spot_imgspot_img
Selasa 13 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 316

TMMD Ke-129 Kodim Tasikmalaya Bangkitkan Semangat Gotong Royong di Parungponteng

0
Tasikmalaya, FOKUSjabar.id
Keterangan foto: TNI menyatu dengan masyarakat pada kegiatan TMMD ke-129 di Kecamatan Parungponteng Kabupaten Tasikmalaya

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Program TMMD Ke-129 Kodim 0612/Tasikmalaya membuktikan kehadiran TNI tidak sebatas pembangunan infrastruktur fisik semata. Di Desa Parungponteng, Kabupaten Tasikmalaya, TMMD hadir menjadi gerakan sosial yang menghidupkan kembali semangat gotong royong warga.

Para personel Satgas TMMD menyempatkan diri terjun langsung ke persawahan membantu para petani lokal memanen padi.

Baca Juga: Ironis! Destinasi Wisata Religi Terkenal di Tasikmalaya Masih Bergulat dengan Gunungan Sampah

Kehadiran tentara di tengah ladang tidak hanya meringankan pekerjaan warga, tetapi juga mempererat jalinan tali kekeluargaan.

Pemandangan menarik juga terlihat saat pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) di area Kampung Situ.

Ibu-ibu setempat tampil menginspirasi dengan ikut bahu-membahu mengangkut bahan bangunan serta menyiapkan adukan semen bersama TNI.

Keterlibatan kaum perempuan ini membakar semangat para prajurit untuk menyelesaikan target pembangunan fasilitas desa dengan maksimal.

Selain itu, Satgas TMMD bersama warga menggelar kegiatan Jumat Bersih demi menjaga keasrian lingkungan sekitar permukiman.

Mereka memangkas rumput liar, mengangkut sampah, serta membersihkan saluran air secara bergotong royong sejak pagi hari.

Dandim 0612/Tasikmalaya Letkol Czi M. Imvan Ibrahim menegaskan bahwa TMMD berupaya membangkitkan kembali budaya kebersamaan masyarakat.

“TNI akan selalu bersama-sama masyarakat melakukan berbagai kegiatan positif. Rasa kebersamaan ini harus terus dipupuk agar mengakar kuat di lingkungan masyarakat,” tegas Dandim, Jumat (31/7/2026).

Sinergi apik antara TNI dan warga Parungponteng membuktikan kebersamaan sebagai fondasi utama mewujudkan desa mandiri.

(Abdul Latif)

Ironis! Destinasi Wisata Religi Terkenal di Tasikmalaya Masih Bergulat dengan Gunungan Sampah

0
Tasikmalaya, FOKUSJabar.id
Keterangan foto: Sampah yang menggunung menjadi problem obyek Wisata Religi Pamijahan Tasikmalaya yang tak pernah usai.

TASIKMALAYA,FOKUSJabar.id: Wisata religi Makam Keramat Syekh H. Abdul Muhyi di Desa Pamijahan Desa Pamijahan, Kecamatan Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya selalu menyedot jutaan peziarah. Kendati mendatangkan berkah ekonomi, kawasan ini terus terjerat masalah klasik berupa gunungan sampah dan kemacetan.

Kasepuhan Makam Keramat KH. Endang Ajidin mengungkapkan keprihatinan mendalam atas persoalan sampah yang menahun tersebut.

Baca Juga: Yonif TP 939/Macan Putih Persembahkan Air Kehidupan di Tasikmalaya

Ia menyebut penanganan sampah tidak pernah tuntas meski kepemimpinan daerah sudah berganti berkali-kali.

“Mulai dari era Bupati Tatang Farhanul Hakim, Uu Ruzhanul Ulum, Ade Sugianto, hingga Bupati saat ini Cecep Nurul Yakin, upaya penanganan sampah terus dilakukan. Namun belum juga tuntas,” ujar KH. Endang, Jumat (31/7/2026).

Bahkan pergantian Gubernur Jawa Barat dari Ahmad Heryawan, Ridwan Kamil, hingga Dedi Mulyadi belum menghadirkan solusi konkret.

Ketiadaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) memicu penumpukan puluhan ton sampah setiap bulannya di Pamijahan.

Sebagian limbah tersebut kini mulai mencemari aliran Sungai Cilangla yang melintasi permukiman warga setempat.

“Diakui kesadaran membuang sampah pada tempatnya bagi sebagian warga juga belum tumbuh baik, dan upaya Pemerintah Desa belum maksimal. Saat ini, pembuangan akhir terpaksa mengandalkan tanah milik pribadi dengan sistem sewa,” imbuh KH. Endang.

Sekretaris Desa Pamijahan Olih Solihudin membenarkan bahwa desanya belum memiliki TPA permanen hingga kini.

Rencana pembangunan TPA di Kampung Bojong sempat batal akibat penolakan dari warga Kampung Parungpung.

Tokoh muda setempat Asep Saepul Ulum menilai masalah ini terlalu berat jika hanya dibebankan kepada pihak desa.

Ia mendesak Pemerintah Pusat serta Pemkab Tasikmalaya turun tangan mengatasi darurat sampah dan menyelamatkan sungai.

“Kompleksitasnya sangat tinggi karena peziarah datang dari luar daerah hingga Malaysia. Kami sangat berharap Pemerintah Pusat dan Pemkab Tasikmalaya bisa turun tangan secara komprehensif, baik untuk penanganan sampah, solusi TPA, maupun penyelamatan Sungai Cilangla,” tegas Asep.

(Abdul Latif)

Demokrat Jabar Gelar Lomba Rakyat Sambut HUT ke-25 dan Bulan Kemerdekaan RI

0
BANDUNG, FOKUSJabar.id
Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat Anton Sukartono Suratto, (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Partai Demokrat merilis program nasional bertajuk Lomba Rakyat guna memperingati HUT ke-25 serta Bulan Kemerdekaan RI. Program ini mengusung tema ‘Memajukan Ekonomi, Menegakkan Keadilan, dan Menjaga Demokrasi’ secara serentak di berbagai daerah.

Partai Demokrat berupaya mempererat hubungan dengan warga sekaligus menggerakkan mesin partai hingga tingkat daerah.

Baca Juga: Penebangan 10 Pohon di Jalan Riau, Wali Kota Bandung Murka

Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat Anton Sukartono Suratto menegaskan kesiapan seluruh kader menyukseskan agenda nasional ini.

Anton merangkul pengurus DPC pada 27 kabupaten dan kota se-Jawa Barat untuk melibatkan partisipasi aktif warga.

“Demokrat Jabar siap menggelar Lomba Rakyat dan memastikan seluruh pengurus DPC di 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat bergerak aktif melibatkan masyarakat,” kata Anton, Jumat (31/7/2026).

Ia menilai peringatan HUT ke-25 menjadi momentum pembuktian komitmen partai untuk terus hadir di tengah masyarakat.

Rangkaian Lomba Rakyat menghadirkan tiga kegiatan utama bagi seluruh lapisan masyarakat dan generasi muda.

Pertama, kader menggelar Lomba Tradisional dan Kreativitas Rakyat secara serentak pada 23 Agustus 2026.

Kedua, pengurus partai membuka Program Aspirasi Kemerdekaan pada 20 Agustus 2026 untuk menjaring persoalan warga.

Setiap DPD dan DPC bertugas menyerap isu lokal mulai dari ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan publik.

Ketiga, partai menggelar Lomba Pidato Rakyat “AHY Muda” bagi pelajar SMA mulai 5 hingga 23 Agustus 2026.

Kompetisi pidato ini bertujuan menumbuhkan keberanian generasi muda dalam menyampaikan ide kebangsaan secara santun dan kritis.

Partai Demokrat mengundang partisipasi luas dari masyarakat, media, serta pemuda untuk memeriahkan peringatan kemerdekaan tahun ini.

(Yusuf Mugni)

Lahan Ilalang di Ciamis Terbakar, Damkar Bergerak Cepat Cegah Api Merembet ke Permukiman

0
CIAMIS, FOKUSjabar.id
Ketpot : Personel Damkar UPTD Ciamis saat memadamkan lahan terbakar di Ek Asrama Kompi C Zipur 3

CIAMIS,FOKUSJabar.id: Lahan ilalang di Dusun Linggamanik, Desa Panyingkiran, Kecamatan Ciamis, Jawa Barat, hangus terbakar. Kebakaran terjadi tepat di pinggir jalan bekas Asrama Zipur 3, Jumat (31/7/2026) siang.

Petugas Damkar UPTD Ciamis bergerak cepat memadamkan kobaran api sehingga tidak merembet ke rumah warga.

Baca Juga: Kabar Baik! Pemkab Ciamis Buka Sertifikat Halal Gratis untuk Ratusan UMKM

Kasatpol PP Kabupaten Ciamis Rd. Ega Anggara Alqausar mengonfirmasi jajarannya menerima laporan sekitar pukul 11.30 WIB.

Kasi Penanganan Kebakaran Trisyanto menyebut lokasi kebakaran berada sangat dekat dengan area permukiman padat penduduk.

“Karena lokasi itu berada di pemukiman padat penduduk saat mendapat laporan lahan yang ditumbuhi ilalang dan rumput liar terbakar secepat nya merespon laporan itu,” katanya.

Pemicu kebakaran diduga berasal dari sisa pembakaran sampah dan rumput kering yang ditinggalkan oleh warga.

Warga membakar sampah usai kerja bakti lalu meninggalkannya begitu saja untuk menunaikan ibadah salat Jumat.

“Saat bersih-bersih sampah maupun rumput di bakar namun saat tiba salat Jumat mreka tinggalkan dan apinya juga tidak warga padamkan,” ucapnya.

Angin kencang berembus lalu memicu nyala api hingga membesar dan membakar lahan kering di sekitarnya.

Warga sekitar yang melihat kepulan asap serta kobaran api langsung menghubungi kantor Damkar UPTD Ciamis.

Petugas berhasil menjinakkan si jago merah sampai padam sepenuhnya sebelum menjangkau bangunan permukiman warga.

“Saat ini api sudah berhasil kita padamkan dengan sempurna,” ungkap Trisyanto.

(Husen Maharaja)

Yonif TP 939/Macan Putih Persembahkan Air Kehidupan di Tasikmalaya

0
Tasikmalaya@fokusjabar.id
Musim kemarau Batalyon TP 939/Macan Putih salurkan air bersih ke Kampung Cilaku Desa Nanggerang, Kecamatan Cigalontang.(Istimewa)

​TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Terik matahari musim kemarau seolah membakar tanah Kampung Cilaku. Berbulan-bulan tanpa setetes pun air hujan membuat sumur-sumur warga di Desa Nanggerang, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya, kering kerontang. 

Di tengah keputusasaan yang mulai merayap, sebuah asa akhirnya datang dari deru mesin truk yang memecah kesunyian.

​Pagi itu, Jumat (31/7/2026), pemandangan mengharukan tersaji di perkampungan tersebut. Ratusan warga, mulai dari ibu-ibu hingga anak-anak, menyambut kedatangan truk tangki air bersih milik Yonif TP 939/Macan Putih dengan senyum sumringah dan mata berkaca-kaca.

Baca Juga: Wakil Wali Kota Tasikmalaya Perkuat Komunikasi Ulama dan Pemerintah

​Gelombang Kelegaan untuk Warga Kampung Cilaku

​Tanpa di komando, warga berbondong-bondong keluar rumah sambil membawa berbagai wadah ember, jerigen, hingga panci besar. Mereka rela berbaris demi mendapatkan jatah air bersih untuk kebutuhan minum dan memasak harian.

​Truk tangki berkapasitas 5.000 liter yang di kerahkan oleh Yonif TP 939/Macan Putih langsung di kerubungi warga. Setiap tetes air yang mengalir dari selang truk di sambut rasa syukur yang mendalam.

Bagi warga Kampung Cilaku, air bersih hari ini bukan sekadar cairan biasa, melainkan napas kehidupan di tengah krisis kekeringan yang mencekam.

​”Alhamdulillah, kami sudah mengirimkan air bersih untuk membantu warga di Kampung Cilaku yang membutuhkan. Semoga apa yang kami berikan bisa membantu meringankan beban masyarakat di kampung tersebut,” ungkap Komandan Yonif TP 939/Macan Putih, Letkol Inf Deddy Satya Wijaya, S.S.T.Han, S.I.P, M.Sc.

​Wujud Nyata Kemanunggalan TNI dan Rakyat

​Musim kemarau panjang tahun ini menjadi ujian berat bagi sebagian besar wilayah di Kabupaten Tasikmalaya. Banyak desa terpencil kini masuk dalam zona rawan kekeringan, membuat akses terhadap air bersih menjadi barang yang sangat langka.

​Sebagai garda terdepan yang senantiasa hadir di tengah masyarakat, Yonif TP 939/Macan Putih bergerak cepat merespons darurat kekeringan ini.

Aksi sosial penyaluran air bersih ke Desa Nanggerang merupakan bukti otentik bakti dan kepedulian TNI terhadap kesulitan rakyat di wilayah binaannya.

​Letkol Inf Deddy Satya Wijaya menegaskan bahwa pihaknya akan terus siaga mengerahkan segala daya upaya demi meringankan beban masyarakat Tasikmalaya dalam menghadapi bencana musiman seperti saat ini.

Baca Juga: Lola Nelria Oktavia dan Bank bjb Salurkan Bantuan untuk Panti Asuhan Yamuti Tasikmalaya

​”Kami akan terus membantu masyarakat Kabupaten Tasikmalaya dengan segala kemampuan ini sebagai wujud kepedulian TNI terhadap masyarakat,” tegasnya.

​Bantuan air bersih ini tidak hanya sekadar membasahi tenggorokan yang kehausan, tetapi juga menyalakan kembali harapan warga Kampung Cilaku.

Di balik teriknya kemarau, kehadiran TNI membuktikan bahwa semangat gotong royong dan kemanusiaan masih berdiri kokoh, merajut asa untuk melewati masa-masa sulit dengan ketegaran.

(Abdul Latif) 

Disdikpora Pangandaran Arahkan Anak Korban Kekerasan Seksual Masuk PKBM 

0
Pangandaran@fokusjabar.id
Kepala Bidang SMP Disdikpora Pangnadaran, Supri (dok)

‎PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pangandaran. Menawarkan solusi pendidikan bagi anak usia sekolah tingkat SMP yang menjadi korban tindakan asusila tersebut.

Kepala Bidang SMP Disdikpora Pangandaran, Supri mengatakan, pihaknya mengarahkan anak tersebut. Untuk melanjutkan pendidikan di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang setara SMP. 

‎Keputusan itu di ambil setelah mempertimbangkan aspek psikologi dan sosial anak.

Baca Juga: Tiga Orang Pengedar Sabu Ditangkap Satresnarkoba Polres Pangandaran

‎“Ada hal-hal yang memang harus kita pertimbangkan terkait dengan dampak psikologi dan sosial. Untuk itu kami memberikan solusi agar anak tetap bisa mengakses pendidikan di PKBM. Yang notabene setara SMP,” ujarnya melalui pesan WhatsApp Jumat, (31/7/2026).

‎Saat ini, kata dia, Disdikpora sudah memfasilitasi dan melayani anak tersebut. Di salah satu satuan pendidikan PKBM di wilayah Kabupaten Pangandaran.

‎Dengan langkah ini, Disdikpora berharap anak tetap mendapatkan hak pendidikan. Tanpa mengabaikan pemulihan kondisi psikis dan perlindungan dari tekanan sosial di lingkungannya.

Baca Juga: Berawal dari Pesan Rahasia, Kasus Dugaan Pencabulan Anak di Pangandaran Terbongkar

‎Sebelumnya, kasus kejahatan asusila terhadap anak di bawah umur telah terjadi di Kabupaten Pangandaran Jawa Barat. 

‎Kondisi mengkhawatirkan ini menjadi alarm keras bagi daerah destinasi wisata utama Jawa Barat tersebut.

‎Satreskrim Polres Pangandaran membongkar sedikitnya tiga kasus kekerasan seksual anak dalam beberapa waktu terakhir.

‎Para pelaku melancarkan aksi bejatnya melalui beragam cara, mulai dari bujuk rayu hingga tindakan fisik.

(Sajidin)

Penebangan 10 Pohon di Jalan Riau, Wali Kota Bandung Murka

0
Bandung@fokusjabar.id
Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyegel lokasi penebangan 10 pohon di Jalan L.L.R.E. Martadinata (Jalan Riau), Kelurahan Cihapit, Kota Bandung, setelah diduga dilakukan tanpa izin. (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG,FOKUSJabar.id: Pemerintah Kota (Pemkot)  Bandung menyegel lokasi penebangan 10 pohon di Jalan L.L.R.E. Martadinata (Jalan Riau), Kelurahan Cihapit, Kota Bandung, setelah di duga di lakukan tanpa izin.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan, kasus tersebut akan di bawa ke ranah hukum karena di nilai melanggar aturan daerah, kebijakan provinsi, hingga berpotensi masuk dalam pelanggaran lingkungan hidup.

Farhan turun langsung meninjau lokasi pada Jumat (31/7/2026). Dalam inspeksi itu, ia menyebut pemerintah langsung memasang segel sebagai langkah awal penegakan hukum.

Baca Juga: Irfan Hakim Jadi Juri Kelas Koi Shortbody di 27th ZNA Bandung Chapter 2026

“Saya pastikan lokasi ini kami segel. Ini bukan tindakan main-main. Jika nanti terbukti ada pihak yang memerintahkan atau membiayai penebangan ini, seluruh kegiatan yang berkaitan dengan lokasi tersebut akan kami hentikan,” kata Farhan.

Menurutnya, 10 pohon yang di tebang merupakan pohon peneduh yang telah tumbuh selama puluhan tahun dan memiliki fungsi penting bagi lingkungan serta kenyamanan warga yang beraktivitas di kawasan Jalan Riau.

“Jumlahnya ada 10 pohon dan hari ini kami langsung melakukan penyegelan. Dari informasi yang kami terima, kejadian ini ternyata bukan baru terjadi,” katanya.

Farhan memastikan, Pemkot Bandung akan menempuh jalur hukum. Ia mengaku telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat karena penebangan tersebut di duga juga melanggar kebijakan moratorium penebangan pohon yang telah di berlakukan gubernur.

“Kebijakan moratorium penebangan pohon sudah di sampaikan oleh Gubernur Jawa Barat. Karena itu, persoalan ini akan saya bawa langsung agar dapat di tindak sesuai aturan, termasuk kemungkinan proses pidana,” ucapnya.

Selain di duga melanggar aturan pemerintah daerah dan kebijakan provinsi, Farhan menilai kasus tersebut juga memiliki unsur pelanggaran lingkungan hidup. Karena itu, Pemkot Bandung akan melaporkannya kepada Gakkum Lingkungan Hidup Kementerian untuk diproses sesuai ketentuan.

“Peristiwa ini memiliki unsur pelanggaran lingkungan. Kami akan menyampaikan laporan kepada Gakkum Lingkungan Hidup Kementerian agar dapat di proses sesuai ketentuan,” jelasnya.

Masuk Ranah Pidana

Terkait pihak yang di duga bertanggung jawab, Farhan mengatakan pemerintah telah mengantongi informasi awal. Namun, identitas pelaku masih dalam proses pendalaman dan verifikasi.

“Kami sudah memperoleh informasi terkait pihak yang di duga terlibat, tetapi semuanya masih dalam tahap pendalaman,” ungkapnya.

Farhan menegaskan, prioritas pemerintah saat ini adalah membawa pihak yang bertanggung jawab ke proses pidana. Menurutnya, penebangan pohon tanpa izin menunjukkan adanya keberanian yang tidak bisa di toleransi.

Baca Juga: Cegah Premanisme di PSN Legok Nangka, Dedi Mulyadi Minta TNI-Polri Siaga 24 Jam

“Prioritas kami saat ini adalah membawa pelaku ke proses pidana. Setelah itu, langkah lainnya akan mengikuti sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya.

Farhan juga meminta seluruh dokumen dan data pendukung segera di siapkan sebagai bahan laporan kepada Gubernur Jawa Barat dan aparat penegak hukum lingkungan agar kasus tersebut dapat segera di tindaklanjuti.

“Semua data dan dokumen harus segera di kumpulkan. Selanjutnya akan kami sampaikan kepada Gubernur Jawa Barat serta Gakkum Lingkungan Hidup untuk ditindaklanjuti,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)