spot_imgspot_img
Senin 20 April 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 276

Korban Tewas Longsor Cisarua KBB Jadi 8 Orang, Ini Kata Sekda Jabar

0
Sekda Jabar Longsor Cisarua fokusjabar.id
Proses pencarian korban longsor Cisarua KBB (foto: web)

KBB, FOKUSJabar.id:Korban tewas longsor Lereng Gunung Burangrang Desa Pasirlangu Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat (KBB) Jawa Barat (Jabar) bertambah menjadi delapan orang.

Sekda Jabar, Herman Suryatman mengungkap dugaan sementara penyebab terjadinya longsor yang menyebabkan 82 warga tertimbun.

BACA JUGA:

Update Bencana Longsor Cisarua KBB, Korban Tewas 6 Orang

Menurut Herman, hasil pengamatan awal di lapangan menunjukkan adanya alih fungsi lahan. Yakni, dari kawasan hutan dengan tanaman keras menjadi kebun sayuran atau palawija.

“Kawasan ini dulunya lahan dengan tanaman keras. Tapi sekarang sebagian besar menjadi kebun palawija,” kata Sekda Jabar di kutip jpnn.com, Sabtu (24/1/2026).

“Saat hujan deras turun ditambah adanya aliran air, kemungkinan terjadi bendung alam dari batu dan kayu yang kemudian jebol,” Dia menambahkan.

Kondisi tersebut di duga memicu banjir bandang yang di sertai longsor. Meski penyebab pastinya masih memerlukan kajian lebih lanjut dari para ahli.

“Ini dugaan sementara berdasarkan kondisi lapangan. Tentu nanti akan ada pendalaman lebih lanjut oleh tim ahli,” ungkap Sekda.

Herman menuturkan, total korban terdampak sebanyak 23 orang berhasil selamat dan telah dievakuasi ke tenda darurat yang di siapkan pemerintah.

“Dari 113 warga yang tertimpa longsor, 23 selamat dan sudah kita amankan. Kemudian ada 8 orang di temukan meninggal dunia. Sisanya 82 orang masih dalam proses pencarian,” jelasnya.

BACA JUGA:

Longsor Babakan KBB Timbun 30 Rumah, 3 Orang Meninggal

Herman menerangkan, proses pencarian korban saat ini di koordinasikan langsung oleh Bupati Kabupaten Bandung Barat dengan melibatkan berbagai unsur. Termasuk TNI, Polri, BPBD dan Basarnas.

Pemerintah memastikan penanganan korban selamat menjadi prioritas utama sembari menunggu kondisi cuaca dan medan yang lebih aman untuk melanjutkan proses evakuasi.

(Bambang Fouristian)

Dukung MBG, Kandang Ayam Petelur Merah Putih Ciamis Diresmikan

0
kandang ayam merah putih ciamis@fokusjabar.id
Prof. Dr. Ir. H. Ali Agus, Thomas Effendy, Rina Sa’adah, Lc., M.Si., KH. Arief Ismail Chowas, S.Ag dan undangan lain berfoto bersama usai peresmian Kandang Ayam Petelur Merah Putih di Kampus III Yayasan Dar el-Rahman Miftahul Ulum, Desa Sukamaju, Kecamatan Baregbeg, Sabtu (24/01/2026).

CIAMIS, FOKUSJabar id: Dalam memperkuat kemandirian pangan dan gizi masyarakat. Kandang Ayam Petelur Merah Putih di Kampus III Yayasan Dar el-Rahman Miftahul Ulum, Desa Sukamaju, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis. Diresmikan, Sabtu (24/01/2026). 

Program kolaborasi strategis antara Charoen Pokphand Foundation Indonesia (CPFI), Yayasan Dar el-Rahman dan kelompok tani setempat. Bertujuan untuk mendukung Program Makan Bergizi (MBG) nasional. 

Tenaga Ahli Menteri Pertanian RI Bidang Hilirisasi Produk Peternakan, Prof. Dr. Ir. H. Ali Agus, mengatakan kehadiran kandang berkapasitas 1.000 ekor ini adalah solusi nyata bagi pemenuhan protein masyarakat. 

Baca Juga: Pemkab Ciamis Resmikan Sistem Gate Parkir di Taman Lokasana dan GGT

“Telur adalah sumber nutrisi yang sangat lengkap. Program ini tidak hanya memperkuat ekonomi, tapi juga memastikan anak-anak kita sebagai generasi penerus. Mendapatkan asupan protein yang cukup melalui Program Makan Bergizi,” katanya usai meresmikan fasilitas tersebut. 

Komitmen Keberlanjutan dan Kolaborasi 

Presiden Direktur PT Charoen Pokphand Indonesia, Thomas Effendy menjelaskan, hibah ini merupakan investasi jangka panjang. Ia berpesan agar kelompok penerima manfaat mengelola fasilitas tersebut dengan standar profesional. 

“Kami ingin manfaat ini berkelanjutan, pengelolaan yang baik akan memberikan dampak ekonomi tidak hanya bagi pengelola. Tetapi juga bagi ekosistem masyarakat di sekitar kampus,” jelas Thomas. 

Hal senada diungkapkan, Anggota Komisi IV DPR RI, Rina Sa’adah, Ia menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun ketahanan pangan. 

“Pemerintah, dunia usaha, dan tokoh masyarakat harus berjalan beriringan, kolaborasi ini adalah kunci agar hibah peternakan. Seperti ini memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus menekan angka stunting di daerah,” ungkap Rina. 

Jihad Ekonomi dari Pesantren 

Sementara itu Ketua Yayasan Dar el-Rahman, KH. Arief Ismail Chowas, S.Ag., memaknai program ini sebagai bentuk “Jihad Ekonomi”. Menurutnya, kemandirian masyarakat dan pesantren harus dimulai dari sektor produktif. 

“Kandang ini adalah langkah nyata agar masyarakat tidak lemah secara ekonomi, ini adalah investasi jangka panjang. Untuk menyiapkan generasi yang sehat dan kuat, melalui ketersediaan protein hewani yang terjangkau dan berkualitas,” jelas Arief. 

Baca Juga: Ratusan ASN Ciamis Bersih-bersih Taman Lokasana

Arief juga menjelaskan, program MBG yang terintegrasi dengan penguatan ekonomi berbasis peternakan. Merupakan investasi jangka panjang untuk menyiapkan generasi yang sehat, kuat, dan unggul.

Arief berharap, dengan adanya Kandang Ayam Petelur Merah Putih di Kabupaten Ciamis. Dapat tercipta ekosistem pangan berkelanjutan yang mampu meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat. 

“Selain itu juga mampu memperkuat ketahanan pangan lokal, dan mendukung percepatan penanggulangan stunting melalui pemenuhan gizi berbasis protein hewani,” pungkasnya.

(Nank Irawan)

Inilah Karya Dari Panglima TNI Bagi Masyarakat Cijulang Pangandaran

0
panglima tni pangandaran@fokusjabar.id
Kolase: Masjid Jami Ar Rohman dan Kendaraan Perang Panser di Cujulang, Pangandaran.(Yud's/fokusjabar.id)

PANGANDARAN, FOKUSJabar.id: Masjid Jami Ar Rohman yang berlokasi di jalan raya Cijulang Kabupaten Pangandaran Jawa Barat. Merupakan tempat ibadah umat Islam yang di bangun oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.

Desainnya yang unik dengan kubah berbentuk baret hijau di hiasi bintang empat, juga menara dengan bentuk peluru. Menambah pesona indah Masjid Jami Ar Rohman, yang berbeda dengan tempat ibadah umat Islam pada umumnya.

Baret hijau yang menjadi ciri khas Masjid Jami Ar Rohman merupakan simbol dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD).

Baca Juga: Ikon Baru Kabupaten Pangandaran Berada di Cijulang, Apa Saja?

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto adalah putera terbaik bangsa yang merupakan pituin dari Kecamatan Cijulang Kabupaten Pangandaran.

Sebelum menjabat sebagai Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto merupakan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD). Dengan masa jabatan mulai 25 Oktober hingga 29 November 2023.

Jenderal Agus Subiyanto merupakan Panglima TNI ke-23. Yang di lantik oleh Presiden Republik Indonesia ketujuh Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara Jakarta.

Jenderal Agus Subiyanto mulai menjabat sebagai Panglima TNI di mulai sejak 22 November 2023 lalu menggantikan Laksamana TNI Yudo Margono.

Selain membangun Masjid Jami Ar Rohman, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto juga memberikan hibah. Berupa kendaraan perang jenis Panser yang kini berdiri di bundaran jalan sebrang kantor Kecamatan Cijulang.

Ikon Baru Cijulang

Kendaraan perang jenis Panser tersebut kini menjadi ikon baru Alun-alun Kecamatan Cijulang. Yang sebelumnya merupakan tiga ekor patung ikan Marlin.

“Hal itu merupakan sebuah bukti bahwa Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, sangat mencintai tempat. Di mana orangtua beliau yang merupakan pituin dari Cijulang,” ungkap Dadi Abidarda aktivis Eksponen 96 pituin Cijulang, Sabtu (24/1/2026).

Baca Juga: Jembatan Sodongkopo Pangandaran, Proyek Mandek di Era Ridwan Kamil

Dengan demikian, Dadi juga berharap semoga Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menjadi contoh. Bagi generasi penerus bangsa, khususnya putera-puteri Cijulang Kabupaten Pangandaran.

“Siapa yang tidak mengaku bangga, pituin Cijulang menjadi orang nomor satu di jajaran TNI dengan menyandang bintang empat di pundak. Dan pastinya menjadi sebuah kebanggan bagi semuanya,” ucapnya.

Selain itu, sebagai pituin Cijulang, Dadi juga menyampaikan ucapan terimaksih kepada Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. Atas karya dan persembahan untuk masyarakat Cijulang khususnya, umumnya Kabupaten Pangandaran dan Jawa Barat.

“Terimakasih, dan kami mendoakan semoga Panglima TNI, Bapak Jenderal Agus Subiyanto. Selalu dalam lindungan Allah SWT dalam menjalankan tugas-tugas negara,” pungkasnya.

(Yud’s)

Update Bencana Longsor Cisarua KBB, Korban Tewas 6 Orang

0
longsor kbb fokusjabar.id
Longsor KBB (foto: web)

KBB, FOKUSJabar.id: Jumlah korban bencana longsor melanda Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua Kabupaten Bandung Barat (KBB) Jawa Barat (Jabar) Sabtu (24/1/2026) bertambah.

Sebelumnya di laporkan iga orang tewas tertimbun longsor. Kini jumlahnya bertambah menjadi enam orang.

BACA JUGA:

BMKG: Kuningan Dikepung Kabut dan Hujan

Menhgutip KompasTV,  selain mengakibatkan korban meninggal dunia, juga menyebabkan orang hilang.

Berdasarkan data dari Desa Pasirlangu, sebanyak 21 orang selamat. Enam orang tewas dan puluhan korban lainnya dinyatakan hilang akibat peristiwa tersebut.

Jumlah korban meninggal bisa berubah seiring proses pencarian dan evakuasi yang berlangsung di lapangan.

Proses pencarian dan evakuasi saat ini tengah dilakukan tim SAR gabungan di titik-titik yang di duga menjadi tempat korban tertimbun.

Kepala BPBD Jawa Barat, Teten Ali Mulku menyebut, longsor tidak hanya terjadi di Cisarua. Namun juga melanda wilayah Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

“Hari ini terjadi dua longsoran di Bandung Barat. Yakni di Pasirlangu dandan Lembang,” ungkapnya.

Dia menyebut, bencana longsor iduga karena intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah tesebut.

BACA JUGA:

Longsor Babakan KBB Timbun 30 Rumah, 3 Orang Meninggal

Sebelumnya FOKUSJabar mengabarkan, Pranata Humas Ahli BPBD Jawa Barat, Hadi Rahmat mengatakan, sedikitnya 30 rumah terdampak dan tertimbun material tanah.

Hingga Sabtu (24/1/2026), petugas masih melakukan pendataan serta upaya pencarian korban.

“Kurang lebih 30 rumah terdampak dan tertimbun longsoran,” ungkap Hadi.

Menurut Dia, tiga orang di temukan meninggal dunia. Sementara itu, sekitar 10 orang lainnya di duga masih tertimbun material longsor dan dalam proses pencarian oleh tim gabungan.

(Bambang Fouristian)

Angin Kencang Terjang Samarang Garut, 1 Rumah Rusak Berat

0
angin kencang garut fokusjabar.id
Tim gabungan Kecamatan Samarang melakukan assessment di Kampung Samarang Boboko, Desa Samarang

GARUT, FOKUSJabar.id: Cuaca ekstrem berupa angin kencang melanda wilayah Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut Jawa Barat (Jabar), Sabtu (24/1/2026) sekitar pukul 05.30 WIB.

Akibat peristiwa tersebut, bagian atap sebuah rumah milik warga di Kampung Samarang Boboko, Desa Samarang mengalami kerusakan cukup serius.

BACA JUGA:

Cuaca Ekstrem Terjang Pangatikan Garut, 1 Rumah di Sukamulya Roboh

Camat Samarang, Bambang Isnaeni Fathan mengatakan, kejadian tersebut menimpa Ajun (61) warga RT01/RW 01.

“Benar, kami menerima laporan adanya dampak angin kencang di Desa Samarang. Atap bagian dapur rumah pak Ajun terbawa angin. Luas area yang terdampak sekitar 4 x 6,5 meter,” kata Bambang.

Rumah yang mengalami kerusakan tersebut di ketahui dihuni oleh dua Kepala Keluarga (KK) dengan total 11 anggota keluarga.

Meski material atap berhamburan, Camat memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka.

“Alhamdulillah, korban jiwa nihil. Namun, kerugian materil ditaksir mencapai Rp10 juta karena kerusakan pada struktur atap dan material bangunan lainnya,” kata camat.

BACA JUGA:

Bendungan Leuwi Halang Jebol, Ganggu Irigasi 103 Hektar Sawah di Pameungpeuk Garut

Sesaat setelah kejadian, tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP Kecamatan Samarang, Babinsa, Bhabinkamtibmas serta perangkat desa langsung meluncur ke lokasi kejadian untuk melakukan penanganan darurat.

Langkah-langkah yang telah diambil, evakuasi mandir. Petugas bersama warga gotong-royong membersihkan puing atap dengan alat seadanya.

Pihak kecamatan sedang melakukan verifikasi data kerugian untuk di laporkan ke tingkat kabupaten dan memastikan kebutuhan mendesak bagi 11 penghuni rumah terpenuhi selama masa perbaikan.

Pihak Kecamatan Samarang mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang kerap terjadi di awal tahun. Terutama terhadap kondisi bangunan yang rawan terdampak angin kencang.

(Y.A.Supianto)

Skandal Pupuk Bersubsidi Kabupaten Tasikmalaya Melebar, Kejari Tetapkan Dua Tersangka Baru

0
Korupsi pupuk bersubsidi Kabupaten Tasikmalaya fokusjabar.id
Kasi Intelijen Kejari Kabupaten Tasikmalaya, Nikodemus Damanik, SH, MH, umumkan tersangka baru kasus korupsi pupuk bersubsidi.

TASIKMALAYA, FOKUSJabar.id: Kasus dugaan korupsi penyaluran pupuk bersubsidi di Kabupaten Tasikmalaya kembali bergulir dan menunjukkan eskalasi serius.

Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Tasikmalaya resmi menetapkan dua tersangka baru. Menandai babak lanjutan skandal yang terjadi dalam rentang waktu 2021–2024.

Melalui Seksi Tindak Pidana Khusus, Kejari Kabupaten Tasikmalaya menetapkan AS, pemilik CV MMS periode 2016–2024 serta LF, admin sekaligus petugas lapangan CV GBS sejak 2018, sebagai tersangka dalam perkara tindak pidana korupsi penyaluran pupuk bersubsidi.

BACA JUGA: 

Kasus Korupsi Pupuk Bersubsidi Kabupaten Tasikmalaya, Masuk Babak Baru 

Kepala Kejari Kabupaten Tasikmalaya, Jimmy Didi Setiawan melalui Kasi Intelijen, Nikodemus Damanik mengungkapkan, penetapan tersebut di lakukan pada Kamis, 22 Januari 2026, sekaligus di ikuti dengan tindakan penahanan terhadap kedua tersangka.

“Keduanya kini di titipkan di Lapas Kelas IIB Tasikmalaya selama 20 hari ke depan untuk kepentingan penyidikan,” kata Nikodemus, Sabtu (23/1/2026).

Ia menyebutkan, kasus ini merupakan pengembangan dari perkara sebelumnya yang telah menjerat tiga pelaku dalam mata rantai distribusi pupuk bersubsidi.

Modus operandi yang terungkap di duga melibatkan penyalahgunaan kuota pupuk, manipulasi administrasi hingga penyaluran yang tidak sesuai peruntukan.

Nikodemus menegaskan, penetapan tersangka baru ini di lakukan berdasarkan alat bukti yang cukup dan hasil pengembangan penyidikan yang berkesinambungan.

Langkah ini sekaligus memperlihatkan bahwa penanganan perkara tidak berhenti pada pelaku awal. Tetapi menyasar seluruh pihak yang di duga terlibat.

“Penegakan hukum dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel, sebagai bentuk komitmen Kejaksaan dalam pemberantasan tindak pidana korupsi,” ujarnya.

Nikodemus menambahkan, kasus korupsi pupuk bersubsidi ini menjadi sorotan publik karena berdampak langsung pada petani.

BACA JUGA: Kasus Pupuk Bersubsidi Melebar, Kejari Kabupaten Tasikmalaya Isyaratkan Tersangka Baru

“Penyelewengan distribusi pupuk diduga menyebabkan kelangkaan di tingkat bawah, sekaligus merugikan keuangan negara dalam jumlah signifikan,” katanya.

Kejaksaan tambah Nikodemus, memastikan proses penyidikan akan terus dikembangkan dan tidak menutup kemungkinan adanya tersangka tambahan, seiring pendalaman fakta hukum dan pemeriksaan lanjutan.

(Farhan)

Cuaca Ekstrem Terjang Pangatikan Garut, 1 Rumah di Sukamulya Roboh

0
cuaca ekstrem garut fokusjabar.id
Seorang warga membersihkan puing-puing rumah warga yang roboh di Dusun 2, Kampung Sukagalih RT 02/03 Desa Sukamulya, Kecamatan Pangatikan,

GARUT, FOKUSJabar.id: Hujan deras dengan intensitas tinggi (cuaca ekstrem) yang mengguyur wilayah Kabupaten Garut Jawa Barat (Jabar) memicu terjadinya bencana rumah roboh di Desa Sukamulya, Kecamatan Pangatikan, Sabtu (24/1/2026) sekitar pukul 05.00 WIB.

Peristiwa tersebut tepatnya di Dusun 2, Kampung Sukagalih RT02/03 desa Sukamulya.

BACA JUGA:

Bendungan Leuwi Halang Jebol, Ganggu Irigasi 103 Hektar Sawah di Pameungpeuk Garut

Tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun bangunan rumah beserta harta benda milik warga mengalami kerusakan cukup parah.

Camat Pangatikan, Ahmad Ramdani mengatakan, pihaknya telah menerjunkan tim ke lokasi untuk melakukan assessment.

“Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, kejadian ini murni dipicu oleh cuaca ekstrem. Akibatnya, satu unit rumah warga mengalami kerusakan berat pada struktur bangunan,” kata Ahmad Ramdani, Sabtu (24/1/2026).

Camat menuturkan, sejak pagi jajaran Forkopimcam Pangatikan bersama perangkat desa, pengurus RT/RW dan warga setempat telah bergotong-royong di lokasi kejadian.

Fokus utama saat ini adalah pembersihan material reruntuhan atap dan puing-puing pohon yang menimpa bangunan.

“Kami langsung berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Garut serta pihak terkait lainnya untuk langkah tindak lanjut. Saat ini, prioritas kami adalah memastikan keselamatan warga dan membantu proses pembersihan di lokasi,” kata Ahmad.

BACA JUGA:

Longsor di Padamukti Garut, Kerusakan Infrastruktur Capai Rp10 Juta

Selain kerugian materil, pihak kecamatan mencatat adanya kebutuhan mendesak bagi korban dan tim di lapangan. Di antaranya peralatan kebersihan dan bantuan logistik untuk menunjang proses pemulihan darurat.

Camat Pangatikan mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya yang berada di zona rawan bencana untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi.

“Kami meminta masyarakat untuk lebih waspada dan segera melaporkan kepada pengurus RT atau RW jika melihat adanya tanda-tanda potensi bencana di lingkungan masing-masing,” pungkasnya.

(Y.A.Supianto)