spot_imgspot_img
Sabtu 25 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 315

Driver Ojol Tasikmalaya Curhat ke Wapres Gibran, Soal Sulitnya Cari Kerja 

0
driver tasikmalaya wapres gibran@fokusjabar.id
Driver Ojol curhat ke Wapres Gibran.(foto: Abdul Latif/fokusjabar.id)

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Di tengah hiruk pikuk Pasar Cikurubuk yang ramai, sebuah pertemuan tak terduga terjadi pada Selasa (20/1/2025) pagi.

Bukan tentang seremoni formal, melainkan tentang suara hati seorang pria yang berjuang di kerasnya aspal jalanan.

​Andi Somantri (32), seorang driver ojek online asal Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, mendadak jadi sorotan setelah keberaniannya menyampaikan “unek-unek” langsung di hadapan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka.

Dari Buruh Garmen Menjadi Pejuang Aspal

​Langkah Andi hari itu sebenarnya tak terencana. Saat sedang melintas, ia melihat kerumunan warga menyambut kedatangan orang nomor dua di Indonesia tersebut. Tanpa konsep, tanpa naskah, Andi hanya membawa satu modal, harapan.

Baca Juga: Wapres Gibran  Rakabuming Beli Bawang Daun di Pasar Cikurubuk 2 Kg 

​Andi adalah potret nyata badai ekonomi. Dahulu, ia adalah pekerja tetap di sebuah pabrik garmen Theodore Cisayong Kabupaten Tasikmalaya dengan penghasilan pasti. Namun, badai PHK memaksanya banting setir menjadi driver ojol.

​”Sekarang penghasilan tidak menentu. Sangat berbeda dengan dulu saat masih di garmen yang punya gaji tetap,” ungkap Andi dengan nada getir.

Aspirasi dari Jantung Kota Tasik “Hapuskan Batasan Usia!”

​Saat Mas Wapres menyapa pedagang, Andi “tancap gas” mendekat. Ia tidak meminta bantuan instan, melainkan meminta kebijakan yang berpihak pada rakyat kecil. Ada dua poin besar yang ia sampaikan:

​Ketersediaan Lapangan Kerja: Andi menegaskan bahwa sulitnya mencari kerja bukan hanya isu di Tasikmalaya, tapi juga di seluruh pelosok Indonesia.

​Diskriminasi Usia: Ini adalah isu yang paling menyentuh. Di usia 32 tahun, Andi merasa “terbuang” dari bursa kerja formal karena adanya batasan usia maksimal yang biasanya 25 atau 27 tahun.

​”Saya minta agar dalam masalah kesempatan kerja ini tidak ada batasan usia Banyak umur 30 tahun susah mencari kerja. Jadi usia berapapun bisa mendapatkan pekerjaan. Pemerintah pusat maupun daerah jangan membatasi itu,” tegasnya.

​Respon Wapres Gibran dan Harapan Baru

​Mendengar curhatan spontan tersebut, Wapres Gibran Rakabuming memberikan respon positif. 

Mas Wapres Gibran Rakabuming mendengarkan dengan seksama setiap kata yang keluar dari mulut Andi. Bahkan, Mas Wapres langsung meminta Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, yang mendampinginya untuk memberikan penjelasan lebih lanjut kepada Andi.

​Bagi Andi, momen beberapa menit itu terasa sangat melegakan. Beban yang selama ini terpendam di pundaknya saat menarik gas motor, kini telah berpindah ke telinga pemimpin negara.

Baca Juga: Penanggulangan Terorisme, Pelibatan TNI Harus Diposisikan Sebagai Support To Civil Authority

Masa Depan yang Lebih Baik

​Andi Somantri kini kembali ke jalanan dengan harapan yang lebih besar. Ia bermimpi agar anak-anak yang baru lulus sekolah nanti tidak perlu merasakan pahitnya menganggur seperti dirinya.

​”Semoga ke depan pemerintah benar-benar memperhatikan lapangan pekerjaan dan membukanya seluas-luasnya. Saya ingin Indonesia di masa depan jauh lebih baik,” tutup Andi.

​Kisah Andi adalah pengingat, bahwa di balik jaket hijau dan kemudi motor, ada jutaan harapan yang digantungkan pada kebijakan pemerintah. Keberanian Andi adalah suara dari mereka yang seringkali tak terdengar.

(Abdul)

Kementerian Kesehatan: Super Flu Terkendali

0
Kementerian Kesehatan fokusjabar.id
Ilustrasi (foto: web)

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Kementerian Kesehatan menyatakan, situasi influenza A (H3N2) subclade K atau super flu di Indonesia masih terkendali.

Demikian disampaikan Direktur Penyakit Menular, Prima Yosephine.

Menurut Prima, secara nasional kasus super flu mengalami penurunan sejak awal 2026.

BACA JUGA:

Virus Super Flu Masuk Indonesia, Ini Kata Menteri Kesehatan

“Pertengahan Januari 2025, H3N2 subclade K telah dilaporkan di 80 negara. Termasuk Indonesia dengan kasus pertama terdeteksi pada M36,” kata Dia di kutip tempo.co, Selasa (20/1/2026).

“Kini, tren kasus influenza di Indonesia telah menurun. Sehingga masyarakat tidak perlu panik,” Prima menambahkan.

Prima mengatakan, sejak 1 Januari 2025 hingga 10 Januari 2026 terdapat 74 kasus super flu dari total 204 spesimen influenza A(H3N2) yang diperiksa.

Kasus tersebut terdeteksi di 13 provinsi. Temuan terbanyak di Jawa Timur dan Kalimantan Selatan.

Kementerian Kesehatan, mencatat puncak kasus terjadi pada minggu ke-40 tahun 2025 dan terus menurun sejak minggu ke-44.

Setelah itu, fenomena flu semacam ini berangsur turun dan tidak ada penambahan penemuan mulai minggu ke-52 atau akhir tahun lalu.

Dia menegaskan, kasus super flu merupakan penyakit influenza musiman yang telah beredar setiap tahun. Sebagian besar penyintas mengalami gejala ringan hingga sedang dan dapat sembuh dengan sendirinya.

“Sementara kasus berat umumnya terjadi pada kelompok berisiko tinggi. Seperti lansia dan individu dengan penyakit penyerta,” imbuhnya.

BACA JUGA:

Dinkes Garut Perketat Skrining Super Flu

Prima menyampaikan, influenza jenis ini tidak memiliki risiko kematian. Menurut dia, laporan kematian pasien influenza umumnya berkaitan dengan kondisi komorbid yang memperberat penyakit dasar.

Pada kondisi risiko tinggi seperti ini, infeksi dari virus maupun bakteri dapat menjadi pencetus yang memperburuk komorbid yang sudah tidak stabil.

“Influenza tidak selalu menjadi penyebab kematian utama. Namun dapat menjadi pencetus yang memperburuk kondisi kesehatan yang sudah tidak stabil,” tutur Dia.

Kendati terdapat penurunan kasus, Kementerian Kesehatan akan terus menjalankan surveilans influenza di fasilitas kesehatan, rumah sakit dan pintu masuk negara.

Termasuk melakukan uji laboratorium dan analisis genom virus guna memastikan tidak terjadi perubahan signifikan pada karakter virus.

Pihaknya mengimbau, masyarakat untuk tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat serta menggunakan masker saat sakit.

Kementerian Kesehatan juga meminta masyarakat yang mengalami gejala flu berat segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

(Bambang Fouristian)

BGN: Bulan Ramadhan MBG Tetap Disalurkan

0
MBG Bulan Ramadhan fokusjabar.id
Program MBG (foto: web)

JAKARTA, FOKUSJabar.id: Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana mengatakan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap akan di salurkan saat bulan Ramadhan 2026.

Menurut Dadan, penyalurannya pada saat jam sekolah. Anak-anak dapat membawa pulang makanan itu ke rumahnya masing-masing.

BACA JUGA:

Turunkan Keracunan MBG, Pemprov Jabar Diapresiasi BGN

“Seperti tahun lalu, untuk daerah yang mayoritas berpuasa makanan akan di bagikan pada saat jam sekolah. Ketika pulang, mereka membawa makanan itu,” kata Dadan di kutip kompas.com, Selasa (20/1/2026).

Dadan menyebut, MBG akan di bagikan dalam bentuk makanan siap saji yang memiliki daya tahan hingga 12 jam. Sehingga masih layak di konsumsi saat waktu berbuka puasa.

“Makanannya yang siap santap dan tahan 12 jam. Sehingga untuk yang puasa di konsumsinya pada saat buka,” ucapnya.

Sementara di daerah yang mayoritas tidak menjalankan ibadah puasa, MBG akan di salurkan tanpa penyesuaian skema.

“Di daerah-daerah yang mayoritas tidak puasa, pelayanan normal tidak berubah,” kata dia.

Kepala BGN menegaskan, seluruh penerima manfaat. Mulai dari pelajar, ibu hamil, ibu menyusui dan balita tetap mendapatkan MBG meskipun ada perubahan skema penyaluran saat bulan puasa.

“Yang puasa maupun tidak tetap diutamakan. Hanya mekanismenya saja yang berbeda,” ucapDadan.

BGN menargetkan program MBG dapat dinikmati 82,9 juta penerima manfaat pada tahun 2026. Target tersebut optimistis dapat tercapai hanya dalam waktu lima bulan.

“Target kami adalah 82,9 juta jiwa. Insya Allah, tahun ini selesai,” ungkapnya.

BACA JUGA:

Dapur Mutiara Baregbeg Ciamis Mandek, Pemilik Desak BGN Turun Tangan

Rasa optimistis tersebut cukup beralasan. Pasalnya, jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terus bertambah dalam waktu cepat.

Untuk menjalankan target itu, BGN mendapatkan pagu anggaran Rp268 triltun yang ditambah dengan dana standby senilai Rp67 trilyun.

“Kita sudah mendapat pagu anggaran Rp268 trilyun dengan dana standby Rp67 trilyun. Sehingga totalnya Rp335 trilyun,” pungkas Dadan.

(Bambang Fouristian)

Alun-alun Ciamis Jadi Pusat Dakwah Pesantren Ortodok pada Peringatan Isra Mi’raj

0
alun-alun ciamis pesantren ortodok@fokusjabar.id
Alun-alun Ciamis.(mia/fokusjabar.id)

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Alun-alun Ciamis menjadi ruang dakwah terbuka saat Persatuan Islam Ortodok Kabupaten Ciamis. Menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW bertajuk “Ngarayakeun jeung Ngamumule Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW”, Selasa (20/01/2026). 

Kegiatan tersebut mengusung tema “Ngaguar Ayat Kaget Jilid 3” dan berlangsung khidmat. Dengan di hadiri sejumlah jamaah lintas usia serta unsur pesantren Ortodok se-Kabupaten Ciamis.

Peringatan Isra Mi’raj kali ini tidak hanya menjadi agenda keagamaan rutin. Tetapi juga wujud pelestarian tradisi dakwah pesantren yang di kemas dengan kearifan lokal Sunda.

Baca Juga: Angin Kencang Terjang Lakbok Ciamis, Dua Rumah Warga Rusak

Melalui pendekatan bahasa dan budaya, pesan-pesan spiritual di sampaikan agar lebih membumi dan mudah dipahami oleh masyarakat luas.

Pemerintah Kabupaten Ciamis menyambut positif kegiatan tersebut, Bupati Ciamis Dr. H. Herdiat Sunarya melalui Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Ciamis, Anwar Solahudin, S.Ag., menyampaikan. Kegiatan keagamaan berbasis pesantren memiliki peran strategis dalam menjaga harmoni sosial dan moral masyarakat.

“Peringatan Isra Mi’raj seperti ini bukan hanya seremonial, tetapi menjadi sarana membangun karakter umat. Atas nama Pemerintah Kabupaten Ciamis, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas konsistensi Persatean Islam Ortodok. Dalam merawat tradisi keislaman yang menyejukkan dan memperkuat persatuan,” ujar Anwar.

Ia menambahkan, nilai utama Isra Mi’raj terletak pada perintah salat yang mengajarkan disiplin spiritual sekaligus etika sosial. Menurutnya, keseimbangan hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat yang religius dan beradab.

Lebih lanjut, Anwar menyampaikan tema Ngaguar Ayat Kaget Jilid 3 sendiri di maknai sebagai ajakan untuk kembali menggali pesan-pesan Al-Qur’an. Secara mendalam, agar peristiwa Isra Mi’raj tidak berhenti pada kisah sejarah, tetapi menjadi pedoman hidup yang relevan dengan tantangan zaman.

Dakwah Kolektif

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, K.H. Ujang Abdussalam, menegaskan kegiatan tersebut lahir dari semangat dakwah kolektif pesantren Ortodok untuk menghidupkan bulan-bulan mulia dalam kalender Islam.

Baca Juga: Minyakita Menghilang dari Pasar, Pemda Ciamis Dorong Peran Bulog

“Ini bukan soal banyak atau sedikit yang hadir. Semua yang datang adalah kehendak Allah. Tugas kami hanya ikhtiar menghidupkan syiar dan mengajak umat mendekatkan diri kepada-Nya,” tuturnya.

Dalam tausiyahnya, K.H. Ujang mengulas peristiwa Isra Mi’raj sebagai perjalanan Agung Nabi Muhammad SAW. Yang penuh pelajaran tentang tauhid, hijrah batin, dan kesiapan menyambut Ramadan. Ia mengajak jamaah menjadikan bulan Rajab dan Sya’ban sebagai waktu muhasabah diri dan pembersihan hati.

“Melalui peringatan Isra Mi’raj ini, saya berharap nilai-nilai keimanan, akhlak mulia, dan kecintaan kepada Allah SWT. Semakin mengakar di tengah masyarakat, sekaligus memperkuat citra Ciamis sebagai daerah yang religius dan menjunjung tinggi tradisi pesantren,” pungkasnya.

(Mia)

Siswi Bernasib Malang Siti Aulia Marlina, Jadi Anak Angkat Kapolres Pangandaran

0
Kapolres Pangandaran@fokusjabar.id
Kapolres Pangandaran AKBP Ikrar Potawari

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Kapolres Pangandaran, AKBP Ikrar Potawari mengangkat Siti Aulia Marlina, siswi berprestasi yang bernasib malang di Desa/Kecamatan Cijulang menjadi anak angkat.

Siti Aulia Marlina merupakan anak dari keluarga tidak mampu. Ibu kandungnya, Mardiana pergi meninggalkannya sejak dia berusia satu bulan sementara ayahnya, Lili Sugandi telah meninggal dunia.

Sejak itu, Siti Aulia Marlina di titipkan kepada saudaranya bernama Pendi dan Titin Suryatin yang tinggal di rumah kontrakan.

Baca Juga: Kisah Sedih Siti Aulia Marlina Anak Berprestasi di Pangandaran, Umur 1 Bulan Ditinggal Ibu Kandungnya

“Kami angkat Siti Aulia menjadi anak dari polres Pangandaran,” kata AKBP Ikrar Potawari Selasa, (20/1/2026).

Siti Aulia duduk di bangku kelas X SMK Pasundan Cijulang. Dia merupakan anak yang cerdas di sekolahnya. Bahkan sering mendapat nilai terbaik dengan peringkat satu di kelasnya.

Namun dia terbentur dengan biaya sekolah. Kebutuhan mendesak saat ini yang tengah dia hadapi cukup besar. Yakni, Rp3,6 juta.

Uang tersebut untuk membayar kos magang di Quick mart sebesar Rp250 ribu, plus biaya makan Rp1,8 juta selama satu bulan.

Baca Juga: Siti Aulia Marlina Siswi Teladan di SMK Pasundan Cijulang Pangandaran

Kemudian biaya kunjungan industri ke Yogyakarta sebesar Rp1,25 juta dan biaya bekal selama kunjungan sebesar Rp300 ribu.

Kapolres Pangandaran mengaku akan membantu seluruh biaya Siti Aulia hingga dia lulus nanti. Hal ini di lakukan agar Siti Aulia tidak putus sekolah.

“Insya Alloh kita bersama PJU (Pajabat Utama) akan membiayai bagaimana pun caranya supaya tidak Siti Aulia tidak putus sekolah,” pungkasnya.

(Sajidin)

Siti Aulia Marlina Siswi Teladan di SMK Pasundan Cijulang Pangandaran

0
Siti aulia marlina pangandaran@fokusjabar.id
Kepala sekolah SMK Pasundan Cijulang Pangandaran, Asep Deni Kusmaya S.Ag(Sajidin/fokusjabar.id)

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Siti Aulia Marlina (16) merupakan siswi teladan di SMK Pasundan Cijulang, Kabupaten Pangandaran Jawa Barat.

Hal tersebut di sampaikan Kepala SMK Pasundan Cijulang, Asep Deni Kusmaya S.Ag kepada FOKUSJabar.id di ruang kerjanya Selasa, (20/1/2026).

Menurut Asep Deni, siswi kelas X jurusan prodi bisnis daring dan pemasaran itu membawa dampak positif di lingkungan sekolah. Karena itu, Siti Aulia di jadikan pemimpin atau KM (ketua murid) di kelasnya.

Baca Juga: Pelaku Dugaan Percobaan Pencurian di Masjid Al Istiqomah Pangandaran Terekam Cctv

“Kenapa dia di jadikan KM sama teman-temannya? Karena dia orangnya penuh tanggung jawab, disiplin dan penuh teladan” ungkap Deni Kusmaya.

Deni mengatakan, karakter yang di miliki Siti Aulia berbanding lurus dengan visi misi SMK Pasundan Cijulang. Meski berada di sekolah kecil lanjut Deni, namun dia bisa menginspirasi bagi orang lain.

“Sebenarnya kalau ada dukungan dari semua pihak, sekolah SMK Pasundan bisa mencetak anak-anak yang berkualitas seperti Siti Aulia. Baik di sisi moral ataupun intelektual,” jelasnya.

Deni mengatakan, semangat belajar Siti Aulia sangat luar biasa. Hal ini di lihat dari kehadirannya ke sekolah setiap hari. Deni menilai, Siti Aulia memiliki motivasi yang tinggi.

“Kalau saya lihat dari absensi, dia orang paling duluan datang ke sekolah. Artinya, semangat belajarnya sangat tinggi,” ujarnya.

Melihat semangatnya, Deni optimis jika Siti Aulia di dukung oleh kehidupan yang berkecukupan, dia akan menjadi orang besar seperti yang lain.

Namun meski hidup kekurangan lanjut Deni, hal tersebut tidak mempengaruhi mental dari Siti Aulia.”Dia tetap mempunyai tekad dan keyakinan yang kuat,” tegasnya.

Bernasib Malang

Sebelumnya FOKUSJabar mengabarkan, Siti Aulia Marlina (16) warga Dusun Haurseah, Desa/Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran Jawa Barat (Jabar) merupakan siswi berprestasi yang bernasib malang.

Saat Siti Aulia Marlina berusia satu bulan, ibu kandungnya, Mardiana pergi meninggalkannya.

Baca Juga: Kisah Sedih Siti Aulia Marlina Anak Berprestasi di Pangandaran, Umur 1 Bulan Ditinggal Ibu Kandungnya

Konon, Mardiana kabur lantaran terbentur ekonomi dan tidak sanggup mengurusi Siti Aulia Marlina.

Sejak itu, Siti di titipkan kepada saudaranya bernama Pendi dan Titin Suryatin yang tinggal di rumah kontrakan yang sempit.

Kesedihannya tidak sampai di situ, pada tahun 2023 lalu, ayah tercintanya, Lili Sugandi di panggil sang maha kuasa.

Harta satu-satunya yang dia miliki harus pergi untuk selama-lamanya.

(Sajidin)

Penanggulangan Terorisme, Pelibatan TNI Harus Diposisikan Sebagai Support To Civil Authority

0
tni@fokusjabar.id
Demi Hamzah Rahadian.(foto;Dok)

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Pelibatan TNI harus diposisikan sebagai support to civil authority. Penegakan hukum tetap menjadi poros negara hukum, sementara TNI membantu pada kondisi tertentu yang membutuhkan kapabilitas khusus.

Hal tersebut di sampaikan, Mahasiswa Program Doktoral Fakultas Ilmu Hukum UNISBA Bandung, Demi Hamzah Rahadian, dalam tulisan yang di kirim ke FOKUSJabar.id, Selasa (20/1/2026).

Kedua, wajibkan “kondisi pemicu” yang objektif.
Pelibatan hanya aktif dalam keadaan eskalatif: krisis sandera, ancaman bersenjata, ancaman serius terhadap objek vital strategis, atau kondisi melampaui kapasitas normal.

Baca Juga: Pelibatan TNI Dalam Penanggulangan Terorisme Bukan Cerita Baru

Ketiga, batasi waktu dan wilayah, serta wajibkan “termination clause”. Dan harus jelas kapan mulai, di mana di lakukan, dan kapan berhenti. Tanpa ini, kebijakan rawan menjadi rutinitas yang mengganggu ruang sipil.

Keempat, SOP dan rules of engagement yang kompatibel HAM.
Profesionalitas harus berbentuk standar tindakan: kebutuhan dan kesebandingan, de-eskalasi, dokumentasi, serta audit kepatuhan.
Kelima, kontrol sipil dan pengawasan publik harus nyata.

Ada otorisasi, pelaporan, evaluasi outcome, serta kanal pengaduan. Pengawasan bukan melemahkan aparat, melainkan menjaga legitimasi negara di mata rakyat.

Dengan lima pagar ini, pelibatan TNI tidak akan memakan ruang sipil. Justru menjadi instrumen negara untuk memastikan hak konstitusional warga atas rasa aman terlindungi. Sebagai penutup, Negara harus kuat, tapi tidak boleh kehilangan batas.

Terorisme Musuh Bangsa

Terorisme adalah musuh bangsa dan musuh kemanusiaan. Ia harus dilawan dengan ketegasan. Tetapi ketegasan tanpa batas hanya akan menimbulkan luka baru dalam demokrasi.

Baca Juga: Integritas dan Profesionalitas TNI untuk Menjaga Kedaulatan Negara

Dalam koridor Pancasila dan UUD 1945, kita membutuhkan negara yang kuat sekaligus beradab: melindungi rasa aman warga (Pasal 28G ayat 1), menjalankan sistem pertahanan-keamanan terpadu (Pasal 30 ayat 2), dan meneguhkan peran seluruh warga dalam pertahanan-keamanan negara (Pasal 30 ayat 1).

Woyla 1981 mengajarkan bahwa krisis teror dapat menuntut kemampuan khusus. Demokrasi mengajarkan bahwa kemampuan itu harus dibatasi hukum.

Maka kunci pelibatan TNI dalam pencegahan terorisme bukanlah ketakutan, melainkan tata kelola: integritas, profesionalitas, pembatasan mandat, dan kontrol sipil.

Dengan desain norma yang tepat, pelibatan TNI bukan gangguan bagi kepentingan sipil, melainkan jaminan bahwa negara hadir melindungi rakyat tanpa kehilangan wajah negara hukum.

(Yud’s)