator, tapi juga teknologi thermal lainnya karena ada yang menggunakan pirolisis,” ujar Salman, Senin (19/1/2026).

Fokus Uji Emisi Udara

Salman menjelaskan, evaluasi ini akan di fokuskan pada pengujian emisi udara. Untuk menjamin akurasi dan kredibilitas hasil, Pemkot Bandung akan menggandeng konsultan serta laboratorium independen yang telah memiliki sertifikasi nasional.

“Kami akan melibatkan konsultan bersertifikasi. Salah satu laboratorium yang di rencanakan untuk di ajak bekerja sama adalah Sukovindo, yang di kenal memiliki reputasi baik secara nasional,” jelasnya.

Ia menambahkan, terdapat tujuh parameter emisi yang akan diuji sesuai ketentuan Kementerian Lingkungan Hidup. Salman mengakui, hasil pengukuran internal Pemkot sebelumnya menunjukkan angka emisi masih berada di bawah ambang baku mutu. Namun, hasil pengujian dari pihak kementerian justru menunjukkan temuan sebaliknya.

“Hasil dari kementerian dinilai melebihi baku mutu, sehingga operasional fasilitas tersebut diminta untuk dihentikan sementara,” ungkapnya.

Antisipasi Penumpukan Sampah

Penghentian sementara operasional insinerator dinilai berpotensi menimbulkan persoalan baru, yakni penumpukan sampah. Pasalnya, setiap unit insinerator selama ini mampu mengolah sekitar 7 hingga 10 ton sampah per hari.

“Jika operasional terhenti, memang ada potensi penumpukan. Satu unit insinerator bisa mengolah 7 sampai 10 ton sampah per hari,” kata Salman.

Sebagai langkah antisipasi, Pemkot Bandung telah menyiapkan sejumlah skema pengelolaan alternatif. Salah satunya dengan menjalin kerja sama dengan pihak ketiga di luar wilayah Kota Bandung untuk mengolah sampah melalui teknologi Refuse Derived Fuel (RDF).

Selain itu, Pemkot juga mengoptimalkan program Gerakan Petugas Pemilah Sampah (GASLAH). Program ini ditargetkan mampu mengelola sekitar 25 kilogram sampah per unit setiap harinya.

“Dengan dukungan GASLAH, kami berharap pengolahan sampah bisa berjalan cukup signifikan dan berpotensi mengurangi timbunan sampah hingga sekitar 40 ton per hari,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Sekda Garut Tekankan Penguatan Perencanaan SKPD untuk 2026

0
Garut, FOKUSJabar.id
Keterangan Foto: ‎Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Garut, Nurdin Yana, Pimpin Apel Gabungan dirangkaikan dengan Penyerahan Piagam Pemuda Berprestasi dan Penghargaan Bagi Relawan PMI Kab. Garut, yang dilaksanakan di Lapangan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Garut, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Senin (19/1/2026).

GARUT,FOKUSJabar.id: Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Garut, Nurdin Yana, menegaskan pentingnya penguatan perencanaan kinerja seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk tahun 2026.

Langkah ini di nilai krusial agar setiap program pembangunan berjalan seirama dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Garut, sekaligus menjadi warisan pembangunan (legacy) yang benar-benar di rasakan masyarakat.

Penegasan tersebut di sampaikan Nurdin saat memimpin Apel Gabungan di Lapangan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Garut, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Senin (19/1/2026).

Baca Juga: Garut Zero Waste Ajak Masyarakat Perangi Kerusakan Alam dari Rumah

Fokus Infrastruktur dan Ekonomi Rakyat

Dalam arahannya, Nurdin mengungkapkan bahwa fokus utama pimpinan daerah saat ini tertuju pada dua sektor strategis. Yakni pembangunan infrastruktur serta penguatan ekonomi kerakyatan.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur tidak hanya berfungsi meningkatkan konektivitas, tetapi juga memperkuat citra Garut sebagai daerah tujuan wisata unggulan.

“Jangan sampai visi dan misi pimpinan terhambat oleh lemahnya kinerja kita. Saya meminta seluruh SKPD benar-benar serius menyiapkan perencanaan 2026 agar setiap janji pembangunan bisa di wujudkan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan para Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menanamkan semangat pengabdian dalam bekerja. Nurdin menilai, keikhlasan dan kesungguhan menjadi fondasi utama dalam merealisasikan program pembangunan.

“Laksanakan tugas dengan seoptimal mungkin. Jadikan pekerjaan ini sebagai bentuk panggilan pengabdian untuk mewujudkan rencana pembangunan yang telah disusun,” ujarnya.

Dorong ASN Responsif di Ruang Digital

Selain menekankan aspek perencanaan, Sekda juga menyoroti kuatnya pengaruh media sosial dalam membentuk persepsi publik terhadap kinerja pemerintah. Ia meminta ASN agar tidak bersikap pasif terhadap isu-isu yang berkembang di ruang digital.

Menurutnya, setiap keluhan atau informasi yang viral perlu di sikapi secara cepat dan bijak melalui klarifikasi maupun langkah nyata di lapangan.

“Kita tidak bisa menutup mata terhadap isu yang beredar di media sosial. Jika ada persoalan yang viral, kita harus hadir memberikan penjelasan dan menunjukkan respons yang tepat. Itu menjadi bagian dari pelayanan publik,” jelasnya.

Apresiasi untuk Pemuda dan Relawan

Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Garut juga memberikan penghargaan kepada elemen masyarakat yang dinilai berkontribusi nyata dalam pembangunan dan kemanusiaan. Secara simbolis, Sekda menyerahkan piagam penghargaan kepada 28 pemuda berprestasi atas peran aktif mereka dalam pembangunan kepemudaan, serta kepada tiga relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Garut atas dedikasi kemanusiaan yang telah ditunjukkan.

Menutup arahannya, Nurdin berharap seluruh jajaran pemerintah daerah mampu menindaklanjuti setiap instruksi pimpinan, baik yang disampaikan secara lisan maupun tertulis, dengan penuh tanggung jawab demi terwujudnya pembangunan Kabupaten Garut yang inklusif dan berkelanjutan.

(Y.A. Supianto)

Polres Ciamis Tangkap Dua Pelaku Curanmor di Perum Dewasari

0
Ciamis, FOKUSJabar.id
Ketpot: Dua Pelaku Curanmor yang berhasil ditangkap Polres Ciamis

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Kepolisian Resor (Polres) Ciamis, Polda Jawa Barat, berhasil mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang terjadi di kawasan Perum Dewasari, Kecamatan Cijeungjing.

Dalam pengungkapan tersebut, dua orang terduga pelaku berhasil di amankan, sementara satu pelaku lainnya masih dalam pengejaran.

Dua tersangka yang telah di tangkap masing-masing berinisial SG (25), warga Kabupaten Tasikmalaya, dan LS (25), warga Kabupaten Ciamis.

Keduanya di duga terlibat dalam pencurian sepeda motor milik warga Perum Dewasari.

Baca Juga: Nanang Permana Resmi Lantik Struktur Pendukung Pramuka Ciamis

Kapolres Ciamis, AKBP Hidayatullah, mengatakan pengungkapan kasus tersebut berawal dari laporan masyarakat terkait hilangnya sepeda motor di wilayah tersebut.

“Setelah menerima laporan adanya tindak pencurian sepeda motor, Satreskrim Polres Ciamis langsung bergerak melakukan penyelidikan di lokasi kejadian,” ujar Hidayatullah, Senin (19/1/2026).

Penyelidikan Intensif

Menurut Kapolres, petugas melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta menggali keterangan dari korban dan warga sekitar. Dari hasil penyelidikan intensif tersebut, identitas pelaku mulai terungkap hingga akhirnya dua orang berhasil di amankan.

“Dari hasil pengembangan, kami mengamankan dua tersangka. Sementara satu pelaku lainnya masih kami kejar dan telah di tetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO),” jelasnya.

Hidayatullah mengungkapkan, berdasarkan pengakuan awal, para tersangka mengaku baru pertama kali melakukan aksi pencurian. Namun, polisi masih mendalami keterangan tersebut karena jumlah barang bukti yang di amankan terbilang cukup banyak.

“Hasil sementara menunjukkan kedua tersangka bukan residivis. Meski demikian, pengakuan mereka masih akan kami dalami dan kasus ini terus dikembangkan,” tambahnya.

Ditahan di Rutan Polres

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua tersangka kini telah ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Mapolres Ciamis dan menjalani proses hukum lebih lanjut.

“Pelaku sudah kami amankan dan saat ini berada di Rutan Mapolres Ciamis,” pungkas Hidayatullah.

(Husen Maharaja)

Pelaku Dugaan Percobaan Pencurian di Masjid Al Istiqomah Pangandaran Terekam Cctv

0
pangandaran@fokusjabar.id
Tangkapan layar pria di duga melakukan Percobaan Pencurian di Masjid Al Istiqomah Pangandaran

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Aksi seorang pria dengan dugaan percobaan pencurian di Masjid Besar Al Istiqomah, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran terekam kamera pengawas (CCTV).

Dalam rekaman CCTV, terlihat pria dengan mengenakan pakaian batik bercorak putih itu sedang mengacak-acak lemari milik masjid. Beruntung di dalam lemari tersebut tidak ada barang yang berharga.

Kejadian tersebut terjadi pada Minggu, (18/1/2026). Di dalam video tersebut, terdengar suara warga yang sedang menjelaskan aktivitas orang yang tidak di kenal itu.

Baca Juga: Kisah Sedih Siti Aulia Marlina Anak Berprestasi di Pangandaran, Umur 1 Bulan Ditinggal Ibu Kandungnya

“Tah si hideung sedang mengkorah-koreh lemari Masjid. (pria tersebut sedang mengacak-acak lemari Masjid) Untungnya tidak ada yang berharga,” kata suara warga tersebut.

Menyikapi peristiwa itu, warga kemudian langsung melaporkan kejadian tersebut kepada Polres Pangandaran.

Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar Potawari melalui plt Kasi Humas Aiptu Yusdiana membenarkan adanya kejadian tersebut.

“Iya benar, pengamanan di lakukan setelah adanya laporan dari masyarakat terkait orang tidak di kenal yang kerap mondar-mandir di lingkungan Masjid. Orang itu sempat memasuki ruangan administrasi tanpa izin,” ujar Yusdiana Senin, (19/1/2026).

Menurutnya, tindakan pengamanan di lokasi di lakukan berdasarkan kordinasi Pamapta IPDA Yogi kepada  IPTU Angga Nugraha selaku Kanit Regident Polres Pangandaran bersama anggota Satlantas.

Baca Juga: Cuaca Mendung Tak Surutkan Minat Wisatawan Padati Pantai Pangandaran

“Berdasarkan hasil pendalaman, yang bersangkutan di ketahui mengalami gangguan kejiwaan,” katanya.

Sesuai amanah Kapolres Pangandaran, penanganan di lakukan secara humanis dengan memanggil pihak keluarga untuk menjemput yang bersangkutan serta membuat surat pernyataan.

“Saat ini, pria sudah membuat surat pernyataan dan di bawa oleh keluarganya karena gangguan kejiwaan,” kata Yusdiana.

Polres Pangandaran mengimbau kepada masyarakat untuk segera melapor apabila menemukan potensi gangguan kamtibmas di lingkungan sekitar.

(Sajidin)

Polres Tasikmalaya Siap Gelar Perkara Dugaan Pemerasan Proyek Hewan Kurban di Polda Jabar

0
kasus dugaan pemerasan fokusjabar.id
Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya, AKP Ridwan Budiarta, SH.

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Penanganan kasus dugaan pemerasan dalam proyek pengadaan hewan kurban Idul Adha 2025 di Kabupaten Tasikmalaya memasuki fase krusial.

Polres Tasikmalaya memastikan kesiapan penuh untuk melaksanakan gelar perkara di Polda Jawa Barat pada Selasa (20/1/2026).

BACA JUGA:

Bumi Perkemahan Cikabuyutan Surga Sunyi di Selatan Tasikmalaya yang Gratis dan Sarat Pesona

Kepastian tersebut di sampaikan langsung oleh Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya, AKP Ridwan Budiarta.

Ia menyebut, pihaknya telah menerima informasi awal terkait jadwal pelaksanaan gelar perkara dari unsur pengawasan penyidikan (Wassidik) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jabar.

“Kalau petunjuk atau informasi awal sesuai jadwal yang di sampaikan pihak Wassidik Ditreskrimum Polda, gelar perkara rencananya pada Selasa pukul 10.00 WIB,” ujar AKP Ridwan, Senin (19/1/2026).

BACA JUGA: Kasus Dugaan Pemerasan Proyek Hewan Kurban Seret Nama Bupati Tasikmalaya, Naik ke Polda Jabar

Ridwan menegaskan, jajaran penyidik Satreskrim Polres Tasikmalaya telah menyiapkan seluruh administrasi dan bahan pendukung yang di perlukan untuk memaparkan secara utuh konstruksi hukum perkara tersebut di hadapan penyidik Polda Jabar.

Ia menilai, pelaksanaan gelar perkara di tingkat Polda penting untuk memastikan arah penanganan kasus. Sekaligus memperoleh asistensi dan supervisi langsung dari satuan atas agar proses penyidikan berjalan sesuai prosedur dan koridor hukum.

Sebagaimana di ketahui, kasus ini mencuat setelah salah satu rekanan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dalam proyek pengadaan hewan kurban Idul Adha 1446 H/2025 melaporkan dugaan pemerasan yang menyeret nama pejabat daerah ke Polres Tasikmalaya pada Agustus 2025 lalu.

Dalam laporan tersebut, pelapor mengungkap adanya dugaan permintaan dana dan pemberian di luar kontrak resmi proyek yang kini tengah di dalami penyidik.

Dengan gelar perkara di Polda Jawa Barat, di pastikan akan menentukan kelanjutan status hukum perkara dugaan pemerasan proyek hewan kurban di Kabupaten Tasikmalaya.

(F Kamil)

Sekda Kota Bandung Tekankan Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

0
sekda kota bandung@fokusjabar.id
Tempat Pengelolaan Sampah di Pasar Induk Caringin Kota Bandung

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain meminta seluruh unsur kewilayahan meningkatkan peran aktif dalam pengelolaan sampah.

Langkah ini di nilai penting agar program pengelolaan sampah berjalan sejalan dengan kebijakan dan program prioritas Wali Kota Bandung.

Iskandar menegaskan, pengelolaan sampah tidak hanya mengandalkan kebijakan di tingkat kota. Keterlibatan aktif kelurahan hingga RW menjadi kunci keberhasilan.

Baca Juga: Jalur Pulih, KAI Daop 2 Bandung Batalkan 3 Perjalanan

Terutama dalam mendukung konsep Buruan Sae yang menekankan kemandirian dan keberlanjutan pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat.

“Penguatan peran kewilayahan sangat penting. Kelurahan dan RW harus menjadi garda terdepan agar pengelolaan sampah berjalan efektif,”kata Iskandar di Balai Kota Bandung Senin (19/1/2026).

Pihaknya juga menekankan pentingnya monitoring yang berkelanjutan di tingkat kelurahan. Menurutnya, pengawasan yang konsisten di perlukan agar seluruh program yang telah di rancang dapat di laksanakan secara optimal dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Monitoring harus terus di lakukan agar program tidak hanya berjalan di atas kertas, tetapi benar-benar di rasakan manfaatnya oleh warga,” katanya.

Selain pengelolaan sampah, Iskandar menyampaikan rencana evaluasi program Prakarsa yang telah di laksanakan pada tahun sebelumnya. Evaluasi tersebut mencakup pelaksanaan program 1 Kelurahan 1 RW, termasuk laporan pertanggungjawaban keuangan.

Baca Juga: Dipilih DPRD atau Rakyat, Pakar Nilai Pilkada Tak Sekadar Soal Mekanisme

Iskandar menjelaskan, bahwa rapat evaluasi Prakarsa menjadi momentum untuk menilai efektivitas program, mengidentifikasi kendala di lapangan, serta menyusun langkah perbaikan ke depan agar pelaksanaan program lebih tertib dan akuntabel.

Iskandar menambahkan, pada tahun ini pelaksanaan program Prakarsa akan mulai di terapkan di seluruh RW di Kota Bandung. Dengan cakupan yang lebih luas, ia menilai persiapan yang matang menjadi hal mutlak.

“Karena akan di terapkan di seluruh RW, maka perlu di siapkan dengan sungguh-sungguh agar tidak menimbulkan permasalahan di kemudian hari, baik dari sisi pelaksanaan maupun administrasi,”pungkasnya.

(Yusuf Mugni)