spot_imgspot_img
Sabtu 10 Oktober 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
Beranda blog Halaman 276

Sekda Garut Instruksikan Diskominfo Aktif Tindak Lanjuti SP4N LAPOR

0
sekda garut diskominfo fokusjabar.id
Sekda Garut, Nurdin Yana

GARUT, FOKUSJabar.id: Sekda Garut Jawa Barat (Jabar), Nurdin Yana menyoroti pesatnya arus informasi di era digital yang menuntut Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) mampu merespons berbagai isu yang berkembang di media sosial. Terutama yang viral.

Menurutnya, pemerintah tidak dapat membendung penyebaran informasi. Namun harus mampu memberikan respons yang cepat, tepat dan konstruktif.

BACA JUGA:

Wisuda ke-2 STEI Yapisha Garut Bukti Nyata Berkembangnya Institusi

“Fenomena kata viral itu tidak bisa kita tahan. Namun apa yang dapat kita lakukan adalah bagaimana bisa mencounter (menangkal) hal tersebut dengan menutup persoalan dengan kebaikan yang ada,” tegas Dia saat apel pagi di Halaman Kantor Diskominfo, Kamis (6/8/2026).

Sekda Garut menginstruksikan agar Diskominfo tidak hanya menghadirkan informasi edukatif dan berimbang. Tetapi juga melakukan peninjauan langsung ke lapangan ketika muncul persoalan di tengah masyarakat. Sehingga klarifikasi resmi dapat di sampaikan berdasarkan fakta.

Dia juga menekankan pentingnya optimalisasi pengelolaan Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional–Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (SP4N LAPOR).

SP4N LAPOR merupakan kanal resmi pengaduan masyarakat yang di gunakan untuk menyampaikan aspirasi, keluhan maupun laporan terkait pelayanan publik.

Menurutnya, Diskominfo harus berperan aktif mengingatkan seluruh perangkat daerah agar segera merespons setiap aduan maupun persoalan yang berkembang di masyarakat.

BACA JUGA:

Bupati Garut: Pengawasan Distribusi Pupuk Bersubsidi Diperketat

Sekda Garut menyampaikan apresiasi atas dedikasi jajaran Diskominfo yang di nilai terus menunjukkan peningkatan kinerja dan kontribusi positif dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan serta pelayanan informasi kepada masyarakat.

(Bambang Fouristian)

Wisuda ke-2 STEI Yapisha Garut Bukti Nyata Berkembangnya Institusi

0
STEI Yapisha Garut fokusjabar.id
Wisuda ke-2 STEI Yapisha Garut

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-2 Sekolah Tinggi Ekonomi Islam (STEI) Yapisha Garut Jawa Barat (Jabar) mewisuda 75 lulusan Program Studi Ekonomi Syariah, Kamis (6/8/2026).

Wisuda ke-2 Tahun Akademik 2025/2026 berlangsung khidmat di Gedung GSG Al-Mahdiyyiin, Kampung Cijolang, Jalan Raya Nagreg-Tasikmalaya, Desa Ciaro Kecamatan Nagreg Kabupaten Bandung.

BACA JUGA:

Bupati Garut: Pengawasan Distribusi Pupuk Bersubsidi Diperketat

Prosesi wisuda menjadi momentum bersejarah bagi para lulusan yang telah menyelesaikan pendidikan tinggi sekaligus menandai komitmen STEI Yapisha Garut dalam mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul, berintegritas dan siap bersaing di dunia kerja maupun dunia usaha berbasis ekonomi syariah.

Suasana penuh haru dan kebanggaan mewarnai jalannya acara. Ratusan keluarga wisudawan, civitas akademika, tokoh masyarakat serta tamu undangan dari berbagai kalangan hadir menyaksikannya.

Rangkaian kegiatan di awali dengan pembukaan Sidang Senat Terbuka, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars STEI Yapisha Garut hingga pengukuhan para lulusan sebagai sarjana.

Ketua Senat STEI Yapisha Garut, Diar Purbaya Basari mengatakan, wisuda ke-2 merupakan bukti nyata perkembangan institusi yang terus tumbuh.

STEI Yapisha Garut fokusjabar.id
Ketua Senat STEI Yapisha, Diar Purbaya Basari di dampingi Leli Heliawati dan Isma Noviana

“Perjalanan membangun perguruan tinggi tidak semudah menggoreskan pena. Namun dengan dukungan seluruh civitas akademika dan yayasan, hari ini kami kembali mengantarkan 75 mahasiswa meraih gelar sarjana,” ungkapnya.

Diar berharap, para lulusan tidak berhenti belajar setelah menyelesaikan pendidikan formal.

“Jadilah pribadi yang terus meningkatkan kompetensi, menjaga integritas serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat dan membawa nama baik almamater,” pesannya.

Ketua Yayasan Yapisha Garut, Hasan Bisri menambahkan, pengembangan institusi menjadi prioritas utama.

Menurutnya, Perguruan Tinggi yang berdiri berdasarkan Keputusan Menteri Agama Nomor 303 Tahun 2019 kini tengah mempersiapkan pengembangan kelembagaan menuju institut.

BACA JUGA:

Bupati Garut Dorong Peningkatan Keterampilan SDM di Lembang

Dia menyebut, selain Program Studi Ekonomi Syariah, pihaknya juga mulai mengembangkan program baru di bidang Manajemen Pendidikan Islam.

“Program baru tersebut sebagai upaya menjawab kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan tinggi yang berkualitas,” imbuhnya.

Ketua Bidang Kemahasiswaan, Leli Heliawati menjelaskan, STEI Yapisha Garut memberikan kesempatan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk mengenyam pendidikan tinggi melalui kelas reguler maupun kelas karyawan.

“Mahasiswa kami berasal dari berbagai latar belakang. Banyak di antaranya sudah bekerja. Sehingga sistem pembelajarannya di rancang fleksibel agar tetap dapat menyelesaikan studi tanpa mengganggu aktivitas bekerja,” jelas Leli.

Di sisi akademik, Ketua Program Studi Ekonomi Syariah, Isma Noviana, mengatakan, para wisudawan merupakan mahasiswa dari beberapa angkatan hingga angkatan 2023.

Ia berharap, seluruh alumni menjadi representasi terbaik STEI Yapisha Garut di tengah masyarakat.

“Jagalah nama baik almamater, terus berkarya dan jadilah insan yang mampu memberikan kontribusi positif bagi pembangunan bangsa. Khususnya dalam pengembangan ekonomi syariah,” tuturnya.

STEI Yapisha Garut yang berlokasi di Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut terus memperluas layanan pendidikan melalui sistem Hybrid learning yang menggabungkan perkuliahan tatap muka dan daring.

Selain membuka kelas reguler, kampus juga menyediakan kelas karyawan sebagai bentuk komitmen memperluas akses pendidikan tinggi.

Wisuda ke-II ini menjadi simbol lahirnya generasi baru yang di harapkan mampu mengimplementasikan ilmu pengetahuan, etika dan nilai-nilai syariah dalam kehidupan bermasyarakat.

Di tengah perkembangan ekonomi syariah yang semakin pesat, para lulusan di harapkan hadir sebagai agen perubahan yang profesional, adaptif dan berdaya saing.

BACA JUGA:

HUT ke-75 IBI, Ini Pesan Dinkes Garut

Selain itu memperkuat peran STEI Yapisha Garut sebagai salah satu perguruan tinggi Islam yang terus berkembang di Kabupaten Garut.

STEI Yapisha Garut adalah perguruan tinggi swasta Islam di Jalan Raya Selaawi No198, Kampung Cibolerang Desa Putrajawa Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut.

Kampus ini berfokus pada bidang ilmu ekonomi Islam dan memiliki program studi unggulan di jenjang strata satu (S1)

(Bambang Fouristian)

Bayi Perempuan 8 Bulan Ditemukan di Terminal Kalipucang Pangandaran

0
Bayi Perempuan Pangandaran fokusjabar.id
pemeriksaan kesehatan bayi di puskesmas Kalipucang

PANGANDARAN,FOKUSJabar.id: Seorang bayi perempuan usia sekitar 8 bulan di temukan seorang warga di sekitar Terminal Kalipucang Kabupaten Pangandaran Jawa Barat (Jabar).

‎Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial pada Dinas Sosial (Dinsos) Pangandaran, Maman Permana mengatakan, pihaknya saat ini masih menelusuri keluarga bayi tersebut.

‎BACA JUGA:

KCD Wilayah XIII Jabar Perketat Pengawasan Sekolah, Batasi Gawai untuk Cegah Kekerasan terhadap Anak

‎”Kebetulan ini di temukan di Terminal Kalipucang. Langkah kami menelusuri dulu keluarganya. Jika belum menemukan keluarganya, nanti kami akan berkoordinasi dengan provinsi,” kata Maman di Puskesmas Kalipcang, Kamis (6/8/2026).

‎Menurut Maman, Kabupaten Pangandaran saat ini belum memiliki fasilitas khusus untuk penitipan bayi. Sehingga pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

‎”Karena di Pangandaran belum ada fasilitas khusus untuk penitipan bayi. Jadi kami akan berkoordinasi dengan provinsi,” jelasnya.

‎Maman mengungkapkan, berdasarkan keterangan dari Puskesmas Kalipucang, kondisi bayi dalam keadaan sehat. Hanya terdapat bekas gigitan nyamuk karena sempat beberapa hari terlantar.

‎”Alhamdulillah kalau menurut keterangan dari Puskesmas Kalipucang, bayi dalam keadaan sehat. Hanya mungkin karena menurut informasi beberapa hari terlantar, ada bekas gigitan nyamuk,” kata Maman.

‎Selama proses penelusuran keluarga, Dinsos Pangandaran akan menitipkan bayi tersebut di salah satu yayasan di Pangandaran.

‎”Kita akan proses dulu administrasinya. Mulai dari kita coba lengkapi laporan penemuan dulu dari Polsek. Kemudian nanti juga kami memerlukan keterangan kesehatan secara tertulis dari Puskesmas. Selanjutnya nanti kami akan tampung, lihat kondisi nanti apakah kita harus segera sampaikan ke provinsi atau kita sementara tampung dulu di sini,” ujarnya.

‎BACA JUGA:

Plang SHM di Pantai Madasari Pangandaran Viral, Pemkab Desak BPN Segera Verifikasi

‎Maman menyebut sudah ada warga yang berminat untuk mengadopsi. Namun proses adopsi bayi terlantar memiliki persyaratan yang panjang.

‎”Dan menurut informasi kan di sini ada yang mau mengadopsi tetapi karena proses adopsi itu memerlukan persyaratan dan proses yang panjang. Pertama kan harus dilengkapi dengan surat keterangan bayi terlantar dari Polsek, kemudian juga termasuk kondisi kesehatannya. Nah nanti untuk selanjutnya kan ada beberapa ketentuan dalam adopsi bayi terlantar,” pungkasnya.

(Sajidin)

‎

Soal Marak Isu Manipulasi Absensi ASN, BKPSDM Ciamis Bilang Begini

0
BKPSDM Ciamis Absensi ASN fokusjabar.id
Sekretaris BKPSDM Kabupaten Ciamis, Tini Lastiniwati

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Maraknya isu dugaan manipulasi absensi Aparatur Sipil Negara (ASN) di sejumlah daerah menjadi perhatian berbagai pemerintah daerah. Termasuk Kabupaten Ciamis.

Meski hingga kini belum di temukan indikasi penyalahgunaan sistem absensi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ciamis, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) memastikan pengawasan terhadap kehadiran ASN di lakukan secara berjenjang dan rutin.

BACA JUGA:

Antologi Badai Diluncurkan, Ang Icep Ajak Generasi Muda Rawat Literasi Lewat Puisi

Sekretaris BKPSDM Kabupaten Ciamis, Tini Lastiniwati mengatakan, seluruh data absensi ASN dapat di pantau langsung. Evaluasi di lakukan secara berkala untuk memastikan kedisiplinan pegawai tetap terjaga.

“Semua akses untuk absensi bisa kami lihat. Untuk OPD kami lakukan pemantauan setiap seminggu sekali. Sementara untuk guru dan tenaga kesehatan yang tersebar di wilayah, pemantauan di lakukan setiap tiga hari sekali,” ujarnya.

Menurut Tini, sistem absensi mobile yang di gunakan di lingkungan Pemkab Ciamis telah memiliki titik koordinat yang di tentukan oleh BKPSDM melalui bidang terkait. Dengan mekanisme tersebut, lokasi absensi telah di atur sesuai kebutuhan masing-masing instansi.

Ia menjelaskan, apabila ASN mengalami kendala saat melakukan absensi. Misalnya akibat gangguan jaringan internet atau sinyal yang kurang baik, pegawai di wajibkan melaporkan kondisi tersebut kepada BKPSDM untuk di lakukan pengecekan.

“Kalau misalnya absennya tidak bisa karena sinyal jelek atau kendala lainnya, itu harus di laporkan dan nanti akan kami cek kembali,” katanya.

Selain mengandalkan sistem, BKPSDM juga menerapkan mekanisme pengawasan berjenjang sebagaimana di atur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.

Pengawasan pertama di lakukan oleh atasan langsung masing-masing ASN. Kemudian di lanjutkan oleh OPD sebelum akhirnya di pantau oleh BKPSDM.

“Pengawasannya berjenjang. Yang pertama dari atasan langsung, kemudian di OPD, baru ke BKPSDM. Namun kami juga tetap bisa memantau langsung data absensi ASN,” jelasnya.

BACA JUGA:

Dari Ciamis, Tantan Sulthon Ajak Wartawan Menatap Era Baru Melalui 5 Program PWI Jabar Istimewa

Terkait penerapan pola kerja fleksibel atau Work From Home (WFH), Tini menyebut kebijakan tersebut masih di berlakukan sesuai ketentuan yang berlaku.

Namun, apabila terdapat kegiatan yang mengharuskan kehadiran pegawai di kantor, ASN tetap di wajibkan bekerja dari kantor.

Dengan pola pengawasan yang di lakukan secara rutin dan berlapis, BKPSDM Ciamis berharap disiplin ASN tetap terjaga sekaligus meminimalkan potensi penyalahgunaan sistem absensi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ciamis.

(Mia)

Pelaku Penebang 12 Pohon di Cijerah Mengaku ke Wawalkot Bandung

0
pelaku penebang pohon cijerah fokusjabar.id
Pemkot Bandung Segel lokasi Penebangan ilegal 12 Pohon di Kawasan Cijerah Kota Bandung (FokusJabar.id/Yusuf Mugni)

BANDUNG, FOKUSJabar.id: Kasus penebangan 12 pohon di kawasan Cijerah, Kota Bandung Jawa Barat (Jabar) memasuki babak baru. Pelaku mengakui perbuatannya di hadapan Wakil Wali Kota Bandung, Erwin.

Pelaku penebang pohon meminta maaf serta menyatakan siap menerima seluruh konsekuensi hukum.

BACA JUGA:

Pemkot Bandung Larang Pedagang Bendera Merah Putih Berjualan di Trotoar, Siapkan Lokasi Alternatif

“Barusan ada yang datang menghadap saya. Orang yang menebang pohonnya mengaku. Dia datang minta maaf. Dia bilang apa pun risikonya siap menanggung,” kata Erwin, Kamis (6/8/2026).

Erwin mengungkapkan, dua orang datang menemuinya tanpa membuat janji terlebih dahulu. Mereka mengaku melakukan penebangan karena di perintah pihak lain.

“Dua orang yang datang. Motifnya ada yang menyuruh,” ujarnya.

Meski pelaku telah mengakui perbuatannya, Erwin menegaskan Pemkot Bandung tidak akan gegabah mengambil keputusan.

Menurutnya, penyelesaian perkara tetap akan mengedepankan pendekatan restoratif justice sepanjang tidak bertentangan dengan aturan hukum yang berlaku.

“Kita mengedepankan musyawarah. Kalau persoalan ini bisa di selesaikan dengan musyawarah, kenapa tidak? Yang penting tetap tidak melanggar regulasi,” katanya.

Namun, pendekatan tersebut tidak menghapus sanksi yang telah di atur dalam Peraturan Daerah (Perda). Pelaku tetap dapat di kenai sanksi administratif maupun pidana.

“Perda harus di tegakkan. Ada denda, ada juga sanksi kurungan. Tapi sebagai pemimpin kita juga harus bijaksana. Bagaimanapun mereka warga Kota Bandung. Kalau memang bisa menggunakan restoratif justice, kenapa tidak? Tapi tetap harus ada sanksi,” jelasnya.

Dalam pertemuan tersebut, pelaku mengaku hanya menebang empat pohon. Sementara hasil pendataan di lapangan menunjukkan jumlah pohon yang di tebang mencapai 12 pohon.

BACA JUGA:

Satpol PP Bandung Segel Videotron Pedal Six Nine Club, Terkait Penebangan 10 Pohon

“Dia mengaku empat pohon. Tapi kenyataannya di lapangan ada 12 pohon. Tadi dia bilang ke saya, ‘Pak, saya cuma menebang empat pohon.’ Saya tanya kalau sisanya, dia jawab, ‘Saya enggak tahu,” ungkapnya.

Perbedaan keterangan tersebut membuat Pemkot Bandung masih menelusuri kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam penebangan pohon di kawasan Cijerah.

Saat ini, pihaknya masih menunggu laporan perkembangan penanganan kasus dari Satpol PP Kota Bandung.

Ia mengaku sempat menghubungi Satpol PP untuk memastikan perkembangan penyelidikan karena sebelumnya pelaku di sebut belum memenuhi panggilan.

“Tadi saya telepon Satpol PP karena ingin tahu perkembangan kasusnya. Kemarin Pak Camat bilang sudah d ipanggil, tapi belum datang. Tadi justru orangnya datang sendiri ke saya. Saya juga lupa enggak minta KTP mereka. Tiba-tiba datang dan bilang. Saya juga kaget,” pungkasnya.

(Yusuf Mugni)

Antologi Badai Diluncurkan, Ang Icep Ajak Generasi Muda Rawat Literasi Lewat Puisi

0
Antologi Badai Ang Icep fokusjabar.id
Peluncuran Antologi Badai karya Ang Icep di Joglosono Pondok Pesantren Darussalam

CIAMIS, FOKUSJabar.id: Tradisi literasi di Kabupaten Ciamis Jawa Barat (Jabar) kembali mendapat ruang melalui peluncuran buku puisi Antologi Badai karya pengasuh Pondok Pesantren Darussalam Ciamis, Fadlil Yani Ainusyamsi (Ang Icep).

Buku tersebut di perkenalkan kepada publik dalam kegiatan bertajuk Tafakur dan Meditasi Puisi di Joglosono Pondok Pesantren Darussalam, Rabu (5/8/2026) malam.

BACA JUGA:

Heri Kiswanto Fokus Benahi Fisik PSGC Ciamis, Tunda Uji Coba demi Hindari Cedera

Peluncuran berlangsung dalam suasana penuh penghayatan. Penyair, seniman, budayawan, guru, santri hingga tokoh masyarakat bergantian membacakan puisi-puisi yang menjadi bagian dari buku tersebut.

Momentum itu menjadi ajang mempertemukan sastra dengan nilai-nilai refleksi kehidupan.

Ang Icep menjelaskan, Antologi Badai berisi hampir 80 puisi yang di tulis sejak awal pandemi Covid-19 pada 2020 hingga 2022. Meski naskah telah rampung beberapa tahun lalu, buku tersebut baru dapat di luncurkan pada tahun ini.

“Ini adalah kumpulan puisi yang saya tulis sejak awal pandemi. Puisinya memang lahir pada 2020, 2021 hingga 2022, tetapi baru sekarang kami launching,” ujarnya.

Menurutnya, pandemi bukan hanya menghadirkan persoalan kesehatan. Tetapi juga menjadi ruang perenungan mengenai kehidupan manusia.

Karena itu, puisi-puisi dalam buku tersebut tidak hanya berbicara mengenai wabah, melainkan juga memuat pesan tentang kesabaran, ketabahan, kritik sosial hingga tanggung jawab terhadap diri sendiri.

Ia berharap, pembaca dapat mengambil hikmah bahwa berbagai persoalan hidup tidak selalu layak di sandarkan kepada kesalahan orang lain.

“Jangan mudah menyalahkan orang lain. Banyak hal yang terjadi dalam hidup kita sesungguhnya merupakan konsekuensi dari sikap dan perilaku kita sendiri. Pesan seperti itu banyak hadir dalam puisi-puisi di buku ini,” katanya.

Selain menjadi ruang refleksi, Ang Icep juga ingin buku tersebut menjadi penyemangat bagi generasi muda agar terus berkarya. Menurutnya, keterbatasan yang pernah di alami saat pandemi tidak boleh memadamkan semangat berkreasi.

BACA JUGA:

Kebakaran di Sukadana Ciamis Hanguskan 3 Rumah, Kerugian Ditaksir Rp500 Juta

“Pemuda adalah tiang bangsa. Pandemi memang membuat ruang gerak terbatas, tetapi semangat berkarya tidak boleh ikut terhenti. Saya ingin memberikan motivasi agar mereka tetap optimistis menghadapi masa depan,” ungkapnya.

Di tengah berkembangnya teknologi digital, Ang Icep mengaku masih mempertahankan kebiasaan menulis puisi secara manual. Baginya, teknologi dapat di manfaatkan sebagai pendukung, namun kedalaman rasa dalam sebuah karya sastra tetap lahir dari pengalaman dan perenungan penulis.

“Kita boleh memanfaatkan teknologi untuk memancing ide, tetapi rasa dan kedalaman sebuah puisi tetap lahir dari pengalaman serta perenungan penulisnya sendiri,” ujarnya.

Ia pun mengajak pelajar, mahasiswa dan masyarakat untuk mulai membangun budaya menulis sebagai bagian dari upaya merawat literasi.

“Semua orang sebenarnya memiliki kemampuan berkarya. Yang terpenting adalah kemauan untuk memulai. Kami yang sudah tua saja masih terus semangat menulis,” katanya.

Seniman dan budayawan Ciamis, Noer JM menilai, Antologi Badai memiliki arti penting karena menjadi dokumentasi sastra yang merekam perjalanan masyarakat menghadapi pandemi.

Menurutnya, puisi-puisi karya Ang Icep tidak hanya menyimpan nilai estetika. Tetapi juga menjadi catatan sejarah yang memadukan pengalaman hidup, spiritualitas serta harapan.

“Puisi-puisi dalam buku ini sarat tafakur dan perenungan. Isinya banyak merekam suasana pandemi, tetapi juga berbicara tentang cinta, kehidupan, dan harapan,” ujarnya.

BACA JUGA:

PT MUM Gandeng Forum BKK Ciamis, Buka Peluang Kerja untuk 100 Alumni SMK/SMA

Noer berharap, peluncuran buku tersebut menjadi awal lahirnya karya-karya sastra berikutnya dari Ang Icep sekaligus memotivasi generasi muda Ciamis untuk lebih aktif menulis.

“Budaya literasi harus terus di rawat. Menulis bukan hanya soal menghasilkan buku. Tetapi juga mendokumentasikan gagasan, merekam perjalanan zaman dan meninggalkan jejak pemikiran bagi generasi berikutnya. Karya yang lahir dari pengalaman dan nurani akan selalu memiliki nilai yang tidak lekang oleh waktu,” pungkasnya.

Usai di luncurkan, Antologi Badai akan mulai di pasarkan melalui jaringan toko buku dan mitra distribusi yang selama ini bekerja sama dengan penulis.

(Mia)

Igor Tolic Sebut Gaya Main Persebaya Masih Sama

0
Igor Tolic Piala Presiden fokusjabar.id
Igor Tolic

BALI, FOKUSJabar.id: Pelatih Persib Bandung, Igor Tolic bicara mengenai kekuatan Persebaya Surabaya yang akan menjadi lawan tanding pada pertandingan final turnamen pramusim Piala Presiden 2026.

Igor Tolic mengaku belum menganalisis secara mendalam. Ia hanya sempat menyaksikan sekilas laga Bajul Ijo di pertandingan sebelumnya.

BACA JUGA:

Adhitia Herawan Bocorkan Sponsor Baru Persib Bandung, Jumlahnya Lebih Banyak dari Musim Lalu

Pertandingan Persib menghadapi Persebaya dijadwalkan akan berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Kamis (6/8/2026) malam.

“Jujur saja, saya belum melihatnya secara mendalam. Saya hanya menonton pertandingannya sedikit kemarin,” kata Igor Tolic.

Dari pantauannya, pelatih asal Kroasia ini menilai secara sepintas gaya bermain Persebaya masih sama seperti sebelumnya. Sehingga, ia tinggal menunggu siapa saja yang akan masuk dalam daftar susunan pemain (DSP) Bajul Ijo.

“Gaya bermain mereka masih sama seperti yang kita ketahui sebelumnya. Jadi kita hanya perlu tahu siapa yang akan bermain untuk Persebaya dan siapa yang akan bermain untuk Persib,” ungkapnya.

Jeda pertandingan yang sangat singkat dari semifinal ke final, menjadi tantangan bagi tim yang tampil di laga puncak turnamen pramusim ini.

BACA JUGA:

Jelang Final Piala Presiden 2026, Igor Tolic Masih Menunggu Kabar Kondisi Pemain Persib

Seperti diketahui, pertandingan semifinal turnamen pramusim Piala Presiden 2026 berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta pada Selasa (4/8/2026).

“Karena setelah kemarin, mereka tetap memutuskan untuk berjalan sesuai jadwal, sehingga para pemain tidak memiliki waktu istirahat. Jadi kita akan lihat siapa yang bisa bertahan,” jelasnya.

(Arif)