spot_imgspot_img
Sabtu 25 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 320

Wapres Gibran Kunjungi Ponpes Cipasung Kabupaten Tasikmalaya, Tinjau Pelatihan AI dan Robotika

0
Wapres Gibran kunjungi Ponpes Cipasung Kabupaten Tasikmalaya fokusjabar.id
Dr. H. M. Rizki Romdon, Kepala Bidang Pendidikan Pondok Pesantren Cipasung, saat memberikan penjelasan mengenai agenda kunjungan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka ke Pesantren Cipasung, Kabupaten Tasikmalaya.

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka di jadwalkan melakukan silaturahmi sekaligus kunjungan kerja ke Pondok Pesantren (Ponpes) Cipasung, Desa Cipakat, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa (20/1/2026).

Berdasarkan rundown kegiatan, Wapres Gibran di perkirakan berada di kompleks Ponpes Cipasung selama kurang lebih satu jam. Mulai pukul 13.00 hingga 14.00 WIB.

Setibanya di lokasi sekitar pukul 13.00 WIB, Wapres akan bersilaturahmi dengan para kiai. Selanjutnya interaksi bersama para santri hingga pukul 13.25 WIB.

BACA JUGA: Pj Sekda Kabupaten Tasikmalaya Dilantik, BKPSDM Pastikan Seleksi Definitif Tetap Jalan

Selain itu, Wapres juga di jadwalkan melakukan ziarah ke makam para masyaikh pendiri Pondok Pesantren Cipasung.

Dalam kunjungan tersebut, Wapres Gibran turut di agendakan menyerahkan bantuan berupa laptop. Kemudian meninjau langsung kegiatan pelatihan Artificial Intelligence (AI) dan robotika yang tengah di kembangkan di lingkungan pesantren.

“Alhamdulillah, kami keluarga besar Pondok Pesantren Cipasung sangat berterima kasih atas rencana silaturahmi dan kunjungan Wapres ke pesantren ini. Sebelumnya, Pak Jokowi juga sudah dua kali berkunjung ke pesantren Cipasung,” ujar Kepala Bidang Pendidikan Ponpes Cipasung, Rizki Romdon, Senin (19/1/2026).

Kunjungan Wapres Gibran ke Ponpes Cipasung Kabupaten Tasikmalaya

Rizki menjelaskan, rangkaian kunjungan kerja Wapres akan mewarnai kegiatan pelatihan teknologi berbasis kecerdasan buatan bagi santri dan tenaga pendidik pesantren.

“Beliau juga di rencanakan memberikan pelatihan robotika untuk puluhan murid dari jenjang MI, SMP/MTs hingga SMA/MA,” ungkapnya.

Rizki menambahkan bahwa pihak pesantren telah melakukan berbagai persiapan untuk menyambut kedatangan orang nomor dua di Indonesia tersebut.

BACA JUGA: Jalur Pulih, KAI Daop 2 Bandung Batalkan 3 Perjalanan

Tercatat sekitar 1.200 santri mukim dan 4.000 pelajar dari berbagai lembaga pendidikan di bawah naungan Pesantren Cipasung, termasuk jamaah rutin pengajian, akan turut menyambut kunjungan Wapres.

“Sebagaimana hadits Nabi, siapa pun yang datang harus dimuliakan dan diterima. Eta nu disaurkeun abah pimpinan ka keluarga besar Cipasung Kabupaten Tasikmalaya,” pungkas Rizki.

(F Kamil)

Jalur Pulih, KAI Daop 2 Bandung Batalkan 3 Perjalanan

0
kai daop 2 bandung fokusjabar.id
Antrian calonpenumpang di loket CS Pembatalan KA di Stasiun Bandung (dok: PT KAI)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: PT KAI Daop 2 Bandung melakukan penyesuaian operasional. Termasuk pembatalan sejumlah perjalanan pada Senin (19/1/2026).

Hal itu menyusul jalur kereta api di wilayah Daop 4 Semarang dan Daop 1 Jakarta yang sebelumnya terhambat genangan air kini sudah mulai berangsur pulih.

BACA JUGA:

KAI Daop 2 Bandung Catat Ketepatan Waktu Keberangkatan Kereta Capai 99,68 Persen

Langkah tersebut di ambil sebagai bagian dari proses normalisasi dan penataan ulang rangkaian kereta api guna memastikan keselamatan serta keandalan perjalanan pasca-gangguan prasarana.

Manajer Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo menjelaskan, penanganan intensif terus di lakukan oleh petugas prasarana di titik terdampak.

Meski air telah surut, PT KAI perlu melakukan penataan sarana agar operasional kembali stabil.

“Kami melakukan penyesuaian operasional dan penataan rangkaian secara bertahap. Langkah ini krusial untuk menjamin keselamatan perjalanan dan pelayanan pelanggan tetap terjaga dengan baik,” kata Kuswardojo.

Sehubungan dengan proses penataan tersebut, terdapat tiga jadwal keberangkatan dari wilayah Daop 2 Bandung yang di batalkan.

Yakni, KA Papandayan (129) relasi Garut – Gambir (Berangkat Garut 12.40 WIB/Bandung 14.54 WIB).

KA Ciremai (173–172) relasi Bandung – Cikampek – Semarang Tawang (Berangkat Bandung 16.55 WIB).

KA Parahyangan (137) relasi Bandung – Gambir (Berangkat Bandung 13.05 WIB).

BACA JUGA:

PT KAI Daop 2 Bandung Salurkan Rp550 Juta untuk Dukung Ekosistem dan Pemberdayaan Masyarakat

PT KAI meminta maaf atas ketidaknyamanan yang dialami para calon penumpang. Sebagai bentuk tanggung jawab, pihaknya memberikan kompensasi penuh bagi pelanggan yang terdampak.

“KAI memberikan pengembalian bea tiket 100 persen (di luar bea pesan) kepada seluruh pelanggan yang perjalanannya dibatalkan,” ungkap Kuswardojo.

Proses pengembalian melalui, loket stasiun secara langsung, layanan online dan aplikasi Access by KAI serta Contact Center KAI 121.

Batas waktu pengajuan pengembalian adalah 7 x 24 jam sejak jadwal keberangkatan yang tertera pada tiket.

PT KAI mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi terkini melalui kanal resmi perusahaan seiring upaya pemulihan total seluruh lintas operasional.

(Bambang Fouristian)

Dipilih DPRD atau Rakyat, Pakar Nilai Pilkada Tak Sekadar Soal Mekanisme

0

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Wacana pemilihan kepala daerah (Pilkada) oleh DPRD yang bergulir di awal tahun 2026, besar kemungkinan akan terealisasi.

Hal tersebut di ungkap beberapa pakar dalam Diskusi Politik bertema ‘Pilkada: Dipilih Rakyat atau Wakil Rakyat’ yang di gelar wartawan kelompok kerja (pokja) Gedung Sate di salah satu cafe di Kota Bandung, Senin (19/1/2025).

Diskusi tersebut menghadirkan tiga narasumber yang memberikan pandangannya terkait wacana Pilkada dipilih DPRD. Yakni Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah, Pengamat Kebijakan Publik asal Unpad Bonti Wiradinata serta sosiolog Garlika Martanegara.

Baca Juga: Kemenhub Sebut Pesawat ATR 42-500 Laik Terbang

Di awal pemaparannya, Dedi menyebut jika undang-undang tidak memberikan penekanan terkait mekanisme pemilihan kepala daerah di lakukan langsung oleh pemilih (warga) atau parlemen (legislatif/DPRD).

Undang-undang hanya menegaskan jika pemilihan kepala daerah di lakukan secara demokratis.

“Makna dari kata demokratis inilah yang terkesan dilakukan secara langsung. Jadi permasalan pro kontra terkait pilkada langsung atau dipilih DPRD ini lebih kepada perbedaan penafsiran dari makna kata demokratis itu,” kata Dedi.

Meski demikian, Dedi tidak menyangkal jika Pilkada di pilih DPRD merupakan hal yang demokratis. Pasalnya, para anggota DPRD merupakan pilihan dari masyarakat.

“Jadi para anggota DPRD itu memiliki mandat dari rakyat untuk mewakilinya di parlemen. Mereka pun tidak serta merta bisa duduk di kursi parlemen. Mereka menjadi wakil rakyat dalam menyuarakan atau menyampaikan aspirasi rakyat baik terkait pembangunan maupun kepemimpinan,” Dedi menerangkan.

Kapabilitas dan kredibilitas Sosok Calon Pemimpin

Selain itu, berdasarkan data yang di miliki IPO, beberapa daerah di Indonesia secara sadar atau tidak sudah melakukan apa yang saat ini ramai menjadi wacana.

Seperti para wali kota di DKI Jakarta yang di pilih langsung oleh Gubernur sebagai jenjang karier. Kemudian Gubernur DI Yogyakarta yang secara langsung di pegang Sultan. Atau pemilihan kepala daerah di wilayah Papua serta Aceh yang menerapkan persyaratan khusus.

“Yang menjadi permasalahan sebenarnya adalah apakah wakil rakyat dan atau pemimpin yang di pilih itu memiliki kapabilitas dan kredibilitas yang baik? Apakah masyarakat Indonesia sudah memiliki kapabilitas dalam berdemokrasi baik dari sisi intelektual, ekonomi, hingga sosial budaya? Itu yang sebenarnya jadi permasalahan kita dalam berdemokrasi bukan soal konteks. Indonesia ini hebat dalam sisi prosedural tapi masih kurang dalam hal kontekstual,” Dedi menegaskan.

Pendapat senada juga di ungkapkan pakar kebijakan publik Bonti Wiradinata. Dalam pemaparannya, Bonti menggarisbawahi terkait kebijakan publik yang di ambil para elit politik bangsa dalam hal demokrasi.

“Kebijakan publik itu berkaitan tentang apa yang akan di lakukan dan tidak di lakukan. Dalam sebuah kebijakan publik itu sudah pasti ada agenda setting yang di bentuk. Termasuk dalam hal isu pilkada di pilih DPRD ini yang di kaitkan dengan efisiensi. Kalau menurut pandangan saya, itu adalah pernyataan yang non sense, tak masuk akal karena dalam demokrasi itu ada harganya sebagai investasi lima tahun ke depan,” Bonti menerangkan.

Bonti mengakui jika pelaksanaan Pilkada di pilih DPRD maupun di pilih rakyat memiliki keuntungan dan kerugian.

Terlepas dari keuntungan dan kerugiannya, pelaksanaan pilkada baik di pilih DPRD maupun rakyat akan berujung pada kapabilitas, kredibilitas, hingga bejaviour dari yang di pilih maupun yang memilih.

“Demokrasi itu kan sebenarnya adalah pilihan atau freewill dari setiap orang yang berbasis pada pemahaman serta tujuan masing-masing. Apakah idealisme, realisme, pragmatisme atau yang lainnya. Jadi mau di pilih langsung atau tidak itu semua tergantung di individunya. Dan itu membutuhkan kedewasaan berpikir serta nalar pemahaman terkait demokrasi,” kata Bonti.

Demokrasi Pancasila di Indonesia

Sementara sosiolog Garlika Martanegara menyoroti terkait demokrasi pancasila yang di anut Indonesia. Dalam UUD 1945, demokrasi Pancasila meengedepankan azas musyawarah mufakat.

“Dan musyawarah mufakat itu kan di lakukan oleh legislatif di parlemen. Sementara untuk one man one vote itu lebih ke demokrasi liberal. Sebenarnya tidak salah dengan pemilihan langsung oleh rakyat hanya saja dengan pengetahuan (intelektual), cara berpikir, dan analisis maysrakat yang tidak merata, apakah sudah memenuhi standar pelaksanaan demokrasi yang baik?” Garlika menuturkan.

Namun pilkada tak langsung atau di pilih DPRD, kata Garlika, tidak sepenuhnya baik. Kondisi ini akan menjadikan para elite politik berkuasa penuh atas kebijakan negara dengan minimnya partisipasi warga.

“Jadi baik pilkada langsung oleh rakyat maupun pilkada tak langsung dengan pemilihan oleh DPRD memiliki dua sisi baik dan buruk. Tinggal bagaimana kita semua berpikir lebih dewasa terkait demokrasi ini. Bisa saja oenerapan keduanya sesuai dengan karakteristik dan ekologi masing-masing daerah. Tapi yang pasti, Pilkada oleh DPRD ini besar kemungkinan terealisasi hanya saja kapan waktunya tidak pasti,” Garlika menegaskan.

(Ageng)

Kemenhub Sebut Pesawat ATR 42-500 Laik Terbang

0
ATR 42-500 fokusjabar.id
Pesawat ATR 42-500 (foto: web)

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Pesawat ATR 42-500 dengan registrasi PK-THT memenuhi syarat kelaikudaraan.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa menegaskan, berdasarkan data pengawasan dan hasil inspeksi kelaikudaraan memenuhi syarat.

BACA JUGA:

Ini Sosok Florencia Lolita Wibisono Pramugari Pesawat ATR 42-500

Mengutip kompas.com, Pesawat ATR 42-500 PK-THT di operasikan Indonesia Air Transport untuk penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar.

Kontak dengan pesawat hilang saat bersiap melakukan pendaratan di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar.

Pemeriksaan kelaikudaraan terakhir tercatat melalui ramp check pada 19 November 2025.

Inspeksi di lakukan di Bandara Sam Ratulangi, Manado oleh Inspektur Kelaikudaraan Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah VIII Manado.

Inspeksi perpanjangan Sertifikat Kelaikudaraan atau Certificate of Airworthiness di lakukan pada 3 September 2025. Pemeriksaan terakhir oleh operator Indonesia Air Transport berlangsung pada 25 Desember 2025.

BACA JUGA:

Proses Identifikasi Korban Pesawat ATR 42-500 Dimulai

Pemeriksaan mengikuti program perawatan Calendar Month 4.5 MO pada total waktu terbang 24.959,62 flight hours.

“Data tersebut menunjukkan, pesawat telah menjalani pemeriksaan rutin serta pengawasan kelaikudaraan secara berkala dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” jelas Lukman.

BACA JUGA:

Pesawat ATR 42-500 Jatuh, Menko AHY Sampaikan Duka Cita

Kejadian hilang kontak terjadi di luar area bandara. Operasional penerbangan di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin tetap berjalan normal.

Tim SAR Gabungan bersama TNI Angkatan Udara, Basarnas dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi bergerak melakukan pencarian.

TNI AU mengerahkan pesawat tanpa awak sejak pukul 06.15 WITA. Pencarian udara dilanjutkan dengan helikopter TNI AU.

“Hingga saat ini, proses evakuasi masih terus di laksanakan oleh Basarnas bersama unsur gabungan TNI/Polri serta dukungan masyarakat setempat,” kata Lukman.

(Bambang Fouristian)

Defisit Anggaran Rp436 M, Sekda Garut Instruksikan SKPD ‘Jemput Bola’ ke Pusat

0
Sekda Garut fokusjabar.id
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Garut, Nurdin Yana, memberikan pengarahan jepada seluruh pegawai dalam apel pagi gabungan, Senin (19/1/2026)

GARUT, FOKUSJabar.id: Sekda Garut Jawa Barat (Jabar), Nurdin Yana mengungkapkan, saat ini Pemda tengah menghadapi tantangan serius terkait keterbatasan anggaran pada tahun 2026.

Dia memprediksi PemKab Garut mengalami kekurangan anggaran atau defisit hingga mencapai Rp436 milyar.

BACA JUGA:

Garut Zero Waste Ajak Masyarakat Perangi Kerusakan Alam dari Rumah

Menyikapi kondisi tersebut, Sekda Garut menegaskan agar seluruh Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) tidak hanya berpangku tangan.

Dia menginstruksikan para pejabat untuk proaktif mencari peluang anggaran di tingkat nasional.

“Pak Bupati sering menyampaikan, tolong Anda jangan diam di kantor. Lari ke sana kemari agar kita bisa mengakses program-program nasional,” kata Nurdin Yana saat Apel Pagi Gabungan, Senin (19/1/2026).

Sekda mengaku kecewa terkait terhambatnya beberapa rencana pembangunan strategis. Termasuk pembangunan Sekolah Rakyat senilai Rp250 milyar yang sempat menggantung pada akhir 2025 akibat kendala teknis.

Untuk itu, pihaknya berencana melakukan koordinasi langsung ke pemerintah pusat guna memastikan program strategis nasional tetap berjalan sesuai skenario.

Sekda juga menekankan penguatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dia meminta Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) untuk memimpin evaluasi rutin terhadap realisasi pendapatan di setiap SKPD.

BACA JUGA:

Begal Berkedok DC Merajalela, Ormas GAS Segera ‘Serbu’ Kantor Leasing di Garut

“Lakukan evaluasi per minggu atau per dua minggu untuk mengecek sejauh mana realisasi pendapatan di masing-masing SKPD. Termasuk peran Camat,” tegasnya.

Selain persoalan fiskal, Nurdin Yana juga menyoroti pentingnya reformasi birokrasi dan kedisiplinan pegawai.

Dia menyebut, proses regenerasi dan pengisian jabatan yang kosong akan dipercepat sesuai dengan sistem merit.

Kedisiplinan kehadiran pegawai pun menjadi poin utama yang dipantau langsung oleh Bupati. terutama penggunaan aplikasi kehadiran yang kini juga menyasar unit-unit pelaksana seperti UPT dan tenaga pendidik (guru).

Bahkan, Sekda membuka peluang adanya kebijakan merger bagi satuan pendidikan yang dinilai tidak representatif atau tidak produktif.

BACA JUGA:

Ada-ada Saja! Bumil Ingin Jalan-jalan Pakai Mobil Disdamkarmat Garut

Sekda mengingatkan seluruh jajaran untuk tidak menutup mata terhadap keluhan masyarakat yang viral di media sosial.

Dia meminta dinas teknis untuk langsung terjun ke lapangan setiap kali ada laporan dari warga.

“Apa yang menjadi keinginan atau celotehan masyarakat di medsos jangan dipandang sebelah mata. Sikapi, yakinkan teman-teman di lapangan bergerak. Sehingga masyarakat merasa kita hadir di tengah kebutuhan mereka,” pungkasnya.

(Y.A. Supianto)

Garut Zero Waste Ajak Masyarakat Perangi Kerusakan Alam dari Rumah

0
Garut Zero Waste fokusjabar.id
Co-Founder sekaligus Ketua Komunitas Garut Zero Waste (GZW), Krismiyati

GARUT, FOKUSJabar.id: Co-Founder sekaligus Ketua Komunitas Garut Zero Waste (GZW), Krismiyati memberikan peringatan keras mengenai dampak kerusakan alam jika tidak ditangani secara sistematis.

Menurut Krismiyati, kunci utama penyelesaian masalah lingkungan. Khususnya sampah adalah perubahan perilaku di tingkat rumah tangga.

BACA JUGA:

Kebakaran Landa Pasar Samarang Garut, Kerugian Capai Rp70 Juta

“Kampanye utama kami adalah mengajak sebanyak-banyaknya orang memilah sampah dari rumah. Kami sadar menyelesaikan masalah sampah tidak bisa sendirian. Harus ada kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, komunitas hingga pihak swasta,” jelas Krismiyati, Senin (19/1/2026)

Sejak di deklarasikan pada tahun 2019, Garut Zero Waste terus bergerak melalui berbagai program unggulan. Di antaranya, GZW Goes to School, sebuah edukasi formal dari jenjang PAUD hingga Perguruan Tinggi.

Kemudian, GZW Goes to Office yang menyasar instansi pemerintahan dan tingkat desa.

Sementara GZW Goes to Kampung lebih ke sosialisasi berbasis masyarakat (PKK, Posyandu dan Karang Taruna).

Dan Ngopi (Ngobrolin Plastik & Isu Lingkungan) merupakan sebuah Forum diskusi rutin bulanan yang di inisiasi sejak 2025.

“Harapan kami kegiatan ‘Ngopi’ bisa konsisten dilakukan. Semoga semakin banyak orang yang tertarik dengan isu hijau dan sadar untuk bertanggung jawab terhadap sampah yang mereka hasilkan sendiri,” imbuhnya.

BACA JUGA:

Begal Berkedok DC Merajalela, Ormas GAS Segera ‘Serbu’ Kantor Leasing di Garut

Krismiyati berharap, melalui diskusi rutin ini masyarakat tidak hanya sekadar terpapar informasi. Namu bertransformasi menjadi agen perubahan di lingkungan terkecil mereka.

Hingga saat ini, Garut Zero Waste terus konsisten menjadi motor penggerak edukasi pengelolaan sampah berkelanjutan demi menciptakan ekosistem masyarakat Garut yang sadar lingkungan melalui aksi nyata dari sumbernya.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Garut, Edy Kuntoro mengapresiasi inisiatif anak-anak muda di GZW.

Menurutnya, gerakan akar rumput seperti ini adalah aset vital bagi masa depan lingkungan di Kabupaten Garut.

“Pemerintah Kabupaten Garut sangat mengapresiasi karena ternyata di sini berkumpul para pegiat yang sangat peduli terhadap lingkungan. Termasuk persoalan sampah di dalamnya,” kata Edy.

Sekdis Limgkungan Hidup menekankan pentingnya keberlanjutan aksi ini.

“Mudah-mudahan kegiatan ini tidak berhenti hari ini. Tapi berlanjut lebih luas lagi dengan melibatkan berbagai pihak untuk berkolaborasi bersama,” tambahnya.

Sebagai informasi, diskusi bulanan bertajuk “Ngobrolin Plastik dan Isu Lingkungan berlangsung di Sekretariat GZW, Perum Abdi Negara 1, Kecamatan Karangpawitan, Munggu (18/1/2026).

Tema yang di usung, “Ekosida: Ketika Alam Dibantai Secara Sistematis.”

Acara ini menjadi wadah pertemuan lintas elemen. Mulai dari aktivis lingkungan muda hingga perwakilan birokrasi guna membedah ancaman kerusakan ekosistem global yang berdampak pada lokalitas Garut.

(Y.A. Supianto)

Ini Sosok Florencia Lolita Wibisono Pramugari Pesawat ATR 42-500

0
Florencia Lolita Wibisono fokusjabar.id
Pramugaro ATR 42-500, Florencia Lolita Wibisono (foto: web)

MANADO, FOKUSJabar.id: Yanti salah satu keluarga Pramugari Pesawat ATR 42-500, Florencia Lolita Wibisono (Ollen) berdoa dan berharap ada mukjizat.

Di mana Florencia Lolita Wibisono hingga kini nasibnya belum di ketahui.

BACA JUGA:

Pesawat ATR 42-500 Jatuh, Menko AHY Sampaikan Duka Cita

“Kami semua berdoa. Berharap mukjizat. Kami yakin harapan itu masih ada,” ungkap Yanti di kutip tribunnews.com, Senin (19/1/2026).

Florencia Lolita Wibisono merupakan satu dari dua pramugari pesawat ATR 42-500 yang pesawatnya jatuh di Gunung Bulusaraung Kabupaten Pangkep Sulawesi Selatan.

Ada 10 penumpang pesawat yang berangkat dari Yogyakarta menuju Makassar Sulawesi Selatan.

Menurut Dia, ‎Florencia di ketahui telah memiliki rencana untuk menikah dengan pilot di salah satu maskapai penerbangan.

‎“Kami dengar sudah ada rencana menikah. Tapi belum tahu kapan rencana tersebut,” kisah Yanti.‎

Pihak keluarga hingga kini masih menunggu perkembangan informasi resmi terkait keberadaan Ollen seiring proses pencarian yang masih berlangsung.

“Kami tetap berharap Ollen bisa segera di temukan,” ucap Yanti warga Jalan Donald Isaac Panjaitan, Kelurahan Taler, Kecamatan Tondano Timur, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara.

BACA JUGA:

Proses Identifikasi Korban Pesawat ATR 42-500 Dimulai

Florencia Lolita Wibisono saat ini berusia 32 tahun. Dia anak bungsu dari enam bersaudara dalam keluarganya.

Ollen memiliki ‎pengalaman 14 tahun di dunia penerbangan. Dia baru 3 bulan bertugas di ATR 42-500 rute Yogyakarta–Makassar. Sebelumnya Pramugari Lion Air.

“Dia baru sekitar tiga bulan bekerja di pesawat ATR 42-500,” kata anggita keluarga lainnya, Ramos.

‎‎Sebelum bergabung dengan Air Indonesia Transport, Florencia tercatat menghabiskan sebagian besar kariernya sebagai pramugari di maskapai Lion Air.

“Kurang lebih 14 tahun Ollen bekerja di Lion Air,” ungkap Ramos.

Tak hanya berpengalaman sebagai pramugari, Ollen juga di percaya menangani pelatihan awak kabin yang baru bergabung.

Perannya kerap dikaitkan dengan pembinaan dan pendampingan crew junior.

“Dia juga jadi trainer untuk pramugari yang baru. Bisa dibilang seperti HRD,” Ramos menambahkan.

Hingga Senin pagi, tim SAR baru menemukan satu korban jiwa dari total 10 orang di dalam pesawat.

Evakuasi masih berlangsung di medan ekstrem, Tim SAR menerjunkan ratusan orang dibantu warga lokal

Pesawat membawa 10 orang. Termasuk 3 pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan.

(Bambang Fouristian)