CIAMIS,FOKUSjabar.id: Tanggul Sungai Saladah di Dusun Babakan, Desa Nasol, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis Jebol, Kondisi itu memicu kekhawatiran bagi petani di tiga desa, Minggu (19/4/2026). Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis, Ani Supiani, menyebut kerusakan ini mengancam ketersediaan air untuk lahan persawahan di Desa Nasol, Cimari, dan Kujang.
Ani menjelaskan bahwa tanggul sungai tersebut ambrol karena tidak mampu menahan tekanan debit air yang meningkat tajam. Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Cikoneng beberapa waktu lalu menjadi pemicu utama meluapnya aliran sungai hingga merusak infrastruktur irigasi tersebut.
Baca Juga: Gaspool Ciamis Cetak Sejarah, Singkirkan Perkasa Sumedang Demi Tiket Final Kejurda U-18
“Hujan deras yang menerjang wilayah Cikoneng membuat aliran sungai sangat deras sehingga tanggul Saladah jebol,” ungkap Ani.
Penanganan Darurat dan Sinergi
Merespons laporan tersebut, BPBD Kabupaten Ciamis segera turun ke lokasi untuk melakukan penanganan sementara. Langkah cepat ini melibatkan sinergi dengan Pemerintah Kecamatan Cikoneng guna meminimalisir dampak kekeringan yang lebih luas pada lahan warga.
Saat ini, masyarakat setempat sedang berupaya memperbaiki tanggul yang rusak melalui aksi gotong royong. Warga menggunakan material seadanya sebagai pembatas darurat agar air sungai dapat kembali mengalir ke saluran irigasi menuju sawah-sawah mereka.
Perlu Perbaikan Permanen
Meski penanganan darurat tengah berjalan, Ani menekankan pentingnya langkah revitalisasi secara permanen. Menurutnya, perbaikan menyeluruh merupakan satu-satunya cara untuk menjamin stabilitas aliran air dalam jangka panjang.
“Selain langkah darurat, pemerintah perlu segera melakukan perbaikan permanen. Hal ini bertujuan agar air kembali mengalir normal secara stabil sehingga petani tidak perlu lagi khawatir akan ancaman kekeringan di masa mendatang,” pungkas Ani.
(Husen Maharaja)



